UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN MENGENAI BAHAYA PENGGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA Chrisyen Damanik1. Sumiati Sinaga2 Program Studi Ilmu Keperawatan. ITKES Wiyata Husada Samarinda Jl. Kadrie Oening Gang Monalisa No. 77 Kota Samarinda *email: chrisyendamanik@stikeswhs. id, 2sumiatisinaga@stikeswhs. Abstrak Penggunaan narkoba cenderung mengalami peningkatan baik di Indonesia maupun dunia. Penyalahgunaan narkoba di Indonesia paling banyak digunakan pada kelompok pelajar dan Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi, salah satu adalah pengetahuan. Berbagai upaya untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba adalah peran perawat sebagai pendidik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba, sehingga menghindari penggunaannya. Metode: Pendekatan pelaksanaan PkM ini adalah survey cross sectional, yang melibatkan 32 peserta, berlangsung pada bulan Februari 2020. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diukur baik sebelum dan setelah dilakukan penyeluhan kesehatan. Hasil: Terdapat Peningkatan Pengetahuan sebeum dan setelah dilakukan penyuluhan Kesehatan, dan selama penyuluhan dilaksanaka peserta kooperartif dan aktif Rekomendasi: kegiatan Pengabdian masyarakat dapat dilakukan lebih lanjut dan perlu kerjasama lintas program Kata Kunci: Pengetahuan. Penyuluhan Kesehatan. Remaja. Narkoba Abstrac Drug abuse tends to increase both in Indonesia and the world. Drug abuse in Indonesia is most widely used in groups of students. There are various factors that influence, one is knowledge. Efforts to avoid drug switching are the role of nurses as educators. The purpose of community service activities is to increase the knowledge of adolescents about the dangers of drugs, thus avoiding their use. Method: The approach using a cross-sectional survey, involving 32 participants, took place in February 2020. Data collection used a questionnaire collected before and after health education. Results: There was an increase in knowledge before and after the Health Education, and the participants were cooperative during intervention and actively asked questions. Recommendation: Community service activities can be carried out further and cross-program collaboration is needed Keywords: Knowledge. Health Education. Adolescents. Drugs Remaja selalu ingin tahu dan ingin mencoba, terutama untuk hal-hal yang mengandung bahaya atau risiko. Remaja adalah target utama penyebaran obat karena sifatnya yang mudah luntur dan karakteristik remaja yang mudah dipengaruhi (Amanda. Berdasarkan data Kemenkes RI, sebagian besar pengguna narkoba berlatar belakang sekolah menengah atas 19. 730 orang, diikuti oleh sekolah menengah pertama 768 orang. Latar belakang paling banyak dari para korban penyalahgunaan narkoba di tingkat sekolah menengah dan remaja (Sucahya et al. , 2. Keterbatasan pemahaman remaja dan pengetahuan tentang narkoba tentu saja dapat membawa remaja ke perilaku berisiko Kompetensi individu berkaitan dengan substansi zat, sangat penting untuk pengembangan perilaku penggunaan zat yang sehat dan pencegahan penyalahgunaan atau kecanduan zat (Nagy et al. , 2. Jika remaja tidak dilengkapi dengan pemahaman yang baik, akan mengarah pada penyalahgunaan Pemahaman yang baik adalah salah satu cara untuk mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja. Pemahaman yang baik, akan menghasilkan remaja yang mampu penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan fenomena tersebut. Adapun tujuan pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan agar terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa terkait bahaya penyalahgunaan narkoba PENDAHULUAN Permasalahan narkoba di Indonesia masih merupakan sesuatu yang bersifat urgent dan kompleks. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir permasalahan ini menjadi marak. Terbukti dengan bertambahnya jumlah penyalahguna atau pecandu narkoba secara signifikan, seiring dengan meningkatnya pengungkapan kasus tindak kejahatan narkoba yang semakin beragam polanya dan semakin massif pula jaringan sindikatnya. Dampak dari penyalahgunaan narkoba tidak mengancam kelangsungan hidup dan masa depan penyalahgunanya saja, namun juga masa depan bangsa dan negara, tanpa membedakan strata sosial, ekonomi, usia maupun tingkat pendidikan. Sampai saat ini tingkat peredaran narkoba sudah merambah pada berbagai level, tidak hanya pada daerah perkotaan saja melainkan sudah menyentuh komunitas pedesaan (Amanda et al. , 2. Maraknya peredaran obat-obatan terlarang di Indonesia harus menjadi perhatian bagi seluruh komponen masyarakat. Perkembangan kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi belakangan ini, adalah situasi yang sangat mengkhawatirkan dan merupakan masalah negara yang mendesak, sehingga Pemerintah menyatakan bahwa Indonesia dalam keadaan darurat narkoba (Bash, 2. Remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba (BNN, 2. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja Peningkatan 24 hingga 28 persen remaja menggunakan narkotika. Remaja yang terpapar narkotika lebih rentan sebagai pengguna jangka panjang (Amanda, 2. Masa remaja mempengaruhi perilaku antisipatif terhadap bahaya penyalahgunaan Hasil penelitian (Muslihatun, 2. menunjukkan bahwa mayoritas remaja . ,81%) Tidak berperilaku antisipatif terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, sehingga mayoritas pelaku penyalahgunaan narkoba adalah kaum muda dan remaja Kemungkinan besar ini disebabkan oleh kondisi sosial psikologi yang membutuhkan pengakuan identitas dan emosi yang masih labil (Siregar, 2. METODE PENGABDIAN Pendekatan yang dilakukan dalam pelaksanaan PkM menggunakan survey cross Populasi pada kegiatan ini merupakan siswa kelas Vi . yang berasal dari SMP Islam Terpadu Cordova, kota Samarinda, 32 peserta terlibat dalam kegiatan Dilaksanakan pada bulan Februari 2020 Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Pemeriksaan status kesehatan dan survey pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba yang diukur menggunakan kuesioner dan dilakukan penilaian sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Kegiatan penyuluhan kesehatan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja, dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: Persiapan kegiatan meliputi Kegiatan survei tempat pengabdian kepada masyarakat yaitu di SMP Islam Terpadu Cordova, kota Samarinda Permohonan ijin kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada Kepala Sekolah SMP Islam Terpadu Cordova, kota Samarinda Pengurusan . Persiapan alat dan bahan serta Persiapan tempat untuk Pendidikan . menggunakan salah satu ruang kelas di SMP Islam Terpadu Cordova, kota Samarinda Kegiatan . Pembukaan dan perkenalan dengan siswa kelas Vi . SMP Islam Terpadu Cordova, yang menjadi sasaran kegiatan. Penyuluhan AuBahaya Penyalahgunaan NarkobaAy Sesi diskusi/tanya jawab dengan peserta penyuluhan kesehatan. Terdapat 32 peserta siswa kelas Vi . SMP Islam Terpadu Cordova, kota Samarinda Dari hasil penyuluhan, siswa sangat kooperatif dan antusias dan memahami mengenai isi materi dan di akhir sesi diberikan waktu tanya jawab. Terdapat 3 pertanyaan selama kegiatan berlangsung, dan jawaban yang diberikan memberikan kepuasaan kepada peserta Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pada siswa sebelum dan setelah Kesehatan Perbedaan Pengetahuan Siswa tentang Bahaya Penyalahgunaan narkoba Sebelum dan Setelah dilakukan Penyuluhan Kesehatan . = . Tinggi Sedang Pre Test Rendah Post Test Berdasarkan tabel diatas terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan intervensi penyuluhan kesehatan. sebagian besar dari siswa memiliki penyalahgunaan narkoba dan memiliki sikap negatif terhadap penyalahgunaan narkoba. Sebagian besar pengetahuan siswa kelas Vi SMP Islam Terpadu Cordova pada kategori baik dan mengalami peningkatan skor pengetahuan setelah dilakukan intervensi, dan tidak ditemukan adanya tingkat pengetahuan yang rendah setelah dilakukannya intervensi pada siswa. Pengetahuan adalah domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan Perilaku berdasarkan pengetahuan akan bertahan lebih lama dan cenderung menjadi perilaku yang melekat pada seseorang daripada jika tidak didasarkan pada Penutupan Pemberian door prize bagi peserta yang memberi pertanyaan serta mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh panitia Season Foto bersama dengan peserta Penyusunan pengabdian Kepada masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Output yang didapat dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diantaranya adalah: Siswa diberikan penyuluhan kesehatan AuBahaya Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan RemajaAy berlangsung selama 45 menit pengetahuan (Notoatmodjo, 2. Kurangnya pengetahuan tentang efek samping dari memengaruhi tingkat kegunaannya. Dengan pengetahuan tersebut diharapkan dapat kemungkinan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika pada remaja (Herman et al. Sedangkan outcome yang didapatkan diantaranya adalah: Program pengabdian kepada masyarakat pengetahuan siswa tentang narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, dampak penggunaan, berbagai jenis ragam narkoba dan upaya pencegahan bagi Program pengabdian kepada masyarakat menurunkan angka penyalahgunan narkoba pada remaja STIKES Wiyata Husada Samarinda. Program Studi Ilmu Keperawatan semakin dikenal sebagai institusi yang mempunyai kepedulian terhadap upaya pengendalian narkoba dimasyarakat khususnya remaja. Pelaksanaan Pre Test Tahap Penyampaian Materi DOKUMENTASI KEGIATAN DOKUMENTASI KEGIATAN Penyuluhan Kesehatan mengenai Bahaya Penyalahgunaan Narkoba pada kalangan Remaja Di SMP Islam Terpadu Cordova, kota Samarinda Tahap Sesi Diskusi Tahap Post Test Tahap pembukaan Referensi: Amanda. BNN: 27 Persen Pengguna Narkoba Pelajar Mahasiswa. Republika. Amanda. Humaedi. , & Santoso. Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja (Adolescent Substance Abus. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat. https://doi. org/10. 24198/jppm. Sesi Photo Bersama Rencana Tindak Lanjut Berdasarkan evaluasi dan monitoring yang dilakukan maka rekomendasi yang kami ajukan bagi kegiatan ini adalah: Kegiatan serupa seharusnya dilaksanakan dan dikembangkan secara kontinue untuk kewaspadaan siswa terutama mengenai Kegiatan dapat berupa penyuluhan aktivitas remaja yang positif seperti olahraga, dan lain sebagainya Diadakan kerjasama dengan Dinas Kesehatan, puskemas maupun dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya keterlibatan lintas program dalam upaya pencegahan narkoba dikalangan Bash. Bahaya Narkoba. PhD Proposal. https://doi. org/10. 1017/CBO9781107415 Kesimpulan Nagy. Verres. , & Grevenstein. Risk Competence in Dealing With Alcohol and Other Drugs in Adolescence. Substance Use and Misuse. https://doi. org/10. 1080/10826084. BNN. Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba di 34 Provinsi Tahun 2017. Jurnal Data Puslitdatin Herman. Wibowo. , & Rahman. Perilaku Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Banawa Kabupaten Donggala. MPPKI (Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesi. The Indonesian Journal of Health Promotion. https://doi. org/10. 31934/mppki. Muslihatun. Antisipasi Remaja Terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Dalam Triad Kesehatan Reproduksi Remaja Di Sleman. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan. Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba bagi remaja memberikan hal positif terhadap siswa, siswa kooperartif, antusias dan terdapat peningkatan pengetahuan dalam memahami bahaya Narkoba Notoatmodjo. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan . disi revisi In Jakarta: rineka cipta. Saran