Moh. Fajrul Alfien. Slamet Subiyantoro. Nugraheni Eko Wardani Kesenian Berokan Indramayu: Asal-Usul. Makna Simbolik, dan Fungsi Moh. Fajrul Alfien1. Slamet Subiyantoro2. Nugraheni Eko Wardani3 Universitas Sebelas Maret Jalan Ir. Sutami 36 Kentingan. Jebres. SurakartaAi57126 Telp. ( . e-mail: fajrulalfien_30@student. ABSTRACT Berokan is one of the arts found in Indramayu. West Java. This art form is a performance of a puppeteer who wears a costume like a tiger or lion. Berokan art has a unique historical background, function, and symbolic meaning. This research aims to describe the origin, symbolic meaning, and function of Berokan This research uses a qualitative descriptive method with an ethnographic approach. The data in this study are in-depth interviews with informants and literature study. The data sources in this study are Indramayu cultural experts. Berokan artists, and books that contain information about Berokan art. The sampling technique used snowball sampling and purposive sampling. Data collection techniques used interview techniques and document analysis. The data validity test used source and method triangulation. The results of this study indicate that the procession and physical form in Berokan art such as the shape of the tail, the shape of the face and its funny behavior, offerings, costume materials, the procession of throwing pillows, and the relationship between the puppeteer and Berokan have meanings that are in harmony with cultural values in Indramayu. Berokan art also has a religious function, didactic function, and social function. Keywords: Berokan. Traditional Arts. Symbolic Meaning. ABSTRAK Berokan merupakan salah satu kesenian yang terdapat di Indramayu. Jawa Barat. Kesenian ini berupa pertunjukan seorang dalang yang mengenakan kostum seperti binatang macan atau singa. Kesenian Berokan memiliki latar sejarah, fungsi, dan makna simbolik yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asal-usul, makna simbolik, dan fungsi kesenian Berokan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Data penelitian ini berupa hasil wawancara mendalam dengan informan dan studi Narasumber dalam penelitian ini yaitu budayawan Indramayu, seniman Berokan, dan data berasal dari buku-buku yang memuat informasi mengenai kesenian Berokan. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling dan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan analisis dokumen. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk fisik dan prosesi dalam kesenian Berokan seperti bentuk ekor, bentuk wajah dan tingkah lucunya, sesajian, bahan kostum, prosesi lempar bantal, dan hubungan antara dalang dan Berokan memiliki makna yang selaras dengan nilai-nilai kebudayaan di Indramayu. Kesenian Berokan juga memiliki fungsi religius, fungsi didaktis, dan fungsi sosial. Kata kunci: Berokan. Kesenian Tradisional. Makna simbolik. Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Kesenian Berokan Indramayu: Asal-Usul. Makna Simbolik, dan Fungsi PENDAHULUAN Indramayu ide estestis. Gagasan atau ide estetis inilah kabupaten yang terletak di wilayah utara yang menggugah kreatifitas manusia untuk menghasilkan berbagai macam bentuk seni. Provinsi Jawa Barat. Suku Jawa dan Sunda Kesenian tradisional adalah kesenian merupakan dua budaya utama yang sering yang berasal, tumbuh, dan berkembang dikaitkan dengan wilayah ini. Indramayu dalam masyarakat serta diwariskan secara dapat dibanding dengan Cirebon dalam turun-temurun (Fajriah & Wimbrayardi, 2020: banyak aspek dan juga sering dipandang Sifat turun-temurun tersebut membuat sebagai bagian dari budaya Cirebon. Tiga kesenian tradisional mengalami modifikasi faktor yang memengaruhi budaya Indramayu dan perkembangan sebagai respons terhadap baik secara langsung maupun tidak langsung perubahan masyarakat. Hauser . 4: . yakni lingkungan, agama, dan kekuatan berpendapat bahwa transformasi sosial suatu politik tertentu (Kasim, 2024: . Hal ini sejalan daerah akan menghasilkan kesenian asli yang dengan pendapat Sukma . 0: . yang mencerminkan keadaan masyarakat saat itu. menyatakan setiap wilayah memiliki karakter Kesenian bersifat kontekstual karena berakar dan ciri yang berlainan dan dipengaruhi pada realitas fisik yang ada dalam waktu oleh lingkungan sesuai keadaan daerahnya dan tempat tertentu. Memaknai fenomena masing-masing. Kebudayaan yang muncul kesenian pada konteksnya merupakan cara di Indramayu mengalami perubahan demi yang bijaksana untuk bisa memahami realitas perubahan sepanjang sejarah. suatu hasil ekspresi (Subiyantoro, 2. Hal Kebudayaan ini senada dengan pendapat Fatkhurrohman . 7: . yang menyatakan bahwa produksi pemikiran, perbuatan, emosi, dan kreasi karya seni selalu dilatarbelakangi oleh suatu tujuan tertentu. Tujuan-tujuan tersebut secara dalam lingkungannya. Banyak faktor yang garis besar dapat dibagi menjadi tiga kategori: seni ritualistik. alasan penyajian artistik. Pertama, kebudayaan muncul sebagai akibat dan . kenikmatan artistik untuk diri sendiri dari norma dan kebiasaan daerah. Kedua, (Soedarsono, 1999: 1-. Koentjaraningrat kebudayaan muncul atas dasar kesepakatan Pertunjukan seni tradisional merupakan Ketiga, kebudayaan terbentuk sejak salah satu bentuk ekspresi budaya masyarakat lahir melalui nilai-nilai dan adat istiadat suatu yang perlu diperhatikan dengan serius. Seni daerah (Milasari & Sudrajat, 2022: . Secara pertunjukan tradisional merupakan bagian keseluruhan, kebudayaan di Indonesia menjadi dari budaya lokal yang memuat beragam sangat menarik karena setiap daerah memiliki unsur kearifan budaya lokal (Bahardur, ciri khas yang tetap dilestarikan hingga saat 2018: . Seni pertunjukan tradisional Seni pada hakikatnya merupakan aspek mengandung pemahaman tentang prinsip budaya yang bersumber dari ide . nilai moral, agama, pendidikan, dan artefak yang seringkali melahirkan gagasan atau konkret sebagai warisan budaya (Prayogi Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Moh. Fajrul Alfien. Slamet Subiyantoro. Nugraheni Eko Wardani & Endang, 2016: . Oleh karena itu, seni yang terbuat dari batang pad. (Kasim, 2024: pertunjukan tradisional berfungsi sebagai Pertunjukan berokan biasanya digelar mentor dan pembawa pesan moral bagi di halaman balai desa, di lapangan, dan di masyarakat pemiliknya karena mengandung tempat-tempat yang luas. berbagai nilai. Fungsi dipahami sebagai Pertunjukan Berokan kontribusi atau sumbangan terhadap sesuatu memilki kekhasan baik dari segi komponen yang positif (Rohmah & Mujahidin, 2021: Sujarno dkk. mengatakan seni Struktur sebuah karya seni pertunjukan tradisional sering kali memiliki adalah elemen-elemen pendukung sebuah empat tujuan utama: seremonial, pendidikan pertunjukan yang tersusun serta saling terkait . ebagai media pemand. , informasional satu sama lain (Kaliwanovia, 2. Bentuk . ebagai dan struktur berfungsi untuk mengendalikan . ebagai Keberadaan bagaimana kualitas satu gerakan berhubungan fungsi di dalam kesenian merupakan sesuatu dengan kualitas gerakan lainnya (Utina, yang sangat penting, karena keberadaan fungsi itulah suatu kesenian masih tetap eksis proses pelaksanaan pertunjukan dari awal di tengah masyarakat. Salah satu kesenian hingga akhir yang di dalamnya memuat urutan-urutan yang tertib. Dalam kesenian Indramayu bertahan hingga saat ini ialah Berokan. Struktur Berokan, struktur dan komponen-komponen Berokan merupakan salah satu kesenian pertunjukannya memiliki berbagai macam tradisional yang terdapat di Indramayu. simbol atau tanda cukup banyak ditemukan. Kesenian ini berbentuk pertunjukan yang Hal ini sejalan dengan pendapat Subiyantoro dimainkan oleh seseorang yang memakai et al. yang menyatakan masyarakat Berokan Jawa sudah terbiasa mengenal tanda. Oleh merupakan jenis kesenian yang menirukan karena itu, dalam setiap aspek kehidupan perilaku seekor harimau atau singa jantan budayanya selalu bersinggungan dengan secara komedial. Kepala harimau atau singa tanda dan makna. terbuat dari kayu yang didominasi oleh warna Geertz . 2: . mengatakan kebudayaan merah mencolok, mata yang menonjol, dan terdiri dari suatu sistem makna dan simbol mulut yang dapat membuka dan menutup yang disusun. Makna hanya dapat disimpan di (Kusyoto et al. , 2. Bagian badan terbuat dalam simbol. Oleh karena itu, semua makna budaya diciptakan dengan menggunakan sedangkan punggungnya berwarna loreng. simbol-simbol (Rahmawati et al. , 2017: . Ekornya terbuat dari kayu lurus. Berokan Dalam budaya kolektif seperti halnya estetika bisa berbicara, berdialog, dan bernyanyi. tradisi, simbol lebih merupakan relasi atas Suara yang dikeluarkan oleh berokan tidak struktur-struktur yang memuat pesan budaya. terlalu jelas vokalnya sebab pemain berokan Pesan budaya lebih berupa pendidikan nilai bersuara sambil meniup slompretan . erompet yang harus ditafsirkan maknanya melalui Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Kesenian Berokan Indramayu: Asal-Usul. Makna Simbolik, dan Fungsi wujud atau bentuk sebagai teks, dan aspek warna gelap terang dan volume dari gradasi sosial budaya sebagai konteksnya (Ahimsa- yang menambahkan kesan mendalam pada Putra, 2002: 261-. Manusia mendefinisikan karya yang dikerjakan. Penelitian di atas memiliki persamaan lingkungannya, mengomunikasikan perasaannya dan menyatakan penilaiannya. pola makna yang ditransmisikan secara Persamaan dan perbedaan tersebut terletak historis diwujudkan di dalam bentuk-bentuk pada objek formalnya. Perbedaan penelitian simbolik melalui sarana yang orang-orang tentang Berokan di atas dengan penelitian mengomunikasikan, mengabadikannya, dan ini ialah topik bahasan yang dikaji. Penelitian mengembangkan pengetahuan dan sikap- Berokan di atas hanya mengkaji alihwahana sikapnya ke arah kehidupan (Manik, 2021: makna kesenian Berokan menjadi sebuah Dalam hal ini, simbol berfungsi sebagai gambar atau drawing, sedangkan penelitian instrumen atau alat yang berguna untuk ini membahas asal-usul, makna simbolik, dan pengetahuan, ekspresi, dan kontrol (Hafid & fungsi kesenian Berokan. Letak persamaannya Raodah, 2019: . Oleh karena itu, kesenian ialah objek kajiannya, yakni sama-sama yang dalam hal ini merupakan bagian dari mengkaji kesenian Berokan. kebudayaan, adalah sistem simbolik yang di Berdasarkan uraian tersebut, peneliti dalamnya mengandung makna yang mesti dibaca, diterjemahkan, dan diinterpretasikan. Dengan kata lain, kesenian mengandung Asal-usul. Makna Simbolik, dan FungsiAy. unsur-unsur semiotik yang di dalamnya Rumusan masalah pada penelitian ini ialah terdapat ekspresi, maksud, dan pesan. bagaimanakah asal-usul, makna simbolik, dan AuKesenian Berokan Indramayu: Penelitian mengenai kesenian Berokan fungsi kesenian Berokan Indramayu. Penelitian belum banyak dilakukan oleh peneliti lain. ini bertujuan untuk mendeskripsikan asal- Salah usul, makna simbolik, dan fungsi kesenian Berokan Berokan. penelitian yang dilakukan oleh Hartono, . dengan judul AuTolak Bala: Representasi Berokan sebagai Gagasan Karya Seni GambarAy. Penelitian ini merupakan METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian seni rupa. Hasil dari penelitian ini ialah peneliti mencoba memasukkan dan etnografi model Spradley. Tujuan etnografi mengomunikasikan makna tolak bala melalui model Spradley adalah memberikan deskripsi media karya drawing dengan simbol-simbol, menyeluruh tentang hasil penelitian tentang warna, gelap terang, dan komposisi. Apa budaya dan aspek-aspeknya, termasuk unsur- yang ditemukan dalam makna tolak bala unsur konkret . eperti struktur, peralatan, dan divisualisasikan melalui karya gambar di atas pakaia. dan abstrak . eperti pengalaman, kertas dengan menggunakan simbol-simbol, kepercayaan, norma, dan sistem nilai sosia. Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Moh. Fajrul Alfien. Slamet Subiyantoro. Nugraheni Eko Wardani (Tanto et al. , 2. Sumber data dalam HASIL DAN PEMBAHASAN penelitian ini, yakni informan dan dokumen. Asal-usul Kesenian Berokan Informan yang dimaksud ialah budayawan Kesenian Indramayu Indramayu dan seniman Berokan, sedangkan dokumen yang dimaksud ialah beberapa Jawa dan agam-agama besar yang terdapat buku mengenai kesenian Berokan yang di dalamnya, seperti Hindu. Budha, dan terdapat di perpustakaan daerah Kabupaten Islam. Berokan telah berkembang sebagai Indramayu. Data dalam penelitian ini, yaitu kesenian ritual sejak zaman Hindu/ Budha hasil wawancara mendalam dengan informan sekitar abad ke-15 Masehi. Berokan memiliki dan dokumen yang terkait dengan Berokan. kemiripan nama dan bentuk dengan kesenian Teknik pengambilan sampel yang digunakan Barongan dari Jawa Tengah. Barong dari dalam penelitian ini ialah teknik purposive Bali. Bengberokan dari Sunda. Barongsai sampling dan snowball sampling. dari China. Berokan biasa diucapkan atau Teknik pengumpulan data menggunakan disebut oleh masyarakat dengan sebutan teknik wawancara mendalam dan studi AoRongAo atau AoBarongAo. Ada juga sumber yang Dalam teknik wawancara mendalam, menyebutkan bahwa nama Berokan berasal peneliti mempersiapkan beberapa pertanyaan dari bahasa Arab barokah atau berkah yang terkait dengan sejarah, struktur, makna berarti Aobertambahnya kebaikanAo. Kebaikan simbolik, dan fungsi kesenian Berokan yang yang dimaksud berdasar pada kepercayaan akan diajukan kepada informan, kemudian masyarakat Indramayu yang memercayai Berokan mampu mengusir kesialan dan hal- merekam, mendokumentasikan, dan mencatat hal negatif lainnya. Ketika agama Islam masuk, hampir Sementara itu, teknik studi pustaka dilakukan semua jenis kesenian yang bernafaskan Hindu/ dengan cara membaca keseluruhan dan Budha mengalami adaptasi nilai-nilai agama berulang, menandai bagian-bagian penting. Islam, termasuk kesenian Berokan. Berokan Hasil wawancara mendalam dan studi pustaka yang didasarkan pada ajaran agama Islam yang dibawa oleh para pendakwah pada dan disajikan sebagai data dalam penelitian zaman itu. Proses Islamisasi tersebut terjadi pada zaman Kerajaan Cirebon. Pada waktu menggunakan teknik triangulasi sumber dan itu, masyarakat merasa khawatir dengan Teknik analisis dalam penelitian kedatangan Barong, semacam mitos Calon ini menggunakan teknik analisis interaktif Arang dari Bali yang dianggap sering merusak meliputi pengumpulan data, reduksi data, hasil panen para petani dan menyebabkan penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman, 2. para pendakwah agama Islam melakukan Mengenai Oleh penyesuaian dengan menjadikan Berokan Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Kesenian Berokan Indramayu: Asal-Usul. Makna Simbolik, dan Fungsi Berokan menggelar pertunjukan di wilayah tersebut. Dalam proses pertunjukannya. Berokan akan melakukan kirab sawan . itual mengusir wabah dengan bacaan doa-do. sebagai bagian dari proses pengusiran wabah. Umumnya, dalang Gambar 1. Potret Wajah Berokan (Bajul. Brontok, dan Betoto. (Sumber: Dok. Pribadi, 2. Berokan akan membaca jawokan atau mantra. Jawokan tersebut berisi doa-doa kepada Yang Maha Kuasa agar wabah yang sedang melanda sebagai pertunjukan hiburan sekaligus media dakwah agar masyarakat tidak merasa takut dengan mitos-mitos tersebut. Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakra Buana dianggap sebagai tokoh yang Berokan. Mbah Kuwu Sangkan merupakan seorang Cirebon. Jika Sunan Kalijaga menggunakan wayang kulit sebagai media dakwah, hal yang sama juga dilakukan oleh Mbah Kuwu Sangkan dengan menjadikan Berokan sebagai media dakwahnya di daerah sekitar kerajaan Cirebon yang saat ini menjadi Kabupaten Indramayu. Majalengka. Kuningan. Pada zaman itu. Berokan menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi masyarakat. Tontonan atraksinya yang menghibur, serta tuntunan yang menyampaikan pesan kehidupan dan Selain sebagai media dakwah penyebaran agama Islam. Berokan juga dipercaya dapat mengusir wabah atau epidemi. Berokan dianggap mampu menghilangkan wabah yang tengah melanda suatu wilayah seperti wabah penyakit panas atau penyakit pusing dan flu. Saat suatu wilayah terkena wabah, suatu wilayah dapat segera hilang. Kemudian. Berokan akan melakukan ritual melemparkan bantal ke atas atap rumah warga. Dalam prosesi ini. Berokan akan masuk ke dalam salah satu rumah warga untuk mengambil bantal tidur. Berokan akan mengambil bantal tersebut dengan cara digigit. Setelah mendapatkan bantal. Berokan akan melemparkan bantal tersebut ke atas atap. Kesenian Berokan merupakan kesenian Kesenian berkembang di tengah masyarakat. Saat kesenian ini masih dianggap sakral, dalang Berokan akan melakukan tirakat tertentu seperti puasa ngerowot . idak makan nas. , ngetan . anya makan keta. , ngalong . erpuasa seperti hewan kalong atau kelalawa. , atau mutih . anya makan nas. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya seorang dalang dalam membersihkan dirinya. Namun, seiring lunturnya kepercayaan masyarakat Berokan mengusir wabah atau pagebluk, tirakattirakat tersebut sudah jarang dilakukan oleh para dalang Berokan. Saat ini, pertunjukan kesenian Berokan desa-desa. Berokan akan berkeliling kampung untuk menggelar pertunjukan dan menghibur masyarakat. Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Moh. Fajrul Alfien. Slamet Subiyantoro. Nugraheni Eko Wardani rakyat pada gilirannya akan mengalami dengan interpretasi seniman dan pandangan Makna Simbolik Kirab Sawan Gambar 2. Tim yang Terdiri atas Malim dan Penabuh (Sumber: Youtube Budaya Dermayu, 2. Berokan merupakan salah satu kesenian yang dipercaya oleh masyarakat zaman dahulu memiliki kemampuan untuk mengusir wabah atau pagebluk. Masyarakat menjadikan Berokan akan menggelar pertunjukan di Berokan sebagai sarana untuk mengusir area yang cukup luas seperti lapangan atau berbagai macam penyakit yang melanda suatu wilayah seperti penyakit panas, cacar, masyarakat akan berkumpul di titik pertujukan dan virus. Dalam pertunjukannya. Berokan untuk melihat aksi Berokan. Pertunjukan akan melakukan ritual prosesi kirab sawan Berokan umumnya dimulai dengan tetabuhan atau mengusir penyakit. Ritual tersebut akan atau musik pembuka, setelah itu dalang akan diawali dengan membaca jawokan atau mantra membaca kidung, dilanjut dengan prosesi yang berisi doa-doa kepada Allah swt. Saat Berokan gerakan tertentu, berdialog dengan penabuh, awur-awur . atau menangkap anakanak, dan diakhiri dengan pelepasan atribut. Jika pertunjukan tersebut bertujuan untuk mengusir wabah atau pagebluk, pertunjukan akan dilanjutkan dengan ritual kirab sawan. Dewasa ini, kesenian Berokan masih tetap lestari berkat keberadaan senimanseniman yang secara turun-temurun mewarisi kesenian tersebut dari orang tua atau kakekneneknya. Namun, karena sifatnya sebagai kesenian rakyat. Berokan mengalami berbagai Perkembangan terhadap mitos Berokan. Selanjutnya. Berokan akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan perubahan zaman. Kesenian-kesenian Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Klawan nyebut asmane Allah. Ingkang pengasih lan penyayang. Sekabehane puji kanggo Allah. Pangeran ing akarya jagat. Pangeran ingkang welas asih. Pangeran ingkang duweni dina pembalesan. Mung dumateng Panjenengan. Kula sedaya nyembah lan nyuwun pitulung Ya Allah, paringana kula sedaya pituduh. Mareng dedalan ingkang leres Dengan menyebut nama Allah. Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Allah. Tuhan yang telah menciptakan alam semesta. Tuhan yang Maha Pemurah. Tuhan yang memiliki hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah. Kami menyembah dan memohon pertolongan. Ya Allah, berikanlah kami semua Kepada jalan yang benar. Jawokan tersebut merupakan doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan. Saat selesai Kesenian Berokan Indramayu: Asal-Usul. Makna Simbolik, dan Fungsi virus yang menyebabkan penyakit. Bantal dijadikan sebagai simbol bagi Berokan untuk memberikan pesan kepada masyarakat agar mereka lebih disiplin dan rajin menjaga kebersihan lingkungannya. Gambar 3. Ritual Berokan Menggigit Bantal (Sumber: Youtube Budaya Dermayu, 2. Dalang dan Kostum Berokan Kesenian Berokan memiliki kemiripan dengan kesenian Barongsai, keduanya samasama mengenakan sebuah kostum. Dalam membaca jawokan. Berokan akan memasuki salah satu rumah warga yang menjadi tuan rumah untuk diambil bantalnya. Berokan akan mengambil bantal dengan cara digigit. Setelah mendapatkan bantal yang ia cari, kemudian Berokan akan melemparkan bantal tersebut ke atas atap rumah atau genting. Pemilihan bantal sebagai objek yang diambil oleh Berokan bukan merupakan sesuatu yang tanpa Berokan bisa saja mengambil perabotan lainnya, tetapi pada ritual kirab sawan, ia lebih memilih bantal untuk dilemparkan ke atas atap rumah. Pemilihan bantal dalam prosesi kirab sawan sedikit-banyak memberikan petunjuk diderita oleh manusia berasal dari tempat Penyakit tersebut muncul akibat kekurangdisiplinan seseorang dalam menjaga Meskipun setiap hari dijadikan sebagai tempat beristirahat, tetapi kamar tidur seringkali luput diperhatikan kebersihannya. Kamar dibiarkan kotor dan berjamur hingga banyak serangga dan kutu yang tumbuh di Hal tersebut yang menjadi awal bagi timbulnya berbagai macam bakteri dan pertunjukannya, dalang akan mengenakan Berokan menyeramkan, mirip seperti wajah buaya atau macan. Sebelum mengenakan kostum Berokan, dalang akan melakukan prosesi atau ritual penyatuan antara tubuh dalang dengan kostum Berokan. Dalang akan menempelkan ujung ibu jari bagian dalam ke langit-langit mulut Berokan dan langit-langit mulut dalang Proses tersebut dilakukan sebagai simbol penyatuan antara dalang dengan Berokan. Hubungan antara dalang dengan kostum Berokan ini memiliki makna yang sangat dalam. Hubungan metafor dari dua unsur kehidupan dalam diri manusia, yakni jasad dan ruh. Manusia terdiri atas jasad dan ruh. Jasad sebagai kostum yang dikenakan manusia dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan ruh adalah energi yang menggerakkan jasad manusia. Dalang sebagai ruh dari Berokan harus memiliki kecakapan dalam bergerak, bertindak, dan berucap. Hal yang sama juga berlaku pada manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia harus memiliki keterampilan dalam berperilaku dan berkomunikasi agar kehidupannya berjalan dengan baik. Selain itu, manusia juga harus Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Moh. Fajrul Alfien. Slamet Subiyantoro. Nugraheni Eko Wardani memanfaatkan kesempatan hidupnya untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Sebab kehidupan di dunia ini sama seperti pementasan Berokan, akan berakhir saat dalang keluar dari kostumnya atau saat ruh tercabut dari jasadnya. Wajah Berokan dan Tingkah Lakunya Berokan Gambar 4. Berokan Menangkap Anak-anak(Sumber: Youtube Budaya Dermayu, 2. buaya atau macan. Rupa wajah tersebut menjadikannya terlihat menyeramkan dan ditakuti banyak orang, terutama anak-anak. Dalam salah satu prosesi pertunjukannya. Berokan akan mengejar dan menangkap anak-anak. Prosesi tersebut adalah upaya bagi Berokan untuk dapat awor atau berbaur dengan penonton. Kata sebagai menyatu atau berinteraksi dengan orang desa yang sering berbaur dan bahumembahu. Namun, karena bentuknya yang menyeramkan, penonton justru menghindar dan lari dari kejaran Berokan yang hendak Padahal, menyeramkan. Berokan memiliki sifat dan tingkah laku yang menghibur, dan bahkan pesan-pesan Hal ini bermakna bahwa dalam menilai dan memandang sesuatu, seseorang harus memiliki sudut pandang yang luas, tidak terjebak dengan wujud permukaan. Seseorang harus memiliki perspektif yang beragam agar dapat memandang segala sesuatu secara Bentuk dan wujud Berokan yang menyeramkan tidak lantas menjadikannya memiliki perilaku yang buruk. Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Bahan Karung Goni Kostum Berokan terbuat dari kulit kambing dan karung goni. Karung goni diyakini sebagai bagian dari simbol rakyat atau kerakyatan. Hal ini menegaskan bahwa Berokan merupakan kesenian yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, bukan bagian dari kesenian keraton atau Berbeda dengan kesenian keraton yang cenderung memiliki pakem, kesenian rakyat dapat mengalami perkembangan dan perubahan sesuai dengan interpretasi seniman dan pandangan masyarakat. Saat ini, sudah banyak ditemukan kostum-kostum Berokan yang berbahan selain karung goni seperti kain, dan bahan-bahan lainnya. Ekor Berokan Ekor Berokan terbuat dari kayu yang Kata AokayuAo berasal dari kata AohayyuAo yang memiliki arti Berokan merupakan kesenian yang di dunia. Bentuk ekor Berokan yang lurus merupakan pengingat bahwa manusia harus memiliki sikap dan perilaku yang tegak dan lurus pada kebenaran. Hal ini sejalan dengan Kesenian Berokan Indramayu: Asal-Usul. Makna Simbolik, dan Fungsi prinsip ajaran agama Islam yang menyatakan dan dipahami oleh masyarakat. Kesenian- bahwa kehidupan manusia harus senantiasa kesenian yang dimanfaatkan sebagai media berada di jalan yang lurus, yakni di jalan dakwah umumnya merupakan kesenian yang orang-orang yang taat dan patuh pada ajaran telah dikenal oleh masyarakat luas, seperti kesenian wayang kulit yang dimanfaatkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Hal yang sama Sesajian atau Sesuguhan Menyiapkan juga terjadi pada kesenian Berokan. Kesenian salah satu ritual yang dilakukan sebelum Barong atau Barongan diperkirakan telah ada sejak zaman Hindu-Budha. pertunjukan Berokan dimulai. Tuan rumah Berokan yang berkembang di Indramayu akan menyuguhkan beraneka ragam sesajian, dipercaya merupakan hasil dari Islamisasi seperti bubur merah dan bubur putih, kebudayaan yang dilakukan oleh Mbah Kuwu bekakak ayam, buah-buahan, dan bunga. Sangkan atau Walangsungsang. Berokan yang Sesuguhan tersebut dimaksudkan sebagai sebelumnya merupakan kesenian rakyat diberi bentuk penghormatan kepada para sesepuh sentuhan nilai-nilai islam dan dimanfaatkan yang dipercaya akan datang dan membantu sebagai media dakwah oleh Mbah Kuwu ketika dimintai pertolongan oleh dalang Sangkan. Dalam pertunjukannya. Berokan Berokan. Bunga tujuh warna memiliki akan melakukan monolog atau dialog dengan makna bahwa manusia harus senantiasa malim mengenai ajaran-ajaran agama islam seperti berbuat baik pada tetangga, menjaga kepada siapa pun. Bubur merah dan bubur kebersihan dan kesucian, dan berperilaku putih merupakan simbol dari darah merah Saat mayoritas masyarakat belum dan darah putih dalam tubuh manusia yang mengenal agama islam. Berokan tampil harus dijaga keseimbangannya agar manusia dengan gerakan-gerakan yang menyerupai gerakan salat, sehingga secara tidak langsung Bekakak ayam yang disajikan secara masyarakat awam dikenalkan dengan ritual utuh di atas nampan merupakan simbol dari peribadatan kaum muslim. Selain itu, tak kepasrahan kepada Tuhan. jarang pula Berokan akan melafalkan doa-doa keselamatan dan kebahagiaan yang ditujukan Fungsi Kesenian Berokan kepada Tuhan. Fungsi Religi Kesenian merupakan salah satu media Fungsi Didaktis yang digunakan para pendakwah untuk Berokan sebagai kesenian rakyat memiliki menyebarkan ajaran agama islam di tanah posisi yang strategis sebagai penyampai nasihat Jawa. Karena kepada anak-anak atau remaja. Umumnya, anak-anak dan remaja menyukai Berokan ajaran-ajaran karena tingkahnya yang lucu dan menghibur hendak disampaikan lebih mudah diterima sehingga mereka akan berkumpul dan datang Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Moh. Fajrul Alfien. Slamet Subiyantoro. Nugraheni Eko Wardani berduyun-duyun ketika pertunjukan Berokan dipanggil untuk melakukan pertujukan dan hendak dilaksanakan di suatu tempat. Selain melafalkan doa-doa keselamatan. berkeliling ke desa-desa untuk menggelar juga dipercaya oleh masyarakat Indramayu pertunjukan. Berokan juga biasanya mendapat undangan di berbagai macam acara seperti Berokan dianggap mampu menghilangkan acara pentas seni yang diselenggarakan oleh wabah yang tengah melanda suatu wilayah Karena pentunjukan dilaksanakan seperti wabah penyakit panas atau penyakit di sekolah. Berokan dapat menyesuaikan diri pusing dan flu. Saat suatu wilayah terkena dengan audiens yang didominasi oleh anak- wabah. Berokan akan dipanggil dan diminta anak seringkali Berokan akan menyampaikan menggelar pertunjukan di wilayah tersebut. nasihat-nasihat kepada peserta didik. Adapun Dalam proses pertunjukannya. Berokan akan nasihat yang disampaikan Berokan kepada melakukan kirab sawan . itual mengusir wabah anak-anak sebagai berikut. dengan bacaan doa-do. sebagai bagian dari AuHai bocah-bocah kabeh mene pada ngumpul, pada ngerongokaken Berokan pan ceramah. Hei bocah-bocah kabeh. Kari esuk pada mangkat sekolah. Ntas sekolah pada bantu wong tua. Sing wadon pada basuh piring lan bebasuh klambi. Jare malime kuh arane bantu wong tua. Aja kaya Barong, muter-muter saban lurung luruh seliter sampe gemeter, luruh sekati sampe kudu ati-ati. Ay AuHai anakanak, sini berkumpul, mendengarkan nasihat dari Berokan. Hai anak-anak, setiap pagi kalian harus rajin berangkat Setelah pulang sekolah kalian harus membantu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring dan pakaian. Begitulah nasihat dari orang-orang tua agar kita senantiasa membantu orang tua. Jangan seperti Barong . aca: say. , berkeliling kampung mencari makan sampai kecapaian. Oleh karena itu, kalian harus rajin belajar agar kelak menjadi orang yang sukses. Ay Berokan proses pengusiran wabah. Umumnya, dalang Berokan akan membaca jawokan atau mantra. Jawokan tersebut berisi doa-doa kepada Yang Maha Kuasa agar wabah yang sedang melanda suatu wilayah dapat segera hilang. Kemudian. Berokan akan melakukan ritual melemparkan bantal ke atas atap rumah warga. Dalam prosesi ini. Berokan akan masuk ke dalam salah satu rumah warga untuk mengambil bantal tidur. Berokan akan mengambil bantal tersebut dengan cara digigit. Setelah mendapatkan bantal. Berokan akan melemparkan bantal tersebut ke atas atap. Saat Berokan perkembangan pada fungsi sosialnya, dari yang dahulu dianggap sakral, sekarang telah menjadi seni pertunjukan yang bersifat Temuan yang sama juga terjadi Fungsi Sosial Masyarakat dianggap sakral, tetapi saat ini menjadi seni pertunjukan yang diperlombakan (Pasaribu pertunjukan yang tampil pada acara-acara et al. , 2. Masyarakat Indramayu saat ini tradisi seperti acara tradisi unjungan, sedekah menganggap Berokan sebagai salah satu bumi, atau hajatan. Pada acara-acara sosial kesenian yang sangat menghibur. Berokan kemasyarakatan. Berokan seringkali akan memiliki tingkah yang lincah, lucu, serta Indramayu tradisi Andung Toba yang dahulu Berokan Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Kesenian Berokan Indramayu: Asal-Usul. Makna Simbolik, dan Fungsi Penonton sering dibuat tertawa tetap berpedoman pada esensi kesenian oleh dialog-dialog yang dilakukan oleh tradisional yang memiliki makna dan fungsi Berokan. Berokan berbicara dan berdialog di kehidupan masyarakat Indramayu. menggunakan alat kecil yang dinamakan Makna simbolik yang terkandung dalam Alat tersebut dimasukkan ke mulut kesenian Berokan terdapat pada bentuk dalang sehingga setiap suara yang keluar fisik dan prosesi pertunjukannya. Bentuk dari mulut Berokan akan terdengar seperti ekornya yang lurus melambangkan jalan bunyi terompet. Bunyi slompretan inilah yang hidup manusia yang harus tetap berada menambah kesan lucu dari Berokan, sebab di jalan yang benar, bahan karung goni penonton merasa seperti sedang berdialog melambangkan bahwa Berokan merupakan dengan hewan. kesenian yang tumbuh dan berkembang di Dewasa ini, fungsi sosial kesenian tengah rakyat, bentuk wajah dan tingkah Berokan menjadi sangat terbatas hanya sebagai lucunya melambangkan keluasan perspektif sarana hiburan semata, bahkan pamor Berokan kalah dengan kesenian-kesenian lainnya. memandang segala hal, sesajian berupa bunga Padahal Berokan merupakan kesenian yang melambangkan manusia harus senantiasa di dalamnya mengandung nilai-nilai luhur. menebar wewangian atau kemanfaatan bagi Upaya pelestarian dan pengembangan seni sesama, hubungan antara dalang dengan pertunjukan telah dilakukan oleh Pemerintah Berokan melambangkan hubungan antara ruh Kota Surakarta yang mendukung pementasan dan jasad dalam diri manusia, dan pemilihan Wayang Orang Sriwedari dengan manajemen bantal dalam prosesi kirab sawan merupakan yang ditangani secara serius dan professional (Widyastitieningrum & Herdiani, 2. Maka, senantiasa menjaga kebersihan lingkungannya penting bagi para pemangku kepentingan, supaya tercipta kehidupan yang sehat. seniman, dan masyarakat untuk bekerja sama Kesenian Berokan juga masih memiliki dalam mengupayakan lestarinya kesenian ini. fungsi di tengah masyarakat hingga kini. Fungsi tersebut antara lain fungsi religius, fungsi didaktis, dan fungsi sosial. Meskipun SIMPULAN Berokan pada awalnya Berokan dikembangkan untuk kepentingan dakwah, tetapi saat ini fungsi telah berkembang sejak zaman Hindu-Budha. religius merupakan fungsi yang sudah mulai Setelah ajaran agama islam masuk ke tanah memudar dalam kesenian Berokan, sebab Jawa. Berokan diberikan sentuhan nilai-nilai Berokan lebih sering menggelar pertunjukan islam oleh para pendakwah di lingkungan untuk tujuan menghibur penonton semata. Cirebon untuk dijadikan sebagai media Sebagai kesenian rakyat. Berokan memiliki penyampai ajaran-ajaran agama. Berokan fungsi sosial seperti dimainkan di upacara telah berkembang sebagai kesenian rakyat tradisi dan acara hajatan, selain itu Berokan yang memiliki beragam interpretasi, tetapi juga dipercaya oleh masyarakat mampu Jurnal Panggung V35/N2/06/2025 Moh. Fajrul Alfien. Slamet Subiyantoro. Nugraheni Eko Wardani mengusir wabah dan hal-hal negatif lainnya. Fungsi didaktis dalam kesenian Berokan baru Grup AuSekar ArumAy di Desa Panjer akan nampak secara langsung ketika Berokan Kabupaten Musik Unnes, 6. , 1Ae12. https://doi. Fungsi Kesenian Kebumen. Jamjaneng Jurnal Seni pertunjukan di acara pentas seni sekolah. org/10. 15294/jsm. Hal ini menjadi saran bagi para pemangku Geertz. Tafsir Kebudayaan. Kanisius. pendidikan agar memanfaatkan kesenian Hafid. , & Raodah. Makna tradisional yang memiliki nilai-nilai luhur Simbolik Tradisi Ritual Massorong seperti Berokan untuk masuk ke sekola- Lopi-Lopi Oleh Masyarakat Mandar Di Selain sebagai upaya pelestarian Tapango. Kabupaten Polman. Provinsi kesenian tradisional, hal ini juga sebagai Sulawesi Barat. Walasuji: Jurnal Sejarah bagian dari alternatif pendidikan karakter Dan Budaya, 10. , 33Ae46. https://doi. berbasis kesenian tradisional bagi anak-anak org/10. 36869/wjsb. Hartono. Supriatna, & Gumelar. AuTolak BalaAy: Representasi Berokan sebagai Gagasan Karya Seni Gambar. Jurnal ATRAT, 8. , 45Ae55. https:// *** id/index. php/atrat/ article/view/1196/772 Hauser. The Sociology of Art. Transled DAFTAR PUSTAKA