Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP *Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR. Email: fajriahjia2002@gmail. com1, fajarcece82@gmail. com2, sabrielmahadi@gmail. dadanrusmana@uinsgd. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Jawa Barat. Indonesia 2, . Institute Agama Islam Negeri Bone. Sulawesi Selatan. Indonesia Abstract This research aims to determine the internalization of the value of religious moderation based on local wisdom in UPT SMAN 13 Bone students through Islamic Religious Education and Character Learning. This research is qualitative research using a pedagogical approach and an Islamic Religious Education approach. Research data was obtained using interview, observation and documentation techniques. The research results found that the process of internalizing the value of religious moderation based on local wisdom in students was carried out through planning, implementation and evaluation in learning. Internalization through planning is included in the form of curriculum and lesson plans. The implementation is carried out through three stages, namely the transformation, transaction and value transinternalization stages. Meanwhile, the evaluation part is carried out through written tests and observations. The internalized values are the value of tasamuh which is colored with Sipakatau, i'tidal colored with Sipakalebbi, and tahadhdhur colored with sipakatau, sipakalebbi, and sipakainge'. Keywords: Internalization. Values. Religious Moderation. Local Wisdom Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan proses internalisasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal pada siswa UPT SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan menggunakan penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui beberapa sumber terkait dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa proses internalisasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal pada siswa dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran. Internalisasi melalui perencanaan dimuat ke dalam bentuk kurikulum dan RPP. Pada pelaksanaannya dilakukan melalui tiga tahapan yakni tahap transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai. Sedangkan pada bagian evaluasinya dilaksanakan melalui tes tulisan dan pengamatan. Adapun nilai yang diinternalisasikan adalah nilai tasamuh yang diwarnakan dengan Sipakatau, iAotidal diwarnakan dengan Sipakalebbi, dan tahadhdhur diwarnakan dengan sipakatau, sipakalebbi, dan sipakaingeAo Kata Kunci: Internalisasi. Nilai. Moderasi Beragama. Kearifan Lokal Cara Mensitasi Artikel: Inayati. Awaluddin. , & HR. Internalisasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal pada siswa SMAN 13 Bone melalui pembelajaran PAI-BP. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 9. , 224-236. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: Histori Artikel: fajriahjia2002@gmail. Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 07/11/2024 : 04/12/2024 : 30/12/2024 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP PENDAHULUAN Keberadaan moderasi beragama dianggap mampu menjadi jembatan untuk menjawab segala tantangan yang terjadi di era sekarang ini. Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan keyakinan untuk selalu menempatkan diri pada posisi tengah, adil, dan seimbang. Moderasi beragama cukup memiliki peranan yang penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa (Salsabila Azahra & Zaenul Slam, 2. Moderasi beragama kini menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan. Dewasa ini, problema moderasi menjadi tantangan pemerintah terkhusus Kementerian Agama dan seluruh elemen masyarakat yang harus mendapatkan perhatian menyeluruh karena dengan keberadaannya sangat menentukan masa depan keagamaan dan bangsa. Melalui hal tersebut, pemerintah menjadikan moderasi beragama sebagai bentuk komitmen dan agenda penting untuk mewujudkan negara yang rahmatan lil Aoalamin. Demi tercapainya hal tersebut, maka diperlukan sebuah bentuk kerja sama dan sinergitas yang kuat bagi semua kalangan dan pihak. Salah satu sarana yang dianggap penting dalam hal penanaman dan pemahaman moderasi dan nilai yang terkandung di dalamnya adalah pendidikan. Melalui Keputusan Menteri Agama nomor 183 tahun 2019 tentang kurikulum PAI dan Bahasa Arab. PAI diarahkan untuk menyiapkan peserta didik yang mampu beradaptasi atas perubahan zaman namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai moderasi beragama (Kemenag RI, 2. Yudi Latif . dalam bukunya yang berjudul Pendidikan yang Berkebudayaan menyebutkan bahwa Aupendidikan itu benih harapan. Manakala Masyarakat dilanda pamungkasnya adalah pendidikanAy. Fakta tersebut menjadi landasan betapa pentingnya untuk menanamkan atau memberikan penanaman nilai moderasi beragama dalam instrument pendidikan untuk dipelajari dan diajarkan agar pemahaman tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Suryadi mengatakan bahwa Auuntuk mengimplementasikan nilai moderasi beragama di dunia pendidikan, yang Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP selalu harus diingat adalah tujuan serta sasaran yang nantinya akan dicapaiAy (Suryadi, 2. Oleh karenanya, internalisasi nilai moderasi beragama telah banyak dipraktekkan pada berbagai lembaga, terkhusus pada lembaga pendidikan formal dan non formal. Dalam praktiknya, moderasi beragama sudah mengalami banyak Beberapa hasil penelitian yang membahas implementasi serta pengembangan nilai moderasi beragama menunjukkan hasil yang positif. Hal ini membuktikan bahwa konsep pendidikan ini mampu menaikkan tingkat kesadaran peserta didik untuk berlaku moderat. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Moh. Husna Zakaria yang dituangkan dalam tesisnya berjudul AuImplementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama di Sekolah (Penelitian di SMAN 1 Bandun. , dalam penelitiannya menunjukkan hasil bahwa moderasi beragama mengarah pada terwujudnya toleransi dan keadilan antar umat beragama, serta pembenaran diri dan saling menghargai baik di sekolah maupun di Masyarakat. Nilai-nilai moderasi beragama di sekolah akan lebih cepat jika diterapkan di semua bidang kehidupan Masyarakat sekolah (Zakaria, 2. Berpandangan dari hal tersebut, maka penerapan nilai-nilai moderasi memang selayaknya untuk didukung dan senantiasa dilaksanakan agar terwujudnya toleransi dan keadilan antar umat beragama. Implikasi pada proses penanaman tersebut tentu tidak hanya berdampak pada lingkungan sekolah saja melainkan juga akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap tatanan kehidupan Selanjutnya, melalui observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh Peneliti menemukan bahwa dalam proses pembelajaran yang dilakukan di UPT SMAN 13 Bone telah dilaksanakan integrasi nilai moderasi beragama. Hal tersebut menjadi bukti bahwa UPT SMAN 13 Bone menjadi salah satu sekolah mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama di dalam setiap pembelajarannya. Hal lain yang juga ditemukan oleh peneliti bahwa di dalam setiap pembelajarannya di inter-koneksikan dengan berbagai bentuk pendampingan pengajaran. Inter- Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP koneksi yang dimaksud adalah berbasis pendidikan karakter, ke-indonesia-an, dan muatan lokal atau kearifan lokal. Melalui penjelasan di atas, maka peneliti tertarik untuk membahas dan memahami secara mendalam terkait dengan bagaimana moderasi beragama itu berjalan di UPT SMAN 13 Bone. Peneliti mengangkat tema penelitian dengan judul Auinternalisasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal pada siswa di UPT SMAN 13 Bone melalui pembelajaran PAI-BPAy. METODE Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian Kualitatif menurut Walidin. Saifullah & Tabrani, . dalam Muhammad Rijal Fadli . adalah suatu proses penelitian untuk memahami fenomena-fenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran yang menyeluruh dan kompleks yang dapat disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci yang diperoleh dari sumber informan, serta dilakukan dalam latar setting yang alamiah (Fadli, 2. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah berdasarkan teori Miles dan Huberman yakni dengan melakukan penyajian data, reduksi data, dan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini dilakukan di UPT SMAN 13 Bone yang terletak di Jl. HOS. Cokroaminoto. Macanang. Kec. Tanete Riattan Barat. Kab. Bone. Sulawesi Selatan Adapun waktu penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret- April Tahun 2024 atau pada Semester genap tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui observasi dan Adapun Sumber data Primer adalah data pokok yang diperoleh secara langsung dari lapangan penelitian. Data sumber yang digunakan dalam penelitiaan ini yaitu hasil wawancara yang bersumber dari kepala sekolah. Wakasek Kurikulum, dan Guru PAI BP kelas XII MIPA. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Pembelajaran dalam Menginternalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Pembelajaran PAI BP Internalisasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal di UPT SMAN 13 Bone telah dilaksanakan sebagai bentuk dalam menyikapi fenomena sosial yang Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP sedang terjadi. Internalisasi moderasi beragama ini juga dilaksanakn di UPT SMAN 13 Bone sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Proses insert nilai moderasi beragama dalam pelaksanaannya tidak diberi ruang secara khusus dalam penyampaiannya atau dalam hal ini tidak memiliki mata pelajaran tersendiri. Namun, nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal tersebut diintegrasikan dalam mata pelajaran dengan menyelipkan di dalam proses pembelajarannya. Dalam hasil temuan wawancara bersama Guru PAI BP kelas XII, setidaknya dilakukannya tiga langkah strategi guru PAI BP kelas XII di UPT SMAN 13 Bone dalam menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran yaitu melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal melalui rencana pembelajaran PAI BP di UPT SMAN 13 Bone dimuat dalam bentuk penyusunan kurikulum dan penyusunan RPP. Perencanaan pembelajaran menjadi sebuah hal yang mutlak harus dilaksanakan, sehingga dalam prakteknya pembelajaran mampu memberikan pengaruh kepada peserta didik. Dengan demikian, perencanaan pembelajaran khususnya pembelajaran PAI merupakan suatu proses pengambilan keputusan tentang apa yang akan dilakukan dalam proses Dalam al-QurAoan pun telah ditegaskan bagaimana pentingnya sebuah perencanaan dan perencanaan memang harus selalu ada dalam setiap pekerjaan yang akan dilakukan, sebagaimana firman Allah dalam Qs. Al-Anfal. a ea eI aI eI Ca acOs acOaI eI aa a eaeO aE a eaNa eO aI aNn a a acO NcEEa aO a a acOaE eI aON a aOe aIA AaOa e AacO aaEaeI acIA s AaII OaIaa oeI aE aEaIOaaIa oeI a NcEE O EaIN eI OI aIe aA aCO aII OA ca a aaeO aE NcEEa Oa aOA AA aEaeO aE eI aOaIea eI aEA aa e a a ea a e e a e e ea e e ea e e AaeEa aI eO aIA Terjemahan: Persiapkanlah untuk . mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan . ang kamu milik. dan pasukan berkuda. Dengannya . ersiapan it. kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, . Allah mengetahuinya. Apa pun yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas secara penuh kepadamu, sedangkan kamu tidak akan dizalimi. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP Penjelasan. Quraish Shihab dalam artikel yang ditulis oleh Samad diterangkan bahwa pada ayat 60 Surat Al Anfal yang menafsirkan bahwa dalam ayat tersebut strategi manajemen SDM dalam perintah Allah swt. jelas sekali memerintahkan keharusan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan perang dalam menghadapi musuh (Samad, 2. Dari ayat tersebut maka dapat dipahami bahwa segala sesuatu itu perlu dipersiapkan dan direncanakan. Dalam peperangan pun juga diperlukan sebuah manajemen yang baik agar mampu mencapai kemenangan. Planning dalam melakukan sesuatu tindakan telah dikabarkan oleh Allah swt. melalui firman-Nya. Ketika itu Allah perintahkan kaum mukminin untuk Bersiap atau mempersiapkan diri menghadapi peperangan kaum kafir dan munafik. Oleh karenanya. Pelajaran yang dapat dipetik ialah hendaknya untuk setiap orang memiliki perencanaan dalam melakukan suatu tindakan, sebab perencanaan berpengaruh terhadap hasil dan tujuan yang akan dicapai termasuk dalam hal ini adalah perencanaan dalam Sebagaimana yang disebutkan oleh Purwanto, dkk bahwa internalisasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal perlu dipersiapkan dan direncanakan sebaik mungkin (Purwanto et al. , 2. Menyiapkan Kurikulum. RPP dan hal penunjang lainnya menjadi pokok penting dalam setiap perencanaan pembelajaran. Kurikulum merupakan kumpulan desain dan rencana yang diperlukan dalam melaksanakan tujuan pendidikan (Silitonga et al. , 2. Kurikulum yang ssat ini sedang digunakan pada pembelajaran PAI BP kelas XII di UPT SMAN 13 Bone adalah kurikulum 2013. Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama telah dikondisikan di dalam kurikulum yang termuat di dalam pendidikan karakter. Sedangkan RPP dikenal sebagai pegangan guru dalam mengajar yang dibuat dan disusun oleh guru itu sendiri. Sama halnya dengan kurikulum, di dalam RPP pembelajaran PAI BP kelas XII telah dikondisikan terkait internalisasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal yang nantinya akan dilaksanakan di dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajan PAI BP, proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal dilakukan melalui beberapa tahapan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP yang dibarengi dengan penggunaan metode yang variatif. Menurut Muhaimin . dalam (Surya & Rofiq, 2. bahwa tahapan internalisasi nilai mencakup tiga hal. Tiga hal yang dimaksud adalah tahap transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinformasi nilai. Tahap Transformasi Nilai Tahap transformasi nilai adalah tahap pemindahan nilai atau informasi kepada siswa. Pada tahap ini yang terjadi adalah komunikasi verbal antara guru dan siswa, transformasi ini adalah pemberian nilai yang masih pada ranah kognitif peserta didik dan pengetahuan (Fatmasari et al. , 2. Pada tahap ini, guru telah menjalankan dengan sebaik-baiknya melalui penerapan metode yang sesuai. Metode yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan materi yang akan disampaikan, begitupun dikondisikan dengan integrasi nilai-nilai moderasi beragama yang akan dimasukkan ke dalam materi pembelajaran. Tahap Transaksi Nilai Tahap ini merupakan tahap internalisasi dengan komunikasi timbal balik, melalui tahap ini guru dapat memberikan pengaruh pada siswanya melalui contoh nilai yang telah ia jalankan dalam kehidupan sehari-hari (Fatmasari et al. , 2. Pengertian tersebut telah menjawab bahwa proses transaksi nilai telah dilaksanakan dengan baik oleh guru di dalam proses pembelajarannya. Pemenuhan pemberian nilai-nilai moderasi beragama yang disandingkan dengan nilai-nilai kearifan lokal kepada siswa dilakukan oleh guru yang ditandai dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan dan komentarnya terhadapa pembelajaran yang telah diberikan. Tentu, proses transaksi tersebut kemudian menimbulkan umpan balik antara siswa dan guru sehingga siswa mampu memilih sendiri nilai apa yang akan ditanamkan pada diri nya untuk kehidupan sehariharinya. Tahap Transinternalisasi Nilai Tahapan ini merupakan tahapan yang mendalam, yang mana pelaksanaan internalisasinya tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga dibuktikan dengan sikap mental dan kepribadian. Hal ini terjawab dari sikap siswa yang Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP memiliki sopan santun kepada teman, guru bahkan kepada tamu. Tak hanya siswa, guru pun juga mencerminkan sikap kepribadian yang adil dan tidak pilih kasih. Selanjutnya, terkait evaluasi yang dimaksudkan sebagai bentuk asesmen atau penilaian sejauh mana hasil uji coba dalam sebuah pembelajaran, dalam kaitannya saat ini adalah evaluasi dalam Internalisasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal pada pembelajaran PAI BP di UPT SMAN 13 Bone. Evaluasi adalah proses penilaian yang dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang keberhasilan suatu tindakan (Anwar, 2. Dilakukannya evaluasi tersebut sebagai alat ukur dalam menentukan keberhasilan dari tujuan yang hendak dicapai. Maka dapat dikatakan bahwa ukuran keberhasilan dalam suatu tindakan atau gambaran keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari evaluasi. Dengan demikian, peneliti berpandangan bahwa menentukan strategi dalam pelaksanaan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama sangat diperlukan di dalam proses pembelajaran. Pemenuhan stragtegi tersebut dimaksudkan agar terciptanya lingkungan sekolah yang moderat dan terhindar dari radikal menjadi nyata, bukan angan-angan semata. Terlihat jelas, bahwa strategi tersebut diatur dengan sedemikian rupa secara sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Nilai-Nilai Moderasi Beragama Berbasis diinternalisasikan pada Pembelajaran PAI BP Kearifan Lokal Sebagai sekolah yang tetap memperhatikan kearifan lokal. UPT SMAN 13 Bone melaksanakan setiap proses pembelajaran yang dibalut dengan kearifan lokal. Salah satu bentuk integrasi yang diwarnakan dengan kearian lokal adalah integrasi Nilai-nilai moderasi beragama. Moderasi beragama dan kearifan lokal menjadi budaya Nusantara yang berjalan seiring dan tidak saling menegiskan antara (Akhmadi, 2. Peneliti nilai-nilai diintegrasikan pada pembelajaran PAI BP kelas XII diantaranya adalah, tasamuh. IAotidal, dan tahadhdhur. Nilai-nilai tersebut senantiasa dimasukkan pada pelaksanaan pembelajaran PAI BP yang diwarnakan dengan basis kearifan lokal . ipakatau, sipakalebbi, dan sipakaing. Nilai lokal Budaya Masyarakat Bugis Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP sipakatau, sipakalebbi, sipakainge memuat makna saling menghormati, menghargai, dan mengingatkan, artinya nilai kearifan lokal tersebut sejalan dengan nilai-nilai moderasi beragama, sehingga jika dijalankan secara beriringan maka akan melahirkan Masyarakat yang moderat dan anti radikalisme. Nilai tasamuh telah ditanamkan pada Pembelajaran PAI BP di UPT SMAN 13 Bone, kondisi tersebut dibuktikan dengan hadirnya perilaku-perilaku toleran yang ditampakkan, baik itu dari pihak guru maupun pihak siswa. Tasamuh menjadi sikap yang dapat dilakukan untuk menjaga persatuan, dan kesatuan serta tetap menegakkan toleransi. (Bakhruddin & Risasongko, 2. Toleransi antar umat beragama atau sikap tasamuh menjadi cara agar kebebasan beragama terlindungi dengan baik. (Arrodhi, 2. Maka secara sederhana, tasamuh dianggap sebagai perilaku yang fleksibel, mudah dalam berinteraksi, dan tidak menyulitkan kepada Tasamuh juga diartikan sebagai sikap saling menghargai antara sesama elemen bangsa Indonesia, baik warga Masyarakat secara individu maupun kelompok (Rasyid, 2. Nilai tasamuh dalam isilah bugis disebut mappakaraja. Dalam segi kebahasaan, mappakaraja memuat makna sikap penghormatan terhadap orang lain. Penanaman nilai-nilai saling menghormati inilah yang sangat diperlukan sejak dini, karena akan berdampak pada pengetahuan dan kesadaran setiap individu sehingga mampu menciptakan perubahan sikap dengan saling menghargai antar sesama (Tamaeka, 2. Adapun nilai IAotidal yang juga telah ditanamkan oleh guru kepada siswa dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai kejujuran dan keadilan senantiasa diorientasikan kepada siswa melalui materi pembelajaran yang pada saat itu diajarkan oleh guru. IAotidal merupakan sikap yang meletakkan sesuatu pada tempatnya, menegakkan keadilan, melaksanakan apa yang harus dikerjakan, dan senantiasa menunaikan kewajiban (Hidayat & Rahman, 2. Sikap jujur menjadi sebuah hal yang antik dan sulit didapatkan, diperlukan penanaman nilai kejujuran yang nantinya akan menjadi modal dasar dalam pembentukan sikap pribadi siswa yang baik (Munif et al. , 2. Sebagaimana IAotidal ini menjadi penting dalam Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP internalisasi nilai moderasi beragama sebab IAotidal mampu membantu jalannya deradikalisasi dalam memahami agama. (Anulis, 2. Selanjutnya, penanaman nilai tahadhdhur atau berkeadaban juga dijadikan sebagai alternatif untuk mewujudkan internalisasi nilai moderasi beragama di UPT SMAN 13 Bone. Peneliti mengungkap bahwa guru PAI BP telah melangsungkan pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama terkhusus pada nilai tahadhdhur dengan basis kearifan lokal. Guru memainkan strateginya dalam menciptakan peradaban sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa nilainilai yang ditanamkan hadir sebagai gagasan untuk menghadapi persoalan sosial. Dalam konteks nilai-nilai moderasi beragama, tahadhdhur adalah berkeadaban, yang di dalamnya memuat makna bahwa umat islam diharapkan untuk menjalankan ajaran agama dengan penuh kesadaran akan nilai-nilai keberadaban. (Akbar et al. Maka dalam sebuah realitasnya dapat dipahami bahwa titik tertinggi dari tahadhdhur adalah wujud dari ketaatan beragama yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan berperilaku sesuai dengan nilai kemanusiaan. Masyarakat bugis yang memegang erat kearifan lokal tentu tidak asing dengan kata atau istilah yang di jelaskan di atas. Nilai moderasi beragama nyatanya memiliki keterkaitan yang sangat penting dengan kearifan lokal khusunya prinsip kearifan lokal bugis. Prinsip-prinsip yang ditunjukkan adalah menjunjung tinggi akhlak, integritas, jati diri dan karakter. Dengan ini kearifan lokal sangat menentukan kualitas peradaban masyakat Suku bugis yang diharapkan mampu melahirkan orang-orang yang berkarakter kuat, sehingga sifat-sifat tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian positif seseorang merujuk pada Masyarakat moderat. Dengan melihat sifat-sifat yang terkandung dalam nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, hal ini memperlihatkan adanya hubungan yang negatif atau terputus dengan perilakun yang fanatik (Fadhilah & Rahman, 2. Selain untuk menjaga keutuhan identitas Masyarakat bugis, basis kearifan lokal pada nilai-nilai toleransi beragama pada pembelajaran PAI BP kelas XII UPT SMAN 13 Bone juga dimaksudkan untuk menangkal isu Ae isu radikal yang berkembang saat ini. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP Sipakatau merupakan pandangan bersama, sebuah gagasan yang melihat setiap individu sebagai pribadi, orang Bugis harus menghargai individu secara Sipakalebbi, artinya memandang manusia dengan sangat baik, diperlakukan selayaknya, dan seadil-adilnya. Sedangkan Sipakainge adalah kondisi Masyarakat bugis yang akan saling mengingatkan dalam kebaikan dengan tujuan agar setiap orang akan terus diingatkan untuk berjalan di jalan yang lurus (Fadhilah & Rahman, 2. Dilihat dari sifat-sifat yang terkadung pada tahadhdhur maka sudah sangat jelas bahwa arah dari pada nilai ini adalah sipakatau . aling mengharga. , sipakalebbi . aling menghormat. , dan sipakainge . aling mengingatka. , sedangkan pada nilai tasamuh merupakan cerminan dari sipakatau . aling mengharga. , dan nilai iAotidal merupakan cerminan dari sipakainge . aling KESIMPULAN Strategi pembelajaran dalam menginternalisasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal oleh guru PAI BP kelas XII di UPT SMAN 13 Bone dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, integrasi nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal dimuat di dalam kurikulum dan RPP melalui pendidikan karakter, sedangkan pada pelaksanaannya dilakukan dengan melewati beberapa tahapan diantaranya adalah tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai, dan tahapan transinternalisasi nilai. Selanjutnya pada bagian evaluasi pembelajaran, melalui tes tulisan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami nilai-nilai moderasi beragama, dan untuk mengetahui bagaimana siswa dalam memaknai nilai tersebut dilakukan sebuah pengamatan secara langsung oleh guru PAI BP. Nilai-nilai moderasi beragama berbasis kearifan lokal yang diinternalisasikan melalui pembelajaran PAI BP adalah nilai tasamuh . yang diwarnakan dengan nilai sipakatau, nilai IAotidal yang diwarnakan dengan nilai sipakainge, dan nilai tahadhdhur diwarnakan dengan nilai sipakatau, sipakalebbiAo, dan siapakaingeAo. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 2, 2024 Fajriah Inayati. Fajar Awaluddin. Sabriadi HR Internalisasi Nilai Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa SMAN 13 Bone melalui Pembelajaran PAI-BP REFERENSI