Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Analisis Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Sragi Menjelang Ramadhan Fadila Arifatu Khasanah1. Hendri Hermawan Adinugraha2 Universitas Islam Negeri K. Abdurrahman Wahid Pekalongan1,2 Main AuthorAos E-Mail Address / *Correspondent Author : fadila. arifatu@gmail. *Correspondence: fadila. arifatu@gmail. com* | Submission Received : 29-04-2024. Revised : 04-062024. Accepted : 04-06-2024. Published : 30-06-2024 Abstract This study aims to identify the prices of basic necessities that rise ahead of Ramadan, the effect of climate change on these price changes, and government actions to maintain price stability in the market. This descriptive research uses a qualitative approach. Primary and secondary data were used in this study. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. This research found that the increase in the price of basic necessities in the market can be caused by various factors such as the imbalance between demand and supply, the availability of raw materials used, the phenomenon of climate change, the length of the distribution chain of goods, and stockpiling by middlemen. Some of the policies implemented by the government to reduce the price of basic commodities in the market include government subsidies, the implementation of fiscal policies, agricultural infrastructure development, and government supervision to maintain price Keywords: Climate Change. Price Increase. Government Policy Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi harga kebutuhan pokok apa saja yang naik menjelang Bulan Ramadan, pengaruh perubahan iklim terhadap perubahan harga tersebut, serta tindakan pemerintah guna menjaga stabilitas harga di pasar. Penelitian deskriptif jenis ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Data didapatkan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, ketersediaan bahan baku yang digunakan, fenomena perubahan iklim, panjangnya rantai distribusi barang, hingga penimbunan stok oleh tengkulak. Adapun beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah guna menekan harga bahan pokok di pasar meliputi subsidi pemerintah, penerapan kebijakan fiskal, pembangunan infrastruktur pertanian, dan pengawasan pemerintah guna menjaga kestabilan harga. Kata kunci: Perubahan Iklim. Kenaikan Harga. Kebijakan Pemerintah A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica INTRODUCTION Mayoritas penduduk Indonesia bekerja di lahan pertanian, yang membuatnya disebut sebagai negara agraris. Sektor pangan menjadi salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia (Hidayati & Suryanto, 2. Kebutuhan pokok merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi di setiap harinya, kebutuhan manusia akan zat gizi . itamin, lemak, protein, karbohidrat, dan minera. dapat dipenuhi melalui konsumsi berbagai jenis kebutuhan pokok. Meningkatnya populasi tentunya menyebabkan meningkatnya jumlah kebutuhan pokok yang diminta masyarakat. Namun, munculnya fenomena iklim ekstrim memengaruhi jumlah kesediaan kebutuhan pokok di pasaran sehingga menyebabkan ketidak seimbangan permintaan dan penawaran kebutuhan pokok (Zaril Gapari STIT Palapa, 2. Indonesia sedang dihadapkan dengan tantangan serius dalam pemenuhan kebutuhan pokok yakni perubahan iklim. Sudarma & As-syakur . , dalam penelitiannya mengungkapkan dampak dari perubahan iklim yang cukup berpengaruh bagi sektor pertanian ialah peningkatan suhu udara, kejadian iklim ekstrim, naiknya permukaan air laut, hingga curah hujan yang berubah-ubah. Hasil penelitian Sumastuti & Pradono . Perubahan iklim memiliki pengaruh besar dalam sektor pertanian, terutama tanaman padi yang mengalami penurunan jumlah dan kualitas produksi hingga gagal panen. Target peningkatan produksi dinilai dapat terancam oleh dampak perubahan Penelitian yang dilakukan oleh Harvian & Yuhan . menyimpulkan bahwa perubahan iklim dikatakan sebagai salah satu faktor penyebab terhambatnya upaya pemenuhan kebutuhan dan permintaan kebutuhan pokok di Indonesia. Produksi kebutuhan pokok memiliki tantangan dalam pemenuhannya, seperti ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran, perkembangan teknologi, hingga faktor iklim. Faktor perubahan iklim yang juga memengaruhi unsur-unsur alam seperti air, tanah, dan sinar matahari yang menjadi kebutuhan pertumbuhan kebutuhan pokok. Iklim ekstrim yang terjadi beberapa tahun belakangan, seperti kekeringan, kenaikan temperatur udara, intensitas hujan yang tinggi, banjir, hingga serangan hama dan penyakit yang kemudian berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil kebutuhan pokok di Indonesia (Malau et al. , 2. Kondisi pertanian dan hasil panen dapat dipengaruhi oleh cuaca yang sering berubah-ubah. Di beberapa pasar tradisional di Indonesia, situasi ini mungkin menjadi komponen utama yang menyebabkan harga barang sembako naik turun. Memasuki musim penghujan seperti saat ini, berdampak pada penurunan hasil panen dan kualitas. Karena terkendala cuaca, petani di pusat penghasil kesulitan menghasilkan produk berkualitas tinggi. Akibatnya, pasokan berkurang sementara permintaan pelanggan meningkat menjelang Bulan Ramadan. Keterbatasan jumlah kebutuhan pokok yang ada akibat tingginya intensitas hujan, membuat naiknya beberapa harga kebutuhan pokok seperti beras, tomat, cabai, dan lain-lain. Harga kebutuhan pokok yang ada di pasaran bisa saja dipengaruhi oleh ketersediaan dan kualitas hasil panennya. Misalnya, petani cabai menghasilkan hasil panen yang buruk dan cabainya mudah membusuk selama musim Akibatnya, hanya ada sedikit pasokan cabai ke pasar dan petani akan rugi jika mereka tidak menaikkan harga cabai (Harahap, 2. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Zaenal . menunjukkan bahwa meningkatnya harga kebutuhan pokok sesuai dengan hukum dasar ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok disebabkan oleh peningkatan jumlah permintaan terhadap barang namun, kenaikan ini tidak disertai dengan peningkatan ketersediaan barang A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica tersebut Aujika permintaan meningkat sedangkan pasokan barang yang disediakan hanya terbatas, maka harga barang akan mengalami peningkatanAy. Ketidakstabilan ekonomi dapat terjadi karena ketersediaan bahan pokok yang lebih rendah daripada kebutuhannya (Zaril Gapari STIT Palapa, 2. Apabila terdapat jumlah yang melimpah dengan kualitas yang bagus dapat menjadi faktor keseimbangan harga kebutuhan pokok. Namun sebaliknya, apabila barang yang tersedia itu jumlahnya dibawah jumlah permintaan apalagi dengan kualitas yang kurang bagus akibat curah hujan yang tinggi, dapat menyebabkan naiknya harga kebutuhan pokok (Jati, 2. Temuan penelitian Lestari & Winarto . mengatakan bahwa naiknya harga beberapa bahan pokok bisa menyebabkan penurunan tingkat konsumsi masyarakat, hal ini terjadi ketika harga bahan pokok yang dikonsumsi lebih tinggi dibandingkan jumlah pendapatan masyarakat. Faktor lain adalah kenaikan harga pupuk. Petani harus merawat tanaman dengan sangat baik untuk mendapatkan hasil terbaik, tetapi jika harga pupuk naik, petani harus meningkatkan hasil panennya. Pemerintah tidak melakukan upaya khusus untuk mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok karena mereka menganggapnya sebagai hal yang wajar dan hanya sementara. Oleh karena itu, sebagai akibat dari kenaikan harga kebutuhan pokok setiap tahun, rakyatlah yang harus menanggung beban untuk menghadapi segala kemungkinan yang muncul (Harahap, 2. Menurut Engkus dalam Zahra et al. , karena kenaikan permintaan pasar tanpa diimbangi dengan stok kebutuhan yang cukup juga karena minimnya peran pemerintah dalam mengontrol harga bahan pokok yang ada di pasar membuat harga beberapa kebutuhan pokok naik. Pemerintah sebagai pemegang peranan penting atas kestabilan harga kebutuhan pokok seharusnya memperkuat pengawasan proses produksi yang dijalankan oleh perusahaan swasta maupun negara. Selain itu, pengawasan jumlah konsumsi dan jumlah ketersediaan kebutuhan pokok yang beredar di masyarakat juga merupakan hal yang harus dilakukan oleh pemerintah. Berdasarkan menyebarnya berita terkait dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di tengah perubahan musim menjelang Bulan Ramadan ini, menjadikan adanya penelitian ini untuk menganalisis kaitannya perubahan iklim terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok di Pasar Sragi menjelang Bulan Ramadan. Pasar Sragi terletak di Kabupaten Pekalongan yang berisi banyak penjual berbagai keperluan sehari-hari. Banyak orang menggantungkan hidupnya dengan berjualan di Pasar Sragi. Naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Bulan Ramadan pastinya memengaruhi jumlah pendapatan mereka. Tingginya permintaan pasar yang tak diimbangi dengan ketersediaan produk-produk kebutuhan pokok menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh banyak penjual, terutama menjelang Bulan Ramadan. Tingginya curah hujan akhir-akhir ini juga menjadi hambatan tersendiri bagi penjual karena Pasar Sragi kerap kali dilanda banjir. Walau genangan air tidak begitu tinggi, namun hal ini membuat beberapa pelanggan enggan untuk datang berbelanja ke dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi harga kebutuhan pokok apa saja yang naik menjelang Bulan Ramadan, apa saja faktor yang dapat menyebabkan kenaikan harga tersebut, dan bagaimana pemerintah menangani kenaikan harga tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi mengenai kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi di Indonesia menjelang Bulan Ramadan terutama di Pasar Sragi, juga mengenai faktor apa saja yang menjadi penyebab naiknya harga A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica kebutuhan pokok, dan guna mengetahui penanganan terhadap kasus kenaikan harga kebutuhan pokok ini. LITERATURE REVIEW Perubahan Iklim (Climate Chang. Perubahan iklim merujuk pada kondisi saat terjadinya perubahan intensitas suatu unsur iklim secara signifikan dari kondisi yang biasa terjadi. Perubahan iklim dapat disebabkan oleh kegiatan manusia (Antropogeni. (Hosang et al. , 2. Salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim akibat dari kegiatan manusia adalah pelepasan gas rumah kaca yang marak digunakan beberapa tahun terakhir. Emisi yang dihasilkan oleh efek rumah kaca dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia maupun keanekaragaman hayati yang ada di bumi. El Niyo dan La Nina memiliki dampak besar pada cuaca dan iklim Indonesia, yang merupakan negara kepulauan. Selain itu, sirkulasi antara benua Asia dan Australia, serta Samudera Pasifik dan Atlantik, membuat Indonesia sangat rentan terhadap perubahan El Nino ditandai dengan peningkatan suhu di Samudera Pasifik hingga mencapai 31AC, yang dapat menyebabkan terjadinya kekeringan ekstrem di Indonesia. Berbeda dengan El Nino. La Nina ditandai oleh penurunan suhu permukaan Samudera Pasifik, hal ini dapat mengarahkan angin awan hujan yang beralih ke Australia dan Asia Bagian Selatan, termasuk Indonesia (Sumastuti & Pradono, 2. Dampaknya adalah peningkatan curah hujan yang tinggi dan angin topan, yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor di Indonesia. Karena Indonesia adalah negara kepulauan, perubahan iklim dapat menyebabkan bencana alam seperti angin kencang, banjir, tanah longsor, gelombang tinggi, dan kemarau yang lama. Ancaman bencana tersebut bisa saja terjadi dengan intensitas yang lebih besar, apabila hal tersebut terjadi maka yang terkena imbasnya bukan hanya lingkungan, melainkan juga dapat mengancam kesehatan manusia, pengelolaan sumber daya alam, pembangunan ekonomi, infrastruktur, dan ketersediaan bahan pokok (Sudarma & As-syakur, 2. Harga (Pric. Dalam proses perdagangan atau pemasaran, harga adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh pembeli kepada penjual untuk membeli produk. Harga juga bisa diartikan sebagai sejumlah uang yang mewakili nilai jual suatu barang atau jasa. Konsep harga yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah yaitu harga yang adil. Harga yang adil disebut sebagai harga yang dalam penggunaannya tidak merugikan satu pihak dengan pihak lain yang diuntungkan. Secara prinsip, transaksi bisnis harus dilakukan dengan menggunakan harga yang adil. Hal ini sebagai bentuk implementasi komitmen Syariah Islam atas keadilan yang mendalam. Dalam ekonomi islam, persaingan bebas di suatu pasar berjalan dengan normal dapat memberikan pengaruh secara efektif bagi kehidupan ekonomi (Sitorus, 2. Dalam pandangan ekonomi, mengungkapkan bahwa fruktuasi harga barang di pasaran tidak selalu disebabkan oleh tindakan curang yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu saja, melainkan juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti kelangkaan produksi maupun pengurangan kuota barang-barang impor yang diminta masyarakat. Saat hal tersebut terjadi, timbullah ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dan Apabila permintaan masyarakat terhadap suatu barang itu naik, namun A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica penawarannya menurun, maka terjadilah kenaikan harga. Sebaliknya, jika penawaran suatu barang mengalami kenaikan tapi permintaannya turun, maka harga suatu barang cenderung turun (Syamsul Hilal, 2. Harga merupakan sarana bagi konsumen untuk mempertimbangkan sesuatu yang akan dibelinya, hal ini pasti akan mempengaruhi keuntungan yang akan diterima Oleh karena itu, produsen harus melakukan pertimbangan sebelum menetapkan harga suatu produk yang akan dijual. Proses penetapan harga yang didasarkan pada daya tarik antara penjual dan pembeli di pasar dikenal sebagai mekanisme harga. Terbentuknya harga bagi suatu faktor produksi merupakan hasil netto dari daya tersebut. Dinamika permintaan dan penawaran dapat memengaruhi proses naik turunnya harga. Menurut teori ekonomi mikro, permintaan akan menurun saat harga barang naik. Sebaliknya, permintaan akan meningkat ketika harga barang turun (Banun, 2. METHOD Penelitian ini termasuk ke dalam kategori penelitian deskriptif. Menurut Whitney dalam Rusadi & Rusli . , penelitian deskriptif didefinisikan sebagai penelitian yang mendeskripsikan sebuah peristiwa yang sedang terjadi di masa sekarang sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Nazir dalam Rusadi & Rusli . , mengungkapkan bahwa tujuan penelitian deskriptif ini yaitu untuk membuat deskripsi atau gambaran sistematis dan akurat mengenai fakta dari fenomena yang diselidiki. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk memahami tindakan, perilaku, maupun kebiasaan yang dilakukan oleh subjek penelitian yang kemudian dideskripsikan menggunakan bahasa dan metode alamiah (Rusadi & Rusli, 2. Data primer dan sekunder adalah sumber data penelitian ini. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan dengan subjek penelitian yaitu penjual dan pembeli kebutuhan pokok yang ada di Pasar Sragi secara langsung. Berikut adalah uraian lengkap mengenai teknik pengambilan data dalam penelitian ini: Observasi Teknik pengumpulan data yang pertama adalah dengan melakukan observasi . langsung terhadap kondisi dan perilaku objek sasaran (Halim & Mais, 2. Proses observasi pada penelitian ini dilakukan dengan mengamati peningkatan maupun penurunan harga bahan pokok yang ada di Pasar Sragi serta sikap dan perilaku yang dilakukan baik oleh pembeli maupun penjual kebutuhan Wawancara Wawancara ialah mengajukan pertanyaan kepada subjek penelitian baik secara langsung maupun melalui sarana komunikasi lainnya. Dengan kata lain, wawancara adalah interaksi antara pewawancara dengan subjek penelitian melalui komunikasi langsung guna memperoleh informasi yang objektif (Halim & Mais. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan seputar harga kebutuhan pokok kepada subjek penelitian secara Dokumentasi Halim & Mais . menjelaskan bahwa dokumen merupakan catatan berupa tulisan maupun gambar documental mengenai sesuatu yang telah berlalu. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Dokumen yang sesuai dengan bahasan penelitian merupakan sumber informasi yang dapat digunakan. Dokumen yang digunakan berupa catatan maupun gambar yang berkaitan dengan topik penelitian. Sedangkan data sekunder yaitu bahan pustaka yang didapat dari buku, jurnal, maupun sumber literatur yang sesuai dengan masalah yang akan dibahas (Lestari & Winarto, 2. Miles dan Huberman dalam Halim & Mais . mengungkapkan proses analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan selama masa penelitian itu berlangsung dan secara terus menerus hingga tuntas. Adapun langkah-langkah analisis data meliputi: Reduksi data Yusuf dalam Halim & Mais . mengungkapkan bahwa reduksi data merupakan proses pemilihan data yang dilakukan dengan mengutamakan hal-hal yang penting. Reduksi data dalam penelitian ini dilakukan setelah proses wawancara dengan penjual dan pembeli di Pasar Sragi. Reduksi data dilakukan dengan mengurangi data dengan memprioritaskan yang terbaru dan penting, kemudian membuang yang tidak digunakan. Penyajian data Setelah dilakukannya reduksi data, proses selanjutnya ialah penyajian data. Dalam penelitian kualitatif, bagan, tabel, dan alat lainnya dapat digunakan untuk menyajikan data. Menurut Miles dan Huberman dalam Halim & Mais . dalam model penelitian kualitatif, penyajian data dengan tulisan naratif adalah pendekatan yang paling umum digunakan. Penyajian data memudahkan pembaca dalam memahami hasil penelitian yang terjadi. Penyajian data juga berisi proses pengkategorian dan pengurutan pokok bahasan dari data yang sebelumnya telah Penarikan kesimpulan Proses terakhir dalam analisis data kualitatif adalah pengambilan kesimpulan. Penarikan kesimpulan dilakukan setelah semua proses pengumpulan dan analisis data selesai dilakukan. Kesimpulan bisa berupa jawaban dari rumusan masalah sebelumnya, namun bisa saja tidak, hal ini karena rumusan masalah yang masih bersifat sementara dan dapat berubah selama masa penelitian (Halim & Mais. RESULTS AND DISCUSSION Fenomena Perubahan Iklim Menurut Sudarma & As-syakur . Indonesia merupakan negara yang rentan terkena dampak akibat dari fenomena perubahan iklim karena mempunyai bentuk negara Seringkali terjadi beberapa bencana alam yang disebabkan oleh adanya perubahan iklim. Tingginya intensitas hujan di bulan Maret 2024 bisa dikatakan sebagai salah satu dampak perubahan iklim di Indonesia. Menurut analisis curah hujan dan sifat hujan pada bulan Maret 2024 yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi. Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi terjadi di beberapa wilayah Indonesia kecuali di sebagian wilayah Sumatera dengan kategori rendah hingga menengah. Sedangkan hasil analisis sifat hujan di Indonesia yang dilakukan oleh BMKG selama bulan Maret 2024 menunjukkan bahwa sebagian besar hujan di wilayah Indonesia bersifat normal dengan beberapa daerah dengan hujan yang bersifat atas normal. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Gambar 1. Analisis Curah Hujan Bulan Maret 2024 di Indonesia Source: BMKG 2024 Berdasarkan hasil analisis curah hujan di Jawa Tengah oleh BMKG Jawa Tengah Analisis Hujan2. Bulan Maret 2024 wilayah di Indonesia pada dasarian I Gambar Maret 2024 . Ae Sifat 10 Maret Jawa Tengah Source: BMKG tergolong kriteria menengah . Ae 150 mm per dasaria. Sebagian besar wilayah Kab. Tegal. Pemalang. Kendal. Demak. Grobogan. Pati. Rembang. Blora, sebagian kecil wilayah Kab. Brebes. Tegal. Pemalang. Pekalongan. Batang. Semarang. Pati. Sragen. Sukoharjo. Boyolali. Temanggung. Magelang. Banjarnegara. Banyumas. Purworejo, dan Wonogiri masuk kriteria rendah . Ae 50 mm per dasaria. Seluruh Kota Surkarta. Sebagian besar wilayah Kab. Jepara dan Wonosobo. sebagian wilayah Kab. Karanganyar. sebagian kecil wilayah Kab. Brebes. Tegal. Pemalang. Pekalongan. Batang. Kendal. Semarang. Demak. Kudus. Pati. Blora. Cilacap. Banyumas. Purbalingga. Banjarnegara. A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Wonosobo. Temanggung. Magelang. Semarang. Boyolali. Klaten. Sukoharjo. Sragen dan Wonogiri masuk kriteria tinggi . Ae 300 mm per dasaria. Sebagian kecil wilayah Kab. Brebes. Tegal. Pemalang. Pekalongan. Wonosobo. Purbalingga. Boyolali. Jepara dan Blora masuk kriteria sangat tinggi (> 300 mm per dasaria. Gambar 3. Analisis Curah Hujan Jawa Tengah Dasarian I Maret 2024 Source: BMKG Jateng 2024 Pada dasarian II Bulan Maret 2024 . Ae 20 Maret 2. , curah hujan dengan kriteria rendah . Ae 50 mm per dasaria. hingga menengah . Ae 150 mm per dasaria. banyak terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Sedangkan wilayah Jawa Tengah bagian utara cenderung mengalami curah hujan kriteria tinggi . Ae 300 mm per dasaria. dengan sebagian masuk kriteria sangat tinggi ( > 300 mm per dasaria. sebagian Brebes. Tegal. Pemalang. Pekalongan. Batang Kendal. Semarang. Demak. Kudus. Jepara. Pati. Rembang. Blora. Grobogan. Blora. Karanganyar. Kab. Semarang. Temanggung. Wonosobo. Banjarnegara. Purbalingga. Hal ini menunjukkan ketidak merataan hujan yang terjadi di Jawa Tengah. Gambar 4. Analisis Curah Hujan Jawa Tengah Dasarian II Maret 2024 Source: BMKG Jateng 2024 A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica Gambar 5. Analisis Curah Hujan Jawa Tengah Dasarian i Maret 2024 Source: BMKG Jateng 2024 Pada penghujung Bulan Maret . Ae 31 Maret 2. , curah hujan di sebagian wilayah Jawa Tengah berada di bawah ambang rendah hingga menengah . -150 mm per Sebagian wilayah Brebes. Tegal. Pemalang. Pekalongan. Batang. Kendal. Temanggung. Wonosobo. Jepara. Pati. Sragen. Kota Surakarta. Klaten. Kebumen. Banyumas. Cilacap. Purworejo. Boyolali. Magelang memiliki kriteria tinggi . Ae 300 mm per dasaria. Sebagian kecil wilayah Pemalang. Purbalingga. Sragen, dan Karanganyar memiliki kriteria sangat tinggi ( > 300 mm per dasaria. Perubahan curah hujan terjadi secara signifikan pada wilayah Jawa Tengah bagian utara yang sebelumnya mengalami hujan dengan intensitas tinggi menjadi menengah. Peristiwa tersebut menjadi tanda peralihan musim hujan menuju musim kemarau yang diperkirakan terjadi di akhir bulan April mendatang. Fenomena kenaikan harga kebutuhan pokok Kenaikan harga kebutuhan pokok merupakan isu krusial karena dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan daya beli masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir terutama menjelang Bulan Suci Ramadhan 1445 H ditambah dengan beberapa wilayah di Indonesia yang mengalami curah hujan dengan intensitas yang tinggi, beberapa jenis kebutuhan pokok yang mengalami lonjakan harga di pasaran seperti beras, bawang, dan cabai. Fenomena tersebut bukan hanya berdampak pada kehidupan seharihari masyarakat, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap stabilitas kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Menjelang Ramadan kali ini harga kebutuhan pokok mulai tidak terkendali. Seperti yang terjadi di Pasar Sragi, harga cabai keriting telah mengalami kenaikan yang fantastis dalam periode waktu yang relatif singkat. Salah satu pedagang mengungkapkan bahwa harga awal cabai keriting adalah Rp. 000, kini mencapai Rp. 000, hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 50%. Kenaikan ini telah membebani rumah tangga, terutama bagi mereka dengan anggaran belanja yang terbatas. Cabai keriting merupakan bahan masakan yang umum digunakan di berbagai hidangan, sehingga kenaikan harga ini memberikan dampak langsung pada biaya makanan seharihari. Tidak hanya cabai keriting, cabai rawit hijau juga mengalami lonjakan harga yang cukup mencolok. Dari harga semula Rp. 000, kini mencapai Rp. 000, meningkat hingga lebih dari 60%. Cabai rawit hijau sering digunakan sebagai bumbu dalam masakan pedas, sehingga kenaikan harga ini dapat memengaruhi biaya memasak secara Kenaikan harga ini tentunya memberikan pengaruh bagi pembeli cabai keriting, terutama bagi mereka penjual lauk pauk yang bergantung pada cabai sebagai A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica bahan utama dalam masakan yang hendak mereka jual. Lonjakan harga juga terjadi pada cabai rawit merah, yang memiliki tingkat kepedasan yang lebih tinggi dibandingkan cabai Dengan harga awal Rp. 000, kini mencapai Rp. 000, menunjukkan peningkatan sebesar 60%. Permintaan yang tinggi dan keterbatasan pasokan merupakan faktor utama di balik kenaikan harga ini. Bagi banyak keluarga, cabai rawit merah merupakan bumbu yang penting dalam masakan sehari-hari, sehingga kenaikan harga ini dapat menyebabkan tekanan tambahan pada anggaran belanja. Bawang merah, sebagai salah satu bahan masakan pokok, juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. Dengan kenaikan harga yang semula Rp. 000 menjadi Rp. 000, ini mencerminkan peningkatan harga yang mencapai 100%. Bawang merah sering digunakan dalam berbagai hidangan tradisional, dan kenaikan harga ini dapat memberikan dampak besar pada biaya memasak sehari-hari. Selain itu, kenaikan harga bawang merah juga dapat memengaruhi inflasi secara keseluruhan, karena bawang merah merupakan komoditas yang sangat umum dan banyak digunakan. Meskipun harga bawang putih relatif stabil dalam kisaran Rp. 000 hingga Rp. 000, fluktuasi harga ini masih dapat memengaruhi daya beli konsumen. Bawang putih adalah bahan masakan penting dalam banyak hidangan, dan fluktuasi harga ini dapat memberikan tekanan tambahan pada anggaran belanja rumah tangga. Ketersediaan pasokan dan permintaan pasar merupakan faktor-faktor utama yang mempengaruhi stabilitas harga bawang putih. Terakhir, harga beras juga mengalami kenaikan yang dapat dirasakan oleh banyak rumah tangga. Dengan kenaikan harga yang semula Rp. 000 menjadi Rp. 000, ini mencerminkan kenaikan sebesar lebih dari 14%. Sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan beras sebagai sumber makanan utamanya, sehingga kenaikan harga ini dapat memberikan dampak langsung pada biaya hidup masyarakat secara keseluruhan. Kenaikan harga kebutuhan pokok seperti cabai, bawang, dan beras merupakan masalah yang serius dan memengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Penyebab kenaikan harga dapat bervariasi, mulai dari keterbatasan pasokan hingga faktor permintaan pasar dan faktor eksternal seperti perubahan iklim. Untuk mengatasi kenaikan harga kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas harga untuk kepentingan seluruh masyarakat, pemerintah dan otoritas terkait harus mengambil tindakan yang tepat Faktor penyebab kenaikan harga kebutuhan pokok Hari raya keagamaan nasional seperti Ramadan dan Idul Fitri sering kali menyebabkan kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok. Situasi ini berlanjut setiap tahun karena banyaknya permintaan. Hukum permintaan menyatakan bahwa peningkatan permintaan menyebabkan kenaikan harga ketika pasokan terbatas dan efek sebaliknya. Meski begitu, kenaikan harga berulang yang terjadi menjelang Idul Fitri tidak bisa Fenomena ini sebenarnya wajar saja, karena menurut hukum ekonomi, ketika permintaan meningkat maka harga pun ikut meningkat. Hal ini antara lain disebabkan oleh hukum permintaan dan penawaran, ekspektasi kenaikan harga yang tidak memadai saat Idul Fitri, dan kenaikan harga akibat krisis ekonomi. Bahan mentah, metode produksi dan saluran distribusi juga dapat berkontribusi terhadap kenaikan harga. Istilah bahan mentah mengacu pada bahan yang diubah dari produk mentah menjadi barang jadi. Biaya produksi dan harga jual dapat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku dalam jarak yang cukup jauh (Bella & Triarko, 2. Harga satuan produk selalu dipengaruhi oleh proses produksinya, baik perusahaan besar, perusahaan menengah, atau perorangan . Hal tersebut dikarenakan tenaga A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica kerja, listrik, dan bahan baku merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi proses Konsumen seringkali menemukan produk yang sama yang mereka butuhkan dengan harga yang berbeda karena biaya dan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh distributor, peralatan yang digunakan, bahkan jarak yang ditempuh selama pendistribusian biasanya mempengaruhi harga jual suatu produk. El Nino adalah fenomena alam yang terjadi secara periodik dan dapat memengaruhi iklim di seluruh dunia. Salah satu dampak utama dari El Nino adalah perubahan pola cuaca yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem, termasuk kekeringan yang berkepanjangan di beberapa wilayah. Kekeringan yang disebabkan oleh El Nino dapat mengganggu produksi pertanian, termasuk tanaman padi atau beras. Gagal panen akibat kekeringan yang disebabkan oleh El Niyo dapat menyebabkan stok beras di seluruh dunia terganggu (Sholikhah & Anjani, 2. Peningkatan stok beras melalui program bantuan sosial (Banso. dan pembagian sembako oleh calon legislatif . selama Pemilu 2024 memang dapat memiliki dampak yang kompleks terhadap kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok, terutama beras (Rahayu, 2. Hal ini dapat menjadi faktor yang memperparah situasi kenaikan harga, terutama ketika pasokan beras di seluruh dunia terganggu akibat gagal panen. Dengan demikian, peningkatan stok beras melalui program Bansos dan pembagian sembako oleh caleg, sementara pasokan beras di seluruh dunia terganggu akibat gagal panen, dapat saling memperparah kenaikan harga komoditas kebutuhan pokok. Hal ini menunjukkan kompleksitas dalam menangani kenaikan harga beras dan perlunya langkah-langkah yang hati-hati dan terkoordinasi untuk mengatasi masalah ini, baik dari pemerintah maupun dari lembaga sosial dan politik lainnya. Rantai distribusi yang panjang dapat menjadi salah satu faktor penyebab harga bahan pokok menjadi mahal karena menambahkan biaya tambahan pada setiap tahapan Rantai distribusi yang panjang sering kali melibatkan banyak perantara atau tengkulak yang menambahkan margin keuntungan mereka pada setiap tahapan. Setiap perantara dalam rantai distribusi ini akan menambahkan biaya tambahan ke harga beras sebelum akhirnya sampai ke konsumen. Semakin banyak perantara yang terlibat, semakin tinggi potensi kenaikan harga beras (Rahayu, 2. Permainan tengkulak dan spekulasi merupakan fenomena yang umum terjadi dalam industri beras dan dapat menjadi faktor penting yang menyebabkan harga beras menjadi mahal (Rahayu, 2. Tengkulak sering kali terlibat dalam praktik penimbunan beras, di mana mereka membeli beras dalam jumlah besar untuk disimpan dan kemudian dijual kembali ketika harga naik. Praktik ini menyebabkan peningkatan permintaan buatan yang tidak sebanding dengan peningkatan permintaan riil, yang dapat mengakibatkan kenaikan harga yang tidak adil. Tindakan pemerintah guna menekan lonjakan harga Untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok, pemerintah dapat mengimplementasikan berbagai langkah dan kebijakan salah satunya adalah subsidi. Dampak positif dari subsidi pemerintah dalam menangani lonjakan harga kebutuhan pokok dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Pertama-tama, subsidi tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga dan mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak terkendali. Hal ini akan mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah atau rentan terhadap fluktuasi harga. Selain itu, subsidi kebutuhan pokok juga dapat meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan pokok bagi A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica semua lapisan masyarakat, sehingga memastikan bahwa kebutuhan dasar untuk makanan terpenuhi dengan baik. Secara keseluruhan, subsidi pemerintah dalam menangani lonjakan harga kebutuhan pokok merupakan instrumen penting yang dapat membantu menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan akses yang lebih terjangkau terhadap pokok. Namun, penting bagi pemerintah untuk mengimplementasikan kebijakan subsidi dengan cermat, memperhitungkan risiko dan tantangan yang terkait, serta memastikan bahwa mereka menghasilkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan Dengan demikian, subsidi pemerintah dapat digunakan sebagai cara mengatasi tantangan lonjakan harga kebutuhan pokok dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh (Silalahi & Ginting, 2. Pemerintah dapat menggunakan kebijakan fiskal untuk menjaga harga kebutuhan pokok stabil. Dalam konteks ini, kebijakan fiskal dapat mengacu pada penggunaan instrumen keuangan seperti pengeluaran publik, perpajakan, dan subsidi untuk memengaruhi permintaan dan penawaran kebutuhan pokok, serta untuk menstabilkan harga-harga pasar (Silalahi & Ginting, 2. Pemerintah dapat menggunakan kebijakan tarif impor untuk mengendalikan pasokan kebutuhan pokok dari luar negeri. Penerapan tarif yang lebih rendah atau bahkan penghapusan tarif untuk impor kebutuhan pokok tertentu dapat membantu meningkatkan pasokan dalam negeri dan menurunkan harga. sisi lain, penerapan tarif yang lebih tinggi dapat mengurangi impor yang berlebihan dan membantu menjaga harga tetap stabil. Pemerintah dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pertanian seperti irigasi, jaringan transportasi, gudang penyimpanan, dan pasar. Infrastruktur yang memadai akan meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi kebutuhan pokok, serta mengurangi biaya logistik yang kemudian dapat mengurangi harga jual. Untuk mencegah ekspor berlebihan dan memastikan pasokan kebutuhan pokok dalam negeri tercukupi, pemerintah dapat menerapkan pajak ekspor pada komoditas tertentu (Silalahi & Ginting, 2. Pajak ini dapat membantu menjaga harga tetap stabil di pasar dalam negeri dengan mengurangi tekanan dari permintaan global. Pemerintah dapat mengawasi harga kebutuhan pokok secara aktif untuk mendeteksi lonjakan harga yang tidak wajar. Dengan memonitor dan menganalisis data harga, pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang tepat, termasuk intervensi pasar jika diperlukan, untuk menjaga harga tetap stabil. CONCLUTION Beras, bawang, dan sejumlah jenis cabai merupakan beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan menjelang Bulan Ramadan tahun ini. Kenaikan beberapa kebutuhan pokok tersebut disebabkan oleh berbagai faktor meliputi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, ketersediaan bahan baku yang digunakan, fenomena perubahan alam, panjangnya rantai distribusi barang, hingga permainan tengkulak dengan menimbun stok barang kebutuhan pokok. Terjadinya iklim ekstrem di beberapa wilayah Indonesia memiliki pengaruh dalam proses produksi bahan Tingginya curah hujan menyebabkan banyak petani di Indonesia mengalami kegagalan panen. Faktor ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran merupakan faktor terkuat yang mempengaruhi harga barang di pasar. Adapun beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah guna menekan harga bahan pokok di pasar meliputi A 2023 The Author. Published by Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. This is an open access article under the CC BY-NC license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/). Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Volume 10. Edisi 1. Juni 2024 Studia Economica : Jurnal Ekonomi Islam Issn (Onlin. : 2809-4964. Issn (Prin. : 2303-2618 journal homepage: http://jurnal. id/index. php/studiaeconomica subsidi pemerintah, penerapan kebijakan fiskal, pembangunan infrastruktur pertanian, dan pengawasan pemerintah guna menjaga kestabilan harga. REFERENCE