JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 1. Januari 2024 PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B BERBASIS LIFE SKILL DI PKBM ADITYA KARAWANG Devina Nindyanti 1*. Safuri Musa2. Tika Santika3 1,2,3 Pendidikan Masyarakat. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jawa Barat. Indonesia 1910631040029@student. id, 2safuri. musa@unsika. id, 3tikasantika0570@gmail. Received: Juli, 2023. Accepted: January, 2024 Abstract This research is motivated by the problem of learning residents who drop out of school and lack life skills that impact their ability to face community life. To overcome this, efforts are made to provide equality education services supported by life skills education programs. The aim is to provide opportunities and practical knowledge and skills so that they can be better prepared to face challenges and play an active role in society. In this study the authors used a qualitative approach with descriptive The subjects of this study consisted of one manager, two tutors and two package B study The research data was obtained through interviews, observation, and documentation through the research phases of orientation, exploration, and member checks and then analyzed using data data display as well as conclusion and verification. The results showed that: . The implementation of life skill-based program B program equality learning at PKBM Aditya Karawang went according to the background, materials, approaches, techniques, methods, media, evaluation and results of the training process. External supporting factors in the form of minimal education costs, internal inhibiting factors in the form of the interest of the learning community, and external inhibiting factors including tutor teaching methods, infrastructure, and recruitment of learning residents. Keywords: Equality Education. Package B. Life Skill Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi masalah warga belajar yang putus sekolah dan kurang memiliki keterampilan hidup yang berdampak pada kemampuan mereka dalam menghadapi kehidupan Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan upaya dengan menyediakan pelayanan pendidikan kesetaraan yang didukung oleh program pendidikan life skill. Tujuannya adalah memberikan kesempatan dan bekal pengetahuan serta keterampilan yang praktis agar mereka dapat lebih siap menghadapi tantangan dan berperan aktif dalam masyarakat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun subjek penelitian ini terdiri dari satu orang pengelola, dua orang tutor serta dua orang warga belajar paket B. Data penelitian ini diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi melalui tahap penelitian berupa orientasi, eksplorasi, dan member check kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, display data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: . Pelaksanaan pembelajaran pendidikan kesetaraan program paket B berbasis life skill di PKBM Aditya Karawang berjalan dengan sesuai meliputi latar belakang, materi, pendekatan, teknik, metode, media, evaluasi serta hasil dari proses pelatihan. Faktor pendukung eksternal berupa biaya pendidikan yang minim, faktor penghambat internal berupa minat warga belajar, dan faktor penghambat eksternal meliputi metode pengajaran tutor, prasarana, serta perekrutan warga belajar. Kata Kunci: Pendidikan Kesetaraan. Paket B. Kecakapan Hidup How to Cite: Nindyanti. Musa. & Santika. Pelaksanaan Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket B Berbasis Life Skill Di PKBM Aditya Karawang. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 120-126 Volume 7. No. Januari 2024 pp 120-126 PENDAHULUAN Pendidikan digambarkan sebagai usaha manusia dalam mengembangkan kemampuan diri melalui kegiatan pembelajaran maupun kegiatan lain yang diakui masyarakat. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan dibaginya 3 kategori jalur pendidikan di Indonesia berupa jalur formal, nonformal, dan informal. Pendidikan nonformal memiliki peran yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang bersifat tambahan, pelengkap, atau pengganti. Seperti halnya perannya dan fungsinya, pendidikan nonformal juga diadakan dengan tujuan mencapai tujuan pendidikan (Kinasih et al. , 2. Program-program pendidikan yang diselenggarakan dalam jalur nonformal ini meliputi program pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan dan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, dan pendidikan lain yang sejenis sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 26 ayat 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Berdasarkan data Dinas Pendidikan. Pemuda dan Olahraga Karawang pada tahun menunjukan angka meneruskan dari jenjang SD ke jenjang SMP sebesar 94% dan 6% anak yang tidak melanjutkan sekolah atau melanjutkan sekolah ke satuan pendidikan lain di luar dinas pendidikan (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang, 2. Kurangnya layanan pendidikan SMP/MTs yang belum memadai dan masih rendahnya faktor sosial ekonomi masyarakat sehingga memilih anaknya untuk membantu bekerja membuat perlunya ada kesadaran wajib belajar 9 tahun pada masyarakat. Untuk mengatasi masalah tersebut di buatlah program kesetaraan yang berpusat pada life skill yang dimanfaatkan sebagai pengetahuan dalam menempuh permasalahan di masa depan dengan percaya diri. Program pendidikan kesetaraan paket B berguna membantu individu yang kurang mampu di bidang nonformal dan tidak terpaku pada pendidikan formal atau nonformal, program paket B setara SMP merupakan bentuk layanan pendidikan melalui jalur pendidikan (Marzuki, 2. Dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut diberikan pendidikan berbasis life skill menginginkan perubahan kecakapan hidup yang menguntungkan dengan meningkatnya produktivitas atas keahlian yang dimiliki untuk melengkapi kebutuhan hidup sendiri (Siswaya. Tujuan dari diberikannya life skill untuk memungkinkan individu untuk mengubah pengetahuan menjadi keterampilan yang diperlukan untuk mengamankan penempatan yang diinginkan, kinerja kerja yang baik, kepuasan kerja, dan akhirnya, keseimbangan kehidupan kerja yang tepat (Shenoy & Shailashri, 2. Salah satu lembaga pendidikan nonformal yang dapat menyelenggarakan berbagai program pendidikan tersebut adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan pendidikan kesetaraan sebagai program utamanya. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan program pendidikan nonformal yang mengedepankan pembelajaran dari, bersama, dan oleh masyarakat antar peserta pelatihan, tutor, dan fasilitator dengan tujuan penyampaian informasi tentang pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan. Tujuan utama PKBM adalah untuk memaksimalkan pemberdayaan masyarakat melalui mengidentifikasi, mendorong, dan mengoptimalkan semua potensi untuk memberdayakan diri masyarakat (Kamil, 2. Tuntutan lulusan yang diperoleh dari pelaksanaan program formal dan nonformal adalah sama namun pada pengelolaannya pendidikan kesetaraan berfokus pada peningkatan kualitas diri yang berfokus pada pekerjaan dengan diberikannya konsep terapan, induktif dan tematik. 122 Nurhasanah. Ansori & Kartika. Pelatihan Microsoft Excel Untuk Meningkatkan Keterampilan Pengolahan Data Kader Posyandu Desa Sukaraharja Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Aditya, yang terletak di Jalan A Yani. Gang Betet No. Kelurahan Karangpawitan. Kecamatan Karawang Barat. , telah menjadi salah satu lembaga pendidikan nonformal yang didirikan pada bulan Januari tahun 2002. Salah satu program yang diselenggarakan adalah kesetaraan paket B disertai dengan diberikan life skill bagi para warga belajar untuk meningkatkan kualitas diri setelah lulus nanti. METODE PENELITIAN Berdasarkan dari penjelasan latar belakang di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada deskripsi. Kualitatif merupakan metode yang mengumpulkan dan menganalisis data tanpa menggunakan angka dan berfokus pada interpretasi, deskripsi, serta pemahaman terhadap subjek yang ditelitinya (Sugiyono, 2. Pendekatan ini menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang yang telah diperoleh apa adanya tanpa tambahan apapun. Data variabel berupa benda, tempat maupun orang dapat disebut subjek penelitian (Arikunto. Subjek yang dipilih pada penelitian ini adalah seorang pengelola PKBM sebagai informan utama dan informan pendukung berupa dua orang dari setiap pendidik dan warga Dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu yaitu wawancara, observasi, dan studi dokumentasi (Sugiyono, 2. Wawancara semi terstruktur dilakukan untuk mendapat hasil diskusi yang lebih mendalam, observasi merupakan metode yang digunakan untuk memverifikasi fenomena yang terjadi dengan mengamati secara langsung situasi yang ada di lapangan, sedangkan studi dokumentasi bertujuan untuk mengkaji berbagai data tertulis yang mendukung informasi tersebut. Selanjutnya pengumpulan data akan melalui tahap . orientasi untuk mengidentifikasi terlebih dahulu permasalahan dari suatu objek penelitian, . eksplorasi untuk mengumpulkan dan menggali informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian, dan . member check, dimana peneliti melakukan recheck data yang diperoleh dari subjek penelitian. Dari hasil pengumpulan data tersebut akan di analisis mengguanakan reduction data, display data, dan conclusion drawing & verification (Winarni, 2. pengelolaan data tersebut dilangsungkan secara interaktif dan berkelanjutan sampai mendapatkan hasil yang jenuh. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah. Reduksi data berfungsi untuk menganalisis krmbali seluruh catatan hasil kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang sebelumnya sudah di dapatkan. Display data berfungsi untuk melakukan penyusunan hal-hal pokok yang sudah dirangkum secara sistematis sehingga diperoleh tema dan pola secara jelas tentang permasalahan penelitian agar mudah diambil kesimpulannya, dan . Kesimpulan dan berfungsi sebagai upaya pencarian makna data yang dikumpulkan dan memantapkan kesimpulan dengan cara member check atau triangulasi selama dan sesudah data dikumpulkan berkaitan dengan fokus penelitian yang telah ditetapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket B Berbasis Life Skill Di PKBM Aditya Latar belakang digelarnya program pendidikan kesetaraan paket B berbasis life skill oleh PKBM Aditya dengan tujuan mengurangi angka putus sekolah dan memberikan pelatihan keterampilan sebelum warga belajar memasuki dunia kerja. Program ini bertujuan memberi kesempatan kepada warga belajar yang sebelumnya terpaksa putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan dengan metode yang fleksibel dan terjangkau. Akses pendidikan dasar sembilan Volume 7. No. Januari 2024 pp 120-126 tahun yang diperluas berguna untuk mendorong keterampilan fungsional, ditingkatnya mutu, terciptanya pribadi yang profesional akan menciptakan lulusan berkualitas. Dengan cara ini. PKBM Aditya berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih berpendidikan, mandiri, kreatif, dan berkarakter positif, serta meningkatkan peluang para peserta dalam mencari pekerjaan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan hidup. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan (Triwiyanto, 2. Hingga saat ini kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013 dengan tujuan mempersiapkan sumber daya manusia untuk memiliki kemampuan hidup menjadi produktif, kreatif dan inovatif serta berkontribusi bagi Ada dua pelatihan life skill yang dimiliki oleh PKBM Aditya untuk menyiapkan warga belajar untuk sanggup dan terampil dalam melangsungkan hidup dengan perkembangan di masa mendatang dengan memberikan keterampilan berupa pengoprasian perangkat lunak perkantoran (Siswaya, 2. Tujuan mempelajari Microsoft Office bagi warga belajar adalah untuk memberikan keterampilan komputer yang penting dalam dunia modern yang terus Melalui program ini, warga belajar akan meningkatkan produktivitas dengan kemampuan mengolah dokumen, presentasi, dan data menggunakan Microsoft Word. Excel, dan PowerPoint sebagai sarana meningkatkan literasi digital dan membantu mereka beradaptasi dengan teknologi dan aplikasi lainnya. Dengan menguasai Microsoft Office, diharapkan warga belajar akan siap menghadapi tantangan dunia digital dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Ada banyak jenis metode dalam pembelajaran, beberapa diantaranya yaitu metode, ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas eksperimen, demonstrasi, simulasi, kerja kelompok, pengajaran unit dan inkuiri (Parwati et al. , 2. Dalam pelaksanaan pembelajaran di PKBM Aditya, metode yang sering digunakan adalah metode ceramah karena dapat disampaikan dengan struktur yang jelas dan terorganisir, sehingga siswa dapat mengikuti alur materi dengan lebih mudah. Kemudian metode diskusi, tanya jawab, dan pemberian tugas sebagai metode pelengkap dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk memicu rasa antusiasme dan motivasi belajar serta warga belajar menjadi lebih terlibat secara aktif dalam proses Pada saat pembelajaran life skill digunakan metode demonstrasi dengan pendidik menunjukkan secara praktis bagaimana sesuatu dilakukan atau dijelaskan, sehingga siswa dapat melihat dengan jelas bagaimana proses tersebut berlangsung. Media pembelajaran merupakan alat penyampaian isi materi pengajaran yang berbentuk fisik seperti buku, tape recorder, kaset, video, film, gambar, grafik, televisi dan komputer (Akrim. Media pembelajaran yang digunakan pada kegiatan pembelajaran life skill menggunakan komputer sebagai media pembelajaran pada aplikasi perangkat lunak perkantoran, video tutorial yang dapat di temukan di internet, dan penggunaan modul yang telah diberikan. Sarana adalah alat pendukung bagi kesuksesan pelaksanaan pembelajaran. Sedangkan pengertian dari prasarana adalah alat yang secara tidak langsung menyokong proses pendidikan (Hidayah et al. , 2. Sarana yang digunakan pada kegiatan pembelajaran program pendidikan kesetaraan paket B berbasis life skill adalah papan tulis, alat tulis kantor yang Sedangkan untuk prasarananya dikatakan keadaan cukup baik mulai dari ruang kelas yang tidak sempit, cahaya yang cukup dan terdapat pula kipas untuk mendinginkan ruangan. 124 Nurhasanah. Ansori & Kartika. Pelatihan Microsoft Excel Untuk Meningkatkan Keterampilan Pengolahan Data Kader Posyandu Desa Sukaraharja Akses jalan menuju PKBM juga mudah karena berada di letak yang strategis dan berada di tengah pemukiman masyarakat. Evaluasi yang digunakan pada kegiatan pembelajaran program pendidikan kesetaraan paket B berbasis life skill adalah evaluasi formatif sebagai arahan dalam perbaikan dan penyesuaian dalam pengajaran dan pembelajaran agar warga belajar mencapai hasil yang lebih baik (Ismail. Evaluasi ini dilangsungkan setiap bab pada pembelajaran modul dengan cara melangsungkan ulangan bab. Digunakan juga evaluasi sumatif untuk memberikan nilai atau menilai apakah siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah di tetapkap dengan cara ujian di setiap akhir semester. Berdasarkan hasil dari pelaksanaan pembelajaran program pendidikan kesetaraan paket B berbasis life skill adalah dengan dikuasainya aspek kognitif, afektif, psikomotorik, dan keterampilan terdapat peningkatan pengetahuan warga belajar juga keterampilan dengan pelatihan life skill komputer sehingga meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi kesiapan untuk bekerja dan berbisnis. Sehingga warga belajar dapat memiliki rencana-rencana baru yang akan dijalankan setelah mengikuti pelatihan, mungkin termasuk memulai karir baru, membuka usaha sendiri, atau mengambil peran yang lebih tinggi dalam pekerjaan mereka saat ini. Faktor Pendukung Dan Penghambat Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan Paket B Berbasis Life Skill Di PKBM Aditya Memiliki pemahaman tentang faktor-faktor yang berdampak pada hasil belajar dapat dikatakan sangat penting karena akan berpengaruh pada prestasi warga belajar. Dalam pelaksanaan pembelajaran ada beberapa faktor yang perlu diketahui berupa faktor internal berupa fisiologi dan psikologis serta faktor eksternal yang berupa lingkungan sosial berupa lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat (Wahab & Rosnawati, 2. Faktor internal dalam minat belajar warga belajar program kesetaraan paket B di PKBM Aditya Karawang berbeda pada setiap individu, latar belakang merupakan faktor penting dari penilaian minat warga belajar. Para responden mengaku bahwa warga belajar memiliki minat yang berbeda saat mengikuti program PKBM, ada yang mengikuti program ini karena membutuhkan pendidikan dan ada pula hanya mengharapkan sertifikat atau ijazah. Faktor eksternal yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat dari . lingkungan keluarga dimana keadaan ekonomi keluarga menjadi penyebab putus sekolah, berdasarkan hasil wawancara biaya yang dipungut oleh PKBM hanya sebesar RP 50. 000/bulan bagi warga belajar yang berusia diatas 25 tahun dan tidak dipungut biaya dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Dengan biaya tersebut menyebabkan pihak keluarga mendukung warga belajar untuk melanjutkan pendidikan, . lingkungan sekolah seperti sarana prasarana dan hubungan dengan tutor menjadi salah satu faktor. Tutor merupakan kunci utama dalam kegiatan pembelajaran di sekolah karena banyak kegiatan yang diselesaikan oleh tutor seperti cara berkomunikasi dan penerapan metode pembelajaran. Selain itu dalam lingkungan sekolah sarana dan prasarana yang lengkap akan membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih baik. Menurut para responden pembelajaran dianggap kurang menarik karena metode pembelajaran yang digunakan tidak kreatif walaupun apresiasi kepada warga belajar sudah diberikan untuk menarik motivasi warga belajar. Responden juga menyatakan kurangnya fasilitas komputer membuat hambatan pada pelatihan sehingga harus menciptakan sesi saat penggunaan komputer, dan . lingkungan masyarakat berupa kondisi lingkungan PKBM dan tempat Volume 7. No. Januari 2024 pp 120-126 tinggal warga belajar akan mempengaruhi belajar. Menurut responden letak PKBM dianggap strategis karena berada di sekitar rumah masyarakat dan berdiri tengah kota sehingga akses kendaraan tidak sulit. Hal tersebut juga menyebabkan PKBM dikelilingi oleh sekolah formal sehingga kesusahan dalam perekrutan warga belajar. KESIMPULAN Proses pelatihan program pendidikan kecakapan hidup melalui keterampilan aplikasi perangkat lunak telah dilakukan dengan baik oleh PKBM Aditya, terutama latar belakang penyelenggaraan dan penerapan komponen-komponen proses pelatihan yang meliputi: materi, pendekatan, teknik, metode, media, evaluasi serta hasil dari proses pelatihan. Pelatihan life skill yang dilangsungkan saat ini adalah pelatihan komputer dengan materi pembelajaran yang dibahas tentang penguasaan dasar-dasar komputer dan perangkat lunak perkantoran (Microsoft offic. Dalam kegiatannya metode yang digunakan yaitu: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab dan pemberian tugas. Adapun evaluasi yang digunakan yaitu sumatif dan formatif, serta hasil proses pelatihan berupa sejumlah lulusan yang memiliki bekal peningkatan kemampuan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik melalui keterampilan pelatihan komputer. Faktor-faktor pendukung dan penghambat dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan Faktor pendukung eksternal berupa biaya pendidikan yang minim dikeluarkan oleh warga belajar dan lokasi PKBM yang strategis karena di tengah pemukiman. Faktor penghambat internal meliputi adanya minat warga belajar yang hanya membutuhkan ijazah dan faktor penghambat eksternal meliputi metode pengajaran tutor yang tidak kreatif sehingga kurang menarik semangat warga belajar, jumlah komputer yang lebih sedikit di banding warga belajar dan PKBM yang kesulitan dalam merekrut warga belajar baru karena berada di pusat kota yang dikelilingi sekolah formal. DAFTAR PUSTAKA