Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 436 Ae 446 DETERMINAN PERILAKU PEMBELIAN HIJAU PADA GENERASI Z DI INDONESIA Oleh : Carina Diah Ayu Larasati. Rita Wijayanti Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi . Universitas Muhammadiyah Surakarta *Korespodensi: carina29diah@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract Environmental conditions in Indonesia are getting worse where non-green waste management is not handled optimally so that people, especially generation z, must be aware of ecological problems by implementing green buying behavior. This study aims to identify the factors influencing consumers' green buying behavior in generation z in Indonesia. This type of research is quantitative with primary data obtained through Total sample of 372 Respondents. The method used to determine the sample is purposive sampling technique. Data processing techniques using the SEM-PLS 3. 0 Application. The tests used are the Outer Model Test and the Inner Model Test. The results showed that . Perceived environmental knowledge, perceived severity, efficacy response, and attitude had a positive and significant effect on green buying behavior. Perceived severity, efficacy response, and perceived responsibility have a positive and significant effect on attitudes. Attitudes mediate the relationship between perceived environmental responsibility and green buying behavior. Attitudes also mediate between perceived severity and green buying behavior and mediate between efficacy responses and green buying behaviors. The results of this study will be useful for policy strategists and government organizations to create campaigns to encourage eco-friendly buying behavior among young consumers. Keyword : Perceived Environmental Responsibility. Perceived Environmental Knowledge. Perceived Severity. Response Efficacy. Attitude. Green Buying Behavior. mereka semakin peduli akan kesehatan lingkungan (Hanifah. Hidayati, and Mutiarni 2. Ketidakkonsistenan terhadap pembelian ramah lingkungan dan kurangnya pengetahuan yang dapat memotivasi penulis untuk mengidentifikasi faktor-faktor penting yang memprediksi perilaku pembelian hijau konsumen muda berpendidikan di Indonesia (Rahman 2. Peningkatan yang diamati dalam kepedulian lingkungan memiliki dampak yang signifikan terhadap pembelian produk ramah lingkungan oleh konsumen karena pembeli sekarang lebih responsif terhadap kebijakan lingkungan karena mereka sama-sama khawatir tentang dampak potensial terhadap lingkungan yang dihasilkan dari pembuangan produk saat pembelian dan konsumsi (Gyyer and Sevil Oflay Sebagian riset telah menemukan bahwa kepedulian menjadi determinan dari sikap PENDAHULUAN Semakin meningkatnya dunia industri secara global dimana hampir seluruh sektor berdampak pada pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan. Isu lingkungan beberapa tahun belakangan ini menjadi perhatian berbagai pihak dan kembali mengemuka sebagai salah satu isu utama di masyarakat (Tan. Ojo, and Thurasamy Berbagai macam aktivitas yang dilakukan manusia menciptakan berbagai macam masalah bagi lingkungan. Meningkatnya jumlah sampah dikarenakan banyaknya sampah yang dihasilkan industri rumah tangga per harinya (Hanifah. Hidayati, and Mutiarni 2. Hal ini membuat masyarakat menjadi khawatir ketika sampah sulit untuk didaur ulang. Konsumen sekarang adalah konsumen yang cerdas, dimana mereka dapat menentukan pilihan pembeliannya dengan selalu mempertimbangkan efek jangka panjang, dan pembelian produk ramah lingkungan (Ming Ming Lukiarti 2. Perilaku pembelian hijau mewakili perilaku pengambilan keputusan etis yang kompleks dan dianggap sebagai jenis perilaku yang bertanggung jawab secara sosial (Joshi and Rahman 2. Kepedulian lingkungan dan tanggung jawab lingkungan yang dirasakan adalah contoh faktorfaktor yang diperoleh dari pembahasan masalah ekologis, yang kemudian memumbuhkan rasa tanggung jawab. Dengan demikian, penggunaan faktor-faktor ini dapat mengisi kesenjangan sikapniat-perilaku (Zheng et al. Seiring dengan meningkatnya kesadaran pelanggan untuk membeli produk ramah lingkungan dalam beberapa dekade terakhir, penelitian ini mencoba mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan niat membeli produk ramah lingkungan di Indonesia (Amar. Kusuma, and Islamadina 2. Menurut Azad & Laheri . Green product memberikan penawaran alternatif produk yang dibuat menggunakan bahan organik, menghemat penggunaan energi, menghilangkan produk Perilaku pembelian hijau melibatkan pembelian barang-barang yang ramah lingkungan, dapat didaur ulang atau dapat terurai secara hayati, dan menghindari produk yang merusak atmosfer dan masyarakat (Zheng et al. Dilaporkan bahwa beberapa konsumen telah menyadari bahwa kegiatan konsumsi mereka dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, yang pada gilirannya dapat mengubah dan memotivasi mereka dalam melakukan pembelian yang sadar lingkungan seperti pembelian ramah lingkungan (Tan. Ojo, and Thurasamy 2. Dalam hal ini, peneliti berfokus pada generasi muda di Indonesia yang sudah pernah melakukan pembelian hijau terutama melalui kemasan yang dapat didaur ulang. Demikian pula, penelitian ini menguji efek mediasi sikap dalam hubungan antara tanggung jawab lingkungan yang dirasakan dan perilaku pembelian ramah lingkungan. Artikel selanjutnya disusun sebagai berikut: Bagian dua membahas literatur yang relevan tentang produk hijau, konsumsi hijau, kerangka teori, dan pengembangan hipotesis. Bagian tiga menyajikan metodologi penelitian, yang meliputi tinjauan pengumpulan data dan metode analisis. Bagian Makalah ini diakhiri dengan rekomendasi untuk promosi komoditas hijau di Indonesia dan implikasi besar bagi orang lain. Green product adalah produk yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan, baik dalam proses produksinya maupun saat barang itu dikonsumsi (Hanifah. Hidayati, and Mutiarni 2. Menurut Azad & Laheri . green product menggantikan produk dengan menggunakan bahan organik, menghemat penggunaan energi, serta menghilangkan produk beracun dan mengurangi limbah dan polusi. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa produk ramah lingkungan (Green Produc. , adalah produk yang baik bagi pengguna dan tidak mencemari lingkungan sekitar. Konsumsi Hijau Konsumsi hijau dapat berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan dengan menyelaraskan antara pemenuhan permintaan dan pelestarian lingkungan selama pengumpulan, penggunaan, dan penanganan barang. Oleh karena itu, konsumsi hijau merupakan bagian penting dari pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan (Zheng et al. Menurut Laroche et al . Keputusan dalam pembelian barang ramah lingkungan menjadi masalah psikologis dalam riset pemasaran hijau untuk saat ini. Keputusan pembelian dapat diwarisi dari minat konsumen dalam mendukung perusahaan hijau. Dalam memenuhi aktivitas pembelian hijau harus disertai kesediaan dalam membelanjakan lebih banyak produk ramah 2 Kerangka Teoritis 1 Teori Perilaku Berencana (TPB) Dalam upaya untuk mendiskripsikan perilaku pembelian hijau, penelitian sebelumnya berfokus pada deskripsi nilai, sikap, dan niat perilaku yang mendasari terhadap produk ramah Teori model perilaku terencana (TPB) telah banyak digunakan untuk memahami perilaku individu terutama perilaku pro-lingkungan, dan telah dibuktikan secara efektif oleh banyak penelitian ((Zheng et al. (Xu et al. (Joshi and Rahman 2. (Rahman 2. TPB menyatakan bahwa ada tiga faktor yang berkaitan erat dengan niat: sikap, norma subyektif dan kontrol perilaku yang dirasakan . TPB tidak dianggap sebagai model yang cocok untuk menjelaskan perilaku etis di sebagian besar studi karena tidak mempertimbangkan elemen afektif konsumen yang ditemukan mempengaruhi perilaku etis konsumen (Joshi and Rahman 2. Teori Motivasi Perlindungan Teori Motivasi Perlindungan (PMT) diperkenalkan oleh Rogers pada tahun 1975 untuk menetapkan pengaruh faktor ketakutan terhadap KAJIAN PUSTAKA 1 Landasan Teori 1 Produk Hijau kebiasaan dan sikap kesehatan. Pada tahun 1983, 3 Pengembangan Hipotesis teori motivasi perlindungan direvisi sebagai garis Keputusan untuk membeli produk yang besar teori lengkap, termasuk dua proses kognitif ramah lingkungan menjadi isu psikologis dalam utama: identifikasi bahaya dan penilaian riset green marketing saat ini (Zheng et al. Elemen kunci dari model ini meliputi Penerapan perilaku konsumsi dan keinginan untuk intensitas yang dirasakan, risiko yang dirasakan, membeli produk ramah lingkungan dipengaruhi efektivitas respon, dan evaluasi self-efficacy. Niat beberapa factor, antara lain : perlindungan dan perilaku perlindungan adalah dua struktur model lainnya (Zheng et al. Gambar 1. Kerangka Teori Tanggung Jawab Lingkungan Yang Dirasakan Keparahan Yang Dirasakan Sikap Respon Efikasi Perilaku Pembelian Hijau Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan berpengaruh secara langsung terhadap perilaku pembelian hijau. Dengan demikian, hipotesis berikut diusulkan : Hipotesis 2. Ada hubungan positif antara tanggung jawab lingkungan yang dirasakan dan perilaku pembelian hijau. Hipotesis 3. Ada hubungan positif antara tanggung jawab lingkungan yang dirasakan dan sikap terhadap pembelian ramah lingkungan 1 Sikap Menurut Lee . sikap ekologis merupakan sebuah konsep sistematis tentang penilaian pelanggan terhadap perilaku pembelian ekologis, dan mencakup sikap pelanggan terhadap pengadaan yang ramah lingkungan. Hampir sama dengan perilaku, sikap mempengaruhi niat beli Sebuah temuan yang mengamati interaksi antara sikap ekologis konsumen dan tindakan perilaku mereka. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Zheng . membuktikan bahwa sikap menjadi predictor yang kuat terhadap perilaku pembelian hijau. Namun penelitian Tan et al . yang membuktikan bahwa sikap ada hubungan yang signifikan tetapi lemah. Dengan demikian, hipotesis berikut diajukan: Hipotesis 1. Ada hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku pembelian hijau. 3 Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan Hal ini mengacu pada pengetahuan yang dirasakan konsumen tentang masalah ekologi dan cara untuk mengatasi masalah ini. Pelajaran sebelumnya pada pengetahuan ekologi telah memberikan hasil yang beragam. Beberapa penelitian secara khusus menemukan bahwa pengetahuan lingkungan konsumen secara positif ((Armarsha & Octavia, 2. (Rahman, 2. Dengan demikian, hipotesis berikut diusulkan : Hipotesis 4. Ada hubungan positif antara pengetahuan lingkungan yang dirasakan dan perilaku pembelian hijau. 2 Tanggung Jawab Lingkungan Yang Dirasakan Tanggung dirasakan" berkaitan dengan tugas pengguna untuk menjaga ekologi dan memastikan bahwa aktivitas mereka tidak berdampak buruk pada ekosistem atau orang lain. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Lee . di Hong Kong, tanggung jawab mempengaruhi aktivitas pembelian hijau remaja. Namun dalam penelitian Zheng . menyatakann bahwa tanggung jawab tidak 4 Keparahan Yang Dirasakan Keparahan yang dirasakan dari kerentanan adalah sejauh mana persepsi seseorang terhadap potensi bahaya . Pandangan orang tentang tingkat keparahan, kerusakan, dan tantangan ekologis dapat memengaruhi perilaku pembelian hijau Penelitian yang dilakukan Zheng . menyatakann bahwa keparahan yang dirasakan berpengaruh secara langsung terhadap perilaku pembelian hijau. Dengan demikian, hipotesis berikut diusulkan : Hipotesis 5. Ada hubungan yang signifikan antara keparahan yang dirasakan dari masalah lingkungan dan sikap terhadap green buying. Hipotesis 7. Terdapat efek mediasi sikap terhadap hubungan antara persepsi tanggung jawab lingkungan dan perilaku pembelian hijau. Hipotesis 8. Terdapat efek mediasi sikap pada hubungan antara persepsi keparahan dan perilaku pembelian hijau. Hipotesis 9. Terdapat efek mediasi sikap terhadap hubungan antara efikasi respons dan perilaku pembelian ramah lingkungan METODE PENELITIAN Penelitian ini memperoleh data primer melalui survei berbasis kuesioner. Responden sasaran adalah kalangan muda khususnya generasi Z di Indonesia dengan rentang usia 18 sampai 25 Jumlah responden yang terlibat dalam survei ini adalah 372 orang. Rata-rata, responden menghabiskan sepuluh menit untuk menyelesaikan Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan metode non probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). PLS adalah model persaman struktural (SEM) yang berbasis komponen atau Analisis PLS-SEM terdiri dari dua yaitu Outer model dan Inner model Ghozali & Latan . , berikut ini beberapa uji yang perlu dilakukan sebagai berikut : HASIL PEMBAHASAN 1 Isi Hasil dan Pembahasan 1 Karakteristik Responden Karakteristik responden berguna untuk mengetahui gambaran keseluruhan dari responden Untuk mengetahui karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini : 5 Respon Efikasi Respon efikasi mengacu pada keyakinan seseorang bahwa perilaku atau tindakan tertentu dapat berhasil menghilangkan bahaya atau bahaya. Penilaian efikasi mengukur dampak dari intervensi yang disarankan pada pengurangan bahaya . fektivitas respon. Adopsi dari respon yang disarankan diinduksi oleh motif keselamatan individu, yang diputuskan oleh penilaian mereka tentang seberapa sukses respon tersebut . Penelitian yang dilakukan Zheng . menyatakann bahwa respon efikasi berpengaruh secara langsung terhadap perilaku pembelian hijau. Oleh karena itu, kami mengusulkan sebagai berikut: Hipotesis 6. Terdapat hubungan yang signifikan antara respon efikasi dan sikap terhadap green 6 Efek Mediasi Sikap Peran mediasi sikap antara tingkat keparahan, kemanjuran respons, tanggung jawab yang dirasakan dan perilaku pembelian ramah lingkungan belum sepenuhnya diuji secara luas dan harus mengatasi kesenjangan perilaku yang Penelitian yang dilakukan Zheng . menjelaskan hanya tanggung jawab yang termediasi oleh sikap derhadap perilaku pembelian Oleh karena itu, hipotesis berikut Tabel 2 Karakteristik Responden Kriteria Jenis Kelamin Usia Pekerjaan Keterangan Perempuan Laki-laki PNS Wiraswasta Pelajar/Mahasiswa Pegawai Swasta IRT (Ibu Rumah Tangg. Lainnya Frekuensi Jumlah (%) Pendapatan Rp. Dari Tabel diatas dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden generasi Z di Indonesia pada saat penelitian ini dilakukan yaitu responden yang berjenis kelamin wanita, berusia lebih dari 20 sampai 21 tahun, pekerjaan pelajar/mahasiswa. mempunyai pendapatan perbulan kurang lebih >Rp. 000,00. Uji Model Pengukuran (Outer Mode. Model ini digunakan untuk menguji validitas konvergen, validitas diskriminan dan Untuk memperoleh hasil perhitungan yang akurat, pengujian validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan software smartPLS Berikut adalah model untuk uji outer model. Gambar 2. Uji Outer Model Berdasarkan Gambar 2. diketahui bahwa model yang perlu dilakukan selanjutnya adalah uji seluruh indikator dalam penelitian ini memiliki validitas diskriminan. Hasil uji outer loading nilai factor loading > 0,5. Hal tersebut menunjukan validitas diskriminan masing-masing indikator bahwa seluruh indikator dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 3 berikut ini: memenuhi uji validitas konvergen. Pengujian outer Tabel 3. Hasil uji cross loading validitas diskriminan Keparahan Pengetahuan Perilaku Respon Sikap Tanggung Yang Lingkungan Pemebilan Efikasi (Y) Jawab Dirasakan Yang Hijau (Z) (X. Lingkungan (X. Dirasakan (X. Dirasakan (X. ATT-1 ATT-2 ATT-3 GBB-1 GBB-2 GBB-3 GBB-4 PEK-1 PEK-2 PEK-3 PEK-4 PEK-5 PER-1 PER-2 PER-3 PER-4 PS-1 PS-2 PS-3 RE-1 RE-2 Dari Tabel 3. diketahui bahwa seluruh dengan melihat nilai composite reliability dan indikator dalam penelitian ini memiliki nilai factor cronbachAos alpha masing-masing konstruk. loading terhadap konstruk yang dituju lebih tinggi Untuk dapat memenuhi nilai reliabilitas dibandingkan nilai factor loading terhadap yang baik, nilai composite reliability yang konstruk lainnya sehingga dapat disimpulkan disarankan adalah > 0. 7 sedangkan nilai cronbachAos bahwa seluruh indikator dalam penelitian ini alpha sebesar > 0. Tabel 4. menunjukkan nilai Untuk composite reliability dan cronbachAos alpha pada mengetahui reliabilitas dari masing-masing penelitian ini : konstruk penelitian ini, dilakukan pengujian Tabel 4. Nilai Composite Reliability dan CronbachAos Alpha Cronbach's rho_A Composite Average Kesimpulan Alpha Reliability Variance Extracted (AVE) Perilaku Pemebilan Hijau (Z) Sikap (Y) Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan (X. Keparahan Yang Dirasakan (X. Tanggung Jawab Lingkungan yang Dirasakan (X. Respon Efikasi (X. Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Berdasarkan Tabel 4. diketahui diketahui bahwa seluruh konstruk penelitian memiliki nilai Composite Reliability di atas 0. 7 dan nilai Cronbachs Alpha di atas 0. 6 sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh konstruk dalam penelitian ini dinyatakan reliabel. 3 Uji Model Struktural (Inner Mode. Uji model struktural . nner mode. dilakukan dengan menggunakan nilai R-square pada konstruk laten endogen dan t-hitung pada masing-masing variabel laten eksogen terhadap konstruk laten endogen. Berikut model untuk Uji Inner Model : Gambar 3. Uji Inner Model Penelitian ini menggunakan one-tailed test nilai kritis . yaitu 1,96 maka hipotesis dengan tingkat kesalahan 5%. Maka nilai kritis Tabel 5. akan menjelaskan lebih rinci yang harus dipenuhi pada uji hipotesis ini adalah mengenai keterdukungan hipotesis : sebesar 1,96. Apabila nilai thitung lebih besar dari Tabel 5. Hasil thitung dan Path Coefficient Variabel Penelitian Hubungan Variabel Thitung Ttabel Kesimpulan Path Coefficient Keparahan Yang Dirasakan (X. -> Sikap (Y) Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan (X. -> Perilaku Pembelian Hijau (Z) 1,96 Ho Ditolak 0,355 1,96 Ho Ditolak 0,583 Respon Efikasi (X. > Sikap (Y) 1,96 Ho Ditolak 0,367 Sikap (Y) -> Perilaku Pembelian Hijau (Z) 1,96 Ho Ditolak 0,152 Tanggung Jawab Lingkungan yang Dirasakan (X. -> Perilaku Pembelian Hijau (Z) 1,96 Ho Diterima 0,106 Tanggung Jawab Lingkungan yang Dirasakan (X. -> Sikap (Y) 1,96 Ho Ditolak 0,190 Berdasarkan hasil thitung pada tabel 5. 2 x 100% = 1,12%. Tanggung Jawab diketahui bahwa hubungan variabel pengaruh Lingkungan yang Dirasakan terhadap Sikap variabel Keparahan Yang Dirasakan terhadap . 2 x 100% = 3,61%. Sikap adalah sebesar . x 100% = 12,60%. Hubungan antar variabel memiliki skor Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan thitung > 1,96 artinya kelima hubungan variabel terhadap Perilaku Pembelian Hijau adalah sebesar memiliki pengaruh secara positif maka H0 ditolak. 2 x 100% = 28,94 %. Respon Efikasi Selain itu, dilakukan perhitungan dari nilai Rterhadap Sikap adalah sebesar . 2 x 100% = square yang digunakan untuk mengetahui seberapa 13,46 %. Sikap terhadap Perilaku Pembelian Hijau besar variabel laten endogen dipengaruhi oleh adalah sebesar . x 100% = 2,31%, variabel laten eksogen. Adapun hasil perhitungan Tanggung Jawab Lingkungan yang Dirasakan tertera pada Tabel 6. terhadap Perilaku Pembelian Hijau adalah sebesar Tabel 6. Nilai R-square Pada Variabel Laten Endogen R Square Adjusted Square Perilaku Pembelian Hijau (Z) Sikap (Y) Berdasarkan Tabel 6. nilai R-square untuk variabel laten endogen Attitude (Y) dalam model structural ini memiliki nilai 0,574 artinya Tanggung Jawab Lingkungan Yang Dirasakan. Keparahan Yang Dirasakan, dan Respon Efikasi mempengaruhi variabel laten endogen Attitude (Y) sebesar 57,4% sedangkan sisanya sebesar 42,6 variabel Attitude (Y) dipengaruhi faktor lain selain Tanggung Jawab Lingkungan Yang Dirasakan (X. Keparahan Yang Dirasakan(X. , dan Respon Efikasi (X. Nilai variabel laten endogen Perilaku Pembelian Hijau (Z) dalam model structural ini memiliki nilai 0,514 artinya Tanggung Jawab Lingkungan Yang Dirasakan (X. , . Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan (X. dan Attitude (Y) mempengaruhi variabel laten endogen Perilaku Pembelian Hijau (Z) sebesar 51,4% sedangkan sisanya sebesar 48,6% variabel Perilaku Pembelian Hijau (Z)) dipengaruhi faktor lain selain Tanggung Jawab Lingkungan Yang Dirasakan (X. , . Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan (X. dan Attitude (Y) Pengujian Variabel Mediasi Gambar 7. Path Diagram Outer Model dengan SmatPLS 3. Tabel 7 Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Variabel Mediasi Pengaruh Langsung Tabel Bootstraping PER(X. -> GBB(Z) PER (X. -> ATT (Y) PEK (X. -> GBB (Z) PS(X. -> ATT (Y) RE (X. -> ATT (Y) ATT (Y)-> GBB (Z) Pengaruh Tidak Langsung Mediasi Attitude . 0,012 0,057 0,479 0,202 0,177 0,033 0,029 0,054 0,056 Total Pengaruh 0,012 0,086 0,479 0,256 0,233 0,033 Hipotesis Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard T Statistics Deviation (|O/STDEV|) (STDEV) Keparahan Yang Dirasakan (X. -> Sikap (Y) Kesimpulan T Statistik T hitung > Zscore 1,96. Maka Ha diterima Ho Artinya variabel keparahan yang dirasakan berpengaruh positif secara 632 signifikan terhadap sikap Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan (X. -> Perilaku Pembelian Hijau (Z) Respon Efikasi (X. -> Sikap (Y) Sikap (Y) -> Perilaku Pembelian Hijau (Z) Tanggung Jawab Lingkungan yang Dirasakan (X. -> Perilaku Pembelian Hijau (Z) Tanggung Jawab Lingkungan yang Dirasakan (X. -> Sikap (Y) T hitung > Zscore 1,96. Maka Ha diterima Ho Variabel Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan berpengaruh positif secara signifikan terhadap perilaku pembelian hijau T hitung > Zscore 1,96. Maka Ha diterima Ho variabel respon efikasi berpengaruh positif secara signifikan terhadap sikap T hitung > Zscore 1,96. Maka Ha diterima Ho variabel sikap berpengaruh positif secara signifikan terhadap perilaku pembelian hijau T Hitung < Zscore 1,96. Maka Ha ditolak. Ho Variabel tanggung jawab lingkungan yang dirasakan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pembelian hijau T hitung > Zscore 1,96. Maka Ha diterima Ho keparahan yang dirasakan berpengaruh positif secara signifikan terhadap sikap . Pertanyaan atau indikator yang tidak lolos validitas telah dihapus dari indikator. Pengetahuan lingkungan yang dimiliki oleh generasi z di Indonesia terhadap produk hijau ditegaskan dengan adanya kesadaran sikap konsumen terhadap isuisu lingkungan sekarang. Namun pada penelitian ini memperlihatkan pengaruh koefisien yang tidak terlalu signifikan besarnya hubungan antara pengetahuan lingkungan terhadap perilaku, sehingga dapat menimbulkan kurangnya konsumsi atau pembelian produk hijau khususnya di generasi Z di Indonesia. Ini dapat dilihat dimana Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan berpengaruh secara positif terhadap Attitude. Dari hasil penelitian ini memperlihatkan koefisien yang tidak terlalu signifikan bes arnya hubungan antara tanggung jawab yang dirasakan KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian AuDeterminan Perilaku Pembelian Hijau Pada Generasi Z Di Indonesia Au maka dapat disimpulkan mengenai penelitian ini menjelaskan bahwa: Pengujian hipotesis dari hubungan antara Tanggung Jawab yang Dirasakan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian hijau pada generasi Z di Indonesia. Namun. Variabel Pengetahuan Lingkungan Yang Dirasakan. Respon Efikasi. Keparahan Yang Dirasakan, dan Sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pembelian Hijau . Sikap memediasi pengaruh antara Tanggung Jawab yang Dirasakan berpengaruh secara tidak langsung terhadap Perilaku Pembelian Hijau. Data yang diolah telah lolos dari Uji validitas. Uji Reliabilitas, dan Uji Normalitas. pembelian hijau menimbulkan kurangnya kepedulian lingkungan generasi Z d Indonesia terhadap produk hijau dan memberikan efek yang tidak terlalu besar pula terhadap niat membeli produk hijau di Indonesia. Economics . 235Ae43. https://doi. org/10. 1016/j. Laroche. Michel. Jasmin Bergeron, and Guido Barbaro-Forleo. AuTargeting Consumers Who Are Willing to Pay More for Environmentally Friendly Products. Ay Journal of Consumer Marketing 18 . : 503Ae20. https://doi. org/10. 1108/EUM000000000615 Lin. Hsiu Yi, and Meng Hsiang Hsu. AuUsing Social Cognitive Theory to Investigate Green Consumer Behavior. Ay Business Strategy and Environment . 326Ae43. https://doi. org/10. 1002/bse. Ming Ming Lukiarti. AuPengaruh Kepedulian Lingkungan Dan Sikap Terhadap Minat Beli Produk Hijau (Studi Kasus Pada Konsumen Produk Hijau Di Kabupaten Remban. Ay 05 . : 5Ae10. Rahman. Yatish Joshi Zillur. AuAoPredictors of Young ConsumerAos Green Purchase BehaviourAo. Management of Environmental Quality: An International Journal. Vol. 27 Iss 4 Pp. 452 - 472. Ay Tan. Christine Nya Ling. Adedapo Oluwaseyi Ojo. Ramayah Thurasamy. AuDeterminants of Green Product Buying Decision among Young Consumers in Malaysia. Ay Young Consumers 20 . : 121Ae37. https://doi. org/10. 1108/YC-12-2018-0898. Xu. Xiaoping. Yannong Hua. Shanyong Wang, and Guifen Xu. AuDeterminants of ConsumerAos Intention to Purchase Authentic Green Furniture. Ay Resources. Conservation and Recycling 156 . : 104721. https://doi. org/10. 1016/j. Zheng. Guang Wen. Abu Bakkar Siddik. Mohammad Masukujjaman. Syed Shah Alam, and Alvina Akter. AuPerceived Environmental Responsibilities and Green Buying Behavior: The Mediating Effect of Attitude. Ay Sustainability (Switzerlan. 1Ae27. https://doi. org/10. 3390/su13010035. REFERENSI