JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 PENGARUH PENAMBAHAN PUTIH TELUR TERHADAP KUAT TEKAN BETON Debora Selvi Tarantein. Tonny Sahusilawane. Delvia Rimesye Apalem. 1,2,. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ambon deboratarantein6@gmail. com , . tonnys998@gmail. com , . delviarimesye@gmail. ABSTRACT The use of concrete as a building material has long been known in Indonesia. Basically, concrete is defined as a mixture of other hydraulic cement, fine aggregate, coarse aggregate and water with or without additional ingredients . which form a solid mass. Historically, egg white itself has been used as a mixture in Egg white contains calcium carbonate (CaCO. , magnesium oxide (M. , iron oxide (Fe2O. and phosphorus pentoxide (P2O. , which are also contained in cement. Egg white will be an added ingredient in the concrete mixture in this test with a percentage of added material used of 0%, 2% and 2. 3% of the cement weight. The concrete test object is made in the form of a cube with dimensions of 15y15y15 cm and is made according to the SNI 03-2834-2000 method. The parameters to be tested are the slump test and the compressive strength of the concrete with a standard compressive strength of 200 Kg/cmA at a concrete age of 7 days. The results obtained in this research were that the compressive strength of concrete with 0% egg white added was 223. kg/cm2, 2% was 181,8 kg/cm2, and 2. 3% was 221,1 kg/cm2. The slump test percentage values are 0% = 9 cm, 2% = 10. 8 cm and 2. 3% = 8 cm. So it can be concluded that the use of egg white as an added material has an effect on compressive strength, because the more egg white added material in the concrete, the stronger the compressive strength of the concrete and the resulting slump test. It can be seen from the use of 2% added material which produces a compressive strength of 181,8 kg/cm2 and 2. 3% yields 221,1 kg/cm2. ABSTRAK Pemakaian beton sebagai bahan bangunan telah lama dikenal di Indonesia. Pada dasarnya beton didefinisikan yaitu campuran antara semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air dengan atau tanpa bahan tambahan . yang membentuk masa padat. Secara histroris putih telur sendiri telah dipakai sebagai salah satu bahan campuran dalam beton putih telur mengandung zat kalsium karbonat (CaCO. ,Magnesium Oksida(M. Besi Oksida(Fe2O. dan Fosfor Pentoksida (P2O. yang mana zat ini juga terkandung didalam Putih telur akan menjadi bahan tambah dalam campuran beton pada pengujian ini dengan persentase bahan tambah yang dipakai sebesar 0%, 2% dan 2,3% dari berat semen. Benda uji beton dibuat berbentuk kubus dengan ukuran 15y15y15 cm dan dibuat sesuai dengan metode SNI 03-2834- 2000. Parameter yang akan diuji berupa slump test dan kuat tekan beton dengan standar kuat tekan 200 Kg/cmA pada umur beton 7 hari. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu kuat tekan beton dengan bahan tambah putih telur 0% sebesar 223,7 kg/cm2, 2% sebesar 181,8 kg/cm2, dan 2,3% sebesar 221,1 kg/cm2. Nilai slump test persentase 0% = 9 cm, 2% = 10,8 cm dan 2,3% = 8 cm. Maka dapat disimpulkan bahwa pemakaian putih telur sebagai bahan tambah berpengaruh terhadap kuat tekan,karena semakin banyak bahan tambah putih telur dalam beton maka semakin kuat tekan beton dan slump test yang dihasilkan. Dapat dilihat dari penggunaan bahan tambah 2% mengahasilkan kuat tekan sebesar 181,8, kg/cm2 dan 2,3% menghasilkan 221,1 kg/cm2. Kata Kunci : Putih Telur. Slump Test. Kuat Tekan Beton e-ISSN:2964-5158 Halaman 110 JOURNAL AGREGATE PENDAHULUAN Secara histroris pun putih telur sendiri telah dipakai sebagai salah satu bahan campuran dalam beton yang mana menurut penelitian yang dilakukan Ully Yantina . putih telur mengandung zat kalsium karbonat (CaCO. ,Magnesium Oksida(M. Besi Oksida(Fe2O. dan Fosfor Pentoksida (P2O. yang mana zat ini juga terkandung didalam semen. Benteng Somba Opu merupakan salah satu bukti benteng terkuat yang terbuat dari putih telur yang dibangun oleh Sultan Gowa ke IX, tahun 1525 M. Bangunan tersebut dibangun dari tanah liat dan putih telur sebagai pengganti semen (Abidin et al. , 2. Pengujian ini mencoba menganalisa kualitas beton yang memanfaatkan putih telur Sebagai bahan tambahan pada Campuran Beton dengan variasi presentase penambahan putih telur yakni sebesar 0%, 2% dan 2,3% dari berat semen pada penelitian ini menggunakan metode ekperimen. Melalui penelitian ini akan diamati perbandingan kuat tekan beton normal dengan beton yang menggunakan bahan tambahan putih telur. TINJAUAN PUSTAKA 1 Bahan Penyusun Beton Semen Semen portland didefinisikan sebagai semen hidrolik yang dihasilkan dengan menggiling klinker yang terdiri dari kalsium-silikat-hidrolik yang umumnya mengandung satu sama dengan bahan utamanya, (Amiwarti, 2. Semen mengandung beberapa unsur kimia yaitu kapur (CaO) sebesar 60- 65%, silika (SiO. 17- 25%, alumina (Al2O. 3-8%, besi (Fe2O. 5- 6%,magnesia (MgO) 0. 5-4% , sulfur (SO. 1- 2%, soda/potash 0. 5-1%, (Prayuda,2. Agregat Agregat dalam campuran beton berfungsi sebagai bahan pengisi. Sekitar agregat menempati 70% dari volume beton. Agregat yang digunakan dalam penelitian ini berupa agregat halus dan agregat kasar. Agregat halus yang digunakan berupa pasir sedangkan agregat kasar yang digunakan berupa batu Kedua agegat tersebut dilakukan pencucian sehingga semua agregat bebas dari zat organik (S. Arif,2. Air Dalam pembuatan beton, air menjadi sangat penting karena air dapat bereaksi dengan semen yang akan menjadi pasta pengikat agregat. Air juga berpengaruh terhadap kuat tekan beton karena kelebihan air akan mengakibatkan beton menjadi bleeding, yaitu air bersama-sama semen akan naik keatas permukaan beton segar yang baru saja dituang. Hal ini akan menyebabkan kurangnya lekat antara lapisan-lapisan beton dan membuat menjadi lemah, (S. Arif,2. e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 Bahan tambah yang digunakan yaitu putih telur. Putih telur memiliki zat kimia yang sama dengan zat utama yang terkandung pada semen yaitu kalsium karbonat (CaCO. ,Magnesium Oksida(MgO). Besi Oksida(Fe2O. dan Fosfor Pentoksida (P2O. sehingga dapat memungkinkan putih telur dapat digunakan sebagai bahan tambah untuk campuran beton. 2 Slump Test Slump beton ialah besaran kekentalan . /plastisitas dan kohesif dari beton segar. Pengambilan nilai slump dilakukan untuk masingAe masing campuran baik pada beton standar maupun beton yang menggunakan additive dan bahan . Tingkat pengerjaan berkaitan erat dengan tingkat kelecakan atau keenceran adukan beton. Makin cair adukan maka makin mudah cara pengerjaannya. 3 Perawatan Beton Perawatan ini dilakukan agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. Jika hal ini terjadi, beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. Perawatan tidak hanya dimaksud untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksud untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton, kekedapan terhadap air, ketahanan terhadap aus, serta stabilitas dari dimensi struktur. 4 Kuat Tekan Beton Kuat tekan beton biasanya berhubungan dengan sifatsifat lain, maksudnya apabila kuat tekan beton tinggi, sifat-sifat lainnya juga baik. Kekuatan tekan beton dapat dicapai sampai atau lebih, tergantung pada jenis campuran, sifat-sifat agregat, serta kualitas perawatan. METODOLOGI 1 Lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboraturium Tanah dan Bahan Politeknik Negeri Ambon. Jalan. Ir. Putuhena. Rumah Tiga. Kec. Teluk Ambon. Kota Ambon. Maluku. 2 Jenis Data Data pendukung diperoleh dari: Data Primer Data yang diperoleh dari hasil penelitian di Laboratorium, yaitu Analisa saringan agregat. Berat jenis dan penyerapan. Pemeriksaan kadar air agregat. Pemeriksaan kadar lumpur agregat. Pemeriksaan berat isi agregat. Perbandingan dalam campuran beton (Mix desig. Kekentalan adukan beton segar (Slump tes. Uji kuat tekan beton. Data sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dari beberapa buku yang berhubungan dengan teknik beton . dan konsultasi Halaman 111 JOURNAL AGREGATE langsung dengan dosen pembimbing di Politeknik Negeri Ambon. Data teknis mengenai Standar Nasional Indonesia, serta buku-buku atau literatur sebagai penunjang guna memperkuat suatu penelitian yang 3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini : Studi Pustaka . ibrary researc. , yaitu dengan melakukan kajian terhadap berbagai literature terhadap penelitian ini dan mencari referensi-referensi dengan penelitian yang dilakukan, referensi dapat diperoleh dari buku-buku maupun Studi Eksperimental, melakukan eksperimen pembuatan benda uji berbasis sampel secara langsung serta menganalisa karakteristik beton dan uji tekan beton. Observasi yaitu dengan mengamati ahli laboratorium tentang cara penggunaan alat dan bahan laboratorium dengan benar. 4 Sumber Data Adapun data yang diperoleh dalam penelitian ini bersumber dari hasil uji di di Laboraturium Tanah dan Bahan Politeknik Negeri Ambon. 5 Variable Penelitian Penelitian ini akan dilakukan dengan tiga variabel, yaitu variabel bebas, terikat, dan kontrol: Variabel bebas Penelitian ini variabel bebas yaitu presentase komposisi bahan tambah putih telur yang digunakan dalam campuran beton sebesar 0% ,2% dan 2,3% dari semen. Variabel terikat Variabel terikat pada penelitian ini yaitu hasil kuat tekan beton. Variabel kontrol Variabel yang dikontrol pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Ukuran beton kubus 15cm x 15cm x Proses pembuatan menggunakan mixer Perawatan beton selama 7 hari. 6 Metode Analisa Adapun metode analisa yang dipakai dalam penelitian ini,yaitu sebagai berikut: Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi: Pengujian material Perbandingan dalam campuran beton (Mix Pengujian Kekentalan adukan beton segar (Slump tes. e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 Uji kuat tekan beton Dari hasil pengujian bahan material yang lolos standar SNI dan ASTM digunakan untuk menentukan perhitungan mix design. Selanjutnya membuat sampel dan Hasil pengujian dapat dianalisa agar mengetahui nilai slump test dan kuat tekan beton sesuai sampel yang telah dibuat, untuk dibandingkan dengan beton yang memakai variasi campuran Putih Telur dengan beton normal. Setelah penganalisian dilakukan dengan literatur sebagai Dan setelah itu pengambilan kesimpulan dilakukan dengan dasar analisis yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah pengolahan data selesai maka penganalisian dilakukan dengan literatur sebagai dasarnya. Dan setelah itu pengambilan kesimpulan. Pembuatan Benda Uji Penelitian ini akan menggunakan benda uji kubus dengan ukuran 15 x 15 x 15 cm, jumlah benda uji yang dibuat adalah sebanyak 9 benda uji. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam pembuatan benda uji: Pengadukan beton. Campuran beton akan diaduk menggunakan mesin pengaduk . Penggunaan air untuk proses campuran sendiri akan dilakukan secara bertahap, yang mana air dibagi menjadi 3 tahapan,tahap pertama air akan dituang ke dalam mixer sebanyak 1/3 bagian, kemudian diikuti agregat kasar, lalu agregat halus, setelah semua agregat masuk selanjutnya tahap kedua untuk memasukan air yaitu sekitar 1/3 air lagi, setelah itu masukkan semen, tahap terakhir masukkan 1/3 air terakhir ke dalamnya. Mixer dikondisikan agar campuran teraduk dengan tampak rata dan homogen. Setelah beton tercampur merata kemudian adukan beton teresebut dituang ke dalam pan. Pencetakan Pada proses ini sebelum dilakukan pencetakan akan diuji dahulu slump untuk campuran tersebut yang mana slump yang direncakan 60mm-180mm, campuran kurang atau lebih dari slump yang sudah direncanakan maka hitungan untuk porporsi campuran harus dikoreksi kembali. Setelah campuran dianggap layak untuk dicetak dengan hasil slump yang memenuhi syarat,maka dimasukkan kedalam cetakan yang telah diolesi pelumas yang bermanfaat untuk cetakan,selanjutnya masukkan campuran Halaman 112 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 beton kedalam cetakan dengan menggunakan sekop secara bertahap yaitu sebanyak 3 kali yang dimana masing campuran yang dimasukan kedalam cetakan akan dilakukan pemadatan dengan cara dirojok/ditusuk menggunakan batang besi yang berdiameter 16 mm, dengan jumlah tusukan 25 kali dengan posisi tegak lurus proses ini dilakukan untuk memadatkan campuran, setelah itu ratakan campuran beton pada permukaan cetakan,kemudian pukul-pukul bagian luar cetakan dengan menggunakan palu karet agar udara yang terperangkap didalam adukan dapat keluar. Selanjutnya cetakan beton dapat dilepaskan setelah 20 jam dan jangan lebih dari 48 jam setelah pencetakan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Analisis Data Pengujian Agregat Halus dan Kasar Dalam hal ini telah dilakukan pengujian terhadap agregat kasar maupun halus yang akan digunakan, sehingga dari pengujian yang berlangsung memperoleh hasil sebagai berikut: Dalam hal ini telah dilakukan pengujian terhadap agregat kasar maupun halus yang akan digunakan, sehingga dari pengujian yang berlangsung memperoleh hasil seperti pada tabel 1. Tabel 1. Hasil Analisa Data Pengujian Agregat Halus No Keterangan Spesifikasi Refrensi Modulus 1,5 Ae 3,8 Pasir Kategori Zona 3 Zona Jenis Pasir 1,2,3,4 Berat jenis 2,33 Gr/cm3 1,6 Ae 3,3 pasir (SSD) Penyerapan 3,7 % 0,20 Air 2,00% Kadar Air 3,34 % 2% - 5 % SNI ASTM C 136:2012 Kadar Lumpur Bobot Padat Bobot Lepas Hasil Pengujian 1,35 kg/m3 1,27 kg/m3 SNI 032834-2000 SNI 1970:2008 SNI 19702008 SNI 031971-1990 <5% SNI 034142- 1996 0,4 Ae 1,9 SNI 031973-2008 0,4 Ae 1,9 SNI 031973-2008 Sumber: Penulis 2023 Untuk hasil analisa data pengujian untuk agregat kasar dapat dilihat pada tabel 2. e-ISSN:2964-5158 Tabel 2. Hasil Analisa Data Pengujian Agregat Kasar No Keterangan Modulus Batu Pecah Kategori Jenis Agregat Berat jenis (SSD) Penyerapan Air Kadar Air Kadar Lumpur Bobot isi Padat Bobot isi Lepas Hasil Pengujian 8,35 40 mm Spesifikasi Refrensi 5,50 Ae 8,50 SNI ASTM C 136:2012 Maksimum SNI 032834-2000 2,62 Gr/cm3 2,50 -2,80 0,74 % 0,70 % 0,35% 1,39g/m3 1,15 kg/m3 SNI 1970:2008 <4% SNI 19702008 0,5% - 2 % SNI 031971-1990 < 1% SNI 034142- 1996 1,4 Ae 1,9 SNI 031973-2008 1,4 Ae 1,9 SNI 031973-2008 Sumber: Penulis 2023 2 Perencanaan Mix Design Beton Berikut perencanaan mix design beton untuk beton K200 seperti pada tabel 3. Tabel 3. Perencanaan Mix Design Beton K-200 Uraian 1 Kuat tekat yang disyaratkan (Mp. 2 Deviasi standar (Mp. 3 Kekuatan rata Aerata yang direncanakan (Mp. 4 Jenis semen Jenis agregat 6 - Agregat halus - Agregat kasar 7 Faktor air semen bebas 8 Faktor air semen bebas Maksimum 9 Slump rencana . 10 Ukuran agregat 11 Kadar air bebas . g/m. 12 Jumlah semen . g/m. 13 Jumlah semen minimum g/m. 14 Jumlah semen yang digunakan . g/m. Presentase agregat halus 15 dan agregat kasar (%) 16 Berat jenis relatif SSD 17 Berat isi beton . g/m. 18 Berat agregat gabungan . g/m. 19 Berat agregat halus . g/m. 20 Berat agregat kasar g/m. Nilai/Keterangan K200 32 Mpa 320 Kg/cmA Semen portland Type 1 - Pasir Gunung - Batu pecah 2/3 60mm Ae 40 mm 185 kg/m3 370 kg/m3 325 kg/m3 370 kg/m3 Agregat halus 36,5 % dan Agregat kasar 63,5% 2,47 2274 kg/m3 1719 kg/m3 627,44 kg/m3 1091,5 kg/m3 Halaman 113 JOURNAL AGREGATE Proporsi Semen beton per-m3 . Rasio Sumber: Penulis 2023 VOL. NO. MARET 2024 Agregat kondisi Air SSD . Halus Kasar 185 627,44 1091,5 0,5 1,69 2,95 Maka, dari hasil perencanaan beton diatas didapat perbandingan campuran akhiruntuk setiap m3 adalah: yn Semen = 336,4 kg/m3 yn Air = 185 kg/ m3 yn Agregat Halus = 627,44 kg/ m3 yn Agregat Kasar = 1091,5 kg/ m3 Berdasarkan tabel 5, dijelaskan bahwa perbandingan nilai slump antara beton normal, beton dengan tambahan putih telur sebanyak 2%, dan beton dengan tambahan putih telur sebanyak 2,3 % dimana pada beton normal didapatkan nilai slump yaitu 9cm, sedangkan beton putih telur 2% didapatkan nilai slump yaitu 10cm dan 2,3% didapatkan nilai slump yaitu 8cm. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengaruh bahan tambah putih telur terhadap campuran beton mengakibatkan penurunan nilai slump. Berikut pada gambar 1 dapat dilihat grafik naik dan turunnya nilai slump. 3 Perhitungan Kebutuhan Material Campuran Beton Sampel beton yang akan dibuat dalam penelitian ini yaitu sebanyak 3 variasi yaitu 0%,2% dan 2,3% dari berat semen yang mana setiap variasi akan dibuat 3 benda uji berbentuk kubus per presentase yang akan Sehingga, total sampel beton pada penelitian ini akan dibuat sebanyak 3 x 3 = 9 benda uji kubus. Berikut perhitungan jumlah kebutuhan bahan Tabel 4. Proporsi Kebutuhan Material Campuran Pembentuk Beton Sumber: Penulis 2023 4 Hasil Pengujian Slump Test dan Kuat Tekan Beton Berikut hasil pengujian slump test dan kuat tekan yang dilakukan : Slump Test Tabel 5. Hasil Pengujian Slump Test Varasi Beton dengan bahan tambah putih telur 0 % Beton dengan bahan tambah putih telur 2 % Beton dengan bahan tambah putih telur 2,3 % Nilai slump . Gambar 1. Grafik Nilai Slump Test Sumber: Penulis 2023 Kuat Tekan Beton Setelah beton sudah berumur 7 hari maka akan dilakukan pengujian kuat tekan beton. Pengujian ini dilakukan menggunakan mesin kuat tekan dengan kapasitas 3000 Kn. Benda uji yang akan di uji berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 3 buah beton normal, 3 buah beton dengan tambahan putih telur sebanyak 2% dan 3 buah beton dengan tambahan putih telur sebanyak 2,3%. Metode pengujian dan perhitungan Kuat tekan beton mengikuti paduan dari SNI 03Ae1974Ae1990. Standar nilai kuat tekan beton yang ditentukan yaitu K200. Perhitungan Kuat Tekan Beton 0 % Putih Telur sampel 1 sebagai berikut : A Besar Beban Tekan (K. = 317,6 Kg A Luas Penampang = 15cm y 15cm = 225 cmA Besar Beban Tekan (K. A Kuat Tekan = Luas Penampang (Cm. 317,6 yayci x 102 kg = 143,98 Kg/cmA Koefisien umur 7 hari = 0,65 Kuat Tekan Kuat Tekan Beton 0,65 143,98 Kg/cmA 0,65 = 221. 51 Kg/cmA Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel 6. Sumber: Penulis 2023 e-ISSN:2964-5158 Halaman 114 JOURNAL AGREGATE Tabel 6. Hasil Pengujian Kuat Tekan Sumber: Penulis, 2023 Dari tabel diatas yaitu hasil pengujian kuat tekan beton rata-rata dapat dilihat bahwa hanya beton dengan variasi presentase 2% yang tidak masuk untuk spesifikasi beton mutu K-200. Dari tabel 6 dapat juga ditampilkan dalam bentuk grafik pada gambar 2 di bawah ini : Gambar 4. 2 Grafik Kuat Tekan Beton Sumber: Penulis, 2023 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian dan pembahasan diatas antara lain sebagai berikut: Penggunaan putih telur sebagai bahan tambah untuk campuran beton ternyata belum dapat menaikan kuat tekan,yang mana tidak dapat melampaui kuat tekan beton normal dengan standar kuat tekan 200 Kg/cmA, berikut hasil Nilai kuat tekan beton normal sebesar 223,7 Kg/cmA dan memenuhi standar kuat tekan. e-ISSN:2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 Nilai kuat tekan beton putih telur 2% sebesar 181,8 Kg/cmA tidak memenuhi standar kuat Nilai kuat tekan beton putih telur 2,3% sebesar 221,1 Kg/cmA memenuhi standar kuat tekan,tetapi belum mencapai beton normal. Pada pengujian ini dapat dilihat perbandingan antara beton normal dan beton yang diberi penambahan putih telur yaitu untuk presentase 2% kuat tekannya sangat kecil sekali dibandingkan dengan beton normal,dan tidak masuk standar kuat tekan K-200,sedangkan untuk penggunaan 2,3% hanya berbeda 1 Kg/cmA,tetapi tetap saja belum bisa melampaui kuat tekan beton normal,oleh karena itu semakin besar presentase putih telur yang digunakan maka akan semakin besar kuat tekan yang dapat diperoleh. Saran Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan pada penelitian ini baik pada pelaksanaan penelitian maupun pada hasil yang diperoleh, adapun saran yang perlu dikembangkan dalam penelitian ini Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai persentase penggunaan putih telur yang dipakai seperti presentase 2,5% - 4%,dan tidak boleh lebih dari 5% karena pada penelitian sebelumnya untuk penggunaan 5% beton tidak dapat mencapai kuat tekan K-200,untuk itu perlu diperhatikan agar dapat mengetahui batas optimal pemakaian putih telur. Memperbanyak benda uji per variasi pada penelitian selanjutnya agar data yang didapat lebih akurat. Penggunaan material harus diperhatikan juga karena dapat mempengaruhi kuat tekan beton. Daftar Pustaka