Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI DAN AKUNTAN PENDIDIK TERHADAP KODE ETIK AKUNTAN (Studi Kasus pada Progarm Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarj. Mohammad Taufiq * Program Studi Akuntansi. Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo *email: cakufik@gmail. ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan guna mengetahui dan membandingkan persepsi terhadap kode etik akuntan publik antara mahasiswa dan akuntan pendidik di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Data penelitian didapatkan dari penyebaran kuesioner dengan subyek penelitian dan tujuan penelitian serta didapatkan dari adopsi dan telaah literatur termasuk dari penelitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan penulisan penelitian ini. Pengukuran hasil kuisioner dilakukan dengan skala Likert dengan teknik analisis data yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah, yakni: . dengan menggunakan uji normalitas data, . uji asumsi klasik dan . uji hipotesis yang disertai langkah-langkah dalam pembuatan keputusan hasil penelitian. Instrumen analisis data menggunakan independent sample t-test. Alat analisis yang diginakan untuk menganalisis yaitu ANOVA (Analisis of Varianc. Dari perolehan data hasil analisis menggunakan dengan teknik analisis data di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa dengan akuntan pendidik terhadap kode etik akuntan. Secara umum persepsi akuntan pendidik lebih baik dibandingkan dengan persepsi mahasiswa akuntansi. Kata kunci : Kode Etik Akuntan. Persepsi. Akuntan Pendidik. Mahasiswa Akuntansi, dimensi kode etik Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 ABSTRACT THE PERCEPTION OF ACCOUNTANCY STUDENT AND ADUCATOR ACCOUNTANT ON THE ACCOUNTANT ETHIES CODE (A Case Study at University of Nahdlatul Ulama Sidoarj. Mohammad Taufiq * Accounting Department. University of Nahdlatul Ulama Sidoarjo *email: cakufik@gmail. This research was conducted to find out and compare perceptions of the public accountant code of ethics between students and educator accountants in the Nahdlatul Ulama University in Sidoarjo. Research data obtained from the distribution of questionnaires with research subjects and research objectives and obtained from the adoption and study of literature including from previous studies related to the writing of this study. Measurement of the results of the questionnaire was carried out with a Likert scale with data analysis techniques carried out to answer the problem formulation, namely: . using the data normality test, . the classic assumption test and . the hypothesis test that was accompanied by steps in decision making results research. Data analysis instruments using independent sample t-test. The analytical tool used to analyze is ANOVA (Analysis of Varianc. From the data acquisition, the results of the analysis using the data analysis techniques above show that there are differences in perceptions between students and educator accountants towards the accountant's code of ethics. In general, the perception of accountants educators is better than the perceptions of accounting students. Keywords: Accountant's Code of Ethics. Perception. Educator Accountants. Accounting Students, code of conduct dimensions. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Akan tetapi demikian dalam pelanggaran terhadap kode etik akuntan tersebut yang dilakukan baik oleh akuntan publik, akuntan intern maupun oleh akuntan pemerintah. Dewan Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia mensinyalir terdapat berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh akuntan. Hal ini terdapat di dalam laporan pertanggung jawaban. Dengan masih saja ditemukannya banyak pelanggaran maka hal ini jelas bahwa kode etik akuntan masih kurang dipatuhi, sehingga dengan adanya temuan-temuan kepercayaan oleh masyarakat terhadap profesi akuntan menjadi menurun. Tidak dipatuhainya kode etik akuntan tersebut salah satunya disebabkan oleh kurangnya pemahaman akibat adanya perbedaan terhadap kode etik akuntan itu sendiri, sehingga guna menanggulangi hal tersebut harus ada persamaan persepsi terhadap kode Etik akuntan. PENDAHULUAN Etika profesi merupakan aturanaturan apa yang harus ditaati dan dipatuhi oleh pihak yang menjalankan profesi tersebut dalam suatu lembaga. Etika profesi sendiri dimaksudkan untuk memberikan batasan-batasan terhadap apa yang dilakukan oleh suatu profesi agar dapat dipatuhi. Karena di dalam etika profesi tersebut terdapat aturan dan batasan batasan mengenai sesuatu yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh suatu Akan tetapi apabila suatu etika profesi tidak ditaati maka harus ada pelanggaran yang dilakukan oleh suatu anggota profesi tersebut, karena dengan adanya pelanggaran terhadap etika profesi tersebut dapat mengakibatkan kerugian terhadap kepentingan umum serta dapat membuat kepercayaan masyarakat akan profesi tersebut semakin berkurang. Adanya perilaku dan tindakan yang sesuai etika maka kepercayan masyarakat terhadap profesi akuntan akan meningkat. Apalagi saat ini profesi seorang akuntan banyak dibutuhkan baik oleh instansi swasta maupun instansi pemerintah. Berdasarkan uraian tersebut, maka penulis mencoba untuk membahas dan menganalisis dengan mengangkat suatu AuPersepsi Mahasiswa dan Akuntan Pendidik Terhadap Kode Etik AkuntansiAy. Agar masalah yang akan diteliti tidak terlalu luas dan lebih terfokus, maka dari itu penulis memberikan batasan masalah yakni Penelitian memutuskan hanya mahasiswa dan akuntan pendidik. Yang dimaksud dengan kode etik dalam penelitian ini yaitu prinsip etika profesi yang terdapat dalam IAI. Sampel untuk Akuntan Pendidik terbatas terhadap akuntan pendidik untuk jurusan akuntansi pada Universitas Nahdlatul Ulama Dalam rangka mendukung upaya perbaikan profesi akuntan tersebut di dalam menjalankan tugasnya, seorang akuntan dibatasi oleh suatu kode etik Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya Kode Etik Akuntan Indonesia yang dirumuskan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sejak tahun 1973 dan telah mengalami perubahan dan revisi pada tahun 1986, tahun 1994 dan serta Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Sidoarjo. Sampel dalam penelitian ini terbatas hanya terhadap sampel mahasiswa akuntansi untuk tahun angkatan 2017 dan 2018 serta dilakukan hanya pada Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. terhadap kode etik akuntan dapat digambarkan dalam tabel berikut ini: DIMENSI TANGGUNG TANGGUNG JAWAB JAWAB PROFESI PROFESI 1 S/D 4 DIMENSI KEPENTINGAN PUBLIK KEPENTING AN PUBLIK 5 S/D 8 DIMENSI INTEGRITAS DAN DIMENSI OBYEKTIFITAS KOMPETENSI DAN KEHATI-HATIAN PROFESIONAL DIMENSI KERAHASIAAN INTEGRITAS DAN OBYEKTIFIT KOMPETENS I DAN KEHATIHATIAN KERAHASIA DIMENSI PERILAKU PROFESIONAL PERILAKU PROFESIONA 27 S/D 30 DIMENSI STANDAR TEKNIS STANDAR TEKNIS 31 S/D 34 METODE PENELITIAN Subyek dan Obyek Penelitian Subyek penelitian yaitu orang yang terlibat dalam penelitian, dalam hal ini pihak-pihak sebagai peneliti, yakni mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo dan Sedangkan obyek Penelitian dalam penelitian ini adalah persepsi mahasiswa akuntansi dan persepsi akuntan pendidik mengenai kode etik akuntan. PERNYATAA NO. Berdasarkan pada hal tersebut maka dalam penelitian ini rumusan masalah yang diangkat yaitu Apakah ada perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi dengan akuntan pendidik pada Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo mengenai Kode Etik Akuntan. DIMENSI INDIKATOR VARIABEL 9 S/D 16 17 S/D 21 22 S/D 26 Adapun respon dari responden selanjutnya disajikan dengan alternatif jawaban Skala Likert sebagai berikut: Variabel Pengukurannya. Variabel penelitian ini yaitu tentang persepsi mahasiswa akuntansi dan akuntan pendidik terhadap kode etik akuntan, di dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kode etik akuntan yaitu delapan prinsip etika yang terdapat pada aturan etika kompertemen akuntan publik. Adapun Pengertian persepsi mahasiswa dan akuntan pendidik dalam penelitian ini yaitu tanggapan mereka selaku pihak yang diharapkan dapat memahami dan mengerti terhadap kode etik akuntan. Variabel persepsi mahasiswa dan akuntan pendidik ALTERNATIF JAWABAN RESPONDEN ALTERNATIF SKOR SANGAT SETUJU SETUJU TIDAK SETUJU SANGAT TIDAK SETUJU Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 benar-benar sekumpulan anggotanya sebanding dengan ukuran dari tiap-tiap kelompok. Metode Pengumpulan Data Data yang dipergunakan di dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer dapat berupa informasi yang di peroleh dari sumber langsung melalui penyebaran kuesioner. Data sekunder dapat didapatkan dari kajian literatur yang di dalamna termasuk penelitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan data penulisan penelitian ini. Di dalam penelitian ini sampel yang dipakai yaitu akuntan pendidik di jurusan akuntansi dan mahasiswa akuntansi untuk angkatan 2017 dan 2018. Untuk sample mahasiswa yang besar diambil antara 10%- 20% atau lebih dari jumlah mahasiswa. Hal ini dengan pertimbangan: Kemampuan dan keterbatasan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga dan biaya. Indikator-indikator dalam penelitian ini didapatkan dari delapan prinsip etika yang terdapat pada aturan etika kompertamen akuntan publik yakni tanggung jawab profesi, kepentingan umum, integritas, obyektifitas, kompetensi kehati-hatian, kerahasiaan, perilaku professional, dan standar teknis. Instrumen dalam penelitian ini diadopsi dari penelitian yang dilakukan Desriani . , dikembangkan dan dimodifikasi oleh Sihwahjoni dan Gundono . memperhatikan resiko yang ditanggung peneliti secara immateriil. sehingga untuk mahasiswa akuntansi didapatkan jumlah 35 responden, dengan penghitungan: n = 20% x N di mana: n : ukuran sample N: ukuran populasi Jadi besarnya sample untuk mahasiswa akuntansi adalah: Populasi dan Sampel Populasi keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi Arikunto, 2. Adapun penelitian ini yang dimaksud populasi yaitu keseluruhan mahasiswa jurusan akuntansi tahun angkatan 2017 dan 2018 dan akuntan pendidik jurusan akuntansi di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. n = 20% x Jumlah mahasiswa angkatan 2017 dan 2. n = 20% X 173 n = 34,6 sehingga peneliti akan mengambil sampel sebanyak 34,6 orang, akan tetapi kami akan membulatkan menjadi 41 a t a u mahasiswa dan di tambah 10 orang untuk akuntan pendidik atau dosen akuntansi, sehingga semua responden menjadi 50 orang. Sampel yaitu sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti dan dianggap dapat menjadi wakil dari keseluruhan populasi (Suharsimi Arikunto, 2. Untuk menentukan sampel, penulis menggunakan teknik Proportional sample kelompok responden, yakni pengambilan sampel dengan cara mengambil sejumlah anggota dari kelompok masing-masing sedemikian rupa sehingga setiap kelompok Adapun responden dari kalangan akuntan pendidik sample yang diambil oleh peneliti hampir 100%, dengan penjelasan 9 untuk akuntan pendidik dalam prodi akuntansi hanya 2 orang yang Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 sedang tidak ada di tempat, sehingga tidak memungkinkan untuk diambil datanya. jumlah pesponden pria dari mahasiswa 24 orang dan akuntan pendidik 6 orang, sedangkan wanita dari mahasiswa 16 orang dan akuntan pendidik 4 orang. Hasil yang di peroleh untuk jenis kelamin ini dapat dilihat dalam tabel 4. 3 berikut ini: Gambaran Singkat Responden Sejalan perkembangan jaman dan berkembangnya di bidang ekonomi, dibutuhkan pula banyak lulusan serjana ekonomi terutama bisang akuntansi yang mampu bersaing dalam bidang ekonomi serta dapat memposisikan diri mereka dalam berbagai lembaga bisnis maupun non bisnis. Tabel 4. 3 Jenis Kelamin Tabel 4. 1 Jenis Responden Mahasiswa Total Tahun Mahasisw Responden Responden (Akuntan (Akuntan Pendidi. Pendidi. 30 Orang 20 Orang 50 Orang KETERANGAN Tabel 4. 2 Usia Responden Tahun Jumlah Tabel 4. Penyebaran dan Tingkat Pengembalian Kuesioner Usia responden yang mengisikan kuesioner bekisar antara 20-36 tahun, hal tersebut dapat dilihat dari tabel di bawah 20 Ae 24 Tahun Wanita Pengembalian Kuesioner Data yang dipakai guna mengetahui perbedaan persepsi antara mahasiswa t erkai t kode etik akuntan didapatkan dari jawaban kuesioner yang berupa daftar pernyataan. Kuesioner ini dibagikan pada 50 responden, yang terdiri dari 10 akuntan pendidik dan 40 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, semua kuesioner kembali ke peneliti, tetapi ada 3 kuesioner yang pengisiannya tidak lengkap, dengan demikian kuesioner yang dapat diolah sebanyak 47 kuesioner. Penyeberan dan tingkat pengembalian kuesioner ini dapat digambarkan pada tabel sebagai berikut: Dalam prodi akuntansi ini mahasiswa akuntansi yang memadai bagi suatu perusahaan, salah satunya sebagai penyedia jasa audit, hal ini tentunya mahasiswa diharapkan mampu mengerti dan memahami tentang kode etik seorang akuntan sebagai acuan dalam melakukan pemberian jasa tersebut, apakah sudah sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu yang telah ditentukan. Akuntan Pendidik Pria Total Responden Responden yang diperoleh peneliti terdiri dari pria sebanyak 30 orang dan wanita 20 orang. Dengan penjelasan. JUMLAH KUESIONER YANG DISEBARKAN KUESIONER YANG DIISI KUESIONER YANG TIDAK LENGKAP KUESIONER YANG LENGKAP (DAPAT DIOLAH) TINGKAT PENGEMBALIAN KUESIONER Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Crombach Alpha > 0,6. Dimensi integritas dan dimensi obyektifitas mempunyai nilai Cronbach Alpha paling tinggi yakni 0,9361, sedangkan dimensi tanggung jawab profesi mempunyai nilai Cronbach Alpha 0,7524, dimensi Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional mempunyai nilai Cronbach Alpha 0,7732, Dimensi Kerahasiaan mempunyai nilai Cronbach Alpha 0,8624, adapun Dimensi Perilaku Profesional mempunyai nilai Cronbach Alpha 0,7687. Dimensi Kepentingan Publik mempunyai nilai Cronbach Alpha 0,9185, dan Dimensi nilai Cronbach Alpha 0,7590. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa semua pernyataan penelitian telah dapat dikatakan Valid kepentingan analisis. Analisis Data dan Pembahasan Analisis Validitas dan Reabilitas Kuesioner yang disebar pada responden merupakan alat atau instrument memperoleh data dalam penelitian ini. Guna mengetahui kualitas data dalam instumen penelitian ini, maka dalam penelitian ini dilakukan uji validitas dan Berdasarkan penghitungan dengan program SPSS versi 23, diperoleh hasil penghitungan bahwa rhitung > dari rtabel untuk setiap butir pernyataan, hal ini berarti semua butir pernyataan dalam penelitian ini dinyatakan valid, dengan demikian instrument tersebut dapat digunakan untuk tujuan Sedangkan tingkat reliabilitas instrumen per dimensi dapat dilihat pada 4 sebagai berikut: NO. FAKTOR CRONBACH ALPHA DIMENSI TANGGUNG JAWAB PROFESI 0,7524 DIMENSI 2 KEPENTINGAN PUBLIK DIMENSI INTEGRITAS DAN DIMENSI OBYEKTIFITAS KOMPETENSI DAN 4 KEHATI-HATIAN PROFESIONAL DIMENSI KERAHASIAAN DIMENSI PERILAKU PROFESIONAL DIMENSI STANDAR TEKNIS Metode Analisis Data Uji Normalitas Data Apabila signifikasi, maka sebaran data penelitian dapat dikatakan normal dapat diuji dengan statistik parametik. Namun sebaliknya jika probabilitass < taraf signifikasi, maka sebaran data yaitu tidak normal dan di uji dengan alat uji hipotesis berupa data statistik non-parametik. 0,9185 Sedangkan pengujian normalitas data di dalam penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov membandingkan taraf signifikansi ( =0,. dan probabilitass. Dari pengujian uji normalitas data penelitian dengan bantuan SPSS 2 1 dapat disajikan untuk tiap j e n i s dimensi maupun ditampilkan pada tabel 4. 5 sebagai berikut: 0,9361 0,7732 0,8624 0,7687 0,7590 Pada tabel 4. 4 dapat disajikan bahwa semua pernyataan per dimensi yaitu Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 NO. FAKTOR TANGGUNG JAWAB PROFESI KEPENTINGAN UMUM ( PUBLIK ) INTEGRITAS DAN OBYEKTIFITAS KOMPETENSI DAN KEHATI-HATIAN PROFESIONAL Menggunakan tingkat nyata atau level of significance ( ) = 0,05. Digunakan untuk PROBABILIprobabilitas menolak Ho. TAS Menentukan nilai uji statistik. Nilai t dihitung yang dihasilkan dengan 0,063 pengujian hipotesis dapat dilihat dengan 0,026 Tabel 4. 6 Nilai Uji Statistik 0,589 PERNYATAAN TENTANG 0,401 KODE ETIK AKUNTAN KODE ETIK AKUNTAN KERAHASIAAN 0,129 PERILAKU PROFESIONAL 0,016 STANDAR TEKNIS 0,192 SECARA KESELURUHAN Pembuatan Thitung Sig -5,462 0,000 Langkah terakhir yaitu membuat keputusan untuk Hasil analisis normalitas data seperti terlihat dalam tabel 4. 5 menunjukkan probabilitass > taraf signifikan ( = 0,. menerima atau menolak Ho. Dari hasil HASIL DAN DISKUSI Pengujian Hipotesis Setelah normalitas data,maka langkah selanjutnya yaitu melakukan pengujian hipotesis menggunakan teknik independen sample Ttest. Adapun langkah pengujian hipotesis dapat digambarkan sebagai berikut: jatuh pada daerah penerimaan Ha yakni - pengujian seperti pada tabel 4. 1 diatas maka dapat dilihat bahwa nilai statistik uji 2,914 > -5,462 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Dengan demikian Ha penelitian diterima, atau dapat disimpulkan bahwa untuk persepsi tentang kode etik akuntan ini terdapat perbedaan persepsi Terkait penentuan Ho dan Ha, hipotesis yang digunakan yakni : Ho : Tidak terdapat perbedaan persepsi antar mahasiswa dan akuntan pendidik. akuntan pendidik. Analisis Hasil Penelitian Pada Analisis hipotesis dengan menggunakan t test untuk dua kelompok menunjukkan hasil nilai t sebesar -5,462 dengan signifikasi 0,000. Hasil tersebut menggambarkan bahwa nilai t hitung < t tabel dan tingkat signifikasi < 0,05 dengan demikian Ha diterima, karena nilai uji statistik terdapat pada daerah terima Ha. sehingga dinyatakan terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi dan akuntan pendidik terhadap kode etik Ha : Terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa dan akuntan pendidik. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan pengujian dua arah, yakni untuk membuktikan bahwa ada atau tidak perbedaan antara dua kelompok sampel. Penentuan tingkat nyata. Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 Hal tersebut dapat terjadi karena akuntan pendidik dapat dikatakan lebih mempunyai kemampuan yang baik untuk lebih memahami tentang kode etik akuntan dari pada mahasiswa. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor lamanya serta tingkat pendidikan dari akuntan pendidik. perilaku profesional serta dimensi standar Berdasar pada hasil penelitian serta analisis yang telah dilakukan oleh peneliti maka dapat diambil kesimpulan bahwa: Adanya perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi dan akuntan pendidik terhadap kode etik akuntan. Indikator adanya perbedaan persepsi dari kedua kelompok tersebut meliputi 7 prinsip etika, yakni Dimensi Tanggung Jawab Profesi. Dimensi Kepentingan Publik. Dimensi Integritas dan Dimensi Obyektifitas. Kompetensi dan Kehatihatian Profesional. Dimensi Kerahasiaan dan Dimensi Perilaku Profesional. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa hasil t hitung secara keseluruhan berada pada daerah menolak Ho (Ho dalam hal ini dimaksudkan tidak terdapat perbedaan persepsi antara dua kelompok sampe. , yakni mahasiswa akuntansi dan akuntan Dengan kata lain hasil uji hipotesis jatuh pada daerah terima Ha, . akni terdapat perbedaan antara kedua Akhirnya penelitian ini dapat dibuat sebuah kesimpulan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa dan akuntan Adapun dimensi kecakapan dimensi professional, dimensi tanggung jawab, dimensi pelaksanaan kode etik, serta dimensi penafsiran dan penyempurnaan kode etik. Hal ini juga dapat dikatakan bahwa persepsi terhadap kode etik akuntan dapat juga mengalami perbedaan persepsi meskipun dapat dimengerti oleh pihakpihak dalam satu lingkungan profesi. Hal ini menunjukkan bahwa penafsiran dan pemahaman tentang kode etik diantara tujuh kelompok akuntan tersebut perlu adanya penyamaan pandangan atau persepsi, oleh sebab itu perlu kiranya bagi masing-masing kelompok akuntan untuk dapat lebih memperhatikan dan memahami Kode Etik Akuntan Indonesia. SIMPULAN Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan bukti terkait ada atau tidaknya perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi dan akuntan pendidik tentang kode etik akuntan yang tertera dalam kode etik IAI, khususnya tentang prinsip etika. Adapun Perbedaan persepsi yang ada bisa jadi disebabkan oleh adanya perbedaan maupun tingkat umur, karena menurut peneliti tingkat terhadap bagaimana memahami kode etik, sehingga hal tersebut berpengaruh juga bagaimana memberikan respon atau perbedaan ini dapat juga dipengaruhi oleh tingkat umur, sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap bagaimana suatu Penelitian ini dilakukan dengan menguji Dimensi-dimensi yang ada pada kode etik akuntan publik yang terdiri dari dimensi kepentingan umum (Publi. , dimensi integritas, dimensi obyektivitas, dimensi kompetensi dan dimensi kehati-hatian Profesional, dimensi kerahasiaan, dimensi Greenomika. Vol. 1 No. 1 Juni 2019 P-ISSN: 2657-0114 E-ISSN: 2657-0122 memberikan pemahaman dan tanggapan terhadap pernyataan yang ada di dalam kuesioner, sehingga hal tersebut mengakibatkan adanya perbedaan persepsi antara mahasiswa akuntansi dengan akuntan pendidik. DAFTAR PUSTAKA