Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2025 PENGARUH LITERASI KEUANGAN. PERSEPSI KEMANFAATAN, PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN. SIKAP PENGUNAAN TEKNOLOGI DAN RISIKO TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN QUICK RESPONS INDONESIA STANDARD (QRIS) Mohammad Aditya Saputra1. Pipin Fitriasari2 Program Studi S1 Akuntansi. STIE Madani Balikpapan Email: fitriasari_pipin@yahoo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari literasi keuangan, persepsi kemanfaatan, kemudahan Artikel Info penggunaan, sikap penggunaan teknologi dan risiko. Sejarah Artikel: Diterima: 10 Oktober 2025 Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Selesai Revisi: 20 Oktober 2025 Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dipublikasi: Oktober 2025 UMKM Binaan Dinas Koperaasi dan perindustrian Kota Kata Kunci: Penghindaran pajak. Balikpapan. Teknik sampel yang digunakan adalah nilai perusahaan, transparasi nonprobability sampling dengan sampel sebanyak 125 perusahaan, manufaktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan, persepsi kemanfaatan, kemudahan penggunaan, dan risiko berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS sedangkan sikap penggunaan teknologi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS. Dan yang berpengaruh paling signifikan adalah literasi keuangan. Kata Kunci: Literasi keuangan, persepsi kemanfaatan, kemudahan penggunaan, sikap penggunaan teknologi, risiko, keputusan penggunaan. Abstrack This study aims to determine the influence of financial literacy, perceived usefulness, ease of use, attitude towards technology use, and risk. This research is a descriptive quantitative The objects used in this study are SMEs fostered by the Department of Cooperatives and Industry in Balikpapan City. The sampling technique used is non-probability sampling with a sample of 125 respondents. The results of this study indicate that the variables of financial literacy, perceived usefulness, ease of use, and risk significantly influence the decision to use QRIS, while the attitude towards technology use does not significantly affect the decision to use QRIS. The most significant influence is financial literacy. Keywords: Financial Literacy. Perceived Usefulness. Ease of Use. Attitude Towards Technology Use. Risk. Decision to Use. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 PENDAHULUAN Era society 5. 0 menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas manusia yang semakin maju (Palupi dkk, 2. Era Society 5. 0 juga diterapkan dalam sistem pembayaran, mengarah pada terciptanya masyarakat tanpa uang tunai, atau cashless society 5. Cashless society adalah kondisi dimana orang-orang kini bertransaksi tanpa uang fisik, melainkan menggunakan uang elektronik atau berbagai kartu seperti ATM dan kartu kredit (Rohmaniyah dkk, 2. Demikian juga disektor keuangan, kemajuan teknologi telah melahirkan inovasi yang dikenal sebagai Financial Technologi (Fintec. Financial Technologi (Fintec. merupakan inovasi yang mengintegrasikan teknologi dengan sistem keuangan, diperkenalkan oleh industri keuangan untuk memudahkan masyarakat bertransaksi Di Indonesia, sektor pembayaran mengalami perkembangan Fintech yang paling pesat, didorong oleh metode pembayaran digital sebagai salah satu elemen utamanya. Metode pembayaran digital telah menjadi pilihan favorit masyarakat belakangan ini (Suryaningsih & Fadhilah, 2. Kemudahan ini telah mendorong masyarakat untuk mengadopsi Financial Technology dalam aktivitas sehari-hari mereka belakangan ini (Bangsa, 2. Penggunaan teknologi pembayaran berbasis digital dalam layanan keuangan telah mengubah lanskap industri perbankan di Indonesia secara signifikan. Pertumbuhan transaksi digital di Indonesia mengalami lonjakan yang sangat besar (Anggriani, 2. Menurut catatan Bank Indonesia (BI). BI memperkirakan bahwa nilai transaksi perbankan secara digital akan terus meningkat hingga 23,2% pada tahun 2024, menyentuh angka Rp 71,584 triliun, serta meningkat sebesar 18,8% pada tahun 2025, menjadi Rp 85,044 triliun. Kenaikan dalam transaksi digital mencakup penggunaan uang elektronik . lectronic mone. Di era digital saat ini, tren gaya hidup masyarakat mengalami transformasi, dimana pembayaran konvensional secara perlahan digantikan oleh pembayaran digital yang kini menjadi gaya hidup bagi sebagian masyarakat (Assael, 2005 dalam Ramadhan dkk, 2. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. , disebut juga KRIS, adalah integrasi QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) dalam satu kode. Pengembangan QRIS dilakukan bersama industri sistem pembayaran dan Bank Indonesia untuk memastikan transaksi menggunakan QR code menjadi lebih mudah, cepat, dan aman. (Nainggolan dkk, 2022 dalam Hafifuddin & Wahyudi, 2. Pada Januari 2024. Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan yang signifikan, dengan nilai transaksi QRIS meningkat 149,46 persen secara tahunan . ear-on-yea. menjadi Rp31,65 triliun. Sementara itu, jumlah transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat sebesar 39,28 persen . ahun demi tahu. Pengaruh Literasi Keuangan. Persepsi Kemanfaatan. Persepsi Kemudahan Penggunaan. Sikap Pengunaan Teknologi dan Risiko a. (Mohammad Aditya Saputra. Pipin Fitriasar. Selanjutnya Pada bulan Februari 2023. Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa jumlah pedagang/merchant yang. menggunakan QRIS telah mencapai 24,9 juta, dengan total jumlah pengguna QRIS sebanyak 30,87 juta . id, 2. Ini menunjukkan bahwa keputusan pedagang untuk mengadopsi pembayaran non-tunai menggunakan QRIS semakin meluas. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memainkan peran vital dalam ekonomi Indonesia. UMKM menyumbang 99,99% dari total jumlah usaha di Indonesia, yang setara dengan 56,54 juta unit. UMKM berperan sebagai pilar utama,dalam pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan, penciptaan lapangan kerja, dan integrasi bisnis. (Mohsin Hakeem, 2019 dalam Handoyo dkk, 2. Meskipun memiliki sejumlah keunggulan. UMKM masih menghadapi berbagai keterbatasan yang menghambat perkembangan dan mengurangi daya saing mereka (Sarwono, 2015 dalam Mahyuni, 2. Penerimaan atau adopsi QRIS belum mencapai tingkat optimal. Salah satunya adalah kurangnya penyebaran informasi mengenai QRIS, sehingga masih banyak yang kurang familiar dengan QRIS dan cara menggunakannya (Arianti dkk. Kurangnya pemahaman tentang teknologi digital QRIS telah mengakibatkan penerapannya yang belum merata, dan untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya edukasi dan penyebaran informasi yang menyeluruh kepada semua tingkatan masyarakat (Damayanti dkk, 2. Menurut Ramadhan, dkk . tingkat literasi keuangan digital memiliki peranan penting dalam menentukan seberapa sering seseorang menggunakan teknologi finansial. Individu yang kurang percaya diri dalam menggunakan layanan keuangan digital biasanya disebabkan oleh kurangnya keterampilan dan pengetahuan dalam bidang keuangan dan teknologi digital. Asosiasi Fintech Indonesia (Aftec. melaporkan bahwa tingkat literasi keuangan digital di Indonesia pada tahun 2023 masih sekitar 25 persen. Individu dengan pemahaman keuangan yang lebih baik cenderung mampu memahami manfaat penggunaan QRIS serta risiko dan keamanan yang terkait. Literasi keuangan yang baik memungkinkan mereka membuat keputusan yang lebih bijak tentang cara menggunakan QRIS (Ramadhan dkk, 2. Penelitian oleh Marhamah . Palupi dkk, . Kresna & Maria, . , dan Adinda, . menemukan ini menunjukkan, bahwa semakin tinggi pengetahuan dan kemampuan masyarakat khususnya pelaku UMKM, dalam pengelolaan keuangan, semakin besar dorongan bagi mereka untuk mengadopsi QRIS sebagai salah satu produk financial Persepsi Kemudahan Penggunaan merupakan pertimbangan utama dalam keputusan untuk mengadopsi suatu teknologi karena memandangnya sebagai sesuatu yang mudah digunakan. Jika seseorang merasa bahwa QRIS mudah digunakan, mereka cenderung lebih memilih untuk menggunakan QRIS sebagai opsi pembayaran. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Adanya persepsi positif tentang kemudahan penggunaan QRIS dapat meningkatkan adopsi teknologi ini di kalangan masyarakat. Teori Acceptance Model (TAM), menegaskan bahwa penilaian individu terhadap adopsi teknologi didasarkan pada pandangan mereka tentang kemudahan teknologi tersebut (Kim et al. , 2010. Kucukusta et al. , 2015 dalam Ramadhan dkk, 2. Faktor lainnya, menurut Ramadhan dkk, . jika pengguna merasakan manfaat yang diperoleh dari penggunaan QRIS, hal itu dapat memengaruhi keputusan untuk menggunakannya. Dalam konteks Teori TAM, kemanfaatan dari teknologi (Perceived Usefulnes. menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pengguna dalam mengadopsi teknologi tersebut, karena merasa ada manfaat yang diperoleh dari penggunaan teknologi tersebut. QRIS memberikan kecepatan dalam proses transaksi dengan menghilangkan kebutuhan akan uang tunai. Misalnya, jika seseorang lupa membawa uang tunai tetapi memiliki saldo di dompet digital, mereka dapat dengan mudah memindai kode QR untuk melakukan pembayaran secara langsung. Dengan melihat banyaknya manfaat yang ditawarkan oleh QRIS, keputusan untuk memilihnya sebagai metode pembayaran akan semakin terealisasi. Sikap Penggunaan (Attitude Toward Behavio. merujuk pada respons individu terhadap suatu objek yang kemudian memengaruhi perilaku individu (Gerungan, 2004 dalam Jannah dkk, 2. Karena, sikap dapat berdampak pada keputusan seseorang untuk menggunakan Dalam penelitian Fiorentina . Rivaldi & Dinaroe . William dkk . Humairoh dkk . , variabel sikap terhadap penggunaan teknologi menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan penggunaan, sedangkan pada Kapantow & Mandey . menegaskan bahwa sikap terhadap pemanfaatan teknologi tidak signifikan dalam memengaruhi keputusan penggunaan. Semakin positif sikap yang dirasakan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap penggunaan QRIS, semakin besar kecenderungan mereka untuk menggunakan QRIS. Faktor berikutnya adalah persepsi risiko, yang merupakan pandangan subyektif seseorang terhadap ketidakpastian dan kemungkinan dampak negatif dalam melakukan suatu Persepsi risiko yang dirasakan oleh individu akan memengaruhi sikap individu ketika menggunakan teknologi pembayaran, seperti QRIS (Zikri & Jannah, 2. Hal ini diperkuat pada penelitian Yasar dkk . dan Ningsih . menegaskan bahwa persepsi risiko memiliki dampak positif terhadap keputusan untuk menggunakan uang elektronik QRIS. Keputusan untuk menggunakan uang elektronik QRIS didasarkan pada persepsi manfaat dan kemudahan, serta faktor kepercayaan dan risiko. Penggunaan QRIS memberikan manfaat seperti kemudahan transaksi, efisiensi, dan keamanan. Pengaruh Literasi Keuangan. Persepsi Kemanfaatan. Persepsi Kemudahan Penggunaan. Sikap Pengunaan Teknologi dan Risiko a. (Mohammad Aditya Saputra. Pipin Fitriasar. KERANGKA TEORI Theory Planned Behavior (TPB) Theory of Planned Behavior (TPB) adalah evolusi dari Theory of Reasoned Action (TRA). Prinsip utama TPB adalah bahwa individu secara cermat mempertimbangkan tindakan mereka dan konsekuensi dari tindakan tersebut saat membuat keputusan. Dalam pengambilan keputusan, individu akan menghadapi beberapa proses, termasuk keunggulan sistem, manfaat sistem, minat terhadap sistem, kebiasaan terhadap sistem, dan kesesuaian dengan kebutuhan (Kotler & Amstrong, 2012 dalam Fiorentina, 2. Teori Technology Aceptance Model (TAM) Dikembangkan oleh Davis pada tahun 1989. TAM menegaskan bahwa keputusan perilaku dipengaruhi oleh sikap pengguna terhadap teknologi tertentu, yang selanjutnya dipengaruhi oleh persepsi kegunaan dan kemudahan (Davis, 1. TAM mengusung lima variabel utama untuk mengevaluasi tingkat penerimaan penggunaan teknologi, yaitu persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, sikapAyterhadap penggunaan, niat perilaku untuk menggunakan, dan penggunaan sistem aktual. (Handayani & Prahartiwi, 2. Literasi Keuangan Literasi muncul setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu, dengan pengetahuan mereka terhadap objek tersebut bervariasi dalam tingkat intensitas atau Notoatmodjo membagi pengetahuan menjadi beberapa tingkatan, yakni tingkat Tahu (Kno. dan tingkat Memahami. (Justian, 2022 dalam Hasanah dkk, 2. Literasi keuangan adalah kemampuan dan keahlian yang esensial bagi seseorang untuk meningkatkan kualitas hidupnya, melalui pemahaman dan perencanaan yang efisien serta tepat dalam mengelola sumber daya keuangan (Azizah, 2020 dalam Ritakumalasari & Susanti, 2. Literasi keuangan merupakan elemen pengetahuan yang signifikan yang meningkatkan kapabilitas, kemampuan, dan keahlian individu serta badan usaha dalam memanfaatkan teknologi dengan efisien (Fitriasari dkk, 2. Persepsi Kemanfaatan Persepsi kemanfaatan yang dirasakan . erceived usefulnes. sebagai keyakinan terhadap kegunaan, yaitu sejauh mana pengguna percaya bahwa penggunaan teknologi atau sistem akan meningkatkan kinerja mereka dalam aktivitas kerja (Davis et al dalam Ningsih. Kemanfaatan menjadi indikator apakah pengguna akan tertarik pada suatu teknologi, jika teknologi tersebut dianggap memberikan manfaat yang cukup dalam kehidupan seharihari mereka. (Bakhits, 2022 dalam Hasanah & Nafidzi, 2. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Kemudahan Penggunaan Kemudahan penggunaan berdampak pada persepsi kegunaan, artinya Jika individu merasakan bahwa suatu sistem mudah dioperasikan, mereka akan menganggap sistem tersebut berguna (Prayudiet dkk, 2022 dalam Hasanah, 2. Dengan kata lain, seseorang akan lebih sering menggunakan QRIS jika merasa layanan tersebut mudah diakses dan tidak memerlukan banyak usaha untuk digunakan (Wibowo et al, 2015 dalam Hasanah & Nafidzi. Menurut Jogiyanto & Willy . dalam Bangsa & Khumaeroh . Persepsi kemudahan penggunaan adalah keyakinan bahwa teknologi tertentu jelas dan mudah Pandangan pengguna tentang kemudahan penggunaan sebuah sistem akan mempengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan sistem tersebut. Sikap Penggunaan Teknologi Dalam metode Technology Acceptance Model (TAM), sikap penggunaan (Attitude Toward Usin. diartikan sebagai respons terhadap penggunaan sistem, yang bisa berupa penerimaan atau penolakan, berdasarkan pengalaman seseorang setelah menggunakan teknologi tersebut (Hendra dkk, 2. Menurut Aronson . dalam Fiorentina . terdapat tiga komponen yang membentuk sikap penggunaan, yaitu: Kognitif, yakni sikap yang muncul dari keyakinan seseorang mengenai sifat-sifat dari objek sikap tersebut. Afektif, yakni sikap dapat timbul dari emosi dan penilaian yang dilakukan seseorang terhadap suatu objek khusus. Perilaku, yakni sikap bisa timbul dari pengamatan, ketika seseorang bertindak terhadap suatu objek. Risiko Menurut Pavlou . dalam Ningsih . Risiko adalah situasi ketidakpastian yang diakui oleh individu sebelum mereka memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu transaksi. Persepsi risiko merujuk pada pemahaman mengenai ketidakpastian dan dampak negatif yang mungkin terjadi dari penggunaan produk atau layanan. Persepsi risiko memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepercayaan. Semakin kecil persepsi risiko yang dirasakan oleh individu, semakin tinggi tingkat kepercayaannya, dan sebaliknya. Persepsi risiko yang dirasakan oleh individu adalah penilaian subjektif mereka terhadap kemungkinan dan kekhawatiran akan konsekuensi negatif dari suatu tindakan atau keputusan dan keyakinan pribadi. Pengaruh Literasi Keuangan. Persepsi Kemanfaatan. Persepsi Kemudahan Penggunaan. Sikap Pengunaan Teknologi dan Risiko a. (Mohammad Aditya Saputra. Pipin Fitriasar. Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS). Ningsih dkk . QRIS adalah standar kode QR untuk pembayaran digital melalui aplikasi e-money berbasis server, dompet elektronik, atau mobile banking. Bank Indonesia mengatur hal ini dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/18/2019 tentang penerapan standar internasional QRIS untuk pembayaran. Peluncuran QRIS merupakan bagian dari implementasi visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang diluncurkan pada bulan Mei 2019. Pada peluncurannya. QRIS didesain dengan memanfaatkan satu kode yang dapat menangani berbagai jenis pembayaran untuk meningkatkan efisiensi. Dengan satu kode ini. Pedagang tidak perlu mengakses berbagai jenis QRIS dari berbagai penyedia (Paramitha & Kusumaningyuas, 2020 dalam Bangsa & Khumaeroh, 2. Dengan sistem ini, pelanggan dapat melakukan pembayaran menggunakan aplikasi dompet digital atau bank mana pun. Keputusan Penggunaan QRIS Pengambilan keputusan adalah proses memilih antara berbagai alternatif berdasarkan kriteria tertentu (Afriansyah, 2. Keputusan untuk memanfaatkan QRIS yakni untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi, karena QRIS memfasilitasi pengawasan dari satu titik kontrol, dapat diintegrasikan di berbagai platform dan aplikasi pembayaran. QRIS ini dapat digunakan di seluruh pedagang yang bekerja sama dengan penyelenggara jasa sistem pembayaran seperti OVO. LinkAja. Gopay. DANA. Bukalapak. Shopeepay, dan yang lainnya. Menurut Hasanah & Nafidzi . Ada banyak keuntungan saat menggunakan QRIS, salah satunya adalah kemudahan dan kecepatan penggunaannya dengan hanya perlu melakukan pemindaian dan pembayaran langsung. Selain itu, tidak perlu repot membawa banyak uang tunai. METODE PENELITIAN Metode yang diterapkan terkait studi ini adalah metode bersifat kuantitatif, yakni pendekatan yang mengandalkan data numerik dalam pengumpulan, analisis, dan penyajian data (Siyoto & Sodik, 2015:. Studi ini memanfaatkan metode riset kausalitas, yang dimaksudkan untuk menguji keterkaitan antara faktor-faktor penelitian dan hipotesis yang Data penelitian yang digunakan merupakan kuesioner yang disebarkan dengan Google Forms Pemilihan Google Forms sebagai alat pengumpulan data didasarkan pada berbagai pertimbangan, antara lain: kemudahan akses, efisiensi waktu dan biaya, pengelolaan data yang mudah. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Populasi dalam penelitian ini usaha mikro, kecil dan menengah yang dibina oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Perindustrian di Balikpapan yang menggunakan QRIS. Penelitian ini menerapkan teknik non-probability sampling yakni mengambil sampel yang tidak menyediakan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Sampel pada penelitian ini berjumlah 129 UMKM Binaan Dinas koperasi dan Perindustrian Balikpapan Analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Peneliti membagikan kuisioner kepada responden sebanyak 129 kuisioner. Jumlah kuisioner yang kembali sebanyak 127 kuisioner. Keseluruhan kuisioner yang kembali bisa diolah karena telah sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Uji regresi linear berganda pada penelitian ini menggunakan metode Regression Analysis dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Uji ini dilakukan untuk menguji besarnya pengaruh varibel independen terhadap variabel Hasil dari uji ini bisa dilihat pada tabel dibawah ini. Seluruh pernyataan pada setiap variable dalam kuesioner penelitian ini sudah dinyatakan lolos dalam ujin validitas, reliabilitas serta uji asumsi klasik. Berikut terlampir hasil uji statistik. Tabel 1 Hasil Uji Statistik T Model (Constan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error Dependent Variable: Y Sumber : Hasil Analisis SPSS 29 2024 Sig. <,001 <,001 <,001 Pengaruh Literasi Keuangan. Persepsi Kemanfaatan. Persepsi Kemudahan Penggunaan. Sikap Pengunaan Teknologi dan Risiko a. (Mohammad Aditya Saputra. Pipin Fitriasar. Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Penggunaan QRIS Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Literasi Keuangan berpengaruh terhadap keputusan penggunaan UMKM. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini dilihat dari signifikansi sebesar 0. 038 < 0. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa variabel Literasi Keuangan (X. berpengaruh terhadap keputusan penggunaan QRIS. Oleh sebab itu, hipotesis pertama diterima. UMKM binaan Dinas Koperasi Kota Balikpapan menunjukkan pemahaman yang tinggi akan literasi keuangan dan mengakui bahwa informasi serta keterampilan dalam manajemen keuangan sangat penting untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola keuangan usaha. Sistem QRIS dipilih karena mempermudah pembuatan laporan keuangan dengan mencatat dan menampilkan transaksi pembayaran secara otomatis. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran dalam setiap transaksi jual beli yang dilakukan. Oleh sebab itu, hipotesis pertama dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh terhadap keputusan penggunaan, dapat diterima. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan efisien dalam menjalankan usaha mereka. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian Marhamah . dimana hasil penelitian tersebut menunjukan wirausaha muslim memiliki literasi keuangan, bentuk sistem QRIS memudahkan untuk membuat laporan keuangan kerana transaksi pembayaran dapat dilihat dan tercatat secara otomatis, jadi mereka memutuskan untuk menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran dalam transaksi jual beli yang dijalankan. Palupi dkk . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan QRIS memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan menggunakan QRIS pada UMKM di Kecamatan Beji dan Sukmajaya Kota Depok. Variabel independen tersebut memiliki koefisien positif yang menandakan bahwa setiap terjadi peningkatan pada variabel literasi keuangan QRIS maka akan meningkatkan keputusan menggunakan QRIS. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur yang ada dengan menunjukkan bahwa literasi keuangan bukan hanya sekadar pengetahuan, tetapi juga mempengaruhi perilaku dan keputusan keuangan. Oleh karena itu, program edukasi dan pelatihan literasi keuangan bagi pelaku UMKM perlu diperkuat untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha kecil dan menengah di masa depan. Selain itu. UMKM juga perlu mengatasi berbagai tantangan seperti akses pembiayaan, standardisasi produk, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta memanfaatkan dukungan pemerintah dan kemitraan strategis yang bergantung pada kemampuan adaptasi. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Persepsi Kemanfaatan terhadap Keputusan Penggunaan QRIS Hasil penelitian diperoleh bahwa Persepsi Kemanfaatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan. Hal ini terlihat dari hasil analisis yang diperoleh positif dan signifikansi sebesar 0. 001 < 0. Hasil penelitian ini menunjukkan jika Persepsi Kemanfaatan semakin baik, maka akan semakin baik juga keputusan penggunaan QRIS nya. Hal tersebut didukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Penelitian yang dilakukan oleh Fiorentina . yang menunjukkan hasil bahwa variabel kemanfaatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan. Kemanfaatan yang diberikan oleh aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard sangat dirasakan oleh pelaku UMKM di Kecamatan Tegowanu, hal ini dibuktikan dengan tanggapan responden mengenai indikator kemanfaatan pekerjaan menjadi pekerjaan lebih cepat selesai, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas, meningkatkan efektivitas kerja, dan memudahkan pekerjaan yang saling berkaitan dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan. Silalahi . mempunyai hasil yang sama bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pengguna sistem pembayaran elektronik, jika semakin baik manfaat yang diberikan oleh teknologi semakin baik juga peningkatan keputusan pengguna. Ngakan Bagus Prasasta Sudiatmika . yang menunjukkan hasil bahwa variabel kemanfaatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pengguna. Ngakan Bagus menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kemanfaatan yang dihasilkan oleh QRIS maka semakin tinggi juga tingkat keputusan penggunaan. Dari penjelasan diatas, maka dapat dinyatakan bahwa kemanfaatan yang diberikan oleh aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard sangat dirasakan oleh pelaku UMKM Binaann Dinas Koperasi Kota Balikpapan, hal ini dibuktikan dengan tanggapan responden mengenai indikator kemanfaatan pekerjaan menjadi pekerjaan lebih cepat selesai, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas, meningkatkan efektivitas kerja, dan memudahkan pekerjaan yang saling berkaitan dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik persepsi pelaku UMKM terhadap kemanfaatan suatu produk atau layanan, semakin baik pula keputusan yang diambil dalam penggunaannya. Persepsi kemanfaatan yang positif mendorong pelaku UMKM untuk lebih percaya diri dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan adopsi dan penggunaan produk atau layanan tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan penting bahwa persepsi kemanfaatan bukan hanya sekadar penilaian subjektif, tetapi juga berperan penting dalam menentukan keputusan penggunaan. Pengaruh Literasi Keuangan. Persepsi Kemanfaatan. Persepsi Kemudahan Penggunaan. Sikap Pengunaan Teknologi dan Risiko a. (Mohammad Aditya Saputra. Pipin Fitriasar. Kemudahan Penggunaan Terhadap Keputusan Penggunaan QRIS Hipotesis ketiga ini berpengaruh secara signnifikan terhadap keputusan penggunaan UMKM. Variabel Kemudahan penggunaan ini memperlihatkan pengaruh terhadap keputusan penggunaan dengan ditunjukkannya hasil signifikan 0. 001 < 0. Perolehan hasil tersebut menunjukkan bahwa Kemudahan Penggunaan memberikan pengaruh positif terhadap Keputusan Penggunaan QRIS oleh UMKM. Hal ini menunjukkan UMKM Binaan Dinas Koperasi Kota Balikpapan merasakan kemudahan pengunaan khususnya pada financial technology dan sudah seharusnya menjadi faktor penting dari penggunaannya karena setiap individu akan menggunakan produk layanan yang dirasa sistemnya dengan mudah dipahai, dipelajari, dan dipergunakan. Dengan sistem QRIS yang mudah dipahami dan digunakan, akan sentiasa ada penggunaan QRIS dalam urusan pembayaran dalam usaha yang dijalankan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Marhamah . dimana menunjukkan wirausaha muslim merasakan kemudahan pengunaan khususnya pada financial technology dan sudah seharusnya menjadi faktor penting dari penggunaannya karena setiap individu akan menggunakan produk layanan yang dirasa sistemnya dengan mudah dipahai, dipelajari, dan dipergunakan. Dengan sistem QRIS yang mudah dipahami dan digunakan, akan sentiasa ada penggunaan QRIS dalam urusan pembayaran dalam usaha yang dijalankan. Putri dkk menjelaskan faktor yang mempengaruhi penggunaan merchant QRIS yaitu dari adanya perceived ease of use atau kemudahan penggunaan. Dengan demikian, dalam penelitian ini teori dan hasil dari penelitian terdahulu relevan karena hasil dari analisis data faktor kemudahan penggunaan mempengaruhi keputusan penggunaan QRIS pada wirausaha QRIS memungkinkan transaksi yang cepat, mudah, dan aman tanpa unsur riba, gharar, atau maisir, yang merupakan dasar hukum kebolehan dalam Islam. Beberapa inovasi seperti QRIS Soundbox Syariah bahkan menawarkan solusi yang lebih spesifik untuk UMKM dengan rekening syariah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin mudah suatu sistem atau layanan digunakan, semakin positif dampaknya terhadap keputusan penggunaan oleh pelaku UMKM. Kemudahan penggunaan yang tinggi mengurangi hambatan bagi pelaku UMKM dalam mengadopsi dan memanfaatkan sistem atau layanan baru, seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. Oleh sebab itu, hipotesis ketiga, yang menyatakan bahwa kemudahan penggunaan memiliki pengaruh positif terhadap keputusan penggunaan, dapat Temuan ini menggarisbawahi pentingnya desain antarmuka yang intuitif, proses yang sederhana, dan panduan yang jelas untuk meningkatkan kemudahan penggunaan suatu sistem atau layanan. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Penelitian ini memberikan wawasan bahwa kemudahan penggunaan tidak hanya memengaruhi adopsi awal tetapi juga berperan penting dalam keberlanjutan penggunaan. Oleh karena itu, penyedia layanan QRIS dan teknologi sejenis perlu memastikan bahwa sistem mereka mudah digunakan oleh pelaku UMKM. Langkah-langkah seperti menyediakan pelatihan, dukungan teknis, dan materi edukatif yang mudah dipahami akan sangat membantu dalam meningkatkan tingkat adopsi dan penggunaan QRIS oleh UMKM. Dengan memastikan bahwa layanan tersebut mudah digunakan, penyedia layanan dapat mendukung pelaku UMKM dalam mengambil keputusan penggunaan yang lebih cepat dan efisien, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka di pasar. Sikap Penggunaan Teknologi Terhadap Keputusan Penggunaan QRIS Berdasarkan hasil penelitian. Uji t variabel X4 (Sikap Penggunaan Teknolog. terhadap variabel Y . eputusan Penggunaa. menunjukkan nilai signifikansi 0. 134 > 0. 05, hal ini berarti Ha4 ditolak. Sehingga bisa dikatakan bahwa Sikap Penggunaan Teknologi memiliki pengaruh negatif terhadap keputusan penggunaan QRIS UMKM Binaan Dinas Koperasi Kota Balikpapan. Hasil penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kapantow & Mandey . yang menunjukkan hasil bahwa variabel sikap penggunaan berpengaruh negatif terhadap keputusan konsumen. Humairoh menyatakan bahwa sikap penggunaan adalah factor yang paling signifikan dalam mempengaruhi suatu Jadi semakin bagus sikap yang dirasakan oleh pengguna maka semakin tinggi pula keputusan menggunakan teknologi. Dari penjelasan diatas, maka dapat dinyatakan bahwa sikap penggunaan yang dirasakan oleh pelaku UMKM Binaan Dinas Koperasi Kota Balikpapan yang menggunakan QRIS kurang bagus. Hal ini dibuktikan dengan tanggapan responden mengenai unsur pengetahuan, perasaan maupun tindakan yang tidak saling berkesinambungan dan berpengaruh negatif terhadap keputusan penggunaan QRIS ini. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun sikap pengguna terhadap teknologi mungkin positif atau negatif, hal tersebut tidak secara langsung memengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan QRIS. Ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor lain yang lebih dominan dalam mempengaruhi keputusan penggunaan, seperti kemudahan penggunaan, persepsi kemanfaatan, atau literasi keuangan. Dapat disimpulkan bahwa Sikap Penggunaan Teknologi tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS. Meskipun demikian, ini tidak berarti bahwa sikap pengguna terhadap teknologi sama sekali tidak penting, tetapi mungkin ada faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan lebih lanjut untuk memahami keputusan penggunaan secara lebih komprehensif. Pengaruh Literasi Keuangan. Persepsi Kemanfaatan. Persepsi Kemudahan Penggunaan. Sikap Pengunaan Teknologi dan Risiko a. (Mohammad Aditya Saputra. Pipin Fitriasar. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa sikap terhadap teknologi saja tidak cukup untuk mendorong adopsi dan penggunaan QRIS oleh UMKM. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih holistik diperlukan, yang mencakup edukasi mengenai manfaat QRIS, peningkatan literasi keuangan, dan penyediaan dukungan teknis yang memadai. Dengan memahami bahwa sikap terhadap teknologi bukanlah satu-satunya faktor penentu, penyedia layanan QRIS dan pihak terkait dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan adopsi dan penggunaan QRIS di kalangan UMKM. Ini bisa mencakup program pelatihan yang komprehensif, kampanye informasi yang menekankan kemudahan dan manfaat QRIS, serta dukungan berkelanjutan untuk membantu pelaku UMKM dalam proses adopsi teknologi. Risiko Terhadap Keputusan Penggunaan QRIS Hipotesis kelima ini berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan penggunaan UMKM. Variabel Risiko ini memperlihatkan pengaruh terhadap keputusan penggunaan dengan ditunjukkannya hasil signifikan 0. 001 < 0. Perolehan hasil tersebut menunjukkan bahwa Risiko memberikan pengaruh positif terhadap Keputusan Penggunaan QRIS oleh UMKM. Hasil diatas sesuai dengan teori Pavlou . yaitu risiko didefinisikan sebagai subjektif individu untuk mendapatkan konsekuensi kerugian dalam menerima suatu hasil yang diinginkan. Risiko merupakan suatu persepsi tentang ketidakpastian dan konsekuensikonseskuensi yang tidak diinginkan dari menggunakan produk atau layanan (Astuti & Wahyuni, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi risiko yang dikelola dengan baik dapat memberikan pengaruh positif terhadap keputusan penggunaan QRIS oleh UMKM. Pengaruh positif dapat diartikan bahwa semakin tinggi kesadaran akan risiko yang dihadapi dan cara mengelolanya, semakin baik keputusan yang diambil oleh pelaku UMKM dalam menggunakan QRIS. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Yasar dkk . dan Ningsih . menunjukkan bahwa risiko memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen menggunakan QRIS. Hal ini dibuktikan dengan jika konsumen memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap risiko penggunaan QRIS maka rendah kemungkinan untuk menggunakan QRIS. Namun jika risiko yang diterima rendah maka kemungkinan penggunaan QRIS akan tinggi. Oleh sebab itu, hipotesis kelima, yang menyatakan bahwa risiko memiliki pengaruh terhadap keputusan penggunaan, dapat diterima. Temuan ini menyoroti pentingnya manajemen risiko yang efektif dalam mendukung keputusan penggunaan teknologi baru oleh UMKM. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Penelitian ini memberikan wawasan bahwa risiko yang disadari dan dikelola dengan baik bukanlah penghalang, melainkan faktor yang mendorong keputusan penggunaan yang lebih bijak dan terinformasi. Pelaku UMKM yang memahami potensi risiko dan memiliki strategi mitigasi yang tepat cenderung lebih percaya diri dalam mengadopsi teknologi seperti QRIS. Untuk meningkatkan adopsi dan penggunaan QRIS, penyedia layanan perlu menyediakan informasi yang jelas tentang risiko yang mungkin dihadapi dan langkahlangkah yang dapat diambil untuk mengatasinya. Edukasi mengenai keamanan data, prosedur perlindungan transaksi, dan dukungan teknis yang responsif akan sangat membantu pelaku UMKM dalam merasa lebih aman dan yakin untuk menggunakan QRIS. Dengan pendekatan manajemen risiko yang tepat. UMKM dapat mengoptimalkan penggunaan QRIS, yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing mereka di pasar. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dihasilkan, maka dapat disimpulkan bahwa: Literasi keuangan memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS. UMKM yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi lebih cenderung menggunakan QRIS. Persepsi kemanfaatan menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS. UMKM yang melihat manfaat nyata dari penggunaan QRIS, seperti efisiensi dalam transaksi, peningkatan kecepatan pelayanan, dan kemudahan dalam mengelola keuangan, lebih cenderung untuk menggunakan QRIS. Kemudahan penggunaan juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS. UMKM yang merasa bahwa QRIS mudah digunakan, dari segi antarmuka yang user-friendly dan proses transaksi yang sederhana, lebih cenderung untuk mengadopsi teknologi ini. Sikap penggunaan teknologi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun UMKM memiliki sikap positif terhadap teknologi, hal tersebut tidak cukup kuat untuk mempengaruhi keputusan mereka dalam menggunakan QRIS. Risiko yang dirasakan berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS. UMKM yang merasa adanya risiko tinggi, seperti risiko keamanan data dan risiko kegagalan teknis, cenderung menghindari penggunaan QRIS. Pengaruh Literasi Keuangan. Persepsi Kemanfaatan. Persepsi Kemudahan Penggunaan. Sikap Pengunaan Teknologi dan Risiko a. (Mohammad Aditya Saputra. Pipin Fitriasar. DAFTAR PUSTAKA