831 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA PANTAI MAWUN DESA TUMPAK UNTUK MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN Lalu Ridho Abun Isnan1. Primus Gadu2. Uwi Martayadi3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1laluridho@gmail. com 2primus201@gmail. com & 3uwimartayadi@gmail. Article History: Received: 10-08-2025 Revised: 11-09-2025 Accepted: 14-09-2025 Keywords: Partisipasi Masyarakat. Objek Wisata. Pantai Mawun Desa Tumpak. Abstract: Pariwisata merupakan bagian dari sekolah industri di Indonesia yang prospeknya cerah, dan mempunyai potensi serta peluang yang sangat besar untuk dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu: Untuk mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan objek wisata Pantai Mawun. Desa Tumpak,Kecamatan Pujut. Lombok Tengah penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil daeri penelitian ini ada dua yaitu:Partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Pantai Mawun Desa Tumpak untuk mendukung pariwisata berkelanjutan berbentuk sumbangan pemikiran . de/gagasa. , keterlibatan dalam perencanaan program, penegelola keuangan, serta sumbangan materi dan tenaga. Faktor pendukung pengembangan objek wisata Pantai Mawun adalah kerjasama, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan dana dan rendahnya keterampilan PENDAHULUAN Pariwisata telah menjadi perhatian utama dunia, dengan fokus pembangunan destinasi kearah pembangunan pariwisata berkelanjutan, yakni pembangunan lebih berpusat pada berkelanjutan, yakni pengembangan lebih berpusat pada berkelansungan destinasi pariwisata, kepentingan masyarakat dan pengaruh lingkungan dimana destinasi tersebut berada. Salah satu wisata yang mencuri perhatian saat ini adalah wisata Pantai Mawun Kabupaten Lombok Tengah. Melalui prestasinya dalam memenangkan penghargaan dalam kategori pantai terindah pada tahun 2017. Pantai Mawun ini merupakan salah satu pantai yang berada di wilayah Desa Tumpak Kec. Pujut Lombok Tengah. Pantai ini merupakan dimana wilayahnya 50% sebagian besar tempat mata pencaharian penduduknya nelayan. Dengan semangat guna meningkatkan kondisi ekonomi warga Desa Tumpak melalui potensi Pariwisata, para pengurus Desa dan sebagian masyarakat yang peduli wisata, mebentuk perintisan pokdarwis Fajar Indah berkaitan dengan prestasi Pokdarwis Restu Bumi penulis ingin mengetahui lebih lanjut Partisipasi masyarakat utamnya dalam Pokdarwis pada pengembangan pembangunan destinasi Pantai Mawun (Amin. Pengelolaan obyek wisata pantai Mawun yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pantai Mawun masih sangat kurang dilihat dari kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Pantai Mawun tersebut. Sumber daya manusia di daerah wisata menjadi salah satu tolak ukur dari berkembang atau suatu objek wisata. Pada saat peneliti melakukan wawancara dengan Lalu Mustamin selaku warga desa tumpak yang tepatnya di pantai Mawun. Keberadaan wisata pantai Mawun memiliki potensi nilai keanekaragaman hayati laut, pegunungan, pasir putih yang menyerupai merica yang memiliki potensial untuk membangun wisata pantai yang indah. Pengeunjung yang datang dari daerah setempat tetapi berasal dari luar daerah bahkan luar negeri datang berkunjung untuk menikmati indahnya Pantai Mawun. Bahkan pada akhir pekan pengunjung yang datang 700-800 orang. Namun, ditengah keramean pengunjung yang datang ada beberapa kendala tetkait kendala yang dihadapi yaitu masih kurangnya sumber daya manusia di sekitar Pantai Mawun yang belum sadar akan adanya pariwisata, dikarenakan sebagian besar bekerja sebagai petani dan nelayan sehingga untuk obyek wisata masih sangat sedikit. Banyak upaya yang dilakukan oleh Pokdarwis selaku pengelola wisata, karena kurangnya suport dari masyarakat dalam pengelolaan wisata Pantai Mawunmaka tidak berjalan sesuai dengan rencana, sehingga perlu meningkatkan peran aktif partisipasi masyarakat di sekitar pantai Mawun (Amin. A 2. Dalam menelusuri pengembangan wisata pantai Mawun, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengangkat judul AuPartisipasi Masyarakat Dalam Penegmbangan Wisata Pantai Mawun Desa Tumpak Untuk Mendukung Pariwisata BerkelanjutanAy LANDASAN TEORI Pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism adalah sebuah konsep turunan dari konsep pembangunan berkelanjutan yang ada pada laporan World Commission on Environment and Development, berjudul Our Common Future . tau lebih dikenal dengan the Brundtland Repor. yang diserahkan ke lembaga PBB pada tahun 2010 (Mowforth dan Munt 2. Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu proses pembangunan yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan selanjutnya diwariskan kepada generasi mendatang. Pariwisata berkelajutan ini bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang sebagai pariwisata berkelajutan mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk menikmati alam beserta isinya. Pembangunan yang berkelanjutan pada hakekatnya ditujukan untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa mendatang. Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia (Salim, 2. Menurut Kementrian Lingkungan Hidup . ang pada dasarnya lebih berorientasi ekonom. dapat diukur keberlanjutannya berdasarkan tiga kriteria yaitu: Tidak ada pemborosan penggunaan sumber daya alam atau depletion of natural resources. Tidak ada polusi dan dampak lingkungan lainnya. Kegiatannya harus dapat meningkatkan useable resources ataupun replaceable resource. Senada dengan konsep tersebut. Sutamihardja . , menyatakan sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup pada upaya untuk mewujudkan terjadinya: Pemerataan manfaat hasil-hasil pembangunan antar generasi . ntergenaration equit. yang berarti bahwa pemanfaatan sumberdaya alam untuk kepentingan pertumbuhan perlu memperhatikan batas-batas yang wajar dalam kendali ekosistem atau sistem lingkungan serta diarahkan pada sumberdaya alam yang replaceable dan menekankan serendah mungkin eksploitasi sumber daya alam yang unreplaceable. Safeguarding atau pengamanan terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada dan pencegahan terjadi gangguan ekosistem dalam rangka menjamin kualitas kehidupan yang tetap baik bagi generasi yang akan datang. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam semata untuk kepentingan mengejar pertumbuhan ekonomi demi kepentingan pemerataan pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan antar generasi. Mempertahankan kesejahteraan rakyat . yang berkelanjutan baik masa kini maupun masa yang mendatang . nter tempora. Mempertahankan manfaat pembangunan ataupun pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang mempunyai dampak manfaat jangka panjang ataupun lestari antar generasi. Menjaga mutu ataupun kualitas kehidupan manusia antar generasi sesuai dengan habitatnya. Sedangkan pariwisata berkelanjutan sendiri adalah sebuah proses dan sistem pembangunan pariwisata yang dapat menjamin keberlangsungan atau keberadaan sumber daya alam, kehidupan sosial-budaya dan ekonomi hingga generasi yang akan datang. Intinya, pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang dapat memberikan manfaat jangka panjang kepada perekonomian lokal tanpa merusak lingkungan (Rina Kurniawati : 2. Dapat ditegaskan bahwa pariwisata berkelanjutan memberikan indikasi dalam operasionalnya tetap berjalan terus menerus yang disebabkan keindahan, keaslian alam, kelestarian habitat atau kelestarian bahkan perkembangan flora fauna terjaga dengan baik. Keberlanjutan tersebut akan semakin menguat dengan pengelolaan manajemen pariwasata dari pelaku ekonomi serta partisipasi masyarakat yang kuat dalam menjaga nilai dan budaya yang ada. Nilai dan keunikan destinasi wisata menjadi sangat penting, sehingga diperlukan upaya pemerintah, perilaku masyarakat dan aspek lainnya dalam menjaga, memelihara dan mengembangkan destinasi wisata. Pariwisata merupakan hal yang multiaspek, dapat dilihat pada definisi pariwsata. Dalam UU No. 10 Tahun 2009 pariwisata didefinisikan sebagai Auberbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerahAy . yat 3 pasal 1 UU No. 10 Tahun Dalam definisi tersebut dapat diidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, dalam makna aksi dan perolehan manfaatnya. Adapun wisata dimaknakan sebagai Aukegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementaraAy . yat 1 pasal 1 UU No. 10 Tahun 2. Mengacu pada makna ini, maka semestinya pariwisata tidak akan menghasilkan eksploitasi atas alam, manusia dan sumber daya, karena esensi manusia melakukan wisata untuk mengembangkan dirinya, menikmati alam, budaya dan nilai yang ada pada masyarakat yang dituju. Konteks perusakan atas manusia . ksploitasi perempua. , alam dan lainnya memberikan indikasi penyimpangan dari arti sebenarnya pariwisata. Peran wisatawan, masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah . usat dan daera. untuk menjaga makna dari pariwisata tersebut, sehingga berjalannya waktu daya tarik destinasi wisata tersebut semakin meningkat. Daya tarik wisata itu sendiri juga telah diberikan definisi, sehingga semua pihak dapat memberikan perhatian untuk pelestarian dan pengembangannya, yaitu Ausegala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawanAy (Ayat 5 pasal 1 UU No. 10 Tahun 2. METODE PENELITIAN Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis terkait peran kelompok Sadar Wisata dalam pemanfaatan potensi pantai Mawun sebagai daya tarik wisata desa Tumpak, dengan melakukan analisis terhadap potensi-potensi pantai Mawun kemudian melakukan analisis terhadap variabel a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 yang telah di tetapkan. Sehingga jenis penelitin kualitatif berhubungan dengan ide, potensi, pendapat atau kepercayaan yang di teliti kesemuanya yang tidak dapat diukur dengan angak (Basuki, 2. Sesuai dengan focus penelitian yaitu untuk medeskripsikan apasaja peran kelompok Sadar Wisata dalam pemanfaatan potensi sebagai daya tarik pantai Mawun dan juga melakukan analisis terhadap optimalisai peran kelompok sadar wisata dalam pemanfaatan potensi pantai Mawun sebagai dayatarik, maka peneliti menggunakan pendekata kulitatif dengan mendeskripsikan data yang peneliti peroleh sebagai hasil suatu penelitian. Dengan metode ini peneliti mendapat data secara utuh dan dapat dideskripsikan dengan jelas sehingga hasil penelitian ini benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan yang ada HASIL DAN PEMBAHASAN Ada beberapa bentuk partisipasi dalam pengembangan obyek wisata panta Mawun hasil penelitian yang peneliti dapatkan melalui wawancara diantaranya. Sumbangan pemikiran . de/gagasa. Dalam membangun dan mengembangkan suatu objek wisata, sangat diperlukan pemikiran . de/gagasa. Ide/gagasan ini yang akan menjadi kerangka dasar dalam pengembangan pariwisata. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Word Tourism Organization . yang menyatakan bahwa pada dasarnya prinsip pariwisata berkelanjutan mengacu pada dimensi lingkungan, ekonomi, serta social budaya dari pengembangan Diperlukan keseimbangan yang tepat diantara ketiga dimensi tersebut untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang. Oleh karena itu, dalam pengembangan wisata pantai Mawun partisipasi masyarakat dalam bentuk sumbangan pemikiran sangat diperlukan dalam rangka menjaga keseimbangan ketiga dimensi tersebut. Perencanaan Program Partisipasi masyarakat dalam perencanaan program sangat penting, menginggat apa yang direncanakan akan berdampak baik itu psitif mauoun negatif. Oleh karena itu masyarakat harus telibat dalam hal ini. Sebagaimana dijelaskan oleh Aziz. T (Magriati, 2. yang menyatakan bahwa partisipasi dalam tahap perencanaan merupakan tahap yang sangat penting karena merupakan awal yang bisa mempengaruhi hasil akhir . ahap-tahap berikutny. Dalam tahap perencanaan, orang sekaligus diajak untuk ikut membuat keputusa yang mencakup merumuskan tujuan, maksut, dan target. Pengelola Keuangan Pengelola keuangan sangat diperlukan dalam pariwisata. Apalagi obyek wisatanya masih dalam tahap pengembangan. Hal ini sangat diperlukan agar serkulasi uang yang ada diketahui kemana arahnya serta tidak menimbulkan kecurigaan dari masyarakat. Ketua Pokdarwis fajar Indah juga menjelaskan bahwa Au Kelompok Sadar Wisata inilah yang mengelola semua keuangan yang masuk di wisata Pantai Mawun. Setiap uang yang terkumpul digunakan ungtuk sarana dan perasarana di wiata seta memperbaiki fasilitas yang rusak di tempat wistaAy. Pengelola keuangan juga dimaksudkan agar kegiatan pariwista agar terus berlangsung, ini sangat relevan dengan apa yang dikemukakan oleh UNEP dan WTO . Menjelaskan bahawa salah satu dimensi dari pengembangan berkelanjutan yaitu economic sustainability, yang berarti memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat melalui kegiatan pariwisata dan yang terpenting adalah keberlansungan kegiatan pariwisata dan kemampuan pengelola untuk mempertahankan kegiatan agar terus berlangsung dalam jangka panjang. Sumbangan Materi a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Selain beberapa partisipasi masyarakat dalam pengembangan obyek wisata di atas, ada juga partisipasi masyarakat dalam bentuk sumbangan materi. Namun, dalam hal ini masyarakat hanya membantu semampunya saja. Sebagai mana hasil wawancara yang disampaikan kepala desa Tumpak yang menyatakan bahawa Auwisata pantai Mawun ini dirintis oleh Pemerintah Desa bersam Pokdarwis serta warga. Mereka mereka secara bahu-membahu menata kawasan itu dengan menyiapkan kazebo/berugak. Aukami merintis tempat wisata ini bersama Warga dan Pokdarwis, mulai dari penataan kazebo/berugak. Pembahasan pendukung dan penghambat dalam menyusun perencanaan pengembangan wisata Pantai Mawun Faktor Pendukung Dalam Menyusun Perencanaan Pengembnagn Wisata Pantai Mawun. Pengembangn sebuah wisata tentu tidak lepas dari faktor pendukung dan Demikian pula halnya dengan wisata Pantai Mawun adalah kerjasama masyarakat yang masih kuat. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan olek kepala Desa Tumpak bahwa wisata Pantai Mawun ini dirintis oleh pemerintah desa besama Pokdarwis serta warga. Mereka secara bahu-membahu menata kawasan ini dengan meyiapkan kazebo/berugak dan tempat bersantai. Kami mulia dari penataan, menyediakan tempat wisata beristirahat dan tempat bersantai. Kejasama masyarakat dapat mewujutkan terciptany pengembangan-pengembangan wisata Pantai Mawun. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Noor & Pratiwi . bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan memiliki tiga indikator, salahsatunya adalah respon masyarakat terhadap permasalahan lingkungan. Respon masyarakat yang dimaksudkan disini tidak hanya terbatas masalah lingkungan, tetapi lebih dari itu dalam hal pengembangan pariwisata khususnya di pantai Mawun masyarakat juga perlu merespon dengan melakukan hal-hal positif seperti bekerjasama bergotong-royong untuk pengembngan wista Pantai Mawun. Faktor Penghambat Dalam Menyusun Perencanaan Pengembnagn Wisata Pantai Mawun. Pengembangan wisata pasti pasti tidak lepas dari faktor penghambat, demikian pula halnya dengan wisata pantai Mawun. Ada beberapa hal yang menjadi faktor penghambatnya Redahnya pendidikan formal masyarakat sekitar obyek wisata pantai Mawun sehingga tidak memiliki kemampuan yang cukup tentang usaha menjalankan pariwisata. Sehingga pariwisata pantai mawun hanya dapat dinikmati oleh masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dibidang pariwisata. Kuranganya pengetahuan masyarakat di bidang ini sehingga menghambat perkembangan masyarakat untuk dapat bersaing dengan orang yang berasal dari luar. Hal ini terjadi sebagai akibat dari sedikitnya kesadaran masyarakat terhadap pariwisata pantai Mawun. Tidak adanya lahan yang dimiliki oleh masyarakat untuk membuka usaha-usaha dibidang pariwisata seperti Hotel. Restoran, villa karena semua tanah yang ada di kawasan pantai mawun sudah dikuasai oleh suatu orang pengembang. Kurangnya modal yang dimiliki oleh masyarakat sekitar untuk membuka usaha yang lebih baik dibidang pariwisata sehingga masyarakat hannya mengandalkan usaha yang sederhana berupa warung untuk berjualan untuk berjualan kebutuhan sehari-hari wisatawan berupa makanan dan minuman serta makanan ringan. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Terlalu banyak permasalahan tanah yang ada di sekita kawasan pariwisata pantai Mawun sehingga proses pengembangan masih lambat dan hanya terpusat pada wilayah pesisir pantai mawun dan wilayah-wilayah diluar kawasan pantai mawun. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan yang telah penulis lakukan, maka kesimpuan dari penelitian ini adalah: Partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata pantai Mawun Desa Tumpak berbentuk sumbangan ide atau sumbangan pemikiran atau gagasan, keterlibatan dalam perencanaan program, pengelola keuangan, serta sumbangan materi dan tenaga. Faktor pendukung pengembangan objek wisata Pantai Mawun adalah kerja sama, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan dana dan rendahnya keterampilan masyarakat. SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas, maka disarankan agar pemerintah daerah setempat khususnya dinas pariwisata untuk mengoptimalkan penyediaan fasilitas dalam pengembangan pariwisata guna menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara, sehingga kawasan pantai Mawun, tidak hanya ramai pengunjung pada saat hari libur saja tetapi juga hari-hari biasa. Pengembangan kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan secara berkala dengan tujuan untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sesuai denagan kebutuhan dunia pariwisata. Haltersebut dapat berguna dalam peningkatan produk baru dan profesionalisme keja para kawasan pariwisata pantaiMawun. DAFTAR PUSTAKA