Pelatihan Pembukuan Ringkas Berbasis Sistem Tata Buku Tunggal pada BUMDes AuJenalas SejahteraAy Sragen. Jawa Tengah Salman Faris Insania Yoto Widodob Betty Gamac Henny Sri Kusumawatid Program Studi Manajemen. Universitas Veteran Bangun Nusantara Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Veteran Bangun Nusantara INFORMASI ARTIKEL Diterima 09 Januari 2021 BUMDes AuJenalas SejahteraAy merupakan BUMDes yang berlokasi di Desa Dipublikasi 30 Maret 2021 Jenalas. Kecamatan Gemolong. Kabupaten Sragen. Bidang usaha yang dilaksanakan diantaranya: pengelolaan air sawah, usaha simpan pinjam. KATA KUNCI pelayanan jasa keuangan tarik tunai, serta selepan padi. Berdasarkan hasil Pembukuan, ringkas, sistem, wawancara, diperoleh informasi bahwa pihak pengelola BUMDes AuJenalas tunggal. BUMDes SejahteraAy belum melakukan penyusunan laporan keuangan dengan baik sesuai standar akuntansi yang berlaku. Pembukuan yang dilakukan setiap terjadi transaksi, hanya sebatas mencatat kas masuk dan kas keluar tanpa memperhatikan kaidah akuntansi. Hal ini disebabkan karena pengelola BUMDes tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dan belum pernah memperoleh pelatihan penyusunan laporan keuangan sebelumnya. Akibatnya. Laporan keuangan yang dihasilkan masih berupa laporan pemasukan dan pengeluaran sederhana yang belum dikonsolidasikan, sehingga pihak-pihak yang berkepentingan dengan BUMDes tidak dapat memperoleh laporan keuangan secara utuh. Menyikapi kondisi tersebut, tim PKM Univet Bantara menindaklanjuti dengan melakukan pelatihan praktek pembukuan ringkas berbasis sistem tata buku tunggal. Untuk menjawab permasalahan, tim PKM menyelenggarakan kegiatan pelatihan dalam lima tahap: sosialisasi manfaat pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi, pencatatan transaksi bisnis, pembukuan berdasarkan catatan transaksi bisnis, penyusunan laporan laba/rugi, serta penyusunan laporan Berdasarkan evaluasi, diketahui pada masing-masing tahapan kegiatan skor posttest mengalami peningkatan Ou 25 % dibandingkan skor Hasil ini menunjukkan mitra pengabdian mengalami peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sesuai harapan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini dinyatakan berhasil. ABSTRAK Pendahuluan Badan Usaha Milik Desa . elanjutnya disebut BUMDe. AuJenalas SejahteraAy merupakan BUMDes yang berlokasi di Jl. Solo Ae Purwodadi Km. Desa Jenalas. Kecamatan Gemolong. Kabupaten Sragen. BUMDes ini didirikan pada tahun 2017 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Jenalas No: KONTAK: Salman Faris Insani faris. uvbn@gmail. Sukoharjo. Jawa Tengah 57521 Jl. Letjend Sujono Humardani No. Gadingan. Jombor. Kec. Bendosari. Kabupaten ADiterbitkan oleh Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan. INTERVENSI KOMUNITAS adalah jurnal berbasis akses terbuka yang dikhususkan bagi artikel ilmiah hasil pengabdian masyarakat. Artikel ilmiah yang diterbitkan mencakup seluruh bidang pengabdian masyarakat, baik ekonomi, manajemen, sosial, humaniora, dan teknologi. Terbit dua kali dalam satu tahun. INTERVENSI KOMUNITAS Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2714-691X OJS: http://ojs. itb-ad. id/index. php/IK Vol. No, 2: Oktober-Maret 2021 140/11-0012/VI/2017. Bidang usaha yang dilaksanakan oleh BUMDes AuJenalas SejahteraAy diantaranya: pengelolaan air sawah, usaha simpan pinjam, pelayanan jasa keuangan tarik tunai, serta selepan padi. Tampilan kantor BUMDes AuJenalas SejahteraAy ditampilkan pada gambar 1. Sumber:dokumentasi pribadi Gambar 1. kantor BUMDes AuJenalas SejahteraAy Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh informasi bahwa pihak pengelola BUMDes AuJenalas SejahteraAy belum melakukan penyusunan laporan keuangan dengan baik sesuai standar akuntansi yang berlaku. Pembukuan yang dilakukan setiap terjadi transaksi, hanya sebatas mencatat kas masuk dan kas keluar tanpa memperhatikan kaidah akuntansi. Hal ini disebabkan karena pengelola BUMDes tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi dan belum pernah memperoleh pelatihan penyusunan laporan keuangan sebelumnya. Akibatnya. Laporan keuangan yang dihasilkan masih berupa laporan pemasukan dan pengeluaran sederhana yang belum dikonsolidasikan, sehingga pihakpihak yang berkepentingan dengan BUMDes tidak dapat memperoleh laporan keuangan secara utuh. Contoh laporan keuangan di BUMDes AuJenalas SejahteraAy ditampilkan pada gambar 2. Sumber: Dokumentasi Pribadi Gambar 2. Contoh laporan keuangan BUMDes AuJenalas SejahteraAy Untuk menjawab permasalahan yang ada. Tim PKM Universitas Veteran Bangun Nusantara mengadakan pelatihan praktek pembukuan ringkas yang ditujukan kepada pengelola BUMDes AuJenalas SejahteraAy. tim PKM menyelenggarakan kegiatan pelatihan dalam lima tahap: sosialisasi manfaat pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi, pencatatan transaksi bisnis, pembukuan berdasarkan catatan transaksi bisnis, penyusunan laporan laba/rugi, serta penyusunan laporan neraca. Pembukuan ringkas merupakan teknik pembuatan laporan keuangan yang didasari oleh sistem tata buku tunggal (Wiratna Sujarweni & Laut Mertha Jaya, 2. Dalam sistem tata buku tunggal, pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan mencatat secara tunggal . idak Transaksi yang berakibat bertambahnya kas akan dicatat pada sisi penerimaan dan transaksi yang berakibat berkurangnya kas akan dicatat pada sisi pengeluaran. Sistem ini hanya memasukkan uang nya di kolom pemasukan dan pengeluaran. Keunggulan sistem ini terletak pada INTERVENSI KOMUNITAS Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2714-691X OJS: http://ojs. itb-ad. id/index. php/IK Vol. No, 2: Oktober-Maret 2021 kesederhanaannya dibandingkan dengan sistem pembukuan berpasangan, yang melakukan pencatatan transaksi secara berpasangan . ouble entr. (Sujarweni, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan mitra pengabdian, pihak BUMDes AuJenalas SejahteraAy mengaku mengalami kesulitan jika harus menggunakan pembukuan berpasangan. Hal ini disebabkan kompetensi SDM yang mengelola keuangan BUMDes umumnya bukan berlatar belakang akuntansi. Kondisi tersebut menjadi dasar pertimbangan bagi tim pengabdian masyarakat untuk memberikan pelatihan pembukuan ringkas dengan menggunakan sistem tata buku tunggal. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman, serta ketrampilan kepada pengelola BUMDes AuJenalas SejahteraAy dalam pembuatan pembukuan ringkas menggunakan sistem tata buku tunggal secara mandiri, dalam rangka mendorong penyelenggaraan administrasi keuangan BUMDes sesuai kaidah akuntansi secara berkelanjutan. Manfaat dari kegiatan ini yaitu mitra mampu menyusun laporan keuangan dengan mudah tanpa mengalami kesulitan seperti halnya dalam penyusunan laporan keuangan berbasis sistem pembukuan berpasangan. Metode dan Pendekatan Untuk menjawab permasalahan yang ada pada Mitra UMKM. Tim PKM Universitas Veteran Bangun Nusantara menjalin kerjasama dengan BUMDes AuJenalas SejahteraAy untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Adapun solusi pemecahan masalah yang ditawarkan untuk digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi langkah-langkah sebagai berikut: Sumber: data pribadi Gambar 3. Bagan alir pentahapan kegiatan Secara lebih detil, metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini berdasarkan gambar 3 di atas dapat diuraikan sebagai berikut: Sosialisasi manfaat pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi, kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberikan gambaran umum kepada mitra pengabdian terkait dengan konsep, manfaat, serta tahapan dalam praktik pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Tujuan dari kegiatan ini adalah mitra pengabdian memiliki pengetahuan INTERVENSI KOMUNITAS Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2714-691X OJS: http://ojs. itb-ad. id/index. php/IK Vol. No, 2: Oktober-Maret 2021 dasar tentang konsep, manfaat, serta tahapan dalam praktik pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Pencatatan transaksi bisnis, kegiatan ini dilaksanakan dengan cara melatih mitra pengabdian untuk melakukan pencatatan transaksi bisnis secara teratur. Transaksi bisnis merupakan kejadian ekonomis dari suatu perusahaan yang secara langsung mempengaruhi kondisi keuangan maupun hasil operasi perusahaan tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah mitra pengabdian mampu mengetahui, memahami, dan mempraktikkan pencatatan transaksi bisnis secara teratur. Pembukuan berdasarkan catatan transaksi bisnis, kegiatan ini dilaksanakan dengan cara melatih mitra pengabdian untuk membuat buku kas umum, buku kas harian, buku pembantu bank, hutang usaha, buku pendapatan, dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan ini adalah mitra pengabdian mampu mengetahui, memahami, dan mempraktikkan pembukuan berdasarkan catatan transaksi Penyusunan laporan laba/rugi, kegiatan ini dilaksanakan dengan cara melatih mitra pengabdian untuk menyusun laporan laba/rugi berdasarkan pembukuan yang telah dibuat. Tujuan dari kegiatan ini adalah mitra pengabdian mampu mengetahui, memahami, dan mempraktikkan pembuatan laporan laba/rugi. Penyusunan laporan neraca, kegiatan ini dilaksanakan dengan cara melatih mitra pengabdian untuk menyusun laporan neraca berdasarkan pembukuan dan laporan laba/rugi yang telah Tujuan dari kegiatan ini adalah mitra pengabdian mampu mengetahui, memahami, dan mempraktikkan pembuatan laporan neraca. Kelima kegiatan tersebut diharapkan dapat terlaksana dengan baik dalam jangka waktu tiga bulan (Juli 2020 - September 2. Masing-masing tahapan dalam kegiatan tersebut memiliki durasi waktu A 1 x 90 menit. Lokasi yang disepakati oleh pihak tim pengabdian masyarakat dengan pengelola BUMDes AuJenalas SejahteraAyuntuk pelaksanaan kegiatan adalah di balai desa jenalas. Kegiatan ini diharapkan dapat diikuti oleh 10 orang peserta, yang mewakili keseluruhan dari pengelola BUMDes AuJenalas SejahteraAy. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan dalam bentuk penyampaian tutorial dan melakukan praktek secara langsung. Tutorial disampaikan secara oral oleh pemateri dan peserta menjalankan praktek sesuai instruksi yang disampaikan oleh pemateri. Apabila terdapat kendala saat proses berlangsung, peserta dapat langsung menanyakan kepada pemateri tanpa harus menunggu sesi materi selesai. Penyampaian materi menggunakan teknik seperti ini disebut dengan metode pembelajaran aktif . ctive learnin. (Kristin, 2. Pemilihan metode ini berpotensi mendorong peserta untuk berani mengungkapkan pikiran, keinginan, dan hal-hal lain yang mungkin tidak diketahui sehingga menjadikan suasana kegiatan menjadi lebih menarik (Sukirman et al. , 2. Evaluasi terhadap keberhasilan metode pelaksanaan kegiatan diketahui dari adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta mitra terhadap teori dan praktek yang telah diberikan. Evaluasi dilaksanakan melalui dua langkah menggunakan instrumen pertanyaan kuesioner. Langkah pertama, sebelum seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan, diadakan test pendahuluan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman awal dari peserta mitra terhadap bahan materi yang akan disampaikan. Evaluasi terhadap keberhasilan metode pelaksanaan kegiatan diketahui dari adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta mitra terhadap teori dan praktek yang telah diberikan. Evaluasi dilaksanakan melalui dua langkah menggunakan instrumen pertanyaan kuesioner. Langkah pertama, sebelum seluruh tahapan kegiatan dilaksanakan, diadakan test pendahuluan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman awal dari peserta mitra terhadap bahan materi yang akan disampaikan . Langkah kedua, diadakan test atau evaluasi tertulis setelah pelaksanaan kegiatan dari keseluruhan tahapan selesai . Evaluasi terhadap indikator keberhasilan dari keseluruhan tahapan kegiatan, bila skor posttest mengalami peningkatan Ou 25 % dari pada skor pretest. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis dengan menggunakan skala interval 1 sampai dengan 10 (Sekaran. & Bougie, 2. Nilai 1 menyatakan sangat tidak mengetahui sedangkan nilai 10 mewakili pernyataan sangat mengetahui. Adapun instrumen pertanyaan kuesioner pretest dan posttest disajikan dalam tabel 1. Tahap evaluasi merupakan bagian INTERVENSI KOMUNITAS Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2714-691X OJS: http://ojs. itb-ad. id/index. php/IK Vol. No, 2: Oktober-Maret 2021 akhir sebelum penarikan kesimpulan. Tahap ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan dapat bermanfaat, sehingga dapat digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan kegiatan sejenis berikutnya. Apabila terdapat kekurangan bisa ditambahkan dan apabila terdapat kelebihan bisa diadopsi untuk kegiatan berikutnya. Hasil kuesioner pretest dan posttest dalam tahap evaluasi diolah dan disajikan dalam bentuk grafik yang dilengkapi dengan uraian secara deskriptif. Dengan demikian, kesimpulan yang dibuat menjadi lebih mudah disampaikan guna memberikan rekomendasi pelaksanaan berikutnya. Tabel 1. Kuesioner pretest dan posttest No. Pernyataan MP1 Saya mengetahui manfaat pembuatan laporan keuangan sesuai standar Saya memahami manfaat pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Saya bisa membuat laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Saya mengetahui cara untuk melakukan pencatatan transaksi bisnis. Saya memahami cara untuk melakukan pencatatan transaksi bisnis. Saya bisa melakukan pencatatan transaksi bisnis. Saya mengetahui cara untuk membuat pembukuan berdasarkan catatan transaksi Saya memahami cara untuk membuat pembukuan berdasarkan catatan transaksi Saya bisa membuat pembukuan berdasarkan catatan transaksi bisnis. Saya mengetahui cara untuk membuat laporan laba/rugi. Saya memahami cara untuk membuat laporan laba/rugi. Saya bisa membuat laporan laba/rugi. Saya mengetahui cara untuk membuat laporan neraca. Saya memahami cara untuk membuat laporan neraca. Saya bisa membuat laporan neraca. MP1 MP1 PT1 PT2 PT3 PB1 PB2 PB3 LR1 LR2 LR3 LN1 LN2 LN3 Sumber: data diolah sendri, 2021 Hasil dan Pembahasan Sesuai dengan desain kegiatan yang sudah dirancang dalam lima tahapan, kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam jangka waktu tiga bulan (Juli 2020 - September 2. Lokasi yang disepakati oleh pihak tim pengabdian masyarakat dengan pengelola BUMDes AuJenalas SejahteraAy untuk pelaksanaan kegiatan adalah di balai desa jenalas. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang peserta, yang mewakili keseluruhan dari pengelola BUMDes AuJenalas SejahteraAy. Kegiatan pertama adalah sosialisasi manfaat pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2020. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberikan gambaran umum kepada mitra pengabdian terkait dengan konsep, manfaat, serta tahapan dalam pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi. Gambar 4 menunjukkan salah satu suasana ketika kegiatan Setelah tahap sosialisasi dilaksanakan, kuesioner pretest dibagikan kepada 10 peserta secara langsung. Hasil kuesioner pretest disajikan pada tabel 2. INTERVENSI KOMUNITAS Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2714-691X OJS: http://ojs. itb-ad. id/index. php/IK Vol. No, 2: Oktober-Maret 2021 Sumber: dokumentasi pribadi Gambar 4. salah satu suasana ketika kegiatan dilaksanakan Sebanyak 10 peserta mengisi kuesioner berdasarkan pertanyaan yang tersaji pada tabel 1 dengan rentang skor jawaban 1-10. Terlihat bahwa tidak ada satu pun responden yang menjawab dengan nilai Nilai tertinggi hanya 7, yaitu pada pertanyaan kedua sebanyak 2 orang. Hal ini berarti bahwa pengetahuan peserta tentang praktik pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi relatif minim. Artinya, sebagian besar peserta masih memiliki pengetahuan yang terbatas terkait dengan tahapan dalam pembuatan laporan keuangan sesuai standar akuntansi yang terdiri dari pencatatan transaksi bisnis, pembukuan berdasarkan catatan transaksi bisnis, penyusunan laporan laba/rugi, serta penyusunan laporan neraca. Setelah tahap sosialisasi dan pretest, kegiatan yang kedua adalah pelatihan pencatatan transaksi bisnis. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2020. Tabel 2. Respon peserta sebelum pelatihan . Sumber: data diolah 2021 Tahapan ketiga yaitu praktik pembuatan pembukuan berdasarkan catatan transaksi bisnis Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2020. Tahapan keempat adalah penyusunan laporan laba/rugi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 september 2020. Bersamaan dengan kegiatan tahap terakhir yaitu adalah penyusunan laporan neraca. Hal ini dikarenakan materi untuk kedua tahapan tersebut relative sedikit, sehingga lebih praktis apabila digabung kegiatan nya. Setelah seluruh kegiatan selesai terlaksana, peserta diwajibkan mengisi kuesioner sama seperti dengan INTERVENSI KOMUNITAS Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2714-691X OJS: http://ojs. itb-ad. id/index. php/IK Vol. No, 2: Oktober-Maret 2021 pertanyaan sebelum mengikuti pelatihan, yaitu seperti yang disajikan pada tabel 1. Adapun hasil kuesioner posttest disajikan pada tabel 3. Tabel 3. Respon peserta sesudah pelatihan . Sumber: data diolah 2021 Perbandingan hasil tanggapan peserta antara sebelum dan sesudah kegiatan yang diolah dalam persentase tersaji dalam bentuk diagram batang pada gambar 5. Diperoleh nilai rata-rata sebesar 48,67% sebelum mengikuti kegiatan dan sesudah mengikuti kegiatan naik menjadi 84,33% pada tahapan pertama (T. , nilai rata-rata sebesar 42,33% sebelum mengikuti kegiatan dan sesudah mengikuti kegiatan naik menjadi 72,33% pada tahapan kedua (T. , nilai rata-rata sebesar 11,50% sebelum mengikuti kegiatan dan sesudah mengikuti kegiatan naik menjadi 40,50% pada tahapan ketiga (T. , nilai rata-rata sebesar 25,33% sebelum mengikuti kegiatan dan sesudah mengikuti kegiatan naik menjadi 55,33% pada tahapan keempat (T. , serta nilai rata-rata sebesar 32% sebelum mengikuti kegiatan dan sesudah mengikuti kegiatan naik menjadi 68,67% pada tahapan kelima (T. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa pada masing-masing tahapan kegiatan skor posttest mengalami peningkatan Ou 25 % dari pada skor pretest. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelola BUMDes AuJenalas SejahteraAy mengalami peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sesuai yang Berdasarkan indikator yang telah diukur, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan praktek pembukuan ringkas berbasis sistem tata buku tunggal untuk pengelola BUMDes AuJenalas SejahteraAy dinyatakan berhasil. Sumber: data diolah 2021 INTERVENSI KOMUNITAS Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2714-691X OJS: http://ojs. itb-ad. id/index. php/IK Vol. No, 2: Oktober-Maret 2021 Gambar 5. Persentase tanggapan peserta sebelum kegiatan . dan sesudah kegiatan . Simpulan dan Saran Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pelatihan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini telah berjalan baik dan sesuai dengan rancangan kegiatan yang telah dirumuskan. Keberhasilan dari kegiatan ini dibuktikan dari tercapainya indikator peningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta pelatihan praktek pembukuan ringkas berbasis sistem tata buku tunggal sebesar Ou 25 % melalui perbandingan tahap pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa mitra pengabdian telah mengalami peningkatan pengetahuan dalam hal pelaksanaan praktek pembukuan ringkas berbasis sistem tata buku tunggal. Saran untuk mendukung keberlanjutan kegiatan ini di masa mendatang adalah: pertama, pihak BUMDes AuJenalas SejahteraAy selaku mitra pengabdian diharapkan dapat melaksanakan kegiatan praktek pembukuan ringkas berbasis sistem tata buku tunggal secara mandiri dan berkelanjutan. Terakhir, pihak BUMDes AuJenalas SejahteraAy diharapkan tidak ragu untuk aktif berdiskusi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Univet Bantara apabila menemui hambatan dalam pelaksanaan praktek pembukuan ringkas berbasis sistem tata buku tunggal secara mandiri di masa mendatang. SINTA Salman Faris Insani. SINTA ID Yoto Widodo. SINTA ID Betty Gama. SINTA ID Henny Sri Kusumawati. SINTA ID Daftar Pustaka