Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI PENYU DI KAMPUNG MUBRAIDIBA DAN MEINYUNFOKA DISTRIK MANOKWARI UTARA KABUPATEN MANOKWARI Community Perception and Participation on Turtle Conservation in Mubraidiba and Meinyunfoka Villages. Manokwari North District. Manokwari Regency Alfrida Kareth1. Selvi Tebay2*. Obadja A Fenetiruma3. Sampari S. Suruan2. Ricardo F. Tapilatu3 Program Studi Sumber Daya Akuatik. Sekolah Pascasarjana. UNIPA. Jalan Gunung Salju. Amban. Manokwari, 98314. Indonesia Jurusan Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UNIPA. Jalan Gunung Salju. Amban. Manokwari, 98314. Indonesia Fakultas Pertanian. UNIPA. Jalan Gunung Salju. Amban. Manokwari, 98314. Indonesia Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UNIPA. Jalan Gunung Salju. Amban. Manokwari, 98314. Indonesia *Korespondensi: s. tebay@unipa. Disubmit: 20 September 2024. Direvisi: 17 Oktober 2024. Diterima: 30 November 2024 ABSTRAK Penurunan populasi penyu di perairan pantai Manokwari Utara masih merupakan masalah yang sampai saat ini menjadi perhatian terhadap pelestarian penyu. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan partisipasi masyarakat tentang pentingnya sebuah konservasi. sehingga penelitian ini difokuskan terhadap persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap konservasi penyu di kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Manokwari Utara. Kabupaten Manokwari. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2021 di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Distrik Manokwari Utara. Kabupaten Manokwari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan studi kasus dengan menggambarkan secara tepat kondisi tempat dan objek penelitian yang sesuai tujuan penelitian yang ada. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random Data dan informasi di analisis secara deskriptif dengan pendekatan model regresi multinominal. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa kriteria aman bagi konservasi penyu di kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka memiliki kondisi yang sangat rentan terhadap pelestarian penyu yaitu ditunjukkan dengan nilai presentase tertinggi sebesar 37,9 %, sedangkan beberapa kriteria lainnya memiliki nilai presentase cukup tinggi seperti kriteria rentan . ,4%) dan netral . ,6%). Persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu berada pada kriteria netral yaitu rentan nilai 9-11 dengan presentasi total tertinggi sebesar 86,1%, sedangkan pada kriteria sangat aman, memiliki presentase terandah yaitu 0%. partisipasi masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam melakukan perlindungan dan pelestarian secara langsung terhadap penyu masih sangat kurang yang ditunjukan dengan presentase tertinggi sebesar 37,9%. Kata Kunci: Penyu, persepsi, partisipassi. Manokwari Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 8 No. 4 November 2024, w. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 ABSTRACT The decline in the turtle population in the coastal waters of North Manokwari is still a problem that is still a concern for turtle conservation. This is due to the lack of knowledge and community participation about the importance of conservation. so that this research is focused on the perception and participation of the community towards turtle conservation in the villages of Mubraidiba and Meinyunfoka. North Manokwari. Manokwari Regency. This research was conducted in April 2021 in the villages of Mubraidiba and Meinyunfoka. North Manokwari District. Manokwari Regency. The research method used is descriptive method and case study by describing precisely the conditions of the place and object of research that are in accordance with the existing research objectives. Sampling was done by simple random sampling technique. Data and information were analyzed descriptively with a multinomial regression model approach. From the research conducted, it was found that the safe criteria for turtle conservation in Mubraidiba and Meinyunfoka villages have conditions that are very vulnerable to turtle conservation, which is indicated by the highest percentage value of 37. 9%, while several other criteria have a fairly high percentage value such as the vulnerable criteria . and neutral . 6%). The public's perception of turtle conservation is on a neutral criterion, namely vulnerable values of 9-11 with the highest total percentage of 86. while the very safe criteria has the lowest percentage of 0%. community participation to take an active role in protecting and conserving turtles directly is still lacking, as indicated by the highest percentage of 37. Keywords: Turtle, perception, participation. Manokwari PENDAHULUAN Kabupaten Manokwari salah satu daerah yang berada di Provinsi Papua Barat. Potensi sumberdaya pesisir yang sangat tinggi. Salah satu potensi yang ada adalah penyu yang berada di Distrik Manokwari Utara Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Konservasi penyu merupakan upaya pengelolaan yang sangat penting populasi penyu tersebut. Kelangkaan yang terjadi secara terus-menerus dengan kecenderungan semakin lama semakin sulit ditemukan, dapat menjurus pada Penyu sebagai salah satu hewan langka perlu segera dilakukan upaya konservasi. Menurut Pradana et , . menyatakan bahwa populasi penyu di Indonesia terus mengalami penurunan hal ini disebabkan oleh pencurian telur dan anak penyu semakin meningkat, lalu lintas air yang semakin ramai oleh nelayan dan pengunjung serta banyaknya vegetasi yang rusak akibat abrasi sehingga penyu kehilangan Pengembangan pengelolaan kawasan konservasi laut sangat didukung oleh persepsi serta partisipasi para pemangku kepentingan . , dan untuk meningkatkan persepsi serta partisipasi tersebut sangat didukung oleh peran pemerintah dalam stakeholder lainnya. Penurunan populasi penyu di perairan pantai Manokwari Utara masih merupakan masalah yang harus menjadi perhatian semua stakeholder dalam pengelolaan habitat dan implementasi program pelestarian penyu. Pengambilan penyu dan telur merupakan salah satu faktor penyebab adanya penurunan penyu Dermawan et al. , . Hal ini didukung oleh Tapilatu . yang menyatakan bahwa secara umum masyarakat yang memiliki kekurangan dari segi ekonomi akan cenderung mengambil telur penyu atau daging penyu untuk memenuhi kebutuhan Siklus hidup penyu sangat WWF-Indonesia dibutuhkan penyu untuk mencapai masa Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. dewasa sangat lama berkisar antara 20-50 tahun, oleh karena itu pelestarian penyu sangat penting dengan didukung melalui program-program sosialisasi konservasi penyu melalui berbagai stakeholder kepada masyarakat. Keterlibatan partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan program yang dilakukan. Masyarakat ikut berperan dalam upaya konservasi, hal ini adalah aspek yang fundamental karena berinteraksi di lingkungan . elung ekolog. yang sama menyebabkan terjadinya eksploitasi sumberdaya . enyu dan telur peny. dan juga kerusakan dan hilangnya habitat peneluran penyu. Konservasi penyu adalah salah satu upaya yang diharapkan dapat mencegah punahnya habitat penyu, namun tingkat persepsi dan partisipasi masyarakat di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka masih sangat kurang, sehingga penelitian ini difokuskan masyarakat terhadap konservasi penyu di kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Manokwari Utara. Kabupaten Manokwari. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari. Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai dengan April 2021. Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan disajikan dalam Tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Jenis alat dan bahan yang Alat dan Bahan Alat tulis Kamera digital Peta lokasi Kuisioner Fungsi Alat dan Bahan Untuk mencatat Dokumentasi Untuk mengetahui tempat konservasi Untuk wawancara Metode Penelitian Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dan studi kasus. Seperti yang di ungkapkan oleh Moleong . , bahwa pendekatan studi kasus bertujuan untuk menggambarkan secara tepat kondisi tempat dan objek penelitian yang sesuai tujuan penelitian yang ada. Dimana diharapkan dari penelitian ini akan dideskripsikan secara mendalam Kampung Mubradiba dan Meinyunfoka. Distrik Pantai Utara. Kabupaten Manokwari. Metode Pengambilan Sampel Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Metode simple random sampling yaitu metode yang dilakukan dengan pengambilan sampel secara acak/probabilitas. Teknik simple random sampling ini memiliki tingkat keacakan yang sangat tinggi, sehingga sangat efisien digunakan untuk mengukur karakter populasi yang memiliki elemen dengan homogenitas Pengambilan data dilakukan secara acak terhadap anggota masyarakat yang terlibat langsung dalam konservasi penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Distrik Manokwari Utara. Analisis Regresi Multinominal Data yang digunakan dalam analisis regresi multinominal akan di input dengan menggunakan aplikasi Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 8 No. 4 November 2024, w. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. SPSS versi 17. Regresi multinomial mempunyai persamaan yang disebut sebagai persamaan regresi multinomial. Persamaan mengekspresikan hubungan linier antara variabel kriteria yang diberi symbol Y jika hanya ada satu atau lebih variable bebas atau prediktor yang diberi symbol X jika hanya ada satu prediktor (Cramer & Howitt, 2. Variabel/indikator penelitian ini adalah variabel persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap konservasi, yang diturunkan dari rumus umum regresi multinominal (Hosmer & Lemeshow, 2. Rumus Umum: P (Y:I) = 1 X1 2 X 2 AA. n Xn menyerahkan/me njual telur penyu kepada pengkar Keterlibatan masyarakat pada pelepasan tukik Kriteria Persepsi Masyarakat Konservasi Penyu Kemauan untuk Menjadi. Y= 1X1 2X2 e Keterangan: Tingkat manfaat dari konservasi = Konservasi = Persepsi = Partisipasi Pengukuran variabel X dan Y yang bersifat kualitatif dilakukan dengan memberikan bobot kriteria menggunakan skala likert yang berkisar dari skor terendah 1 hingga tertinggi 5. Penjabaran dari setiap variabel ditunjukkan pada Tabel 2, 3, 4, . Tabel 2 Kriteria Operasional Variabel. Kriteria Aman bagi Konservasi Penyu Kelayakan rumah Pengawasan Pengawasan pengambilan telur Tingkat Kategori Pengukuran Variabel Y Sangat layak Layak Netral Kurang layak Tidak layak Sangat tinggi Tinggi Netral Rendah Sangat rendah Sangat sering Sering Netral Kurang Sangat Kurang Sangat tinggi Tinggi Skor Kemauan untuk Kriteria Partisipasi Masyarakat Konservasi Penyu Tingkat keikut masyarakat dalam proses pelestarian Tingkat keikut masyarakat dalam konservasi penyu Keterlibatan masyarakat dalam konservasi penyu p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Netral Rendah Sangat rendah Sangat tinggi Tinggi Netral Rendah Sangat rendah Kategori Pengukuran Variabel X1 Skor Sangat tinggi Tinggi Netral Rendah Sangat rendah Sangat tinggi Tinggi Netral Rendah Sangat rendah Sangat tinggi Tinggi Netral Rendah Sangat rendah Kategori Pengukuran Variabel X2 Skor Sangat aktif Aktif Netral Kurang aktif Tidak aktif Sangat aktif Aktif Netral Kurang aktif Tidak aktif Sangat aktif Aktif Netral Kurang aktif Tidak aktif Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 8 No. 4 November 2024, w. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. Tabel 3. Kriteria. Rentan Nilai dan Skor Variabel Pelestarian Penyu (Y). Kriteria Y Sangat tinggi Tinggi Netral Kurang Sangat Kurang Rentan Nilai 21 Ae 25 17 Ae 20 13 Ae 16 9 Ae 12 5Ae8 Skor Dari Tabel 3 di atas menjelaskan bagaimana menentukan nilai Y dengan skor terendah yaitu 1 dan skor tertinggi yaitu 5 dengan pendekatan bahwa untuk menentukan rentang nilai dimulai dari nilai minimum 1x5 = 5 dan nilai maksimum 5x5 = 25. Perhitungan rentang nilai 5-8 dilakukan karena nilai 5 penilaian aman bagi konservasi penyu sesuai dengan penjelasan Tabel 2. Tabel 4 Kriteria. Rentang Nilai dan Skor Variabel Persepsi Masyarakat Terhadap Konservasi Penyu (X. Kriteria X1 Sangat aktif Aktif Netral Kurang aktif Tidak aktif Rentang Nilai 14 Ae 15 12 Ae 13 9 Ae 11 6Ae8 3Ae5 Skor Tabel 5 Kriteria. Rentang Nilai dan Skor Variabel Partisipasi Masyarakat Terhadap Konservasi Penyu (X. Kriteria X2 Sangat aktif Aktif Netral Kurang aktif Tidak aktif Rentan Nilai 14 Ae 15 12 Ae 13 9 Ae 11 6Ae8 3Ae5 Skor Pada Tabel 5 di atas menjelaskan bagaimana menentukn nilai X2 dengan skor terendah nilai adalah 1 dan skor tertinggi adalah 5 untuk menentukan rentang nilai yang dimulai dari nilai minimum yaitu 1x3 = 3 dan nilai maksimum yaitu 3x5 = 15. Perhitungan nilai retang 3-5 karena nilai 3 dianggap memiliki keterwakilan penilaian persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu sesuai dengan penjelasan Tabel 2. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelestarian Penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan surat edaran Nomor 526/MENKP/Vi/2015 pelaksanaan perlindungan penyu, telur, bagian tubuh dan atau produk turunanya dan menetapkan enam jenis penyu yang dilindungi di Indonesia. Ada kurang lebih 6 . Peraturan Perundang-undangan. Peraturan Pemerintah dan kepres yang mengatur tentang konservasi satwa liar dan hewan-hewan yang di lindungi. Ada 4 . dari tujuh jenis penyu berdasarkan pembahsan ini terdapat di Perairan Sumbermanjing Wetan. Detail status konservasinya menurut (IUCN. Pada dimanfaatkan sebagai bahan makanan . aging dan telu. dan komoditas perdagangan, sehingga secara langsung akan mengancam keberadaan dan menyebabkan penurunan populasi penyu (Fendjalang, 2. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wilson et al. , . masyarakat terhadap lingkungan seperti sarang penyu serta perubahan iklim merupakan faktor yang mendorong terjadinya kepunahan penyu. Bentuk pemanfaatan juga dipengaruhi oleh lokasi, adat budaya dan tradisi. Bagi masyarakat yang hidup pada pulau-pulau sumberdaya yang disediakan untuk dipakai sesuai kebutuhan dan sepanjang tidak melanggar aturan adat dan tradisi. Oleh karena itu, pemanfaatan penyu hingga kini masih sulit untuk dibatasi (Fendjalang, 2. Penyu merupakan salah satu hewan laut yang perlu untuk di lindungi dan di konservasi secara alami di alam. Pelestarian penyu sangat penting untuk dilakukan oleh masyarakat pesisir, sehingga proses keberlanjutan secara alami di alam tetap terjaga dan lestari. Berdasarkan hasil analisis dengan Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 8 No. 4 November 2024, w. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. multinominal untuk pendekatan variabel Y yaitu kriteria aman bagi konservasi penyu dengan kategori variabel yang dimulai dari layak sampai tidak layak, berdasarkan skor dari setiap bobot penilaian, memiliki hasil yang sangat bervariasi untuk setiap kriteria yang digunakan sebagai alat ukur dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Uji Multinominal Regresi terhadap Kriteria Aman bagi Konservasi Penyu Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Case Processing Summary Rentan Marginal Variabel Nilai Percentage Pada Tabel memperlihatkan hasil analisis variabel aman bagi konservasi penyu . elestarian peny. di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Distrik Manokwari Utara. Kabupaten Manokwari. Terbukti bahwa, setiap nilai yang dijadikan sebagai skor untuk menentukan kriteria, memiliki berbeda-beda berdasarkan hasil analisis regresi Nilai presentasi yang ditampilkan menggambarkan hasil dari setiap kriteria yang diuji yaitu rentan, sangat rentan, netral, aman dan sangat aman, dengan indikasi bahwa persentasi tertinggi adalah hasil uji data penelitian untuk p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 setiap kriteria termasuk katergori aman bagi konservasi penyu. Konservasi merupakan tindakan manajemen, perlindungan, dan bijak terhadap sumber daya alam. Konservasi satwa liar dapat dilakukan secara in situ dan ex situ. Konservasi in situ merupakan tindakan manajemen spesies yang dilakukan di habitat alaminya. Metode konservasi ini diperuntukkan bagi spesies yang sensitif terhadap gangguan atau kontak langsung dengan manusia, sehingga dengan tetap berada di habitat alaminya diharapkan spesies ini dapat mengurangi tingkat stresnya. Konservasi ex situ merupakan tindakan manajemen spesies yang dilakukan di luar habitat Spesies melahirkan di penangkaran kemudian keturunannya akan dilepasliarkan ke habitat alaminya (Engelman & Engels. Prihanta et al. , . mengatakan bahwa faktor fisik itu sendiri sangat berperan penting mengatur gerakan ombak pantai, sebab pasang surut yang terjadi di pantai tersebut mempengaruhi proses adukan sedimen secara periodik organisme dan evaporasi perairan. Seperti yang dinyatakan juga oleh Damanhuri et al. , . , biofisik yang baik dari penyu bahwa ia dapat bertelur sesuai dengan karakteristik pantai yang memiliki pasir halus dan sedang, pantai yang mudah untuk dijangkau dari laut, cukup tingginya posisi sarang, salinitas yang rendah, kelembaban yang cukup, serta substrat ventilasi baik dan kelandaian pantai tidak curam. Kriteria, nilai dan skor untuk variabel aman bagi konservasi penyu perlu disajikan dalam sebuah tabel pelestarian penyu, sehingga nilai dari setiap kriteria yang diuji dapat diketahui secara pasti. Nilai presentasi dari setiap kriteria yang diuji berdasarkan rentang nilai dan skor tertinggi tersaji pada Tabel Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 8 No. 4 November 2024, w. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. Tabel 7. Rentang Nilai. Skor. Jumlah dan Presentase (%) setiap Kriteria terhadap Pelestarian Penyu Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Kriteria Sangat Rentan Netral Aman Sangat Rentan Nilai 21 Ae 25 17 Ae 20 13 Ae 16 9 Ae 12 5Ae8 Total (N) Total (%) Skor Pada Tabel 7 di atas, terlihat dengan jelas bahwa kriteria aman bagi Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka memiliki kondisi yang sangat rentan terhadap pelestarian penyu yaitu ditunjukan dengan nilai presentase tertinggi sebesar 37,9 %. Sedangkan pada kriteria aman, justru memiliki presentase terendah yaitu 6,9% bahkan kriteria sangat aman tidak terlihat sama sekali . %). Artinya bahwa penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka belum di konservasi secara baik . elum ama. , sehingga diperlukan sebuah upaya pengelolaan konservasi yang maksimal untuk pelestarian penyu. Adapun beberapa kriteria lainnya yang memiliki presentasi cukup tinggi adalah kriteria rentan . ,4%) dan netral . ,6%). Hasil analisis pada Tabel 7 di atas, menunjukkan juga bahwa pengelolaan penyu belum dilakukan secara maksimal oleh masyarakat lokal dan sudah pengelolaan lebih diperketat seperti pengawasan mengonsumsi daging dan telur penyu, pembuatan penangkaran penyu, pengawasan penangkapan penyu dan pengambilan telur penyu, penjualan daging penyu dan telurnya. pelestarian penyu serta pembentukan kader-kader konservasi muda dari masyarakat lokal sebagai modal dasar dalam menjaga dan melestarikan penyu Kampung Mubraidiba Meinyunfoka. Distrik Manokwari Utara, p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Kabupaten Manokwari. Selain itu, implementasi kegiatan pengelolaan juga perlu dilakukan secara intensif misalnya pentingnya sumberdaya penyu untuk ddilindungi sebagai satwa endemik dan langkah di perairan Manokwari. Persepsi Masyarakat Konservasi Penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyumfoka Persepsi individu untuk bisa membedakan, mengelompokkan, dan memfokuskan pemikiran pada sebuah objek dan bisa saja mengahasilkan hasil yang berbeda walaupun objek pengamatannya sama tergantung pada sistem nilai dan dari kepribadian individu yang bersangkutan (Sarwono, 2. Menurut Siagin . persepsi adalah proses saat seseorang kesankesan yang dirasakan atau dilihat dalam usahanya untuk memberikan makna pada lingkungannya. Persepsi ialah sejumlah gejala yang ditemui, diperoleh,ddan diserap manusia melalui pengamatan akal dari pendapat atau penilaian orang terhadap masalah lingkungan untuk mencapai tujuan tertentu sehingga persepsi masyarakat terhadap suaka pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat untuk meningkatkan suaka penyu dalam pengembangan (Cergia et al. , 2. Faktor utama dalam penentuan persepsi adalah pengalaman masa lalu dan faktor pribadi. Ada empat hal penting yang perlu dicermati tentang persepsi ini yaitu objek yang diamati sehingga menimbulkan persepsi tertentu dan pada akhirnya mempunyai makna yang tertentu juga. Persepsi masyarakat merupakan bagian penting dalam melakukan suatu kajian penelitian, dimana pandangan mempertimbangkan dan memastikan tujuan dari objek yang diteliti. Pada Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 8 No. 4 November 2024, w. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. penelitian ini, tergambar dengan jelas bahwa persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu memberikan sebuah gambaran tentang sejauh mana peran Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka . apat dilihat pada Tabel . Tabel. 8 Uji Regresi Multinominal Persepsi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Case Processing Summary Rantaan Marginal Variabel Nilai Percentage Pada Tabel memperlihatkan presentase persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Hasil tersebut di atas menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu memiliki rentang nilai presentase yang masuk pada kategori netral yaitu kisaran 9-11 berdasarkan jumlah nilai N tertinggi (Tabel . , yang artinya bahwa masyarakat di ke 2 kampung tersebut belum memiliki pemahaman dengan cukup baik tentang pentingnya konservasi penyu. Hal ini dapat memberikan dugaan bahwa, 50% Kampung Mubraidiba dan Meyumfoka Manokwari Utara karena nilai presetase berada pada kategori netral, namun 50% masyarakat lainnya berpendapat berbeda artinya bahwa sebagian masyarakat masih memanfaatkan, mengeksploitasi dan belum bernar-benar paham terhadap pentingnya konservasi penyu. Samanya . mengemukakan bahwa sebagian besar ancaman dari penyu yakni manusia p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 dan kegiatan-kegiatannya, termasuk pengambilan telur untuk dikonsumsi. Pada nilai kriteria uji variabel X1, kategori variabel netral memiliki skor 3, dengan rentang nilai berkisar antara 9-11. Untuk diketahui lebih lanjut mengenai persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu di Distrik Manokwai Utara, tersaji pada Tabel 9. Tabel 9. Rentang Nilai. Skor. Jumlah dan Presentase (%) setiap Kriteria terhadap Persepsi Masyarakat di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Kriteria Sangat Rentan Netral Aman Sangat Rentang Nilai 14 Ae 15 12 Ae 13 9 Ae 11 6Ae8 3Ae5 Total (N) Total (%) Skor Pada Tabel 9 di atas, menunjukkan total presentase dari setiap kriteria berdasarkan rentang nilai yang dijadikan sebagai indikator bobot dalam menilai persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Hasil multinominal regresi, membuktikan bahwa persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu berada pada kriteria netral yaitu rentang nilai 9-11 dengan presentasi total tertinggi sebesar 86,1%, sedangkan pada kriteria sangat aman, memiliki presentase terandah yaitu 0% (Tabel . , artinya bahwa masyarakat di Kampung Mubraidiba dan Meinyumfoka sepenuhnya sadar tentang pentingnya konservasi penyu. Adapun kriteria lain seperti sangat rentang . ,9%), rentan . ,4%) dan aman . ,4%) yang dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengukur seberapa besar persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 8 No. 4 November 2024, w. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. Partisipasi Masyarakat Konservasi Penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka Persepsi, merupakan unsur perilaku manusia yang akan mempengaruhi bagaimana seorang manusia bertindak (Gumilar, 2. Masyarakat tidak benar-benar dilibatkan secara langsung dari mulai perencanaan hingga pengawasannya. Handoko . menyatakan bahwa masyarakat pesisir mengikutsertakan keaktifan masyarakat seiring penetrasi kebijakan sentralistik Orde Baru. Kepedulian masyarakat terhadap suatu potensi sumberdaya pesisir dan laut adalah kunci keberhasilan konservasi. Konservasi penting dilakukan terhadap suatu sumberdaya, sehingga sumberdaya tersebut dapat lestari dan terus ada untuk menjaga keseimbangan ekosistem pada Konservasi dimaksudkan pada penelitian ini adalah Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Pada penelitian ini, pastisipasi masyarakat p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 sangat memiliki peran penting terhadap konservasi penyu. Dari hasil analisis uji regresi multinominal untuk melihat seberapa besar pastisipasi masyarakat terhadap konservasi penyu, terbukti bahwa pasrtisipasi masyarakat dikategorikan pada kriteria rentan yang ditunjukkan dengan nilai presentasi tertinggi sebesar 34,5% dan 13,8% - 24,1% pada rentang nilai 12-13 dan 14-15 (Tabel . Artinya bahwa kesadaran masyarakat untuk secara langsung ikut berpartisipasi dalam pelestarian penyu masih sangat kurang. Partisipasi masyarakat yang sangat buruk dan rentan diduga karena kurangnya masyarakat disekitar Mubraidiba dan Meinyunfoka untuk mengerti dan memahami tentang pentingnya sebuah nilai konservasi penyu. Selain itu, peran pemerintah dan stakeholders terkait pengelolaan penyu pada suatu wilayah pesisir laut dan laut . eraji pada Tabel Tabel 10. Uji Regresi Multinominal Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu di Kampung Mubraidiba dan Meinyumfoka. Variabel Case Processing Summary Rantang Nilai Marginal Percentage Tabel 11. Rentan Nilai. Skor. Jumlah dan Presentase (%) setiap Kriteria terhadap Partisipasi Masyarakat di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. Kriteria X1 Sangat rentan Rentan Netral Aman Sangat aman Rentang Nilai 14 Ae 15 12 Ae 13 9 Ae 11 6Ae8 3Ae5 Skor Total (N) Total (%) Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 8 No. 4 November 2024, w. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Kareth et al: Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Konservasi Penyu https://doi. org/10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. Pada Tabel memperlihatkan kriteria yang diuji untuk menentukan seberapa besar partisipasi masyarakat terhadap konservasi penyu. Berdasarkan hasil analisis, terbukti bahwa partisipasi masyarakat untuk ikut perlindungan dan pelestarian secara langsung terhadap penyu masih sangat kurang dengan presentase tertinggi sebesar 37,9%. Adapun kriteria lain yang juga memiliki presentase cukup tinggi yaitu rentan dan netral, artinya dapat Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka masih sangat buruk dan dapat dikatakan bahwa masyarakat belum terlalu memahami akan pentingnya nilai-nilai konservasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah kurang berperan aktif dalam mendukung program-program Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka. KESIMPULAN Dari penelitian AuPersepsi dan Partisipasi Masyarakat Konservasi Penyu Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat di Kampung Mubraidiba dan Meinyunfoka dikategorikan masih sangat rendah berdasarkan nilai uji kriteria, dimana persepsi masyarakat terbukti berada pada kriteria netral yaitu rentang dengan presentasi sebesar 24. 1% 31. 0%), masyarakat sangat rendah karena berada pada kriteria sangat rentan . 9%), kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai konservasi masih sangat kurang pengelolaan penyu secara berkelanjutan. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 DAFTAR PUSTAKA