SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Vol. No. 4 Oktober 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 14-20 DOI: https://doi. org/10. 59024/simpati. Pengaruh Media Audiovisual Berbasis Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN Kutajaya I Kabupaten Tangerang Tirta Dianti Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Tangerang Jl. Perintis Kemerdekaan I No. 33 Tangerang Email : tirtadianti9@gmail. Abstract : In class IV SDN Kutajaya I science, the purpose of this study is to ascertain the impact of using audiovisual medium on student learning outcomes. A quasi-experimental research design was adopted for this All 124 fourth graders at SDN Kutajaya I were the population subjects for this study. Two classes of 62 kids were chosen as samples: class IV A, which served as the experimental class, and class IV B, which served as the control class. A multiple-choice test with 25 questions is used in the data collection process. multiple-choice instrument with 25 trustworthy questions is used in the data gathering process. To test the pretest hypothesis in this study used the t test, from the results of the t test obtained control tcount = -1. 12929 with a significant level of 95% ( = 0. obtained ttable = 2. 0002 because -1. 12929 < 2, 0002 . count < ttabl. then H0 is accepted. As a result, there is no early learning difference between the experimental class and the control class in terms of student learning outcomes. The outcomes of a t test used to assess hypotheses at the conclusion of learning . in the experimental class and control class were tcalculate = 6. 10834768 with a 95% confidence interval for significance ( = 0. obtained ttable = 2. 0002 and H0 was rejected because 6. > 2. calculate > ttabl. As a result, at the conclusion of the learning process, the experimental class and the control class had different student learning outcomes. Keywords: Audiovisual Media. Learning results. Science. Quasi Experiment. Influence Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh menggunakan media audiovisual terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran IPA kelas IV SDN Kutajaya I. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eskperimental. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Kutajaya I yang berjumlah 124 siswa, dengan mengambil sampel dua kelas sebanyak 62 siswa yaitu kelas IV A yang berjumlah 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B yang berjumlah 31 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen soal tes berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 25 soal. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrument soal berbentuk pilihan ganda terdiri dari 25 soal yang valid dan reliabel. Untuk pengujian hipotesis pretest dalam penelitian ini digunakan uji t, dari hasil uji t tersebeut diperoleh kontrol thitung = -1,12929 dengan taraf signifikan 95% ( = 0,. diperoleh ttabel = 2,0002 karena -1,12929 < 2,0002 . hitung < ttabe. maka H0 diterima. Dengan demikian pada awal pembelajaran tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil pengujian hipotesis dengan uji t pada akhir pembelajaran . pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh thitung = 6,10834768 dengan taraf signifikan 95% ( = 0,. diperoleh ttabel = 2,0002 karena 6,10834768 > 2,0002 . hitung > ttabe. maka H0 ditolak. Dengan demikian pada akhir pembelajaran terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kata Kunci: Media Audiovisual. Hasil Belajar. IPA. Quasi Eksperimen. Pengaruh Received Agustus 30, 2023. Revised September 20, 2023. Accepted Oktober 05, 2023 * Tirta Dianti, tirtadianti9@gmail. Pengaruh Media Audiovisual Berbasis Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN Kutajaya I Kabupaten Tangerang PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting bagi setiap individu. Dengan pendidikan manusia dapat mengembang potensi yang ada pada dirinya guna menjadi manusia yang berilmu dan bertanggung jawab. Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas setiap individu. Pendidikan sangat menentukan tolak ukur kualitas hidup setiap individu bahkan dapat pula menentukan kualitas suatu bangsa. Pendidikan juga dapat dijadikan bekal untuk menjalani kehidupannya. Meskipun tidak semua berpendapat seperti itu, namun pendidikan tetap menjadi kebutuhan nomor satu. Setiap individu berhak mendapatkan pendidikan sejak usia dini hingga dewasa. Usia boleh melintas, tetapi pendidikan tak mengenal lintasan usia. Dalam Pembukaan UUD RI 1945 alinea 4 tertulis bahwa salah satu cita-cita bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan memiliki peran untuk kemajuan Indonesia di bidang ilmu pengetahuan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. Tahun 2003 Pasal 1 ayat 1 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa : Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirnya, masyarakat, bangsa dan negara. Pembelajaran merupakan salah satu istilah yang erat dalam proses pendidikan. Dalam proses pembelajaran akan terjadi keberhasilan karena adanya pendidik, peserta didik, serta Ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan, karena terikat satu sama lain. Kegiatan belajar mengajar juga membutuhkan sarana dan pra sarana seperti adanya alat peraga dan media untuk menunjang terlaksana nya proses tersebut yang akan mempermudah pendidik untuk menyampaikan sebuah materi kepada peserta didik. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat terarah karena indera siswa terfokus pada media yang digunakan oleh pendidik. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan yang pesat, sehingga berpengaruh terhadap pembelajaran. Dimana pendidik dituntut agar dapat menggunakan alat-alat tersebut sebagai tuntutan perkembangan zaman. Pendidik setidaknya menggunakan alat-alat tersebut sebagai media pembelajaran yang innovatif, sehingga media menjadi alat komunikasi yang menarik untuk penyampaian materi. Media juga memberikan corak dan warna yang membuat mutu pendidikan menjadi berkualitas. Ilmu Pengetahuan Alama tau IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diberikan dan dipelajari di Sekolah Dasar. Dimana mata pelajaran IPA dapat melatih siswa untuk berpikir kritis dan objektif. IPA juga merupakan salah satu mata pelajaran yang membutuhkan media SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 14-20 yang kreatif dan innovatif pada kegiatan belajar mengajar untuk membantu siswa memahami apa yang di sampaikan oleh guru. Hasil belajar IPA yang dicapai peserta didik di Indonesia tergolong rendah. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar IPA adalah kurangnya minat dalam belajar, kemampuan membaca, motivasi belajar, strategi pembelajaran, metode pembelajaran yang cenderung menggunakan metode ceramah, dan kurangnya penggunaan media untuk kegiatan belajar mengajar. Pendidik yang berhasil menerapkan media dalam pembelajaran, akan membuat peserta didik termotivasi untuk belajar yang dimana akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan adalah media pembelajaran audio visual yang berbasis video. Media audio visual berbasis video sangat menarik karena tidak hanya belajar secara audio saja tetapi secara visual juga. Media tersebut dapat membuat peserta didik memiliki pemahaman dan pengetahuan yang luas terhadap materi yang di sampaikan, sehingga membuat peserta didik menjadi lebih berpikir kritis dan kreatif dalam proses kegiatan belajar Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SDN Kutajaya I pada tanggal 26 septetember 2022, pada masing-masing wali kelas IV. Kelas IVA yaitu Wiwik Purwati. dan kelas IVB yaitu Runik Ernawati S. Pd, guru belum pernah menggunakan media audio visual ataupun sejenisnya. Dan masih menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi sehingga membuat siswa kurang tertarik dalam belajar IPA. Semangat belajar siswa dan motivasi untuk belajar yang rendah. Tak hanya itu saja, suasana kelas yang kurang kondusif dengan banyaknya siswa yang mengobrol dengan teman sebangku dan bermain-main dengan teman lainnya yang mengakibatkan pemahaman pada materi kurang sehingga membuat hasil belajar siswa rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari Hasil Ulangan Harian pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada kelas IV A dan IV B, masih banyak hasil belajar pada mata pelajaran tersebut masih rendah dan dibawah nilai KKM yang ditentukan oleh sekolah yaitu Di kelas IV A dari 34 siswa yang mendapatkan nilai yang mencapai KKM berjumlah 20 Siswa dan yang tidak mencapai nilai KKM ada 11 Siswa. Sedangkan di kelas IV B dari 34 siswa yang mencapai nilai KKM 8 Siswa dan yang tidak mencapai nilai KKM adalah 26 Siswa. Nilai terendah dari mata pelajaran tersebut di masing-masing kelas adalah dibawah 23 dan nilai tertinggi adalah 80. Melihat dari uraian diatas, dapat dilakukan perbaikan dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran yang dapat mempengaruhi hasil belajar Peneliti ingin mengetahui pengaruh media audio visual terhadap hasil belajar. Maka dari Pengaruh Media Audiovisual Berbasis Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN Kutajaya I Kabupaten Tangerang itu perlu dilakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Penggunaan Media Audio Visual Berbasis Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN Kutajaya IAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. AuPenelitian Kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, yang digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Berdasarkan karakteristik peneliti menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen. Ay (Sugiyono, 2013, p. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui media pembelajaran yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN Kutajaya I Kabupaten Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV yang berjumlah 124 siswa. Kelas yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV A sebagai kelas kontrol dan kelas IV B sebagai kelas eksperimen. Adapun teknik pengambilan sample menggunakan random Pengembangan instrument berupa instrument tes tulis dalam bentuk pilihan ganda yang terdiri dari 40 soal. Instrumen di validasi secara validasi isi dan kontruk maupun di validasi secara empiris. Validitas isi dilakukan oleh ahli dalam bidang ini, yaitu dosen mata Pelajaran IPA dan guru mata Pelajaran IPA. Kemudian untuk validasi empiris, instrument diuji cobakan kepada 35 siswa kelas V. Dari 40 soal yang dujikan hanya 25 soal yang valid dan digunakan untuk penelitian. Teknik analisis terhadap data hasil dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Prosedur analisis data yang akan digunakan meliputi tabel distribusi frekuensi, histogram, poligon, ogive, mean, median, dan modus. Sedangkan inferensial untuk menganalisis data stastistik meliputi uji persyaratan data seperti: uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam melaksanakan penelitian dihasilkan dengan data kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui pretest maupun postest hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran IPA. Uji Normalitas Uji normalitas yang digunakan adalah Chi KUadrat . dari hasil pengujian untuk kelas eksperimen diperoleh x2 hitung = 8,771724 dengan taraf signifikan = 0,05 di dapat x2 SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 14-20 tabel = 11,0705. Berdasarkan hasil pengujian diatas diperoleh bahwa x 2 hitung < x2 tabel yaitu 8,771724 < 11,0705. Maka H0 diterima hal ini menunjukan bahwa sampel tersebut berdistribusi normal. Hasil uji normalitas posttest dengan menggunakan Chi Kuadrat . pada kelas eksperimen dan kontrol dapat disajikan dalam tabel berikut ini : Tabel 1 Uji Normalitas Data Posttest Kelompok X2 hitung X2 tabel Kesimpulan Eksperimen 8,771724 11,0705 Normal Kontrol 4,26936 11,0705 Normal Karena X2 hitung pada kedua kelas lebih kecil dari x2 tabel maka dapat disimpulkan bahwa data populasi jedua kelompok tersebut berdistribusi normal. Uji Homogenitas Pengujian homogenitas dilakukan dengan tujuan membuktikan data yang diperoleh memiliki varians yang sama atau homogen. Uji homogenitas menggunakan uji Fisher . ji -F). hasil uji dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2 Uji Homogenitas Data Kelas Kontrol dan Data Kelas Eksperimen Variabel Pretest Kontrol Pretest Eksperimen Nilai Fhitung Nilai Ftabel Keputusan Kesimpulan 1,08046956 1,84087169 H0 diterima Data Homogen 1,656811 1,840872 H0 diterima Data Homogen Posttest Kontrol Posttest Eksperimen Pengaruh Media Audiovisual Berbasis Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas IV SDN Kutajaya I Kabupaten Tangerang Berdasarkan tabel diatas dengan hasil pengolahan data menggunakna tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. yang divisualisasikan dengan tabel 4. 9 bahwa nilai Fhitung = 1,08046956 untuk pretest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dan nilai Ftabel = 1,656811. Hasil tersebut menunjukkan bahwa (Fhitung < Ftabe. maka H0 diterima atau dapat dikatakan bahwa data pretest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen menyebar homogen. Sedangkan pada posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen nilai Fhitung = 1,656811 dan nilai Ftabel = 1,840872. Hasil tersebut menunjukkan bahwa (Fhitung < Ftabe. maka H0 diterima atau dapat dikatakan bahwa data posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen menyebar Uji Hipotesis Pengujian hipotesis pada akhir pembelajaran . menggunakan uji dua rata-rata dilakukan untuk mengetahui kondisi akhir setelah penelitian apakah kedua kelas tersebut terdapat perbedaan atau tidak. Hasil pengujian persyarat analisis data yang meliputi uji normalitas dan homogenitas diketahui bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan homogen. Hasil pengujian hipotesis dapat divisualisasikan pada table berikut ini : Tabel 3Uji Hi Uji Hipotesis Posttest Data Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Keterangan 6,10834768 2,0002 Terdapat perbedaan Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t jenis separated varians dengan taraf signifikan = 0,05 untuk n = 60 pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Karena data normal dan homogen maka dk = n1 = n2 Ae 2. Berdasarkan hasil pengelolahan data diperoleh thitung = 6,10834768 dan ttabel = 2,0002, karena thitung < ttabel maka H0 ditolak. Dengan demikian pada awal pembelajaran terdapat perbedaan nilai antara kelas eksperimen yang menggunakan media audiovisual berbasis video dengan kelas kontrol yang menggunakan konvensial. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audiovisual berbasis video berpengaruh terhadap hasil belajar siswa materi siklus hidup makhluk hidup danupaya pelestariannya pada siswa kelas IV di SDN Kutajaya I kabupaten Tangerang. SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 14-20 Hasil pengujian hipotesis dengan uji t pada akhir pembelajaran . pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh thitung = 6,10834768 dengan taraf signifikan 95% ( = 0,. diperoleh ttabel = 2,0002 karena 6,10834768 > 2,0002 . hitung > ttabe. maka H0 ditolak. Dengan demikian pada akhir pembelajaran terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peningkatan tersebut dapat disebabkan karena adanya perlakuan terhadap sampel pada kelas eksperimen yang diberi media audiovisual berbasis video. Dengan demikian, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa media audiovisual berbasis video berpengaruh dan meningkatkan hasil belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA