JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Pengaruh Locus Of Control. Independensi dan Profesionalisme Terhadap Kinerja Auditor Internal Nandra Fitriyani Wahyudia1. Mega Norsitaa2* Universitas Mulawarman. Indonesia 1 mega. norsita@feb. *Mega Norsita1 Received: 4 Agustus 2025. Revised: 15 November 2025. Accepted: 21 November 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh locus of control, independensi, dan profesionalisme terhadap kinerja auditor internal, sehingga bisa memahami peran auditor internal. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan data primer serta diukur dengan skala likert. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 responden auditor internal yang terdaftar di Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode analisis PLS-SEM yang diolah dengan program SmartPLS versi 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Locus of control berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja auditor internal, sedangkan independensi tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor internal, sementara itu profesionalisme berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja auditor internal. Kata kunci - locus of control. independensi dan profesionalisme. kinerja auditor internal Abstract This research aims to investigate the impact of locus of control, independence, and professionalism on the performance of internal auditors, thereby enhancing the understanding of the role of internal auditors. This study employs a quantitative approach using primary data, measured with a Likert scale. The sample size for this research consists of 37 respondents who are internal auditors registered with the Regional Inspectorate of East Kalimantan Province. This study utilizes the PLS-SEM analysis method, processed with SmartPLS version 4. The results indicate that locus of control has a significant positive effect on the performance of internal auditors, while independence does not significantly affect internal auditor performance, and professionalism also has a significant positive effect on the performance of internal auditors. Keywords - locus of control. independence and professionalism. internal auditor performance How to Cite : Wahyudi. , & Norsita. Pengaruh Locus Of Control. Independensi dan Profesionalisme Terhadap Kinerja Auditor Internal . Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 286Ae294. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 286 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Wahyudi. Norsita PENDAHULUAN Pesatnya perkembangan global menuntut peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan transparansi sektor publik. Di Indonesia, tuntutan tersebut semakin menguat seiring meningkatnya harapan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara yang profesional dan bebas dari penyimpangan. Sayangnya, lemahnya sistem pengawasan internal dan buruknya manajemen birokrasi masih menjadi penyebab utama rendahnya akuntabilitas publik, sebagaimana tercermin dalam berbagai kasus penyalahgunaan anggaran dan praktik korupsi. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, pemerintah telah mendorong reformasi di bidang pelaporan keuangan melalui penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual. Reformasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kredibilitas pengelolaan keuangan daerah. Namun, tantangan dalam implementasinya masih cukup besar, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, infrastruktur teknologi yang belum merata, serta resistensi terhadap perubahan di kalangan birokrasi (Yogi Pranata, 2. Dalam konteks pengawasan internal pemerintahan. Inspektorat Daerah memiliki peran strategis sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Auditor internal di lingkungan Inspektorat bertugas memastikan bahwa setiap proses pengelolaan keuangan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun demikian, efektivitas peran auditor internal masih sering dipertanyakan. Beberapa studi kasus di Aceh Tenggara dan Kabupaten Bandung Barat menunjukkan lemahnya pengawasan, keterbatasan jumlah auditor, serta kurang optimalnya pelaksanaan audit, yang berdampak pada opini audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (Raudhatul & Ishak, 2. Kinerja auditor internal menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pengawasan (Uly Maria Ulfah & & Fitri Lukiastuti, 2. Kinerja auditor internal adalah suatu hasil karya yang dicapai oleh seorang auditor dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan waktu yang diukur dengan mempertim-bangkan kuantitas, kualitas, dan ketepatan waktu. Kinerja dapat diukur melalui pengukuran tertentu . , di mana kualitas adalah berkaitan dengan mutu kerja yang dihasilkan, sedangkan kuantitas ada-lah jumlah hasil kerja yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, dan ketepatan waktu adalah kesesuaian waktu yang telah direncanakan (Akbar & & Hardi, 2. Pengendalian internal diharapkan dapat menjadi gambaran agar perusahaan dapat meningkatkan dan memperkuat pengendalian internal yang dibutuhkan untuk mengurangi atau menghindari risiko bagi perusahaanBurhani et al. , 2. (Asmapane et al. , 2. Auditor yang memiliki locus of control yang kuat diyakini lebih bertanggung jawab dan proaktif dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, tingkat independensi auditor berpengaruh terhadap kemampuan mereka dalam menghasilkan opini yang objektif dan tidak terpengaruh kepentingan pihak tertentu (Setiawan & Latrini, 2. (Wardhatul & Asyik, 2. Di sisi lain, profesionalisme juga menjadi indikator penting dalam mencerminkan kompetensi, etika, dan integritas auditor dalam menjalankan fungsinya (Kurnia et al. , 2. Profesionalisme auditor adalah tanggung jawab untuk bertindak melampaui pemenuhan kewajiban pribadi atau ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku di masyarakat (Sangadah, 2. (Salsadilla, 2. Meskipun beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji pengaruh locus of control, independensi, dan profesionalisme terhadap kinerja auditor internal, masih terdapat keterbatasan dalam kajian empiris yang secara khusus menyoroti auditor internal pada Inspektorat Provinsi, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Padahal, keberadaan Inspektorat Provinsi Kalimantan Timur sangat strategis dalam memastikan efektivitas pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh locus of control, independensi, dan profesionalisme terhadap kinerja auditor internal pada Inspektorat Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 287 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Wahyudi. Norsita kajian audit sektor publik, serta menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam upaya peningkatan kualitas pengawasan internal pemerintahan daerah. Untuk memahami perilaku dan kinerja auditor internal secara lebih mendalam, pendekatan teori atribusi menjadi landasan teoretis yang relevan (Heider, 1. Teori atribusi menjelaskan bagaimana individu menilai penyebab dari suatu perilaku, baik yang berasal dari dalam diri . maupun dari pengaruh lingkungan . (Supriadi et al. , 2. Dalam konteks audit, teori ini membantu menjelaskan faktor-faktor psikologis dan profesional yang membentuk kinerja auditor, seperti locus of control, independensi, dan profesionalisme. Locus of control menggambarkan sejauh mana seseorang meyakini bahwa hasil dari tindakan yang dilakukan dipengaruhi oleh usaha sendiri . atau oleh faktor eksternal seperti nasib atau Auditor dengan locus of control internal cenderung menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap tugasnya dan lebih termotivasi dalam menghadapi tantangan. Sebaliknya, auditor dengan locus of control eksternal cenderung kurang proaktif dan mudah menyalahkan faktor luar atas kegagalannya (Iriansyah, 2. Sementara itu, independensi merupakan elemen fundamental dalam profesi audit. Auditor harus mampu mempertahankan objektivitas dan tidak terpengaruh oleh tekanan dari pihak manapun, guna menjamin integritas hasil audit (Arens et al. , 2. Independensi yang baik akan meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap laporan hasil audit, terutama dalam sektor publik yang rentan terhadap konflik kepentingan. Independensi auditor adalah sikap yang menuntut auditor untuk tetap netral dan tidak berpihak pada kepentingan pihak manapun saat memeriksa laporan keuangan. Sikap jujur yang ada pada diri auditor ini tidak hanya ketika berhadapan dengan manajemen saja, auditor juga harus bersikap netral terhadap pihak ketiga yang memanfaatkan laporan keuangan, seperti kreditor, pemilik atau calon pemilik. Seorang auditor sangat penting menerapkan sikap mental yang independen namun tidak hanya itu penting juga untuk para pengguna laporan keuangan memiliki keyakinan bahwa seorang auditor yang melakukan proses audit benar-benar menerapkan sikap independen tersebut (Wardhatul et al. , 2. Adapun Profesionalisme auditor adalah tanggung jawab untuk bertindak melampaui pemenuhan kewajiban pribadi atau ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku di masyarakat. Sebagai profesional, auditor publik memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga kepada klien dan sesama praktisi, serta wajib menjaga perilaku yang terhormat, bahkan jika itu memerlukan pengorbanan pribadi (Sangadah, 2. Orang yang berdedikasi secara profesional memiliki antusiasme yang kuat terhadap pekerjaannya dan bersedia bekerja keras untuk mencapainya tanpa meminta izin (Asmapane et al. , 2024. Selain itu profesionalisme auditor juga didefinisikan sebagai persyaratan utama bagi seorang auditor. Profesionalisme auditor mencakup kemampuan dan perilaku yang bersifat profesional, termasuk pengetahuan, pengalaman, keahlian teknologi, serta kemampuan untuk menggabungkan faktor-faktor tambahan seperti transparansi dan akuntabilitas dalam sikap profesional mereka. Aspek aspek tersebutlah sangat penting dalam mempertahankan kepercayaan publik (Salsadilla et al. , 2. Berdasarkan dari teori, hasil penelitian sebelumnya, serta belum optimalnya peran pengawasan internal di Tingkat daerah, maka penelitian ini memfokuskan pada analisis pengaruh locus of control, independensi dan profesionalisme terhadap kinerja auditor internal di Inspektorat Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini merujuk pada sebuah gambaran kerangka konseptual sebagai berikut : H1 : Locus of control berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja auditor internal H2 : Independensi berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja auditor internal H3 : Profesionalisme berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja auditor internal METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal yang bertujuan untuk menguji pengaruh locus of control, independensi, dan profesionalisme terhadap kinerja Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 288 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Wahyudi. Norsita auditor internal. Lokasi penelitian berada di Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, dengan populasi seluruh auditor internal yang berjumlah 55 orang. Karena jumlah populasi relatif kecil, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian (Sugiyono, 2. Data yang digunakan merupakan data primer, diperoleh secara langsung melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh auditor. Instrumen disusun dalam bentuk pernyataan tertutup menggunakan skala Likert lima poin, dengan rentang penilaian dari 1 . angat tidak setuj. hingga 5 . angat setuj. Sebelum digunakan, instrumen diuji coba . ilot tes. pada 30 mahasiswa peminatan audit Universitas Mulawarman untuk menguji validitas dan reliabilitas awal. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei, sementara pengukuran variabel dilakukan melalui indikator-indikator yang telah dikembangkan dari teori dan penelitian terdahulu. Setiap variabel dianalisis berdasarkan indikator masing-masing dan diuji melalui outer model dan inner model dalam pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. 0 (Hair et al. , 2. Analisis data terdiri atas dua tahap, yakni: . evaluasi model pengukuran . uter mode. yang mencakup uji validitas konvergen . oading factor > 0,70 dan AVE > 0,. , uji validitas diskriminan . ilai akar AVE > korelasi antar konstru. , serta uji reliabilitas . ilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability Ou 0,. evaluasi model struktural . nner mode. melalui nilai R-square, koefisien jalur . ath coefficien. , dan signifikansi statistik menggunakan bootstrapping. Pengujian hipotesis dilakukan pada tingkat signifikansi 5% . -value < 0,. (Hair et al. , 2. PEMBAHASAN Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner kepada auditor internal di Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Sebanyak 37 auditor menjadi responden dalam survei ini. Tabel 1 Karakteristik Responden Deskripsi Jenis Total (%) Jenis Kelamin Laki-laki 59,5% Perempuan 40,5% Total Usia Responden < 25 tahun 26 Ae 30 tahun 31 Ae 35 tahun >35 tahun Total 21,6% 8,1% 5,4% 64,9% Pendidikan Terakhir SMA/Sederajat Diploma Sarjana Magister Doktor Total 18,9% 59,5% 21,6% Jabatan Auditor Terampil 21,6% Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 289 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Wahyudi. Norsita Auditor Muda Auditor Pertama Auditor Madya Auditor Utama Total Sumber : Data Penelitian, 2025 Variabel Locus of Control Independensi Profesionalisme Kinerja Auditor Internal 40,5% 2,7% 32,4% 2,7% Tabel 2 Hasil Uji Validitas Konvergen Instrument Outer Loading X1. 0,824 X1. 0,896 X1. 0,803 X1. 0,888 X1. 0,898 X2. 0,905 X2. 0,899 X2. 0,758 X2. X3. X3. X3. X3. X3. 0,750 0,915 0,816 0,899 0,912 0,895 0,867 0,875 0,831 0,874 0,838 0,766 Deskripsi Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data Penelitian, 2025 Gambar 1 Hasil Uji Bootsrapping Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 290 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Wahyudi. Norsita Deskripsi Locus of control Independensi Profesionalisme Kinerja Auditor Internal Sumber : Data penelitian, 2025 Tabel 3 Nilai Ave (Average Variance Exctracte. Skor AVE 0,744 0,691 0,789 0,710 Deskripsi Valid Valid Valid Valid Adapun kriteria nilai loading factor harus > 0,70 berdasarkan pada nilai rule of thumb maka indikator dapat dinyatakan valid lalu untuk nilai average variance extracted (AVE) harus > 0,50 berdasarkan pada nilai rule of thumb maka variabel dapat dinyatakan valid (Hair et al. , 2. Nilai validitas diskriminan diukur dengan membandingkan akar kuadrat AVE setiap konstruk dengan nilai koefisien korelasi antar konstruk. Syarat konstruk yang memiliki validitas diskriminan yang baik yaitu jika nilai akar AVE lebih besar dari pada koefisien korelasi antar konstruk dalam model dengan nilai harus >0,70 untuk setiap variabel (Hair et al. , 2. Tabel 4 Cross Loadings Results Variabel X1. 0,824 0,757 0,726 0,782 X1. 0,896 0,793 0,806 0,814 X1. 0,803 0,757 0,760 0,807 X1. 0,888 0,828 0,859 0,827 X1. 0,898 0,795 0,847 0,848 X2. 0,818 0,905 0,795 0,774 X2. 0,855 0,899 0,849 0,786 X2. 0,655 0,758 0,694 0,669 X2. 0,687 0,750 0,720 0,684 X3. 0,850 0,849 0,915 0,831 X3. 0,771 0,779 0,816 0,818 X3. 0,875 0,865 0,899 0,818 X3. 0,843 0,851 0,912 0,834 X3. 0,784 0,752 0,895 0,843 0,860 0,784 0,810 0,867 0,812 0,763 0,788 0,875 0,767 0,772 0,807 0,831 0,841 0,771 0,835 0,874 0,812 0,721 0,758 0,838 0,681 0,621 0,717 0,766 Sumber : Data Penelitian, 2025 Tabel 5 Cronbach's alpha dan composite reliability Variabel Composite Cronbach's alpha Reliability Locus of control (X. 0,914 0,913 Independensi (X. 0,857 0,847 Profesionalisme (X. 0,933 0,933 Kinerja Auditor Internal (Y) 0,921 0,918 Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Informasi Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Hal | 291 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Wahyudi. Norsita Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien cronbach's alpha dan composite reliability. Nilai cronbach's alpha dan composite reliability harus berada lebih dari 0,7. Tabel 6 Hasil Uji Hipotesis Variebel Original Sample mean Standart T statistics P Values sample . (|O/STDEV|) (STDEV) 0,624 0,601 0,199 3,137 0,002 -0,116 -0,105 0,181 0,637 0,524 0,461 0,457 0,182 0,527 0,012 Sumber : Data penelitian, 2025 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis (H. dapat diketahui bahwa variabel locus of control berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja auditor internal. Pengaruh signifikan ini ditunjukkan oleh hasil signifikan pada P Value sebesar 0,002 dan menunjukkan arah positif dengan nilai original sample sebesar 0,624, artinya semakin tinggi locus of control pada auditor, kinerja auditor internal akan semakin meningkat. Hal tersebut terjadi karena auditor internal dengan locus of control internal cenderung merasa memiliki kontrol yang lebih besar terhadap Keputusan dan hasil pekerjaan mereka, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kinerja mereka. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori atribusi. Teori ini menjelaskan penyebab dari peristiwa atau hasil yang mereka alami, baik dalam konteks kehidupan sehari-hari maupun dalam interaksi Teori ini berfokus pada cara kita menginterpretasikan alasan di balik perilaku kita sendiri atau perilaku orang lain(Fanani, 2. Dengan adanya locus of control internal biasanya lebih percaya diri dalam mengambil keputusan dan lebih bertanggung jawab atas hasil yang mereka capai. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Wiriawan . menunjukkan bahwa locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja internal, sebuah temuan yang juga didukung oleh penelitian Oktarina . yang menemukan bahwa locus of control berdampak positif dan signifikan terhadap kinerja auditor internal. Dengan demikian, auditor 58 yang memiliki locus of control internal yang kuat cenderung dapat menyelesaikan masalah dengan keyakinan tinggi dalam strategi penyelesaiannya. Hipotesis kedua (H. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat diketahui bahwa variabel independensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor internal, dilihat dari nilai signifikan pada P Value sebesar 0,524. Hal ini menunjukkan bahwa independensi tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor internal. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan teori atribusi yang menyatakan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh presepsi terhadap penyebab situasi di sekitarnya, baik faktor internal maupun eksternal. Meskipun secara teoritis auditor internal diharapkan untuk memiliki independensi yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya, dalam kenyataannya, banyak auditor internal yang masih terpengaruh oleh kebijakan atau pandangan manajerial. Oleh karena itu, meskipun secara 59 konseptual independensi diharapkan berhubungan dengan kinerja, dalam praktiknya hubungan tersebut bisa jadi lebih kompleks dan tidak sekuat yang diperkirakan variabel-variabel tersebut mungkin belum diperhitungkan atau tidak dapat diukur dengan baik, yang bisa menyebabkan ketidaksignifikanan pada variabel independensi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Dripani & Pratomo . dan Salju et al. yang menunjukkan bahwa independensi tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor meskipun, auditor memiliki posisi yang independen secara struktural, hal tersebut belum tentu berdampak langsung pada peningkatan kinerja mereka. Hipotesis ketiga (H. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat diketahui bahwa variabel profesionalisme berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja auditor internal. Pengaruh tersebut ditunjukkan oleh hasil analisis statistik pada P Value yang menunjukkan angka 0,012 dan arah Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 292 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13 . , 2025 Wahyudi. Norsita positif tersebut ditunjukkan dengan nilai orginal sample 0,461, artinya profesionalisme mempengaruhi kinerja auditor internal. Hal ini terjadi karena auditor dinilai sanggup dalam menghadapi tekanan, menjaga informasi dengan sikap profesional, auditor internal dapat bekerja secara efektif dan dipercaya oleh manajemen. Sehingga, profesional berpengaruh terhadap peningkatan kinerja auditor. Temuan ini sejalan dengan teori atribusi. Teori ini menjelaskan penyebab dari peristiwa atau hasil yang mereka alami, baik dalam konteks kehidupan sehari hari maupun dalam interaksi sosial. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alfianto dan Suryandari . Nugraha dan Ramantha . Arumsari dan Budiartha . Temaja dan Utama . 6 ), (Prabayanthi & Widhiyani, 2. & (Badewin & Ruzita, 2. , yang menyatakan bahwa profesionalisme berpengaruh terhadap Kinerja Auditor. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa locus of control memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja auditor internal. Hal ini menunjukkan bahwa auditor dengan locus of control internal yang kuat cenderung memiliki inisiatif, tanggung jawab, serta kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara mandiri, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan kinerja mereka. Independensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor internal. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun independensi merupakan prinsip dasar dalam profesi auditor, dalam konteks tertentu perannya tidak secara langsung memengaruhi kinerja. Faktor lain seperti tekanan struktural, budaya organisasi, atau kebijakan internal kemungkinan turut memengaruhi hubungan ini. Profesionalisme berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja auditor internal. Auditor yang memiliki profesionalisme tinggi yang tercermin dari kompetensi, etika, dan integritas kerja mampu menghasilkan pekerjaan audit yang lebih akurat, objektif, dan berkualitas. Oleh karena itu, peningkatan profesionalisme menjadi faktor penting dalam mendorong kinerja auditor internal yang optimal. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, objek penelitian hanya terbatas pada auditor internal di Inspektorat Provinsi Kalimantan Timur, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi ke wilayah lain. Kedua, jumlah responden yang terbatas dapat memengaruhi validitas Ketiga, penggunaan kuesioner self-reported berpotensi menimbulkan bias subjektivitas. Keempat, penelitian ini belum mempertimbangkan variabel lain yang mungkin berpengaruh, seperti motivasi kerja atau budaya organisasi. Daftar Pustaka