Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 5, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ Eksplorasi Pengaruh Bakat terhadap Pembelajaran dan Perkembangan Siswa Naufal Raid1. Neviyarni S2. Afdal3 1,2,3 Universitas Negeri Padang Correspondence: naufalraid@stia-lppn. Article Info Article history: Received 12 Agust 2025 Revised 02 Sept 2025 Accepted 23 Sept 2025 Keyword: Role. Talent. Learning ABSTRACT Education aims not only to transfer knowledge but also to develop students' potential. Each student has different potential, as each person is born with different talents and has developed their own natural disposition. Talent is a capacity or potential influenced by experience or learning. Talent is related to the possibility of mastering a particular pattern in a particular aspect of life. This study uses library research, also known as a literature study, to gather various information about the role of talent in learning. Students' talents and interests greatly influence their learning process and In education, learning must be carried out. Education is the process of improving students' human resources by providing guidance and tools for the learning process. The role of talent and interest in learning is very important in developing a person's ability to achieve success in life. A 2025 The Authors. Published by PT SYABANTRI MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan yang bermutu, seseorang dapat dibentuk menjadi pribadi berakhlak, berdaya saing, mampu mengembangkan potensi, serta memiliki kreativitas untuk memberi kontribusi bagi Seiring perkembangan zaman, dunia pendidikan juga mengalami perubahan. Jika dahulu keberhasilan lebih banyak ditentukan oleh capaian akademik, kini kecerdasan intelektual bukan lagi menjadi satu-satunya ukuran. Arus informasi yang begitu cepat membuka kesadaran bahwa selain kecerdasan intelektual, diperlukan pula akhlak mulia dan keterampilan khusus. Dengan kesungguhan dalam menekuni minat dan bakat, seseorang dapat menghadirkan nilai tambah bagi dirinya sendiri. Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, karena setiap orang memang dilahirkan dengan berbagai bakat yang berbeda-beda dan telah membawa fitrahnya masing-masing, yaitu fitrah baik yang mendorong bertauhid maupun fitrah lainnya dalam bentuk berbagai potensi bawaan seperti bakat, kemampuan intelektual dan lain-lain. Bakat anak apabila tidak dikembangkan itu akan statis, sebaliknya apabila bakat yang dimiliki anak dikembangkan, maka akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Pendidikan bertanggung jawab untuk memandu, yaitu mengidentifikasi dan membina serta mengembangkan dan meningkatkan bakat yang di miliki oleh seorang anak. Dalam artikel ini membahas tentang peranan bakat dalam belajar. Naufal Raid, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 5 Tahun 2025 E-ISSN : 3090-6121 RESEARCH METHODS Pada tulisan ini metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan (Library Researc. Studi pustaka atau kepustakaan merupakan kegiatan pengumpulan data dari berbagai sumber bacaan. (Harahap, 2. Data yang digunakan dalam menyelesaikan penelitian ini berasal dari sumber berupa buku, jurnal serta artikel yang sesuai dengan penelitian ini. RESULTS AND DISCUSSION Pengertian Bakat Setiap individu atau anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Perbedaan itu terletak pada jenis bakat. Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki oleh seorang anak untuk mencapai keberhasilan dimasa depan (Syah, 2003:. Bakat lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi . otential abilit. yang masih perlu dikembangkan atau dilatih (Setiawan dkk, 1984:. B Michael merumuskan Bakat merupakan suatu kapasitas atau potensi yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar, bakat berkenaan dengan kemungkinan menguasai sesuatu pola tingkah laku dalam kehidupan aspek tertentu (Sukmadina, 2007:. Bakat . diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi . otential abilit. yang masih perlu dikembangkan atau dilatih agar dapat terwujud. Kemampuan . adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan dimasa yang akan mendatang (Mudjiran, 2. Bakat secara umum mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut (Hakin, 2000:. Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan, yang relatif bisa bersifat umum . isalnya, bakat intelektual umu. atau khusus . akat akademis khusu. Bakat khusus disebut juga talent. Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang. Orang yang berbakat matematika, diperkirakan akan mampu mencapai prestasi tinggi di bidang itu. Prestasi merupakan perwujudan dari bakat dan kemampuan. Prestasi yang yang sangat menonjol dalam salah satu bidang mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut (Sari dkk, 2023: . Menurut Guilford bakat itu banyak sekali, sebanyak perbuatan atau aktivitas individu. Ada tiga macam komponen dari bakat menurut Guilford yaitu komponen intelektual, perceptual, dan psikomotor. Komponen intelektual terdiri atas beberapa aspek yaitu aspek pengenalan, ingatan, berfikir konvergen, berfikir divergen, dan evaluasi. Komponen perceptual meliputi aspek pemusatan perhatian, ketajaman indera, orientasi ruang dan waktu, keluasan dan kecepatan mempersepsi. Sedangkan komponen psikomotor terdiri dari aspek-aspek rangsangan, kekuatan dan kecepatan gerak, ketepatan, koordinasi gerak dan kelenturan (Sukmadinata, 2007:. Adapun manfaat dalam mengenal bakat yaitu: Untuk mengetahui potensi diri, dengan mengetahui bakat yang dimiliki, kita bisa tahu dan mengembangkannya. Naufal Raid, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 5 Tahun 2025 E-ISSN : 3090-6121 Untuk merencanakan masa depan, dengan mengetahui bakat yang dimiliki, kita bisa merencanakan mengembangkannya untuk merencanakan masa depan. Untuk menentukan tugas atau kegiatan, dengan mengetahui bakat yang dimiliki, dapat memilih kegiatan apa saja yang akan kita lakukan sesuai bakat kita (Darajat, 1982:. Jenis-jenis Bakat Jadi, yang disebut bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baik yang bersifat umum maupun khusus. Bakat umum apabila kemampuan yang berupa potensi bersifat umum. Misalnya bakat intelektual secara umum. bakat umum disebut dengan istilah gifted. Bakat khusus apabila kemampuan yang berupa potensi tersebut bersifat khusus misalnya bakat akademik dan sosial. Bakat khusus ini biasanya disebut dengan talent. Setiap individu memiliki bakat khusus yang berbeda-beda. Usaha pengenalan bakat ini mula-mula pada bidang pekerjaan, tetapi kemudian dalam bidang pendidikan. Pemberian nama terhadap jenis-jenis bakat biasanya berdasarkan bidang apa bakat tersebut berfungsi, seperti bakat matematika, bakat menganalisis, olah raga, seni, musik, bahasa, teknik dan sebagainya (Abidin, 2021:. Conny Semiawan dan Utami Munandar . mengklasifikasikan jenis-jenis bakat khusus, baik yang masih berupa potensi maupun yang sudah terwujud menjadi lima bidang, yaitu: Bakat intelektual umum . Bakat akademik khusus . Bakat berpikir kreatif- produktif . Bakat dalam salah satu bidang seni . Bakat psikomotor . Bakat psikososial Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat yaitu: Faktor dalam . Faktor Bawaan (Geneti. : Faktor bawaan adalah faktor pertama yang mempengaruhi perkembangan anak. Faktor bawaan dapat didefinisikan sebagai semua karakteristik atau sifat yang diwariskan kepada anak atau potensi fisik dan mental yang diwariskan dari orang tua sejak masa pembuahan. Faktor bawaan adalah faktor yang mendukung perkembangan minat dan bakat seseorang sebagai totalitas karakteristik yang diwariskan dari orang tua ke anak. Bakat secara biologi sangat terkait dengan fungsi otak. Sementara otak kanan berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan ruang, non-verbal, seni, dan olahraga, otak kiri bertanggung jawab atas tindakan dan percakapan, yang intelektual, teratur, dan logis. Faktor Kepribadian: Faktor kepribadian adalah kondisi psikologis di mana pertumbuhan potensi anak bergantung pada dirinya sendiri dan emosinya. Hal ini akan membantu anak-anak mengembangkan ide-ide, optimisme, dan keyakinan, serta mengembangkan minat dan bakatnya . Faktor Interest (Mina. : Suatu bakat tidak akan berkembang dengan baik jika anak yang bersangkutan tidak memiliki inters atau minat terhadap bakatnya. Sebagai contoh, seorang anak yang memiliki bakat musik tidak akan berkembang tanpa memiliki ketertarikan terhadap irama dan nada. Apabila hal ini terjadi, orangtua Naufal Raid, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 5 Tahun 2025 E-ISSN : 3090-6121 harus terus mendorong anak mereka untuk memanfaatkan bakat mereka sebaik Bakat seorang anak tidak akan berkembang jika mereka tidak mendapatkan dukungan dari orang tua atau menarik minat mereka. Anak itu mungkin agak lambat untuk berkembang, terutama ketika diketahui bahwa dia bakat dalam bidang tertentu. Motivasi: Selain minat, motivasi juga mempengaruhi bakat. Jika anak tidak memiliki dorongan atau motivasi untuk meningkatkan bakatnya, bakatnya akan kurang berkembang atau menonjol. Motivasi berkaitan dengan kekuatan tekad anak untuk mencapai tujuan. Seorang anak yang sangat hebat dalam sepakbola tidak akan terus berlatih jika tidak ada motivasi untuk menjadi olahragawan. Nilai atau Penilaian: Nilai adalah bagaimana seorang anak memahami bidang bakat yang dimilikinya. Meskipun anak-anak mengetahui bahwa mereka memiliki bakat tertentu dalam bidang tertentu, jika mereka menganggap bakat tersebut tidak bernilai atau bahkan negatif, hal ini juga akan menghambat perkembangan bakatnya. Misalnya, jika anak-anak melihat bakat catur sebagai bakat yang kurang berharga atau bahwa menjadi atlet catur tidak begitu membanggakan atau lebih terkenal daripada bakat menyanyi, maka bakat anak-anak dalam bidang catur tidak Faktor luar Faktor Lingkungan: Faktor lingkungan terdiri dari berbagai hal yang membantu pertumbuhan minat dan bakat anak. Faktor lingkungan terdiri dari berbagai macam hal, seperti: . Lingkungan Keluarga: Keluarga adalah lingkungan pertama dan paling penting bagi anak, sehingga merupakan tempat latihan atau belajar dan tempat anak memperoleh pengalaman. Lingkungan Sekolah: Sekolah adalah lingkungan yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar formal yang kondusif, dan lingkungan ini sangat berpengaruh pada perkembangan minat dan bakat anak. Lingkungan Sosial: Lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat disebut lingkungan sosial. Anak akan menunjukkan bakat dan minat sosialnya di tempat ini (Fitri dkk, 2023:6. Pengertian Minat dan Hubungannya dengan Bakat Ada beberapa dituliskan beberapa pengertian minat, yaitu: Neong Muhajir mendefinisikan minat adalah kecenderungan afektif . erasaan/emos. seseorang untuk membentuk aktivitas. Crow dan Crow menjelaskan bahwa minat merupakan kekuatan pendorong yang menyebabkan seseorang menaruh perhatian pada orang lain atau objek lain Menurut Muti'ah dkk minat adalah suatu rasa yang lebih suka atau rasa ketertarikan pada suatu kegiatan yang ditunjukkan dengan keinginan, kecenderungan, untuk memperhatikan kegiatan tersebut tanpa ada seorang pun yang menyuruh, dilakukan dengan kesadaran diri sendiri dan diikuti dengan perasaan yang senang (Sefrina, 2013:. Minat terkadang tergantung situasi dan kondisi. Ada itu yang saat ini berminat makan kue, namun beberapa detik kemudian malah berminat untuk memakan ayam. Seperti anakanaknya yang terkadang berbeda-beda minatnya. Misalnya saat seorang anak melihat dokter yang menyelamatkan orang sakit, maka anak tersebut berminat menjadi dokter. Namun Naufal Raid, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 5 Tahun 2025 E-ISSN : 3090-6121 beberapa saat kemudian dia melihat polisi yang gagah, maka dia berminat menjadi seorang Sehingga minat bisa juga merupakan hubungan dari diri sendiri dengan dirinya sendiri, bukannya hanya hubungan diri sendiri dan diluar dirinya. Terkadang orang sulit membedakan antara bakat dengan minat. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bakat merupakan potensi atau kemampuan yang dibawa seseorang sejak lahir. Setiap orang memiliki potensi alamiah yang berbeda sejak lahir. Bakat tidak akan hilang dari diri seseorang. Bakat sering kali tidak tersalurkan dengan baik oleh berbagai hambatan. Hal ini yang disebut dengan bakat terpendam (Rahmat, 2. Berbeda halnya dengan bakat. Minat dapat tumbuh dan berkembang setelah mengalami suatu proses. Seseorang akan berminat terhadap sesuatu karena merasa tertarik setelah mendapat gambaran positif tentang sesuatu. Minat dapat tumbuh dalam diri seseorang secara alamiah maupun mendapat pengaruh positif dari lingkungannya. Minat berpengaruh terhadap bakat. Artinya, minat akan dapat mengarahkan penyaluran bakat dalam diri seseorang. Orang yang berminat terhadap suatu kegiatan seni misalnya, hal ini dapat membantu dirinya dalam mengembangkan potensi bakat yang ia miliki dibidang olah suara. Jadi, dapat disimpulkan bakat lebih spesifik dibanding dengan minat. Adapun adanya ciri-ciri minat, antara lain: . Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental. Minat timbul tergantung pada kegiatan belajar. Kesiapa belajar merupakan salah satu penyebab meningkatnya minat seseorang. Minat timbul tergantung pada kesempatan belajar. Perkembangan minat mungkin terbatas. Keterbatasan ini mungkin dikarenakan keadaan fisik yang tidak memungkinkan. Minat dipengaruhi budaya. Budaya sangat memengaruhi, sebab jika budaya sudah mulai luntur mungkin minat juga ikut luntur. Minat berbobot emosional, artinya minat berhubungan dengan perasaan yang mengandung makna bila suatu objek dihayati sebagai sesuatu yang berharga, maka akan timbul perasaan senang yang akhirnya dapat diminatinya. Minat berbobot egronamis, artinya jika seseorang senang terhadap sesuatu, maka akan timbul hasrat untuk memilikinya. (Haryani, 2. Minat adalah ketertarikan seseorang terhadap suatu hal yang membuatnya mampu fokus dan menekuni kegiatan tersebut tanpa merasa terpaksa. Dengan minat, seseorang melakukannya dengan senang hati dan kepuasan. Minat juga dapat diarahkan untuk mengembangkan potensi diri dalam aktivitas yang disukai. Minat terbagi menjadi dua jenis. Minat vokasional berkaitan dengan pekerjaan tertentu, seperti akuntansi, mekanik, sains, atau olahraga. Sementara itu, minat avokasional berhubungan dengan aktivitas yang memberi kepuasan atau hobi, misalnya seni, kuliner, hiburan, maupun petualangan. Bakat dan minat memang berbeda, tetapi keduanya saling berkaitan. Untuk meraih keberhasilan, kombinasi antara bakat dan minat menjadi faktor penting. Minat mendorong perkembangan, sedangkan bakat mendukung pencapaian hasil yang optimal. Contohnya, seseorang yang memiliki bakat bernyanyi akan lebih mudah menjadi penyanyi hebat jika juga memiliki ketertarikan besar pada dunia tarik suara. Usaha Pendidik untuk Mengenali dan Mengembangkan Bakat Peserta didik Pelajar yang mengukuti pembelajaran membawa bakat yang ada pada dirinya. Guru dapat mengembangkan bakat siswa dengan melakukan hal-hal berikut: Naufal Raid, etc . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. 5 Tahun 2025 E-ISSN : 3090-6121 Menghargai dan mengenali bakat setiap siswa itu sangat penting. Dengan memahai bakat yang dimiliki oleh peserta didik, guru memiliki landasan untuk Bakat tersebut dapat berupa kecerdasan intelektual (IQ) maupun kecerdasan spiritual (SQ). Peserta didik dengan IQ tinggi tentunya memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan dengan mereka yang memiliki IQ rata-rata. Dengan pemahaman ini, guru dapat membantu siswa mengoptimalkan potensi terbaiknya. Guru dapat memanfaatkan pendekatan individual dalam pembelajaran yang mencakup pengajaran yang ditentukan secara individual, program pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan pendidikan berpadu secara individual. CONCLUSION Setiap individu atau anak memiliki bakat yang berbeda-beda. Perbedaan itu terletak pada jenis Secara umum bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki oleh seorang anak untuk mencapai keberhasilan dimasa depan. Bakat lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi . otential abilit. yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Bakat terdiri atas dua jenis yaitu bakat umum atau yang disebut juga gifted dan bakat khusus atau yang disebut juga dengan talent. Bakat ini dipengaruhi oleh faktor dalam, seperti faktor bawaan . , faktor kepribadian, faktor interest . , motivasi dan nilai atau penilaian. Faktor luar seperti faktor lingkungan. Seorang pendidik harus mengenali bakat seorang peserta didik, sehingga guru dapat mengembangkan bakat peserta didik tersebut REFERENCES