MEDIA WISATA ISSN 16935969 - EISSN 26858436 Volume 23. Number 2, 2025 http://jurnal. id/index. php/MWS Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA. Yogyakarta. Indonesia ANALISIS FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MENDORONG PRAKTIK SEX TOURISM DI KAWASAN MANGGA BESAR *Ilham Sukma Wijaya1. Budi Setiawan2 1Perencanaan dan Pengembangan Parwisata. Politeknik Sahid. Jakarta. Indonesia Email: ilhamsukmawijaya@polteksahid. 1Universitas Pradita. Tangerang. Indonesia. Email: *(Correspondence autho. ABSTRACT The phenomenon of sex tourism is one of the most controversial forms of tourism, yet it continues to develop in various countries, including Indonesia. The Mangga Besar area in West Jakarta is known as one Submitted: of the centres of nightlife activities, often associated with the 22 August 2025 existence of covert prostitution practices. Economic factors are the Reviewed: main driving force behind the practice of sex work in Mangga Besar, 02 September 2025 as individuals seek income to support themselves and sustain their Accepted: livelihoods in Jakarta. In addition, social factors such as limited 05 November 2025 education restrict sex workers from participating in the formal Published: sector, while the surrounding environment tacitly supports such 15 November 2025 sexual practices. Therefore, it is unsurprising that the Mangga Besar area is characterised by a highly permissive social environment. This study aims to examine the dynamics of sex tourism in the Mangga Besar area, the socioeconomic factors driving its rapid growth, and its impacts on society, as well as the local governmentAos inadequate and weak policy responses. The research method used is descriptive qualitative with a field study approach, employing participatory observation and in-depth interviews with visitors and commercial sex workers. The results indicate that sex tourism practices have developed due to a combination of economic factors such as poverty and unemployment, along with social factors including weak social control, a consumptive lifestyle, and the normalisation of sexual culture in urban environments. Although this phenomenon contributes to the informal economy in the area, it also generates negative impacts such as social issues, value conflicts, and public health risks. This study recommends a more comprehensive and humanistic policy approach, including public education, stronger regulation, and protection for vulnerable groups. Article History Keywords: sex tourism. Mangga Besar, prostitution, social economic factors, public policy Article DOI: 10. 36276/mws. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 PENDAHULUAN Pariwisata sebagai sektor strategis dalam pembangunan nasional tidak hanya menyumbang pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi arena interaksi sosial-budaya yang kompleks. Namun, di balik kontribusinya yang positif, terdapat sisi gelap dari pariwisata yang kerap luput dari perhatian, salah satunya adalah praktik sex tourism atau pariwisata seks. Sementara itu, pariwisata minat khusus atau Special Interest Toursim merupakan bidang pariwisata yang menarik minat wisatawan tertentu dengan minat tertentu juga (Putra & Setiawan, 2. salah satunya adalah pariwisata seks. Pariwisata seks merupakan bagian dari pariwisata minat khusus yang terlibat dalam sisi gelap dunia pariwisata yang melibatkan dalam prostitusi dan perbudakan yang telah ada dari zaman dahulu (Brooks & Heaslip. Fenomena ini merupakan bentuk pariwisata yang melibatkan aktivitas seksual sebagai bagian dari daya tarik destinasi, baik secara terang-terangan maupun Di berbagai kota-kota besar, praktik ini menjadi bagian dari dinamika urban yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor pendorong terjadi praktik ini terutama ekonomi dan sosial. Sosial ekonomi adalah gabungan antara kondisi sosial . orma agama/hukum/kesusilaan/kesopanan, status serta pendidika. dengan kondisi ekonomi . endapatan dan pekerjaa. yang bersamaan membentuk pola perilaku individu atau masyarakat, termasuk dalam memilih pekerjaan, merespon tekanan hidup, dan terlibat dalam beberapa sektor internal. Sedangkan sosial ekonomi merupakan faktor yang mendorong individu terutama perempuan muda untuk masuk kedalam praktik wisata seksual, karena kombinasi tekanan ekonomi dan norma sosial yang permisif . (Suhud & Sya'bani, 2. yang dimana lingkungan sekitarnya sudah mendukung akan terjadinya sex tourism itu di Jakarta tepatnya Mangga Besar. Kawasan Mangga Besar yang terletak di Jakarta Barat merupakan salah satu wilayah yang identik dengan kehidupan malam dan aktivitas hiburan yang intens. Di balik citra tersebut. Mangga Besar juga dikenal sebagai salah satu titik konsentrasi praktik prostitusi terselubung yang terintegrasi dengan industri pariwisata lokal, seperti bar, karaoke, prostitusi jual diri secara online dan panti Meskipun praktik tersebut kerap dibungkus dalam kemasan "hiburan", eksistensinya tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya walaupun lingkungan sekitar mayoritasnya adalah agama muslim. Padahal, (Hung, 2. Indonesia telah diakui sebagai negara Muslim terbesar di Berdasarkan hukum Islam, prostistusi dan hubungan seks diluar nikah secara umum dianggap sangat tidak dapat diterima secara sosial, moral dan agama. Pada 6 Desember 2022. Jakarta mengesahkan Undang-Undang Kontroversial yang mengkriminalisasi hubungan seks diluar nikah di wilayah Indonesia (Mao, 2. Undang-undang semacam itu menyiratkan bahwa pekerja seks komersial semakin di diskriminasi dan dipinggirkan, karena warga Indonesia yang melakukan melakukan seks diluar nikah dapat dikenai sanksi dan dipenajara (Otte, 2. Mereka yang melakukan pekerjaan sebagai pekerja seks komersial terjadi atas faktor ekonomi, seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan, kerap menjadi pendorong utama individu khususnya perempuan muda dan kelompok rentan untuk terlibat dalam praktik ini. Di sisi lain, faktor sosial seperti rendahnya tingkat pendidikan, lemahnya kontrol sosial, dan normalisasi budaya ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 konsumtif turut memperkuat keberlangsungan sex tourism di kawasan ini. Selain itu, adanya permintaan yang tinggi dari wisatawan domestik dan asing dikarenakan wisatawan memiliki tujuan untuk mendapatkan kesenangan tersendiri yang pada dasarnya menjadi faktor eksternal yang mendorong berkembangnya aktivitas Bahkan untuk saat ini dengan kondisi teknologi dan media sosial yang cukup canggih membuat para pekerja seks komersil ini melakukan semua transaksi pemasaran diri mereka melalui media sosial baik itu berada di dalam daerah pekerja itu tinggal maupun diluar kota. Mereka memberikan kualitas pelayanan yang luar biasa sehingga konsumen akan merasa puas apabila mereka mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kesepatan diawal sebelum mereka pergi ke tempat konsumen (Setiawan & Juliansyah, 2. dan memuaskan kebutuhan konsumen berarti harus memberikan pelayanan kualitas (Quality Servic. kepada konsumen apapun itu yang diminta. Bahkan mereka akan pergi untuk menemui tamu mereka ke kota besar seperti Bandung. Yogyakarta. Surabaya. Bali dan kota besar lainnya bahkan rela melakukan hal tersebut dikarenakan faktor biaya hidup dan perekonomian mereka yang kurang stabil dan kondisi Indonesia yang sekarang serba susah dalam mencari pekerjaan, susah mendapatkan uang tambahan dan serba mahal dalam hal bahan pokok makanan serta kos-kosan atau harga rumah dan tanah yang cukup signifikan. Praktik ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh kondisi sosial dan ekonomi di kawasan tersebut. Faktor sosial meliputi pola interaksi masyarakat, norma budaya. Agama dan persepsi masyarakat terhadap hiburan malam, sedangkan faktor ekonomi mencakup peluang kerja, tingkat pendapatan, dan keuntungan bisnis yang diperoleh dari aktivitas gelap ini. Kombinasi kedua faktor tersebut menciptakan ekosistem yang memfasilitasi keberlangsungan praktik sex tourism. Dalam Jurnal ini, penulis akan menaggapi Faktor sosial-Ekonomi yang mendorong seseorang melakukan kegiatan sex tourism . rostistusi, panti pijat, bar, karoke dan lainny. serta beberapa saran yang dapat di pertimbangkan sebagai solusi bagi masyarakat dalam kondisi perekonomian yang kurang baik khususnya perempuan dan anak perempuan yang menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. Lembaga swadaya masyarakat serta para pemangku usaha hiburan yang ada di kawasan Mangga Besar. Jakarta Barat. LITERATURE REVIEW Praktik sex tourism di kawasan Mangga Besar dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor ekonomi . emiskinan dan pekerjaa. dan sosial . ormanorma yang ada di lingkungan sekitar dan jenis kelami. yang diperkuat oleh karakteristik kawasan urban yang mendukung tumbuhnya industri hiburan. Berikut beberapa teori yang menjelaskan tentang sex tourism, diantaranya: Teori Sex Toursim sebagai Special Interest Tourism Pariwisata Seks adalah sebuah perjalanan wisatawan dengan maksud dan tujuan mencari keupasan seks, umumnya mengunjungi kota/negara yang melegalkan prostisusi (Liu. Holmes. Noone, & Flaherty, 2. Pariwisata minat khusus/Special Interest Tourism adalah pariwisata yang cocok untuk sekelompok orang yang tertarik pada pariwisata tertentu (Wiwin, 2. Orang-orang ini ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 cenderung menikmati sesuatu yang orisinal dan autentik serta memiliki suatu tantangan untuk dapat mengalami pengalaman yang akan diinget dan memiliki karakteristik yang berbeda. Desakan wisatawan yang mencari perjalanan berpengalaman yang baru dan berkualitas telah meningkatkan permintaan wisatawan dalam pariwisata minat khusus. Special Interest Tourism ialah istilah untuk produk wisata yang target pasarnya adalah wisatawan dengan minat unik dan memiliki tujuan tertentu, yaitu wisatawan biasa yang keinginannya untuk bepergian hanya didasarkan pada minat wisata dan karakteristik umum (Agarwal. Chomsisengphet. Liung. Song, & Souleles, 2. Teori Faktor Social-Ekonomi Kondisi Individu atau kelompok masyarakat mengalami kekurangan atau keterbataan dalam akses dan partisipasi dalam pendidikan, kemiskinan berkepanjangan dan ketimpangan gender di pedesaan memperlemah akses perempuan terhadap lapangan kerja formal. Banyak yang terdorong menjadi pekerja seks karena kekurangan dan sebagai alternatif ekonomi untuk membiayai Perempuan dan anak perempuan yang terus menerus menghadapi kendala keuangan sementara atau kronis dapat dijual oleh orang tua mereka kedalam perdagangan seks sehingga menjadi korban atas perdangan seks tersebut (Suryaningsi, 2. Sistem Gender terdapat di berbagai tingkatan, mulai dari rumah tangga, lingkungan, tempat kerja, komunitas, dan struktur masyarakat yang lebih komprehensif. Gender adalah praktik sosial yang dilembagakan dan dikonstruksi secara sosial yang membentuk kesenjangan gender yang maskulin dan feminism (Budiman. Rafeinia, & Ayu Arintyas, 2. dan sebagai bukti di lapangan bahwa terdapat beberapa lelaki juga berperilaku feminism sebagai uke atau bot untuk mendapatkan perhatian khusus dari para lelaki yang maskulin . op/ver. Sedangkan, perempuan diposisikan secara inferior dalam struktur keluarga dan masyarakat dengan keterbatasan dalam pengambilan keputusan hingga partisipasi ekonomi formal tetap rendah. Pada dasarnya, faktor utama dari seseorang yang melakukan praktik seks yaitu dengan lemahnya faktor perekonomian mereka, susahnya mendapatkan pekerjaan dan biaya hidup yang cukup tinggi sehingga para pekerja seks komersial bisa mendapatkan pendapatan secara cepat dengan nominal yang cukup tinggi. Mereka datang dari desa ke Ibukota (Jakart. awalnya untuk mencari pekerjaan secara halal dan bisa membiayai kehidupannya disana dan di kampung tetapi dikarenakan gaya hidup di kota lebih tinggi dan saling gengsi, maka mencari jalan lain untuk bisa memnuhi semua itu. Selain itu, faktor lingkungan yang masuk kedalam lingkup kemiskinan pun tidak luput dari terjadinya praktik seks. Di Jakarta khususnya area Mangga Besar menjadi salah satu pusat bagi perempuan/laki-laki bahkan masyarakat yang memiliki perekonomian sangat Mereka melakukan sebuah prostitusi maupun kegiatan lain yang berhubungan dengan seks, dikarenakan dengan mereka menjual diri mereka sendiri pada akhirnya mereka bisa mendapatkan pendapatan sekitar 5-10 juta perbulan sesuai dengan tamu yang datang dan menggunakan jasa mereka. Berdasarkan data migrasi Internal dan Internasional pekerja seks dipicu oleh perbedaan GDP perkapita antar wilayah, dikarenakan beberapa wilayah memiliki GDP yang berbeda sehingga memiliki keuntungan migrasi rata-rata mencapai 15,9% lebih tinggi dari potensi pendapatan di asalnya (Rocha. Holme, & Linhares, 2. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Teori Kota Mangga Besar Kota Jakarta merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia dan memiliki beberapa pembagian wilayahnya, salah satunya adalah kawasan Mangga Besar yang masuk ke wilayah Jakarta Barat. Kawasan Mangga Besar termasuk salah satu tempat pusatnya kulineran khusunya makanan khas Tiongkok. China. Disisi lain. Mangga Besar juga memiliki lalu lintas kegiatan manusia yang cukup tinggi dikarenakan banyaknya pedagang makanan maupun non makanan . (Gunawan & Liauw, 2. Seperti informasi tadi bahwa Mangga Besar terdapat beberapa pedagang yang non penjual makanan melainkan penjual jasa . aroke, bar, panjti pijat ) yang biasanya diminati oleh beberapa wisatawan yang memiliki tujuan akan kepuasan seksual yang tinggi dengan sesuai harapannya sehingga Mangga Besar pada malam hari menjadikan icon kota praktik seksual yang melibatkan hotel atau kosan yang ada disana dengan beberapa variasi harga baik secara individu maupun melalui orang ketiga seperti bar yang didalamnya ada mucikari. Teori Prostitusi Kata Prostitusi dapat diartikan sebagai pelacuran yang sering terjadi di kalangan masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi yang kurang maksimal serta lingkungan yang mendukung adanya kegiatan seks serta pendidikan yang sangat rendah di sudut pandang para pekerja seks komersial (Musu O & Apriani, 2. Perempuanlah yang menjadi peran utama dalam hal praktik prostitusi yang ada di kawasan Mangga Besar, bahkan mereka bisa melakukannya secara langsung dengan menawarkan di pinggir jalan kepada orang-orang yang lalu lalang ataupun secara tidak langsung melalui media sosial maupun aplikasi tertentu. Praktik ini tidak hanya melibatkan antar individu, tetapi juga melibatkan korporasi atau beberapa kelompok tertentu. Pada jaringan pelaku, tindak pidana perdagangan orang memiliki cakupan operasi yang melibatkan wilayah dalam negeri maupun luar Secara umum, akar penyebab dari tindak pidana perdagangan orang terletak pada masalah ekonomi, khususnya kemiskinan. Modus operandi paling umum melibatkan penjeratan utang dan rendahnya tingkat Pendidikan bagi mereka (Salsa, 2. Hingga saat ini, pemerintah belum dapat menghentikan perbuatan prostitusi yang ada di kawasan Mangga Besar maka dari itu seakan-akan perlakuan pemerintah seperti melegalkan praktik yang telah melekat pada masyarakat seperti kehidupan berumah tangga, ancaman pada sex morality, kesejahteraan kaum wanita, dan bahkan menjadi permasalahan bagi pemerintah lokal (Putri & Rahmadhani, 2. Regulasi dan Kebijakan Publik yang Lemah Berdasarkan praktiknya, kebijakan penegakan hukum terhadap prostitusi masih jauh dari harapan. Banyak sekali praktik prostitusi yang sama sekali tidak tersentuh dan terkendali oleh penegak hukum bahkan selain itu, di area Mangga Besar juga terdapat praktik prostitusi dengan modus panti pijat, karoke, resto, klub malam dan spa yang bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial serta terkadang tamunya dari PSK ini adalah pihak aparat sekitar. Seharusnya para aparat ini melakukan tindakan pemeriksaan terhadap klub malam dan membawa orang-orang yang terlibat di tempat tersebut untuk meminta keterangan serta diberikan edukasi bukan membiarkan dan menikmati suasana kegiatan seks di tempat klub tersebut. Terkadang tempat-tempat ini digunakan sebagai kedok untuk melakukan praktik ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 prostitusi guna menghindari akses yang muncul akibat penolakan masyarakat sekitar (Mahardika. Garduno, & Dar Nasser, 2. Kebijakan hukum yang mengatur larangan prostitusi tercantum dalam pasal 296 KUHP. Dalam pasal tersebut, pelaku yang pekerjaan atau kebiasaanya dengan sengaja atau memfasilitasi orang lain untuk melakukan perbuatan cabul dan asusila oleh perempuan pekerja seks komersial dengan pria hidung belang akan diancam dan dijatuhi hukuman penjara (Pramudia & Supeno, 2. Selanjutnya, pasal 506 KHUP mengatur tindak pidana terhadap germo atau mucikari yang memanfaatkan tindakan prostitusi yang dilakukan oleh perempuan pekerja seks komersial. A danya perdagangan perempuan merupakan masalah yang sangat serius karena melibatkan kekerasan terhadap perempuan dan fenomena komodifikasi perempuan melalui ekploitasi, manipulasi dan perdagangan bebas (Ridho. Martiwi, & Mardani, 2. Menurut (Iqbal & Helmi, 2. hukum prostitusi yang ada lebih menekankan pada moral masyarakat, bukan memberikan perlindungan terhadap perempuan pekerja seks. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu metode yang digunakan untuk memahami fenomena yang terjadi, serta disajikan dengan data yang telah disajikan (Fadli, 2. Pengumpulan data kualitatif ini berdasarkan fakta-fakta yang dilakukan secara langsung di lapangan (Winanti. Liliana. Putri. Candra, & Setiawan, 2. Penentuan sampel secara purposive sampling yaitu memilih sampel yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan penelitian yang ada dimana mereka memiliki minat khusus akan adanya kegiatan pariwisata sebagai seks . engunjungi bar/karoke/panti pijat, dan lainny. untuk mendapatkan kepuasan tersendiri (Sutrisno. Tannady. Wahyuningsih. Supriatna, & Hadayanti, 2. Pendekatan ini dipilih sebagai metode pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah observasi secara langsung mengunjungi wilayah Mangga Besar serta melakukan beberapa wawancara baik secara langsung dengan jumlah narasumber terdapat 10 orang . narasumber perempuan dan 4 narasumber laki-laki yang penyuka sesama jeni. maupun tidak langsung melalui media sosial seperti telegram, omi, tinder, grinder, hornet dan group facebook . elalui chat atau Observasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung objek atau peristiwa yang menjadi fokus penelitian ini yaitu tentang sex tourism yang ada di kawasan Mangga Besar (Radianza & Mashabai, 2. untuk memperoleh pemahaman secara utuh mengenai faktor sosial ekonomi yang ditimbulkan serta faktor yang mendorong praktik sex tourism di kawasan Mangga Besar. Jakarta Barat (Andriyanti & Setiawan, 2. Reduksi data yaitu merangkum dan memfokuskan pada hal yang penting . ara pekerja seks komersia. , pemaparan data yaitu menguraikan data yang telah didapatkan dengan bentuk deskriptif agar mudah dipahami . aktor sosial ekomoni yang mendorong PSK melakukan praktik sek. , dan penarikan kesimpulan yaitu hasil akhir dari pengumpulan data . enggabungkan kedua data tersebut untuk menghasilkan suatu kesimpulan/saran bagi para PSK baik dari pemerintah, lingkungan/masyarakat serta bagi para pelaku kepentingan pribad. (Fadli, 2. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Sehingga pada penarikan data kualitatif yang digunakan untuk memahami makna subjektif, pengalaman dari wisatawa, pekerja seks komersial serta pemelik kepentingan pribadi . emilik lapak ba. dan dinamika sosial budaya yang terlibat serta beberapa data seperti wawancara yang digantikan dengan chat penawaran yang diberikan oleh si pekerja seks, pengamatan langsung di kawasan Mangga Besar dan beberapa pendapat atau informasi dari orang-orang yang mengetahui tentang pariwisata seks dan komunitas pelangi serta orang yang memang paham untuk merujuk akan LGBT ataupun praktik prostitusi baik secara langsung maupun tidak langsung . erdasrkan media sosial/aplikasi tertent. sehingga penulis dapat mempertanggung jawabkan hasil penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Kawasan Mangga Besar dikenal oleh orang normal sebagai tempat wisata kuliner yang cukup lengkap dan variatif akan tetapi bagi orang yang memiliki pandangan akan dunia gelap. Mangga Besar dari sisi lain yang dikenal sebagai salah satu pusat pariwisata malam yang cukup terkenal di Jakarta. Tempat ini menawarkan karaoke, bar, minuman beralkohol, dan kehadiran Aupemandu laguAy atau AuLCAy (Ladies Companio. , yang menurut hasil observasi dan wawancara, tidak jarang juga menawarkan layanan seksual secara terselubung kepada tamu. Praktik ini berlangsung secara informal dan sulit dilacak oleh regulasi pemerintah dikarenakan banyaknya aparat penegak hukumnya lebih memberikan izin kepada pengelola dalam legalitas izin usaha dengan cukup membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang ada. Legalitas dalam KHUP lama dan KHUP baru, asas legalitas adalah prinsip yang menyatakan bahwa tindakan tidak dapat dianggap illegal dan dikenakan sanksi pidana kecuali jika telah diatur terlebih dahulu dalam peraturan perundangundangan (Winanti. Liliana. Putri. Candra, & Setiawan, 2. Di lingkup lingkungan kawasan Mangga Besar tepatnya di dalam bar semua komunitas dapat melakukan seks secara langsung, dikarenakan kebanyakan orang yang sudah masuk ke ruangan klub pasti akan lepas baju untuk telanjang dada dan berjoget-joget. Selain itu juga, banyak sekali yang memanfaatkan momen tersebut untuk dapat mendapatkan kenalan antara botty dan top untuk bisa datang kembali ke klub dengan Kebutuhan Ekonomi Mendesak dan Keterbatasan Akses Pekerjaan Formal ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Gambar 1. Pelaku mulai berkeliara di Mangga Besar pada malam hari Sebagian besar informan mengungkapkan bahwa mereka berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang baik serta minimnya pendidikan formal membuat mereka sulit memperoleh pekerjaan formal dengan penghasilan yang cukup untuk bertahan hidup di Jakarta. Langkah yang instan adalah jalan utama yang mereka ambil, jika dibandingkan dengan pendapatan orang yang bekerja di pekerjaan formal juga kalah dengan pendapatan mereka sebagai pekerja seks komersial. Selain tarif yang sudah di negosiasikan saat melakukan transaksi, mereka juga mendapatkan tips atau bonus atas pelayanan yang mereka berikan terhadap pengunjung disana. Pekerjaan seperti ini tidak perlu mementingkan pendidikan yang tinggi dan harus berpengalaman serta sifat dan pekerjaannya yang fleksibel menjadi nilai yang positif bagi mereka yang pekerja seks. Gambar 2. SPARK Lounge/Rasa Refleksi Hal ini sejalan dengan konsep ekonomi informal dari studi yang dilakukan oleh (Andiki Powaku, 2. , yang menunjukkan bahwa adanya lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan serta daya tahan ekonomi berasal dari beberapa sektor informal yang ada. Dibalik itu, masih terdapat kendala yang cukup signifikan seperti akses yang terbatas terhadap layanan keuangan, pendidikan, teknologi serta kurangnya perlindungan sosial serta hukum. Dari faktor ekonomi yang ada mengakibatkan penghasilan yang tinggi dan cepat dari pelayanan seks jauh mudah diakomodir melalui media sosial atau teknologi sesuai dengan perkembangan zaman sekarang. Sebagai contoh nyatanya adalah seseorang pekerja seks komersil ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 mendapatkan gaji dari tempat mereka bekerja disisi lain juga mereka akan mendapatkan penambahan pendapatan dari aktivitas seks yang sudah terjadi yaitu disebut dengan Booking Out yang sering kali melibatkan hubungan seksual berbayar . ayar harga sesuai perjanjian, pengganti ongkos perjalanan, serta bonus dari pelayanan yang sudah diberikan terhadap pengunjun. Dikarenakan harga antara Incall dan Outcall pasti berbeda dan cukup signifikan untuk selisih angkanya. Berikut adalah data presentasi penggunaan aplikasi Michat sebagai jalan mereka untuk melakukan promosi diri mereka sendiri. Gambar 3. Pressentasi penggunaan Michat berdasarkan usia tahun 2022 Sumber: databoks. Dari sini sudah terlihat sekali bahwa pemain yang paling dominan adalah perempuan muda dengan umur rata-rata sekitar 18-24 tahun yaitu mereka yang telah lulus sekolah SMA/K sederajat yang mengalami susahnya mencari pekerjaan yang sesuai dengan ekpektasi penghasilan mereka yang tinggi dikarenakan biaya hidup yang sangat tinggi juga di Jakarta. Kemudian penyumbang terbesar kedua ialah mereka dengan rentan rata-rata usia 25-34 tahun dengan masa produktif seperti sedang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang tinggi namun mereka memiliki hambatan dalam perekonomian, sehingga para perempuan muda ini melakukan praktik seks untuk dapat membiayai uang jajan mereka tanpa kurangnya pengawasan dari orang tua mereka khususnya yang merantau ke kota Selain itu, bagi mereka yang seorang janda memiliki anak juga akan melakukan pekerjaan instan ini untuk cepat mendapatkan penghasilan dengan cukup tinggi sehingga ini akan memberikan dampak negatif secara turun-temurun ke anaknya jika tidak dihentikan dan diberikan edukasi segera. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Gambar 4. Promosi di Aplikasi Telegram dan Aplikasi Hornet Selain faktor ekonomi tadi, terdapat juga faktor sosial yang cukup berpengaruh pada diri seorang pekerja seks atas lingkungan kerja yang terbilang sangat bebas. Faktor sosial yang terjadi pada sex tourism yang menimpa pada seseorang bekerja sebagai PSK dikarenakan pengaruh dari temannya yang memberikan informasi kalau pekerjaan yang dia lakukan cukup santai dan menghasilkan pendapatan cukup tinggi sehingga calon PSK ini tergiur dengan angka hasil yang akan ia dapatkan selama satu bulan. Angka kisaran yang di dapatkan yaitu sekitar Rp. 5,000,000 - Rp. 10,000,000 selama satu bulan bekerja. Dari hasil yang mereka dapatkan itu akhirnya memberikan perubahan dampak dalam gaya hidup mereka selama di Jakarta, bahkan mereka percaya akan mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar setelah mereka merubah penampilan baik fashion maupun non Ini tidak ada bedanya bagi PSK laki-laki, mereka melakukan hal yang sama dalam memperbaiki diri mereka sendiri. Dan pada akhirnya, mereka nyaman dengan dunia pekerjaan baru mereka serta menganggap sebuah peluang yang menjanjikan dalam hal finansial, nasib kedepannya yang akan jauh lebih baik serta relasi mereka dengan orang-orang yang seperti itu bukan hanya datang dari orang kalangan biasa, tapi orang kalangan yang cukup memiliki kesan yang baik. Sebagai contohnya dengan narasumber dengan berinisial AR usia 23 tahun seorang laki-laki, melalui aplikasi hornet menawarkan jasa dan dirinya AuMas, minat pijat atau order saya? Harga terjangkau yang penting saya bisa makanAy seperti contoh di dalam lampiran gambar diatas. Banyak sekali beberapa aplikasi di playstore maupun appstore sebagai media mereka untuk melakukan transaksi seksualnya bahkan terdapat beberapa grups yang ada di Facebook itu isinya komunitas para PSK dan LGBTQ, seperti beberapa contoh dibawah ini: ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Gambar 5. Promosi seks di sosial media khususnya group komunitas gay Facebook Aplikasi ini dapat diakses oleh semua kalangan baik anak-anak sampe orang dewasa, ini cukup berbahaya bagi anak perempuan atau laki-laki yang seharusnya masih dalam pengawasan orang tuanya. Rasa penasaran mereka cukup tinggi dan jika mereka sudah mencobanya bisa menjadi kecanduan di sosial media aplikasi Seharusnya aplikasi seperti ini tidak boleh dapat diakses oleh semua orang khususnya anak kecil yang memang akan sangat berdampak negative untuk masa depannya kelak. Solusi bagi Pekerja Seks Komersial (PSK) pada kegiatan Sex Toursim Solusi bagi para pekerja seks komersial pada konteks sex tourism tidak bisa berupa larangan secara langsung maupun sebuah tindakan pidana. Seharusnya diberikan sebuah pendekatan dalam hal pemberdayaan ekonomi dengan ccara memberikan pelatihan kemampuan tertentu seperti tataboga, menjahit, membuat kerajinan dan lain sebagainya serta memberikan akses modal untuk usaha melalui beberapa koperasi yang diawasi oleh pemerintahan secara langsung (BUMDe. dengan kredit bunga murah dan terjangkau dan terakhir adanya lapangan pekerjaan di sektor yang halal dengan penghasilan yang cukup serta jaminan sosial bagi para pekerja seks komersial setelah mereka keluar dari lingkaran setan ini. Selanjutnya, adanya rehabilitasi sosial di area RT/RW atau di lingkup kecamatan untuk memberikan fasilitas konseling atau relaksasi psikologis untuk dapat mengurangi rasa keterganttungan pada praktik prostitusi yang kurang baik serta dibentuknya sebuah lembaga swadaya masyarakat seperti komunitas perlindungan terhadap perempuan hebat dengan tujuan tidak adanya kesenjangan sosial yang dirasakan oleh PSK tersebut. Perlindungan di mata hukum yang tegas dan adil bagi mereka yang menjadi korban atas tindak perbudakan serta penjualan diri mereka terhadap orang-orang yang tidak bertanggung jawab atas terjadinya praktik seks di Mangga Besar karena mereka akan mengalami trauma secara berkepanjangan dan bahkan bisa membuat menjadi gila. ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 Kemudian, pemerintah juga memberikan akses kesehatan layanan yang nyaman dan berarti bagi warganya yang kurang mampu dalam keuangan yaitu memberikan fasilitas layanan kesehatan gratis yang bekerja sama dengan BPJS atau kartu seperti Kartu Jakarta Sehat yang dapat membantu masyarakatnya dalam menjalani pengobatan. Seharusnya juga pihak pemerintah dan swasta bekerja sama untuk memberikan akses terapi gratis bagi para PSK yang mengalami positif penyakit HIV untuk selalu di terapi dan diberikan rekomendasi obat yang cukup bagus seperti ARV. Walaupun ARV ini tidak dapat menghilangkan secara permanen tapi dapat menekan pertumbuhan virus HIV di dalam tubuh untuk tidak aktif dan para Odha (Orang dengan HIV/AIDS) bisa menjalani hidupnya seperti biasa dan memiliki rasa semangat hidup yang tinggi. Yang terakhir adalah perubahan stigma masyarakat yang dimana pelaku PSK ini harus dirangkul dan di dampingi untuk melakukabn sebuah perubahan dengan memberikan edukasi dampak dari praktiks seksual, memberikan motivasi positif agar terus berpikir positif juga dalam bertindak serta memberikan ruang dan waktu untuk dapat meluapkan permasalahan yang sedang dihadapi dan kemudian diberikan solusi yang terbaik dalam memecahkan masalah tersebut serta adanya pendampingan secara kekeluargaan agar mereka merasa kalau mereka itu punya keluarga yang menyanyangi mereka. Dengan cara yang sederhana ini, para pekerja seks komersial bisa keluar dari lingkaran ekploitasi manusia . enjualan diri dan perbudaka. serta dapat mengurangi adanya kegiatan sex tourism di wilayah Mangga Besar. Jakarta Barat. SIMPULAN Fenomena sex tourism yang ada di kawasan Mangga Besar merupakan hasil dari interaksi kompleks antara faktor ekonomi dan sosial yang saling berkaitan. Faktofaktor seperti kemiskinan, penggangguran dan keterbatasan akses pendidikan yang rendah menjadikan perempuan-perempuan muda yang ada di Jakarta memilih untuk terjun langsung ke dunia gelap . sebagai jalan pintas untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup di kota besar. Disisi lain, lemahnya kontrol budaya yang ada disana dengan lingkungan yang membiarkan begitu saja menjadikan terjadinya kesenjangan sosial, gaya hidup yang konsumtif untuk dapat memberikan yang terbaik terhadap pelanggan mereka serta tingginya minat wisatawan khusus dalam adanya praktik seksual di kawasan Mangga Besar dikarenakan mereka harus bisa mencari pelampiasan nafsunya. Pada dasarnya. Praktik sex tourism yang ada di kawasan Mangga Besar menjadi fokus utama dalam pemerintah untuk memberikan hukum yang tegas dan adil bagi mereka bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Saat ini, tidak adanya system perlindungan hukum yang sensitif terhadap gender yang dimana perempuan pekerja seks komersial tetap di posisi yang cukup bahaya dari aktivitas ekploitasi manusia bahkan regulasi pasal 296 dan 506 KUHP belum cukup memberikan perlindungan hanya menekankan aspek moral dan sanksi pidana yang dimana ini tidak akan memberikan efek jera terhadap pelaku yang mempekerjakan perempuan muda sebagai PSK di dunia gelap. Walaupun praktik seksual ini memberikan konstribusi pada sektor ekonomi informal namun keberadaannya memberikan dampak negatif seperti diskriminasi PSK, kerentanan terhadap resiko terjadinya ekploitasi manusia serta resiko ISSN 16935969 Media Wisata. Volume 23. Number 2. November 2025 EISSN 26858436 kesehatan masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, sebuah solusi bukan hanya pendekatan kriminalisasi saja tetapi melalui sebuah strategi yang melibatkan dalam pemberdayaan ekonomi alternatif (Edukasi dini serta pelatihan yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga tertent. , rehabilitasi sosial, perlindungan hukum terhadap korban pekerja seks komersial, akses kesehatan yang terjangkau serta perubahan stigma pemikiran masyarakat tentang PSK itu sendiri. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, swasta, serta masyarakat sekitar bahwa pekerja seks komersial dapat diberdayakan keluar dari lingkaran setan yang gelap serta dapat menekan perkembangan sex tourism di kawasan Mangga Besar dan wilayah lainnya di Jakarta. REFERENSI