Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Edukasi Menggunakan Video Terhadap Minat Wanita Usia Subur (WUS) Melakukan IVA Test di Puskesmas Padasuka Bandung. Author: Rosita1 Oktarina Sri Iriani2 Harwiningsih3 Afiliation: STIKes Dharma Husada1,2,3 Corresponding email rosita@stikesdhb. This is an Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License Abstrak: Latar belakang: Jumlah penderita kanker di dunia pada tahun 2020 mencapai 19,3 juta kasus dengan angka kematian sampai 10 juta jiwa. Kasus penyakit kanker bertambah setiap tahun dan biaya yang ditanggung untuk pengobatan kanker semakin besar sehingga perlu adanya tindakan pencegahan penyakit kanker salah satunya melalui pemeriksaan IVA. Mengingat betapa pentingnya pemeriksaan IVA untuk mendeteksi dini untuk kanker serviks dalam upaya menurunkan insiden dan kematian akibat kanker serviks. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat yaitu dengan menggunakan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap minat wanita usia subur mengikuti IVA test di kelurahan Padasuka kota Bandung. Metode pengabdian: Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode pemberian edukasi menggunakan video lalu dilanjutkan dengan tanya jawab tentang IVA Test. Setelah pemutaran video dan tanya jawab diberikan kuisioner mengenai minat melakukan IVA Test. Hasil pengabdian: Setelah diberikan edukasi dengan video hasilnya adanya perbedaan yang signifikan minat pemeriksaan IVA sebelum diberikan edukasi. Kesimpulan: Bagi WUS diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan minat melakukan pemeriksaan IVA test sebagai salah satu upaya dalam pencegahan dan skrining kanker serviks. Kata kunci: Kanker serviks, pemeriksaan IVA, pendidikan kesehatan. Pendahuluan Kematian yang dialami wanita pada negara-negara berkembang disebabkan salah satunya yaitu menderita kanker serviks. Secara keseluruhan tercatat 600 ribu kasus terbaru serta 300 ribu angka kematian tiap tahun serta nyaris berkisar 80% dialami pada negara-negara berkembang. Jumlah penderita kanker di dunia pada tahun 2020 mencapai 19,3 juta kasus dengan angka kematian sampai 10 juta jiwa. Angka ini meningkat dibanding tahun 2018 yang mencatat ada 18,1 juta kasus dengan jumlah kematian 9,6 juta International Agency for Research on Cancer (IARC), badan internasional untuk penelitian kanker bentukan badan kesehatan dunia (WHO), memperkirakan jumlah penderita kanker di dunia akan terus Kanker serviks merupakan kanker dengan jumlah paling banyak penderitanya ke -2 di Indonesia, setelah kanker payudara hal ini dilihat dari kasus kejadian dan angka kematian. Setiap tahun ada sekitar 000 wanita yang di diagnosis menderita kanker serviks dan lebih dari 7. 000 orang meninggal dunia akibat penyakit ini. 1 Informasi yang diambil dari Kemenkes tanggal 31 Januari tahun 2019, terdapat 23,4 kasus keganasan serviks per 100. 000 penduduk dengan laju kematian normal 13,9 per 100. 000 penduduk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Prevalensi dan estimasi jumlah penderita penyakit kanker serviks di Jawa Barat berada pada kisaran 0,7% atau sebanyak 15. 635 sedangkan angka kejadian kanker serviks di kota Bandung tercatat ada 202 kasus. Faktor yang menyebabkan angka kejadian kanker serviks meningkat salah satunya yaitu kurangnya pengetahuan tentang kanker serviks dan rendahnya minat melakukan pemeriksaan. WUS biasanya terlambat untuk mendeteksi dini kanker serviks, akibatnya kanker serviks ditemukan pada stadium lanjut. Angka kejadian kanker serviks tinggi dikarenakan kurangnya kesadaran sikap untuk melakukan upaya pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan kebanyakan pasien datang ke Rumah Sakit/Puskesmas sudah dalam keadaan stadium lanjut. Menyikapi hal ini, ada beberapa tes untuk mendeteksi dini kanker serviks yaitu tes HPV, tes pap smear, tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA), servikografi, kolposkopi, namun yang sesuai dengan kondisi di negara berkembang termasuk Indonesia adalah dengan menggunakan metode IVA karena tekniknya mudah/ sederhana, biaya murah dan tingkat sensitivitasnya tinggi, cepat dan cukup akurat untuk menemukan kelainan pada tahap kelainan sel . atau sebelum prakanker. 3 Dewasa ini program IVA test merupakan salah satu program pemerintah untuk deteksi dini kanker serviks yang sangat simple. Namun persentase partisipasi WUS mengikuti IVA test masih terbilang rendah. Seperti di kelurahan Padasuka wilayah kerja Puskesmas Padasuka, dari target 80% WUS yaitu 1200 orang hanya 6,83 % WUS saja yang telah mengikuti IVA test dan didapatkan hasil pemeriksaan IVA Positip 2 . ilakukan kryotherapi 1 di padasuka dan 1 lagi dirujuk ), dan curiga kanker. Studi Literatur Kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan kedua dalam deretan kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, pemeriksaan IVA sangat penting dilakukan. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan meneteskan asam asetat . sam cuk. pada permukaan mulut rahim. Teknik ini dinilai terjangkau, mudah, hanya memerlukan alat sederhana, dan hasilnya bisa langsung didapatkan. Untuk melakukan tes ini. Anda dapat mengunjungi rumah sakit, klinik, atau puskesmas. Jaringan serviks yang sehat tidak akan mengalami perubahan warna setelah dioleskan asam asetat. Namun, jika terdapat sel abnormal pada serviks, akan muncul bercak putih pada permukaan leher rahim. Hal ini dapat menandakan adanya sel tumor atau sel kanker pada serviks (Menkes, 2. Agar hasilnya akurat, pemeriksaan IVA hanya boleh dilakukan oleh wanita yang memenuhi syarat berikut: C Sudah pernah melakukan hubungan intim C Tidak berhubungan intim selama 24 jam sebelum pemeriksaan C Tidak sedang haid Bila memenuhi ketiga syarat tersebut, dapat menjalani pemeriksaan IVA secara berkala sesuai anjuran dokter atau setidaknya setiap 3Ae5 tahun sekali. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks secara dini, sebab kanker serviks stadium awal sering kali tidak bergejala. Gejala umumnya baru muncul pada tahap lanjut. Pemeriksaan IVA sangat dianjurkan bagi wanita yang berisiko terhadap kanker serviks, misalnya wanita dengan riwayat kanker serviks dalam keluarga, memiliki lebih dari satu pasangan seksual, atau pernah mengalami infeksi menular seksual. Metode Pengabdian Kegiatan pengabdian dilakukan dengan penyuluhan tentang edukasi upaya pencegahan kanker serviks melalui IVA test pada Wanita usia reproduksi. Kegiatan dihadiri oleh 93 wanita usia subur di kelurahan Padasuka kota Bandung. Kegiatan ini dilakukan 2 gelombang. Adapun tahapan kegiatan adalah sebagai Persiapan Kegiatan Survei lokasi . aerah sasara. Pengurusan izin dan administrasi Persiapan video, alat dan bahan serta akomodasi Persiapan ruangan kegiatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Agenda Kegiatan Pembukaan oleh panitia PKM Pemberian kuisioner Pre Test minat melakukan IVA Test Penyampaian materi tentang Kesehatan reproduksi, kanker serviks, cara deteksi kanker serviks, faktor penyebab terjadinya kanker serviks dan cara pencegahan melalui video Diskusi, konsultasi, tanya jawab Pemberian kuisioner Post Test melakukan IVA Test Penutup Dokumentasi Hasil Kegiatan pengabdian berupa edukasi pencegahan kanker serviks melalui IVA test berjalan dengan tertib dan lancar. Peserta yang hadir sebanyak 93 orang Wanita usia reproduksi dengan rata-rata usia 20-45 tahun yang dibagi menjadi 2 gelombang kegiatan. Kegiatan ini memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung kepada Masyarakat. Hal ini terlihat dari para peserta yang antusias dalam berdiskusi mencegah terjadinya kanker serviks sejak dini. Peserta juga bersedia menjadi sumber informasi kepada masyarakat lainnya dalam memberikan wawasan dan pemahaman tentang pencegahan kanker serviks yang dapat diawali dengan menjaga kesehatan reproduksi. Bagi para ibu untuk aktif melakukan IVA test atau pap smear sebagai upaya mendeteksi dini munculnya penyakit kanker serviks. Gambar 1. Kegiatan Edukasi IVA Test Tabel 1. Gambaran Minat Wanita Usia Subur Mengikuti IVA Test Sebelum dan Sesudah diberikan Edukasi Video Minat Mengikuti IVA Test Sebelum Sesudah Mean 67,81 74,87 Nilai SD 7,969 6,528 P Value 0,000 Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa nilai rata-rata minat wanita usia subur dalam mengikuti IVA test sebelum diberikan edukasi video adalah 67,81 dan nilai SD 7,969, sedangkan minat wanita usia subur mengikuti IVA test sesudah diberikan edukasi video tentang kanker serviks adalah 74,87 dan nilai SD 6,528. Terlihat ada peningkatan minat mengikuti IVA test sebelum dan sesudah diberikan pendidikan Dari hasil uji Wilcoxon diketahui bahwa nilai p value . ,000 <0,. , sehingga dapat disimpulkan pada responden secara statistik ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap minat wanita usia subur mengikuti IVA test di kelurahan Padasuka kota Bandung Jurnal Pengabdian Masyarakat Multi Displin Ilmu Volume : 3 | Nomor 1 | Januari 2025 | E-ISSN : 2986-2. https://jurnal. org/index. php/jpmasdi Pembahasan Pendidikan kesehatan tentang kanker serviks dan tes IVA saat ini sangat penting mengingat semakin meningkatnya kasus kanker serviks dan rendahnya kesadaran WUS untuk melakukan deteksi dini. Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak dini dirasakan sangat rendah. Selain itu, masyarakat merasa pemeriksaan pap smear dianggap tabu, ibu merasa malu untuk melakukan Indikasinya adalah lebih dari 70% penderita yang datang ke Rumah Sakit sudah pada stadium lanjut. Salah satu upaya untuk meningkatkan minat masyarakat yaitu dengan menggunakan pendidikan kesehatan. Penekanan konsep pendidikan kesehatan lebih pada upaya mengubah perilaku sasaran agar berperilaku sehat terutama pada aspek kognitif . engetahuan dan pemahaman sasara. , sehingga pengetahuan sasaran pendidikan kesehatan telah sesuai dengan yang diharapkan oleh penyuluh kesehatan maka penyuluhan berikutnya akan dijalankan sesuai dengan program yang telah direncanakan. Pendidikan kesehatan tentang kanker serviks bertujuan untuk memberikan informasi kepada WUS tentang pengertian kanker serviks, tanda dan gejala kanker serviks, penyebab kanker serviks, cara pencegahan kanker serviks dan lain-lain. Dengan terpaparnya WUS terhadap informasi tersebut pengetahuan tentang kanker serviks dapat meningkat pula. Apabila pengetahuan responden meningkat maka semakin meningkat pula minat mengikuti skrining kanker serviks. Metode edukasi dengan media LCD untuk menampilkan materi dalam bentuk power point yang dapat didukung dengan gambar, foto dan video/film yang dapat diulang-ulang sehingga lebih mudah diterima dan diingat. Video tentang kanker serviks dalam kegiatan ini dibuat dengan menyajikan gabungan gambar dan kata-kaya yang dapat dipahami oleh responden. hiburan, ceramah dan diskusi. Menurut teori metode diskusi lebih disukai oleh kelompok dengan latar belakang pendidikan cukup, sedangankan metode dengan media hiburan lebih disukai oleh kelompok dengan latar belakang pendidikan yang lebih rendah. Rangkaian gambar dan katakata yang apabila digabungkan ternyata lebih efektif untuk mempertahankan ingatan. Kesimpulan Terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang kanker serviks terhadap minat wanita usia subur mengikuti IVA test di kelurahan Padasuka kota Bandung tahun 2024 dengan nilai p value = 0,000 . <0,. Bagi pelayanan kesehatan khususnya puskesmas sebagai pelayanan kesehatan tingkat awal diharapkan agar lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala dengan memberikan metode dan materi yang menarik dan aplikatif khususnya mengenai deteksi dini kanker serviks dan melaksanakan program IVA test yang merupakan program pemerintah. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada panitia dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STIKes Dharma Husada yang telah mendukung kegiatan berjalan sesuai harapan, kepada Kepala Puskesmas Padasuka Kota Bandung yang telah mengizinkan kegiatan ini dilaksanakan, juga para kader yang telah membantu kegiatan ini. Referensi