Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Analisa Waktu Pelaksanaan dan Biaya Menggunakan Metode CPM dan Metode Crashing Pada Proyek Pembangunan Laboratorium Forensik Polda Sulut Nazilah P. Abas1. Tampanatu P. Sompie2*. Aris Sampe3 ,Sherley Runtunuwu4 1,3,4 Program Studi Konstruksi Bangunan Gedung. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Manado. Kota Manado Program Studi Teknik Jalan Jembatan. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Manado. Kota Manado E-mail: tampanatu. sompie@polimdo. Abstrak Pada masa pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan yang dapat mengakibatkan pertambahan waktu pelaksanaan dan pembengkakan biaya pelaksanan sehingga penyelesaian proyek menjadi terhambat. Maka dari itu diperlukan percepatan penyelesaian proyek, alternatif percepatan dapat berupa penambahan jam lembur, pengunaan alat yang produktif, penambahan jumlah pekerja, penggunaan material yang cepat pemasangannya dan metode konstruksi yang lebih cepat. Pelaksanaan yang mengalami keterlambatan perlu dilakukan percepatan. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini dengan mempersingkat waktu pelaksanaan proyek dengan alternatif penambahan 3 jam kerja . pada kegiatan-kegiatan kritis yang didapat dari analisi jaringan kerja berupa CPM. Hasil yang didapatkan adalah durasi setelah percepatan yaitu 18 minggu atau 126 hari kerja atau lebih cepat 18,18% dari durasi normal yaitu 22 minggu atau 154 hari kerja, sedangkan biaya upah tenaga kerja setelah percepatan mengalami peningkatan dari biaya normal sebesar Rp. 000,00 menjadi Rp. 716,76. Kata kunci: critical path method, crashing, jam kerja . Abstract During the implementation of the construction project, there was a mismatch between the schedule and realization in the field which could result in additional time and cost overruns so that project completion became frequent. Therefore, it is necessary to accelerate project completion, alternative acceleration can be in the form of increasing overtime hours, using productive tools, increasing the number of workers, using faster materials and faster construction methods. Implementation that is delayed needs to be accelerated. The analysis carried out in this study was to shorten the project implementation time with an additional 3 hours of work . on critical activities obtained from network analysis in the form of CPM. The results obtained are the duration after the acceleration is 18 weeks or 126 working days or 18. 18% faster than the normal duration, which is 22 weeks or 154 working days, while the cost of labor wages after the acceleration has increased from the normal cost of Rp. 47,750,000. 00 to Rp. 88,737,716. Keywords: critical path method, crashing, overtime PENDAHULUAN Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Proyek pembangunan Laboratorium Forensik merupakan proyek milik Puslabfor Bareskrim Polri yang dilaksanakan oleh PT. Adhicon Perkasa dan diawasi oleh PT. Prada Cipta Areco, berlokasi di kawasan Sekolah Polisi Negara Manado, proyek dibangun diatas lahan 000 mA dengan beberapa gedung yang akan dibangun. Sesuai rencana dalam Master Schedule Proyek Laboratorium Forensik Polda Sulut diharapkan bisa selesai dalam durasi waktu 52 minggu atau 364 hari namun dalam aktualisasi pelaksanaannya berbagai macam faktor mempengaruhi progres pelaksanaan sehingga mengakibatkan beberapa pekerjaan mundur dari yang direncanakan dan berpengaruh terhadap jadwal pekerjaan lainnya. Untuk mengoptimalisasi waktu pelaksanaan proyek diperlukan suatu upaya dalam hal meningkatkan efektifitas pelaksanaan, metode yang bisa digunakan yaitu CPM (Critical Path Method. dan Metode Crashing karena berkaitan dengan penjadwalan, formulasi dan Metode CPM berfokus dengan menentukan lintasan jalur kritis sedangkan Metode Crashing adalah suatu proses yang disengaja, sistematis dan analitik dengan cara melakukan pengujian dari semua kegiatan dalam suatu proyek yang dipusatkan pada kegiatan yang berada pada jalur kritis. Menurut Maulana dan Sutarto . Kartikasari, dkk . Sulistyo, dkk . Putri, dkk . dengan penambahan jam kerja . waktu pelaksanaan proyek menjadi lebih cepat dari waktu pelaksanaan awal dan biaya menjadi lebih besar dari biaya normal, sedangkan menurut Novianto, dkk . dengan penambahan jam kerja . dapat mengatasi keterlambatan dengan waktu pelaksanaan proyek dipercepat serta biaya menjadi lebih kecil dari biaya normal. Anggara dan Namara . SaAoadah, dkk . menyatakan bahwa dengan alternatif percepatan penambahan tenaga kerja dan jam kerja . didapat hasil analisis dengan kedua alternatif sistem penambahan jam kerja . embur 3 ja. merupakan alternatif program crashing yang lebih efisien dan ekonomis, karena dengan menerapkan sistem tersebut durasi lebih cepat dan anggaran total biaya proyek lebih murah. Menurut Violita . alternatif yang lebih ekonomis untuk menyelesaikan proyek ialah penambahan tenaga kerja dibandingkan dengan penambahan jam kerja . Sulistyo, dkk . Putri, dkk . menyatakan bahwa dengan penambahan tenaga kerja biaya menjadi lebih murah dibanding penambahan jam kerja . tetapi durasi waktunya lebih lama dengan penambahan tenaga METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan observasi lapangan dan mengumpulkan data-data proyek yang diperoleh dari kontraktor pelaksana dan konsultan Kemudian melakukan identifikasi faktor-faktor keterlambatan yang terjadi pada pelaksanaan di proyek. Langkah selanjutnya adalah membuat jaringan kerja untuk menentukan jalur kritis menggunakan metode CPM (Critical Path Metho. dan dianalisis menggunakan metode Crashing yang hasilnya digunakan sebagai kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Proyek Pembangunan Laboratorium Forensik Polda Sulut Manado berlokasi di Kota Manado. Sulawesi Utara, dengan nilai kontrak Rp. 000,00 dan waktu pelaksanaan Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 354 hari kerja dengan masa pemeliharaan 6 bulan setelah selesai proyek. Pada pelaksanaan pekerjaan ini terdapat keterlambatan waktu pekerjaan dari alokasi waktu yang direncanakan, sehingga perlu diadakan percepatan agar proyek dapat selesai sesuai durasi normal perencanaan. Pada penelitian ini hanya difokuskan pada pekerjaan struktur tanah dan pondasi gedung laboratorium dengan durasi 22 minggu atau 154 hari kerja. Tabel 1. Rincian Anggaran Biaya Pekerjaan Tanah dan Pondasi PEKERJAAN PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI PEK. PENGURUGAN LAHAN PEKERJAAN TIANG PANCANG UK. PEK. PILE CAP TYPE-P1 . 4 ttk PEK. PILE CAP TYPE-P2 . 16 ttk PEK. PILE CAP TYPE-P3 . 4 ttk PEK. PILE CAP TYPE-P4 . 8 ttK PEK. PONDASI TURAP PENGERJAAN TIE BEAM TB1 30 X 50 PENGERJAAN TB2 20 X 30 TOTAL HARGA 168,08 000,00 510,05 566,56 020,25 723,92 149,61 725,60 753,00 617,06 Tabel 2. Daftar Harga Upah Pekerja Jenis Upah Harga Mandor Rp 175. Tukang batu Rp 125. Tukang besi Rp 125. Tukang gali Rp 125. Pekerja Rp 100. Penentuan Jalur Kritis Dalam menentukan jalur kritis pekerjaan diperlukan penjadwalan jaringan kerja yang menjelaskan ketergantungan antar pekerjaan satu dengan yang lainnya yaitu menentukan pekerjaan terdahulu dan pekerjaan selanjutnya berdasarkan logika pekerjaan beserta durasi pekerjaan masing-masing. Dari tabel 3 dapat dilihat seluruh aktivitas yang akan dibuat diagram jalur kritisnya dengan aktifitas pendahulu serta durasi pekerjaan yang telah ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan perencanaan awal proyek. Berikut adalah desain bagan aktivitas jalur Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Tabel 3. Aktivitas Pekerjaan Kode Jenis Pekerjaan Pendahulu Durasi (Har. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI Pek. Pengurugan Lahan Pekerjaan Tiang Pancang Uk. Pek. Pile Cap Type-P1 . 4 Ttk Pek. Pile Cap Type-P2 . 16 Ttk Pek. Pile Cap Type-P3 . 4 Ttk Pek. Pile Cap Type-P4 . 8 Ttk Pek. Pondasi Turap Pengerjaan Tie Beam Tb1 30 X 50 Pengerjaan Tb2 20 X 30 Gambar 1. Aktivitas Jalur Kritis Dari desain jalur kritis yang telah diakukan didapatkan hasil seperti pada tabel 4. Jalur kritis pada pekerjaan struktur tanah dan pondasi adalah : = B E D F H = 42 21 40 28 23 = 154 Total waktu normal pekerjaan struktur tanah dan pondasi adalah 154 hari. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Tabel 4. Rekapitulasi Aktvitas Kritis Kode Jenis Pekerjaan Aktivitas Pendahulu Durasi (Har. Pekerjaan Tiang Pancang Uk. Pek. Pile Cap Type-P3 . 4 Ttk Pek. Pile Cap Type-P2 . 16 Ttk Pek. Pile Cap Type-P4 . 8 Ttk Pengerjaan Tie Beam Tb1 30 X 50 Percepatan Proyek Berdasarkan aktivitas pekerjaan kritis yang didapatkan, selanjutnya akan dilakukan percepatan dengan penambahan 3 jam kerja . , pekerjaan yang akan dipercepat (Crashin. dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Aktivitas Pekerjaan yang akan di Crashing ITEM PEKERJAAN PEK. PILE CAP TYPE-P2 . 16 ttk. Galian Tanah Pasir Urug 10 cm Lantai Kerja 5 cm Beton K-300 Pembesian Bekisting Batako PEK. PILE CAP TYPE-P3 . 4 ttk. Galian Tanah Pasir Urug 10 cm Lantai Kerja 5 cm Beton K-300 Pembesian Bekisting Batako PEK. PILE CAP TYPE-P4 . 8 ttk. Galian Tanah Pasir Urug 10 cm Lantai Kerja 5 cm Beton K-300 Pembesian Bekisting Batako PEKERJAAN TIE BEAM TB1 30 X 50 Volume 15,40 1,86 0,93 8,40 960,28 41,44 4,74 0,65 0,32 3,65 333,30 13,47 15,10 1,62 0,81 9,60 812,13 31,36 Durasi (Har. Rp 31. Rp 1. 151,96 Rp 595. 543,42 Rp 929. 989,63 Rp 10. 125,04 Rp 12. 169,77 Rp 6. 586,74 Rp 11. Rp 381. 872,95 Rp 208. 167,45 Rp 325. 070,46 Rp 4. 178,80 Rp 4. 374,59 Rp 2. 356,00 Rp 29. Rp 1. 832,72 Rp 521. 100,49 Rp 813. 740,93 Rp 11. 714,33 Rp 10. 323,87 Rp 4. 011,58 Rp 228. Harga Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Galian Tanah Pasir Urug 10 cm Lantai Kerja 5 cm Beton K-300 Pembesian Bekisting Batako 109,40 17,37 5,21 52,10 229,23 347,30 Total Rp 8. 328,63 Rp 5. 988,94 Rp 5. 669,18 Rp 63. 370,10 Rp 91. 286,38 Rp 53. 082,37 Rp 300. Analisa Kenutuhan Tenaga Kerja Perhitungan kebutuhan tenaga kerja pada pekerjaan galian tanah pondasi P2, sebagai Volume pekerjaan = 15,40 m3 C Koefisien tenaga kerja Mandor = 0,050 Tukang gali = 0,300 Pekerja = 0,250 (Nilai koefisien diperoleh dari AHS biaya proye. C Upah Mandor = Rp. 000,00 Tukang gali = Rp. 000,00 Pekerja = Rp. 000,00 (Harga upah pekerja diperoleh dari daftar harga upah proye. C Kebutuhan Tenaga Kerja - Mandor = volume x koefisien = 15,40 x 0,050 = 0,77 OO 1 orang - Tukang Gali = volume x koefisien = 15,40 x 0,300 = 4,62 OO 5 orang - Pekerja = volume x koefisien = 15,40 x 0,250 = 3,85 OO 4 orang C Upah Tenaga Kerja - Mandor = jumlah pekerja x upah = 1 x Rp. 000,00 = Rp. 000,00 - Tukang Gali = jumlah pekerja x upah = 5 x Rp. 000,00 = Rp. 000,00 - Pekerja = jumlah pekerja x upah = 4 x Rp. 000,00 = Rp. 000,00 Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Tabel 6. Kebutuhan Tenaga Kerja Tenaga Kerja Volume Pekerjaan Mandor Tukang Gali Pekerja Jumlah Pekerja Jumlah Upah Tenaga Kerja 000,00 000,00 000,00 000,00 Analisa Produktivitas Tenaga Kerja Berikut adalah perhitungan produktivitas pada pekerjaan galian tanah struktur tanah & pondasi P2, dengan rumus : Dimana : V = Volume pekerjaan T = Durasi pekerjaan n = Jumlah tenaga kerja yang digunakan Mandor = 2,2 m3/hari/orang Tukang gali = 0,44 m3/hari/orang Pekerja = 0,55 m3/hari/orang Analisa Penambahan Jam Kerja . Penurunan Produktivitas Untuk menentukan nilai produktivitas penambahan jam kerja lembur yaitu menggunakan Indeks produktivitas diperoleh dari Gambar 2. 8 menurut Soeharto, sehingga dapat dihitung nilai penurunan produktivitas per jam sebagai berikut : Penurunan produktivitas jam ke 1 = Penurunan produktivitas jam ke 2 = Penurunan produktivitas jam ke 3 = Maka dapat dihitung produktiitas per jamnya dengan menggunakan rumus : Durasi kerja normal = 7 jam Durasi kerja lembur = 3 jam Total jam kerja = 10 jam Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Berikut perhitungan produktivitas tenaga kerja setelah ditambah 3 jam kerja pada pekerjaan galian tanah pondasi P2 - Mandor Produktivitas per jam normal = 2,2/7 = 0,314 m3/jam/orang Produktivitas lembur jam ke 1 = 0,909 x 0,314 = 0,286 m3/jam/orang Produktivitas lembur jam ke 2 = 0,833 x 0,314 = 0,262 m3/jam/orang Produktivitas lembur jam ke 3 = 0,769 x 0,314 = 0,242 m3/jam/orang Produktivitas 3 jam lembur = 0,286 0,262 0,242 = 0,789 m3/hari/orang Produktivitas 7 jam normal = 0,314 x 7 = 2,2 m3/hari/orang Produktivitas 10 jam kerja = 0,787 2,2 = 2,989 m3/hari/orang - Tukang gali Produktivitas per jam normal = 0,44/7 = 0,063 m3/jam/orang Produktivitas lembur jam ke 1 = 0,909 x 0,063 = 0,057 m3/jam/orang Produktivitas lembur jam ke 2 = 0,833 x 0,063 = 0,052 m3/jam/orang Produktivitas lembur jam ke 3 = 0,769 x 0,063 = 0,048 m3/jam/orang Produktivitas 3 jam lembur = 0,057 0,052 0,048 = 0,158 m3/hari/orang Produktivitas 7 jam normal = 0,063 x 7 = 0,44 m3/hari/orang Produktivitas 10 jam kerja = 0,158 0,44 = 0,598 m3/hari/orang - Pekerja Produktivitas per jam normal = 0,55/7 = 0,079 m3/jam/orang Produktivitas lembur jam ke 1 = 0,909 x 0,079 = 0,071 m3/jam/orang Produktivitas lembur jam ke 2 = 0,833 x 0,079 = 0,065 m3/jam/orang Produktivitas lembur jam ke 3 = 0,769 x 0,079 = 0,060 m3/jam/orang Produktivitas 3 jam lembur = 0,071 0,065 0,060 = 0,197 m3/hari/orang Produktivitas 7 jam normal = 0,079 x 7 = 0,55 m3/hari/orang Produktivitas 10 jam kerja = 0,197 0,55 = 0,747 m3/hari/orang Menentukan Crash Duration Berikut perhitungan durasi pekerjaan setelah ditambahkan 3 jam kerja pada pekerjaan galian tanah pondasi P2 : Mandor = 5,152 Tukang gali = 5,152 Pekerja = 5,152 5 Hari Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Menentukan Biaya Tambahan dan Upah Total Tenaga Kerja Setelah mendapatkan durasi pekerjaan setelah crashing, maka dapat dihitung berapa biaya tambahan akibat penambahan jam kerja dengan menggunakan rumus yang berdasarkan ketentuan yang tertulis dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 pasal 11 tentang upah jam kerja lembur. Rumus tersebut ialah sebagai - Upah jam lembur ke 1 = 1,5 x 1/173 x upah normal x hari kerja sebulan - Upah jam lembur ke 2 dan seterusnya = 2 x 1/173 x upah normal x hari kerja sebulan Berikut perhitungan biaya tambahan dan upah total tenaga kerja pada pekerjaan galian tanah pondasi P2 - Upah Normal Mandor = Rp. 000,00 Tukang gali = Rp. 000,00 Pekerja = Rp. 000,00 - Upah lembur jam ke 1 Mandor = 1,5 x x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 968,21 Tukang gali = 1,5 x x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 263,01 Pekerja = 1,5 x x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 410,40 Upah lembur jam ke 2 Mandor =2x x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 624,28 Tukang gali =2x x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 017,34 Pekerja =2x x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 213,87 Upah lembur jam ke 3 Mandor =2x x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 624,28 Tukang gali =2x x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 017,34 Pekerja =2x x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 213,87 Upah tenaga kerja . (Upah normal upah jam ke 1 upah jam ke 2 upah jam ke . Mandor = Rp. 216,76 Tukang gali = Rp. 297,69 Pekerja = Rp. 838,15 Total upah tenaga kerja (Total cost per hari x jumlah tenaga kerj. Mandor = Rp. 216,74 x 1 = Rp. 216,74 Tukang gali = Rp. 297,68 x 5 = Rp. 488,40 Pekerja = Rp. 837,16 x 4 = Rp. 348,64 Total upah pekerjaan = Rp. 053,78 Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Berdasarkan perhitungan durasi setelah penambahan 3 jam kerja lembur maka didapatkan durasi keseluruhan menjadi 126 hari kerja. Berikut adalah diagram jaringan kerja setelah dilakukan crashing dengan penambahan jam lembur selama 3 jam. Tabel 7. Durasi Setelah Crashing Kode Jenis Pekerjaan Aktivitas Pendahulu Durasi (Har. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI Pek. Pengurugan Lahan Pekerjaan Tiang Pancang Uk. Pek. Pile Cap Type-P1 . 4 Ttk Pek. Pile Cap Type-P2 . 16 Ttk Pek. Pile Cap Type-P3 . 4 Ttk Pek. Pile Cap Type-P4 . 8 Ttk Pek. Pondasi Turap Pengerjaan Tie Beam Tb1 30 X 50 Pengerjaan Tb2 20 X 30 Gambar 2. Jalur Kritis setelah Crashing Penelitian pada proyek Pembangunan Laboratorium Forensik Polda Sulut ini hanya berfokus pada pekerjaan struktur tanah dan pondasi yang di rencanakan selesai dalam kurun waktu 154 hari kerja dengan upah tenaga kerja sebesar Rp 47. 000,00. Hasil dari proses percepatan pada pekerjaan bangunan menunjukkan bahwa durasi percepatan dengan alternatif penambahan 3 jam kerja . durasi percepatan proyek sebesar 126 hari kerja atau 18,18%. Upah tenaga kerja yang diperoleh yaitu Rp 88. 716,76. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 Tabel 8. Rekapitulasi Perbandingan Biaya dan Durasi Uraian Durasi (Har. Upah Tenaga Kerja Pekerjaan Normal 000,00 Alternatif Penambahan Jam Kerja (Lembu. 716,76 Selisih 716,76 Berikut adalah kurva perbandingan antara waktu dan biaya pada kondisi normal dan lembur berdasarkan hubungan waktu dan biaya normal dan setelah di Crashing. Pada gambar 3 diperlihatkan hubungan antara biaya dan waktu. Apabila waktu dipersingkat, maka biaya yang dibutuhkan juga akan meningkat dari biaya normal. Hal ini terjadi karena peningkatan pengeluaran biaya langsung, seperti gaji tenaga kerja maupun upah lembur. Gambar 3. Perbandingan Waktu dan Biaya Pada Kondisi Normal dan Lembur KESIMPULAN Pada proyek yang ditinjau ini mengalami keterlambatan pelaksanaan akibat dari lamanya mobilisasi alat pancang dan terjadinya kerusakan pada alat tersebut sehingga pekerjaan tertunda, juga faktor cuaca yang mengakibatkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan. Hasil analisa jalur kritis pada pekerjaan struktur tanah dan pondasi didapat jalur pekerjaan kritis yaitu B-E-D-F-H dengan total waktu pelaksanaan 154 hari kerja. Dari hasil analisa percepatan . dengan penambahan 3 jam kerja . dari 5 pekerjaan kritis terdapat 4 pekerjaan yang dipercepat, didapatkan total upah tenaga kerja dalam kondisi normal Rp 47. 000,00 dengan waktu pelaksanaan 154 hari kerja, hasil penambahan 3 jam kerja . diperoleh upah tenaga kerja Rp 88. 716,76 dengan waktu pelaksanaan 126 hari kerja atau lebih cepat 18,18% dari durasi normal. Apabila waktu dipersingkat maka biaya yang dibutuhkan juga meningkat dari biaya normal. Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado Vol. 1 No. 1 Tahun 2022 SARAN Metode percepatan yang digunakan dalam penelitian ini hanya menggunakan penambahan jam kerja . Hasil yang diperoleh akan lebih baik apabila ditambahkan dengan alternatif yang lainya seperti penambahan tenaga kerja, shift kerja, penambahan material/peralatan dan lainnya. Agar dapat lebih banyak perbandingan dan dapat mengetahui metode crashing yang lebih efektif dari segi waktu dan biaya. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada PT. Adhicon Perkasa selaku pelaksana proyek dan PT. Prada Cipta Areco selaku pengawas proyek yang sudah memberikan bantuan selama pengambilan data pada penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA