Volume 2. No 1. Hal 01Ae09. April 2026 pISSN x-x An eISSN x-x ATLM Unggul Dalam Tuntaskan Kesehatan Berbasis Laboratorium Di Desa Arga Indah II Kabupaten Bengkulu Tengah ABSTRAK Mardiyansyah Bahar1*. Kuntarjo1. Mardiani1. Dewi Yunita1. Tegar Krisna1. Abimayu1. Budi suasono1. Murniati1. Anggraini Puspita Sari1. Angga Satria Putra1. Nina Apriza1. Putri Hartika Rozi1. Ricky Fahmi Putra1. Randi JS Nasution1. Juhendi Afrizal1. Elva Miryani1. Dina Mayasari1. Satriani Arliza1 1 Dewan Pimpinan Wilayah PATELKI Upaya untuk membiasakan hidup sehat sangat penting terutama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat salah satunya melakukan screening pemeriksaan laboratorium. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kesehatan berbasis laboratorium serta pemeriksaan dasar meliputi gula darah, kolesterol total, dan asam urat menggunakan metode Point of Care Testing (POCT). Metode POCT dipilih karena mampu memberikan hasil cepat, akurat, dan efisien sehingga dapat dilakukan langsung di lokasi masyarakat. Kegiatan ini di laksanakan Desa Arga Indah II Kabupaten Bengkulu Tengah dengan melibatkan 94 peserta yang terdiri dari 64 perempuan . ,1%) dan 30 laki-laki . ,9%). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki hasil normal, namun terdapat sekitar 27,7% peserta dengan kadar gula darah tinggi, 25,5% dengan kolesterol tinggi, dan 22,3% dengan asam urat di atas batas normal. Rata-rata hasil pemeriksaan laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan, yang berkaitan dengan perbedaan pola hidup dan kebiasaan konsumsi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 90% peserta memahami arti hasil pemeriksaan, dan 85% menyatakan akan melakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular dan memperkuat peran ATLM dalam edukasi serta pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Model pengabdian berbasis POCT ini dapat dijadikan contoh program preventif dan promotif yang efektif untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat di daerah pedesaan. Bengkulu. Bengkulu. e-mail : mardiyansyahbahar@gmail. Kata Kunci Asam urat. Gula Darah. Kolestrol. Point-of-Care Testing (POCT) Keywords: Gout. Blood Sugar. Cholesterol. Pointof-Care Testing (POCT) Diterima: 12 Oktober 2025 Disetujui: 18 November 2025 Diterbitkan: 06 Januari 2026 ABSTRACT Efforts to get used to a healthy life are very important, especially to improve the degree of public health, one of which is screening laboratory The purpose of this activity is to provide laboratory-based health education and basic examinations including blood sugar, total cholesterol, and uric acid using the Point of Care Testing (POCT) method. The POCT method was chosen because it is able to provide fast, accurate, and efficient results so that it can be carried out directly in community This activity was carried out in Arga Indah II Village. Central Bengkulu Regency by involving 94 participants consisting of 64 women . 1%) and 30 men . 9%). The results showed that most of the participants had normal results, but there were about 27. 7% of participants with high blood sugar levels, 25. 5% with high cholesterol, and 22. 3% with uric acid above normal limits. The average results of the examination were higher for men than for women, which was related to differences in lifestyle and consumption habits. The results of the evaluation showed that 90% of participants understood the meaning of the test results, and 85% stated that they would do a routine check-up every six months. This activity succeeded in increasing public awareness of the importance of early detection of noncommunicable diseases and strengthening the role of ATLM in communitybased education and health services. This POCT-based service model can be used as an example of effective preventive and promotive programs to increase public health awareness in rural areas. A Year Author. Published by AIPTLMI (Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesi. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). How to cite: Mardiyansyah BK. Mardiani. Dewi Y ,M. Tegar K. Budi S. Murniati. Anggraini PS. Angga SP. Nina A. Putri H R . Ricky F P . Randi JS N. Juhendi A. Elva M. Dina M. Satriani A. ATLM Unggul Dalam Tuntaskan Kesehatan Berbasis Laboratorium Di Desa Arga Indah II Kabupaten Bengkulu Tengah. JIPMASLAB. : 1-9. JIPMASIA. :1-9 aiptlmi-iasmlt. id | 1 . Mardiyansyah Bahar, dkk. JIPMASLAB PENDAHULUAN Kesehatan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari peran laboratorium medik sebagai sumber informasi penting bagi dokter dan tenaga kesehatan. Melalui hasil pemeriksaan laboratorium, dokter dapat menentukan penyakit, menilai tingkat keparahan, serta memantau hasil pengobatan. Karena itu, peran Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) menjadi sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang cepat, akurat, dan bermutu . Sebagian Masyarakat Bengkulu, khususnya di Kabupaten Bengkulu Tengah belum memiliki akses yang mudah ke fasilitas laboratorium. Berdasarkan Data Profil Dinas Kesehatan Bengkulu tengah. Kabupaten ini merupakan kabupaten baru dari sembilan kabupaten lainnya dengan fasilitas Pada tahun 2022 diKabupaten Bengkulu Tengah jumlah puskesmas yang ada sebanyak 20 buah terdiri dari 4 buah Puskesmas Perawatan dan 16 Puskesmas non Perawatan dan 1 buah RSUD, berdasarkan hal ini masih banyak kekurangan baik fasilitas dan SDM di lingkungan Kabupaten Bengkulu Tengah . Selain memberikan pelayanan langsung, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi para ATLM. Melalui keterlibatan dalam pelayanan masyarakat. ATLM dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, penerapan standar mutu laboratorium, dan pengendalian alat pemeriksaan di lapangan . Dari sisi teknologi, perkembangan Point of Care Testing (POCT), pemeriksaan cepat di tempat pasien, membantu memperluas jangkauan layanan laboratorium. Namun, keberhasilan pelaksanaannya memerlukan tenaga ATLM yang terlatih serta pengawasan mutu yang ketat agar hasil tetap valid . Kegiatan Pekan TLM ini juga menjadi ajang untuk memperkuat organisasi profesi PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesi. , membangun kerja sama antara perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, serta mempertegas citra ATLM sebagai tenaga kesehatan profesional yang berkontribusi langsung kepada masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Pekan TLM ke-39 Dewan Pimpinan Wilayah PATELKI Bengkulu bukan hanya sebatas kegiatan sosial, tetapi juga bentuk peningkatan mutu profesi dan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sadar akan pentingnya pemeriksaan laboratorium secara berkala. METODE Penelitian ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada tanggal 24 Mei 2025 di antaranya: Tempat dan waktu pelaksanaan Dilaksanakan di Desa Arga Indah II Kecamatan Merigi Sakti di Kabupaten Bengkulu Tengah, pada Hari Sabtu tanggal 24 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh warga Desa masyarakat setempat. Bentuk Kegiatan Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian edukasi tentang penyuluhan kesehatan berbasis laboratorium, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan asam urat, pemeriksaan kolesterol total. Pengabdian kepada kasyarakat ini melakukan metode pemeriksaan screening kesehatan menggunakan POCT, yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 24 Mei 2025 dengan agenda sebagai berikut : Mardiyansah Bahar, dkk . JIPMASLAB Tabel 1. Rincian Kegiatan Edukasi dan screening kesehatan Hari/Tanggal 22 Mei 2025 Kegiatan Persiapan 24 Mei 2025 Pelaksanaan 24 Mei 2025 Penyusunan Laporan 24 Mei 2025 Evaluasi Rincian Kegiatan Koordinasi dengan Kepala Desa Arga Indah II. Bintara Pembina Desa (BABINSA). Tokoh Adat. Tokoh Agama. Kepala Puskesmas, untuk menyelenggarakan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Penyampaian Materi Edukasi, dan melakukan screning kesehatan Pemeriksaan Golongan Darah. Pemeriksaan Asam Urat. Pemeriksaan Kolesterol Total. Mencatat jumlah orang yang melakukan tes dan hasilnya serta informasi terkait umur, jenis kelamin Mencatat jumlah orang yang melakukan tes dan hasilnya serta informasi terkait umur, jenis kelamin dan mengelompokkan hasil yang normal dan tidak normal. Masyarakat mengetahui hasil pemeriksaan Pengolahan dan Interpretasi Hasil Pelaksanaan Kegiatan Hasil kegiatan pengabdian diolah dalam bentuk pesentase untuk mencari rata-rata Kadar Normal atau tidak normal, jenis kelamin, dan hasil pemeriksaan. Evaluasi Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Untuk menentukan keberhasilan program pengabdian ini kami mengadakan sesi tanya jawab dan diskusi dengan masyarakat dari jumlah peserta dengan total 110 orang yang hadir dengan yang melakukan pemeriksaan 94 orang . %), di Desa Arga Indah II Kecamatan Merigi Sakti di Kabupaten Bengkulu Tengah. Setelah selesainya kegiatan edukasi dan sesi tanya jawab dilanjutkan dengan pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol total. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian Kepada Masyarakat ini dengan karakteritik subyek seperti jenis kelamin, kadar hasil, yang kegiatan ini merupakan bentuk implementasi kompetensi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dalam memberikan layanan pemeriksaan dasar dengan metode POCT, yang memungkinkan pemeriksaan dilakukan di luar fasilitas laboratorium besar dengan hasil cepat, akurat, dan efisien. Gambar 1. Seluruh Warga Desa Arga Indah II Kabupaten Bengkulu Tengah . Mardiyansyah Bahar, dkk. JIPMASLAB Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Arga Indah II yang terdiri dari kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Total peserta yang mengikuti pemeriksaan sebanyak 94 orang, terdiri atas 64 perempuan . ,1%) dan 30 laki-laki . ,9%). Kegiatan dimulai dengan penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya pemeriksaan laboratorium dalam deteksi dini penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan gout. Penyuluhan dilakukan secara interaktif menggunakan media presentasi, poster, dan diskusi tanya jawab agar masyarakat lebih mudah memahami hubungan antara gaya hidup dan hasil pemeriksaan Tabel 2. Distribusi Peserta Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Peserta . Persentase (%) Perempuan Laki-laki Total Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), asam urat (AU), kolesterol total (CHOL). Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat POCT yang praktis dan portabel, seperti glucometer dan strip test kolesterol serta asam urat. Seluruh pemeriksaan dilaksanakan oleh tenaga ATLM yang berpengalaman, dibantu mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik serta tenaga kesehatan Puskesmas Merigi Sakti. Tabel 3. Kategori Hasil Pemeriksaan Berdasarkan Ambang Batas Parameter Gula Darah Sewaktu (O140 mg/dL) Asam Urat (O7. 0 mg/dL) Kolesterol Total (O200 mg/dL) Nilai Normal Jumlah Normal (%) 68 . %) Jumlah Tinggi (%) 26 . %) 73 . %) 70 . %) 21 . %) 24 . %) Tabel 4. Hasil Berdasarkan Jenis Pemeriksaan Jenis Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu Kolesterol Total Asam Urat Jumlah Peserta Diperiksa Hasil Normal . Hasil Tinggi . Persentase Hasil Tinggi (%) Tabel 5. Rata-rata Hasil Pemeriksaan Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Rata-rata Gula Darah . g/dL) Rata-rata Asam Urat . g/dL) Rata-rata Kolesterol Total . g/dL) JIPMASLAB Mardiyansah Bahar, dkk . Hasil pemeriksaan pada tebel diatas. menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki hasil dalam batas normal, namun ditemukan pula sejumlah peserta dengan hasil di atas ambang batas. Berdasarkan data yang diperoleh, 27,7% peserta memiliki kadar gula darah sewaktu di atas 140 mg/dL, 25,5% memiliki kadar kolesterol total melebihi 200 mg/dL, dan 22,3% memiliki kadar asam urat lebih dari 7 mg/dL. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hampir seperempat dari total peserta berpotensi mengalami gangguan metabolik atau penyakit tidak menular yang membutuhkan tindak lanjut. Jika ditinjau tabel 4. berdasarkan jenis kelamin, rata-rata hasil pemeriksaan menunjukkan perbedaan yang cukup bermakna. Pada kelompok laki-laki, rata-rata kadar gula darah mencapai 168,2 mg/dL, asam urat 6,3 mg/dL, dan kolesterol total 182,8 mg/dL. Sedangkan pada kelompok perempuan, rata-rata kadar gula darah 146,5 mg/dL, asam urat 5,9 mg/dL, dan kolesterol total 176,2 mg/dL. Nilai ini memperlihatkan bahwa laki-laki memiliki kecenderungan kadar metabolik lebih tinggi dibanding perempuan, kemungkinan akibat perbedaan pola makan, aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok. Dari hasil observasi lapangan dan wawancara singkat, diketahui bahwa sebagian besar peserta laki-laki memiliki kebiasaan makan tinggi lemak dan rendah serat, serta jarang melakukan aktivitas olahraga. Sementara itu, peserta perempuan sebagian besar mengaku rutin mengonsumsi sayur dan buah, serta lebih aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan desa. Faktor gaya hidup ini sangat berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan laboratorium, sebagaimana dijelaskan oleh Prihandono. Kesuma, dan Widyadari . bahwa peningkatan kadar glukosa dan kolesterol sering kali berhubungan langsung dengan perilaku konsumsi dan aktivitas fisik yang tidak seimbang. Gambar 2. Gambar Proses Pemeriksaan Kesehatan Pelaksanaan kegiatan dengan metode POCT dinilai sangat efektif karena dapat dilakukan secara langsung di lokasi masyarakat dengan waktu pemeriksaan yang singkat, yaitu sekitar lima menit per pemeriksaan. Peserta dapat segera mengetahui hasil dan langsung menerima penjelasan dari petugas mengenai makna hasil pemeriksaannya. Hasil pemeriksaan yang abnormal langsung disertai dengan edukasi dan rekomendasi tindak lanjut ke fasilitas kesehatan terdekat. Hal ini sejalan dengan penelitian. , yang menjelaskan bahwa POCT berperan besar dalam pendukung diagnosis awal dan meningkatkan kesadaran masyarakat . Mardiyansyah Bahar, dkk. JIPMASLAB terhadap pentingnya pemeriksaan laboratorium. Secara umum, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi tenaga kesehatan dan mahasiswa yang terlibat. Para ATLM dapat mengasah kemampuan teknis dalam penerapan pemeriksaan cepat di lapangan, termasuk pengendalian mutu sederhana (Quality Contro. sebelum dan sesudah pemeriksaan. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung tentang pelayanan laboratorium berbasis komunitas dan komunikasi kesehatan dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini juga memperkuat citra profesi ATLM sebagai tenaga profesional yang berperan penting dalam sistem kesehatan masyarakat. Dari hasil evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan, sebanyak 90% peserta menyatakan puas terhadap kegiatan ini, dan 85% peserta menyatakan termotivasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap enam bulan sekali. Data ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian semacam ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan laboratorium. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah desa, dan tenaga laboratorium medik melalui pendekatan langsung yang bersifat edukatif. Pelaksanaan kegiatan di Desa Arga Indah II, karena berdasarkan informasi rekan pengurus di Bengkulu Tengah masih banyak keterbatasan terutama dalam hal, bahan laboratorium untuk pemeriksaan dasar laboratorium, antara lain pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat, hal ini menjadi tujuan pelaksaanaan pengabdian masyarakat, dengan cara pemeriksaan laboratorium sederhana dengan metode POCT dapat menjadi solusi praktis di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelayanan laboratorium tidak harus bergantung pada fasilitas besar, melainkan dapat dilakukan secara mandiri di tingkat desa dengan tetap menjaga akurasi dan mutu hasil. Dalam konteks kesehatan masyarakat, hasil pemeriksaan ini menjadi dasar untuk pemetaan risiko penyakit tidak menular di wilayah Bengkulu Tengah. Dengan mengetahui tingkat gula darah, kolesterol, dan asam urat masyarakat, pemerintah daerah dapat merencanakan program lanjutan seperti edukasi gizi, olahraga rutin, serta skrining berkala di setiap desa . Keberhasilan upaya promotif dan preventif dalam masyarakat sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kesehatannya melalui deteksi Dengan demikian, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Aula Desa Arga Indah II ini tidak hanya menghasilkan data pemeriksaan laboratorium, tetapi juga menumbuhkan kesadaran baru bagi masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan berkala. Masyarakat yang sebelumnya kurang memahami arti hasil pemeriksaan kini mampu membaca dan menafsirkan hasilnya dengan bimbingan petugas. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, serta komitmen untuk menjaga kesehatan di tingkat individu dan komunitas . Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian berbasis laboratorium dengan metode POCT ini telah memberikan dampak positif baik bagi masyarakat maupun profesi ATLM. Model pengabdian seperti ini direkomendasikan untuk dilanjutkan di wilayah lain di Provinsi Bengkulu, sebagai bagian dari upaya promotive preventif dalam menekan angka penyakit tidak menular di masyarakat pedesaan. JIPMASLAB Mardiyansah Bahar, dkk . KESIMPULAN Kegiatan pengabdian ini sangat membantu terutama di tengah upaya pemerintah dalam hal cek kesehatan gratis, tingkat kesadaran masyarakat masih kurang perhatiannya terhadap kesehatan diri sendiri, program ini sebagai salah satu upaya Organisasi Profesi DPW PATELKI dalam upaya promotive preventif untuk menekan angka penyakit tidak menular sehingga Hasil edukasi ini diharapkan memberikan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat. Masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pemeriksaan laboratorium setelah mengikuti edukasi. Dari hasil evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan, sebanyak 90% peserta menyatakan puas terhadap kegiatan ini, dan 85% peserta menyatakan termotivasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin setiap enam bulan sekali. Mereka diharapkan lebih memahami pentingnya tindakan pencegahan seperti mengkonsumsi makanan yang sehat dan pola hidup sehat. Saran untuk kegiatan ini selanjutnya agara mewakili semua lapisan masyarkat seperti anak-anak, balita dan ibu hamil mungkin kedepannya bisa berkalaborasi dengan organisasi profesi lainnya agar mambantu mensukseskan kegiatan pemerintah cek kesehatan gratis (CKG). UCAPAN TERIMA KASIH Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari DPW PATELKI Bengkulu mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan pengabdian kami dapat berjalan sebagaimana mestinya dan Terimakasih juga kepada Kepala Desa Arga Indah II. Bintara Pembina Desa (BABINSA). Tokoh Adat. Tokoh Agama. BEM Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa. IMATELKI DPW Bengkulu dan Kepala Puskesmas Desa Arga Indah II. Penyandang Dana Kegiatan Pengabdian ini didanai DPW PATELKI Bengkulu bersama 10 DPC Kabupaten dan Kota Bengkulu, serta ATLM yang telah berkontribusi yang tidak bisa kami sebutkan satu Kontribusi Penulis Semua penulis berkontribusi untuk terlaksananya kegiatan pengabdian ini, penulisan laporan dan pembuatan artikel jurnal. Randi JS Nasution: Mengurus Administrasi dan laporan di lingkungan Desa Arga Indah II Kabupaten Bengkulu Tengah. Muh. Fadli. Dewi Puspita Sari Harmila Susti. Elva Miryani. Dina Mayasari. Satriani Arliza. Junike Dwi Yolanda. Aprilia Kesuma Dewi: Tim Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi. Konsep pembuatan proposal serta pelaksanaan kegiatan. Ricky Fahmi Putra dan Juhendi Afrizal . Mardiyansyah Bahar, dkk. JIPMASLAB REFERENSI