E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 11-18 JURNAL AKAL: ABDIMAS DAN KEARIFAN LOKAL https://w. e-journal. id/index. php/kearifan PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MASYARAKAT RW 005 KELURAHAN TANJUNG DUREN SELATAN Dental and Oral Health Care Training and Counseling for RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan Community Members Rezky Anggraeni1*. Abdul Gani Soulissa2. Nova Adrian3. Rosita Stefanie4. Maria Leny Raiyon5. Vella Bougenville6. Aurellia Nadia Cendana6. Rifaty Aurili6 1Departemen Biologi Oral. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti. Jl. Kiai Tapa No 260. Jakarta Barat 2Departemen IKGM-P. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti. Jl. Kiai Tapa No 260. Jakarta Barat 3Departemen Prostodonsia. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti. Jl. Kiai Tapa No 260. Jakarta Barat 4Departemen Konservasi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti. Jl. Kiai Tapa No 260. Jakarta Barat 5Departemen IPM. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti. Jl. Kiai Tapa No 260. Jakarta Barat 6Program Profesi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Trisakti. Jl. Kiai Tapa No 260. Jakarta Barat *Penulis Korespondensi: rezkyanggraeni@trisakti. Abstrak Sejarah Artikel a Diterima Juni 2024 a Revisi Januari 2025 a Disetujui Februari 2025 a Terbit Online Maret 2025 Kata Kunci: a Kesehatan gigi dan a pendidikan a pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting dan perlu diperhatikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut harus didukung oleh adanya Hingga saat ini, pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut masih minim terutama, pada masyarakat wilayah RW 005. Kelurahan Tanjung Duren Selatan. Jakarta Barat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti telah mengadakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di wilayah RW 005. Tanjung Duren Selatan. Jakarta Barat. Tujuan dilaksankannya PkM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat di wilayah RW 005. Kelurahan Tanjung Duren Selatan. Metode yang digunakan adalah melalui penyuluhan dan pelatihan bagaimana melakukan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Hasil kegiatan PkM ini, setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan yakni meningkatnya pengetahuan masyarakat RW 005. Kelurahan Tanjung Duren Selatan terhadap terkait pengetahuan mengenai karies dan penyebabnya, frekuensi menyikat gigi, dan cara mencegah karies mengalami peningkatan pasca penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Sitasi artikel ini: Anggraeni, et al. , 2025. Penyuluhan dan Pelatihan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan. Jurnal Akal: Abdimas dan Kearifan Lokal. : Halaman. Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Abstracts Keywords: a Education a Oral health a Knowledge Maintaining oral health are important aspects that need to be addressed by the entire Indonesian The behavior of maintaining dental and oral health is supported by knowledge. However, awareness regarding oral health remains low, particularly in RW 005. Tanjung Duren Selatan. West Jakarta. Based on this issue. Faculty of Dentistry at Universitas Trisakti will conduct a community health service program was conducted in RW 005. Tanjung Duren Selatan. West Jakarta. This PkM aimed to enhance community awareness and knowledge regarding oral health in RW 005. Tanjung Duren Selatan. The Method was descriptive observational method was employes. The result is that the residents of RW 005. Tanjung Duren Selatan have improved their knowledge about dental caries and its causes, the frequency of brushing teeth, and how to prevent caries after the dental and oral health education session. Penyuluhan Dan Pelatihan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Masyarakat RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan Anggraeni. Soulissa. Adrian3. Stefanie. Raiyon. Bougenville. Cendana. Aurili. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 11-18 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. PENDAHULUAN Kesehatan mulut merupakan komponen integral dari kesehatan umum dan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia. Masalah Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia meliputi karies gigi yang tinggi, tingkat aksesibilitas perawatan gigi masih rendah dan kurangnya edukasi mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut di masyarakat (Aas,dkk. , 2. Data dari hasil wawancara pada Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 rata-rata 56,9% penduduk Indonesia berumur > 3 tahun dalam 1 tahun terakhir mengeluhkan masalah kesehatan gigi dan mulut. (SKI. , 2. Indeks karies . igi berluban. memang berkurang dibandingkan data hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 namun pada kelompok umur 3-4 tahun, 5 tahun dan > 35 tahun Indeks karies masih berada pada kategori tinggi dan sangat tinggi (Kemenkes,2. Tingginya kerusakan gigi bisa disebabkan oleh pemilihan diet yang tinggi gula dan kurang berserat serta kebiasaan menyikat gigi belum dilakukan dengan baik dan benar. Hingga saat ini kesehatan gigi dan mulut masih belum cukup mendapat perhatian dan prioritas bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Terlihat dari dampak penyakit gigi dan mulut terhadap kualitas hidup penduduk DKI Jakarta menunjukkan 8,4% saja yang merasakannya. Pengetahuan masyarakat yang rendah terhadap kesehatan gigi dan mulut menyebabkan kurangnya kesadaran untuk menjaga kesehatan dan kebersihan giginya (Melo, dkk. ,2020. Komariah, dkk. , 2. Secara nasional seperti tercatat pada SKI 2023 angka prevalensi karies masih tinggi yaitu 82,8%, dengan kelompok usia 35-44 tahun memiliki karies tertinggi dibanding kelompok umur lainnya serta sebagai perempuan lebih rentan dibandingkan laki-laki. Bila dilihat karakteristiknya, masalah kesehatan mulut di Indonesia seperti gusi bengkak/abses tertinggi kejadiannya pada kelompok usia 45-54 tahun . ,3%) terutama pada perempuan dibandingkan laki-laki . ,8% terhadap 6,9%). Prevalensi masalah kesehatan mulut selain karies meliputi Gusi bengkak/abses 6,3%, gusi mudah berdarah 4,9%. Sariawan berulang dan Sariawan yang lama sembuh masing-masing 2,9% dan 0,5%. Di daerah DKI Jakarta diketahui ketersediaan tenaga kesehatan gigi cukup tinggi . ngka porsi drg :pendudu. , namun data dari SKI 2023 ini menunjukkan hanya sedikit yang memanfaatkan tenaga medis gigi dengan baik. Proporsi penduduk DKI Jakarta yang tidak pernah berobat ke Tenaga Kesehatan Gigi adalah 87% . =31. , dengan 6% karena merasa tidak sakit gigi, 55,8% merasa tidak perlu, 13,5% memilih mengobati sendiri dan 0,5% mencari jasa ke tukang gigi (SKI. , 2. Lebih jauh lagi walaupun sebagian besar masyarakat di DKI Jakarta mengaku telah menyikat gigi setiap hari dan dilakukan 2 kali sehari, hanya 2,3% Penyuluhan Dan Pelatihan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Masyarakat RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan Anggraeni. Soulissa. Adrian3. Stefanie. Raiyon. Bougenville. Cendana. Aurili. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 11-18 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. tidak menyikat gigi setiap hari, namun sejumlah 6,8% saja yang melakukannya pada waktu dan cara yang Dari data ini dapat diambil kesimpulan masih rendah kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat kesehatan gigi dan Mulut serta belum mencari perawatan profesional oleh tenaga medis gigi (Kemenkes. ,2. Untuk memperbaiki tingkat pengetahuan dan kesadaran mengenai kesehatan gigi dan mulut adalah dengan mengedukasi dan melatih cara merawat dan mempertahankan kebersihan gigi dan mulut (Napitulu, dkk. , 2. Adapun salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga medis kesehatan di Indonesia seperti dokter gigi ialah melakukan penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat yang juga merupakan tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini (Norfai and Rahman. Pemilihan target pengabdian masyarakat ini adalah komunitas ibu-ibu PKK RW 005 Tanjung Duren Selatan. Jakarta Barat. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini akan membantu meningkatkan kesadaran para Ibu sebagai anggota masyarakat untuk memelihara dan menjaga kesehatan gigi dan mulutnya dan keluarganya, sehingga diharapkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat di kelurahan Tanjung Duren Selatan khususnya warga masyarakat RW 005 dapat meningkat. Untuk menyelesaikan permasalahn tersebut, diperlukan solusi yang dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Kerangka solusi pemecahan masalah METODE PELAKSANAAN Kegiatan penyuluhan pada Masyarakat yang sudah dijalankan ini merupakan Kerjasama tim yang meliputi berbagai program studi dari Fakultas Kedokteran Gigi yang tergabung dalam satu tim PKM terdiri dari 5 orang Dosen dibantu oleh 3 orang Mahasiswa Program Studi Profesi Kedokteran Gigi (PDG) dan 1 tenaga kependidikan (Tendi. Tahap persiapan dan koordinasi dengan pihak komunitas Ibu PKK menggunakan teknologi aplikasi Whatsapp. Ketua PKM melakukan komunikasi awal melalui Penanggung Jawab Komuniatas melalui Whatsapp dan mendapatkan persetujuan untuk bermitra secara tertulis. Penyuluhan Dan Pelatihan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Masyarakat RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan Anggraeni. Soulissa. Adrian3. Stefanie. Raiyon. Bougenville. Cendana. Aurili. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 11-18 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 2. Diagram Alir Proses Pelaksanaan PKM Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemeliharaan Kesehatan gigi dan mulut dilakukan di RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan. Jakarta Barat pada hari Jumat 17 November 2023. Sasaran kegiatan ini adalah komunitas ibu-ibu PKK (Peningkatan Kesehatan Keluarg. RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan. Jakarta Barat yang berjumlah 25 orang. Materi meliputi penyuluhan tentang jenis gigi beserta fungsinya, definisi karies dan penyebabnya, frekuensi kunjungan ke dokter gigi, cara mencegah karies, frekuensi menyikat gigi, dan konsumsi makanan yang bergizi. Kemudian, dilakukan pelatihan mengenai cara menyikat gigi yang baik dan benar. Materi penyuluhan seperti yang ditampilkan pada Gambar 3. Penyuluhan Dan Pelatihan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Masyarakat RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan Anggraeni. Soulissa. Adrian3. Stefanie. Raiyon. Bougenville. Cendana. Aurili. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 11-18 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 3. Poster materi penyuluhan cara menyikat gigi yang baik dan benar . Gambar 4. Dokumentasi Pemateri dan Peserta Pelatihan dan Penyuluhan Pre-test dan post-test terdiri dari 10 pertanyaan pilihan ganda dengan 3 jawaban. Peserta pelatihan diminta untuk menjawab pertanyaan pre-test sebelum dilakukan pelatihan dan Kembali menjawab pertanyaan post-test segera setelah mengikuti pelatihan. Pertanyaan pre-test dan post-test dapat dilihat pada Gambar 4. Penyuluhan Dan Pelatihan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Masyarakat RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan Anggraeni. Soulissa. Adrian3. Stefanie. Raiyon. Bougenville. Cendana. Aurili. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 11-18 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 5. Daftar Pertanyaan Pre dan Post Test Pelatihan dan Penyuluhan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut. HASIL KEGIATAN Hasil Skor Pre dan Post Test ditunjukkan pada tabel 1 dan gambar 6 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan para peserta pelatihan terhadap materi mengenai karies dan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada warga RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan. Tabel 1. Nilai Pre-Post Test Nilai rata-rata Min-max Pre-Test 65,14 Post Test Nilai p Penyuluhan Dan Pelatihan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Masyarakat RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan Anggraeni. Soulissa. Adrian3. Stefanie. Raiyon. Bougenville. Cendana. Aurili. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 11-18 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 6. Grafik Jumlah Jawaban Benar dari Jawaban sebelum dan sesudah penyuluhan. Berdasarkan tabel 1 dan gambar 6 diperoleh data sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut . re-tes. pada 25 peserta diperoleh nilai rata-rata 65,14. Sedangkan setelah dilakukan penyuluhan menjadi 90. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan awal dilakukannya penyuluhan ini, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara menjada kesehatan gigi dan mulut. Dengan bertambahnya pengetahuan peserta mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, diharapkan peserta dapat melanjutkan informasi dan pengetahuan yang didapt kepada anggota keluarga masing-masing sehingga dapat memberikan dampak positif bagi seluruh anggota keluarganya. Pada kegiatan ini juga teradapat faktor-faktor yang menghambat berupa tidak tepatnya kehadiran peserta untuk datang ke lokasi penyuluhan, sehingga mengalami keterlambatan waktu pelaksanaan. Akan tetapi, hal ini dapat diatasi dengan memberikan penambahan waktu untuk pemberian materi yang disajikan. Kegiatan PkM ini sangat bermanfaat bagi masyarakat wilayah RW005. Kelurahan Tanjung Duren Selatan yang belum pernah mendapatkan pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil yang mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman dari pesert yang dapat dilihat pada gambar 6. Penyuluhan Dan Pelatihan Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Masyarakat RW 005 Kelurahan Tanjung Duren Selatan Anggraeni. Soulissa. Adrian3. Stefanie. Raiyon. Bougenville. Cendana. Aurili. E-ISSN 2747-1128. Volume 6 Nomor 1. Maret 2025. Halaman 11-18 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. KESIMPULAN Hasil dari PkM yang telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan awal. Berdasarkan hasil kuesioner sebelum dilakukan penyuluhan diketahui peserta di RW 005. Tanjung Duren Selatan termasuk kurang pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut. Setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan, diketahui bahwa peserta mengalami peningkatan dalam pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut. Hal ini menunjukkan bahwa dengan memberikan pengetahuan atau infomasi yang baik dan benar dalam kesehatan gigi dan mulut dapat memberikan dampak positif. DAFTAR PUSTAKA