Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi https://journal. id/index. php/ABDIKAN ISSN 2828-4526 (Media Onlin. | ISSN 2828-450X (Media Ceta. Vol. 4 No. 3 (Agustus 2. 212-219 DOI: 10. 55123/abdikan. Submitted: 12-06-2025 | Accepted: 14-07-2025 | Published: 10-08-2025 English for Digital Workforce: Pelatihan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa dalam Dunia Kerja Digital Sitti Suharni1. Prisma Yunia Putri2. Khairunnisa Noviantari3. Rika Ilma Putri4. Made Dewi Purnami5 1,2,3,4,5 Politeknik Negeri Lampung. Indonesia Email: 1suharni. sitti@polinela. id, 2prisma. putri@polinela. id, 3khairunnisanoviantari@polinela. rikailmaputri@polinela. id , 5madewip@polinela. Abstract This English language training program was designed in response to the increasing demand for global workforce readiness in the digital era, where English proficiency is a key skill for professional The training was conducted offline on May 16, 2025, at SMK Negeri 4 Bandar Lampung, involving six mentoring lecturers and 35 student participants. The main objective of the activity was to equip students with basic knowledge of the importance of English in the digital work environment and to introduce strategies for developing English skills for professional purposes. The training employed interactive lectures, group discussions, and Q&A sessions. The program was divided into three main sessions: . an introduction to the digital job market and the urgency of English language mastery, . strategies for learning English for workplace needs, and . an overview of overseas work and study Based on the preliminary survey, most students had limited understanding of the significance of English proficiency in a global context. However, post-training evaluations revealed a significant improvement in studentsAo knowledge, enthusiasm, and active participation, especially during discussion The program is expected to serve as an initial step in raising awareness and preparing young generations to face global challenges with confidence, adaptability, and linguistic competence. Furthermore, this training provides a foundation for future, more intensive programs aimed at enhancing vocational studentsAo readiness for the digital job market. Keywords: English for Work. Vocational High School. Digital Workforce. Abstrak Pelatihan keterampilan bahasa Inggris ini dirancang sebagai respon terhadap tantangan dunia kerja global yang kian terdigitalisasi dan membutuhkan kompetensi bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, sebagai alat komunikasi profesional. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada tanggal 16 Mei 2025 di SMK Negeri 4 Bandar Lampung dan melibatkan enam dosen pendamping serta 35 siswa peserta pelatihan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membekali siswa dengan pengetahuan awal mengenai pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam dunia kerja digital serta memperkenalkan strategi dasar pengembangan keterampilan bahasa Inggris untuk keperluan profesional. Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab. Kegiatan dibagi menjadi tiga sesi utama: . pengenalan dunia kerja digital dan urgensi penguasaan bahasa Inggris, . strategi pembelajaran bahasa Inggris untuk kebutuhan kerja, dan . pengenalan terhadap peluang kerja dan studi lanjut di luar negeri. Berdasarkan hasil survei awal, mayoritas peserta belum memahami pentingnya peran bahasa Inggris dalam persaingan Namun, hasil evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman, antusiasme, dan partisipasi siswa, khususnya dalam sesi diskusi. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran dan kesiapan generasi muda untuk menghadapi tantangan global secara adaptif, percaya diri, dan kompeten secara linguistik. Selain itu, pelatihan ini juga dapat menjadi pondasi untuk program lanjutan yang lebih intensif dan berkelanjutan dalam mendukung kesiapan kerja siswa SMK di era digital. Kata Kunci: Bahasa Inggris untuk Dunia Kerja. Sekolah Menengah Kejuruan. Dunia Kerja Digital. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Sitti Suharni1. Prisma Yunia Putri2. Khairunnisa Noviantari3. Rika Ilma Putri4. Made Dewi Purnami5 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 212 Ae 219 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah lanskap dunia kerja secara global. Munculnya berbagai jenis profesi berbasis digital seperti digital marketer, data analyst, content creator. UX writer, hingga virtual assistant menciptakan tuntutan baru terhadap keterampilan yang harus dimiliki oleh generasi Salah satu keterampilan yang menjadi sorotan utama dalam menghadapi era ini adalah penguasaan bahasa Inggris. Bahasa Inggris tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi internasional, tetapi juga menjadi prasyarat dalam berbagai aspek dunia kerja, mulai dari komunikasi lintas negara, pemahaman terhadap dokumen dan perangkat digital, hingga peningkatan daya saing dalam rekrutmen tenaga kerja Penelitian yang dilakukan oleh EF English Proficiency Index . menunjukkan bahwa negaranegara dengan tingkat penguasaan bahasa Inggris yang tinggi cenderung memiliki tingkat partisipasi ekonomi digital yang lebih baik. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) masih memiliki keterbatasan dalam memahami pentingnya bahasa Inggris dalam konteks kerja Bahasa Inggris masih dianggap sebagai mata pelajaran akademik semata, bukan sebagai keterampilan hidup yang fungsional untuk dunia profesional. Minimnya informasi mengenai jenis pekerjaan digital dan keterampilan bahasa yang dibutuhkan juga menjadi salah satu penyebab rendahnya kesiapan siswa menghadapi dunia kerja global. Perkembangan dunia kerja yang dipengaruhi transformasi digital menuntut generasi muda menguasai bahasa Inggris sebagai keterampilan utama untuk bersaing secara global. Bahasa Inggris kini menjadi alat komunikasi utama di berbagai konteks profesional, khususnya di lingkungan kerja digital yang cepat dan lintas negara. Harding et al. menemukan bahwa mahasiswa non-penutur asli sering merasa kurang percaya diri menghadapi tantangan digital, sementara penguasaan bahasa Inggris mempermudah pemahaman teknologi dan adaptasi pada perubahan. Mereka menegaskan bahwa literasi digital tidak dapat dipisahkan dari kemampuan bahasa Inggris. pelatihan yang menggabungkan keduanya terbukti meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Dalam dunia bisnis, keterampilan berbicara dan menulis bahasa Inggris sangat penting. Penelitian Ozkan-Ozen & Kazancoglu . menunjukkan bahwa mayoritas kegiatan bisnis digital seperti presentasi, laporan, negosiasi, dan layanan pelanggan bergantung pada komunikasi efektif dalam bahasa Inggris. Sayangnya, masih banyak pelajar yang belum menyadari pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan dunia kerja digital. Sebagian besar dari mereka belum mengetahui strategi efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara praktis dan aplikatif. Melihat kebutuhan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat memandang penting untuk melaksanakan pelatihan bertajuk English for Digital Workforce: Pelatihan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa dalam Dunia Kerja Digital. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai urgensi bahasa Inggris dalam dunia kerja digital, keterampilan linguistik yang relevan dengan kebutuhan industri, serta strategi praktis untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris secara aplikatif. Selain itu, dalam pelatihan ini para siswa juga akan diperkenalkan dengan beberapa media pembelajaran bahasa inggris seperti platform pembelajaran bahasa berbasis aplikasi, simulasi percakapan virtual, dan materi berbasis multimedia yang memungkinkan siswa berlatih bahasa Inggris secara kontekstual dan real-time seperti penggunaan (Duolingo. Memrise. BBC Learning English. YouTube edukati. Pendekatan ini tidak hanya memanfaatkan inovasi teknologi untuk meningkatkan keterampilan linguistik, tetapi juga membekali siswa dengan literasi digital yang menjadi modal penting di dunia kerja modern. Melalui pendekatan partisipatif dan diskusi interaktif, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa, khususnya siswa SMK 4 Bandar Lampung, untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan kerja di era digital yang semakin kompetitif. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk terus mengembangkan potensi mereka, baik untuk bekerja di dalam negeri maupun menembus pasar kerja internasional, serta membuka peluang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi di luar negeri. SMK Negeri 4 Bandar Lampung merupakan salah satu sekolah vokasi yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusannya untuk dapat beradaptasi di tengah perkembangan lingkungan digital yang terus Sebagai institusi pendidikan kejuruan, sekolah ini membekali siswanya dengan keterampilan praktis sekaligus pemahaman teknologi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini. Hal ini menjadi penting mengingat perubahan teknologi dan pola kerja global yang semakin cepat menuntut tenaga kerja yang terampil, adaptif, dan memiliki literasi digital yang baik. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Sitti Suharni1. Prisma Yunia Putri2. Khairunnisa Noviantari3. Rika Ilma Putri4. Made Dewi Purnami5 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 212 Ae 219 Upaya SMK Negeri 4 Bandar Lampung dalam membekali siswanya sejalan dengan visi Politeknik Negeri Lampung (Polinel. sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global. Dalam konteks ini, dosen-dosen Polinela yang memiliki latar belakang di bidang bahasa Inggris dan komunikasi memiliki misi yang selaras, yaitu menyebarkan pengetahuan dan keterampilan untuk membantu masyarakat, khususnya siswa, dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan berorientasi internasional. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi antara Polinela dan SMK Negeri 4 Bandar Lampung menjadi wadah strategis untuk memberikan pembekalan bagi siswa dalam memahami perubahan di dunia kerja global. Kegiatan ini mencakup peningkatan keterampilan bahasa Inggris yang relevan dengan kebutuhan industri, pemahaman tentang tren digital, serta kemampuan komunikasi lintas budaya. Dengan demikian, siswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja lokal, tetapi juga memiliki daya saing di kancah TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tentang pelatihan keterampilan bahasa inggris siswa dalam dunia kerja digital dilaksanakan pada hari JumAoat 16 Mei 2025 di SMK Negeri 4 Bandar Lampung secara luring. Kegiatan ini diikuti oleh 35 siswa kelas 11 jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Persiapan Kegiatan Tahap pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berjudul English for Digital Workforce: Pelatihan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa dalam Dunia Kerja Digital diuraikan sebagai berikut: Focus Group Discussion (FGD) dengan Pihak Sekolah Tahap awal kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) antara tim pengabdian kepada masyarakat dan guru-guru SMK Negeri 4 Bandar Lampung, khususnya guru dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) untuk memetakan kebutuhan siswa. Dalam diskusi ini, diperoleh informasi bahwa siswa masih kurang mendapatkan eksposur terkait pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam dunia kerja digital. Hasil FGD ini menjadi dasar penyusunan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Persiapan Tim Pelaksanaan Pasca pelaksanaan FGD, tim pengabdian melaksanakan serangkaian langkah persiapan untuk memastikan kelancaran kegiatan. Tahapan tersebut meliputi: Studi Pustaka: Tim melakukan kajian literatur terkait urgensi penguasaan bahasa Inggris dalam dunia kerja global yang terdigitalisasi. Referensi dari jurnal dan laporan industri digunakan sebagai landasan ilmiah dalam menyusun materi pelatihan. Koordinasi dengan Program Studi: Tim melakukan konsultasi dan koordinasi dengan Ketua Program Studi guna menyinkronkan substansi materi dengan kompetensi profesional yang dibutuhkan di dunia kerja digital. Penyusunan Materi: Materi pelatihan dirancang dengan pendekatan kontekstual agar peserta dapat mengaitkan materi yang diberikan dengan situasi kerja nyata. Beberapa topik yang dipilih mencakup bahasa Inggris untuk komunikasi profesional, membaca informasi lowongan kerja, teknik penulisan email bisnis, serta strategi dalam menghadapi wawancara kerja berbahasa Inggris. Penentuan Waktu dan Durasi Pelaksanaan: Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada tanggal 16 Mei 2025 dengan durasi pelatihan selama satu hari penuh yang dibagi dalam tiga sesi interaktif. pembagian waktu ini dimaksudkan agar peserta dapat mencerna materi secara bertahap. Persiapan Media dan Perlengkapan: Tim menyiapkan media presentasi berupa Poster. PowerPoint, video pendek, serta lembar kerja siswa untuk menunjang kelancaran kegiatan. Keseluruhan tahapan ini dilaksanakan secara terstruktur untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan berdampak langsung pada peningkatan pengetahuan serta motivasi siswa dalam mengembangkan keterampilan bahasa Inggris yang relevan. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Sitti Suharni1. Prisma Yunia Putri2. Khairunnisa Noviantari3. Rika Ilma Putri4. Made Dewi Purnami5 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 212 Ae 219 Metode Pendekatan Kegiatan Pelaksanaan pelatihan keterampilan bahasa inggris dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatif (Participatory Approac. Metode ini menekankan keterlibatan aktif peserta, dalam hal ini siswa SMK, selama proses pelatihan berlangsung. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga terlibat langsung dalam diskusi, simulasi, dan studi kasus yang mencerminkan situasi dunia kerja nyata. Keterlibatan aktif ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap pengetahuan yang diperoleh serta meningkatkan motivasi belajar mereka. Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan ide, bertanya, dan mencoba langsung strategi berbahasa Inggris yang aplikatif, diharapkan pelatihan menjadi lebih bermakna dan kontekstual. Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tajuk English for Digital Workforce: Pelatihan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa dalam Dunia Kerja Digital dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Mei 2025, mulai pukul 08. 00 WIB hingga selesai, bertempat di SMK Negeri 4 Bandar Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh 35 siswa dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan berlangsung secara luring dengan dukungan penuh dari pihak sekolah. Kegiatan dibagi ke dalam tiga sesi utama yang disusun secara sistematis dan interaktif. Sesi 1: Pengenalan Dunia Kerja Digital Sesi pertama dibuka dengan pemaparan mengenai dunia kerja digital, termasuk pengenalan karakteristik industri digital saat ini, jenis-jenis profesi yang berkembang di era teknologi, dan tantangan serta peluang yang dihadapi generasi muda. Pemaparan ini bertujuan membuka wawasan siswa mengenai pentingnya kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Sesi 2: Urgensi Bahasa Inggris dalam Dunia Kerja Digital Dalam sesi ini, siswa diberikan informasi terkait peran penting bahasa Inggris dalam komunikasi profesional, termasuk dalam memahami dokumen teknis, berkomunikasi dengan klien internasional, serta mengikuti perkembangan teknologi global. Selain itu, disampaikan juga strategi praktis untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris secara mandiri, seperti konsistensi belajar, memanfaatkan platform digital . eperti Duolingo. Memrise. BBC Learning English. YouTube edukati. , serta membuat jurnal harian berbahasa Inggris. Sesi ini memicu antusiasme siswa karena mereka diajak untuk mengidentifikasi strategi yang paling relevan dengan gaya belajar masing-masing. Sesi 3: Diskusi Interaktif Sesi ketiga adalah sesi diskusi dan tanya jawab yang memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan rasa penasaran dan kendala mereka dalam belajar bahasa Inggris. Diskusi berlangsung dinamis, dengan pertanyaan seputar cara melatih speaking tanpa partner, bagaimana menghilangkan rasa malu berbicara dalam bahasa Inggris, serta tips memilih media belajar yang menarik. Para siswa sangat aktif dan menunjukkan keterlibatan tinggi, khususnya dalam membahas strategi belajar yang dapat mereka terapkan secara realistis dalam keseharian. Di setiap sesi, disisipkan pula kegiatan ice breaking sebagai hiburan ringan dan sarana meningkatkan interaksi. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. Kegiatan ini berhasil meningkatkan motivasi siswa untuk mulai membangun keterampilan bahasa Inggris sebagai bekal penting dalam menghadapi dunia kerja digital yang kompetitif. Adapun materi kegiatan sebagai berikut: Materi Penyuluhan Mengenal tren dunia kerja digital Peran bahasa Inggris dalam dunia pendidikan dan dunia kerja digital Strategi belajar untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Sitti Suharni1. Prisma Yunia Putri2. Khairunnisa Noviantari3. Rika Ilma Putri4. Made Dewi Purnami5 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 212 Ae 219 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada Jumat, 16 Mei 2025, dengan tajuk "English for Digital Workforce: Pelatihan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa dalam Dunia Kerja Digital" berhasil dilaksanakan dengan lancar dan memperoleh respons positif dari peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 35 siswa kelas XI dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMKN 4 Bandar Lampung dan terbagi dalam tiga sesi utama yang dikemas secara interaktif dan partisipatif. Berdasarkan hasil evaluasi. Output utama yang dihasilkan meliputi: peningkatan pengetahuan siswa mengenai urgensi penguasaan bahasa Inggris dalam dunia kerja digital . ibuktikan melalui evaluasi pascapelatiha. , partisipasi aktif siswa dalam diskusi dan tanya jawab, serta tersusunnya materi pelatihan berbentuk modul yang relevan dengan kebutuhan industri. Kegiatan juga menghasilkan dokumentasi Untuk outcome yang dihasilkan, pelatihan ini memberikan dampak nyata pada motivasi dan kesiapan siswa. Dari sisi motivasi, banyak siswa yang mengaku terdorong untuk mulai belajar bahasa Inggris secara lebih serius setelah mengetahui manfaat praktisnya dalam dunia kerja digital, seperti peluang kerja remote, kolaborasi internasional, hingga studi lanjut ke luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memantik semangat belajar siswa. Sementara itu, guru pendamping menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kebutuhan siswa jurusan RPL dan berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan bentuk pendampingan yang lebih intensif. Berikut dokumentasi pemaparan materi dan aktivitas yang berlangsung selama kegiatan: Gambar 1. Pemaparan Materi oleh Narasumber Gambar 3. Partisipasi aktif siswa dalam sesi diskusi Gambar 2. Materi Pelatihan Gambar 4. Partisipasi aktif siswa dalam tanya jawab Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Sitti Suharni1. Prisma Yunia Putri2. Khairunnisa Noviantari3. Rika Ilma Putri4. Made Dewi Purnami5 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 212 Ae 219 Evaluasi Kegiatan Meskipun kegiatan pengabdian ini secara umum berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari siswa maupun guru pendamping, terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu pelaksanaan. Materi yang cukup padat dalam tiga sesi membuat penyampaian tidak dapat dilakukan secara lebih mendalam, sehingga beberapa topik penting tidak sempat dieksplorasi lebih lanjut, khususnya dalam sesi strategi pembelajaran mandiri dan pemanfaatan media digital. Selain itu, terdapat beberapa siswa yang harus meninggalkan ruangan sebelum kegiatan berakhir karena adanya bentrokan jadwal dengan kegiatan sekolah lainnya. Hal ini sedikit mengganggu kesinambungan kegiatan dan partisipasi siswa secara Untuk kedepan, perbaikan akan dilakukan dengan cara menjadwalkan kegiatan lebih fleksibel dan berkoordinasi lebih intensif dengan pihak sekolah, agar tidak terjadi tumpang tindih jadwal. Materi juga akan dirancang dalam bentuk modul ringkas yang dapat dibagikan kepada siswa, sehingga informasi tetap bisa diakses meskipun mereka tidak mengikuti seluruh sesi. Jika memungkinkan, pelatihan lanjutan dengan format pendampingan secara berkala juga akan dirancang untuk memperdalam topik-topik penting yang belum sempat dibahas secara menyeluruh. Luaran yang Dicapai Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil mencapai beberapa luaran yang telah direncanakan. Pertama, peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam menghadapi dunia kerja digital. Hal ini terlihat dari partisipasi aktif siswa dalam sesi diskusi, terutama saat membahas strategi belajar bahasa Inggris dan media pembelajaran mandiri yang relevan dengan kebutuhan mereka sebagai siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kedua, kegiatan ini juga menghasilkan dokumen laporan kegiatan yang disusun secara sistematis, lengkap dengan dokumentasi dan data hasil Laporan ini telah disahkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat . M) sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi dalam membangun kesadaran siswa akan pentingnya penguasaan keterampilan non-teknis . oft skill. seperti kemampuan berbahasa Inggris sebagai modal penting dalam memasuki dunia kerja global yang terdigitalisasi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tercipta landasan awal bagi pengembangan program berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan siswa dan dunia industri. PENUTUP Simpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema AuEnglish for Digital Workforce: Pelatihan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa dalam Dunia Kerja DigitalAy telah berjalan dengan baik dan mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kesadaran serta pemahaman siswa mengenai pentingnya keterampilan bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan dunia kerja digital. Kegiatan ini berhasil memfasilitasi siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Negeri 4 Bandar Lampung dalam mengenal lebih dekat konteks global dunia kerja, pentingnya kemampuan komunikasi lintas bahasa, serta strategi pengembangan diri melalui pembelajaran mandiri. Melalui tiga sesi utama pelatihan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif, terutama dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Materi yang disampaikan mampu membangun motivasi siswa untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional sejak dini. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan jadwal siswa yang berbenturan, kegiatan ini tetap memberikan dampak positif dan dapat menjadi fondasi awal dalam menyusun program lanjutan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberi wawasan praktis kepada siswa, tetapi juga memperkuat peran institusi pendidikan tinggi dalam menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kesiapan kompetensi siswa di tingkat sekolah menengah kejuruan. Saran Untuk meningkatkan efektivitas kegiatan serupa di masa mendatang, terdapat beberapa hal yang perlu Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Sitti Suharni1. Prisma Yunia Putri2. Khairunnisa Noviantari3. Rika Ilma Putri4. Made Dewi Purnami5 ABDIKAN (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknolog. Vol. 4 No. 212 Ae 219 Pengelolaan Waktu yang Lebih Optimal: Mengingat keterbatasan waktu menjadi kendala dalam penyampaian materi secara mendalam, disarankan agar waktu pelaksanaan kegiatan diperpanjang atau dibagi ke dalam dua hari. Dengan demikian, setiap sesi dapat dilaksanakan dengan lebih maksimal dan siswa memiliki cukup waktu untuk memahami serta mengaplikasikan materi yang diberikan. Koordinasi Jadwal dengan Pihak Sekolah: Beberapa siswa harus meninggalkan ruangan sebelum kegiatan selesai karena bentrok dengan jadwal lain. Oleh karena itu, koordinasi yang lebih intensif dengan pihak sekolah sangat penting agar kegiatan tidak bertabrakan dengan agenda pembelajaran siswa lainnya. Penjadwalan yang lebih fleksibel dapat meningkatkan partisipasi penuh seluruh peserta. Penyediaan Modul atau Materi Tertulis: Untuk mengatasi keterbatasan waktu penyampaian, tim pelaksana disarankan menyediakan modul pelatihan atau materi tertulis yang dapat dipelajari secara mandiri oleh siswa setelah kegiatan berlangsung. Hal ini juga berfungsi sebagai sumber belajar berkelanjutan bagi peserta. Dengan perbaikan-perbaikan tersebut, diharapkan kegiatan pengabdian serupa dapat memberikan dampak yang lebih mendalam dan berkelanjutan bagi peningkatan kompetensi bahasa Inggris siswa dalam menghadapi dunia kerja digital. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih atas dukungan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diberikan oleh Politeknik Negeri Lampung. Tim Pengabdian kepada Masyarakat juga ingin menyampaikan terima kasih kepada SMK Negeri 4 Bandar Lampung dan para siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA