Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Analisis Penerapan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Dalam Pembelajaran IPS Siswa Di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu Bela Ardila1*. Saepudin2. Ilham Gilang3 Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu *Email: ardilabella227@gmail. Received 07/08/2025 . Revised 08/08/2025 . Accepted 10/08/2025 . Published 12/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan karakter disiplin dan tanggung jawab dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu. Karakter disiplin dan tanggung jawab merupakan dua komponen utama dalam pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak dini guna membentuk kepribadian siswa yang tangguh dan berintegritas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 2 guru mata pelajaran IPS dan 10 siswa MTs Nur Rahma Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS di MTs Nur Rahma dirancang tidak hanya untuk mencapai tujuan kognitif, tetapi juga untuk membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab. Guru membina kedua karakter tersebut melalui pembiasaan, keteladanan, dan pemberian tugas yang menuntut keterlibatan aktif dan konsistensi siswa. Kendala yang dihadapi antara lain rendahnya kesadaran siswa, kurangnya dukungan orang tua, serta pengaruh lingkungan dan media sosial yang kurang kondusif. Faktor pendukung mencakup dukungan kepala sekolah, program pembiasaan sekolah yang terstruktur, dan komitmen guru. Disarankan adanya kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung, sehingga nilai disiplin dan tanggung jawab tertanam kuat di sekolah dan terbawa ke kehidupan sehari-hari siswa. Keywords: Pendidikan Karakter. Disiplin. Tanggung Jawab. IPS. MTs Nur Rahma Bengkulu Abstract This study aims to analyze the implementation of discipline and responsibility in Social Studies (IPS) learning at MTs Nur Rahma. Bengkulu City. Discipline and responsibility are two main components in character education that need to be instilled from an early age to shape students' strong and integrated personalities. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and The research subjects consisted of two Social Studies teachers and 10 students at MTs Nur Rahma. Bengkulu City. The results show that Social Studies learning at MTs Nur Rahma is designed not only to achieve cognitive goals, but also to shape discipline and responsibility. Teachers foster these two characters through habituation, role models, and assignments that require active involvement and consistency from Obstacles faced include low student awareness, lack of parental support, and the influence of a less conducive environment and social media. Supporting factors include the support of the principal, a structured school habituation program, and teacher commitment. It is recommended that there be collaboration between schools, teachers, parents, and the community to create a supportive educational ecosystem, so that the values of discipline and responsibility are firmly embedded in schools and carried over into students' daily lives. Keywords: Character Education. Discipline. Responsibility. Social Studies. MTs Nur Rahma Bengkulu PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecakapan hidup dan karakter yang Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Namun, dewasa ini berbagai masalah karakter siswa mulai muncul di lingkungan sekolah, seperti datang This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 132 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ terlambat (Sharma & Ankit, 2. , tidak mengenakan atribut lengkap, tidak mengerjakan tugas, serta membuat keributan di kelas. Kondisi ini menunjukkan bahwa degradasi moral dan karakter telah menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan Indonesia (Perkasa et al. Dalam menanggapi hal tersebut. Kementerian Pendidikan merancang program pendidikan karakter sebagai solusi. Selama ini, pendidikan terlalu fokus pada aspek kognitif dan mengabaikan dimensi afektif dan psikomotorik. Menurut Zuliani, degradasi moral dapat diperbaiki melalui pendidikan karakter yang kuat. Institusi Pendidikan baik formal maupun nonformal serta lingkungan keluarga dan masyarakat memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter yang baik kepada peserta didik (Zuliani et al. , 2. Pendidikan karakter bertujuan membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku siswa agar menjadi pribadi berakhlak mulia. Proses internalisasi karakter dapat dilakukan melalui pembelajaran di sekolah, salah satunya melalui mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). IPS merupakan mata pelajaran yang memiliki potensi besar dalam pembentukan karakter karena mengkaji aspek kehidupan sosial, geografi, sejarah, dan budaya. Pendidikan karakter tidak dapat muncul begitu saja, melainkan harus dibentuk melalui pembiasaan dan keteladanan dari guru. Tandana menyatakan bahwa pendidikan karakter membantu siswa menumbuhkan rasa percaya diri dan mental yang kuat, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat (Tandana et al. IPS sebagai mata pelajaran tidak hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga berfungsi membentuk siswa sebagai warga negara yang baik, mampu menyelesaikan masalah sosial, serta melestarikan budaya bangsa. Menurut Celin pembelajaran IPS dapat membentuk pribadi anak menjadi manusia yang baik dan bertanggung jawab. Oleh karena itu. IPS menjadi sarana yang relevan untuk mengembangkan karakter siswa, khususnya karakter disiplin dan tanggung jawab (Celin, 2. Disiplin, menurut Muttaqien, adalah sikap patuh terhadap IPS sebagai mata pelajaran tematik di sekolah menengah menjadi ruang yang strategis untuk mengintegrasikan nilai disiplin tersebut. Namun, kenyataannya banyak siswa masih belum memahami materi IPS secara utuh karena kurangnya minat dan strategi pembelajaran yang belum tepat . Disiplin juga berarti bahwa siswa harus mematuhi tata tertib sekolah, hadir tepat waktu, mengenakan seragam yang benar, dan menyelesaikan tugas dengan baik. Hal ini menandakan bahwa karakter tidak muncul secara alamiah, tetapi melalui proses pembiasaan dan penguatan nilai-nilai (Muttaqien, 2022. Nur dkk. , 2. Dalam perspektif Islam, pendidikan karakter sangat relevan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Al-Baihaqi: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak". Oleh karena itu, pembentukan karakter dalam pendidikan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga spiritual. Kepribadian seseorang ditentukan oleh sikap dan perilaku yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Karakter tanggung jawab juga menjadi nilai penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Tanggung jawab adalah kesadaran seseorang untuk menunaikan tugas dengan baik serta siap menanggung Dalam pembelajaran IPS, karakter ini ditunjukkan melalui kesadaran siswa untuk mengerjakan tugas, mengikuti kegiatan belajar, dan menjaga lingkungan belajar. Pembentukan karakter ini tidak lepas dari peran guru, keluarga, dan masyarakat (Muttaqien. Munadi dkk. ,2. Namun, implementasi karakter disiplin dan tanggung jawab di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu tidak lepas dari berbagai kendala. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPS (W, 5 Mei 2. dan observasi di kelas Vi pada tanggal 7Ae10 Mei 2025, kendala yang muncul meliputi rendahnya kesadaran siswa, kurangnya dukungan orang tua, serta pengaruh This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 133 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ lingkungan sosial yang tidak mendukung. Guru juga menghadapi tantangan karena latar belakang siswa yang beragam dan perbedaan motivasi belajar. Hasil observasi menunjukkan bahwa sekolah telah menjalankan program penanaman karakter melalui disiplin berpakaian, ketepatan waktu hadir di sekolah, serta tanggung jawab mengerjakan tugas. Namun, dokumentasi kegiatan pembelajaran dan catatan pelanggaran menunjukkan masih ada siswa yang belum konsisten menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. MTs Nur Rahma yang terletak di Kecamatan Kampung Melayu. Kota Bengkulu, merupakan lembaga pendidikan Islam dengan visi membentuk siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Pendidikan karakter diterapkan melalui mata pelajaran IPS dengan pendekatan keteladanan, pembiasaan, serta penegakan aturan yang Menurut Amin, karakter disiplin mendorong siswa untuk mematuhi aturan dan konsisten dalam belajar, sedangkan karakter tanggung jawab membentuk kesadaran terhadap peran dan kewajiban mereka (Amin, 2. Penelitian ini terletak pada fokus analisis yang mengintegrasikan penanaman karakter disiplin dan tanggung jawab melalui pembelajaran IPS berbasis keteladanan dan pembiasaan di sekolah Islam. Sebagian penelitian sebelumnya membahas pendidikan karakter secara umum, sedangkan penelitian ini menekankan pada implementasi nilai karakter dalam konteks lokal MTs Nur Rahma dengan mengacu pada kondisi sosial, budaya, dan religius setempat (Resa Ayu Aisyah et al. , 2. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian mengenai AuAnalisis Penerapan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran IPS Siswa di MTs Nur Rahma Kota BengkuluAy sangat penting dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sejauh mana karakter disiplin dan tanggung jawab ditanamkan dalam pembelajaran IPS, kendala yang dihadapi, serta solusi yang dapat dikembangkan dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa secara efektif dan berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu memberikan gambaran mendalam dan menyeluruh mengenai penerapan karakter disiplin dan tanggung jawab dalam pembelajaran IPS. Menurut Rakmaniar, metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Dalam hal ini, peneliti berperan langsung dalam proses pengumpulan dan analisis data di lapangan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap gejala sosial yang sedang dikaji (Rakhmaniar, 2. Penelitian ini berfokus pada kondisi nyata yang terjadi di lingkungan sekolah, khususnya dalam proses pembelajaran IPS di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu. Pendekatan kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggambarkan fenomena sebagaimana adanya, tanpa manipulasi variabel atau eksperimen. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh makna yang mendalam dari informasi yang diperoleh. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang guru mata pelajaran IPS dan 10 orang peserta didik kelas Vi di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive, yaitu berdasarkan pertimbangan bahwa mereka merupakan pihak yang terlibat langsung dalam pembelajaran IPS serta berperan penting dalam penerapan karakter disiplin dan tanggung jawab. Guru IPS dipilih karena memiliki pengalaman dalam menyampaikan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 134 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ materi yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter, sedangkan siswa dipilih karena mereka merupakan penerima langsung dari proses pendidikan karakter tersebut. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang berperan sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data, penganalisis, dan penarik kesimpulan. Instrumen bantu yang digunakan meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan format Observasi dilakukan secara langsung pada kegiatan pembelajaran untuk mengamati perilaku siswa dan strategi guru dalam menanamkan nilai karakter. Indikator karakter disiplin yang diamati mencakup ketepatan waktu hadir di sekolah, ketaatan terhadap tata tertib, kerapian berpakaian, serta kepatuhan mengikuti instruksi guru. Indikator karakter tanggung jawab meliputi keseriusan mengerjakan tugas, pengembalian tugas tepat waktu, keaktifan dalam diskusi, serta kepedulian terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan kelas. Wawancara dilakukan kepada 2 guru mata pelajaran IPS dan 10 siswa kelas Vi untuk menggali pandangan mereka terkait pelaksanaan pendidikan karakter. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tertulis seperti jadwal pelajaran, tata tertib sekolah, daftar hadir, catatan pelanggaran, serta hasil tugas siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung di kelas untuk melihat interaksi antara guru dan siswa selama pembelajaran IPS berlangsung. Dalam observasi ini, peneliti mencatat segala aktivitas yang mencerminkan penerapan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan guru IPS dan beberapa siswa untuk memahami pandangan mereka mengenai pentingnya pendidikan karakter serta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh dari observasi dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan cara memilih dan menyederhanakan data yang relevan dengan fokus penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk naratif atau tabel yang membantu peneliti memahami struktur informasi secara utuh. Langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi, yaitu menentukan makna dari data yang telah dianalisis secara sistematis. Analisis dilakukan secara terus-menerus sejak awal hingga akhir penelitian agar diperoleh hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data dari observasi, wawancara, dan Sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan menggunakan berbagai metode pengumpulan data untuk mengukur aspek yang sama. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan memiliki validitas internal yang kuat dan mencerminkan realitas objektif yang terjadi di lapangan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025, tepatnya di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu yang beralamat di Kecamatan Kampung Melayu. Sekolah ini dipilih karena memiliki program pendidikan karakter yang cukup baik dan memiliki komitmen dalam membentuk siswa yang disiplin dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, lokasi ini dianggap representatif untuk menjawab pertanyaan penelitian dan mencapai tujuan penelitian yang telah dirumuskan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum MTs Nur Rahma Kota Bengkulu MTs Nur Rahma merupakan salah satu lembaga pendidikan swasta yang berlokasi di Kota Bengkulu, berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Sekolah This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 135 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ ini memiliki visi untuk mencetak generasi Islami yang cerdas, terampil, dan berakhlak mulia. Secara administratif. MTs Nur Rahma memiliki struktur organisasi yang terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala, guru mata pelajaran, dan tenaga kependidikan lainnya. Dalam proses pembelajaran. MTs Nur Rahma menerapkan Kurikulum 2013 dengan pendekatan tematik integratif yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter, termasuk disiplin dan tanggung jawab, ke dalam setiap mata pelajaran, termasuk Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Hasil Observasi Hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan nilai karakter disiplin dan tanggung jawab dalam pembelajaran IPS di MTs Nur Rahma telah berjalan dengan baik namun belum Disiplin siswa terlihat dari kehadiran mereka yang relatif tinggi dan ketepatan waktu dalam mengerjakan tugas-tugas. Guru IPS secara konsisten mengingatkan siswa untuk mematuhi tata tertib sekolah dan bersikap tertib selama proses pembelajaran berlangsung. Namun demikian, penerapan karakter tanggung jawab masih menghadapi kendala. Beberapa siswa belum menunjukkan konsistensi dalam menyelesaikan tugas individu maupun kelompok. Dalam kegiatan diskusi, ditemukan bahwa hanya sebagian siswa yang aktif berpartisipasi, sedangkan yang lainnya cenderung pasif dan menyerahkan tanggung jawab kepada teman satu kelompok. Hasil Wawancara Wawancara dengan Guru IPS Guru IPS menyampaikan bahwa strategi yang digunakan untuk menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab meliputi penegakan aturan, pemberian sanksi edukatif, dan pendekatan dialogis. Guru juga mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam materi pelajaran dengan memberikan contoh-contoh nyata dalam kehidupan sosial. Wawancara dengan Kepala Sekolah: Kepala sekolah menekankan pentingnya kerja sama antara guru, orang tua, dan lingkungan sekolah dalam membentuk karakter siswa. Pihak sekolah telah membuat program pembiasaan seperti salat berjamaah, piket kelas, dan kegiatan sosial yang bertujuan menanamkan tanggung jawab dan kedisiplinan siswa. Wawancara dengan Siswa: Dari wawancara dengan beberapa siswa, diperoleh informasi bahwa sebagian besar siswa menyadari pentingnya bersikap disiplin dan bertanggung jawab. Namun, mereka juga mengakui bahwa terkadang mengalami kesulitan mempertahankan sikap tersebut, terutama saat pembelajaran daring atau ketika guru tidak mengawasi secara Hasil Dokumentasi Dokumen yang diperoleh, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), jadwal kegiatan pembiasaan, serta hasil evaluasi harian siswa, menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter telah dimasukkan ke dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Di dalam RPP, indikator sikap yang tercantum antara lain Aumenunjukkan sikap tanggung jawab dalam diskusi kelompokAy yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif, kontribusi ide, dan penyelesaian tugas kelompok sesuai peran yang diberikan, serta Audatang tepat waktu ke kelasAy yang terlihat dari kehadiran siswa sebelum kegiatan belajar dimulai dan kesiapan mengikuti pelajaran tanpa keterlambatan. Selain itu, dokumentasi kegiatan harian sekolah memperlihatkan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 136 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ adanya agenda pembentukan karakter seperti program literasi pagi, kultum setelah salat, dan penilaian sikap harian yang dilakukan oleh guru. Analisis Data Berdasarkan hasil triangulasi data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa: Penerapan karakter disiplin dalam pembelajaran IPS di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu cukup efektif melalui pembiasaan, pemberian contoh, dan penguatan dari guru. Hal ini sejalan dengan pendapat Primanto yang menegaskan bahwa pembiasaan dan keteladanan merupakan strategi utama dalam pendidikan karakter. Namun, dibutuhkan konsistensi dan pengawasan berkelanjutan agar siswa lebih bertanggung jawab terhadap aturan dan tugas yang diberikan (Primanto & Puspitasari, 2023. Rahma dkk, 2. Karakter tanggung jawab masih mengalami hambatan karena belum semua siswa memiliki motivasi internal yang kuat. Motivasi belajar yang rendah akan menghambat internalisasi nilai karakter. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pedagogis yang lebih kontekstual, seperti penugasan berbasis proyek . roject-based learnin. dan refleksi diri siswa, sebagaimana direkomendasikan oleh Thomas . dalam pengembangan keterampilan abad 21 (Primanto & Puspitasari, 2023. Rahma dkk, 2. Keberhasilan penerapan nilai karakter sangat dipengaruhi oleh keteladanan guru, dukungan manajemen sekolah, dan partisipasi orang tua dalam mendampingi siswa di Penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi sekolah, guru, dan orang tua berperan signifikan dalam keberhasilan pendidikan karakter, karena lingkungan belajar yang konsisten akan memperkuat internalisasi nilai disiplin dan tanggung jawab pada siswa. (Primanto & Puspitasari, 2023. Ramdan & Fauziah, 2. Proses pembelajaran IPS di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu telah menjadi media strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter, khususnya disiplin dan tanggung jawab, kepada peserta didik. Guru IPS secara sadar menyisipkan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan belajar mengajar sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Sebelum memulai pelajaran, guru membiasakan siswa untuk hadir tepat waktu, membawa perlengkapan belajar, dan menunjukkan sikap tertib di kelas. Disiplin tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga sebagai kebiasaan positif yang terus dipraktikkan dalam aktivitas belajar sehari-hari. Sementara itu, tanggung jawab dikembangkan melalui berbagai tugas yang menuntut kemandirian, baik dalam bentuk kerja individu maupun kelompok. Guru memberikan kepercayaan kepada siswa untuk mengelola peran masing-masing dalam diskusi atau proyek pembelajaran, serta membimbing mereka untuk menyadari konsekuensi dari setiap tindakan mereka. Dalam pembelajaran IPS, materi seperti norma sosial, struktur masyarakat, dan hak serta kewajiban warga negara sangat relevan dijadikan sebagai sarana untuk membentuk pemahaman siswa tentang pentingnya Keberhasilan proses ini juga ditunjang oleh pendekatan pembelajaran aktif yang melibatkan siswa secara langsung dalam proses berpikir, berdiskusi, dan bertindak secara bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Meskipun pelaksanaan pendidikan karakter disiplin dan tanggung jawab dalam pembelajaran IPS di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu telah dirancang secara sistematis, praktik di lapangan menunjukkan adanya berbagai kendala yang menghambat pencapaiannya secara Salah satu kendala utama adalah rendahnya kesadaran sebagian siswa terhadap pentingnya nilai disiplin dan tanggung jawab. Sebagaimana dikemukakan oleh Zuiani keberhasilan pendidikan karakter sangat bergantung pada internalisasi nilai oleh siswa, bukan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 137 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ sekadar kepatuhan formal. Banyak siswa masih menjalankan kewajiban belajar sebatas formalitas, tanpa pemahaman mendalam akan makna disiplin maupun tanggung jawab, yang terlihat dari keterlambatan hadir di kelas, keterlambatan mengumpulkan tugas, dan minimnya partisipasi diskusi (Zuliani et al. , 2. Selain itu, pengaruh media sosial dan penggunaan gawai berlebihan menjadi hambatan signifikan. Penelitian Ritonga menunjukkan bahwa distraksi digital dapat menurunkan fokus belajar siswa, sehingga mengganggu pembentukan kebiasaan positif. Kurangnya keterlibatan orang tua dalam membina karakter anak di rumah juga memperlemah kesinambungan pendidikan karakter di sekolah, bahwa pendidikan karakter memerlukan dukungan keluarga agar efektif (Ritonga, 2. Di sisi lain, faktor pendukung utama pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Nur Rahma adalah komitmen guru dalam menanamkan nilai secara konsisten, didukung program sekolah berbasis religius dan pembiasaan disiplin harian seperti salat berjamaah, piket kelas, dan literasi pagi. Hal ini relevan dengan temuan Tarmizi yang menyatakan bahwa pembiasaan positif yang dilakukan berulang akan membentuk perilaku permanen pada siswa. Komunikasi yang baik antara guru dan siswa juga menjadi penguat relasi edukatif, memungkinkan pendekatan persuasif dan dialogis yang efektif dalam penanaman nilai (Nurjanah, 2. Faktor penghambat lainnya adalah latar belakang keluarga siswa yang beragam, di mana sebagian kurang memperhatikan pendidikan karakter, sehingga guru perlu bekerja ekstra dalam membentuk sikap positif. Kurangnya pelatihan guru terkait pembelajaran berbasis karakter juga menjadi kendala, sebagaimana dinyatakan oleh Amin . bahwa kompetensi pedagogis guru dalam mengintegrasikan nilai ke dalam pembelajaran masih belum merata. Selain itu, keterbatasan media dan sumber belajar yang relevan turut membatasi inovasi pembelajaran karakter. Untuk mengatasi hambatan tersebut, beberapa solusi strategis dapat dilakukan. Pertama, penguatan kapasitas guru melalui pelatihan rutin terkait pembelajaran berbasis karakter, evaluasi afektif, dan manajemen kelas. Kedua, integrasi nilai karakter dalam setiap RPP sehingga tidak bersifat insidental, melainkan menjadi bagian integral proses belajar. Ketiga, pelibatan aktif orang tua melalui kegiatan parenting dan komunikasi intensif dengan wali kelas, sejalan dengan rekomendasi Celin . 2 bahwa sinergi rumah dan sekolah adalah kunci keberhasilan pendidikan karakter. Keempat, penerapan sistem reward and punishment yang edukatif untuk memotivasi siswa. Kelima, pemanfaatan media digital secara positif, misalnya melalui konten inspiratif, kuis daring, atau refleksi online yang membantu siswa melakukan penilaian diri . elf-assessmen. Dengan langkah-langkah tersebut, pendidikan karakter di MTs Nur Rahma diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tercermin dalam perilaku nyata siswa di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, penerapan karakter disiplin dan tanggung jawab dalam pembelajaran IPS di MTs Nur Rahma Kota Bengkulu telah dirancang untuk mencapai tujuan akademik sekaligus membentuk karakter siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dan teladan melalui pembiasaan ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, penyelesaian tugas secara tertib, serta penugasan individu dan kelompok. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran siswa, minimnya dukungan orang tua, perbedaan latar belakang keluarga, keterbatasan waktu guru, dan kurangnya pelatihan karakter. Faktor pendukung meliputi aturan sekolah yang konsisten, dukungan kepala madrasah, dan lingkungan belajar yang Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui integrasi nilai karakter dalam kurikulum. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 138 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ pelatihan guru, peningkatan komunikasi dengan orang tua, dan pelibatan masyarakat, sehingga nilai disiplin dan tanggung jawab dapat tertanam secara berkelanjutan di sekolah maupun kehidupan sehari-hari siswa. DAFTAR PUSTAKA