Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 119-123 Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournamen (TGT) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Musthofa Rizal1. Siti Tiara Maulia1 1Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Universitas Jambi. Jambi. Indonesia Email: 1Rizalaja041@gmail. com, 2Sititiaramaulia@unja. Abstrak Oe Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Siswa Kelas Vi SMP Negeri 4 Merangin. Penelitian ini termasuk dalam penelitian Experimental Design. Populasi penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Merangin yang terdiri dari 2 kelas, dua kelas dari jumlah populasi yaitu Vi F . elas Eksperime. dan Vi D (Kelas Kontro. sebagai sampel penelitian. Instrumen tes dalam penelitian ini berupa soal latihan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data pada uji normalitas dan homogenitas juga berdistribusi normal dan homogen, kemudian pada uji paired sample test diketahui bahwasannya nilai sig . adalah 0,00 atau lebih kecil dari 0,05 . ,00<0,. Signifikasi penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) terhadap hasil belajar mata pelajaran PPKn pada siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Merangin. Sehinggan dapat dikatakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yakni dengan hasil akhir yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran PPKn siswa kelas Vi SMP Negeri 4 Merangin. Kata Kunci: TGT. PPKn. Hasil Belajar Abstract Oe This study aims to determine the effect of the Teams Games Tournament (TGT) Cooperative Learning Model in Improving PPKn Learning Outcomes for Class Vi Students of SMP Negeri 4 Merangin. This research is included in the Experimental Design research. The population of this study included all students of class Vi SMP Negeri 4 Merangin which consisted of 2 classes, two classes of the total population, namely Vi F (Experimental Clas. and Vi D (Control Clas. as research samples. The test instrument in this study was in the form of practice questions. Based on the results of the study, the data obtained in the normality and homogeneity tests were also normally distributed and homogeneous, then in the paired sample test it was found that the sig . value was 0. 00 or less than 0. 00 <0. Significance of the use of the Teams Games Tournament (TGT) learning model for the learning outcomes of Civics subjects in class Vi students of SMP Negeri 4 Merangin. So it can be said that Ha is accepted and Ho is rejected, namely the final result is that there is an influence of the Teams Games Tournament (TGT) learning model on learning outcomes in PPKn subjects for class Vi students of SMP Negeri 4 Merangin. Keywords: TGT. PPKn2. Learning Outcomes PENDAHULUAN Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (Undang Undang No 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional, 2. Pendidikan Nasional di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal dan menyeluruh, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta membentuk karakter yang berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab. Pendidikan Nasional di Indonesia terdiri dari jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Proses pendidikan merupakan kegiatan memobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Bagaimana proses pendidikan itu dilaksanakan sangat menentukan kualitas hasil pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas Kedua segi tersebut satu sama lain saling tergantung (Ilham, 2019:. Musthofa Riza. https://journal. id/index. php/manekin | Page 119 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 119-123 Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut, maka guru mempunyai tugas dan peranan yang sangat penting. Tugas seorang guru tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa tetapi lebih jauh dari itu juga turut membentuk pribadi anak didik agar menjadi manusia pembangunan sesuai dengan yang dinyatakan dalam filsafah Negara Pancasila dan UUD 1945. Tanpa pendidik yang standar, rasanya pembinaan yang dilakukan oleh pendidik dalam rangka pengembangan skill anak didiknya berpeluang tidak maksimal (Helda, 2021:. Maka dari itu guru merupakan komponen terpenting dalam mewujudkan pendidikan nasional, karena guru merupakan aktor utama dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran di sekolah. Guru bertatap muka langsung kepada siswa yang berada di dalam kelas, oleh karena itu guru diharapkan mampu menguasai berbagai jenis model pembelajaran dan juga guru diharapkan mampu membuat inovasiinovasi terbaru yang dapat menumbuhkan semangat/motivasi siswa dalam belajar serta keaktifan sehingga siswa mampu memberika hasil belajar secara optimal. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilaksanakan oleh peneliti di Vi SMP Negeri 4 Merangin peneliti melihat pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, penggunaan model pembelajaran yang bervariasi masih sangat rendah dan guru masih cenderung menggunakan model konvensional yaitu ceramah, itu dapat mengurangi ketertarikan siswa pada setiap kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan. Hal ini mungkin disebabkan kurangnya penguasaan terhadap modelmodel pembelajaran yang sangatlah diperlukan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru serta penyerapan materi pembelajaran oleh siswa. Sehingga model pembelajaran ini berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang masih banyak yang belum mencapai nilai KKM yaitu 78. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dalam hal ini diperlukan sebuah model pembelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Adapun salah satu model pembelajaran yang dapat dijadikan upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PPKn di kelas Vi SMP Negeri 4 Merangin adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teams games tournament (TGT). Beradasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Laili et al. , 2021, pp. 126Ae. Hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament berbasis tournament akademik dimana peneliti memberika kuis-kuis lalu setiap kelompok berlomba menjawabnya nya, melihat peningkatan dari setiap individu ini menunjukkan hasil yang positif. Hal tersebut diketahui berdasarkan peningkatan perolehan hasil belajar siswa. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournamen (TGT) menjadi pilihan dalam proses belajar mengajar (Ismah & Ernawati, 2018, p. karena didalam pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja, namun mahasiswa juga mempelajari keterampilan-keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun melalui komunikasi antar anggota kelompok. Sedangkan peranan tugas dilakukan dengan pembagian tugas antar anggota kelompok selama kegiatan. Kelebihan dalam pembelajaran kooperatif yaitu siswa bisa saling membantu dan berdiskusi bersama-sama dalam menyelesaikan kegiatan belajar (Wijayanti, 2016, p. Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan keaktifan seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan serta reinforcement. Keaktifan belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar (Sandyagraha, 2018, p. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) (Mashup, 2020. Berdasarkan dari permasalahan diatas maka di rumuskan masalah yaitu apakah ada pengaruh model pembelajaran kooperatif learning tipe teams games tournament (TGT) terhadap hasil belajar Musthofa Riza. https://journal. id/index. php/manekin | Page 120 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 119-123 PPKn. Berdasarkan dari permasalahan ini penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh model pembelajaran kooperatif learning tipe teams games tournament (TGT) terhadap hasil belajar PPKn. METODE Pada penelitian ini menggunakan Metode penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan eksperimen, menurut (Arikunto, 2014, p. Metode penelitian eksperimen bertujuan untuk meneliti kemungkinan adanya sebab akibat antara variabel bebas dan variable terikat dengan cara menggunakan satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Penggunaan metode eksperimen pada peneltian ini yaitu peneliti ingin melihat sebab-akibat antara dua variable. Populasi pada penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas Vi Semester ganjil SMP Negeri 4 Merangin Tahun ajaran 2021/2022. Populasi siswa kelas Vi di SMPN Negeri 4 Merangin berjumlah 11 (Kela. dengan masing-masing setiap kelas terdiri dari 27 siswa sampai 31 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara simple random sampling yaitu pengambilan sampel dilakukan tanpa memperhatikan strata dalam populasi itu. Sampel yang diambil yaitu dua kelas yang terdiri dari satu kelas eksperiment yaitu kelas Vi F yang akan mendapat perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dan satu kelas kontrol yaitu kelas Vi D yang akan mendapatkan perlakuan dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara melaksanakan observasi dan tes untuk memperoleh hasil belajar siswa, sedangkan untuk teknik analisis data sendiri penelitian ini menggunakan analisis uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. ANALISA DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis eksperimen dengan bentuk desain pretest . es awa. es akhi. Hal ini lakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT). terhadap hasil belajar mata pelajaran PPKn pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 4 Merangin. Pada penelitian ini laksanakan dengan menggunakan dua kelas, penulis sudah menentukan kelas Vi F sebagai kelas eksperimen dan kelas Vi D sebagai kelas kontrol sesuai dengan hasil pengamatan hasil belajar siswa yang telah dilaksanakan oleh penulis. Dalam suatu kelas eksperimen penulis menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran Konvensional/ceramah. Dalam penelitian ini penulis melakukan sebanyak 6 kali pertemuan yakni 3 kali pertemuan untuk kelas eksperimen sedangkan 3 kali pertemuan untuk kelas kontrol pada proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitain eksperimen dengan suatu instrument penelitian berupa soal yang diukur sebelum penggunaan model pembelajaran dan sesudah penggunaan model Penerapan model pembelajaran Teams Games Torunamen (TGT) dikelas Vi F sangat mempengaruhi hasil belajari dalam proses pembelajaran sehari-hari setelah diterapkan model Teams Games Tornamen kebiasaan siswa sangat berbeda seperti salah satunya sudah mulai berani menjawab dan berpendapat saat aktivitas presentasi kelompok siswa sudah mencoba berlombalomba untuk menjawab pertanyaan yang diberikan guru, berbeda dengan kelas kontrol yaitu Vi D tanpa menggunakan model Teams Games Tornamen (TGT) dimana aktivitas belajar mereka masih seperti biasanya. Penerapan model pembelajaran TGT dapat dideskripsikan sebagai berikut, pembentukan kelompok Pertama-tama, siswa dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari lima sampai enam orang, kelompok-kelompok tersebut harus heterogen, artinya setiap kelompok harus terdiri dari siswa yang berbeda kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang, pelatihan individual Setiap anggota kelompok diberi pelatihan secara individual mengenai materi yang akan dipelajari dalam TGT, dalam pelatihan ini, siswa dapat belajar secara mandiri atau melalui bimbingan guru. kuis awal setelah pelatihan individual selesai, siswa diberi kuis awal untuk mengetahui seberapa baik pemahaman mereka terhadap materi pelajaran. turnamen akademik setiap kelompok akan berkompetisi dalam turnamen akademik. pada tahap ini, setiap kelompok akan memilih seorang Musthofa Riza. https://journal. id/index. php/manekin | Page 121 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 119-123 wakil untuk mengikuti turnamen. wakil dari masing-masing kelompok akan bertanding dengan wakil dari kelompok lain dalam menguasai materi pelajaran, kuis kelompok Setelah turnamen akademik selesai, kelompok-kelompok kembali bersama untuk mengerjakan kuis kelompok. Kuis kelompok ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap anggota kelompok memahami materi pelajaran secara menyeluruh, penghargaan kelompok yang memenangkan turnamen akan diberi penghargaan dalam bentuk apapun yang disepakati bersama . uliawati, 2021, p. , hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Evaluasi Guru akan mengevaluasi hasil pembelajaran siswa melalui kuis awal dan kuis kelompok. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif model pembelajaran TGT Dari analisis skor soal latihan siswa kelas eksperimen diperoleh data: Skor tertinggi = 80. Skor terendah = 34, rerata 48,66. Berdasarkan nilai KKM 78, maka nilai hasil belajar kelas eksperimen sebelum menggunakan model TGT tergolong kategori rendah. Sedangkan skor nilai hasil belajar kelas kontrol didapat data sebagai berikut. Skor tertinggi = 80. Skor terendah = 26, rerata 49,75. Jadi kerjasama siswa untuk kelompok penggunaan model pembelajaran Konvensonal juga tergolong rendah. Berdasarkan hasil uji paired sample test pada kelas Vi F eksperimen didapatkan hasil signifikasi sebesar 0,00 dimana lebih kecil dari nilai 0,05 . ,00 < 0,. dan pada kelas Vi D kelas control didapatkan signifikasi sebesar 0,063. maka dapat disimpulkan Ha Diterima dan Ho ditolak, jadi bias dilihat adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) pada kelas eksperimen terhadap hasil belajar pada mata pelajaran PPKn pada siswa kelas Vi F di SMP Negeri 4 Merangin. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada variabel X yakni model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) yang terbukti dapat berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y yakni Hasil belajar. Hasil penelitian ini dapat membuktikan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) terhadap Hasil Belajar siswa yang diketahui dari hasil peningkatan hasil belajari yang diukur dengan menggunakan SPSS 24 setelah penerapan model pembelajaran TGT. Maka dari itu penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi sekolah bahwa model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) sangat baik diterapkan di sekolah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa pembelajaran PPKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tornamen (TGT) dapat meningkatkan pemahaman hasil belajar siswa dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan bermain dan aktivitas siswa dalam kelompok. Data yang di peroleh pada uji normalitas dan homogenitas juga berdistribusi normal dan homogen, kemudian pada uji paired sample test diketahui bahwasannya nilai sig . adalah 0,00 atau lebih kecil dari 0,05 . ,00<0,. Signifikan penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran PPKn pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 4 Merangin. Sehingga dapat dikatakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yakni dengan hasil akhir yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) terhadap hasil belajar dalam mata pelajaran PPKn pada siswa kelas Vi di SMP Negeri 4 Merangin. REFERENCES