Open Community Service Journal 04 . : 141-147 2025 Contents lists available at openscie. E-ISSN: 2828-1195 Open Community Service Journal DOI: 10. 33292/ocsj. Journal homepage: https://opencomserv. Peningkatan Pemberdayaan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai Melalui Budidaya Tanaman pada Lahan Tidak Produktif Sri Utami Lestari1*. Seprita Lidar1. Roy Ibrahim2. Alhaviz1. Erviana Eka Pratiwi1 Program Studi Agroteknologi. Universitas Lancang Kuning. Pekanbaru. Indonesia Program Studi Proteksi Tanaman. Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia *Correspondence E-mail: sriutami@unilak. INFORMASI ARTIKEL Riwayat Artikel: Disubmit 10 Mei 2025 Diperbaiki 2 Oktober 2025 Diterima 22 Oktober 2025 Diterbitkan 24 Oktober 2025 Kata Kunci: Budidaya Tanaman. Lembaga Pemasyarakatan. Pemberdayaan. ABSTRAK Latar Belakang: Pemenuhan kebutuhan hidup menjadi faktor umum yang mendorong para narapidana melakukan perbuatan melanggar hukum, setelah keluar dari penjara, hal ini menjadi persoalan bagi para narapidana dalam menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat. Oleh karena tidak mempunyai pekerjaan dan keterampilan yang mampu diandalkan untuk menjadi sumber penghidupannya. Lembaga Pemasyarakatan terbuka ditujukan untuk memperkenalkan kembali kehidupan normal dengan membina para narapidana untuk lebih produktif. Beberapa pendampingan dan pemberdayaan telah diupayakan dalam berbagai program yang dijalankan di Lembaga Pemasyarakatan terbuka salah satunya adalah pemberdayaan di bidang budidaya tanaman pertanian. Tujuan: Target luaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan mitra tentang budidaya tanaman pertanian, meningkatkan keterampilan mitra serta mampu menghasilkan produk serta meningkatkan pengetahuan mitra tentang pengelolaan lahan tidak produktif. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan antara lain sosialisasi program, praktek budidaya dan evaluasi keberlanjutan program. Hasil: Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh tim dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan kelompok meningkat dari 25% menjadi 90%, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif 60% telah diolah menjadi lahan produktif, respon positif dari semua pihak Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai bekerja sama dengan tim pengabdian dalam memberdayakan warga Lembaga Pemasyarakatan menjadi hal yang sangat baik untuk terus ditindaklanjuti kerjasamanya. Untuk mengutip artikel ini: Lestari. Lidar. Ibrahim. Alhaviz. Pratiwi. Peningkatan pemberdayaan warga binaan lembaga pemasyarakatan terbuka rumbai melalui budidaya tanaman pada lahan tidak produktif. Open Community Service Journal, 4. , 141Ae147. Artikel ini berada di bawah lisensi: A Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. License. Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A2025 by author/s Pendahuluan Lembaga pemasyarakatan adalah tempat yang digunakan untuk melaksanakan pembinaan narapidana dalam berbagai kasus. Tugas lembaga pemasyarakatan adalah membina dan mengembalikan narapidana ke masyarakat dalam kondisi siap berinteraksi dengan masyarakat dan mengubah perilaku narapidana menjadi lebih baik sesuai norma yang berlaku di masyarakat (Hamja. Kesulitan yang seringkali dialami oleh para narapidana adalah cara berinteraksi sosial memulihkan dirinya dan nama baiknya sehingga menjadikan dorongan untuk menjadi lebih baik dan memperbaiki kesalahannya. Realita yang terjadi seringkali para narapidana kesulitan untuk kembali dan diterima oleh masyarakat sehingga berpeluang kembali mengulangi perbuatan buruk yang pernah Pembinaan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan pembinaan yaitu tahap awal, tahap lanjutan dan tahap akhir. Setelah kurang lebih setengah dari masa pidananya maka untuk lebih menyempurnakan program pembinaan kepada narapidana diberikan Menurut (Jufri & Anisariza, 2. asimilasi merupakan proses pembinaan narapidana dengan membaurkan mereka ke dalam kehidupan masyarakat, yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka sebagai tahap lanjutan dari pembinaan narapidana. Pemenuhan kebutuhan hidup menjadi faktor umum yang mendorong para narapidana melakukan perbuatan melanggar hukum, setelah keluar dari penjara, hal ini menjadi persoalan bagi para narapidana dalam menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat, karena tidak mempunyai pekerjaan dan keterampilan yang mampu diandalkan untuk menjadi sumber penghidupannya. Untuk itu Lembaga Pemasyarakatan Terbuka ditujukan untuk memperkenalkan kembali kehidupan normal dengan membina para narapidana untuk lebih produktif. Beberapa pendampingan dan pemberdayaan telah diupayakan dalam berbagai program yang dijalankan di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka salah satunya adalah pemberdayaan di bidang budidaya tanaman pertanian. Survey awal yang dilakukan tim teridentifikasi bahwa salah satu yang dapat digali dan diberdayakan adalah pengelolaan lahan tidak produktif untuk pemanfaatan budidaya tanaman pertanian yang ada disekitar areal Lembaga Pemasyarakatan yang perlu penanganan, pengelolaan guna menjaga kondisi lingkungan yang kondusif juga sebagai salah satu alternatif upaya peningkatan keterampilan dan ketahanan pangan. Lahan tidak produktif adalah lahan yang berpotensi untuk dimanfaatkan usaha bidang pertanian secara luas, namun dibiarkan terlantar atau tidak dikelola. Lahan merupakan salah satu modal utama pembangunan, karena dengan mengelola lahan secara optimal dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Lahan kurang produktif merupakan area tanah yang pemanfaatannya belum maksimal untuk kegiatan yang menghasilkan (Herawati et. al, 2. Potensi lahan yang ada bila dimanfaatkan secara optimal akan mampu mendukung ketersediaan pangan dan membantu pemenuhan kebutuhan pangan (Jehanus et. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan pangan dapat dilakukan dengan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong atau lahan tidak produktif disekitarnya. Pemanfaatan lahan kosong akan memberikan beberapa manfaat berupa terpeliharanya lingkungan dan adanya ketersediaan pangan segar (Muttaqin et. Pemanfaatan lahan yang tidak produktif diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam mempersiapkan media tanam. Kegiatan PkM ini, bentuknya adalah pendampingan secara masif, jadi pelaksanaannya tidak hanya sekali dua kali, tapi akan dilaksanakan secara sistematis. Sehingga ke depannya kita jadwalkan agenda-agenda lainnya secara rutin, agar warga binaan betul-betul bisa kita ajak sharing bersama. Pada akhirnya yang diharapkan melalui pendekatan keterampilan, serta program dari Lembaga Pemasyarakatan sendiri dalam bidang keagamaan dan bimbingan konseling yang berikan, warga binaan dapat kembali kepada masyarakat menjalankan aktivitas kehidupan secara normal kembali. Metode Pelaksanaan Pengabdian ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai di Jl. Pemasyarakatan No. Rumbai Bukit. Kota Pekanbaru yang diikuti oleh civitas Lembaga Pemasyarakatan Terbuka dalam hal ini warga binaan maupun pegawai Lembaga Pemasyarakatan. Pelaksanaan pengabdian dilakukan Maret-April 2025. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahap diantaranya: . Sosialisasi program dengan teknologi budidaya tanaman pada lahan tidak produktif dimulai dengan sosialisasi program dengan petugas Lembaga Pemasyarakatan tentang program yang akan dilakukan bersama, . Praktek Budidaya dengan kegiatan ini berlangsung berkelanjutan dengan tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan tentang cara Aubudidaya dan memelihara tanaman pertanian sehingga dapat berproduksiAymaksimal dan . Evaluasi dengan menggunakan indikator keberhasilan pelaksanaan kegiatan menggunakan kuisioner yang diberikan baik sebelum maupun sesudah kegiatan dan evaluasi dari produksi tanaman yang di Metode kegiatan adalah pemaparan secara rinci tentang jenis pengabdian masyarakat yang dilaksanakan, metode yang dipakai dalam kegiatan pengabdian masyarakat, serta Langkahlangkah pelaksanaan kegiatan sampai dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengabdian Hasil dan Pembahasan 1 Sosialisasi Program Kegiatan Kegiatan diawali dengan pertemuan Tim pelaksana kegiatan dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan serta jajarannya (Gambar . untuk meninjau lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pemberdayaan para narapidana nantinya sehingga Lembaga Pemasyarakatan ikut serta berkontribusi meningkatkan ketahanan pangan para warga binaannya. Gambar 1. Koordinasi pelaksanaan kegiatan bersama kepala Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai Pembekalan keterampilan dan kecakapan hidup merupakan unsur yang memegang peranan penting dan menentukan agar terbentuknya pribadi yang mampu mengembangkan kecakapan hidupnya sebagai modal dalam upaya mengawali hidup baru ditengah masyarakat. Menurut (Cahyono, 2. sistem Pemasyarakatan disamping bertujuan untuk mengembalikan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai warga yang baik juga bertujuan untuk melindungi masyarakat terhadap kemungkinan diulanginya tindak pidana oleh Warga Binaan. Pemasyarakatan, serta merupakan penerapan dan bagian yang tak terpisahkan dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Respon positif dari semua pihak Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai bekerja sama dengan tim pengabdian dalam memberdayakan warga Lembaga Pemasyarakatan menjadi hal yang sangat baik untuk terus ditindaklanjuti kerjasamanya. 2 Praktek Budidaya Bimbingan terhadap warga binaan memerlukan suatu metode pembinaan dari berbagai disiplin ilmu meliputi social work, psychological approaches, moral education and religious approaches, councelling (Hamja, 2. Program kemandirian dilakukan sebagai upaya pengembangan kualitas warga binaan, selain itu program ini dapat juga sebagai upaya mengisi waktu secara positif dalam mengurangi kejenuhan selama masa pembinaan. Gambar 2. Praktek budidaya . penyerahan benih dan . persiapan menuju lahan Praktek budidaya diawali dengan pemberian paket benih kepada warga binaan yang diwakili langsung oleh pegawai Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai (Gambar . Konsep pemberdayaan didasari bahwa pemberdayaan diperlukan sebagai upaya untuk memberikan ilmu baru kepada orang yang diberdayakan. Pemberdayaan merupakan proses menjadi kuat untuk berpartisipasi dalam mempengaruhi kehidupannya serta lembaga yang mempengaruhi kehidupannya (Sururi, 2. Pemberdayaan berbasis kemandirian merupakan salah satu cara penguatan warga binaan untuk dapat mencapai tujuan pemberdayaan, melalui praktek budidaya tanaman (Gambar . mulai dari pengolahan tanah sampai nantinya panen merupakan upaya lembaga dan tim untuk menumbuhkan motivasi dan kecintaan terhadap tanaman. Hal ini diharapkan warga binaan mampu mandiri dengan bekal serta penguatan skill atau kemampuan yang telah dimiliki, yang pada akhirnya dapat kemudian diteruskan hingga warga binaan dapat mandiri setidaknya untuk mencukupi kebutuhan diri sendri dan keluarga dan lebih lanjut diharapkan dapat dijadikan sebagai usaha dalam memenuhi kebutuhan ketika sudah bebas dari hukuman. Selain memberikan bekal keterampilan, tujuan lain dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan kesibukan positif dan terapi alternatif untuk kesehatan jiwa warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Muslikah et. , 2. Gambar 3. Praktek budidaya tanaman . pembersihan lahan . penyiangan pada tanaman budidaya 3 Evaluasi Tingkat pengetahuan peserta kegiatan sebelum dan setelah kegiatan disajikan pada gambar 4. Berdasarkan data yang diperoleh dari data kuisioner yang diisi oleh seluruh peserta kemudian dilakukan pengolahan data, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahan warga binaan mengenai cara budidaya tanaman meningkat secara signifikan. Tingkat pengetahuan mitra sebelum kegiatan dilaksanakan 25% dan setelah kegiatan dilaksanakan, dilakukan kembali evaluasi setelah kegiatan dengan hasil post test terjadi peningkatan persentase pengetahuan warga binaan menjadi 90% persen. Tingkat Pengetahuan (%) Pre Test Gambar 4. Post Test Hasil evaluasi tingkat pengetahuan peserta sebelum . dan setelah . pelaksanaan kegiatan Evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan tim adalah sebagai analisa terhadap faktor yang berperan mempengaruhi keberhasilan kegiatan selanjutnya. Pada prinsipnya kegiatan berlangsung dengan sangat baik, hanya saja warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai tidak selalu terisi narapidana, oleh karenanya dalam kegiatan tim pengabdian ini tim melibatkan semua civitas Lembaga Pemasyarakatan Terbuka dalam hal ini warga binaan maupun pegawai Lembaga Pemasyarakatan. Hal ini bertujuan agar kegiatan ini dapat terus dilanjutkan, oleh karena pihak Lembaga Pemasyarakatan sendiri sudah memiliki keterampilan tentang budidaya tanaman sehingga meskipun kegiatan sudah selesai keterampilan yang dimiliki pegawai Lembaga Pemasyarakatan terbuka bisa diteruskan ke narapidana yang masuk. Sejalan dengan Fajriando, . Sanusi, . dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian melibatkan seluruh elemen di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka untuk memastikan keberlanjutan program, mengingat pihak Lembaga Pemasyarakatan telah memiliki kemampuan dalam bidang budidaya tanaman. Walaupun kegiatan telah berakhir, pegawai Lembaga Pemasyarakatan dapat tetap melanjutkan transfer keterampilan tersebut kepada narapidana baru yang Kesimpulan Hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat pada Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan kelompok meningkat dari 25% menjadi 90%, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif 60% telah diolah menjadi lahan produktif serta respon positif dari semua pihak Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Rumbai bekerja sama dengan tim pengabdian dalam memberdayakan warga Lembaga Pemasyarakatan menjadi hal yang sangat baik untuk terus ditindaklanjuti kerjasamanya. Ucapan Terimakasih