NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 3. Agustus 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 78-86 DOI: https://doi. org/10. 55606/nusantara. Available online at: https://prin. id/index. php/nusantara Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi Ibu-ibu PKK Desa Donohudan Kabupaten Boyolali Aromatherapy Candle Making Training to Increase Creativity and Economic Independence of PKK Mothers in Donohudan Village. Boyolali Regency Ariyani Dwi Astuti1*. Vira Nur Lita2. Chindy Martha Indhati3. Sely Maisyah4. Diva Maheswari5. Annisa Indah Mutiasari6 Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Sahid Surakarta. Indonesia Jl. Adi Sucipto 154 Jajar. Laweyan. Surakarta. Indonesia Korespondensi penulis: ariyaniidwi568@gmail. Article History: Received: April 12, 2025. Revised: Mei 25, 2025. Accepted: Juni 22, 2025. Online Available: Juni 23, 2025 Keywords: Creativity. Economic Independence. Training. Abstract: The purpose of this activity is to increase the creativity and economic independence of PKK mothers in Dusun II. Donohudan Village through aromatherapy candle making One of the problems faced is limited access to information, training, and entrepreneurial knowledge that limits the development of the economic potential of women in rural The approach taken is through training that prioritizes direct practice, which includes the theory and method of making aromatherapy candles, with an emphasis on creativity and The results of this training show that all participants are actively involved and demonstrate the ability to understand and apply all steps in the candle making process, which produces varied and unique products. This training model can be recommended for women's empowerment in other locations and can be an example in the development of a creative economy based on local skills. ABSTRAK Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas serta kemandirian ekonomi ibu-ibu PKK di Dusun II. Desa Donohudan melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah terbatasnya akses pada informasi, pelatihan, dan pengetahuan kewirausahaan yang membatasi pengembangan potensi ekonomi para wanita di daerah pedesaan. Pendekatan yang diambil adalah melalui pelatihan yang mengedepankan praktik langsung, yang mencakup teori dan cara pembuatan lilin aromaterapi, dengan penekanan pada kreativitas serta inovasi. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa semua peserta terlibat secara aktif dan menunjukkan kemampuan dalam memahami serta menerapkan semua langkah dalam proses pembuatan lilin, yang menghasilkan produk yang bervariasi dan unik. Model pelatihan ini dapat direkomendasikan untuk pemberdayaan perempuan di lokasi lain serta menjadi teladan dalam pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis pada keterampilan lokal. Kata kunci: Kreatifitas. Kemandirian Ekonomi. Pelatihan. PENDAHULUAN Pemberdayaan perempuan merupakan aspek krusial dalam mendukung terciptanya pembangunan yang berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan. Perempuan yang bergabung dalam organisasi kemasyarakatan seperti PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarg. memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga, namun kenyataannya Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi Ibu-ibu PKK Desa Donohudan Kabupaten Boyolali banyak dari mereka yang belum memiliki akses yang memadai terhadap pelatihan kewirausahaan dan keterampilan produktif. Melalui pelatihan dan kegiatan ekonomi produktif, perempuan dapat mengembangkan keterampilan dan memperoleh penghasilan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Keterbatasan akses informasi dan pelatihan menjadi faktor utama yang menghambat partisipasi perempuan dalam aktivitas ekonomi di tingkat lokal, kondisi yang juga terlihat pada ibu-ibu PKK di Dusun II. Desa Donohudan. Kecamatan Ngemplak. Kabupaten Boyolali, di mana mayoritas anggotanya adalah ibu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan menengah dan belum memiliki keterampilan yang bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Permasalahan utama yang dihadapi adalah terbatasnya akses pada informasi, pelatihan, dan pengetahuan kewirausahaan yang membatasi pengembangan potensi ekonomi para wanita di daerah pedesaan. Marwanti & Rahayu . menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan miskin melalui pengembangan kewirausahaan keluarga menuju ekonomi kreatif memerlukan strategi yang tepat dan berkelanjutan. Indarwati . mengidentifikasi bahwa strategi pelaksanaan tim PKK dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal akses terhadap pelatihan keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomis. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi inovatif yang dapat memberikan keterampilan praktis dan langsung dapat diaplikasikan untuk meningkatkan pendapatan Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di tingkat grassroot, khususnya dalam konteks pemberdayaan perempuan. Saksono . menjelaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan talenta baru pemicu daya saing daerah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, pelatihan keterampilan berbasis ekonomi kreatif seperti pembuatan lilin aromaterapi menjadi relevan karena dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis yang langsung dapat diaplikasikan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Berlianti & Siregar . menunjukkan bahwa kemandirian perempuan dapat dicapai melalui pelatihan keterampilan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Di tengah kebutuhan akan kegiatan pemberdayaan yang aplikatif dan relevan, pelatihan pembuatan lilin aromaterapi menjadi salah satu solusi inovatif yang menjanjikan, karena tidak hanya menumbuhkan keterampilan baru tetapi juga membuka peluang usaha rumah tangga yang bernilai ekonomis. Pendekatan yang diambil adalah melalui pelatihan yang mengedepankan praktik langsung, yang mencakup teori dan cara pembuatan lilin aromaterapi, dengan penekanan pada kreativitas serta inovasi. Nurdiyani et al. menegaskan bahwa NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 78-86 pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif terbukti efektif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pendekatan praktik langsung dan pendampingan berkelanjutan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas serta kemandirian ekonomi ibu-ibu PKK di Dusun II. Desa Donohudan melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi yang memberikan keterampilan teknis, kreativitas, dan peluang usaha baru. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2025 di Rumah Makan Dapur Mama Usie'. Banaran. Gagaksipat. Kecamatan Ngemplak, dan diikuti oleh 15 orang ibu-ibu PKK Dusun II. Desa Donohudan dengan pendamping dari lima mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Sahid Surakarta. Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan jenis bahan-bahan pembuatan lilin aromaterapi mulai dari proses pencampuran, pencetakan, desain kemasan menarik, dan strategi pemasaran melalui media sosial maupun offline. Respon peserta sangat positif, yang tercermin dari kehadiran peserta yang aktif, serta antusiasme untuk mengembangkan produk lebih lanjut secara mandiri. Herawati et al. menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan motivasi dan kemampuan kewirausahaan perempuan, sehingga model pelatihan ini dapat menjadi rujukan untuk program pemberdayaan perempuan di lokasi lain. METODE PENELITIAN Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan tatap muka dengan fokus pada praktik langsung dalam pembuatan lilin aromaterapi. Pelatihan dilakukan dengan tahapan yang sistematis, dimulai dari penyampaian materi teori mengenai bahan baku, alat-alat, proses pembuatan, hingga teknik pengemasan . lilin aromaterapi. Selanjutnya, peserta diajak untuk mempraktekkan langsung proses pembuatan lilin aromaterapi menggunakan bahan utama parafin. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta secara optimal sehingga mampu membuat produk lilin secara mandiri. Indikator keberhasilan kegiatan ini diukur berdasarkan kehadiran peserta dan kemampuan mereka dalam memahami serta mempraktekkan proses pembuatan lilin Seluruh peserta hadir dan aktif mengikuti kegiatan hingga selesai. Tingkat antusiasme dan partisipasi peserta juga dijadikan parameter, yang dapat dilihat dari interaksi berupa pertanyaan terkait bahan baku, alat, teknik pembuatan, pengemasan, serta aspek penentuan harga jual lilin aromaterapi. Selain itu, selama sesi praktik langsung, seluruh peserta secara mandiri mencoba membuat lilin aromaterapi dan mengembangkan kreativitas dalam variasi produk yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi Ibu-ibu PKK Desa Donohudan Kabupaten Boyolali kreativitas dan inovasi ibu-ibu PKK dalam memproduksi produk ekonomi berbasis keterampilan lokal. Pelaksanaan kegiatan ini juga mengacu pada prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat yang menekankan pelibatan aktif peserta sebagai subjek sekaligus pelaku utama dalam proses Pendekatan praktik langsung telah terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan kapasitas kewirausahaan perempuan di daerah pedesaan. Adapun tahap pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut: Tahap pelaksanaan: Kegiatan dimulai dengan koordinasi bersama pengurus PKK dan perangkat desa untuk menentukan waktu, lokasi, serta sasaran peserta pelatihan. Selanjutnya, dilakukan persiapan alat, bahan, serta modul pelatihan yang dibutuhkan agar kegiatan berjalan lancar. Tahap penyampaian materi teoretis: Peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya kemandirian ekonomi dan potensi usaha lilin aromaterapi dalam ekonomi kreatif. Materi disampaikan secara sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Tahap praktik langsung: Peserta melakukan praktik pembuatan lilin secara langsung mulai dari pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengemasan. Fasilitator mendampingi setiap proses agar peserta dapat menghasilkan produk secara mandiri. Tahap evaluasi: Sesi ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman, pertanyaan, dan kendala yang ditemui selama praktik. Evaluasi dilakukan secara terbuka guna mengetahui sejauh mana pemahaman dan keterampilan peserta Tahap Persiapan 0 Koordinasi Penyampaian Materi Tahap Praktik Langsung Tahap Evaluasi Teoretis Pemahaman Keterampila n praktis Refleksi Gambar 1. Metode Pelaksanaan PkM Dengan pelaksanaan yang terstruktur dan pendekatan partisipatif berbasis praktik langsung, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada peserta, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas kewirausahaan dan kemandirian ekonomi. Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat menjadi awal yang berkelanjutan dalam pengembangan usaha kreatif NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 78-86 berbasis rumah tangga di kalangan ibu-ibu PKK Dusun II. Desa Donohudan, serta menjadi model pemberdayaan perempuan di wilayah pedesaan lainnya. HASIL PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2025 di Rumah Makan Dapur Mama UsieAo yang berlokasi di Banaran. Gagaksipat. Kecamatan Ngemplak. Kabupaten Boyolali. Jawa Tengah. Peserta pada kegiatan ini diikuti oleh 5 mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis dan peserta dari ibu - ibu PKK Dusun II Donohudan yang berjumlah 15 Tujuan adalah untuk memberdayakan masyarakat khususnya ibu - ibu PKK di Dusun II Donohudan melalui kegiatan pelatihan keterampilan pembuatan lilin aromaterapi sehingga dapat meningkatkan kreativitas sekaligus membangun kemandirian ekonomi. Gambar 2. Bahan Pembuatan Lilin Aromaterapi Gambar 3. Praktik Pembuatan Lilin Aromaterapi Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi Ibu-ibu PKK Desa Donohudan Kabupaten Boyolali Gambar 5. Hasil Akhir dan Proses Packing Hasil dari pelatihan pembuatan lilin aromaterapi untuk peserta ibu - ibu PKK Dusun II. Desa Donohudan menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam berbagai aspek. Kehadiran peserta yang mencapai 95 % dan keterlibatan aktif mereka selama sesi teori dan praktik mencerminkan semangat dan komitmen yang tinggi terhadap kegiatan ini. Kemampuan peserta untuk memahami dan melaksanakan seluruh langkah - langkah pembuatan lilin aromaterapi, dari pencampuran bahan hingga proses pengemasan, menandakan keberhasilan metode pelatihan yang menekankan praktik langsung. Hal ini terlihat dari kemampuan ibu - ibu PKK dalam membuat berbagai jenis lilin aromaterapi. Terdapat peningkatan yang jelas dalam hal kreativitas dan inovasi. Para peserta tidak sekedar menirukan contoh yang diberikan, tetapi juga mencoba berbagai kombinasi aroma dan desain, sehingga menghasilkan produk lilin yang bervariasi dan unik. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil mendorong kreativitas dan mengajak peserta untuk menciptakan produk yang sesuai dengan selera pasar serta potensi lokal. Kemampuan untuk memproduksi lilin aromaterapi secara mandiri memberikan peluang bisnis baru bagi para anggota ibu - ibu PKK. Dengan peningkatan keterampilan dan kreativitas, mereka bisa memproduksi barang berkualitas tinggi yang memiliki nilai jual, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Kemampuan ini, ditambah dengan semangat memasarkan produk, menunjukkan adanya potensi untuk keberlanjutan usaha dan kemandirian ekonomi di masa depan. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan kreativitas, keterampilan, serta kemandirian ekonomi ibu - ibu PKK Dusun II. Desa Donohudan. Program ini dapat dijadikan contoh pemberdayaan perempuan di desa - desa lain, dengan fokus pada metode praktik langsung dan pendampingan yang berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan dan dampak positif yang berkelanjutan. Keberhasilan ini juga menunjukkan potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis keterampilan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 78-86 KESIMPULAN Pelatihan membuat lilin aromaterapi yang dilaksanakan untuk ibu - ibu PKK Dusun II. Desa Donohudan berhasil menciptakan tujuannya dalam meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi. Metodologi pelatihan yang berorientasi pada praktik langsung terbukti berhasil, hal ini terlihat dari partisipasi aktif peserta dan kemampuan mereka dalam mempelajari semua langkah pembuatan lilin aromaterapi. Keberhasilan pelatihan ini tercermin dari perubahan signifikan dalam beberapa aspek. Pertama, keterampilan teknis peserta dalam membuat lilin aromaterapi telah meningkat. Kedua, terjadi peningkatan kreativitas dan inovasi dalam mendesain serta mengembangkan Ketiga, yang paling penting, terdapat peningkatan potensi pendapatan dan kemandirian ekonomi bagi peserta. Kapasitas untuk memproduksi dan memasarkan lilin aromaterapi secara mandiri menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan dan berdampak positif pada kesejahteraan keluarga. Program pelatihan ini merupakan contoh yang baik tentang pemberdayaan perempuan melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis pada keterampilan lokal. Pendekatan yang langsung dan partisipatif terbukti efektif dalam menyalurkan pengetahuan dan keterampilan, serta mendorong kreativitas dan inovasi. Model pelatihan ini dapat diterapkan di daerah lain yang memiliki potensi serupa, asalkan disertai dengan pendampingan dan dukungan yang berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan usaha dan dampak positif dalam jangka panjang. Sebagai kesimpulan, pelatihan pembuatan lilin aromaterapi ini telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kreativitas, keterampilan, dan kemandirian ekonomi para ibu - ibu PKK Dusun II. Desa Donohudan. Program ini lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, namun juga merupakan model pemberdayaan perempuan yang efektif dan berkelanjutan, dengan potensi untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif di tingkat lokal serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA