Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. IMPLEMENTASI MANAJEMEN LEMBAGA PADA PENDIDIKAN ALQURAN DI MAAoHAD ALQURAN DAN DIROSAT ISLAMIYAH DURI Efni Ramli STAI Hubbulwathan Duri Email: efniramli70@gmail. Abstract The purpose of this research is to know how the institutional management system that run in Ma'had alquran and Dirosat Islamiyah. The formulation of the problem in this research is whether there is influence of institution management implementation to educate of alquran in Mahad alquran and Dirosat Islamiyah. The research method used in this research is quantitative method. Data collection techniques consist of observation, documentation, interview, questionnaire, and literature study. For data analysis technique use descriptive and percentage. Based on the results of research conducted it can be seen that the institution Ma'had alquran and Dirosat Islamiyah as an educational institution alquran has implemented the functions of management as contained in the theories of management science. Institutional management run in Ma'had alquran and Dirosat Islamiyah is quite maximal, but also new innovations both in institutional system and education system of Quran, so that institution Ma'had alquran and Dirosat Islamiyah is better known by other regions. This proves that a wellmanaged Quran educational institution produces a good quality of Quranic education so as to bring people's appeal to study the Quran there. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem manajemen kelembagaan yang dijalankan di MaAohad alquran dan Dirosat Islamiyah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh implementasi manajemen lembaga terhadap pendidikan alquran di MaAohad Alquran dan Dirosat Islamiyah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data terdiri atas observasi, dokumentasi, wawancara, angket, dan studi pustaka. Sementara untuk teknik analisis data menggunakan deskriptif kualiatif dan persentase. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa lembaga MaAohad alquran dan Dirosat Islamiyah sebagai sebuah lembaga pendidikan alquran telah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen sebagaimana yang terdapat dalam teori-teori ilmu manajemen. Manajemen kelembagaan yang dijalankan di MaAohad alquran dan Dirosat Islamiyah terbilang cukup maksimal, tetapi perlu juga adanya inovasi-inovasi baru, baik dalam sistem kelembagaan maupun sistem pendidikan alquran, agar lembaga MaAohad alquran dan Dirosat Islamiyah lebih dikenal lagi oleh daerah-daerah lain. Ini membuktikan bahwa sebuah lembaga pendidikan alquran yang terkelola dengan bagus menghasilkan kualitas pendidikan alquran yang bagus pula sehingga mendatangkan daya tarik masyarakat untuk belajar alquran di sana. Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Kata Kunci : Manajemen Lembaga. Pendidikan alquran PENDAHULUAN Alquran merupakan kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril, sebagai kitab pegangan bagi umat Islam dan petunjuk dalam kehidupan. Alquran menjadi sumber hukum Islam pertama yang patut dipedomani oleh umat Islam. Mempelajari alquran merupakan sebuah kewajiban bagi umat Islam dan mempelajari alquran juga merupakan suatu ibadah seperti yang disebutkan oleh para ulama dalam buku Studi Ilmu-Ilmu alquran bahwa Auyang pembacanya . merupakan suatu ibadahAy (Al-Qattaan, 2011: ini sebagai bukti keimanan kita terhadap salah satu rukun iman yang enam yaitu beriman kepada kitab-kitab Allah yang salah satunya adalah alquran. Pendidikan alquran sudah seharusnya diberikan sedini mungkin pada setiap umat Islam kerena ini merupakan hal paling mendasar dalam Islam. Pada zaman modern ini sudah banyak terdapat lembaga yang menyelenggarakan pendidikan Ada yang menggunakan istilah rumah tahfis dan juga pondok pesantren yang memfokuskan institusinya khusus untuk mempelajari alquran seperti Pondok Pesantren Darul Quran Ustaz Yusuf Mansur yang terletak di Kota Tangerang. Banten. Di Kota Duri juga sudah ada beberapa lembaga yang menyelenggarakan pendidikan alquran seperti lembaga pendidikan MaAhad alquran dan Dirosat Islamiyah (Maqdi. Darul Quran Belading. Rumah Belajar Ar-Rahman, dan lainlainnya. Ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pentingnya belajar Namun, dalam setiap lembaga pendidikan alquran tentu memiliki tujuan dan konsep pembelajaran yang berbeda. Inilah yang membedakan antara institusi pendidikan alquran yang satu dengan institusi pendidikan alquran yang lainnya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kota Duri saat ini memiliki lembaga pendidikan alquran yang paling banyak diminati oleh masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Lembaga tersebut adalah lembaga pendidikan alquran MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyah (Maqdi. Setiap harinya lembaga Maqdis selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk belajar Sampai saat ini. Maqdis sudah banyak menghasilkan para hafidz dan hafidzha, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Selain itu, santri yang berprestasi juga diangkat menjadi tenaga pengajar alquran di lembaga itu dan juga di beberapa sekolah yang ada di Kota Duri. Oleh karena itu, melihat kenyataan yang ada penulis tertarik untuk meneliti seperti apakah menajemen kelembagaan yang dibentuk oleh MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyah (Maqdi. sehingga pendidikan alquran banyak diminati oleh masyarakat. Dalam hal ini, penulis akan Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. menuangkan penelitian ini dengan judul AuImplementasi Manajemen Lembaga pada Pendidikan Alquran di MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyah (Maqdis Iba. DuriAy. Manajemen Manajemen berasal dari bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti AtanganA dan agete yang berarti AmelakukanA. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja manager yang artinya AmenanganiA. Managere diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kerja to manage, dengan kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Manajemen menurut Parker ialah seni melaksanakan pekerjaan melalui orangorang (Kompri, 2014: . Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, manajemen diartikan sebagai cara mengelola suatu perusahaan besar (Poerwadarminta, 2007: John D. Millett mengartikan manajemen sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto, 2013: . Sementara, menurut James F Stoner dan Charles Wankel, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan seluruh sumber daya organisasi lainnya demi tercapainya tujuan organisasi (Siswanto, 2013:. Paul Hersey dan Kenneth H. Blancher mengartikan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan dengan dan bersama individu atau kelompok untuk mencapai tujuan organisasi (Siswanto, 2013: . Menurut Suharsimi dan Lia . 2: 8Ai. , fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, pengkomunikasian, dan pengawasan. Perencanaan Perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan serangkaian keputusan untuk mengambil tindakan di masa yang akan datang yang diarahkan kepada tercapainya tujuan-tujuan dengan sarana yang optimal (Suharsimi dan Lia Yuliana, 2012: . Perencanaan ini menyangkut apa yang akan dilaksanakan, kapan dilaksanakan, oleh siapa, di mana, dan bagaimana dilaksanakannya. Dalam setiap usaha atau pekerjaan, lebih-lebih yang melibatkan sejumlah orang, perencanaan merupakan tahap permulaan yang mutlak perlu. Banyak tujuan yang tidak tercapai karena tiadanya perencanaan yang baik. Akan tetapi, perencanaan itu tidak saja dilakukan pada permulaan kerja melainkan perlu terus menerus dilakukan selama proses karya berlangsung. Menurut Fatah . 0: . , perencanaan diartikan sebagai suatu proses penentuan tujuan atau sasaran yang Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. hendak dicapai dan penetapan jalan serta sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu seefektif dan seefisien mungkin. Dalam buku yang lain. Terry dan Rue menyebutkan bahwa perencanaan merupakan suatu rangkaian proses kegiatan menyiapkan keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi . eristiwa, keadaan, suasana, dan sebagainy. untuk mencapai tujuan (LuAluatul Mahzunah, 2009: . Oleh karena itu, perencanaan dapat didefinisikan sebagai AuPersiapan yang teratur dari setiap usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkanAy. Dalam suatu organisasi, langkah awal yang paling menentukan adalah Jadi, perencanaan memang benar-benar harus dilaksanakan semaksimal mungkin. Tentunya dalam melaksanakan perencanaan tidak boleh lepas dari adanya proses musyawarah untuk menentukan program dan langkahyang harus diambil. Seperti yang tertuang dalam alquran surat Ali Imron. Artinya :AuMaka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Ay(QS. Ali Imron: . Setelah diketahui unsur-unsur perencanaan, dalam prosesnya perlu diketahui pula adanya syarat-syarat yang harus dipahami sebelum perencanaan itu Luther Gullich menyebutkan syarat-syarat itu sebagai berikut. Tujuan harus dirumuskan secara jelas. Perencanaan harus sederhana dan realistis. Memuat analisis-analisis dan penjelasan-penjelasan terhadap usahausaha yang direncanakan. Bersifat fleksibel. Ada keseimbangan baik ke luar maupun ke dalam, ke dalam berarti seimbang antara bagian-bagian dalam perencanaan tersebut. Sedangkan ke luar berarti seimbang antara tujuan dan fasililtas yang . Efisien dan efektif dalam penggunaan biaya, tenaga dan sumber daya yang tersedia. (LuAluatul Mahzunah, 2009: . Pengorganisasian Pengorganisasian adalah penyatuan dan penghimpunan sumber manusia dan sumber lain dalam sebuah struktur organisasi. Pengorganisasian di sini berarti proses pembagian tugas dan tanggung jawab serta wewenang sehingga tercipta Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Jadi, pengorganisasian meliputi penciptaan struktur, mekanisme dan prosedur kerja, uraian kerja, serta penempatan personel pada posisi yang sesuai dengan kemampuannya. Karena organisasi merupakan alat manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, susunan, bentuk, serta besar kecilnya organisasi harus disesuaikan dengan tujuan yang telah ditetapkan tersebut. Dalam pengorganisasian ada dua asas pokok yang perlu diperhatian. Pertama, asas koordinasi, yaitu sistem pengaturan dan pemeliharaan tata hubungan agar tercipta tindakan yang sama dalam rangka mencapai tujuan Agar koordinasi ini dapat berjalan dengan mulus, diperlukan tiga syarat pokok berikut. Adanya wewenang tertinggi, yang berfungsi sebagai pemberi arah. Adanya kesediaan bekerja sama antara anggota karena merasa adanya tujuan bersama yang ingin dicapai. Adanya filsafat serta keyakinan yang sama yang dihayati oleh semua Asas yang kedua adalah asas hierarki adalah suatu proses pewujudan koordinasi dalam organisasi. Dalam usaha itu akan terjadi suatu tingkatan tugas, wewenang, dan tanggung jawab. Dalam hierarki ini diperlukan adanya kepemimpinan, pendelegasian wewenang, dan pembatasan tugas. Pengarahan Pengarahan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pimpinan untuk memberikan penjelasan, petunjuk, serta bimbingan kepada orang-orang yang menjadi bawahannya sebelum dan selama melaksanakan tugas. Pengoordinasian Pengoordinasian adalah suatu usaha yang dilakukan pimpinan untuk mengatur, menyatukan, menyerasikan, dan mengintegrasikan semua kegiatan yang dilakukan oleh bawahan. Pengomunikasian Pengomunikasian adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pimpinan lembaga untuk menyebarluaskan informasi yang terjadi di dalam maupun hal-hal di luar lembaga yang ada kaitannya dengan kelancaran tugas mencapai tujuan . Pengawasan Pengawasan adalah usaha pimpinan untuk mengetahui semua hal yang menyangkut pelaksanaan kerja, khususnya untuk mengetahui kelancaran kerja para pegawai dalam melakukan tugas mencapai tujuan. Pengawasan perlu dilakukan agar pekerjaan atau kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan rencana Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. yang telah ditetapkan. Kegiatan pengawasan dapat berbentuk pemeriksaan, pengecekan, serta usaha pencegahan terhadap kesalahan yang mungkin terjadi, sehingga bila terjadi penyelewengan atau penyimpangan dapat ditempuh usahausaha perbaikan. Jadi pengawasan mempunyai tiga fungsi, yaitu sebagai berikut. Mengoordinasikan kegiatan yang dilakukan masing-masing unit, agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan atau bahkan mencegah adanya kesalahan atau penyimpangan dari rencana yang telah disusun. Membandingkan dan mengevaluasi hasil yang telah dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan. Mencatat semua hasil pengawasan untuk dijadikan bahan-bahan pertimbangan dan pelaporan. Dalam melakukan pengawasan, orang harus menggunakan tolok ukur . Perencanaan sudah merupakan kriteria yang dapat dipakai dalam pengawasan. Ada beberapa prinsip pengawasan yang harus diperhatikan. Pengawasan harus bersifat menyeluruh. Pengawasan harus meliputi seluruh aspek program: personel, pelaksanaan program, material, hambatan-hambatan, dll. Pengawasan dilakukan oleh semua orang yang terlibat dalam program. Pengawasan bukan hanya dilakukan oleh pimpinan atau petugaspetugas yang ditunjuk, tetapi semua petugas pelaksanaan program mempunyai tanggung jawab melakukan pengawasan. Pengawasan harus bersifat diagnostik. Pengawasan tidak bertujuan untuk mencari kesalahan-kesalahan personel, tetapi untuk menemukan kelemahan-kelemahan atau penyimpangan-penyimpangan program yang dapat menghambat tercapainya tujuan. Dari penemuan ini kemudian dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Sesungguhnya pengawasan itu menjadi tolak ukur efektivitas tingkat personel dan efisiensi penggunaan metode dan alat bantu tertentu dalam usaha mencapai tujuan. Evaluasi Sistem mutu selalu membutuhkan rangkaian umpan balik. Mekanisme umpan balik juga harus ada dalam sistem mutu suatu lembaga pendidikan dengan tujuan agar hasil akhir sebuah layanan bisa dianalisis menurut rencana. Jadi, jika suatu lembaga mau belajar dari pengalaman dan tidak statis, proses evaluasi akan menjadi elemen yang esensial bagi suatu lembaga pendidikan. Untuk memastikan bahwa proses evaluasi mampu mengawasi tujuan individual dan institusional, evaluasi harus dilakukan dalam tiga level, yaitu AusegeraAy artinya melibatkan pemeriksaan harian terhadap kemajuan pelajar. level Aujangka pendekAy artinya membutuhkan cara yang lebih terstruktur dan spesifik yang menjamin bahwa lembaga pendidikan sudah berada dalam jalur yang seharusnya dengan tujuan Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. untuk memastikan perbaikan bagi segala sesuatu yang harus di perbaiki. dan level Aujangka panjangAy yang memungkinkan sebuah evaluasi dilakukan terhadap kemajuan dalam mencapai tujuan strategis. Manajemen Lembaga Pengertian Manajemen Lembaga Pengertian lembaga sebagaimana yang disebutkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah badan . yang bermaksud melakukan suatu penyelidikan keilmuan atau melakukan suatu usaha (Poerwadarminta, 2007: . Dalam hal ini, lembaga yang dimaksudkan adalah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yaitu badan atau instansi, baik negeri maupun swasta, yang melaksanakan kegiatan mendidik (Suharsimi dan Lia Yuliana, 2012: Menurut Hasbullah . , lembaga pendidikan merupakan wadah atau tempat berlangsungnya sebuah proses pendidikan yang terdiri pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. Umar Titahardja menjelaskan bahwa Aulembaga pendidikan adalah tempat berlangsungnya proses pendidikan terkhusus pada lingkungan utamanya yaitu keluarga, sekolah dan masyarakatAy. Berdasarkan penjelasan di atas. dapat ditarik simpulan bahwa manajemen lembaga pendidikan adalah serangkaian usaha dan proses yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam suatu organisasi yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian serta pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Komponen-komponen Lembaga Komponen-komponen yang dimaksud sebagai berikut. Komponen siswa, yaitu subjek belajar yang menurut jenis dan sifat lembaganya dapat disebut sebagai: siswa, mahasiswa, peserta didik. Komponen guru, yaitu subjek yang memberikan pelajaran yang sebutannya dapat: guru, dosen, penyaji, penatar. Komponen kurikulum, yaitu materi atau bahan pelajaran yang diajarkan memberikan ciri pada lembaga pendidikan tersebut dan mencerminkan kualitas lulusannya. Komponen sarana dan prasarana, yaitu komponen penunjang terlaksananya proses pengajaran. Komponen pengelola, yaitu orang-orang yang mengurus penyelenggaraan lembaga, menyangkut pengelolaan dalam memimpin, mengorganisasikan, mengarahkan, membina, serta mengurus tatalaksana lembaga. Termasuk dalam komponen pengelola Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. kepala sekolah, petugas bimbingan, pustakawan, staf tata usaha, bendaharawan, pesuruh, penjaga malam (Suharsimi dan Lia Yuliana, 2012: 15Ai. Pendidikan Menurut Lengeveld yang dikutip dari Hasbullah . 3: . , pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datang dari orang dewasa . tau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainy. dan ditujukan kepada orang yang belum Carter V. Good mendefenisikan pendidikan sebagai seni, praktik, atau profesi sebagai pengajar. Ia juga mengatakan pendidikan sebagai ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip dan metode-metode mengajar, pengawasan, dan bimbingan murid (Hasbullah, 2013: . Menurut Ahmad D. Marimba, pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Sementara, menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya (Hasbullah, 2013: . Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar oleh pendidik dalam mengembangkan segala potensi peserta didik dengan cara membimbing dan mengarahkan agar peserta didik cakap dalam melaksanakan tugas hidupnya. Pendidikan Alquran Pengertian Pendidikan Alquran Secara bahasa, kata alquran merupakan bentuk masdar yang berasal dari qoro ayang berarti AbacaanA. Aberbicara tentang apa yang tertulis padanya atau melihat dan menelaahA. Menurut istilah ushul fiqh, sebagaimana dikemukakan Abdul Wahhab Khallaf, alquran adalah kalam Allah yang diturunkan dengan perantara malaikat Jibril ke dalam hati Rasulullah. Muhammad Ibn Abdullah dengan bahasa Arab dan makna-maknanya benar supaya menjadi bukti bagi rasul tentang kebenarannya sebagai rasul, menjadi aturan bagi manusia yang menjadikannya sebagai petunjuk, dipandang beribadah membacanya, dan ia dibukukan di antara dua kulit mushab, diawali dengan surat Al-Fatihah dan Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. diakhiri dengan surat An-Naas. Alquran disampaikan kepada kita secara mutawatir baik secara tertulis maupun secara hafalan dari generasi ke generasi dan terperlihara dari segala perubahan dan penggantian. Sejalan dengan kebenaran jaminan Allah swt, dalam surat Al-Hijr ayat 9: sesungguhnya kami-lah yang menurunkan Al-QurAoan, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanyaAy (Firdaus, 2004: 17Ai. Menurut Zakiah Daradjat ( 2012: . Al-QurAan adalah firman Allah berupa wahyu yang disampaikan oleh Jibril kepada Nabi Muhammad saw. dalamnya terkandung ajaran pokok yang dapat dikembangkan untuk keperluan seluruh aspek kehidupan melalui ijtihad. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan alquran adalah usaha sadar yang dilakukan oleh orang-orang dewasa dalam memimpin, membimbing, dan mengajarkan alquran agar cakap dan terampil dalam memahami alquran untuk terciptanya perubahan pada sikap dan memiliki keterampilan dalam bidang alquran. Ilmu-ilmu Alquran Kaum muslim mengkaji beberapa ilmu yang objeknya adalah alquran. Sejarah timbulnya ilmu-ilmu ini bermula sejak masa awal turunnya alquran. Masalah-masalahnya telah matang dan telah mencapai tahapan yang diperlukan karena telah lama dikaji. Hasilnya dapat disaksikan dalam risalah-risalah dan banyak buku yang telah ditulis tentang ilmu-ilmu itu. Ilmu-ilmu tersebut secara umum terbagi menjadi dua kelompok: ilmu yang membahas lafal . dan ilmu yang membahas makna-makna. Ilmu-ilmu yang membicarakan lafal-lafal Alquran adalah ilmu-ilmu tajwid dan qiraoah seperti berikut. Ilmu tentang cara melafalkan huruf-huruf dan ketentuan-ketentuan khusus yang harus diberlakukan terhadap huruf-huruf itu ketika sendirian dan tersusun, seperti mendengung . , mengganti . , hukum-hukum berhenti . , mulai, dan semacamnya. Ilmu tentang pemeliharaan dan pengarahan terhadap qiraoah tujuh dan tiga qiraoah lainnya serta qiraoah-qiraoah para sahabat, qiraoah yang tidak biasa . Ilmu tentang jumlah surah, ayat, kata, dan huruf alquran, serta ilmu tentang pembahasan jumlah semua surah, ayat, kata, dan huruf alquran . Ilmu tentang kekhususan aturan penulisan alquran dan perbedaannya dengan bentuk tulisan arab yang dikenal dan digunakan (Madaniy dan Ilyas, 2009: 188Ai. Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Tahapan-tahapan Pendidikan alquran Pendidikan alquran yang diselenggarakan di lembaga MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyah (Maqdi. ada empat tahap yang disebut dengan tahap taAolif, tahsin, tartil, dan tahfiz. Menurut Yana . 2: . , taAolif artinya adalah menyusun, menyatukan, atau Dalam tahapan ini peserta akan diberikan bimbingan yang mudah dan asik dalam mengenal dan merangkai huruf-huruf hijaiyah sampai merangkai Tahapan ini terdiri atas enam materi, yaitu tahapan taAolif, tahsin, tartil, . Tahapan TaAolif Menguasai dan merangkai huruf: Kata Syadza Wafa Kaya Manahala Saha Jaya Tsana Ada Baza WaAoa. Thaqa Rodho Khosho Ghozho. Mengenal tanda baca: Tanda baca akhiran AuNAy (Tanwi. Tanda baca huruf double (Tasydi. Tanda baca mati (Suku. Penyempurnaan (Yana: 2012: . Tahapan Tahsin Tahapan yang kedua disebut dengan tahapan tahsin yang artinya membaguskan (Yana, 2012: . Tahapan ini adalah kelanjutan dari tahapan Peserta didik diperbolehkan masuk tahapan ini jika sudah lulus tes tahapan pertama. Dalam tahapan ini, peserta akan mendapatkan bimbingan perbaikan bacaan tentang kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi, yaitu sebagai . Memperbaiki kesalahan membaca mad. Memperbaiki kesalahan membaca huruf qolqolah. Memperbaiki kesalahan saat berhenti. Memperbaiki kesalahan membaca ghunnah. Membaca nun wiqoyah/washol. Membaca ayat-ayat ghoribah (Yana: 2012: . Tahapan Tartil Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Tartil adalah perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa. Di antara tahapan ini adalah memperhatikan potongan ayat, permulaan dan kesempurnaan makna, sehingga seorang pembaca akan berpikir terhadap apa yang sedang ia baca . ttp://belajarislam. Allah Tala berfirman: Artinya: Auatau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-QurAoan itu dengan perlahan-lahan. Ay (QS. Al-Muzammil: . Tahapan Tahfidz a caca aAe aOa a a Kata tahfidz merupakan bentuk masdar ghoir mim dari kata a -a a U A ae aA eOAyang mempunyai arti AmenghafalkanA. Sementara, menurut Abdul Aziz Abdul Rauf, definisi Tahfidz atau menghafal adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar . ttp://bukuinsfirasi. Tahapan ini diperuntukkan bagi yang ingin menghafal, yang tentunya sangat dianjurkan setelah peserta menguasai tahapan-tahapan sebelumnya Walaupun begitu, diperbolehkan juga bagi yang belum lancar atau minimal sudah menguasai tahapan taAolif dengan syarat-syarat yang ditentukan. Perencanaan Manajemen Pengorganisasian P Pendidikan Pengarahan Lembaga Al-Quran T 1. TaAlif Tahsin Pengkoordinasian Pengkomunikasian Tahfiz Pengawasan Evaluasi Gambar. Bagan : Proses Manajemen Maqdis Mahir METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyah (MAQDIS), jalan Suka Damai Kelurahan Duri Barat (Hangtua. - Kecamatan Mandau - Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini dilaksanakan lebih kurang 3 bulan terhitung dari bulan Juni sampai dengan bulan Agustus tahun 2016. Sebagai subjek dari penelitian ini adalah pimpinan MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyah, guru-guru alquran, dan para santri. Sebagai objek dari Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. penelitian ini adalah . sistem manajemen lembaga . program pendidikan alquran . faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapan program pendidikan alquran. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Tabel1. Populasi dan Sampel Responden Kepala Sekolah Guru alquran Populasi Sampel Santri Jumlah Keterangan Guru alquran santri Santri dewasa Penulis mengumpulkan data dengan menggunakan teknik sebagai berikut. Teknik Observasi Menurut Sutrisno Hadi yang dikutip oleh Sugiyono . 4: . , observasi adalah suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah prosesproses pengamatan dan ingatan. Observasi dilakukan untuk mengamati segala bentuk situasi dan kondisi yang ada di lapangan atau lembaga MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyah (Maqdi. sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian. Teknik Dokumentasi Teknik dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya. (Suharsimi, 2013: . Teknik dokumentasi ini peneliti perlukan untuk mendapatkan informasi lembaga secara tertulis yang sudah didokumentasikan seperti data guru, data siswa, dan hal lainnya yang berkaitan dengan lembaga. Teknik Kuesioner (Angke. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2014: . Teknik kuesioner dilakukan untuk mendapatkan informasi dari siswa tentang pendidikan alquran di lembaga MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyah. Bentuk kuesioner yang peneliti gunakan adalah rating scale . kala bertingka. yaitu sebuah pertanyaan yang diikuti oleh jawaban Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. yang bertingkat-tingkat (Toto Syatori Nasehudin, dkk. : 2. Dalam hal ini, jawaban yang peneliti gunakan adalah sebagai berikut. Tabel 2. Skala Bertingkat JAWABAN Selalu Jarang Kadang-Kadang Tidak Pernah POIN Teknik Interview (Wawancar. Interview adalah pengumpulan data berbentuk pertanyaan secara lisan dan pertanyaan yang diajukan dalam wawancara itu telah dipersiapkan secara tuntas dan dikembangkan selama wawancara berlangsung. Interview akan dilakukan pada pimpinan lembaga MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyah, guru-guru, dan Telaah Pustaka Dalam penelitian ini, selain digunakan beberapa teknik di atas, penulis juga mengumpulkan informasi dari berbagai sumber bacaan yang ada hubungannya dengan variabel yang diteliti. Teknik Analisa Data Untuk para pembaca dapat menjadikan ini sebagai bahan acuan atau referensi dalam membangun sebuah lembaga pendidikan alquran dan juga sebagai tenaga pengajar alquran. Selain itu, ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu perlu mengkombinasikan dengan penelitian-penelitian yang lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif dan persentase. HASIL PENELITIAN Sejarah Singkat Berdirinya Maqdis Ibadurrahman Duri MaAhad Alquran dan Dirosat Islamiyyah disingkat menjadi Maqdis Ibadurrahman, berdiri pada tahun 2012 di atas tanah yang diwakafkan oleh salah seorang tokoh masyarakat bernama Hj. Ir. Adriati, dengan menempati lahan seluas satu hektar. Maqdis beralamat di Jalan Suka Damai. Kelurahan Duri Barat. Kecamatan Mandau. Kabupaten Bengkalis. Provinsi Riau. Maqdis Ibadurrahman merupakan suatu lembaga yang berdiri atas pemikiran tokoh masyarakat, yaitu Ustaz Khairul Umam. Lc. MESY pimpinan Lembaga Nazir Wakaf (LNW). Dr. Fidel. Hj. Ir. Adriati, dan anggota tim lainnya. Gagasan untuk mendirikan Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. lembaga Maqdis ini muncul karena melihat banyaknya kaum muslimin yang membutuhkan bimbingan dalam mempelajari alquran, baik belajar memperbaiki bacaan, atau menghafal ayat-ayat suci alquran . awancara dengan pimpinan lembaga Maqdis dan guru alquran Maqdi. Lembaga Maqdis merupakan salah satu lembaga yang berdiri di bawa Yayasan Ibadurrahman yang beralamatkan di Jalan Mawar Simpang Telkom. Selain Maqdis masih ada beberapa lembaga lagi yang berada di bawah Yayasan Ibadurrahman ini, seperti LNW (Lembaga Nazir Waka. UPZ Ibadurrahman. PPTQ Terpadu Ibadurrahman. Kapala Yatim. Radio Dakta Mandau. SMP-IT IDBS Ibadurrahman, dan Balai Pengobatan. Dalam perjalanan Lembaga Maqdis sampai saat ini sudah mengalami tiga kali pergantian kepemimpinan atau kepala sekolah. Pada dua tahun pertama berdiri dipimpin oleh Ustaz Yana Lukmanul Hakim. Dalam masa kepemimpinannya. Ustaz Yana kemudian ditarik untuk menjadi pimpinan PPTQ Terpadu Ibadurrahman Belading di Desa Petani. Setelah Ustaz Yana keluar dari Maqdis, kemudian ia digantikan oleh Ustaz Amri Sudianto. Sementara, pada tahun 2015, lembaga ini dipimpin oleh Ustaz Muammar Siagian hingga sekarang. Program Pendidikan Maqdis Pendidikan Alquran . TaAolif: program perbaikan bacaan alquran dengan target mencapai kelancaran dalam membaca alquran, diperuntukkan bagi orang yang belum lancar membaca alquran dan sering melakukan kesalahan yang sifatnya jaliy . Adapun materi yang didapatkan pada program ini yaitu menguasai dan merangkai huruf sampai lancar. Tahsin: program perbaikan bacaan alquran dengan target mencapai kelancaran dalam membaca alquran yang diperuntukkan bagi yang sudah lancar membaca alquran, tetapi masih sering melakukan kesalahan yang bersifat jaliy . Adapun materi yang didapatkan pada program ini adalah memperbaiki kesalahan umum dalam membaca alquran. Pemantapan: program penerapan kaidah-kaidah bacaan alquran dengan baik dan benar, dengan target hafalan juz Amma . uz ke-. Tartil: program perbaikan bacaan alquran dengan target mencapai kemampuan membaca alquran dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Adapun materi yang didapatkan pada program ini adalah Kajian Ilmiah Tajwid, mempelajari kitab Matan Jaziriyah. Talaqqi bacaan dengan melihat mushaf 30 juz. Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Tahfiz: program membaca alquran dengan kurikulum terpadu, menggabungkan antara praktik pengajaran Rasulullah saw. para sahabat dan metode kecerdasan majemuk yang dimiliki setiap Dirosat Islamiyah (Pendidikan Agama Isla. Selain program alquran. Lembaga Maqdis juga menyelenggarakan pendidikan agama Islam yang disebut dengan kelas Dirosat Islamiyah. Kelas Dirosat Islamiyah ini terdiri atas beberapa materi, seperti Kajian Tafsir. Hadis. Fikih. Sirah Nabawi. Bahasa Arab, dan lain-lain. Program Mingguan dan Bulanan Selain program tetap yang dilaksanakan setiap hari. Maqdis juga memiliki program mingguan dan bulanan. Program mingguan adalah program yang dilaksanakan sekali dalam seminggu, yaitu pada setiap hari Jumat dengan kajian Fikih Wanita. Sementara, program bulanan adalah program yang dilaksanakan sekali dalam sebulan, yaitu kajian Majelis Alquran. Program Majelis Alquran berisikan kegiatan membaca alquran satu sampai dua juz oleh Ustaz Hafiz alquran dan kemudian dilanjutkan dengan tausyiyah. Kegiatan ini dilakukan pada masjid yang berbeda setiap bulannya. Program per Momen Program per momen adalah program tambahan selain program pokok pada momen dan perayaan tertentu. Seperti halnya pada bulan Ramadhan tahun . ini ada beberapa kegiatan tambahan seperti: . Tantangan Tilawah . T), katham tilawah 30 juz dalam 10 hari dengan baik dan benar. Bengkel Baca Quran (BBQ). Quranic Holiday For Kids. Kajian Hadis Riyadus Sholihin. Cahdu (Cahaya Dhuh. Bahasa Arab. Kajian Remaja. dan lain-lain. Begitu juga pada peringatan hari nasional lainnya serta perayaan hari besar Islam. Kondisi Sekolah Maqdis Ibadurrahman Duri terdiri atas program alquran dan program Dirosat Islamiyyah. Program alquran terdiri atas tingkatan I. II, i. IV, dan V, yang masing-masing tingkatan terdiri atas beberapa kelas. Wawancara dengan Pimpinan Lembaga Maqdis Berdasarkan hasil wawancara dengan pimpinan Lembaga Maqdis dapat diketahui bahwa nama beliau adalah Muammar Siagian, lahir pada 20 September Saat ini beliau tinggal di perumahan Chevron, yaitu Kompleks Krakatau . erumahan pegawai Masjid Agung Ushuluddi. Pendidikan terakhir beliau Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. adalah S-1 di Universitas Al-Azhar. Mesir. Jabatan sebagai pimpinan Lembaga Maqdis sudah beliau jalankan selama satu tahun. Beliau adalah pimpinan Lembaga Maqdis yang ketiga sejak berdirinya Maqdis. Dari mulai berdirinya Lembaga Maqdis hingga saat ini telah mengalami tiga kali pergantian kepemimpinan. Pimpinan pertama adalah Ustaz Yana Lukmanul Hakim yang saat ini memimpin PPTQ Terpadu Ibadurrahman Belading. Yang kedua adalah Ustaz Amri Sudianto yang saat ini sebagai tenaga kepegawaian di Lembaga Nazir Wakaf. Ustaz Muammar mengatakan bahwa dalam menetapkan sebuah keputusan, seperti menetapkan sebuah program, dilakukan dengan mengadakan rapat terlebih Rapat dilakukan dengan para guru dan staf Maqdis. Dalam rapat akan diputuskan kegiatan atau program apa yang akan dilakukan, siapa yang akan melaksanakan, kapan dilaksanakan, dan di mana dilaksanakan. Rapat dilakukan satu kali dalam seminggu. Kalau ada suatu hal yang sangat penting untuk dibicarakan, akan lansung diadakan rapat secara dadakan. Program unggulan Maqdis yang eksis sampai saat ini dan merupakan program yang diprioritaskan adalah program pendidikan alquran yang terdiri atas tingkatan taAolif, tahsin, pemantapan, tahfiz, dan mahir. Ini merupakan hasil keputusan rapat oleh pimpinan pertama dengan para guru dan staf saat akan diluncurkan Maqdis pertama kali. Sampai saat ini, program tersebut semakin banyak yang berminat. Pimpinan selalu melakukan perencanaan dalam memaksimalkan program-program pendidikan alquran. Selain program unggulan atau program tetap, pimpinan Maqdis selalu melakukan perencanaan program alquran tambahan yang disesuaikan dengan momen-momen tertentu, seperti momen bulan Ramadhan. Hari Kartini. Hari Ibu. Valentine Day, dan lain-lain. Semuanya dikaitkan dengan alquran. Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam membentuk dan menetapkan suatu kegiatan atau program, pimpinan lembaga melakukan berbagai perencaan dalam menetapkan keputusan yang akan dilakukan melalui rapat setiap minggunya. Ini menunjukkan bahwa sebagai manajer suatu lembaga. Kepala Sekolah Maqdis telah melakukan fungsinya dalam manajemen Pimpinan Maqdis mengungkapkan bahwa saat mengarahkan para guru dan staf dalam menjalankan tugas perlu diperhatikan beberapa hal. Pertama, pada saat rapat dalam pembentukan tugas, masing-masing orang akan dijelaskan apa saja yang akan dilakukan dalam menjalankan tugasnya. Kedua, ada masing-masing Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. pengemban tugas, pada saat menjalankan tugasnya pimpinan akan melihat apakah tugas yang dijalankan sudah sesuai dengan yang telah dijelaskan dan ditetapkan. Ketiga, kalau tugas belum dilaksanakan sesuai dengan yang telah dijelaskan, pimpinan akan membimbing dan mengingatkan kembali. Sebagai pimpinan lembaga. Ustaz Muammar selalu melakukan pengawasan terhadap kinerja bawahannya, baik itu guru maupun stafnya. Pengawasan terhadap guru-guru dilakukan untuk mengetahui apakah mereka telah mengajar sesuai dengan program yang sudah ditetapkan atau tidak. Begitu juga dengan staf yang lain, apakah sudah menjalankan fungsinya masing-masing atau belum, baik itu bagian bendahara, bagian administrasi, bagian kurikulum, dan lain sebagainya Evaluasi dalam manajemen lembaga dilakukan pada saat rapat satu kali dalam seminggu. Setiap koordinator akan mempresentasikan hasil kerja yang sudah dilakukan. Dari hasil presentasi akan terlihat apa saja yang sudah dicapai dan apa saja kendala yang dihadapi dalam pelaksaan kerja. Wawancara Dengan Guru-Guru Ustaz Heri Kiswanto: langkah-langkah yang dilakukan pada kelas mahir adalah . membacakan ayat yang akan dihafal. penjelasan materi. mengulang bacaan. kalau masih banyak waktu akan ditambah dengan motivasi tentang alquran. Kelas mahir ini masuk dua hari pertemuan atau dua kali pertemuan dalam seminggu, satu kali pertemuan untuk menambah hafalan dan satunya lagi untuk mengulang hafalan. Ustaz Syahilal Panjaitan: mengajarkan alquran seperti pada tingkat taAlif langkah-langkahnya adalah: . pengenalan huruf hijaiyah. cara membaca huruf yang berangkai atau merangkai huruf. pengenalan Pada tingkat tahsin langkah-langkahnya adalah: . pengenalan sekaligus menjelaskan tentang macam-macam hukum tajwid. Mempraktekkan dan memperdalam pemahaman tentang hukum tajwid. begitu seterusnya sampai pada kelas pemantapan dan tahfiz. Ustaz Abdul Murod Siregar: langkah-langkah yang dilakukan dalam penerapan program alquran ini adalah: . guru membaca satu dua ayat kemudian murid mengikuti, dilakukan minimal tiga kali pengulangan. guru menjelaskan tentang hukum-hukum tajwid yang terdapat dalam ayat yang dibaca dan bagaimana cara membacanya. guru men-tadabbur ayat yang sudah dibaca. Ustaz Zaky: langkah-langkah yang dilakukan dalam penerapan program alquran ini adalah: . guru membaca satu dua ayat kemudian murid . guru menjelaskan tentang hukum-hukum tajwid yang terdapat dalam ayat yang dibaca dan bagaimana cara membacanya. Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. Ustaz Heri Kiswanto: sejauh ini, media pembelajaran yang digunakan adalah alquran, buku-buku yang berkaitan dengan ilmu tajwid, buku panduan dari lembaga untuk kelas mahir seperti Matan Jazary, dan sesekali menggunakan in focus. Wawancara dengan Ustaz Heri Kiswanto, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 16 Juni 2016. Ustaz Syahilal Panjaitan: media pembelajaran yang baru digunakan saat ini adalah papan tulis, buku panduan dari Maqdis, dan buku-buku yang berkaitan dengan ilmu tajwid. Wawancara dengan Ustaz Syahilal Panjaitan, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 15 Juni 2016. Ustaz Abdul Murod Siregar: media pembelajaran yang digunakan sampai saat ini adalah alquran, buku-buku yang berkaitan dengan ilmu tajwid, dan papan tulis. Wawancara dengan Ustaz Abdul Murod Siregar, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 14 Juni 2016. Ustaz Zaky: sampai saat ini media pembelajaran yang baru digunakan alquran, dan buku-buku yang berkaitan dengan ilmu tajwid. Wawancara dengan Ustaz Zaky, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 14 Juni 2016. Ustaz Heri Kiswanto: evaluasi dilakukan: . sekali dalam tiga bulan, yaitu evaluasi secara lisan. Evaluasi ini terkait dengan penguasaan materi dan hafalan alquran. evaluasi sekali dalam enam bulan adalah evaluasi secara tulisan. Wawancara dengan Ustaz Heri Kiswanto, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 16 Juni 2016. Ustaz Syahilal Panjaitan: evaluasi dilakukan langsung pada saat murid sedang membaca ayat alquran, ketika ada bacaan yang salah langsung ditegur dan dilakukan perbaikan. Wawancara dengan Ustaz Syahilal Panjaitan, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 15 Juni 2016. Ustaz Abdul Murod Siregar: dalam seminggu santri masuk dua kali, satu kali pertemuan untuk menambah hafalan dan materi, satu kali pertemuan lagi untuk menyetor dan mengulang hafalan. Jadi, dalam penyetoran hafalan ini akan dilakukan evaluasi secara langsung mengenai letak kekurangan dalam bacaan Al-QurAannya. Wawancara dengan Ustaz Abdul Murod Siregar, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 14 Juni 2016. Ustaz Zaky: evaluasi dilakukan langsung pada saat murid sedang membaca ayat alquran, ketika ada bacaan yang salah langsung ditegur dan dilakukan perbaikan. Wawancara dengan Ustaz Zaky, guru alquran Maqdis, dilakaukan pada 14 Juni 2016. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa belum ada cara mengevaluasi yang sudah baku atau ditetapkan secara serentak dan seragam dari lembaga dalam pembelajaran alquran, tetapi hanya diberi kepercayaan kepada setiap guru yang sudah ditunjuk sebagai penanggung jawab kelas masing-masing untuk mencatat dan mengambil keputusan bahwa santri telah mampu dan Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. menguasai materi dan siap untuk melanjutkan ke program selanjutnya sesuai dengan cara evaluasi yang dilakukan oleh masing-masing guru di dalam kelas. Ustaz Heri Kiswanto: untuk faktor penghambat tidak ada, sedangkan untuk faktor pendukung: . semangat santri yang umurnya sudah 40 tahun dan bahkan ada yang 50-an ke atas masih semangat. gaji yang memadai untuk hidup layak atau menyejahterakan. Wawancara dengan Ustaz Heri Kiswanto, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 16 Juni 2016. Ustaz Syahilal Panjaitan: kendala atau faktor penghambat dalam mengajar tidak ada. Wawancara dengan Ustaz Syahilal Panjaitan, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 15 Juni 2. Ustaz Abdul Murod Siregar: kendala atau faktor penghambat dalam mengajar tidak ada, sedangkan faktor pendukungnya adalah motivasi diri menjadi orang baik yang digambarkan hadis Nabi yaitu: Ausebaik-baik kamu adalah orang yang belajar alquran dan mengamalkannyaAy. Wawancara dengan Ustaz Abdul Murod Siregar, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 14 Juni 2016. Ustaz Zaky: kendala atau faktor penghambat dalam mengajar adalah perbedaan persepsi antara santri dan guru, seperti guru menginginkan penjelasan materi terlebih dahulu kemudian baru masuk ke surat yang akan dibaca, sementara santri menginginkan penjelasan materi di saat membaca ayat. Faktor pendukung dalam mengajarkan alquran adalah kemampuan bahasa yang dimiliki mampu membuat santri yang kurang paham dengan istilah tajwid menjadi paham dengan penguasaan bahasa yang bisa dipamahami santri. Wawancara dengan Ustaz Zaky, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 14 Juni 2016. Ustaz Heri Kiswanto: sarannya adalah tetap mengembangkan metodemotode yang sudah ada dengan metode-metode yang baru yang sudah pernah dipakai dalam pendidikan alquran di daerah ataupun negara lain dalam mengajarkan Al-QurAan. Wawancara dengan Ustaz Heri Kiswanto, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 16 Juni 2016. Ustaz Syahilal Panjaitan: sarannya adalah guru-guru alquran ditambah Wawancara dengan Ustaz Syahilal Panjaitan, guru Al-QurAan Maqdis, dilakukan pada 15 Juni 2016. Ustaz Abdul Murod Siregar: selalu mengembangkan ide-ide baru dalam meningkatkan kualitas sehingga dapat selalu dipercaya dan selalu mendapatkan dukungan dari masyarakat. Wawancara dengan Ustaz Abdul Murod Siregar, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 14 Juni 2016. Ustaz Zaky: saran untuk ke depannya adalah mengadakan sebuah evaluasi secara keseluruhan dan serentak pada semua kelas sehingga dapat secara langsung dikelompokkan bagi yang sudah menyelesaikan kelas taAlif. Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. tahsin, pemantapan, tahfiz, dan mahir, karena sejauh ini masih ada kelas yang bercampur pengetahuan alquran . ang seharusnya masih di kelas tahsin ternyata masuk di kelas pemantapa. Wawancara dengan Ustaz Zaky, guru alquran Maqdis, dilakukan pada 14 Juni 2016. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa sejauh ini secara umum pendidikan alquran yang diselenggarakan di Maqdis sudah terbilang Akan tetapi, dalam praktiknya, guru dalam kelas masih terdapat bagian-bagian yang harus ditambah dan diperbaiki untuk kedepannya, agar lembaga Maqdis menjadi lebih maksimal dan semakin menambah kepercayaan Hasil keseluruhan wawancara dengan pimpinan lembaga dan guru-guru alquran MaAhad alquran dan Dirosat Islamiyah dapat disimpulkan bahwa sebagai sebuah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan alquran telah menjalankan fungsi-fungsi manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemen yang terdapat dalam teori-teori manajemen, meskipun masih ada beberapa fungsi yang dalam pelaksanaannya belum maksima Dari lima puluh angket yang disebarkan kepada responden, yang kembali ke tangan peneliti sebanyak empat puluh delapan angket yang sudah diisi. Peneliti mengalami kegagalan dalam mengumpulkan dua angket lagi karena angket tersebut tidak diberikan langsung ke tangan responden, melainkan menitipkannya kepada ketua kelas responden tersebut. Berdasarkan dari jawaban responden atas angket yang telah diisi menunjukkan bahwa rata-rata santri dewasa dan lansia yang belajar di sana adalah berjenis kelamin perempuan. Untuk usia, mulai dari usia 20-an sampai 60-an. Yang berusia 20-an tercatat sebanyak 6 orang . ,8%), yang berusia 30-an tercatat sebanyak 5 orang . ,4%), yang berusia 40-an tercatat sebanyak 23 orang . ,5%), yang berusia 50-an tercatat sebanyak 12 orang . ,91%), dan yang berusia 60-an tercatat sebanyak 1 orang . %). Kebanyakan santri berasal dari Duri, seperti Kelurahan Balai Makam. Air Jamban. Balik Alam. Sebanga, dan yang paling dominan dari Kelurahan Pematang Pudu dan Kelurahan Duri Barat. Berdasarkan analisis peneliti terhadap hasil persentase angket menunjukkan bahwa manajemen pendidikan alquran yang dijalankan di Maqdis terbilang cukup maksimal . %). Semua ini tidak terlepas dari kualitas manajemen kelembagaan yang dilaksanakan oleh Maqdis. Efni Ramli Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Ae ISSN: 2087-9490 . 2597-940X . Vol. No. KESIMPULAN Dari Penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut. Pengurus memiliki pemahaman yang lumayan tinggi dalam melaksanakan pengelolaan pendidikan di Maqdis Duri. Semua tenaga pengajar dan karyawan mematuhi semua peraturan dan komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan perhatian yang maksimal kepada santri yang belajar di Maqdis Duri. Sarana dan prasarana terus mereka tingkatkan demi mewujudkan tujuan pembelajaran Maqdis Duri. Semua komponen dalam lembaga sudah memiliki komitmen dalam menjalankan program yang sudah direncanakan. SARAN Diharapkan agar pimpinan dan pengajar tetap menunaikan tugas sesuai dengan yang diatur dalam peraturan Maqdis. Diharapkan agar masyarakat yang ingin anak dan keluarganya memahami alquran dapat memilih tempat yang sesuai dengan kebutuhan anak. Diharapkan agar pemerintah daerah memperhatikan pengembangan lembaga pendidikan agama umumnya dan lembaga pendidikan alquran khususnya. DAFTAR PUSTAKA