Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Penelitian di KKG PAI Kecamatan Cilawu Kabupaten Garu. Cecep Abdurojak1. Jusman Iskandar2. Hilda Ainissyifa3 Program Magister Manajemen Pendidikan Islam. Universitas Garut Program Magister Ilmu Administrasi Negara. Universitas Garut 1, 3 24092117036@uniga. iskandar@uniga. Hilda. ainisyifa@ uniga. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam terhadap Kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik survey. Lokasi penelitian di KKG PAI Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut dengan jumlah responden sebanyak 73 Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Artikel ini berkesimpulan bahwa capaian hasil belajar siswa dapat terwujud dengan melaksanakan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam dan Kinerja pembelajaran guru yang optimal. Kata Kunci: Pelaksanaana Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam. Kinerja Pembelajaran Guru. Capaian Hasil Belajar Siswa. Pendahuluan Konsep pengembangan profesionalisme guru melalui KKG/ MGMP berorientasi pada proses. Artinya penahapan proses menuju guru professional mendapat penekanan penuh. Guru dipandang sebagai individu yang dapat berkembang di dalam diri para guru tersebut. Proses internal dalam diri guru akan tumbuh jika guru masuk dalam jangkauan informasi dalam jumlah mencukupi dan terus menerus. Embrio kemauan berkembang ini akan menghantarkan guru untuk mencari teman seprofesinya atau kelompok seprofesinya guna sharing dan berdiskusi. Organisasi menurut Iskandar . 7: . sekumpulan orang-orang yang saling berinteraksi dalam suatu struktur formal tertentu melalui suatu pembagian tugas pekerjaan yang jelas dengan tujuan untuk mencapai keseimbangan antara tujuan-tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun dalam organisasi terdapat pula kehidupan kelompok informal, yaitu jaringan hubungan sosial dan interaksi sosial diantara anggota-anggota organisasi yang tidak berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok organisasi dan pola-pola hubungan yang terjadi bersifat informal Abdurojak, et. Khazanah Akademia Vol. No. tersebut sangat dekat dan kuat. Keanggotaan kelompok informal ini bisa terjadi dalam suatu unit kerja organisasi atau juga dapat terjadi pengelompokan berdasarkan lintas unit kerja organisasi. Kelompok (Iskandar, 2017: . adalah sekumpulan manusia yang berinteraksi bertatap muka, dimana masing-masing menyadari keanggotaannya, menyadari keanggotaan anggota lain dan masing-masing memperoleh kepuasan dari partisipasinya di dalam aktivitas-aktivitas kelompok. Jadi inti dari kelomok adalah adanya interaksi pada sekumpulan orang, adanya hubungan timbal balik antara dua orang atau lebih. Dalam keputusan kepala kantor kementerian agama kabupaten garut nomor 069 tahun 2017 tentang pembentukan pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD kabupaten Garut, tugas pengurus kelompok kerja guru mata pelajaran pendidikan agama Islam (KKG PAI) SD kabupaten garut adalah . membantu kasi PAIS dalam pembinaan GPAI, . mengkordinasi kegiatan KKG PAI SD tingkat kabupaten, . mempersiapkan berbagai program tahunan dan semesteran, . menyebarluaskan hasil workshop yang diadakan bidang PAIS kanwil kemenag/ dinas pendidikan provinsi/ LPMP kepada KKG PAI SD di wilayah kabupaten Garut, . menampung saran dan pendapat dari KKG PAI SD di wilayah kabupaten Garut, . melaporkan kepada kepala kantor kementerian agama kabupaten Garut melalui kasi PAIS dengan tembusan kepala dinas pendidikan kabupaten Garut tentang pelaksanaan program baik yang telah, sedang dan yang akan dilaksanakan. Dalam tugas pengurus KKG PAI SD di atas diharapkan dapat meningkatkan kinerja pembelajaran guru PAI khususnya di kecamatan Cilawu. Menurut Rusman . 2: . kinerja merupakan suatu wujud perilaku seseorang atau organisasi dengan orientasi prestasi. Kinerja merupakan suatu konsep yang bersifat universal yang merupakan efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawannya berdasarkan standard dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumya. Setiap organisasi mempunyai standar tersendiri sesuai dengan objek kerja yang dilakukan. Kinerja pembelajaran guru lebih menekankan pada capaian hasil belajar siswa. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses pembinaan dan pelatihan manusia sebagai peserta didik. Pembinaan ini diarahkan terhadap olah pikir, olah rasa, dan olah jiwa. Dengan pembinaan olah pikir, manusia terbina kecerdasan intelegensinya, dengan olah rasa manusia menjadi tercerdaskan emosinya, dan dengan olah jiwa secara spiritual manusia menjadi makhluk yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt sehingga sempurnalah tujuan pendidikan yang berupaya mewujudkan manusia yang paripurna. Capaian hasi belajar siswa yang biasa disebut dengan evaluasi hasil belajar siswa merupakan proses mencari penilaian sejauh mana kinerja pembelajaran guru. Seperti yang dikatkan Daryanto . 3: . evaluasi hasil belajar merupakan suatu proses untuk mengumpulkan informasi, mengadakan pertimbangan mengenai informasi tersebut, serta mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang telah dilakukan. Pelaksanaan kebijakan KKG PAI kecamatan Cilawu mempunyai manfaat yang sangat signifikan, yaitu sebagai acuan untuk pelaksanaan program kegiatan sekolah, sehingga program tersebut menjadi lebih terarah dan tersusun dengan rapi. Dengan demikian tujuan program tersebut memiliki peluang besar untuk tercapai. Pelaksanaan kebijakan KKG PAI kecamatan Cilawu dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kebijakan pemerintah. Sehingga setiap ada kebijakan dari pemerintah, pengurus akan cepat mengetahuinya dan KKG akan segera mengeluarkan kebijakan terkait kebijakan dari Abdurojak, et. Khazanah Akademia Vol. No. pemerintah tersebut. Dengan demikian Guru PAI kecamatan Cilawu tidak ketinggalan informasi dan dapat melaksanakan kebijakan dengan tujuan dapat mencapai kemajuan sekolah yang lebih Namun, pelaksanaan kebijakan KKG PAI kecamatan Cilawu masih terdapat kendala. Diantaranya yaitu kurangnya sosialisasi dan pemahaman tentang pelaksanaan kebijakan tersebut, sehingga dalam pelaksanaannya, kebijakan tersebut kurang optimal. Dari uraian di atas maka peneliti menduga dari berbagai fakta terdapat hubungan kausal efektual yang perlu diteliti lebih lanjut dengan penelitian ilmiah. Berkenaan dengan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang penelitian AuPengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar SiswaAy penelitian di KKG PAI kecamatan Cilawu Ae Garut. Metodologi Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik survey yang bertujuan untuk menggali hubungan antar variabel. Penelitian deskriptif mempunyai hubungan dengan pemaparan suatu fenomena atau hubungan antara dua fenomena atau lebih (Iskandar. Metode Penelitian Administrasi, 2. Teknik survey yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu metode penelitian dengan mengambil sejumlah sampel yang dianggap representatif untuk mewakili populasi dari fakta- fakta dan fenomena- fenomena variabel penelitian dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data pokok untuk mengkaji gejala atau fenomena yang diamati (Iskandar. Metoda Penelitian Sosial, 2. Untuk melihat kondisi objektif dari objek penelitian, peneliti menetapkan operasionalisasi variabel penelitian, yang disusun guna memudahkan langkah-langkah dalam menjaring dan mengumpulkan data yang diperoleh dari responden sesuai dengan teori-teori, konsep-konsep, proposisi-proposisi, dan asumsi-asumsi dari variabel-variabel penelitian penelitian yang Adapun operasionalisasi variabel penelitian disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Tabel Operasionalisasi Variabel-Variabel Penelitian Variabel Variabel X Pelaksanaan Kebijakan Kurikulum Nasional Mata Pelajaran PAI (Eward i, dalam Aliffudin, 2. Dimensi Komunikasi Sumber Daya Disposisi . Struktur birokrasi Indikator Tujuan dan nilai komunikasi Keterampilan berkomunikasi Manusia Fasilitas Keuangan Kognisi Afeksi Fungsi organisasi Komposisi Hirarki Peraturan-peraturan Abdurojak, et. Khazanah Akademia Vol. No. Variabel Variabel Y Kinerja Pembelajaran Guru (Supardi, 2. Dimensi Indikator Menyusun rencana a. Memahami Tujuan Pembelajaran Membuat Tujuan Pembelajaran Mengenali Subjek dan isi setiap materi Melaksanakan Kegiatan pendahuluan Kegiatan inti Kegiatan penutupan Melaksanakan penilaian a. Melaksanakan penilaian hasil belajar Mengolah hasil penilaian Melaporkan hasil penilaian Melaksanakan program a. Memberikan tugas tambahan Memberikan bahan bacaan Melaksanakan program a. Memberikan Penyederhanaan Variabel Z Kognitif Capaian Hasil Pemahaman Belajar Siswa Penerapan (Muhibin Syah. Analisis Sintesis Evaluasi Afektif Penerimaan Pemberian tanggapa Penghargaan Pengorganisasian Psikomotorik Keterampilan bergerak dan Kecakapan ekspresi verbal dan non-verbal Responden pada penelitian kali ini adalah anggota KKG PAI Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut, dengan jumlah populasi sebanyak 73 orang. Pembahasan ini dilakukan dengan berdasar atas pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam sebagai upaya mengoptimalkan Kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Untuk menggali lebih dalam pembahasan penelitian, maka peneliti melakukan uji silang antara hasil penelitian dengan hasil observasi, wawancara, dan studi literatur sebagaimana yang direkomendasikan oleh (Ramdhani & Ramdhani, 2. , dan (Ramdhani. Ramdhani, & Amin. Abdurojak, et. Khazanah Akademia Vol. No. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian kali ini bertujuan untuk menguji fakta empiris tentang pengaruh pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam terhadap Kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Selanjutnya untuk memudahkan analisis, maka dilakukan pemodelan terhadap fokus penelitian dalam bentuk paradigma penelitian. Model merupakan penyederhanaan dari dunia nyata yang dapat memperlihatkan relasi antar variabel (Amin & Ramdhani, 2. Secara skematis hubungan causal effectual variabel variabel dalam paradigma penelitian kali ini dapat digambarkan pada Gambar 1. Gambar 1. Paradigma Penelitian Hasil penelitian menyajikan hasil analisis statistika disajikan pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Analisa Statistika untuk Pengujian Hipotesis Penelitian Hipotesis Utama Koefisien Jalur Pengaruh kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam (X) terhadap Kinerja pembelajaran guru (Y) dalam 0,2411 mewujudkan capaian hasil belajar siswa (Z) Koefisien Sub Hipotesis Jalur Pengaruh kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam (X) 0,6998 terhadap Kinerja pembelajaran guru (Y) Pengaruh kebijakan kelompok kerja guru pendidikan agama Islam (X) -0,1812 terhadap capaian hasil belajar siswa (Z) Pengaruh Kinerja (Y) 0,3302 mewujudkan capaian hasil belajar siswa (Z) Fhitung 2,0788 Thitung Ftabel 1,9949 Ttabel Determina 0,0581 Determina Makna Hubungan Makna Hubungan 8,2553 1,9949 0, 4898 -1,1076 1,9949 0,0672 Tidak signifikan 2,7675 1,9949 0,0672 Pembahasan Fenomena masalah mengenai capaian hasil belajar siswa berdasarkan pengamatan peneliti memiliki keterkaitan dengan beberapa faktor, diantaranya pelaksanaan kebijakan kelompok kerja guru dan kinerja pembelajaran guru yang optimal. Hasil belajar seringkali digunakan sebagai Abdurojak, et. Khazanah Akademia Vol. No. ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang sudah diajarkan. Untuk mengaktualisasikan hasil belajar tersebut diperlukan serangkaian pengukuran menggunakan alat evaluasi yang baik dan memenuhi syarat. Pengukuran demikian dimungkinkan karena pengukuran merupakan kegiatan ilmiah yang dapat diterapkan pada berbagai bidang termasuk Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa capaian hasil belajar siswa merupakan cerminan untuk melihat kembali apakah tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan apakah proses belajar mengajar telah berlangsung efektif untuk memperoleh hasil belajar. Hasil belajar merupakan realisasi tercapainya tujuan pendidikan, sehingga hasil belajar yang diukur sangat tergantung kepada tujuan pendidikannya. 1 Pengujian Hipotesis Utama Pengaruh Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (X) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru (Y) Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa (Z) Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien jalur sebesar 0,2411. Untuk mengetahui lebih lanjut pengaruh variabel pelaksanaan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa di KKG PAI kecamatan Cilawu, maka dilakukan pengujian yaitu menguji koefisien jalur dengan mencari dan membandingkan nilai t hitung dengan ttabel. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai t hitung sebesar 2,0788 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,9949. Dari nilai tersebut dapat ditarik kesimpulan statistik bahwa H 0 ditolak, artinya terdapat pengaruh variabel pelaksanaan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Signifikansi nilai hasil pengujian di atas, didukung pula oleh nilai koefisien determinasi R 2 sebesar 0,0581 yang juga menunjukkan besarnya kontribusi variabel pelaksanaan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap kinerja pembelajaran guru dalam mewujudkan capaian hasil belajar siswa sebesar 5,81 %. Nilai signifikasi yang rendah ini disebabkan pada pengujian hipotesis, ada beberapa dimensi dalam variabel pelaksanaan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang belum terealisasikan dan dilaksanakan secara optimal. Pada variabel pelaksanaan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dimana berdasarkan hasil observasi dan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan penulis, didapatkan persentase terendah pada dimensi komunikasi, yaitu KKG PAI kec. Cilawu belum mempunyai sistem sosial dan budaya yang baik. Selain itu juga, didapatkan persentase terendah pada dimensi sumber daya, yaitu KKG PAI kec. Cilawu belum mempunyai sumber daya manusia yang memiliki sikap tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Selain itu pada dimensi disposisi dan sikap didapatkan persentase terendah yaitu Pengurus dan anggota KKG kec. Cilawu belum mempunyai keterampilan dalam mengatur Selain itu juga, didapatkan persentase terendah pada dimensi struktur birokrasi, yaitu KKG PAI kec. Cilawu belum mempunyai wewenang dalam mengabil keputusan kegiatan. Pada variabel kinerja guru, dimana berdasarkan hasil observasi dan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan penulis, didapatkan persentase terendah pada dimensi menyusun program remidial yaitu AuGuru memberikan tugas kepada siswa pada materi yang masih belum memenuhi ketuntasanAy. Hal ini disebabkan pelaksanaan kebijakan KKG PAI kurang optimal. Sehingga pada akhirnya dengan kurang optimalnya pelaksanaan dimensi-dimensi tersebut, secara otomatis Abdurojak, et. Khazanah Akademia Vol. No. mengurangi besar pengaruh dari variabel pelaksanaan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Sedangkan sisanya sebesar 0,9419 atau sebesar 94,19 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini yang diduga mempengaruhi kinerja guru dan capaian hasil belajar Faktor lain di luar penelitian yang diduga mempengaruhi kinerja pembelajaran guru dan capaian belajar siswa antara lain motivasi mengajar guru, dukungan sarana, iklim organisasi dan kepemimpinan kepala sekolah. 2 Pengujian Sub Hipotesis Pengaruh Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (X) Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru (Y) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai koefisien jalur (P YX) sebesar 0,6998. Untuk mengetahui lebih lanjut pengaruh variabel pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap kinerja pembelajaran guru, maka dilakukan pengujian yaitu dengan mencari dan melihat perbandingan antara nilai t hitung dan ttabel. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai thitung 8,2553 dan nilai ttabel yaitu sebesar 1,995. Dari nilai tersebut diperoleh keputusan H0 ditolak, karena thitung = 8,2553 > ttabel = 1,9949 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terhadap kinerja pembelajaran Adapun besar pengaruh pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap kinerja pembelajaran guru adalah sebesar 48,98 % sedangkan sisanya sebesar 52,02 % . dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan ke dalam model. Hasil pengujian di atas menguatkan dugaan bahwa penggunaan dimensi struktur birokrasi dapat menentukan kualitas kinerja pembelajaran guru. Dari hasil pengamatan di lapangan, diketahui bahwa komunikasi, sumber daya dan dan sikap pada pelaksanaan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilakukan oleh KKG PAI berimbas pada baiknya kinerja pembelajaran guru dan menentukan kualitas kinerja pembelajaran guru. Dengan demikian, kondisi ini menunjukkan bahwa pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja pembelajaran guru. Sebagaimana hukum sebab akibat, semakin baik pelaksanaan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dilakukan, maka akan semakin baik pula kinerja pembelajaran guru dalam proses pembelajaran dan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seorang guru di lembaga pendidikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. 3 Pengujian Sub Hipotesis Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (X) Terhadap Capaian Hasil Belajar Siswa (Z) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai koefisien jalur (P ZX) sebesar -0,1812. Untuk mengetahui lebih lanjut pengaruh variabel pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap Capaian Hasil Belajar Siswa, maka dilakukan pengujian yaitu dengan mencari dan melihat perbandingan antara nilai t hitung dan ttabel. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai thitung = -1,1076 dan nilai ttabel yaitu sebesar 1,9949. Dari nilai tersebut diperoleh keputusan H0 diterima, karena thitung = -1,1076 > ttabel = 1,9949 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Abdurojak, et. Khazanah Akademia Vol. No. Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa. Hal ini terjadi karena ada beberapa dimensi dalam variabel pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang belum terealisasi secara optimal. Pada variabel pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan hasil observasi dan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan peneliti, didapatkan beberapa persentase terendah pada dimensi struktur birokrasi pada butir item 23, dengan persentase 75,89 % yaitu AuKKG PAI kec. Cilawu mempunyai wewenang dalam mengabil keputusan kegiatanAy. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengaruh pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap capaian belajar siswa tidak berpengaruh serta tidak signifikan. Artinya data yang dikumpulkan tidak berhasil membuktikan keterkaitan antara variabel X dan Variabel Z, namun bukan berarti variabel X tidak berpengaruh terhadap variabel Z, melainkan data sampel tidak berhasil membuktikan hubungan pengaruh tersebut. Jadi apabila pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam dilakasanakan, hal ini belum tentu dapat meningkatkan capaian belajar siswa, namun karena adanya faktor lain yang mempengaruhi. Begitupun sebaliknya apabila capaian hasil belajar siswa rendah, ini belum tentu akibat dari pe pelaksanan kebijakan kelompok kerja Guru Pendidikan Agama Islam dilakasanakan yang belum optimal namun karena faktor lain yang tidak diteliti. 4 Pengujian Sub Hipotesis Pengaruh Kinerja Pembelajaran Guru (Y) Terhadap Capaian Hasil Belajar Siswa (Z) Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai koefisien jalur (P ZY) sebesar 0,3302. Untuk mengetahui lebih lanjut pengaruh variabel kinerja pembelajaran guru terhadap capaian hasil belajar siswa, maka dilakukan pengujian yaitu dengan mencari dan melihat perbandingan antara nilai thitung dan ttabel. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai t hitung = 2,7675 dan nilai ttabel yaitu sebesar 1,9949. Dari nilai tersebut diperoleh keputusan H0 ditolak, karena thitung = 2,7675 > ttabel = 1,9949 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja pembelajaran guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa. Adapun besar pengaruh kinerja pembelajaran guru terhadap capaian hasil belajar siswa adalah sebesar 6,72 % sedangkan sisanya sebesar 93,28 % . dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan ke dalam model. Pengaruh kinerja pembelajaran guru terhadap capaian hasil belajar siswa sebesar 6,72 % ini disebabkan karena ada beberapa dimensi dalam variabel kinerja pembelajaran guru yang belum terealisasikan dan dilaksanakan secara optimal. Pada variabel kinerja guru, dimana berdasarkan hasil observasi dan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan peneliti, pada dimensi melaksanakan program remidial yaitu AuGuru memberikan tugas kepada siswa pada materi yang masih belum memenuhi ketuntasanAy. Apabila siswa dapat mengerjakan tugas tepat pada waktunya, maka program remidial akan terlaksanan sehingga kinerja pembelajaran guru akan sesuai dengan yang seharusnya dan hasilnya akan optimal. Kesimpulan Hasil pengujian hipotesis utama dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) berpengaruh nyata dan Abdurojak, et. Khazanah Akademia Vol. No. positif serta signifikan terhadap Terhadap Kinerja Pembelajaran Guru Dalam Mewujudkan Capaian Hasil Belajar Siswa. Hal ini diperlihatkan oleh besaran nilai koefisien determinasi berdasarkan hasil perhitungan. Adapun pengujian pada sub-sub hipotesis menunjukkan bahwa Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pembelajaran guru. Pelaksanaan Kebijakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa. Kinerja pembelajaran guru memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap capaian hasil belajar siswa. Mengingat terdapat beberapa temuan penting pada penelitian serta keterbatasan dalam penelitian ini maka diharapkan pada masa yang akan datang berbagai pihak dapat meneliti lebih lanjut faktor lain . dari variabel-variabel penelitian ini. Penelitian lanjutan lain yang disarankan diantaranya dikarenakan motivasi mengajar dapat mempengaruhi kinerja pembelajaran guru, maka dipandang perlu untuk melakukan penelitian lebih lanjut terhadap pengaruh motivasi mengajar terhadap kinerja pembelajaran guru untuk mewujudkan capaian hasil belajar siswa. Daftar Pustaka