Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrikes. Available Online at: https://prin. id/index. php/JURRIKES Hubungan Efek Samping Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Nasywa Fawwaza1*. AAdi Rizka2. AMulyati Sri Rahayu3 Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Indonesia Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Indonesia Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh. Indonesia Email : nasywa. 200610021@mhs. id1, adirizka@unimal. id2, mulyati. srirahayu@unimal. Korespondensi penulis : nasywa. 200610021@mhs. Abstract. Breast cancer, which typically develops from epithelial cells in the breast ducts or lobes, is a highly prevalent cancer among women worldwide. This disease requires intensive treatment, including chemotherapy, which plays a crucial role in stopping or slowing the growth of cancer cells. Although chemotherapy is effective, it often causes significant side effects, such as nausea, vomiting, fatigue, hair loss, and a weakened immune system. These side effects have the potential to reduce a patient's overall quality of life, both physically, psychologically, and socially. Therefore, this study aims to establish a link between the occurrence of chemotherapy-related side effects and the quality of life of breast cancer patients undergoing treatment at Cut Meutia General Hospital in North Aceh. This study used an observational cross-sectional approach, involving 50 patients undergoing chemotherapy between October and January. Participants were selected purposively to ensure compliance with the study criteria. Data collection was conducted using the Indonesian version of the WHOQOL-BREF, a valid and reliable instrument for measuring quality of life in various domains, including physical, psychological, social, and environmental. Data analysis using the chi-square test revealed a significant relationship between chemotherapy side effects and decreased quality of life in patients with a p-value of 0. The results of this study emphasize the need for an adaptive and comprehensive side effect management strategy so that patients can undergo therapy more comfortably and maintain an optimal quality of life during the treatment process. multidisciplinary approach involving medical personnel, psychologists, and families is highly recommended to support the physical and mental condition of patients during chemotherapy. Keywords: Breast Cancer. Chemotherapy Side Effects. Effect of Chemotherapy. Observational Studies. Quality of Life. Abstrak. Kanker payudara, yang umumnya berkembang dari sel epitel pada saluran atau lobus payudara, merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tinggi pada perempuan di seluruh dunia. Penyakit ini memerlukan penanganan yang intensif, salah satunya adalah kemoterapi, yang berperan penting dalam menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Meskipun kemoterapi efektif, prosedur ini sering kali menimbulkan berbagai efek samping yang cukup signifikan, seperti mual, muntah, kelelahan, kerontokan rambut, dan penurunan sistem kekebalan tubuh. Efek samping tersebut berpotensi menurunkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterhubungan antara munculnya efek samping akibat kemoterapi dengan tingkat kualitas hidup pasien kanker payudara yang sedang menjalani pengobatan di RSU Cut Meutia. Aceh Utara. Studi ini menggunakan pendekatan observasional dengan rancangan potong lintang . ross-sectiona. , melibatkan 50 pasien yang sedang menjalani kemoterapi selama periode Oktober hingga Januari. Partisipan dipilih secara purposive untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen WHOQOL-BREF versi bahasa Indonesia yang valid dan reliabel untuk mengukur kualitas hidup dalam berbagai domain, termasuk fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Analisis data menggunakan uji chi-square mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara efek samping kemoterapi dan penurunan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,002. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan efek samping yang adaptif dan komprehensif agar pasien dapat menjalani terapi dengan lebih nyaman dan mempertahankan kualitas hidup yang optimal selama proses pengobatan. Pendekatan multidisipliner yang melibatkan tenaga medis, psikolog, dan keluarga sangat dianjurkan untuk mendukung kondisi fisik dan mental pasien selama menjalani Kata kunci: Efek Samping Kemoterapi. Kanker Payudara. Kualitas Hidup. Pengaruh Kemoterapi. Studi Observasional. Received: Juli 13, 2025. Revised: Juli 27, 2025. Accepted: Agustus 10, 2025. Online Available: Agustus 12, 2025 Hubungan Efek Samping Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara LATAR BELAKANG Di antara berbagai jenis kanker yang mengancam kesehatan perempuan, kanker yang berkembang di area payudara termasuk yang paling sering ditemukan, yaitu pertumbuhan sel abnormal yang bermula di saluran atau kelenjar susu, dengan kemungkinan penyebaran ke jaringan sekitarnya maupun ke organ tubuh lain melalui proses metastasis (Anggraini et al. Meskipun kanker payudara lebih sering menyerang perempuan, namun laki-laki juga dapat mengalaminya dengan rasio kejadian 1:1000 (Paji et al. , 2. Menurut laporan yang dirilis oleh WHO, jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan di berbagai belahan dunia adalah kanker payudara, dengan sekitar 1,5 juta kasus baru dan 400 ribu kematian setiap tahun (Paji et al. , 2. Data Globocan International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2020 menunjukkan bahwa kanker payudara menyumbang 16,6% dari total kasus baru kanker di Indonesia, yaitu sebesar 68. 858 kasus, dengan angka kematian lebih dari 22. 000 jiwa (Paji et , 2. Tren ini menunjukkan bahwa kejadian dan kematian akibat kanker payudara terus meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan, pada tahun 2030 jumlah kasus kanker payudara akan mencapai 26 juta orang, dengan 17 juta di antaranya berujung pada kematian. Di Provinsi Aceh sendiri, pada tahun 2022 tercatat sebanyak 1. 318 penyintas kanker, dan sebanyak 1. 117 orang di antaranya menderita kanker payudara, menjadikannya sebagai penyakit tidak menular terbanyak di wilayah tersebut (Fawwaza, 2. Penanganan kanker payudara terdiri dari berbagai metode terapi seperti pembedahan, kemoterapi, radioterapi, dan imunoterapi (Agustiyaningsih et al. , 2. Di antara metode tersebut, kemoterapi menjadi salah satu lini utama terapi yang paling sering digunakan, terutama pada stadium lanjut. Kemoterapi diberikan dengan cara oral atau intravena, dan bekerja dengan cara membunuh sel kanker melalui pemberian obat antikanker (Saputra et al. Pada stadium awal, kemoterapi berfungsi sebagai terapi tambahan . , sedangkan pada stadium lanjut berfungsi sebagai terapi utama atau neoadjuvan untuk meningkatkan resectability dan menurunkan potensi kekambuhan (Sukma et al. , 2. Namun, di balik efektivitas kemoterapi, terdapat berbagai efek samping yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan pasien, baik fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual. Efek samping tersebut terjadi karena kemoterapi tidak hanya menyerang sel kanker, tetapi juga merusak sel sehat seperti sel rambut, kulit, sumsum tulang, dan sel darah. Efek samping yang umum meliputi mual, muntah, nyeri, alopecia, kelelahan, anemia, neutropenia, hingga kerentanan terhadap infeksi . (Prayoga, 2. Tingkat keparahan efek samping ini bergantung pada jenis obat kemoterapi yang digunakan serta kondisi fisik pasien. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Beberapa penelitian sebelumnya telah mengkaji hubungan antara kemoterapi dan kualitas hidup pasien kanker payudara. Julwita . menyebutkan bahwa karakteristik demografi pasien tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup, namun karakteristik klinis seperti jenis kemoterapi menunjukkan adanya pengaruh (Sibhat et al. , 2. Sementara itu, penelitian Setiawan . menyatakan bahwa efek samping kemoterapi secara berkala berdampak langsung terhadap kondisi fisik dan psikologis pasien (Juwita et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa efek samping kemoterapi merupakan faktor penting dalam penilaian kualitas hidup penderita kanker payudara. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa taraf hidup seseorang mencakup bagaimana seseorang menilai keberadaannya secara menyeluruh, yang dipengaruhi oleh lingkungan budaya, norma-norma sosial yang berlaku, serta sejauh mana kehidupannya selaras dengan harapan, cita-cita, dan prioritas pribadinya (Skevington et al. , 2. Kesejahteraan pasien secara menyeluruh dapat dievaluasi melalui alat ukur WHOQOL-BREF, yang menitikberatkan pada empat aspek utama: kondisi fisik, keadaan psikologis, interaksi sosial, serta kualitas lingkungan. Dalam konteks pengobatan, ukuran ini memiliki peran penting karena menekankan pada kenyamanan hidup pasien, bukan semata-mata pada perpanjangan usia. Berdasarkan data awal dari bagian rekam medis dan hasil wawancara di ruang kemoterapi RSUD Cut Meutia Aceh Utara pada Maret 2023, tercatat sejumlah 92 individu yang didiagnosis menderita kanker payudara telah menerima tindakan kemoterapi sebagai bagian dari proses pengobatan mereka. Mayoritas dari mereka mengalami efek samping seperti alopecia, mual muntah, dan kelelahan. Hal ini berdampak pada penurunan nafsu makan dan akhirnya menurunkan kondisi fisik, psikologis, sosial, hingga lingkungan pasien, yang pada akhirnya menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Peningkatan kasus kanker payudara yang ditangani melalui kemoterapi menuntut adanya fokus serius pada aspek kesejahteraan pasien agar mereka tetap dapat menjalani kehidupan yang layak selama proses pengobatan, maka diperlukan penelitian guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai keterkaitan antara kemunculan dampak dari kemoterapi memiliki keterkaitan dengan keadaan taraf hidup yang dirasakan oleh pasien. Kajian mengenai hal ini di RSUD Cut Meutia Aceh Utara masih sangat terbatas atau bahkan belum dilakukan Dengan demikian, studi ini dipandang memiliki urgensi untuk dilakukan guna mengisi celah pengetahuan . ap of researc. dan memberikan kontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas layanan onkologi yang berpusat pada pasien. Hubungan Efek Samping Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara KAJIAN TEORITIS Payudara Payudara merupakan organ yang terletak di dinding anterior toraks, secara anatomi berada antara iga kedua hingga keenam dan secara horizontal dari sternum hingga garis aksilaris media, dengan ukuran diameter sekitar 10Ae12 cm dan ketebalan 5Ae7 cm. Payudara tersusun dari dua jenis jaringan utama, yaitu jaringan glandular . yang terdiri atas lobulus dan duktulus, serta jaringan stromal . berupa jaringan lemak dan ikat. Selain itu, payudara memiliki sistem limfatik yang bermuara ke kelenjar getah bening aksila dan mammae interna, serta persarafan sensorik oleh cabang interkostal T3AeT5 dan supraklavikularis dari pleksus servikalis bawah. Pembagian area payudara menjadi lima regio . mpat kuadran dan nipple-areolar comple. mempermudah identifikasi kelainan secara klinis. Dari segi vaskularisasi, organ ini disuplai oleh cabang a. mammaria interna, a. lateralis, dan lainnya, yang turut mendukung fungsi fisiologis terutama saat masa pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menyusui melalui pengaruh hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin yang menjadi factor dari pembentukan duktus dan alveoli serta produksi ASI (Harefa. Kanker Payudara Kanker payudara dianggap sebagai salah satu bentuk tumor ganas yang berkembang di jaringan kelenjar payudara, dipicu oleh perubahan genetik yang menyebabkan proliferasi sel secara tidak terkontrol. Di Indonesia, kanker ini menjadi jenis terbanyak dengan angka kematian cukup tinggi. Gejala awalnya meliputi benjolan tidak nyeri, retraksi puting, dan perubahan kulit. Faktor risikonya meliputi usia >50 tahun, riwayat hormonal, paritas rendah, serta riwayat keluarga. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan klinis, radiologi, dan biopsi, sedangkan stadia ditentukan berdasarkan sistem TNM. Upaya pengobatan dilakukan dengan berbagai metode seperti operasi, pemberian obat kemoterapi, penyinaran . , dan terapi berbasis hormon, yang semuanya ditentukan berdasarkan tingkat perkembangan kanker dan profil biologis tumornya (Harefa, 2019. Nurrohmah et al. , 2. Kemoterapi Dalam penanganan kanker payudara, kemoterapi menjadi strategi utama yang digunakan untuk menghambat proliferasi sel kanker. Pendekatan ini dilakukan dengan pemberian satu jenis obat atau kombinasi beberapa obat guna mengintervensi laju pertumbuhan sel-sel ganas secara efektif. Obat kemoterapi bekerja secara sistemik dan umumnya diberikan dalam beberapa siklus . Ae. untuk mencapai efektivitas maksimal dengan efek samping yang masih dapat ditoleransi pasien. Pemilihan regimen didasarkan pada hasil analisis imunohistokimia Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. yang mencakup status reseptor estrogen (ER), progesteron (PR), dan HER2. Rejimen lini pertama yang lazim digunakan antara lain CMF (Cyclophosphamide. Methotrexate, 5-FU) dan CAF (Cyclophosphamide. Adriamycin, 5-FU), sedangkan lini kedua mencakup obat seperti taxane, gemcitabine, dan vinorelbine. Meskipun efektif, kemoterapi sering menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, kelelahan, rambut rontok, hingga gangguan hematologi yang mempengaruhi pada kualitas hidup pasien. Maka dari itu, monitoring dan penyesuaian terapi berdasarkan respons dan toleransi individu sangat diperlukan untuk mencapai tujuan terapi yang optimal (Manuaba I. et al. , 2. Kualitas Hidup Kualitas hidup adalah suatu kerangka multidimensional yang menyertakan aspek jasmani, mental, sosial, serta spiritual seseorang. Pada pasien kanker payudara, kualitas hidup sering terganggu akibat penyakit dan pengobatan, termasuk efek samping kemoterapi seperti kelelahan, nyeri, perubahan citra tubuh, dan tekanan emosional. Penilaian kualitas hidup umumnya menggunakan instrumen seperti WHOQOL-BREF dan EORTC QLQ-C30. Pendekatan holistik dalam penanganan pasien diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kesejahteraan selama menjalani terapi . METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional yang bersifat analitik observasional dan berlangsung di unit kemoterapi RSUD Cut Meutia. Aceh Utara, selama periode Mei hingga November 2023. Dari total 92 pasien kanker payudara yang menerima kemoterapi pada September 2023, sebanyak 50 individu dipilih sebagai partisipan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria kelayakan tertentu. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh dari berbagai efek samping kemoterapi, seperti rasa mual dan muntah, kerontokan rambut . , serta kelelahan . , yang diasumsikan sebagai variabel independen, terhadap aspek kualitas hidup pasien yang diukur melalui instrumen WHOQOL-BREF sebagai variabel dependen. Data diperoleh melalui instrumen survei berupa kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik melalui tahapan validasi data seperti penyuntingan, pengkodean, entri, dan pembersihan. Karakteristik responden dijabarkan menggunakan analisis univariat, sementara hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji Chi-Square, dan jika asumsi statistik tidak terpenuhi, maka digunakan alternatif uji Kolmogorov-Smirnov. Model konseptual dalam penelitian ini menempatkan efek samping terapi sebagai variabel yang dapat turut menentukan atau membentuk tingkat keberfungsian dan kesejahteraan hidup pasien. Hubungan Efek Samping Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara HASIL DAN PEMBAHASAN Studi ini berfokus pada evaluasi kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSU Cut Meutia. Aceh Utara. Sebanyak 50 responden yang menjalani terapi antara Oktober 2023 hingga Januari 2024 dipilih sebagai sampel, dengan catatan mengalami efek samping seperti rasa mual, muntah, kelelahan ekstrem, serta kerontokan rambut. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner WHOQOL-BREF berbahasa Indonesia, yang berfungsi untuk menggambarkan kondisi kualitas hidup berdasarkan persepsi individu terhadap kesejahteraan mereka. Distribusi Efek Samping Kemoterapi Pasien Kanker Payudara Tabel 1. Distribusi Efek Samping Kemoterapi Pasien Kanker Payudara Sumber: Data Primer . Tabel 1 mengilustrasikan bahwa mayoritas pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi menunjukkan reaksi yang kurang mampu beradaptasi terhadap efek samping pengobatan tersebut, dengan 78% responden termasuk dalam kategori maladaptif. Hanya sebagian kecil, yakni sekitar 22%, yang mampu menunjukkan mekanisme adaptasi yang lebih baik terhadap dampak kemoterapi yang dialami. Distribusi kualitas hidup pasien kemoterapi kanker payudara Tabel 2. Distribusi Kualitas Hidup Pasien Kemoterapi Kanker Payudara Sumber: Data Primer . Tabel 2 memperlihatkan bahwa sebagian besar individu dengan kanker payudara yang menjalani kemoterapi mengalami tingkat kualitas hidup yang relatif tinggi atau memadai. Mulai dari 27 dari 50 orang atau sekitar 54 persen termasuk dalam kategori kualitas hidup yang Sebanyak 22 pasien . %) berada pada tingkat sedang, sedangkan hanya satu pasien . %) yang mengalami penurunan signifikan dalam kualitas hidupnya. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Analisis Bivariat Analisis bivariat diterapkan guna menilai sejauh mana gejala samping dari kemoterapi berkorelasi dengan kondisi kualitas hidup yang dialami oleh pasien kanker payudara, yang dianalisis melalui metode statistik Chi-Square. Tabel 3. Hubungan Antara Efek Samping Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Sumber: Data Primer . Hasil pada Tabel 3 terlihat sebagian kecil dari total responden, yakni 22%, menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap efek samping kemoterapi dan tetap mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Tidak ditemukan individu dalam kelompok ini yang mengalami penurunan kualitas hidup ke tingkat sedang maupun rendah. Sebagian responden, yakni sekitar sepertiga dari total peserta, mampu mempertahankan kualitas hidup yang baik meskipun mengalami efek samping kemoterapi yang tidak menunjukkan respons adaptif, dengan jumlah mencapai 16 orang atau 32%, mengalami efek samping kemoterapi yang tidak adaptif. Dari kelompok ini, sebanyak 22 orang atau 44% menunjukkan kualitas hidup pada tingkat sedang, sedangkan hanya satu responden . etara 2%) yang mengalami penurunan kualitas hidup secara signifikan. Berdasarkan hasil analisis yang tercantum dalam Tabel 1, diperoleh p-value sebesar 0,002 melalui uji Chi Square. Nilai ini mencerminkan adanya korelasi yang signifikan antara kualitas hidup pasien kanker payudara dan efek samping yang timbul akibat kemoterapi di RSU Cut Meutia. Kabupaten Aceh Utara. Karena nilai tersebut lebih rendah dari ambang signifikansi 0,05, maka hubungan antara kedua variabel dianggap bermakna secara statistik. Karakteristik Pasien Kemoterapi Kanker Payudara Dalam penelitian ini, kelompok usia 36 sampai 45 tahun mendominasi responden dengan total 21 individu, menunjukkan bahwa kelompok usia dewasa akhir paling banyak menjalani kemoterapi di RSU Cut Meutia. Usia termuda tercatat 26 tahun dan tertua 75 tahun, mendekati hasil penelitian terdahulu yang mencatat usia termuda 33 tahun dan tertua 74 tahun (Anggraini et al. , 2. Meskipun data umum menunjukkan bahwa Kemunculan kanker payudara meningkat secara signifikan pada wanita yang telah memasuki usia di atas 45 tahun, sejalan dengan proses penuaan (Yedjou et al. , 2. , temuan penelitian Hubungan Efek Samping Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara mengindikasikan bahwa kelompok usia produktif juga rentan. Hal ini mungkin disebabkan oleh gaya hidup, faktor genetik, atau keterlambatan deteksi dini. Risiko kanker payudara memang meningkat seiring usia karena perubahan hormonal, tetapi dalam konteks lokal, banyak pasien usia muda yang sudah terdampak, sehingga deteksi dini tetap penting pada usia muda (Iqmy et al. , 2. Dari segi pendidikan, sebagian besar pasien berpendidikan terakhir SMA sebanyak 17 orang, diikuti tingkat SD, dan paling sedikit tingkat SMP. Hasil ini berbeda dengan data Dapodikdasmen Aceh Utara tahun 2023/2024, yang menunjukkan SD sebagai jenjang pendidikan terbanyak secara umum. Hal ini menunjukkan bahwa pasien kanker payudara di RSU Cut Meutia berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam. Rendahnya tingkat pendidikan dapat mempengaruhi pemahaman pasien terhadap gejala kanker, pentingnya pengobatan dini, serta akses terhadap informasi kesehatan (Nadira et al. , 2023. Prastika. Pengetahuan yang minim juga sering menyebabkan keterlambatan diagnosis, karena pasien cenderung mengabaikan gejala awal yang tidak dirasakan mengganggu secara Berdasarkan pekerjaan, mayoritas pasien adalah perempuan yang berstatus sebagai ibu rumah tangga dan tidak memiliki pekerjaan formal, yaitu sebanyak 36 orang. Data ini sejalan dengan statistik BPS Aceh . yang menunjukkan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di wilayah tersebut hanya sebesar 46,15% (BPS Provinsi Aceh, 2. Keadaan ekonomi keluarga sangat memengaruhi keputusan dalam mengakses pelayanan kesehatan, termasuk kemoterapi. Semakin rendah penghasilan keluarga, semakin besar kemungkinan pengobatan tertunda karena keterbatasan biaya transportasi, waktu, atau bahkan informasi (Rahool et al. , 2. Selain itu, sebagian besar responden berada pada stadium lanjut . , dan banyak yang terlambat memeriksakan diri karena menganggap gejala awal seperti benjolan tanpa nyeri sebagai kondisi yang tidak serius (Juwita et al. , 2. Hal ini memperkuat pentingnya edukasi deteksi dini seperti SADARI, terutama bagi wanita di usia produktif. Sebagian besar juga sudah menjalani lebih dari satu siklus kemoterapi, yang menunjukkan tingkat adaptasi terhadap terapi lebih baik dibandingkan pasien baru (Jannah et al. , 2. Efek Samping Kemoterapi Penelitian ini menemukan bahwa Dari seluruh pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, mayoritas yaitu 39 individu menunjukkan reaksi negatif terhadap efek samping dengan skor kurang dari 9, sedangkan hanya 11 pasien yang mampu menyesuaikan diri dengan efek samping tersebut dengan skor 9 atau lebih. Efek samping utama yang diamati Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. adalah mual muntah, alopesia, dan letargi, yang sering kali bergantung pada jenis regimen kemoterapi di mana antrasiklin cenderung menyebabkan efek yang lebih luas dibanding Alopesia terjadi akibat gangguan mitosis pada folikel rambut, biasanya muncul setelah dua minggu dan berdampak pada citra diri pasien (Silva et al. , 2. Mual muntah terjadi akibat aktivasi pusat muntah dan kerusakan saluran cerna akibat kemoterapi (Gupta et al. , 2021. Khalidah, 2. , sementara letargi menyebabkan kelelahan berat yang menghambat aktivitas fisik harian. Ketiga efek ini, meskipun umum, tetap membutuhkan perhatian khusus karena dapat memengaruhi kondisi psikologis dan semangat pasien dalam menjalani terapi. Kualitas Hidup Dalam studi ini, sejumlah besar penderita kanker payudara yang menerima kemoterapi menunjukkan tingkat kesejahteraan hidup yang tergolong tinggi, yakni sebanyak 27 orang. Sementara itu, 22 pasien lainnya berada pada kategori sedang, dan hanya satu individu yang mengalami kualitas hidup yang rendah. Pengukuran kesejahteraan ini dilakukan dengan memperhatikan empat aspek utama, yaitu kondisi fisik, aspek psikologis, interaksi sosial, serta lingkungan sekitar pasien. Pada kategori sedang, pasien mengalami nyeri, kelelahan, gangguan tidur, serta ketergantungan obat-obatan, namun tetap memiliki spiritualitas yang kuat dan hubungan sosial yang cukup baik. Pasien dengan kualitas hidup buruk mengalami gangguan di semua aspek, termasuk putus asa, kesepian, dan ketidakmampuan menerima kondisi fisiknya (Harefa, 2019. Sukma et al. , 2. Hasil ini menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan dukungan psikososial selama kemoterapi, sehingga diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan aspek medis, psikologis, dan sosial secara seimbang. Hubungan Efek Samping Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat keterkaitan antara timbulnya efek samping dari kemoterapi dan kualitas hidup pasien penderita kanker payudara. Hal ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang melaporkan nilai p sebesar 0,003. Pasien dengan tingkat efek samping yang tergolong adaptif . ilai Ou. biasanya memiliki kualitas hidup yang memuaskan, yang tercermin dari kemampuan mereka menjalankan aktivitas fisik, menjaga interaksi sosial, serta kestabilan dalam aspek emosional dan spiritual. Selain itu, mereka melaporkan merasa cukup nyaman, tidak mengalami gangguan tidur, dan memiliki energi yang terjaga dengan baik. Sebaliknya, pasien dengan efek samping maladaptif (<. menunjukkan kualitas hidup yang lebih bervariasi, mulai dari baik hingga sedang dan buruk. Hubungan Efek Samping Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara tergantung dari sejauh mana efek samping tersebut memengaruhi fisik dan psikologis Pasien dengan kualitas hidup sedang mampu menerima kondisi setelah kemoterapi, namun masih mengalami keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar, interaksi sosial, dan aktivitas rekreasi (Alvarez-Pardo et al. , 2022. Lestari, 2. Adapun pasien dengan efek samping maladaptif dan kualitas hidup buruk menunjukkan ketidakmampuan dalam menyerap informasi, kurang motivasi, dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial akibat rasa malu dan rendahnya kepercayaan diri. Efek samping seperti alopesia mengganggu citra diri, terutama bagi pasien perempuan, sedangkan mual muntah dan letargi menghambat aktivitas sehari-hari dan meningkatkan ketergantungan terhadap perawatan medis (Daldoul et al. , 2. Oleh karena itu, peran dukungan dari pasangan, keluarga, dan lingkungan sosial sangat penting dalam meningkatkan semangat dan motivasi pasien untuk menjalani kemoterapi. Dukungan yang kuat diyakini dapat mendukung pasien dalam mengatasi dampak yang timbul secara lebih adaptif dan menjaga kualitas hidup tetap optimal selama masa pengobatan. KESIMPULAN DAN SARAN Analisis terhadap 50 pasien kanker payudara yang menjalani terapi kemoterapi di RSU Cut Meutia. Kabupaten Aceh Utara, mengungkapkan bahwa sebagian besar berada dalam rentang usia produktif antara 36 hingga 45 tahun. Pasien-pasien tersebut umumnya memiliki tingkat pendidikan menengah dan tidak sedang aktif bekerja. Selain itu, sebagian besar pasien didiagnosis pada stadium 3 dan telah melewati beberapa siklus pengobatan kemoterapi. Efek samping kemoterapi yang dialami sebagian besar bersifat maladaptif dan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien, meskipun secara umum kualitas hidup mereka masih tergolong baik. Hasil pengujian menunjukkan efek samping yang ditimbulkan oleh kemoterapi terbukti memiliki pengaruh nyata terhadap bagaimana pasien kanker payudara menjalani dan merasakan kualitas hidup mereka secara keseluruhan, sehingga penanganan efek samping menjadi aspek penting dalam peningkatan kesejahteraan pasien. Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, disarankan agar pihak rumah sakit memberikan edukasi dan pendampingan intensif kepada pasien mengenai efek samping kemoterapi guna membantu proses adaptasi dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini menghadapi beberapa keterbatasan, terutama terkait dengan jumlah partisipan yang relatif kecil serta cakupan variabel yang terbatas hanya pada efek samping dan karakteristik dasar pasien. Untuk itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dapat mengkaji dengan mempertimbangkan lebih banyak variabel, memperbanyak jumlah responden, dan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. melakukan analisis lebih mendalam terhadap faktor-faktor lain yang turut memengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi. DAFTAR REFERENSI Agustiyaningsih. Rohyadi. Kd. , & Tursini. Gambaran kualitas hidup pasien kanker payudara. Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale, 1. , 1Ae https://doi. org/10. 34011/jkifn. Alvarez-Pardo. Romero-Pyrez. Camberos-Castayeda. , de Paz. Horta-Gim, . Gonzylez-Bernal. Mielgo-Ayuso. Simyn-Vicente. Fernyndez-Solana, , & Gonzylez-Santos. Quality of life in breast cancer survivors in relation to age, type of surgery and length of time since first treatment. International Journal of Environmental Research Public Health, 19. , https://doi. org/10. 3390/ijerph192316229 Anggraini. Semiarty. Rasyid. , & Khambri. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup penderita kanker payudara di kota Padang. Jurnal Endurance, 3. , 562Ae567. BPS Provinsi Aceh. Keadaan ketenagakerjaan Aceh Agustus 2022. https://aceh. id/id/pressrelease/2022/11/07/693/keadaan-ketenagakerjaan-acehagustus-2022. Daldoul. Khechine. Bhiri. Ammar. Bouriga. Krir. Soltani. Zoukar, . Rhim. Bouslah. Dimassi. Abbess. Saidani. , & Zaied. Factors predictive of quality of life among breast cancer patients. Asian Pacific Journal Cancer Prevention, 19. , 1671Ae1675. https://doi. org/10. 22034/APJCP. Fawwaza. Hubungan efek samping kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara [Tesis. Universitas Malikussale. Gupta. Walton. , & Kataria. Chemotherapy-induced nausea and vomiting: Pathogenesis, recommendations, and new trends. Cancer Treatment and Research Communications, 26, 100278. https://doi. org/10. 1016/j. Harefa. Gambaran kualitas hidup pasien kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2019 [Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Meda. Iqmy. Setiawati. , & Yanti. Faktor risiko yang berhubungan dengan kanker payudara. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayat. , 7. Article 1. https://doi. org/10. 33024/jkm. Jannah. Kamal. , & Amalia. Kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 6. Article 2. https://jim. id/FKep/article/view/21225 Juwita. Almahdy. , & Afdhila. Pengaruh karakteristik pasien terhadap kualitas hidup terkait kesehatan pada pasien kanker payudara di RSUP Dr. Djamil Padang. Indonesia. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 5. , 126Ae133. https://doi. org/10. 25077/jsfk. Hubungan Efek Samping Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Khalidah. Literature review: Mekanisme resistensi kemoterapi berbasis platinum. Jurnal Kesehatan, 11. Lestari. Mekanisme koping pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. Pirngadi Medan tahun 2019. Jurkessutra: Jurnal Kesehatan Surya Nusantara, 9. Manuaba. Kawiyana. Astawa. , & Maliawan. Buku panduan belajar KOAS ilmu kesehatan anak (Denpasa. Udayana University Press. Nadira. Rizka. , & Humaira. Faktor keterlambatan pada pasien kanker payudara yang berobat di RSUCM Aceh Utara tahun 2020Ae2021. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 6. Article 1. https://doi. org/10. 31850/makes. Nurrohmah. Aprianti. , & Hartutik. Risk factors of breast cancer. Gaster, 20. , 1Ae10. https://doi. org/10. 30787/gaster. Paji. Kewuan. , & Febriyanti. Hubungan antara kemoterapi dengan kualitas hidup penderita kanker payudara di RSUD Prof. Dr. Johannes Kupang. CHMK Applied Scientific Journal, 4. , 99Ae103. https://doi. org/10. 37792/casj. Prastika. Kajian literatur faktor keterlambatan pasien kanker payudara melakukan konsultasi pertama ke pelayanan kesehatan. Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Prayoga. Manajemen kanker payudara komprehensif. Airlangga University Press. https://doi. org/10/2/Manajemen Kanker Payudara Komprehensif. Rahool. Haider. Hayat. Shaikh. Memon. Pawan. , & Abbas. Factors associated with treatment delay in breast cancer: A prospective study. Cureus, 13. , e13242. https://doi. org/10. 7759/cureus. Saputra. Mahmudah. , & Saputri. Hubungan kepatuhan kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker payudara: Literature review. Proceeding of Sari Mulia University Nursing National Seminars, 2. , 40Ae54. Sibhat. Fenta. Sander. , & Gebretekle. Health-related quality of life and its predictors among patients with breast cancer at Tikur Anbessa Specialized Hospital. Addis Ababa. Ethiopia. Health and Quality of Life Outcomes, 17. , 165. https://doi. org/10. 1186/s12955-019-1239-1 Silva. de B. Ciccolini. Donati. , & van den Hurk. Scalp cooling to prevent chemotherapy-induced alopecia. Anais Brasileiros De Dermatologia, 95. , 631Ae637. https://doi. org/10. 1016/j. Skevington. Lotfy. OAoConnell. , & WHOQOL Group. The World Health OrganizationAos WHOQOL-BREF quality of life assessment: Psychometric properties and results of the international field trial. A report from the WHOQOL group. Quality Life Research, 13. , 299Ae310. https://doi. org/10. 1023/B:QURE. Sukma. Yuliyanasari. Prijambodo. , & Primadina. Pengaruh siklus kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien kanker payudara menggunakan EORTC QLQ-C30 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Implementa Husada, 1. Article https://doi. org/10. 30596/jih. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae VOLUME. NOMOR. 3 DESEMBER 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Yedjou. Sims. Miele. Noubissi. Lowe. Fonseca. Alo. Payton. , & Tchounwou. Health and racial disparity in breast cancer. In Advances in Experimental Medicine and Biology (Vol. 1152, pp. 31Ae. Springer. https://doi. org/10. 1007/978-3-030-20301-6_3