Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pengembangan Website Desa sebagai Sistem Informasi dan Inovasi di Desa Indu Makkombong. Kabupaten Polewali Mandar Wandi Abbas*1. Sutrisno2 1Hubungan Internasional. FISIP. Universitas Sulawesi Barat. Indonesia 2Pendidikan Fisika. FKIP. Universitas Sulawesi Barat. Indonesia *e-mail: wandi@unsulbar. id1, sutrisno@unsulbar. Abstrak Pada era globalisasi dan otonomi daerah, desa merupakan bagian yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan dan bersetuhan langsung dengan masyarakat terutama dalam pelayanan publik. Masalah yang timbul dan dihadapi di desa Indu Makkombong adalah minimnya fasilitas dan tingkat keterampilan aparatur desa dengan tuntutan masyarakat yang lebih dinamis serta sistem pengelolaan arsip masih bersifat konvensional. Salah satu bentuk transformasi dari pengelolaan dan pelayanan ialah dengan pemanfaatan media informasi dan teknologi berupa pengelolaan website yang dapat digunakan sebagai media sumber informasi dan inovasi desa. Tujuan pelaksanaan program ini adalah menyediakan media untuk mempublikasikan segala potensi yang dimiliki desa Indu Makkombong, tertatanya pengelolaan administrasi yang telah berbasis digital, meningkatnya kemampuan dan keterampilan apartur desa, membangun media inovasi desa, meningkatkan kualitas pengelolaan website desa serta memberikan solusi kepada kelompok masyarakat terhadap pelayanan administrasi desa sebagai suatu media inovasi di desa Indu Makkombong. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode observasi wilayah, identifikasi, penetuan tujuan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapau hasil dari Pelaksanaan kegaitan ini meliputi. pembuatan website desa, mengadakan pelatihan untuk pengelola website seat dilakukan pendampingan oleh pelaksana kepada administrator pengelola terkait cara pengaplikasian dan penggunaan website desa. Kata kunci: E-governmen. Indu Makkombong. Inovasi Desa. Sistem Informasi. Website Desa Abstract In the era of globalization and regional autonomy, the village is a very important part of determining the success of development and in direct contact with the community, especially in public The problems that arise and are faced in the Indu Makkombong village are the lack of facilities and the skill level of the village apparatus with the demands of a more dynamic community and the archive management system is still conventional. One form of transformation of management and service is the use of information and technology media in the form of website management that can be used as a medium for village information and innovation sources. The purpose of implementing this program is to provide media to publish all the potentials of the Indu Makkombong village, to organize digital-based administrative management, to increase the capabilities and skills of village apparatus, to build village innovation media, to improve the quality of village website management and to provide solutions to community groups for village administration as an innovation medium in Indu Makkombong village. This service activity is carried out using the method of regional observation, identification, goal setting, implementation, and The results of the implementation of this activity include. making village websites, holding training for website seat managers, mentoring by implementers to management administrators regarding how to apply and use village websites. Keywords: E-government. Indu Makkombong. Information Systems. Village Innovation. Village Website PENDAHULUAN Sistem teknologi informasi pada era globalsisasi menjadi sesuatu yang penting dan menjadi salah satu penunjang kebutuhan dan kehidupan manusia. Teknologi informasi saat ini sudah banyak merambat menjadi medium yang digunakan orang untuk melakukan kegiatan seperti transaksi, komunikasi, diskusi, maupun sebagai wadah penyedia informasi (Muharam & Persada, 2. Pada hasil survei Pengguna Internet Indonesia 2019-2020 menunjukkan bahwa saat ini penetrasi pengguna internet Indonesia berjumlah 73,7 persen, naik dari 64,8 persen dari P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. tahun 2018 . id, 2. Internet merupakan salah satu media informasi yang paling efektif untuk penyebaran informasi. Inptruski Presiden tahun 2003 menginstruksikan kepada instansi-instansi pemerintah untuk mengimplementasikan sistem e-government bagi pelayanan Hadirnya internet memudahkan ruang dan jarak dalam berkomunikasi. Seperti yang digambarkan oleh McLuhan dalam Understanding Media . sebagai kampung global . lobal villag. , dimana masyarakat berinteraksi dan dibentuk oleh teknologi elektronik di dunia semakin mengerut. Internet dapat digunakan untuk pemecahan masalah yang melibatkan komunitas atau masyarakat. Salah satu terobosan dalam kebijakan tentang desa adalah terbukanya peluang pengembangan sistem informasi manajemen berbasis teknologi informasi pada tingkat desa. Hal tersebut menggembirakan walau pada praktiknya pengembangan website pada organisasi pemerintahan daerah Indonesia masih menghadapi kondisi yang berbeda-beda (Hutagalung. Utoyo, & Mulyana, 2. Ada daerah yang masih sangat ketinggalan dalam hal penggunaan teknologi informasi, bahkan ada yang hingga sekarang belum memiliki situs website (Eprilianto et al. , 2. Dengan diberlakukannya Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, maka menjadi peluang yang sangat besar bagi setiap desa yang ada di Indonesia untuk bisa mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya secara mandiri sesuai kebutuhan masingmasing dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat. Pengaturan desa antara lain bertujuan mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa guna kesejahteraan bersama, serta memajukan perekonomian masyarakat desa serta mengatasi kesenjangan pembangunan nasional (UU nomor 6 th 2014 pasal . Namun saat ini masih sangat sedikit desa yang mampu mengembangkan potensinya. Rendahnya kreatifitas sumber daya manusia di desa sebagai akibat dari sistem pembangunan yang bersifat sentralistik pada masa lalu mengakibatkan banyak potensi dibiarkan terbengkalai tidak dikembangkan untuk sumber kemakmuran masyarakat (Sutrisno & Trisnawarman, 2. Desa Indu Makkombong merupakan salah satu desa di kabupuaten polewali mandar yang hingga saat ini belum memiliki website resmi desa. Padahal desa tersebut memiliki potensi yang baik seperti pada bidang industri batu merah, pertanian dan perkebunan. Hal tersebut tentunya dapat berkembang dengan baik jika potensi tersebut dapat dikelola dengan baik yakni dengan mengintegrasikan pada pemanfaatan teknologi dan informasi melalui pembuatan dan pemanfaatan website desa. Selain itu pelayana yang dilakuakn oleh desa kepada masayarakat selama ini masih bersifat konvensional. Dalam wawancara pendahuluan dengan Kepala Desa . April 2. , diketahui jika kondisi tersebut diakibatkan ketiadaan sumber daya manusia yang ahli dan juga belum dipahaminya konsep website secara utuh oleh aparat desa, sehingga masih muncul anggapan hal tersebut tidak diperlukan. Namun pihak desa merasa hal tersebut tetap diperlukan, mengingat desa saat ini harus mampu memaksimalkan potensinya sendiri dan website bisa menjadi alat guna tujuan tersebut. Dapat kita pahami jika penerapan website dimaksudkan sebagai upaya aparatur pemerintah desa untuk mengembangkan penyelenggaraa kepemerintahan yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien (Nabilah, 2. Salah satu contoh bentuk efisiensi dari penerapan website yakni penggunaan waktu yang lebih singkat dan terciptanya transaksi antara pemerintah dengan masyarakat dengan biaya yang lebih rendah (Wijayati et al. , 2. Konsep website yang diterapkan di desa Indu Makkombong tentunya bertujuan memudahkan akses terhadap informasi desa dan dapat menjadi media inovasi desa secara efektif dan efisien. Hal ini diperlukan mengingat dinamisnya gerak masyarakat pada saat ini, sehingga pemerintah harus dapat menyesuaikan fungsinya dalam negara, agar masyarakat dapat menikmati haknya dan menjalankan kewajibannya dengan nyaman dan aman, yang kesemuanya itu dapat dicapai dengan pembenahan sistem dari pemerintahan itu sendiri, dan website adalah salah satu caranya (Harahap, et al. , 2. Persoalan utama yang dapat disimpulkan dari kondisi desa tersebut adalah persoalan kapasitas, dalam hal ini adalah kapasitas sumber daya manusia, sarana, pelayanan. Kapasitas adalah adanya unsur kemampuan atau keberdayaan dari pemerintah setempat dalam mewujudkan website menjadi kenyataan (Hutagalung, 2. Setidaknya teridentifikasi tiga hal P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. minimum yang paling tidak harus dimiliki oleh pemerintah sehubungan dengan elemen ini, yaitu: . Ketersediaan sumber daya yang cukup untuk melaksanakan berbagi inisiatif website, terutama yang berkaitan dengan sumber daya, . Ketersedaan infrastruktur teknologi informasi yang memadai karena fasilitas ini merupakan 50% dari kunci keberhasilan penerapan konsep website . Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan agar penerapan website dapat sesuai dengan asas manfaat yang diharapkan (Fattah, 2. Persoalan kapasitas merupakan persoalan fundamental saat berbicara tentang pemerintahan, termasuk adalah pelayanan masyarakat. Berkualitas atau tidaknya pengelolaan pemerintahan dan pelayanan masyarakat akan ditentukan oleh aspek kapasitas yang dibangun oleh para stakeholder. Tantangan inovasi pada lingkup desa semestinya bisa dimanfaatkan melalui penguatan kapasitas tersebut (Henriyani, 2. Kuatnya kapasitas pengelola dan masyarakat nantinya dapat berdampak kepada inovasi yang sejalan dengan kebutuhan mereka (Nurgiarta & Rosdiana, 2. Berawal dari identifikasi yang telah dilakukan, maka dirasakan perlu dilaksanakan kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas operator desa, pengelola dan masyarakat desa dalam memanfaatkan dan mengembangkan kemanfaatan website yang sudah ada di desa mereka menjadi lebih memiliki nilai manfaat yang optimal (Nugroho. Soedijono, & Amborowati. , 2. Konsisten dengan identikasi persoalan prioritas tersebut, kebutuhan mitra guna mengatasi masalah tersebut berupa kegiatan pelatihan-pelatihan yang bersifat meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya serta ketersediaan perangkat kelembagaan, seperti program kerja dan Pedoman Kerja yang dapat menunjang efektifitas pengelolaan website pemerintah desa. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui program ini adalah sebagai berikut: . Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun media inovasi desa sehingga mampu menjadi penghantar bagi pengembangan potensi desa, . Meningkatkan kualitas pengelolaan website desa, sehingga menaikkan nilai informasi yang tersedia guna kemanfaatan potensi desa, . Memberikan solusi kepada kelompok masyarakat terhadap kendala lemahnya kapasitas pengelolaan website desa sebagai suatu media inovasi, (Hutagalung, 2. METODE Pelaksanaan pengabdian dilakukan selama 6 bulan (Mei Ae November 2. , yang terdiri dari observasi wilayah, identifikasi, penetuan tujuan, pelaksanaan dan evaluasi. Susunan tim pelaksana terdiri dari 4 orang, yang terdiri dari 2 tenaga dosen yang bertugas untuk melakukan observasi, survei lokasi pengabdian, mengumpulkan data profil desa, penadampingan pembuatan konten website, melatih para staf dan aparat desa, dan menyusun laporan pengabdian, yang dibantu oleh 2 mahasiswa dalam proses pembuatan website dan melatih admin desa. Selain itu akan dibantu oleh 2 orang narasumber dalam pembuatan, pengenalan dan pengelolaan/penggunaan website desa. Adapaun tahapan metode pelaksanaan secara ringkas dapat dilihat pada Gambar 1 berikut: Gambar 1. Tahapan Metode Pelaksanaan Observasi Observasi merupakan salah satu alat penting untuk pengumpulan data dalam sebuah Observasi berarti memperhatikan fenomena di lapangan melaui kelima indera P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. peneliti yang seringkali dengan instrument atau perangkat, dan merekamnya untuk tujuan ilmiah (Creswell, 2. Yang menjadi subjek observasi pada pengabdian masyarakat ini adalah desa Indu Makkombong. Observasi dilakukan secara langsung oleh tim pelaksana ke desa Indu Makkombong terkait dengan pemanfaata teknologi dan informasi desa. Identifikasi Identifikasi dilakukan dengan teknik wawancara langsung namun sifatnya tidak terstruktur kepada aparat desa. Dalam pengabdian ini pelakasana menggunakan langkah wawancara yakni. menentukan pertanyaan riset yang bersifat terbuka yang akan dijawab dalam wawancara tersebut, mengidentifikasi mereka yang akan diwawancarai yang dapat menjawab pertaanyaan wawancara dengan baik dalam hal ini kepala desa dan aparat desa sebagai subjek pengabdian, menentukan tipe wawancara yang praktis yang dapat menghasilkan informasi yang dapat menjawab pertanyaan wawancara, serta menrancang dan menggunakan protokol wawancara atau panduan wawancara (Creswell, 2. Dari hasil wawancara akan didaptkan hasil dari objek pengabdian masyarakat ini yaitu pengembangan pada website sebagai system informasi dan inovasi desa. Penentuan Tujuan Dari hasil yang didapatkan saat observasi hingga identifikasi, dapati diambil kesimpulan bahwa desa Indu Makkombong membutuhkan media yang dapat digunakan sebagai saran dalam penyebaran informasi dan inovasi desa. Hal yang dapat diimplemetasikan ialah pembuatan dan pemanfaatan website desa yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan berabagai permasalahan desa dalam bidang teknologi dan informasi. Pelaksanaan Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan 5 tahapan yakni. Sosialisasi kegiatan, pengumpulan data profil desa, pembuatan website, pelatihan admin penggunaan website dan pendampingan penggunaan website sebagai media informasi dan inovasi desa Indu Tahapan pembuatan website akan dilakukan oleh narsumber, kemudian tahapan pelatihan akan dilakukan oleh pelaksana pengabdian kepada aparat desa sebagai pengelolaan dan penggunaan website desa nantinya. Adapun proses tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian dapaat dilihat pada Gambar 2 berikut: Gambar 2. Proses Tahapan Pelaksanaan Pengabdian Pelatihan admin penggunaan Website Pelatihan admin dan penggunaan website, dilakukan di kantor desa Indu Makkombong dengan melatih 4 orang administrator desa. Untuk memudahkan proses pelatihan, para admin diberikan modul sebagai panduan penggunaan website, seperti menambah dan mengubah slider web, informasi, berita serta agenda website serta pengelolaan akun sosial media desa. Pendampingan penggunaan Pendampingan dilkaukan oleh tim pelaksana pengabdia sebagai bentuk control terhadap peggunaan website desa. Hal ini dilkaukan untuk mengetahui pemahaman para administrator website dalam pengelolaan website desa. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Evaluasi Tahapan terakhir dari kegiatan pengabdian yaitu evaluasi, sebagai dasar untuk melakukan perbaikan pada proses pengabdian yang sedang berjalan dan perbaikan untuk kegiatan pengabdian yang akan datang. Kegiatan evaluasi yang dilakukan di antaranya menyediakan daftar hadir bagi para tim pengabdi dan aparat desa, daftar data-data atau informasi yang dibutuhkan sebagai konten website, serta melakukan koordinasi dengan para pejabat desa sebagai monitoring kegiatan pengabdian. Hasil evaluasi pengabdian dituliskan dalam laporan pengabdian yang dapat menjadi dasar untuk perbaikan kegiatan pengabdian (Muharam & Persada, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Soslialisasi Kegiatan Sosialisasi kegiatan pengabdian, bertujuan untuk memberitahukan kepada mitra pengabdian tentang kegiatan pengabdian, waktu dan jadwal pengabdian yang dilaksanakan selama 6 bulan, kegiatan-kegiatan yang dilakukan seperti pengumpulan data profil desa, pelatihan penggunaan website, pelatihan penggunaan dan pendampingan. Sosialisasi ini dilaksanakan di kantor desa mitra, desa Indu Makkombong selama satu hari, yang dihadiri oleh aparat desa dan tim pelaksana pengabdian. Merujuk pada Gambar 3 bahwa tahapan awal pelaksanaan kegiatan ini ialah dimulai dengan diadakannya pembukaan program pengabdian. Adapaun peserta yang hadir dan terlibat diantaranya: pemerintah desa Indu Makkombong selaku mitra utama pengabdian, baik Kepala Desa, kepala Dusun. Staf. Selain itu juga hadir perwakilan Karang Taruna. Masyarakat umum, tokoh agama serta pemuda pemerhati desa. Gambar 3. Pembukaan Program Pengabdian Masyarakat Pengumpulan Data Profil Desa Pengumpulan profil desa sebagai bahan informasi atau konten dari website, data yang berhasil dikumpulkan seperti visi dan misi, letak geografis, demografi desa, struktur organisasi, serta potensi desa. Berbagai Informasi tersebut akan menjadi bagian dari konten yang ditampilkan pada website desa. Proses ini dilakukan selama 1 bulan. Pembuatan Website Pembuatan website dengan memanfaatkan platform Framework Codeigniter. Codeigniter adalah framework yang dikembangkan pada bahasa pemrograman PHP. Code Igniter bersifat Open-Source yang banyak digunakan oleh para developer dalam mengembangkan website yang Code Igniter mengikuti pola kode MVC/Model. View dan Controller . id, 2. Beberapa langkah yang dilakukan untuk membuat website, sebagai berikut: Membuat hosting dan Domain Pembuatan Hosting dan domain dilakukan dengan cara login pada lama website dengan memasukkan username dan password yang telah dibuat pada langkah sebelumnya. Pengelolaan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. profil dilakukan pada bagian toolbar, serta pemberitahuan dan notifikasi juga tersedia pada bagian ini. Menu navigasi digunakan untuk menerbitkan website, menggunggah media, menambah halaman, mengelola komentar, mengganti tema, memasang plugin dan mengganti pengaturan webiste. Menu area kerja utama digunakan untuk menampilkan jumlah artikel yang telah diterbitkan, halaman, komentar, versi website yang digunakan, informasi singkat tentang post dan komentar dan berita terbaru dari website. Mengatur Tampilan depan Website Merujuk pada Gambar 4 tampilan dashboard website Desa Indu makkombong berisi beberapa sub menu dan item: diantaranya Home. Profil Desa (Pemerintahan Desa. Wilayah Desa. Potensi Desa dan Permusyawaratan Desa. Program (SDGs Desa. Desa Membangu. LKMD (Kararang Tarunda. PKK). Perpustakaan Desa. Layanan (Informasi Pendidikan. Kesehatan dan Pertania. Dokumen (Data Desa, persurata. serta Kontak (Alamat, telefon, social media, dan Emai. Gambar 4. Tampilan halaman depan Website Desa Indu Makkombong Mengelola Dashboard Website Merujuk pada Gambar 5 Pengelolaan website pada tahap awal ialah dengan menampilakn dan membagikan informasi terkait kegiatan yang dilakuakn oleh desa indu Makkombong. Selain itu, pada tahap pengelolaan website juga dilakukan aktivitas berupa memberikan layanan online kepada masyarakat. Seperti mislanya pengajuan persuratan yang dilakaukan via online. Hal ini tentunya agar mmeudahkan masyarakat dalam pelayanan yang bersifat efektif dan efisien. Gambar 5. Tampilan halaman Berita dan Aktivitas Desa Indu Makkombong P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pelatihan dan Pendampingan Admin Website Desa Merujuk pada Gambar 6 merupakan proses pelatihan yang dilakukan oleh tim kepada operator dan administrator website di desa Indu Makkombong. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tata kelola website desa kepada para operator. Pengelolaan website kedepannya akan sepenuhnya dilakukan oleh administrator website desa. Namun tim akan tetsap melakukan pemantauan jika terjadi problem pada website desa kedepannya. Gambar 6. Pelatihan admin Pengelola Website Aparat Desa Dampak bagi Mitra Dari hasil kegiatan yang dilakukan bersama mitra, bahwa implementasi konsep egoverment menjadi lebih kompleks, karena pada saat yang bersamaan menstandarkan prosedur manual, dan sekaligus mengeletronikkannya. Dalam hal pelayanan informasi, maka otomasi dan sistem pelayanan dapat disatukan dalam satu kesatuan pemahaman dan bahasan (Prasojo Tuntutan bahwa e-goverment adalah sesuatu yang telah ada itu perlu dilakukan dengan lebih eifisien, lebih efektif, lebih murah, lebih cepat, lebih baik, lebih nyaman, dan lain-lain. Perwujudan dari tuntutan dan inisiatif itu adalah dengan menggunakan sarana eletronik, yakni komputer yang dikombinasikan dengan teknologi informasi dan komunikasi, bukan latah, tetapi adalah satu kebutuhan. Adapun dampak yang diperoleh oleh mitra dalam kegiatan ini khususnya bagi pemerintah desa dan masyarakat desa ialah sebagai berikut . id, 2. Memberikan dorongan bagi peningkatan pemanfaatan teknologi infromasi pada lingkungan pemerintah desa secara maksimal. Menyediakan sarana pelaporan yang berbasis online mengenai proses dan hasil pembangunan di desa. Menyediakan sarana komunikasi dan juga informasi kepada masyarakat Menyediakan Sumber data dan informasi lengkap tentang desa Sebagai media penyimpanan data penting tentang desa Pelayanan Administrasi: olah data dan dokumen Pengelolaan Pengaduan Masyarakat: formulir online di website desa. SMS gateway, media Pengelolaan Informasi. Penyuluhan kepada masyarakat. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian dilkuakan agar dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya serta ketersediaan perangkat kelembagaan, seperti program kerja dan pedomankKerja yang dapat menunjang efektifitas pengelolaan website di sebuah pemerintah desa yakni desa indu Makkombong. Dalam pengabdian ini tentunya juga dapat membangun media inovasi desa sehingga mampu menjadi penghantar bagi pengembangan potensi desa. Meningkatkan kualitas P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. 2 Maret 2022. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. pengelolaan website desa, sehingga menaikkan nilai informasi yang tersedia guna kemanfaatan potensi desa, dan memberikan solusi kepada kelompok masyarakat terhadap kendala lemahnya kapasitas pengelolaan website desa sebagai suatu media inovasi. UCAPAN TERIMA KASIH Terimkasih penulis haturkan kepada berbagai pihak yang telah mensupport pengabdian ini hingga berjalan dengan maksimal. Terimkasih kepada pemerintah Desa Indu Makkombonng dan Lembaga Penelitian. Pengabdian dan Penjaminan Mutu Universitas Sulawesi Barat atas dukungan dan kerjasmanya selama pengabdian ini dilaksanakan. DAFTAR PUSTAKA