KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX PENGARUH RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN AKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN LABA DI PERUSAHAAN SUB SEKTOR FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017 – 2021 Rahmaniar Elvina Monique Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gresik Email: rahmaniarelvinamonique@gmail.com Article Info Abstract Article History Purpose: The purpose of this study is to analyze the impact of financial ratios, including liquidity, solvency, and activity ratios, on profit growth in the Indonesian food and beverage industry during the COVID-19 pandemic. The study aims to evaluate the financial performance of the sector to determine its attractiveness as an investment option amidst the economic downturn caused by the pandemic.. Design/Methodology/approach: This research uses a quantitative methodology with multiple linear regression analysis to assess the relationships between financial ratios and profit growth. The sample consists of 7 food and beverage companies, with a total of 40 data points analyzed using SPSS version 25. Findings: The results of the study indicate that none of the financial ratiosβ€”liquidity, solvency, and activityβ€”had a significant effect on profit growth individually. Additionally, when considered simultaneously, the combined influence of liquidity, solvency, and activity ratios did not show any significant impact on profit growth in the food and beverage sector during the COVID-19 pandemic. Research Implications: This research provides insights into the financial performance of the food and beverage sector during a period of economic instability. The lack of significant findings on the impact of financial ratios on profit growth suggests that other factors beyond these ratios might play a more crucial role in determining profit growth in the sector, particularly in times of crisis like the COVID-19 pandemic. Originality / Value: This study contributes to the literature by offering a focused analysis of the financial performance of the Indonesian food and beverage industry during the pandemic. The findings are valuable for investors and stakeholders in the sector who seek to understand the financial health of companies amid ongoing challenges. Keywords: Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, Profit Growth Submitted: 21 October 2023 Revised: 27 December 2023 Accepted: 15 Januari 2024 PENDAHULUAN Di Indonesia sendiri, sektor food and berevage juga mengalami pelemahan akibat pandemi Covid-19. Namun, tidak semua perusahaan di sektor food and beverage mampu bertahan dalam kondisi pandemi ini. Beberapa perusahaan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan sehingga perusahaan tidak dapat beroperasi sementara atau bahkan gulung tikar. Penurunan pendapatan ini akan mempengaruhi bagaimana perusahaan dapat memenuhi hutang, baik hutang periode pendek bahkan periode panjang, ditahun tersebut apakah Covid-19 mempengaruhi 111 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX pertumbuhan laba perusahaan di sektor food and beverage, sehingga dapat diketahui perusahaan mana yang mempu bertahan dan memiliki kinerja keuangan yang baik. Pertumbuhan laba dalam jurnal (Maryati, 2022) adalah pengembangan peruntungan bersih dinyatakan dalam bentuk presentasi yang diperoleh dari perseroan untuk satu tahun yang mendapatkan gambaran hasil perolehan kerja keuangan yang diolah manajemen untuk aset perseroan. Pertumbuhan laba menggunakan analisis laporan keuangan menggunakan rasio likuiditas dalam jurnal (Aisyah & Widhiastuti, 2021). Salah satu jenis rasio likuiditas yang digunakan dipemeriksaan ini adalah Current Ratio (CR). Rasio likuiditas umum dilakukan selain alat ukur efektif adalah rasio cepat dan rasio kas. Alat ukur efektif diketahui alat ukur kekayaan kerja. Perhitungan alat ukur efektif digunakan untuk melihat mampukah perusahaan dalam memenuhi hutang lancarnya dengan aktiva lancar. Hal ini membuktikan bahwa likuiditas mencerminkan pekerjaan perseroan dalam menjalankan kewajiban jangka pendek, semakin tinggi tingkat CR akan berpengaruh baik terhadap pertumbuhan laba perusahaan dan sebaliknya (Aisyah & Widhiastuti, 2021). CR minimal ringkas, tetapi memperlihatkan manajemen melakukan persediaan efektif. Memperlihatkan penjelasan persediaan efektid minimal dan maksimal CR berdampak kepada keuntungan dari suatu perusahaan yang berjalan. Dalam penelitian ini menggunakan variabel rasio solvabilitas. Menurut Kasmir (2019: 152) menjelaskan rasio solvabilitas memiliki keterkaitan dengan eksternal perseroan melihat jauh mana perseroan menggunakan pendanaan melalui hutang. Alat hitung solvabilitas diperlukan terhadap pemeriksaan adalah DER. Oleh karena itu, Alat ukur penilaian modal merupakan rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengetahui perbandingan antara total utang dengan modal sendiri. Rasio ini berguna supaya dimengerti besar kecilnya asset perseroan yang dibayar dari pinjalam. Alat ukur solvabilitas dapat mengukur seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh pinjaman, dimana tingginya alat ukur menggambarkan kurang baik bagi perusahaan. Dalam penelitian ini menggunakan variabel rasio aktivitas. Menurut (Aisyah & Widhiastuti, 2021) menjelaskan rasio aktivitas diperlukan menilai efektivitas perseroan melakukan kegiatan kekayaan. Alat ukur aktivitas dilakukan guna mengukur kemampuan perseroan bergerak diaktivitas. Salah satu jenis rasio aktivitas yang digunakan untuk pemeriksaan adalah TATO. Oleh karena itu, TATO ialah perputaran aktiva yang diukur melalui perusahaan mampu untuk mengelola aktiva, modal, hutang, serta segala penjualan dengan aman agar tetap dalam kondisi yang kondusif bagi bisnis yang mengalami perlambatan. Jika asset yang dimiliki suatu perusahaan banyak maka jumlah penjualan dapat meningkat. Semakin tinggi penjualan maka semakin tinggi laba yang dimiliki. Teori sinyal (signalling theory) merupakan tindakan manajemen perusahaan yang mengarahkan investor bagaimana manajemen perusahaan memberikan gambaran tentang kinerja keuangan. Teori sinyal (signalling theory) memperlihatkan mengenai alasan perseroan inovasi informasi laporan perusahaan terhadap bagian eksternal. Pertumbuhan laba dapat menggambarkan langkah yang diambil manajemen yang ditujukan untuk investor tentang bagaimana perusahaan dapat meningkatkan peluang bisnis yang dilihat dari laporan keuangan serta mencantumkan laba perusahaan sebagai wujud dari pertumbuhan laba supaya investor dapat percaya bahwa perusahaan telah merealisasikan keinginan investor (Sari & Widyarti, 2018). 112 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX Penggunaan teori signaling berhubungan dengan profitabilitas. Pertumbuhan laba dilakukan berguna untuk mencari informasi tentang laba perseroan yang dihitung dari tingkat pengembalian harta perseroan. Pertumbuhan laba menunjukkan angka yang tinggi melakukan kabar baik kepada perusahaan, menunjukkan angka maksimum maka performa keuangan kongsi benar dalam jurnal (Sari & Widyarti, 2018). Teori keagenan menurut Jensen dan Meckling (1976) teori keagenan akan muncul hubungan apabila individua atau kelompok memperkerjakan individu lain (agent) dalam memberikan keterangan jasa dan mengambil keputusan kepada agen tersebut. Teori agensi adalah pihak principal untuk melakukan kegiatan atas nama principal demi kepentingan dalam kapasitas penentu tindakan yang diambil. Teori keagenan terhadap Current Ratio menurut (Athira & Murtanto, 2022) menjelaskan bahwa adalah apabila rasio likuiditas tinggi bagi perusahaan maka dinyatakan perusahaan dapat melunasi hutang tetapi mengakibatkan kinerja keuangan rendah. Sedangkan para investor lebih tertarik jika likuiditasnya rendah maka mengakibatkan pertumbuhan labanya tinggi dan mendapatkan laba yang lebih tinggi untuk para investor. Teori keagenan terhadap Debt to Equity Ratio menurut (Athira & Murtanto, 2022) menjelaskan investor atau pemilik melakukan hutang untuk menambahkan modal perusahaan yang bertujuan untuk modal perusahaan bertambah karena tidak ada kewajiban melunasi utang yang merupakan beban bagi para investor dan bertanggung jawab dengan utang tersebut. Teori keagenan terhadap Total Asset Turnover menurut (Athira & Murtanto, 2022) menjelaskan kinerja perusahaan dapat diukur dari seberapa besar perputaran aset diambil dari perseroan guna memberikan untung yang maksimal yang bertujuan untuk menarik investor dengan keuntungan laba perusahaan karena pertumbuhan laba yang semakin tinggi untuk dapat mengelolah modal perusahaan yang bertujuan untuk investor lebih tertarik untuk menanamkan modal. Diperoleh data pertumbuhan laba periode 2017-2021 PT. Mayora Indah Tbk di www.idx.com dapat disimpulkan atas menunjukkan membuktikan rata-rata profitabilitas, data terbesar dari tahun 2018-2022 yaitu pada tahun 2020 sebesar 10.42%. Adapun data ROA terkecil adalah di tahun 2021 sebesar 5.96% , ditahun 2020 sudah terjadinya covid-19 yang dimana waktu itu banyaknya penutupan perusahaan atau pengurangan tenaga kerja dikarenakan masa bekerja di rumah yang tidak diperbolehkan untuk keluar rumah untuk menghindarnya terjadinya penularan virus dan ditahun 2021 terjadinya penurunan penjualan di PT.Mayora Indah Tbk. Diperoleh alasan dasar yang membelakangi penelitian, dapat disimpulkan rumusan masalah yang dapat diidentifikasi, yaitu : a. Apakah rasio likuiditas berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba? b. Apakah rasio solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba? c. Apakah rasio aktivitas berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan laba? d. Apaka rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio aktivitas berpengaruh secara simultan terhadap pertumbuhan laba? Disimpulkan diperumusan masalah tersebut, peneliti mengambil tujuan sebagai berikut: e. Untuk mengetahui rasio likuiditas berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. 113 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX f. Untuk mengetahui rasio solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. g. Untuk mengetahui rasio aktivitas berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. h. Untuk mengetahui dampak simultan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio aktivitas terhadap pertumbuhan laba. LANDASAN TEORI Teori 1. Teori Sinyal ( Signally Theory) Menurut (Sari & Widyarti, 2018) menjelaskan bahwa teori sinyal adalah tindakan manajemen perusahaan yang mengarahkan investor bagaimana manajemen perseroan memberikan gambaran tentang pertumbuhan laba. Teori ini diharapkan bisa investor melihat beberapa perseroan menghasilkan keuntungan banyak dengan perusahaan lain yang memiliki laba rendah. Keterkaitan antara teori sinyal dengan pertumbuhan laba yang akan dinilai menggunakan hasil pengembalian atas aset apabila nilai pertumbuhan laba maksimal dinyatakan memberikan petunjuk positif untuk investor apabila hal ini menunjukkan bahwa hasil pengembalian atas aset maksimal dapat memperlihatkan performa perseroan efektif baik, sehingga memberikan petunjuk bagi penanam saham yang akan berdampak harga saham perusahaan akan terus meninggi. 2. Teori Agensi ( Agency Theory ) Teori keagenan dalam jurnal (Athira, 2022) adalah teori yang berkembang ketika terjadinya kegiatan bisnis tidak terjun kepada pemilik perusahaan dan pimpinan dikerahkan ke agen. Teori agensi yang mempunyai hubungan agensi yang timbul ketika satu atau lebih pemilik mempercayakan dananya dikelola atau dioperasionalkan oleh manajer dalam bisnis . Teori keagenan menurut (Athira & Murtanto, 2022) menjelaskan bahwa terhadap Current Ratio adalah apabila rasio likuiditas tinggi bagi perusahaan maka dinyatakan perusahaan dapat melunasi hutang tetapi mengakibatkan kinerja keuangan rendah. Sedangkan para investor lebih tertarik jika likuiditasnya rendah maka mengakibatkan kinerja keuangannya tinggi dan mendapatkan laba yang lebih tinggi untuk para investor. Teori keagenan menurut (Athira & Murtanto, 2022) terhadap Debt to Equity Ratio menjelaskan investor atau pemilik melakukan hutang untuk menambahkan modal perusahaan yang bertujuan untuk modal perusahaan bertambah karena tidak ada kewajiban melunasi utang yang merupakan beban bagi para investor dan bertanggung jawab dengan utang tersebut.T Teori keagenan menurut (Athira & Murtanto, 2022) terhadap Total Asset Turnover menjelaskan kinerja perusahaan dapat diukur dari seberapa besar perputaran aset yang diperoleh perusahaan untuk menghasilkan laba yang tinggi yang bertujuan untuk menarik investor dengan hasil kinerja perusahaan karena pertumbuhan laba yang semakin tinggi untuk dapat mengelolah modal perusahaan yang bertujuan untuk investor lebih tertarik untuk menanamkan modal. 114 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX 3. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menurut Prihadi (2019:200) merupakan media menghitung perolehan perusahaan untuk melunasi manajemen dan bisnisnya. 4. Current Ratio Penelitian menggunakan Current Ratio sebagai variabel, Current ratio terdiri untuk indikator Rasio Likuiditas. CR ialah alat yang menentukan tingkat likuiditas perseroan. Current ratio menurut Raharjo (2022:286)adalah nilai kegunaan perseroan dalam keberhasilan yang bertujuan untuk pelunasan hutang waktu singkatnya. Berikut adalah rumus untuk menghitung Current Ratio : πΆπ‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ π‘…π‘Žπ‘‘π‘–π‘œ = 𝐴𝑠𝑒𝑑 πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ ( πΆπ‘’π‘Ÿπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘ 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑) =…% π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘” πΏπ‘Žπ‘›π‘π‘Žπ‘Ÿ 5. Rasio Solvabilitas Rasio Solvabilitas menilai performa kinerja perseroan yang didanai dengan utang. Rasio ini dapat membandingkan hutang perusahaan terhadap asset yang dimiliki. Apabila asset perseroan dengan total kepemilikan oleh saham yang dimiliki , perseroan tidak leverage. 6. Debt to Equity Ratio DER memperlihatkan kinerja perseroan membayar hutang dengan memakai ekuitas atau modal yang dimilikinya. menurut Prihadi (2019:223) mengatakan bahwa DER adalah alat jumlah hutang beserta modal yang ditanam. Rasio yang digunakan untuk menilai suatu kewajiban atau hutang dan dapat dilihat riwayat rupiah kekayaan modal. Mencari nilai rasio ini diperlukan melihat perbedaan seluruh hutang, nilai debt to equity ratio maka rendah kekayaan perseroan yang diberikan kepada pemilik saham. 𝐷𝑒𝑏𝑑 π‘‘π‘œ πΈπ‘žπ‘’π‘–π‘‘π‘¦ π‘…π‘Žπ‘‘π‘–π‘œ = π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘ˆπ‘‘π‘Žπ‘›π‘”(𝐷𝑒𝑏𝑑) = β‹―% π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ πΈπ‘˜π‘’π‘–π‘‘π‘Žπ‘ (πΈπ‘žπ‘’π‘–π‘‘π‘¦) 7. Rasio Aktivitas Rasio aktiva menurut Prihadi (2019:148) adalah keberhasilan perseroan untuk kekayaannya termasuk menilai tingkat keringkasan dalam memakai tersedianya sumber daya. Rasio memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugasnya. 8. Total Asset Turnover Rasio perputaran diukur dari volume perdagangan, semakin besar operasional perusahaan semakin baik. Total asset turnover ini penting untuk diketahui oleh pimpinan perusahaan, kreditur,,dan manajemen perusahaan. π‘ƒπ‘’π‘›π‘—π‘’π‘Žπ‘™π‘Žπ‘› (π‘ π‘Žπ‘™π‘’π‘ ) π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑑 π‘‡π‘’π‘Ÿπ‘›π‘œπ‘£π‘’π‘Ÿ = π‘‡π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘Žπ‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘Ž(π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ π‘Žπ‘ π‘ π‘’π‘‘π‘ )=…Kali 115 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX 9. Pertumbuhan Laba Perumbuhan laba dalam sudut pandang penelitian (Maryati, 2022) adalah hasil kenaikan usaha perseroan yang diselisihkan dari keuntungan tahun ini dikurangi tahun kemarin. π‘Œ= π‘Œπ‘‘ βˆ’ π‘Œπ‘‘ βˆ’ 1 π‘Œπ‘‘ βˆ’ 1 Likuiditas (X1) Solvabilitas (X2) Pertumbuhan Laba (Y) Aktivitas (X3) Hipotesis : H1: H2: H3: H4: Rasio likuiditas yang diproxykan dengan current ratio berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Rasio solvabilitas yang diproxykan dengan debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Rasio aktivitas yang diproxykan dengan total asset turnover berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio aktivitas berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk perseroan sektor food and beverage yang terdaftar di BEI periode 2017-2021. Cara menulis penelitian ini menggunakan kuantitatif. Penelitian ini memakai laporan keuangan yang terdaftar di BEI atau website online dengan alat pengolah data SPSS versi 25. Populasi berjumlah 72 perusahaan yang terdaftar sektor food and beverage tahun 2021. Sampel berjumlah 7 perusahaan yang sudah diseleksi dan termasuk dalam kriteria yang dipilih. Cara perolehan sampel penelitian ini melakukan cara Purposive Sampling. Purposive Sampling ialah cara pengambilan sampel pemikiran tertentu. Tujuan untuk mendapatkan sampel yang diinginkan dengan ciri yang sudah ditetapkan. 116 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Menurut Syafina (2019:55) Statistik deskriptif ialah angka penentu menerangkan gambaran objek yang diteliti menggunakan data sampel serta populasi. N Nilai Kecil Nilai Besar Rata-rata Std. Deviation CR 35 .77 8.86 3.4443 1.96267 DER 35 .17 1.20 .4609 .30022 TATO 35 .45 3.16 1.3189 .75791 Y 35 -.67 1.33 .1454 .47960 Variabel Y (Pertumbuhan Laba), menunjukkan angka kecil -0.67 dan angka terbesar sebesar 1.33 sehingga mean sebanyak 0.1454 dan nilai standar deviasi sebesar 0.47960. Uji Normalitas Menurut Syafina (2019:61) Uji normalitas adalah menilai cara regresi , variabel hama mendapatkan distribusi normal. Uji tersebut memiliki ketentuan nilai signifikan diatas 5% atau 0,05 menghasilkan distribusi normal. Asymp. Sig. (2-tailed) .200c Halsil perhitungaln uji Kal mogorov Smirnov menunjukkaln balhwal nilali signifikalnsi sebesalr 0,200 > 0,05. Dapat disimpulkan penelitian ini memiliki data yang berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Uji Multikolinieritas ialah suatu regresi apabila dicari kolerasi baik tidak diantara variabel independen. Uji multikolinieritas mempunyai tujuan apakah sudah model perhitungan regresi mendapatkan korelasi untuk variabel sendiri atau dependen.Uji multikolinieritas menghitung model regresi apakah ada temuan korelasi antar variabel bebas, multikolinieritas regresi dinyatakan lolos. Variabel Tolerance VIF Keterangan CR (Likuiditas) .661 1.581 DER (Solvabilitas) .663 1.362 TOTA (Aktifitas) .985 1.189 Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Gejala Gejala Gejala Tidak ada tanda-tanda multikolinearitas. Uji Autokorelasi Uji Autokorelasi merupakan suasana letak peraga regresi korelasi antara residual tahun 1 dari tahun sebelumnya (t-1). Peraga regresi layak terhadap autokorelasi dengan menggunakan uji Durbin-Watson(DW test). DW dL dU (4- dL) 117 (4-dU) KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX 1.722 1.2833 1.6528 2.7167 2.3472 Nilai DW adalah 1.722, DW=k:n. Dari tabel yang diperoleh diatas adalah dU hasil 1.6528 dan nilai 4-dU adalah 2.3472, sedangkan nilai hitung DW sebesar 1.722 mendapatkan angka 1.6528 < 1.722 < 2.3472 yang artinya data yang ada pada variabel independent tidak autokorelasi dalam modal regresi dalam nilai spss. Uji Heteroskedastisitas Untuk mengetahui uji heteroskedastisitas melakukan uji gejser . Pengambilan keputusan dengan nilai sig > 0.05 ditarik hasil tidak terjadinya suatu permasalahan heteroskedastisitas sebaliknya jika nilai signifikan < 0.05 ada angka heteros. B 1 (Constant) CR DER TATO a. Dependent Variable: Abs_Res .628 -.044 -.303 .016 Std. Error .227 .033 .215 .070 Beta t -.280 -.298 .040 2.772 -1.320 -1.405 .232 sig .009 .196 .170 .818 Hasil uji heteroskedastitas adalah nilai signifikasi pada variabel CR (X1) adalah 0.196 , pada DER (X2) adalah 0.170, dan pada tabel variabel total asset turnover (X3) adalah 0.818 yang menunjukkan bahwa signifikasi ketiga variabel dari 0.05 dihasilkan bahwa tidak terjadi heteroskedastistas. Uji Linieritas Uji linearitas berpeluang menguji dengan hasil adakah dua variabel atau lebih yang diperhitungkan memiliki ikatan linier. Uji ditujukan bahwa aturan di analisis. Perlakuan keputusan uji linieritas jika nilai sig > 0.05 terjadi hubungan liniearitas. Deviation from linearity Nama Variabel Nilai Sig CR 0.838 DER 0.481 TATO 0.207 Berdasarkan hasil uji linearitas current rasio kepada kenaikan laba diatas hasil nilai signifikasi 0.838 yang membuktikan bahwa ada hubungan linier, DER terhadap pertumbuhan laba memiliki nilai signifikan diatas 0.05 yaitu 0.481 yang membuktikan bahwa adanya hubungan linier di kenaikan laba, dan TATO nilai signifikan sebesar 0.207 membuktikan bahwa adanya hubungan linier di kenaikan laba. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis yang bertujuan melihat pengaruh signifikan individu atau simultan antara dua lebih variabel independent dan variabel dependen. Untuk dapat diketahui pengaruh (+)/(-) dan pengaruh melihat nilai variabel Y dengan menggunakan variabel independent. 118 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX Berikut adalah rumus persamaan regresi linier berganda di dua variabel independen, yaitu: Y = Ξ± + Ξ²1 X1 + Ξ²2 X2 + Ξ²n Xn + e Unstandardized Coefficients Model 1 B Std. Error (Constant) .217 .368 CR -.033 .054 DER -.063 .350 TATO .014 .114 Y = 0.271 – 0.033X1 - 0,063 X2 + 0,014X3 + e Berdasarkan regresi linear berganda tersebut, maka dapat diinterprestasikan : a. Pertumbuhan Laba (Y) bernilai positif sebesar 0,0271. Pada saat variable pertumbuhan laba belum dipengaruhi oleh variable lainnya yang terdiri dari variabel Likuditas (X1), Solvabilitas (X2), daln Aktifitas (X3). Jika variable independent tidak ada maka variabel pertumbuhan laba tidak mengalami perubahan. b. Variabel Likuditas (X1) bernilai (-) -0.033 maka ini asumsi tidak ada perubahan lain, penurunan Current Ratio sebesar 1% dapat menghasilkan peringkat -0.033 untuk pertumbuhan laba dengan asumsi variabel lainnya tetap konstan. c. Variabel Solvabilitas (X2) bernilai negatif sebesar -0.063 maka ini menunjukkan dengan asumsi tidak ada perubahan lain, penurunan debt to equity ratio sebesar 1% dapat menghasilkan peringkat -0.033 untuk pertumbuhan laba dengan asumsi konstan. d. Variabel Aktifitas (X3) bernilai positif sebesar 0,014 maka ini menunjukkan bahwa setiap terjadi peningkatan variabel Aktifitas maka pertumbuhan laba meningkat sebesar 0,014 (1.4%). Sebaliknya apabila terjadi penurunan variabel Aktifitas maka pertumbuhan laba menurun sebesar 0.014 (1.4%). Uji F Uji Koefisien regresi bertujuan menilai variable indipenden berpengaruh signifikan di variabel dependen dan uji tingkat signifikasi 0.05. Uji F memiliki tujuan yaitu mengetahui variabel struktur modal dan manajemen laba Model 1 Sum of Squares Regression .117 df Mean Square 3 .039 F Sig. .156 .925b Diperoleh nilali sig. sebesalr 0,925. Kalrenal nilali signifikansi > 0,05 malkal model regresi dalpalt digunalkaln untuk memprediksi pertumbuhan laba altalu dalpalt dikaltalkaln bahwa variabel Likuditas, Solvabilitas, dan Aktifitas secalral bersalmal-salmal atau stimulan tidak berpengalruh terhaldalp pertumbuhan laba. Nilai f hitung diperolah 0.156 sedangkan f tabel diperoleh 3.29, f hitung < f tabel ( 0.156 > 3.29 ). 119 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX Analisis Koefisien Determinasi (R2) Model 1 R R Square a .122 .015 Koefisien determinalsi (Aldjusted R Squalre) yalng diperoleh sebesalr -.080. Hal ini menunjukkaln balhwal Likuditas, Solvabilitas daln Aktifitas tidak berpengaruh terhaldalp pertumbuhan laba. Diperoleh nilali dalri nilai Adjusted R negatif, malkal hubungalnnyal aldal alh bertolak belakang, artinyal, semalkin besalr nilali valrialbel Likuditas, Solvabilitas dan Aktifitas, malkal tidak mempengaruhil nilali valrialbel pertumbuhan laba. Uji t Parsial dilakukan untuk dapat melihat sebagaian variabel individu signifikasi a=0.05(5%) . Variabel CR (Likuiditas) DER (Solvabilitas) TATO (Aktifitas) t hitung -0.622 -0.180 0.120 t tabel 2.03951 2.03951 2.03951 Signifikansi 0.539 0.859 0.906 Berdalsalrkaln halsil perhitungaln yalng aldal paldal talbel di altals, diperoleh halsil sebalgali berikut: 1) CR tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba Dapat disimpulkan bahwa nilai signifikasi CR adalah 0.539 dalpalt dialrtikaln balhwal nilali signifikalnsi lebih besar dalri 0,05. Dapat diperoleh hasil dari koefisien uji t valrialbel current ratio aldal alh 3,352 > t talbel (2.028) sedalngkaln nilali signifikalnsinyal aldal alh 0,0025 dan variabel current ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel pertumbuhan laba. 2) DER tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba Hasil pada tabel 4.9 dapat disimpulkan bahwa nilai signifikasi debt to equity adalah -0.180 merupakan nilai yang tidak relevan dalam penelitian. Halsil tersebut dalpalt dialrtikaln balhwal nilali signifikalnsi lebih besar dalri 0,05. Dapat diperoleh hasil dari koefisien uji t valrialbel debt to equity aldal alh -0.180 < t talbel (2.028) sedalngkaln nilali signifikalnsinyal aldal alh 0,513. 3) TATO berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Nilai sig TATO adalah 0.906 merupakan nilai yang tidak relevan dalam penelitian halsil tersebut dalpalt dialrtikaln balhwal nilali signifikalnsi lebih besar dalri 0,05. Dapat diperoleh hasil dari koefisien uji t valrialbel total asset turnover aldal alh 0.120 < t talbel (2.028) sedalngkaln nilali signifikalnsinyal aldal alh 0,906. 120 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX KESIMPULAN Berdalsalrkaln halsil penelitialn yalng telalh dilalkukaln melal ui talhalp pengumpulaln daltal, pengolalhaln daltal daln alnal isis daltal mengenali pengalruh Likuiditas, Solvabilitas dan Aktifitas terhadap pertumbuhan laba perusahaan sub sektor Food and Beverage periode 2017-2021 malkal dalpalt ditalrik kesimpulaln sebalgali berikut: 1. Koefisien uji t valrialbel Likuditas aldallalh -0.622 < t talbel (2.03951) sedalngkaln nilali signifikalnsinyal aldallalh 0,539. Halsil tersebut dalpalt dialrtikaln balhwal nilali signifikalnsi lebih besar dalri 0,05 2. Koefisien uji t valrialbel Solvabilitas aldal alh -0.180 > t talbel (2.03951) sedalngkaln nilali signifikalnsinyal aldallalh 0,859. Halsil tersebut dalpalt dialrtikaln balhwal nilali signifikalnsi lebih besalr dalri 0,05.. 3. Koefisien uji t valrialbel Aktifitas aldallalh 0.120 > t talbel (2.03951) sedalngkaln nilali signifikalnsinyal aldallalh 0,906. Halsil tersebut dalpalt dialrtikaln balhwal nilali signifikalnsi lebih besar dalri 0,05. 4. Hasil uji F diperoleh nilali sig. sebesalr 0.925. Diperoleh hasil bahwal nilali signifikansi > 0,05 malkal model regresi dalpalt digunalkaln untuk memprediksi pertumbuhan laba altalu dalpalt dikaltalkaln bahwa secara simultan rasio variabel likuditas, Solvabilitas, dan Aktifitas tidak terdapat pengaruh signifikan berpengalruh terhaldalp pertumbuhan laba. BIBLIOGRAFI Aisyah, R., & Widhiastuti, R. (2021). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Industri Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei Periode 2010-2019. Remittance: Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perbankan, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.56486/remittance.vol2no1.74 Aryanto, ulfinibella R., Titisari, K. H., & Nurlaela, S. (2018). Pengaruh Likuiditas, Leverage, Profitabilitas, dan Aktivitas Terhadap Pertumbuhan Laba. Binus University, 625–631. https://accounting.binus.ac.id/2021/08/12/memahamianalisis-regresi-linear-berganda/#:~:text=Regresi linear berganda merupakan model,dependen (Ghozali%2C 2018). Athira, A., & Murtanto, M. (2022). Pengaruh Npm, Der, Tato Dan Cr Terhadap Pertumbuhan Laba. Jurnal Ekonomi Trisakti, 2(2), 1229–1240. https://doi.org/10.25105/jet.v2i2.14717 Cahyadi, F. H. (2019). ( Studi Empiris Pada Perusahaan Property dan Real Estate Yang. Kasmir. (2019). ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (35th ed.). Rajawali Pers. Maryati, E. (2022). 66-134-1-Sm. JIMA Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, VOL.2, NO(1), 22–31. file:///C:/Users/Asus/Downloads/66-134-1-SM.pdf Nicia, L., Chandra, J., & Venessa, D. (2019). Pengaruh Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER), Return On Asset (ROA), dan Total Asset Turnover (TATO) 121 KAPITAL EKONOMI VOL.1 NO.2 JANUARI 2024 P-ISSN: XXXX-XXXX E-ISSN: XXXX-XXXX Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Sub Sektor Makanan Dan Minuman Yang Tercatat Di BEI Periode 2012-2016 E ISSN 2599-1469. Jurnal Riset Akuntansi Multiparadigma (JRAM), 6(1), 59–63. Nissa, R. C. (2018). Pengaruh CR, DER, TATO, Dan NPM terhadap Perubahan Laba pada Perusahaan Makanan dan Minuman. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen, 7(4), 1–21. Nurmalasari, R. (2020). FINANCIAL TECHNOLOGY COMPANIES REGISTERED ON OJK IN THE. Prihadi, T. (2019). Analisa Laporan Keuangan Konsep dan Lingkungan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Purnama, R., & Anggarini, D. R. (2020). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. Jurnal TECHNOBIZ, 3(2), 21–27. Raharjo, B. (2022). Analisa Laporan Keuangan. Yayasan Prima Agus Teknik. Sapariyah, R. A. (2018). Pengaruh rasio capital, assets, earning dan liquidity terhadap pertumbuhan laba pada perbankan di indonesia. Study Empiris Pada Perbankan Di Indonesia, 1(1), 1–21. https://www.neliti.com/publications/161249/pengaruh-rasiocapital-assets-earning-dan-liquidity-terhadap-pertumbuhan-laba-pa Sari, L. P., & Widyarti, E. T. (2018). Analisis pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa efek Indonesia periode 2009 sampai dengan 2013. Skripsi Manajemen. Universitas diponogoro, Semarang. Diponegoro Journal of Management, 4(4), 1–11. http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dbr Syafina, L. (2019). Metode Penelitian Akuntansi Pendekatan Kuantitatif (1st ed.). FEBI UIN-SU Press. 122