TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Studi Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan dan Asuransi dalam Konteks Penerapan ESG dan Green Accounting Ramly1. Melsa Jumliana2 1Universitas Muhammadiyah Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia 2Universitas Almarisah Madani. Sulawesi Selatan. Indonesia ramly@yahoo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ESG dan green accounting terhadap kinerja keuangan perbankan dan asuransi serta membandingkan hasil dari keduanya. Penelitian dilakukan di perusahaan perbankan dan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2023. Sampel perusahaan perbankan sebanyak 45 perusahaan dan sampel untuk sektor asuransi sebanyak 18 perusahaan. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa annual report dan sustainability report. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan metode multiple regresion untuk mengetahui dampak ESG dan GA terhadap kinerja keuangan dan data perbandingan antara perbankan dan asuransi menggunakan r square dari dua hasil multiple regresion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sektor keuangan green accounting berpengaruh positif terhadap ROA dan ROE, sementara ESG tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan. Sementara, di sektor asuransi ESG dan green accounting samasama tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hasil uji koefisien determinasi juga menunjukkan adanya perbedaan dampak penerapan ESG dan green accounting pada sektor perbankan dan asuransi. ABSTRACT This research aims to examine the influence of ESG and green accounting on the financial performance of banking and insurance and compare the results of the two. The research was conducted on banking and insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2023. The sample for banking companies was 45 companies and the sample for the insurance sector was 18 companies. The data used in this research is secondary data in the form of annual reports and sustainability reports. The methodology in this research uses a multiple regression method to determine the impact of ESG and GA on financial performance and compares data between banking and insurance using r square from two multiple regression results. The research results show that in the financial sector green accounting has a positive effect on ROA and ROE, while ESG has no effect on financial performance. Meanwhile, in the insurance sector. ESG and green accounting both have no effect on financial performance. The results of the coefficient of determination test also show differences in the impact of implementing ESG and green accounting in the banking and insurance sectors. Volume 9 Nomor 2 Halaman 340-351 Makassar. Desember 2024 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 23 November 2024 Tanggal Revisi 1 Desember 2024 Tanggal diterima 2 Desember 2024 Kata kunci : ESG. Green Accounting ROA. ROE Keywords : ESG. Green Accounting ROA. ROE Mengutip artikel ini sebagai : Ramly dan Jumliana. Studi Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan dan Asuransi dalam Konteks Penerapan ESG dan Green Accounting. Tangible Jurnal, 9. No. Desember 2024. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. PENDAHULUAN Dampak dari penerapan Enviromental. Sosial. Goverment (ESG) dan Green Accounting (GA) berpotensi menambah dan menarik investor untuk berinvestasi. ESG dan GA mampu mengakomodir dan mengekstrak kinerja linkungkan suatu peruahaan yang berpotensi menarik investor baru yaitu investor yang pro pada lingkungan baik yang lokal maupun global. Hadirnya investor pro pada lingkungan mampu memperkuat sisi pendanaan perusahaan yang secara langsung dapat TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. meningkatkan kinerja keuangan perusahaan baik internal maupun eksternal. Pada Bursa Efek Indonsia (BEI), perusahaan yang menerapkan prinsip lingkungan dihimpun dalam Indeks ESGS KEHATI, indeks ini merupakan kerja sama BEI dan Yayasan keanekaragaman hayati. Masuknya perusahaan dalam indeks tersebut diklaim memiliki likuiditas yang baik dikarenakakan investor memasukan dananya bukan hanya dalam rangka memperoleh keuntungan namun juga tertarik pada perusahaan yang pro pada lingkungan dan sosial yang lebih mengedepankan bisnis berkelanjutan yang ditopang tata kelola yang baik. Namun hal tersebut masih sebuah isu yang butuh pembuktian secara empiris khususnya pada sektor perbankan dan asuransi di Indonesia karna selama ini isu lingkungan hanya berfokus pada sektor pertambangan . Kinerja ESG dalam beberapa tahun terakhir telah mendapat perhatian dari para investor, manajer perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya karena merupakan cara yang terkenal dan semakin penting untuk meningkatkan nilai suatu perusahaan (Ahmad et al. , 2. Inisiatif ESG dapat mendorong nilai perusahaan dalam dua cara: pertama, peningkatan nilai pemegang saham sebagai hasil dari tingkat arus kas yang lebih tinggi bagi perusahaan . isalnya, reputasi yang lebih tinggi membantu penjualan produk yang lebih baik kepada pelanggan, karyawan yang sangat terlatih meningkatkan produktivitas perusahaan, dll. ), dan kedua, memaksimalkan utilitas pemegang saham yang timbul dari kepemilikan saham di perusahaan yang berkelanjutan. (Abdi et al. , 2. Menurut Ahmad et al . perusahaan dengan ESG yang tinggi menunjukkan kinerja keuangan tinggi dan Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki aset dan modal yang banyak akan menerapkan ESG dengan baik. Hal tersebut tentunya mendorong investor untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut, karena dinilai memberikan sinyal yang baik (Ramly et al. , 2. Hubungan antara ESG atau alternatifnya yaitu CSR . arena kinerja ESG mencerminkan CSR suatu perusahaa. dan kinerja perusahaan menarik karena pendapat mengenai hubungan antara aktivitas CSR dan kinerja keuangan beragam. Ekonom neoklasik memiliki pandangan pesimis terhadap investasi berlebihan dalam aktivitas CSR (Ahmad et al. , 2. Menurut mereka, investasi yang berlebihan pada kegiatan sosial dan lingkungan akan menurunkan laba perusahaan. Namun berbeda dengan stakeholder theory yang menyatakan bahwa dengan adanya tanggung jawab sosial dan lingkungan dapat memperbaiki hubungan antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan. Faktanya, praktik ESG melindungi kepentingan pemegang saham, memastikan pemisahan manajemen keputusan dan kontrol dalam suatu organisasi (Chouaibi et al. , 2. Sehingga dengan demikian, sangat perlu untuk dilakukan kajian tentang dampak ESG terhadap kinerja keuangan. Demikian pula, dalam beberapa tahun terakhir, green accounting telah menarik perhatian yang semakin meningkat karena kontribusinya terhadap konservasi sumber daya dan perlindungan lingkungan serta penciptaan kinerja keuangan. Green accounting sering dikaitkan dengan inovasi hijau. Inovasi hijau adalah salah satu cara paling proaktif untuk mencapai manfaat pembangunan lingkungan (Chouaibi et al. Seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi, masalah lingkungan hidup menjadi semakin menonjol. Pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup telah menjadi masalah global. Kondisi seperti inilai inovasi hijau yang dituangkan dalam green accounting sangat dibutuhkan. Stakeholder Theory Teori pemangku kepentingan adalah salah satu pendekatan yang berfokus pada hubungan antara perusahaan dan semua badan yang terlibat dalam domain bisnisnya (Abdi et al. , 2. Teori tersebut secara langsung menghubungkan masalah TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. keberlanjutan dengan tingkat di mana perusahaan memperhatikan atau mengabaikan manfaat pemegang saham. ESG dan green accounting yang menjadi strategi perusahaan dalam bidang lingkungan dan sosial akan memberikan keuntungan kepada para Bukan tanpa alasan, kebijakan-kebijakan yang dilakukan dalam penerapan ESG dan green accounting ditentukan oleh manajemen perusahaan yang sejalan dengan tujuan dan kepentingan para pemegang saham. ESG dan Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan hasil dari pengaplikasian keputusan keuangan dari pihak manajemen dalam perusahaan sebagai upaya peningkatan nilai perusahaan (Ramly, et al, 2. Kinerja keungan perusahaan selama ini hanya terfokus pada tujuan komersial dan kurang mempertimbangkan aspek ekologi dan sosial yang belum cukup diakui memiliki potensi besar, sehingga perlu diadakan strategi dalam menyusun tujuan keberlanjutan. ESG merupakan integrasi kinerja perusahaan terkait kinerja ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Investor individu dan investor institusional mengejar keuntungan finansial yang menarik yang dikaitkan dengan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan (Ahmad et al. , 2. Oleh karena itu, dalam konteks inilah investasi ini mengadopsi konsep ESG yang terdiri dari dua aspek keberlanjutan sosial dan lingkungan. Praktisi menilai dampak faktor keuangan dan ESG yang material terhadap kinerja perusahaan dan investasi suatu perusahaan. Hal ini dapat menyebabkan penyesuaian terhadap prediksi keuangan yang akan datang. Komponen utama lain dari integrasi ESG adalah Pemegang saham menilai semua faktor material, faktor keuangan tradisional, serta faktor ESG, untuk mengidentifikasi risiko dan peluang investasi yang dianggap sangat mungkin memengaruhi kinerja perusahaan dan kinerja investasi. Masalah lingkungan mempengaruhi harga saham dan imbal hasil obligasi korporasi (Chouaibi et al. , 2. Penelitian Ahmad et al . dan Khoury et al . menemukan hasil bahwa ESG memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Begitupun penelitian yang dilakukan oleh Afum et al . dan Abdi et al . yang menemukan bahwa partisipasi perusahaan dalam kegiatan sosial dan lingkungan (ESG) dihargai secara positif dan signifikan oleh tingkat efisiensi keuangan yang lebih Namun berbeda dengan penelitian Zahid et al . yang menemukan hasil bahwa ESG berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan ROA. Maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut. H1a. ESG berpengaruh positif terhadap ROA pada Sektor perbankan H1b. ESG berpengaruh positif terhadap ROA pada Sektor asuransi H2a. ESG berpengaruh positif terhadap ROE pada Sektor perbankan H2b. ESG berpengaruh positif terhadap ROE pada Sektor asuransi Green Accounting dan Kinerja Keuangan Green accounting adalah strategi inovasi hijau yang dilakukan perusahaan sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. Green acounting membantu perusahaan menciptakan kondisi yang harmonis dan mencapai keseimbangan antara perusahaan dan lingkungan (Afum et al. , 2. Green accounting bertujuan untuk memasukkan manajemen bisnis secara permanen. Saat ini. Green accounting merupakan bagian baru dari sistem akuntansi dan pendidikan di sebagian besar Green accounting menyediakan akses ke informasi lingkungan dengan mengukur aspek lingkungan yang memengaruhi keberlanjutan perusahaan (Gonzalez & Mendoza, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Asiaei et al . menemukan hasil bahwa green intellectual berpengaruh positif terhadap kinerja lingkungan. Begitupula dengan TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. penelitian Dhar et al . menunjukkan hasil bahwa penerapan green accounting yang efektif telah secara signifikan meningkatkan kemampuan pembangunan berkelanjutan perusahaan-perusahaan yang sangat berpolusi dan terdapat korelasi positif yang signifikan antara kualitas pengungkapan informasi tanggung jawab sosial dan kemampuan pembangunan berkelanjutan perusahaan-perusahaan yang sangat kualitas pengungkapan informasi tanggung jawab sosial dapat disesuaikan secara positif dengan hubungan antara penerapan akuntansi hijau dan kemampuan pembangunan berkelanjutan perusahaan-perusahaan yang sangat berpolusi. Maka hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut. H3a. Green accounting berpengaruh positif terhadap ROA pada Sektor perbankan H3b. Green accounting berpengaruh positif terhadap ROA pada Sektor asuransi H4a. Green accounting berpengaruh positif terhadap ROE pada Sektor perbankan H4b. Green accounting berpengaruh positif terhadap ROE pada Sektor asuransi METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis explanatory research dimana dalam penelitian ini menguji dampak ESG dan green accounting terhadap kinerja keuangan. Kinerja keuangan diukur dengan rasio ROA dan ROE, sementara ESG diukur dengan menggunakan dummy variable dengan memberikan angka 1 pada perusahaan yang menerapkan ESG dan diberi angka 0 pada perusahaan yang tidak menerapkan ESG. Begitupun dengan Green Accounting dihitung dengan dummy variable dimana diberi angka 1 jika perusahaan mencantumkan biaya lingkungan dan diberi angka 0 jika perusahaan tidak mencantumkan biaya lingkungan. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di perusahaan sektor perbankan dan sektor asuransi yang terdaftar di bursa efek Indonesia pada tahun 2023. Sumber Data Data yang digunakan dalah data sekunder yang berasal dari laporan publikasi yaitu annual report dan sustainability report. Populasi dan Sampel Penelitian Sebanyak 45 perusahaan sektor perbankan dan 18 perusahaan sektor asuransi yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Metode Analisis Data Metodologi dalam penelitian ini menggunakan metode multiple regresion untuk mengetahui dampak ESG dan GA terhadap kinerja keuangan dan data perbandingan antara perbankan dan asuransi menggunakan r square dari dua hasil multiple regresion. Berikut model regresi yang akan dilakukan pengujian: Keterangan : Y1 : ROA Y2 : ROE : Konstanta : Koefisien : Standar Error X1 : ESG X2 : Green Accounting (GA) TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengujian di Sektor Perbankan Tabel 1. Koefisien Determinasi Model 1 Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING. ESG Sumber: Data diolah . Tabel 1 diatas menyajikan hasil koefisien determinasi pada model 1 di sektor Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa R2 sebesar 0,158 atau sebesar 15,8%. Hal tersebut variabel independen dalam penelitian ini yaitu ESG dan GA mampu memberikan variasi terhadap variabel dependen yaitu ROA sebesar 15,8%. Sementara sisanya sebesar 84,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian Tabel 2. Hasil Uji Anova Model 1 ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: ROA Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING . ESG Sumber: Data diolah . Tabel 2 diatas menyajikan hasil uji anova untuk model 1 pada sektor Nilai signifikan sebesar 0,027 yang berarti nilai tersebut lebih kecil dari nilai 0,05. Sehingga dapat disimpulan bahwa secara simultan variabel ESG dan GA berpengaruh terhadap ROA. Model Tabel 3. Hasil Uji Hipotesis Model 1 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. 1 (Constan. ESG GREEN ACCOUNTING Dependent Variable: ROA Sumber: Data diolah . Tabel 3 diatas menunjukkan hasil uji hipotesis model 1 untuk sektor Dimana, nilai konstanta sebesar 0,001 menandakan bahwa apabila tidak ada pengaruh dari varabel bebas, maka ROA akan meningkat sebesar 0,001. Nilai koefifisen beta variabel ESG sebesar 0,004 yang berarti jika ESG naik sebesar 0,004 maka akan diikuti kenaikan ROA sebesar 0,004. Namun nilai signifikan sebesar 0,515 lebih besar dari nilai 0,005 sehingga variabel ESG tidak berpengaruh terhadap ROA. Dengan demikian hipotesis 1a dalam penelitian ini ditolak. Hasil ini tidak sejalan dengan temuan Khoury et al . yang menemukan hasil bahwa ESG berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perbankan. Begitupula penelitian Zahid et al . TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. yang menemukan hasil bahwa ESG berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan ROA. Sementara itu, nilai koefisien beta variabel GA sebesar 0,016 yang berarti setiap kenaikan GA sebesar 0,016 akan meningkatkan ROA sebesar 0,016. Karena nilai signifikasnsi sebesar 0,018 lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa GA berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang diproyeksikan oleh ROA pada sektor perbankan. Oleh karena itu hipotesis 3a dalam penelitian ini dapat diterima. Temuan ini mendukung teori pemangku kepentingan dimana dalam teori tersebut menghubungkan masalah keberlanjutan dengan tingkat di mana perusahaan memperhatikan atau mengabaikan manfaat pemegang saham. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Scarpellini et al . dimana mereka menemukan hasil bahwa akuntansi lingkungan berhubungan positif dengan akuntabilitas perusahaan. Begitupula penelitian Zheng et al . yang menemukan hasil bahwa dimensi keuangan hijau, sosial, ekonomi, dan lingkungan memiliki efek positif yang kuat pada kinerja keberlanjutan bank. Krisis lingkungan melibatkan beberapa pihak yang bertanggung jawab, dan industri adalah salah satunya. Dengan adanya keterlibatan perusahaan dalam penerapan green accounting menjadikan perusahaan tersebut memiliki reputasi baik dimata masyarakat sehingga akan berdampak pada peningkatan kinerja keuangannya. Green accounting yang dapat meningkatkan kinerja keuangan yang diukur menggunakan rasio ROA memberikan artian bahwa penerapan akuntansi hijau dapat meningkatkan laba perusahaan atas aset. Akuntansi hijau mengatur data dalam sistem akuntansi, mengembangkan dan mengklarifikasi aset lingkungan . set dan investasi yang dilakukan untuk melindungi lingkunga. , kewajiban lingkungan, pendapatan lingkungan . anfaat ekonomi bagi perusahaan yang dihasilkan dari manajemen lingkunganny. , dan biaya lingkungan (Gonzalez & Mendoza, 2. Tabel 4. Koefisien Determinasi Model 2 Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING. ESG Sumber: Data diolah . Tabel 4 diatas menyajikan hasil koefisien determinasi pada model 2 di sektor Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa R2 sebesar 0,195 atau sebesar 19,5%. Hal tersebut variabel independen dalam penelitian ini yaitu ESG dan GA mampu memberikan variasi terhadap variabel dependen yaitu ROE sebesar 19,5%. Sementara sisanya sebesar 80,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian Tabel 5 Uji Anova Model 2 ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: ROE Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING. ESG Sumber: Data diolah . Sig. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 5 diatas menyajikan hasil uji anova untuk model 2 pada sektor Nilai signifikan sebesar 0,010 yang berarti nilai tersebut lebih kecil dari nilai 0,05. Sehingga dapat disimpulan bahwa secara simultan variabel ESG dan GA berpengaruh terhadap ROE. Model Tabel 6. Uji Hipotesis Model 2 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error Sig. (Constan. ESG GREEN ACCOUNTING Dependent Variable: ROE Sumber: Data diolah . Tabel 6 diatas menunjukkan hasil uji hipotesis model 2 untuk sektor Dimana, nilai konstanta sebesar 0,011 menandakan bahwa apabila tidak ada pengaruh dari varabel bebas, maka ROE akan meningkat sebesar 0,011. Nilai koefifisen beta variabel ESG sebesar 0,033 yang berarti jika ESG naik sebesar 0,033 maka akan diikuti kenaikan ROE sebesar 0,033. Namun nilai signifikan sebesar 0,165 lebih besar dari nilai 0,005 sehingga variabel ESG tidak berpengaruh terhadap ROE. Dengan demikian hipotesis 2a dalam penelitian ini ditolak. Hasil ini tidak sejalan dengan temuan Yoo & Managi . Naeem et al . dan Shin et al . yang menemukan hasil bahwa ESG berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan ROE. Sementara itu, nilai koefisien beta variabel GA sebesar 0,058 yang berarti setiap kenaikan GA sebesar 0,058 akan meningkatkan ROE sebesar 0,058. Karena nilai signifikasnsi sebesar 0,022 lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa GA berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang diproyeksikan oleh ROE pada sektor perbankan. Dengan demikian hipotesis 4a diterima. Hasil ini tidak sejalan dengan temuan Saygili et al . yang menemukan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan. Hasil ini sejalan dengan temuan Hsu et al . Rahman & Islam . dimana pembiayaan hijau yang merupakan bagian dari green accounting dapat mengurangi pinjaman jangka pendek, sehingga membatasi investasi berlebihan. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan laba perusahaan. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian Mensah et al . yang m engungkapkan bahwa adopsi praktik manajemen logistik hijau meningkatkan kinerja keuangan melalui kinerja lingkungan dan pasar. Namun hasil ini tidak sejalan dengan Zhou et al . yang menemukan pengaruh negatif antara tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap kinerja Hasil Pengujian di Sektor Asuransi Tabel 7. Koefisien Determinasi Model 1 Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING. ESG Sumber: Data diolah . TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 7 diatas menyajikan hasil koefisien determinasi pada model 1 di sektor Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa R 2 sebesar 0,093 atau sebesar 9,3%. Hal tersebut variabel independen dalam penelitian ini yaitu ESG dan GA mampu memberikan variasi terhadap variabel dependen yaitu ROA sebesar 9,3%. Sementara sisanya sebesar 90,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian Tabel 8. Uji Anova Model 1 ANOVAa Model Sum of Mean Sig. Squares Square Regression Residual Total Dependent Variable: ROA Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING. ESG Sumber: Data diolah . Tabel 8 diatas menyajikan hasil uji anova untuk model 1 pada sektor asuransi. Nilai signifikan sebesar 0,482 yang berarti nilai tersebut lebih besar dari nilai 0,05. Sehingga dapat disimpulan bahwa secara simultan variabel ESG dan GA tidak berpengaruh terhadap ROA. Model Tabel 9. Uji Hipotesis Model 1 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. ESG ENVIROMENTAL COST Dependent Variable: ROA Sumber: Data diolah . Tabel 9 diatas menunjukkan hasil uji hipotesis model 1 untuk sektor asuransi. Dimana, nilai konstanta sebesar 0,014 menandakan bahwa apabila tidak ada pengaruh dari varabel bebas, maka ROA akan meningkat sebesar 0,014. Nilai koefifisen beta variabel ESG sebesar -0,006 yang berarti jika ESG naik sebesar 0,006 maka akan diikuti penurunan ROA sebesar 0,006. Namun nilai signifikan sebesar 0,795 lebih besar dari nilai 0,005 sehingga variabel ESG tidak berpengaruh terhadap ROA. Dengan demikian hipotesis 1b dalam penelitian ini ditolak. Sementara itu, nilai koefisien beta variabel GA sebesar 0,024 yang berarti setiap kenaikan GA sebesar 0,024 akan meningkatkan ROA sebesar 0,024. Karena nilai signifikasnsi sebesar 0,252 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa GA tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang diproyeksikan oleh ROA pada sektor asuransi. Dengan demikian hipotesis 3b ditolak. Kinerja keuangan yang diproyeksikan oleh rasio ROA tidak dipengaruhi oleh penerapan ESG dan green accounting. Peningkatan ROA di sektor asuransi biasanya dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas pedanaan seperti pemberian modal oleh kreditur untuk membantu dalam menyokong pendanaan yang akan diberikan kepada nasabah. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. Tabel 10. Koefisien Determinasi Model 2 Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING. ESG Sumber: Data diolah . Tabel 10 diatas menyajikan hasil koefisien determinasi pada model 2 di sektor Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa R 2 sebesar 0,041 atau sebesar 4,1%. Hal tersebut variabel independen dalam penelitian ini yaitu ESG dan GA mampu memberikan variasi terhadap variabel dependen yaitu ROE sebesar 4,1%. Sementara sisanya sebesar 95,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian Tabel 11. Uji Anova Model 2 ANOVAa Model Sum of Mean Sig. Squares Square Regression Residual Total Dependent Variable: ROE Predictors: (Constan. GREEN ACCOUNTING. ESG Sumber: Data diolah . Tabel 11 diatas menyajikan hasil uji anova untuk model 2 pada sektor asuransi. Nilai signifikan sebesar 0,732 yang berarti nilai tersebut lebih besar dari nilai 0,05. Sehingga dapat disimpulan bahwa secara simultan variabel ESG dan GA tidak berpengaruh terhadap ROE pada sektor asuransi. Model Tabel 12. Uji Hipotesis Model 2 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. ESG GREEN ACCOUNTING Dependent Variable: ROE Sumber: Data diolah . Tabel 12 diatas menunjukkan hasil uji hipotesis model 2 untuk sektor asuransi. Dimana, nilai konstanta sebesar 0,044 menandakan bahwa apabila tidak ada pengaruh dari varabel bebas, maka ROE akan meningkat sebesar 0,044. Nilai koefifisen beta variabel ESG sebesar -0,004 yang berarti jika ESG naik sebesar 0,004 maka akan diikuti penurunan ROA sebesar 0,004. Namun nilai signifikan sebesar 0,991 lebih besar dari nilai 0,005 sehingga variabel ESG tidak berpengaruh terhadap ROE pada sektor Dengan demikian hipotesis 2b dalam penelitian ini ditolak. Sementara itu, nilai koefisien beta variabel GA sebesar 0,021 yang berarti setiap kenaikan GA sebesar 0,021 akan meningkatkan ROE sebesar 0,021. Karena nilai signifikasnsi sebesar 0,446 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa GA tidak berpengaruh terhadap TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2024. HAL. kinerja keuangan yang diproyeksikan oleh ROE pada sektor asuransi. Dengan demikian hipotesis 4b ditolak. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan temuan Hamdi et al . yang menemukan hasil bahwa ESG berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. sektor asuransi, penerapan ESG dan green accounting tidak menjadi hal yang penting untuk dilakaukan. Sehingga pengaruh kedua variabel tersebut terhadap kinerja keuangan tidak ada. Strategi yang sering digunakan untuk meningkatkan kinerja keuangan di sektor asuransi adalah yang berkaitan dengan financial accounting. Karena dengan strategi tersebut dapat membantu perusahaan dalam memperoleh bantuan dana yang dapat digunakan sebagai modal untuk memperikan pinjaman terhadap Perbandingan Kinerja Keuangan Sektor Perbankan dan Sektor Asuransi Tabel 13. Perbandingan Kinerja Keuangan KETERANGAN SEKTOR PERBANKAN SEKTOR ASURANSI ROA ROE ROA ROE 0,158 0,195 0,093 0,041 ANOVA 0,027* 0,010* 0,482 0,732 Sumber: Data diolah . Perbandingan kinerja keuangan sektor perbankan dan sektor asuransi dapat dilihat dengan cara membandingkan hasil R2 pada koefisien determinasi. Tabel 13 diatas menyajikan hasil perbandingan keduanya. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai R2 pada sektor perbankan lebih besar dibandingkan dengan sektor asuransi. Dimana pada sektor perbankan R2 berada diatas 10%, sementara pada sektor asuransi berada dibawah 10%. Hal tersebut memberikan arti bahwa kinerja keuangan sektor perbankan lebih bagus dibandingkan dengan sektor asuransi. Karena sektor asuransi masih sangat sedikit perusahaan yang menerapkan ESG dalam penyusunan laporan Hal itu juga dibuktikan pada hasil uji anova, dimana pada sektor asuransi tidak terdapat pengaruh simultan antara penerapan ESG dan GA terhadap kinerja keuangan. Pada sektor asuransi lebih mengedepankan investasi dalam bidang keuangan dibandingkan dengan investasi di bidang lingkungan dan sosial. Karena menurut mereka, investasi di bidang keuangan mampu menciptakan laba yang lebih besar karena dapat menyokong keberlangsungan hidup perusahaan. SIMPULAN DAN SARAN ESG tidak berdampak pada kinerja keuangan sektor perbankan dan asuransi, sementara green accounting mampu meningkatkan kinerja keuangan sektor perbankan namun tidak untuk sektor asuransi. Hal tersebut karena pada sektor asuransi hanya berfokus kepada financial accounting dibandigkan dengan green accounting karena menurut mereka financial accounting yang dapat menopang perusahaan agar tetap Temuan penelitian ini memberikan wawasan penting bagi manajer dan pembuat kebijakan perusahaan sektor perbankan dan asuranasi di Indonesia, yang menyoroti perlunya penerapan green accounting yang mempromosikan keberlanjutan Penelitian ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan penerapan green accounting dapat menghasilkan efisiensi energi dan kinerja lingkungan yang lebih baik, yang dapat meningkatkan reputasi dan keunggulan kompetitif perusahaanperusahaan ini. Adapun saran untuk penelitian selanjutnya adalah menambahkan variabel mediasi atau moderasi dalam melihat pengaruh tidak langsung antara EGS dan green accounting terhadap kinerja keuangan. DAFTAR PUSTAKA