P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Analisis Pengaruh Emosi. Suasana Hati dan Role Stress Auditor terhadap Audit Judgement Lely Indriaty1. Hanif Fadhil Rafif2. Gen Norman Thomas3 FEB Universitas Persada Indonesia YAI. Jakarta. Indonesia School of Accounting. Universitas Bina Nusantara. Jakarta Indonesia, 11480 Email: lelynorman@gmail. com1, hanfadhil. oz@gmail. com2,gen_nt@binus. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Emosi. Suasana Hati, dan Role Stress Auditor terhadap Audit Judgement. Penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam pendekatan kuantitatif yaitu studi empiris mengenai emosi, suasana hati dan tekanan peran Auditor terhadap audit judgement. Populasi penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di Jakarta periode 2022. Pengambilan sampel didasarkan pada metode purposive sampling, kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah auditor eksternal yang bekerja di KAP dan sudah pernah melakukan audit judgement. Data yang sudah dikumpulkan, dianalisis secara kuantitatif dengan perhitungan statistik deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner yang dibagikan ke auditor eksternal. Analisis data menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji parsial . , emosi berpengaruh secara signifikan terhadap audit judgement, sedangkan suasana hati tidak berpengaruh terhadap audit judgement, dan role stress Auditor berpengaruh signifikan terhadap audit judgement. Dari hasil uji F bahwa Emosi. Suasana Hati dan Role Stress Auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgement dengan nilai F Hitung 163,642 > F tabel 3,2288 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Kata kunci : Emosional. Suasana Hati. Tekanan Peran Auditor. Audit Judgement ABSTRACT This study aims to examine the effect of Emotions. Moods, and Auditor's Role Stress on Audit Judgment. This research can be categorized into a quantitative approach, namely an empirical study of emotions, moods and role stress on audit judgment. The population of this research is auditors who work in Public Accounting Firms (KAP) in Jakarta for the 2022 Sampling is based on the purposive sampling method, the sample criteria used in this study are external auditors who work at KAP and have conducted audit judgments. The data that has been collected will be analyzed quantitatively with descriptive statistical The type of data used in this study is primary data in the form of a questionnaire distributed to external auditors. Data analysis using SPSS software. The results of this study indicate that based on the partial test . , emotional has a significant and significant effect on audit judgment, while mood has no effect on audit judgment, and role stress has a significant and significant effect on audit judgment. Emotion. Mood and Role Stress have a positive and significant effect on audit judgment with an F value Count 163. 642 > F 2288 and a significance value of 0. 000 < 0. Keywords: Emotion. Mood. Role Stress. Audit Judgement JURNAL IKRA TH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA PENDAHULUAN Laporan keuangan merupakan hasil proses akuntansi yang dapat dijadikan sebagai data keuangan atau sebagai alat komunikasi antara aktivitas perusahaan dengan stakeholders. Tujuan laporan keuangan tahunan sesuai dengan Prinsip Akuntansi (SAK) adalah untuk memberikan informasi tentang aset, keuangan, dan status aset perusahaan, yang membantu sejumlah dalam pengambilan keputusan ekonomi. Oleh sebab itu laporan keuangan harus diaudit oleh kantor akuntan public yang harus bisa menjamin kualitas setiap informasi yang dihasilkannya. Untuk menyeleksi informasi agar dapat diproses lebih lanjut secara efektif dan efisien diperlukan suatu judgement. Tepat atau tidaknya judgement auditor yang akan menentukan kualitas hasil audit. Akuntan publik adalah akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk memberikan jasa akuntan publik di Indonesia. Ketentuan mengenai akuntan publik di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK. 01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. Jasa audit adalah suatu jasa pemeriksaan atas kegiatan ekonomi guna meningkatkan mutu informasi keuangan bagi pihak yang berkepentingan melalui proses sistematis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti-bukti secara objektif sehubungan dengan asersi atas tindakan dan memastikan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dan menetapkan kriteria serta mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak- pihak yang berkepentingan. Jasa audit merupakan bagian dari jasa assurance sehingga setiap informasi yang disajikan harus berkualitas, benar serta relevan sehingga dapat diperoleh untuk pengambilan keputusan oleh pihak yang berkepentingan (Aji, 2. JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 Jasa audit yang disediakan oleh profesi akuntan publik mencakup pemerolehan dan penilaian bukti yang mendasari laporan keuangan historis suatu entitas yang berisis asersi yang dibuat oleh manajemen entitas tersebut (Mulyadi, 2011:. Seorang Auditor di dalam dalam menghasilkan opini auit dituntut untuk professional agar menghasilkan audit yang optimal. Karena dengan hasil yang optimal bisa dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh stakeholder. Selain itu keberadaan profesi auditor akan mendapat kepercayaan dari masyarakat apabila auditor menghasilkan audit yang berkualitas (Aisyah dan Sukirman 2. Audit pertimbangan pribadi atau cara pandang auditor dalam menanggapi informasi yang mempengaruhi dokumentasi bukti serta pembuatan keputusan pendapat auditor atas laporan keuangan suatu entitas (Junaedi. Menurut Mulyadi . audit merupakan suatu proses sistematik untuk memperoleh & mengevaluasi bukti secara obyektif tentang pernyataan pernyataan mengenai aktivitas & peristiwa ekonomi, menggunakan tujuan untuk memutuskan pernyataanpernyataan tadi menggunakan kriteria yang sudah ditetapkan, dan penyampaian outputoutput Penelitian menggambarkan bahwa auditor dapat mengalami reaksi emosional terhadap klien . isalnya, disuka. atau elemen lingkungan tugas . isalnya, kecemasan berurusan dengan jenis orang tertentu atau tentang dimintai pertanggungjawaba. , atau suasana hati umum yang tidak terkait dengan konteks penilaian . isalnya, suasana hati yang buruk terkait dengan cuac. , yang dapat mengakibatkan kesalahan penilaian. Goleman . membagi kecerdasan emosional menjadi lima komponen: kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Penulis menggunakan kelima komponen tersebut sebagai indikator untuk mengukur variabel kecerdasan emosional dalam penelitian ini. Hasil survei (Jaya. Yuniarta, dan Wahyuni, https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA 2. menunjukkan bahwa pengaruh kecerdasan emosional terhadap kualitas audit berpengaruh sangat positif. Dengan kata lain, semakin cerdas auditor, semakin baik kualitas auditnya. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seperti penelitian oleh (Hakim & Esfandari, 2. dan (Amaria, 2. , tidak ada korelasi antara kecerdasan emosional dan kualitas tes yang dibuat oleh auditor. Penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan audit judgement ada dalam tiga Kelompok pertama adalah makalah meneliti peran yang disukai klien dapat mempengaruhi penilaian auditor (Bhattacharjee Moreno Bhattacharjee et al. Bhattacharjee et . Perluas penelitian ini dengan menyelidiki apakah reaksi emosional interpersonal yang tidak relevan terhadap klien mempengaruhi kerentanan auditor terhadap kemampuan klien, yang merupakan faktor audit terkait. Penelitian audit sebelumnya telah menunjukkan bahwa auditor menempatkan penekanan yang tepat pada informasi yang diperoleh dari sumber yang lebih kompeten, objektif, dan sangat terintegrasi . isalnya Kaplan et al. Namun, menunjukkan bahwa respon emosional dari hubungan interpersonal adalah karakteristik dari sumber lain yang dapat mempengaruhi persuasif bukti (Petty dan Cacioppo 1. Prediksi teoritis penulis didasarkan pada Elaboration Likelihood Model (ELM), yang faktor-faktor mempengaruhi persuasif informasi selama Model bergantung pada isyarat heuristik, termasuk emosi emosional, ketika individu kurang termotivasi untuk berpikir tentang informasi dan menerima informasi dari sumber yang kurang mampu daripada ketika mereka menerimanya dari sumber yang lebih Diprediksi menjadi mungkin (Finucane et al. Berdasarkan teori ini, penulis memperkirakan bahwa emosi seperti suka atau tidak suka klien akan mempengaruhi penilaian auditor jika sumber klien lebih rendah daripada lebih tinggi. Kelompok makalah kedua meneliti P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 bagaimana perasaan kecemasan auditor dan juri terhadap komponen tugas dapat mempengaruhi pengambilan keputusan (Kadous 2001. Bagley 2. Bagley . mengambil pendekatan yang mirip dengan penelitian emosional, apakah akuntabilitas banyak pihak, yang merupakan aspek luas dari lingkungan audit, menyebabkan pemeriksa mengalami kecemasan, dan bagaimana kecemasan ini memengaruhi kinerja audit, saya menyelidiki apakah itu Auditor sering bertanggung jawab kepada banyak pihak dengan preferensi kinerja yang berbeda pada saat yang sama (Bierstaker dan Wright 2. Penelitian psikologis menunjukkan bahwa peningkatan akuntabilitas oleh banyak pihak memiliki konsekuensi negatif, termasuk reaksi emosional akuntabilitas ganda tampaknya hanya memiliki manfaat kualitas positif, hal ini menunjukkan bahwa hal itu dapat mengakibatkan (Seta et al. Para penulis memperkirakan bahwa dengan meningkatnya tuntutan akuntabilitas, begitu pula emosi negatif, terutama pada tugastugas yang sangat kompleks, yang akan merugikan kinerja auditor. Kelompok terakhir makalah meneliti dampak suasana hati positif dan negatif umum pada pengambilan keputusan auditor (Chung et al 2008. Cianci dan Bierstaker Studi yang dikumpulkan sebelumnya menunjukkan bahwa emosi terhadap target tertentu . aitu, klien atau tuga. dapat mempengaruhi penilaian, tetapi suasana hati Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa hal itu dapat diberikan. Chung dkk. menyelidiki dampak dari berbagai emosi . ositif, netral, negati. pada keputusan evaluasi akuntan profesional. Suasana hati adalah keadaan pikiran atau emosi. Auditor dapat mengalami suasana hati yang berbeda setiap saat selama audit, yang dipicu oleh berbagai peristiwa di dalam dan di luar audit, tetapi penelitian audit mengeksplorasi suasana hati yang cenderung tidak bergantung pada tugas. Berdasarkan studi psikologis, penulis berpendapat bahwa JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA individu dengan suasana hati negatif dapat mengingat lebih banyak informasi negatif . ketika membuat keputusan (Clore et a. Orang dengan suasana hati yang negatif juga kurang tertarik untuk tetap berada dalam suasana hati yang negatif dan akan bersedia untuk menghadapi orang lain dan mengungkapkan informasi negatif (Wegener dan Petty 1. Sebaliknya, orang yang merasa positif mungkin mengingat lebih banyak informasi positif . aitu, informasi yang menunjukkan risiko kesalahan penyajian yang lebih renda. ketika membuat keputusan, dan bersikap Saya tertarik untuk menjaga suasana hati yang baik. Misalnya, penulis memperkirakan bahwa akuntan emosional negatif akan menawarkan nilai inventaris yang lebih konservatif daripada akuntan emosional positif. Dalam sebuah eksperimen yang melibatkan auditor langsung, penulis memanipulasi tiga jenis suasana hati dengan meminta peserta membaca satu dari tiga bagian yang membangkitkan suasana hati positif, netral, atau negatif. Auditor kemudian diminta untuk memberikan representasi yang adil dari tingkat persediaan klien jika dua penilai independen melaporkan nilai persediaan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dalam suasana hati positif menilai inventaris lebih tinggi daripada peserta dalam suasana hati negatif, dengan suasana netral di Selain itu, peserta dengan emosi positif menunjukkan peringkat konsensus terendah dibandingkan dengan peserta dengan emosi netral dan negatif. Hasil ini menunjukkan bahwa ketidaksepakatan lebih mungkin terjadi antara penilai yang memberikan suara positif daripada mereka yang memilih negatif. Dalam percobaan lain menggunakan tugas yang sama, mengaudit siswa dengan suasana hati positif memiliki lebih sedikit informasi positif dan negatif dibandingkan peserta dengan suasana hati negatif, menunjukkan bahwa suasana hati Noland et al. Menyelidiki efek suasana hati pada audit judgement dan JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 menemukan bahwa peserta dengan suasana hati negatif memiliki konsensus konservatif terendah dan terendah dalam menentukan skor inventaris. Semua penelitian ini mengungkapkan bahwa emosi dan suasana hati berpotensi memengaruhi penilaian audit secara tidak Diabaikan, kesalahan ini dapat memiliki implikasi yang signifikan untuk pengambilan keputusan auditor dan, akibatnya, pada keseluruhan efektivitas dan efisiensi proses audit. Penelitian berkaitan dengan audit judgment dilakukan oleh Raiyani . Tielman . Rahmawati . Praditaningrum . dan Jamilah, et all . Salah satu faktor yang mempengaruhi audit judgment menurut Raiyani . yaitu locus of Raiyani . menyatakan locus of control merupakan persepsi individu pada suatu kejadian, dapat atau tidaknya individu tersebut mengendalikan suatu kejadian yang Auditor yang memiliki locus of control lebih baik dalam mengatasi stress dengan intensitas kerja yang lebih tinggi. Seorang auditor yang memiliki locus of control yang baik maka akan semakin baik cara pandangnya. Hal tersebut akan membentuk auditor yang memiliki audit judgment yang berkualitas atau dapat Tekanan peran adalah Persepsi individu tentang karakteristik peran tertentu dan apa itu sebenarnya Dicapai oleh orang itu pada waktu itu sambil memainkan peran tertentu (Lambert dan Lambert, 2. Pada dasarnya, stres peran terjadi karena alasan berikut: Ambiguitas peran dan konflik peran (Le Rouge et al. , 2. Ambiguitas peran Kurangnya informasi yang jelas tentang tujuan dan tanggung jawab Seorang karyawan yang melakukan tugas dalam suatu organisasi. Hasil penelitian Raiyani . menyatakan locus of control berpengaruh terhadap audit judgment. Kondisi kerja yang kurang baik dapat mempengaruhi kinerja auditor dan akibatnya mempengaruhi kepercayaan masyarakat public terhadap auditor sebagai pihak independen dalam (Hanif, https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Wigati, 2. Individu yang harus berinteraksi dengan banyak orang di dalam dan di luar organisasi dengan keinginan dan harapan yang berbeda dapat rentan terhadap role stress (Syafariah,2. Penelitian pengembangan dari penelitian seblumnya dari penelitian Wigati . yang berjudul Pengaruh Role Stress dan Indepedensi terhadap Kinerja Auditor dalam Perspektif Etika Islam (Studi pada Inspektorat Kota Bandar Lampun. Menurut Syafariah . dan Amalia . , role stress adalah suatu kondisi dimana seseorang dipengaruhi oleh sesuatu yang samar dan kontradiktif serta berperilaku berbeda sehingga tidak mandiri danbekerja. Konsekuensinya dapat berprasangka buruk dan merugikan. pihak-pihak tertentu. Dalam penelitian Rahmawati . "Pengaruh Stres Peran Terhadap Kinerja Auditor dengan Indeks Emosional sebagai Variabel Relaksasi", konflik peran dan ambiguitas peran mempengaruhi kinerja individu saat menguji respons perilaku. Sementara itu. Ermawatti . menemukan bahwa konflik peran dan ambiguitas peran secara bersamaan berdampak signifikan terhadap kinerja Penelitian ini dilakukan oleh Rapina . TjunTjun Lauw, dkk. Ini adalah penelitian bersama yang dilakukan oleh. dan Sujana . Peran stres, independensi, dan kinerja auditor adalah aplikasi dari penelitian sebelumnya. Penelitian sebelumnya. Rapina . , menemukan dalam penelitiannya bahwa akuntan dengan ambiguitas peran yang tinggi tidak berkinerja buruk, tetapi akuntan dengan kesadaran tinggi akan konflik peran dan masalah lingkungan berkinerja buruk. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penelitian kali ini bermaksud meneliti kembali beberapa faktor yang mempengaruhi audit judgement. Maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Hati dan Role Stress Auditor Pada Audit RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 diuraikan di atas, maka penulis dapat merumuskan maslaah penelitian sebagai Apakah emosi berpengaruh terhadap audit judgement ? suasana hati berpengaruh Apakah audit judgement ? Apakah role stress berpengaruh terhadap audit judgement ? TUJUAN PENELITIAN Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi audit judgement pada auditor KAP. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah : Menemukan menganilisis mengenai pengaruh emosi auditor terhadap audit judgement yang diambil oleh pemeriksa. Menemukan menganalisis mengenai pengaruh suasana hati auditor terhadap audit judgement yang diambil oleh pemeriksa. Menemukan menganalisis mengenai pengaruh role stress terhadap audit judgement yang diambil oleh pemeriksa LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS Tinjauan Teori Pernyataan atau kesimpulan yang mendukung teori-teori yang terdapat pada variable, berikut tinjauan teori : Teori Atribusi Teori atribusi menjelaskan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh kombinasi faktor internal . arakteristik, kemampuan, usah. dan faktor eksternal . ondisi lingkungan, situasi tertentu, keberuntunga. Menurut Heider . dari (Furiady & Kurnia, 2. , atribusi internal dan eksternal mempengaruhi penilaian kinerja individu, misalnya bagaimana atasan memperlakukan bawahannya, sikap dan JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA kepuasan Anda. Teori ini berlaku melalui locus of control. Badan kendali ini memiliki dua komponen, yaitu pengendalian internal dan pengendalian eksternal. Lintasan pengendalian internal adalah pengalaman pribadi untuk dapat mempengaruhi kinerja kemampuan, dan upaya. Lintasan kontrol eksternal adalah perasaan seseorang bahwa perilaku mereka dipengaruhi oleh faktorfaktor yang berada di luar kendali mereka. Teori atribusi dapat menjelaskan bagaimana faktor internal dan eksternal mempengaruhi perilaku auditor dalam penugasan audit. Heider . dari (Furiady & Kurnia, 2. menyatakan bahwa kekuatan internal . arakteristik pribadi seperti kemampuan, usaha, dan kelelaha. dan kekuatan eksternal . arakteristik lingkungan seperti aturan dan cuac. secara bersama-sama menentukan perilaku manusia. Teori Kognitif Teori kognitif memandang belajar sebagai proses yang memberi fungsi unsurunsur kognisi terutama pikiran untuk mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar. Teori ini lebih menekankan mengoptimalkan kemampuan aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. Menurut Piaget ada tiga prinsip utama pembelajaran bagi manusia yaitu belajar . engembangan unsur pengetahuan, kemampuan, dan inisiatif dari individ. , . engembangan kognitif mengarah pada banyak pandanga. , dan belajar melalui pengalaman sendiri (Winarto, 2. Pertimbangan tergantung dari persepsi mengenai suatu Aplikasi teori kognitif dapat digunakan untuk mengkaji bagaimana auditor mengambil suatu pertimbangan keahliannya dalam melaksanakan tugas Hogart . dalam Jamilah,dkk . mengartikan judgment sebagai proses kognitif yang merupakan perilaku pemilihan keputusan. Judgment yang merupakan dasar dari JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 berdasarkan pengalaman dan keahlian. Setiap kali auditor melakukan audit maka auditor akan belajar dari pengalaman sebelumnya, memahami serta meningkatkan kecermatan dalam pelaksanaan audit. Auditor akan mengintegrasikan pengalaman auditnya dengan pengetahuan yang telah Proses memahami dan belajar inilah yang menjadi proses peningkatan keahlian auditor seperti bertambahnya pengetahuan audit dan meningkatnya kemampuan auditor dalam membuat judgment audit. Audit Judgement Audit judgment merupakan salah satu auditor ketika informasi yang mempengaruhi dokumen dan merupakan pengambil keputusan audit atas laporan keuangan suatu entitas. Judgement adalah opini audit atas sekumpulan fakta dan bukti. Menurut (Susetyo, adalah tindakan yang paling berpengaruh dalam mengenali suatu Ketika ketidakpastian dan informasi yang terbatas, auditor dituntut untuk bisa membuat keputusan yang dapat digunakan untuk membuat judgement dan mengevaluasi Secara subjektif, judgment sebagai tanggapan atau respon dari seseorang terhadap informasi, data, input atau apapun yang ditangkap oleh panca indra maupun perasaan. Dalam membuat suatu judgment, auditor akan mengumpulkan berbagai bukti relevan dalam waktu yang berbeda dan kemudian mengintegrasikan informasi dari bukti-bukti tersebut. Auditor akan menjadi lebih berhati-hati karena judgment yang dilakukannya banyak mengandung sampling dan risiko audit yang berdampak pada masa yang akan datang (Anderson dan Kraushaar, 1. Maka dari itu pertanggungjawaban merupakan faktor penting dalam lingkup auditor judgment. Pemeriksa berpedoman terhadap petunjuk pelaksanaan Lingkup P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA pelaksanaan pemeriksaan keuangan ini meliputi tata cara pelaksanaan pemeriksaan keuangan mulai dari tahap perencanaan hingga ke tahap pelaporan, sedangkan halhal yang bersifat teknis dalam pemeriksaan secara rinci diuraikan pada petunjuk teknis pemeriksaan keuangan. Namun demikian, dua petunjuk ini mengatur pemahaman atas sistem pengendalian intern, pemahaman dan penilaian risiko, penetapan materialitas awal dan kesalahan tertoleransi dan penentuan metode uji petik untuk melaksanakan pemeriksaan yang hasil laporannya menjadi patokan bagi pemeriksa dalam pembuatan judgment. Emosi Emosi yang ada pada diri seseorang dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Ketika tingkat emosi seseorang tidak stabil, seseorang menjadi sulit untuk fokus pada Emosi seseorang dapat dipengaruhi oleh lingkungan. Atau karena ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Cooper dan Swaf . dalam (Hakim & Esfandari, 2. menyatakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan kekuatan dan kepekaan emosi sebagai sumber energi. Kecerdasan emosional perlu belajar menghormati, dan merespons dengan tepat emosi orang lain agar dapat menerapkan energi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mengatasi emosi bisa Manajemen emosional didasarkan pada tenaga kerja, waktu dan energi. Dalam (Indriarti, 2. , kinerja seseorang diukur tidak hanya oleh keterampilan kerja yang sempurna, tetapi juga oleh kemampuan untuk mengendalikan diri dan mengarahkan, dan membangun hubungan dengan orang lain (Martin, 2. Chermiss dalam (Indriarti, 2. menunjukkan bahwa seseorang bekerja dengan baik, tetapi memiliki sifat tertutup dan tidak meningkatkan kinerjanya jika dia tidak berinteraksi dengan baik dengan orang Suasana Hati Suasana hati . memiliki hubungan dengan pencarian informasi. Dengan kata lain, seseorang dengan mood positif mengingat informasi positif dari ingatannya dan membawa evaluasi positif, dan seseorang dengan mood negatif juga membawa evaluasi negatif. (Clore et al. 1994 dalam Chung et al. Isen et al. 1985 dalam Rokhmania, 2008, dan Forgas dan Bower, 1987 dalam Chung et al. Selain itu, suasana hati dapat dijelaskan dengan model emosi kognitif oleh teori keputusan sosial (Clore et al. , 1994, dalam Curtis, 2. Suasana hati yang positif diasosiasikan dengan pengambilan keputusan yang positif, dan suasana hati . menimbulkan penilaian negatif terhadap seseorang sehingga menimbulkan perilaku yang tidak signifikan atau tidak sesuai dengan apa yang menjadi fokusnya (Bower. Curtis pada 1981, 2006, dan Forgas, dalamCurtis 1995, 2. Dengan demikian, menurut teori ini, auditor yang memiliki suasana hati yang positif akan cenderung memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mengambil suatu keputusan audit . udit Role Stress akan peran atau stress peran adalah fenomena psikologis. Dimana terjadi ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan Kemampuan individu untuk memenuhi tuntutan tersebut. Menurut Agustina . Perannya ambigu, sulit, tidak konsisten, atau tidak mungkin menyatu. Tiga elemen stres peran seperti yang didefinisikan oleh Fogarty et al. Yaitu, "konflik peran, ambiguitas peran. Dan peran yang JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA KERANGKA PEMIKIRAN Kualitas kinerja auditor dapat dinilai dari kualitas judgement. Auditor membuat ketidakpastian dan informasi terbatas yang diterima sebelum menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang akan diaudit. Alasan di atas menyatakan bahwa keputusan tes dapat dipengaruhi oleh emosi, suasana hati dan role stress. Gambar 2. 1 menunjukkan kerangka kerja untuk mengembangkan hipotesis dalam penelitian ini. Gambar 1: Kerangka Pemikiran METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian adalah prosedur, langkah, atau prosedur ilmiah untuk memperoleh data untuk tujuan penelitian dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono . 8, hlm. , metode penelitian adalah metode ilmiah untuk memperoleh data untuk tujuan atau aplikasi tertentu. Sains berarti ciri-ciri ilmiah, atau kegiatan penelitian yang rasional, empiris, dan sistematis yang digali dalam filsafat ilmu. Rasional artinya kegiatan penelitian dilakukan dengan cara yang berarti dan Empiris artinya metode yang digunakan diamati oleh indera manusia dan orang lain dapat mengamati dan mengetahui metode yang digunakan. Selain itu, sistematis berarti prosedur yang digunakan dalam penelitian yang menggunakan langkah-langkah logis tertentu. Berdasarkan kepada karakteristik masalah yang akan diteliti, penelitian ini JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 dapat dikategorikan sebagai penelitian eksperimen untuk meneliti kemungkinan sebab akibat dengan menggunakan satu atau lebih variable. Menurut Sugiyono eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang pemilihannya disesuikan dengan tujuan yang akan dicapai dari penelitian itu sendiri, dalam penelitian ini peneliti dengan metode True-experimental dengan Pretest-Posttest Control Group Design. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara acak, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan jenis data yang diteliti, penelitian ini dapat dikategorikan ke dalam pendekatan kuantitatif yaitu studi empiris mengenai emosi, suasana hati dan role stress pada audit judgement. Menurut Sugiyono . Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian berbasis positivis . Spesifi. , data penelitian berupa nilai numerik terukur Statistika sebagai alat uji komputasi yang berkaitan dengan masalah yang sedang diselidiki Mencapai sebuah kesimpulan. Filsafat positivisme digunakan dalam populasi atau sampel tertentu. Data yang sudah dikumpulkan akan dianalisis secara kuantitatif dengan perhitungan statistic ANALISIS DAN PENELITIAN PEMBAHASAN HASIL Statistik Deskriptif P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Tabel 1: Statistik Deskriptif senilai 100 sedangkan nilai terendahnya Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Sumber: Olah Data dengan SPSS, 2022 Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Tabel 1 diperoleh analisis sebagai berikut: Uji menggunakan Kolmogorov Smirnov Test melalui software SPSS yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari respondne sudah terdistribusi normal atau belum, data yang terdistribusi normal akan memperkecil terjadinya bias. Hasil uji normalitas menggunakan software SPSS dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel 2: Kolmogorov-Smirnov Test Variabel Emosi Nilai rata-rata emosional pada karyawan adalah sebesar 77,04 dengan standar deviasi 12,507. Nilai emosional tertinggi . aling sesuai dengan pernyataan yang disajika. diperoleh yaitu senilai 100 sedangkan nilai terendahnya yaitu 59. Variabel Suasana Hati Nilai rata-rata instrument suasana hati adalah sebesar 61,0 dengan pernyataan yang disajika. diperoleh yaitu senilai 100 sedangkan nilai terendahnya yaitu 20 terendahnya yaitu 20. Variabel X3 Role Stress Audditor Nilai rata-rata instrument role stress adalah sebesar 79,07 dengan standar deviasi 11,53. Nilai role stress tertinggi . aling sesuai dengan pernyataan yang disajika. yang diperoleh yaitu senilai 100 sedangkan nilai terendahnya yaitu 60. Variabel Audit Judgement Nilai rata-rata instrument audit judgement adalah sebesar 77,52 dengan standar deviasi 12,46. Nilai audit judgement tertinggi yang diperoleh yaitu Sumber: Olah Data dengan SPSS, 2022 Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada Tabel 2 tersebut terlihat bahwa nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,200. Nilai siginifikansi tersebut bernilai lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada gejala multikolinearitas dengan melihat nilai tolerance dan VIF. Sebuah data JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA dapat disimpulkan tidak ada gejala multikolinearitas apabila hasil output yang diperoleh memiliki nilai tolerance yang besar dari 1 dan nilai VIF kecil dari 10. Hasil uji multikolinearits menggunakan software SPSS dapat dilihat pada Tabel 3 berikut Tabel 3: Uji Multikolinearitas Sumber: Olah Data dengan SPSS Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada Tabel 3 tersebut terlihat bahwa nilai tolerance yang diperoleh dari setiap variabel yaitu lebih besar dari 1 dengan VIF kecil dari Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada gejala kolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Apabila titik-titik pada scatter plots tersebar secara acak dan berada di atas dan di bawah 0 sumbu Y maka dapat Selanjutnya apabila nilai signifikansi yang diperoleh dengan uji rank spearman lebih besar dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa juga tidak terdapat gejala Hasil heteroskedastisitas menggunakan software SPSS dapat dilihat pada Tabel 4 berikut. Uji menentukan apakah model pada penelitian terbebas dari masalah heteroskedastisitas yang dapat dilihat dari scatterplots. Tabel 4: Heteroskedasitisitas JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Berdasarkan hasil yang diperoleh pada tabel 4 bahwa nilai signifikansi yang diperoleh pada setiap variabel independen tersebut memiliki nilai yang lebih besar e dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada model ini tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Uji Analisis Regresi Linear Berganda Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa baik suatu model dapat menjelaskan bagaimana hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil uji determinasi menggunakan software SPSS dapat dilihat pada Tabel 5 berikut. Tabel 5: Koefisen Determinasi Pada Tabel 5 dapat dilihat bahwa nilai R square ialah 0,806. Hasil tersebut berarti terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel emosi, suasana hati, dan role stress terhadap instrument audit judgement yaitu sebesar 80,6%. Sedangkan 19,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Uji F Uji F bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Uji F ini dapat ditarik kesimpulan berdasarkan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 nilai signifikansinya dan juga bisa berdasarkan nilai F hitung dan F tabel yang Hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut. H0: tidak ada pengaruh signifikan dari variabel emosi, suasana hati, dan role stress terhadap audit judgement yang diambil Auditor H1: terdapat pengaruh signifikan dari variabel emosi, suasana hati, dan role stress terhadap audit judgement yang diambil Auditor Hasil uji F menggunakan software SPSS dapat dilihat pada Tabel 6 berikut. Tabel 6: ANOVA Sumber : Olah Data dengan SPSS Berdasarkan hasil yang dapat dilihat pada Tabel 6 tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,00, dimana nilai ini lebih kecil dari 0,05. Selanjutnya, nilai alpha yang digunakan untuk menentukan F-tabel adalah 0. nilai derajat kebebasan pembilang . adalah 3 serta untuk penyebut . adalah 118, sehingga nilai F tabel yang diperoleh Nilai F tabel tersebut lebih JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA kecil dibandingkan nilai F hitung yaitu 163,642 yang dapat dilihat pada Tabel 6 Berdasarkan hal tersebut, dapat diambil keputusan yaitu menolak H0 dan menerima H1. Sehingga kesimpulannya variabel independen yaitu emosi (X. , suasana hati (X. , dan role stress (X. secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu instrument audit judgement (Y). Uji-t Tabel 7 adalah 9,321 dengan signifikansi 0,000. Dikarenakan nilai t hitung > t tabel yaitu 9,321 > 1,980272 dan nilai signikansi kecil dari 0,05 dapat diambil keputusan menolak H0 dan menerima H3. Sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah role stress (X. memiliki pengaruh terhadap instrument audit judgement (Y). HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian dengan Uji-t bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai alpha yang digunakan untuk menentukan t-tabel adalah 0. 05, sehingga diperoleh nilai derajat kebebasan yang bernilai 118, sehingga nilai t tabel pada pengujian ini adalah 1,980272. Hipotesis pada pengolahan ini adalah sebagai berikut. H0: tidak ada pengaruh variabel tersebut terhadap audit judgement yang diambil Auditor : terdapat pengaruh emosi auditor terhadap audit judgement yang diambil Auditor : terdapat pengaruh Susana hati auditor terhadap audit judgement yang diambil Auditor : terdapat pengaruh role stress auditor terhadap audit judgement yang diambil Auditor Tabel 7: Hasil Uji t Sumber: Olah Data dengan SPSS Nilai t hitung untuk variabel X3 . ole stres. yang diperoleh berdasarkan JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 Pengaruh Emosi Auditor terhadap Audit Judgement Berdasarkan output pada software SPSS yang dapat dilihat pada Tabel 7 bahwa terdapat hubungan yang signifikan variabel emosional terhadap audit judgement. Hal ini dikarenakan nilai t hitung variabel emosi (X. yang diperoleh pada output software yaitu 4,524 memiliki nilai yang yang lebih besar dibandingkan nilai t tabel yaitu 1,980272. Berdasarkan nilai signifikansinya nilai yang diperoleh pada output software yaitu 0,000 memiliki nilai yang lebih kecil dari 0,05. Sehingga berdasarkan dua hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel emosional memiliki pengaruh terhadap audit Auditor berhadapan dengan dilema etika yang melibatkan pilihan antara nila-nilai yang Kinerja auditor tidak hanya tercermin dari kemampuan kerja yang untuk mengontrol dan mengatur diri sendiri. Haisl penelitian ini juga sesuai dengan peneltian yang dilakukan oleg Gede, dkk . , dimana diperoleh hasil bahwa auditor yang tidak dapat mengendalikan emosi cenderung akan judgement yang kurang baik, sehingga emosional berpengaruh secara signifikan terhadap judgement yang diambil auditor. Hasil ini juga sesuai dengan teori atribusi yang mengatakan bahwa perasaan seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berada di luar kendali mereka sehingga berpengaruh terhadap kinerja yang dilakukan. https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Pengaruh Suasana Hati terhadap Audit Judgement Auditor Berdasarkan output pada software SPSS yang dapat dilihat pada Tabel 7 diperoleh hasil nilai t hitung variabel susana hati (X. yang diperoleh yaitu -0,046, dimana nilai ini lebih besar dibandingkan nilai - t tabel yaitu -1,980272. Berdasarkan nilai signifikansinya nilai yang diperoleh pada output software yaitu 0,963 memiliki nilai yang lebih besar dari 0,05. Sehingga berdasarkan dua hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa variabel suasana hati . tidak memiliki pengaruh terhadap audit judgement. Hal ini tidak sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh akuntansi teoritis (Gaudine dan Thorne 2. yang mengatakan bahwa hubungan positif antara suasana hati yang positif dan pengambilan Berdasarkan pengolahan yang sudah dilakukan pada penelitian ini, diperoleh hasil bahwa suasana hati auditor tidak pengaruh terhadap audit judgement, hal ini bisa disebabkan oleh pengambilan informasi yang sesuai dengan suasana hati oleh para peserta. Penelitian ini sesuai dengan teori atribusi yang menjelaskan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh kombinasi faktor internal . arakteristik, kemampuan, usah. dan faktor eksternal . ondisi lingkungan, situasi tertentu, keberuntunga. , sedangkan suasana hati merupakan aspek perasaan yang tidak disebutkan pada teori ini. Pengaruh Role Stress terhadap Audit Judgement Berdasarkan output pada software SPSS yang dapat dilihat pada Tabel 7 diperoleh hasil nilai t hitung variabel role stress (X. yang diperoleh yaitu 9,321, dimana nilai ini lebih besar dibandingkan nilai t tabel yaitu 1,980272. Berdasarkan nilai signifikansinya, nilai yang diperoleh pada output software yaitu 0,000 memiliki nilai besar dari 0,05. Sehingga berdasarkan dua hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 variabel role stress memiliki pengaruh terhadap audit judgement. Role stress merupakan situasi dimana individu memiliki lebih dari satu peran dalam lingkungan kerja dan masyarakat dimana peran tersebut memiliki harapan yang saling bertolak belakang satu sama lain. Berdasarkan teori Atribusi, auditor yang tidak mampu mengatur agenda kerja atau mengalami situasi yang mendesak dari lingkungan kerja cenderung mengakibatkan auditor tidak mampu membuat judgement yang baik dan Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Amalia . menunjukkan bahwa role stress akan berpengaruh pada audit judgement, karena role stress itu sendiri membuat perasaan auditor tidak nyaman serta ketegangan dalam melakukan pekerjaan atau pengambilan keputusan, akan terjadi banyak perpindahan pekerja, menurunkan motivasi serta kepuasan kerja sehingga dapat menurunkan kinerja auditor secara keseluruhan. Hasil ini juga sesuai dengan teori atribusi yang mengatakan bahwa perasaan seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berada di luar kendali mereka sehingga berpengaruh terhadap kinerja yang dilakukan. Pengaruh Emosional. Susana Hati, dan Role Stress terhadap Audit Judgement Berdasarkan output pada software SPSS yang dapat dilihat pada Tabel 6 diperoleh hasil nilai F hitung yang diperoleh yaitu 163,642, dimana nilai ini lebih besar dibandingkan nilai F tabel yaitu 3,2288. Berdasarkan nilai signifikansinya nilai yang diperoleh pada output software yaitu 0,000 memiliki nilai yang lebih kecil dari 0,05. Sehingga berdasarkan dua hal tersebut, dapat diambil keputusan yaitu menolak H0 dan menerima H1. Sehingga kesimpulannya variabel independen yaitu emosi (X. , suasana hati (X. , dan role stress (X. secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu instrument audit judgement (Y). Selanjutnya determinasi yang diperoleh cerdasarkan hasil yang dapat dilihat pada JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://journals. upi-yai. id/index. php/IKRAITH-EKONOMIKA Tabel 5 nilai R square yang diperoleh ialah 0,806. Hasil tersebut berarti terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel emosi, suasana hati, dan role stress terhadap instrument audit judgement yaitu sebesar 80,6%. Sedangkan 19,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas pada penelitian ini. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian yang sudah diolah pada 2 Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di IAPI Tahun 2022 yang menggunakan judul Pengaruh Emosi. Suasana Hati dan Role Stress. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat dijelaskan dari hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu sebagai berikut : Pengujian dalam penelitian ini sudah dilakukan dan menunjukkan bahwa variable Nilai Emosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgement pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta yang terdaftar di IAPI Tahun 2022. Hal ini dibuktikan dengan nilai pada hasil Uji T yang menunjukkan bahwa nilai t-hitung > ttabel yaitu 4,524 > 1,980272 dan nilai signikansi kecil dari 0,05 dapat diambil keputusan menolak H0 dan menerima H1. Sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah emosi (X. memiliki pengaruh terhadap instrument audit judgement (Y). Pengujian dalam penelitian ini sudah dilakukan dan menunjukkan bahwa variable Suasana Hati berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap audit judgement pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta yang terdaftar di IAPI Tahun 2022. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung > - t-tabel yaitu -0,046 > -1,980272 dan nilai signikansi besar dari 0,05 dapat diambil keputusan menerima H0 dan menolak H2. Sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah suasana hati (X. tidak memiliki pengaruh terhadap judgement (Y). JURNAL IKRATH-EKONOMIKA Vol 6 No 2 Juli 2023 Pengujian dalam penelitian ini sudah dilakukan dan menunjukkan bahwa variable Nilai Role Stress berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgement pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta yang terdaftar di IAPI Tahun 2022. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 9,321 > 1,980272 dan nilai signikansi kecil dari 0,05 dapat diambil keputusan menolak H0 dan menerima H3. Sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah role stress (X. memiliki pengaruh terhadap instrument audit judgement (Y). Pengujian dalam penelitian ini sudah dilakukan dan menunjukkan bahwa variable Nilai Emosi. Suasana Hati dan Role Stress secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgement pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta yang terdaftar di IAPI Tahun 2022. Hal ini dibuktikan dengan nilai pada hasil Uji F menunjukkan bahwa Nilai F tabel tersebut lebih kecil dibandingkan nilai F hitung yaitu 163,642. DAFTAR PUSTAKA