Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 Kompetensi Universitas Balikpapan NILAI KEARIFAN LOKAL RITUAL MANGAN NA PAET DI HUTA TINGGI Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 Universitas Sumatera Utara1,2,3 pos-el: ayudyasilalahi@gmail. com1, jamorlansiahaan@yahoo. id2, ramlan1@usu. ABSTRAK Upacara ritual Mangan na Paet merupakan praktik penting dalam kepercayaan masyarakat Parmalim, yang secara harfiah berarti "makan yang pahit. " Frasa ini memiliki makna simbolis dan spiritual, mengajarkan filosofi hidup Parmalim tentang menerima kesulitan dan penderitaan sebagai bagian dari proses spiritual dan pembelajaran hidup. Penelitian mengenai kearifan lokal dalam ritual ini bertujuan mengungkap nilai-nilai penting seperti penghormatan terhadap leluhur dan alam, gotong royong, pelestarian tradisi, seni dan budaya lokal, serta nilai spiritual dan moral. Menggunakan teori kearifan lokal dari Sibarani, yang dibagi menjadi kearifan lokal kedamaian dan kesejahteraan, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan triangulasi data untuk menggali pemahaman mendalam mengenai ritual Mangan na Paet. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif dan kualitatif untuk menghasilkan kesimpulan objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kearifan lokal kedamaian dalam ritual ini mencakup etika, kebenaran, solidaritas, kedamaian, mediasi, dan konsistensi. Sementara itu, kearifan lokal kesejahteraan meliputi kerja keras dan pendidikan. Ritual Mangan na Paet dalam kepercayaan Parmalim memiliki makna mendalam, memperkuat identitas budaya, dan menjadi media edukasi bagi generasi muda dalam memahami nilai-nilai luhur kepercayaan ini. Kata kunci: Kearifan lokal. Ritual. Mangan na paet. ABSTRACT The Mangan na Paet ritual ceremony is an important practice in the Parmalim community's beliefs, which literally means "eating bitter. " This phrase has symbolic and spiritual meanings, teaching the Parmalim philosophy of life about accepting hardship and suffering as part of the spiritual process and life learning. Research on local wisdom in this ritual aims to reveal important values such as respect for ancestors and nature, mutual cooperation, preservation of traditions, local arts and culture, and spiritual and moral values. Using the theory of local wisdom from Sibarani, which is divided into local wisdom of peace and welfare, this study applies a qualitative approach with data triangulation to explore an in-depth understanding of the Mangan na Paet ritual. Data collection methods include observation, interviews, and documentation, while data analysis is carried out descriptively and qualitatively to produce objective conclusions. The results of the study indicate that the values of local wisdom of peace in this ritual include ethics, truth, solidarity, peace, mediation, and consistency. Meanwhile, local wisdom of welfare includes hard work and education. The Mangan na Paet ritual in the Parmalim belief has deep meaning, strengthens cultural identity, and is an educational medium for the younger generation in understanding the noble values of this belief. Keywords: Local wisdom. Ritual. Mangan na paet. PENDAHULUAN Kearifan lokal mengacu pada pengetahuan, kebijaksanaan, dan praktik Vol. No. Juni 2024 yang berkembang di dalam suatu komunitas atau budaya tertentu selama berabad-abad. Ini mencakup beragam Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 aspek kehidupan, seperti tradisi, kepercayaan, seni, pertanian, arsitektur, dan cara hidup. Kearifan lokal sering kali bertumpu pada pemahaman mendalam tentang lingkungan lokal, kearifan nenek moyang, dan nilai-nilai budaya yang dilestarikan dari generasi ke generasi. banyak masyarakat tradisional, kearifan lokal sering kali menjadi landasan bagi berbagai praktik kehidupan sehari-hari, seperti cara bertani, menjaga kesehatan, memelihara lingkungan, dan menjalin hubungan sosial. Salah satu keunikan kearifan lokal adalah adaptasinya terhadap kondisi dan tantangan lokal yang unik, seperti iklim, geografi, flora, fauna, dan sejarah Pentingnya menghargai dan mempertahankan kearifan lokal terletak pada peran mereka dalam melestarikan keberagaman budaya. Mempertahankan dan menghormati kearifan lokal penting untuk melestarikan identitas budaya, membangun ketahanan komunitas, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain itu, mengintegrasikan kearifan lokal dengan pengetahuan modern dapat menghasilkan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan masa kini, seperti perubahan iklim dan globalisasi. Pepatah "mangan Parmalim" adalah peribahasa dalam bahasa Batak yang memiliki makna serupa dengan pepatah "Mangan Na Paet" dalam bahasa Jawa. Secara harfiah, "Mangan Na Paet Parmalim" dapat diartikan sebagai "makan yang pahit menurut ajaran Parmalim". Parmalim adalah salah satu aliran kepercayaan tradisional di suku Batak. Dalam konteks pepatah ini, "paet" atau "pahit" bukan hanya merujuk pada kesulitan hidup, tetapi juga mengacu pada prinsip atau ajaran dalam kepercayaan Parmalim. Jadi, pepatah ini mengajarkan bahwa dalam menghadapi cobaan hidup atau kesulitan, seseorang harus bertindak sesuai dengan ajaran dan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan prinsip yang diyakini dan dianutnya. Dengan demikian, "Mangan Na Paet Parmalim" mengandung pesan moral tentang pentingnya mempertahankan keyakinan dan nilai-nilai spiritual dalam Maksudnya ialah Keyakinan bahwa menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai agama atau kepercayaan adalah kunci untuk mengatasi kesulitan dan ujian. Pelaksanaan "Mangan Na Paet Parmalim" melibatkan penerapan ajaran atau prinsip-prinsip yang diajarkan dalam kepercayaan Parmalim ketika seseorang dihadapkan pada tantangan atau kesulitan dalam hidup. Berikut adalah beberapa aspek yang mungkin terkait dengan pelaksanaan "Mangan Na Paet Parmalim": Keteguhan Iman: Salah satu aspek penting dalam "Mangan Na Paet Parmalim" keteguhan iman dan keyakinan terhadap ajaran Parmalim dalam menghadapi cobaan hidup. Ini melibatkan kepercayaan pada Tuhan dan prinsip-prinsip spiritual yang diyakini sebagai panduan dalam menjalani kehidupan. Kesederhanaan: Ajaran Parmalim sering kali menekankan pentingnya hidup dengan sederhana dan rendah Dalam "Mangan Na Paet Parmalim" dapat mencerminkan sikap rendah hati dan bersikap tenang serta tabah dalam menghadapi kesulitan, tanpa memperlihatkan keangkuhan atau . Keterlibatan Komunitas: Pelaksanaan "Mangan Na Paet Parmalim" juga dapat melibatkan dukungan dan solidaritas dari komunitas atau sesama pengikut Parmalim dalam mengatasi masalah atau kesulitan. Komunitas bisa pengalaman, dukungan moral, dan bantuan praktis dalam menghadapi cobaan hidup. Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 . Penghargaan terhadap Alam: Ajaran Parmalim sering kali mengajarkan penghargaan terhadap alam dan Dalam pelaksanaan "Mangan Na Paet Parmalim," seseorang mungkin akan mengingatkan diri untuk tetap menjaga harmoni dengan alam serta bersyukur atas berkah yang diberikan, meskipun dalam kondisi . Penerimaan dan Keterbukaan: Pelaksanaan "Mangan Na Paet Parmalim" juga bisa mencakup sikap penerimaan terhadap takdir atau kehendak Tuhan, serta keterbukaan terhadap pelajaran yang dapat dipetik dari setiap cobaan atau ujian yang dihadapi. Secara menyeluruh, implementasi Mangan Paet Parmalim mencerminkan dedikasi terhadap ajaran dan nilai-nilai dalam kepercayaan serta merupakan panduan spiritual dalam menghadapi tantangan hidup dengan sikap yang penuh dengan Penelitian ini dipicu oleh kesadaran bahwa hukum di Indonesia belum mengakui Parmalim sebagai agama resmiakan tetapi dengan adanya Pemerintah pengakuan hukum terhadap aliran kepercayaan Parmalim juga membantu dalam melestarikan kepercayaan ini dengan maksud dalam menjaga nilainilai kearifan lokal yang masih dapat bertahan diera globalisasi dan juga penganut Parmalim selaku pelaku budaya yang dapat mendongkrak nama daerah akan keberadaan mereka. Ini memberikan perlindungan hukum dan kepercayaan minoritas. Peneliti tertarik untuk memahami alasan di balik ketahanan kepercayaan Parmalim Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan agama-agama Pemerintah dengan jelas mengklasifikasikan Malim sebagai aliran kepercayaan bukan sebagai agama. Oleh karena itu. Malim ditempatkan di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, bukan Departemen Agama. Tujuan dari pembinaan ini adalah untuk mencegah terbentuknya agama baru. Dengan demikian, aliran kepercayaan yang ada di setiap suku bangsa di Indonesia, termasuk Malim, terus dibina agar tetap sebagai kepercayaan. Pendekatan ini dipengaruhi oleh pemahaman bahwa konsep aliran kepercayaan atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dianggap sebagai bagian dari kebudayaan nasional dan warisan kekayaan rohaniah bangsa Indonesia. " (Asnawati dalam Siagian. Rugun. Ketika ritual keagamaan dalam Parmalim tetap meskipun umatnya tinggal di wilayah dengan mayoritas penganut agama lain. Hal ini menginspirasi penulis untuk mendalami kehidupan sehari-hari umat Parmalim dalam konteks masyarakat Di samping itu, peneliti menganggap hal ini sebagai usaha untuk menyebarkan pengetahuan kepada publik mengenai keberadaan Parmalim keberadaannya di Dusun Huta Tinggi. Laguboti. Kabupaten Toba Samosir. Penelitian sebelumnya yang relevan dengan studi ini telah memberikan landasan penting dalam memahami nilai-nilai kearifan lokal dalam ritual tradisional, khususnya dalam konteks kepercayaan Parmalim. Manullang. Monang, dan Nikel . dalam penelitian mereka tentang "Persepsi Umat Parmalim Tentang Dosa Dalam Upacara Mangan Napaet" mengeksplorasi aspek spiritual dan moral dari ritual ini. Studi tersebut Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 tentang bagaimana konsep dosa dipahami dan diartikulasikan dalam konteks upacara Mangan Napaet, yang memiliki kemiripan nama dengan ritual yang diteliti di Huta Tinggi. Penelitian lain yang relevan dilakukan oleh Helmon & Nesi . tentang ritual Torok Wuat Wa'i di Manggarai. Flores. Mereka mengidentifikasi empat nilai utama dalam ritual tersebut: cinta, kerja keras, religiusitas, dan solidaritas. Meskipun konteks budayanya berbeda, studi ini memberikan kerangka kerja yang berguna untuk menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam ritual tradisional. Feka & Rafael . dalam penelitian mereka tentang ritual Helas Keta dari kelompok etnis Atoni Pah Meto di Pulau Timor, mengungkapkan nilai-nilai seperti pembagian peran sosial, penghormatan terhadap otoritas tradisional, persatuan keluarga, kerja sama, keadilan, dan rekonsiliasi. Temuan ini menyoroti bagaimana ritual tradisional dapat mencerminkan struktur sosial dan nilai-nilai masyarakat. Sanjaya & Rahardi . meneliti upacara pernikahan Manggarai dan menemukan bahwa ritual tersebut menggabungkan bentuk kearifan lokal baik yang nyata maupun yang tidak berwujud, mewakili nilai-nilai seperti keturunan, kesopanan, dan kerendahan Selain itu, penelitian oleh France Pepin Damanik dan Ramlan Damanik . juga menekankan pentingnya mempertahankan tradisi lokal sebagai bentuk identitas dan kekayaan budaya Indonesia. Artikel ini juga memberikan perspektif tambahan tentang peran kearifan lokal dalam memperkaya dan melestarikan identitas budaya. Penelitian-penelitian ini secara kolektif menunjukkan kekayaan dan keragaman nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam ritual tradisional di berbagai komunitas di Indonesia. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Mereka juga menekankan pentingnya memahami konteks budaya spesifik dalam menginterpretasikan makna dan nilai dari ritual-ritual tersebut. Namun, penelitianpenelitian sebelumnya telah memberikan wawasan berharga, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman kita tentang nilai-nilai kearifan lokal dalam ritual Mangan Na Paet di Huta Tinggi secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan fokus pada konteks lokal Huta Tinggi dan nilai-nilai unik yang mungkin terkandung dalam ritual Mangan Na Paet di komunitas Parmalim setempat. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah penelitian yang terungkap adalah: nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dalam ritual Mangan Na Paet. METODE PENELITIAN Sugiyono . menjelaskan bahwa AuMetode penelitian adalah kaidah memperoleh data yang dituju dan digunakan pada sebuah penelitian Anda bisa menggunakan sinonim berikut untuk kalimat tersebut: Metode penelitian merujuk pada serangkaian langkah-langkah sistematis yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menjawab pertanyaan penelitian atau mencapai tujuan penelitian tertentu. Metode penelitian yang peneliti gunakan Penelitian Kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data non-angka, seperti wawancara, observasi, atau analisis teks, untuk memahami fenomena sosial secara Desa Pardomuan Nauli Dusun Huta Tinggi Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba adalah lokasi penelitian yang dipilih penulis dikarenakan lokasi masyarakat kepercayaan Parmalim dan menjadi pusat dari aliran kepercayaan Berbagai jenis sumber data Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 dapat digunakan, tergantung pada jenis penelitian, tujuan, dan metode yang Data yang didapatkan, terbagi menjadi dua jenis yaitu: Data primer dan Data Skunder. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Kamera, kamera adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk menangkap dan merekam gambar atau video. Kamera dapat berupa perangkat mandiri atau merupakan bagian dari perangkat lain, seperti ponsel cerdas, tablet, atau laptop. Disini camera untuk mengambil gambar secara langsung terkait apa saja benda-benda yang biasa digunakan Recorder, atau perekam, adalah perangkat atau aplikasi yang dirancang untuk merekam suara, video, atau data lainnya. Recorder bisa menjadi perangkat fisik berupa perangkat keras atau perangkat lunak . yang dijalankan di komputer atau perangkat pintar. Disini peneliti menggunakan alat perekam untuk merekam secara langsung mengenai apa saja yang disampaikan oleh Ihutan . impinan Parmali. terkait apa saja tahapan dalam ritual Mangan na Paet. Pensil/Pulpen Buku Pensil/Pulpen dan Buku adalah alat tulis yang digunakan ketika membuat catatan atau gambaran informasi yang diperoleh dari narasumber. Disini peneliti menggunakan buku sebagai media dalam menulis istilah-istilah dalam Bahasa Batak yang masih asing terdengar oleh masyarakat awam. Dalam penelitian ini, metode yang dipilih untuk mengumpulkan data adalah sebagai berikut: Observasi Denzin dalam Mulyana . 4:169-. Observasi atau pengamatan memiliki peran dalam Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan sebuah penelitian untuk membantu peneliti membentuk ikatan dengan subjek guna menjadi informan dalam penelitian. Wawancara Wawancara proses komunikasi langsung antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mendapatkan informasi, memahami sebuah topik, atau mengevaluasi keterampilan dan kepribadian seseorang. Wawancara adalah proses interaksi di mana terjadi dialog tanya-jawab dengan informan secara langsung, dengan atau tanpa pedoman. Informan kunci . ey pengetahuan dan informasi utama yang penting bagi penelitian. Adapun kriteria key informan yang peneliti jadikan sebagai acuan dituakan/ketua adat. Penulis telah (Pemimpin Parmali. yang tinggal di Dusun Huta Tinggi, sebagai informan kunci yaitu Bapak Monang Naipospos. Perpustakaan . ibrary researc. Menurut Sugiyono . Arsip dokumen atau catatan yang menyimpan data penelitian yang telah terkumpul sebelumnya. Pada penelitian ini, dokumen yang dimanfaatkan berupa dokumen tertulis, foto, buku, jurnal, surat formal, artikel internet, dan materi lain yang terkait dengan topik penelitian sebagai building block Peneliti menggunakan analisis deskriptif, yang didasarkan pada data yang dikumpulkan dan disajikan dengan analisis demi analisis untuk menentukan hasil akhir. Metodologi analisis data mengacu pada pendekatan untuk perubahan data tidak terstruktur menjadi data ilmiah Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 sehingga dapat diandalkan. Menurut pendapat Miles & Huberman dalam Sugiyono . , menyatakan dalam analisis data kualitatif, penelitian dilakukan secara berkelanjutan dengan memiliki interaksi pada setiap tahap penelitian hingga mencapai hasil yang jelas dan data yang memadai. Kegiatan dalam analisis data ini mencakup (Data simplificatio. , representasi data . ata Representatio. , dan pembuktian data (Data verificatio. Data (Penyederhanaan dat. Merupakan proses seleksi dan fokus pada penyederhanaan, abstraksi, serta transformasi data mentah yang diperoleh dari catatan lapangan. Reduksi data berfungsi sebagai metode analisis yang mempertajam, mengelompokkan, mengategorikan, mengarahkan, menghapus data yang tidak relevan, dan mengatur data secara terstruktur sehingga dapat Data yang terkumpul ketika melakukan penelitian bisa memerlukan catatan dan penelitian lebih lanjut. Penyederhanaan berarti meringkas, memilih hal-hal yang penting. Dengan berfokus pada data yang bernilai penting, mencari nilai tema dan pola pada data tersebut, dengan demikian data yang disederhanakan bisa menghasilkan gambaran jelas terkait penelitian. Penyederhanaan mengumpulkan data yang akan . Data Representation (Representasi Dat. Penyajian data dilakukan setelah melakukan penyederhanaan data yang digunakan sebagai bahan Hasil penyederhanaan data sebelumnya yang. kelompokkan berdasarkan rumusan Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan dalam penelitian . Penyajian data pada metode kualitatif memiliki banyak model Flowchart dan sejenisnya. Penyajian data berbentuk teks pada metode kualitatif memiliki sifat naratif. Data Verification Pembuktian data adalah tahapan terakhir dari metode analisis data. Nilai kesimpulan awal yang diperoleh pada tahap sebelumnya adalah provisional atau sementara. Nilai tersebut dapat mengalami perubahan jika tidak ada bukti mendukung pada langkah-langkah pengumpulan data selanjutnya. Namun, jika kesimpulan yang diungkap pada tahapan awal dan terdapat bukti-bukti yang valid dan mendukung saat pengumpulan data kesimpulan tersebut akan menjadi lebih dapat dipercaya atau kredibel. Oleh karena itu, kesimpulan dalam penelitian kualitatif harus bisa memberikan jawaban pada rumusan masalah yang telah dibuat. Karena penelitian kualitatif cenderung kesimpulan awal masih bisa berubah sesuai dengan hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Ritual adalah rutinitas atau upacara yang berulang, terstruktur, dan sering tindakan-tindakan seremonial yang mengaitkan simbolsimbol dengan perilaku yang diulang secara konsisten ritual Mangan na Paet (Limbong. Vero 2. Ritual adalah rangkaian kegiatan atau tindakan bersifat seremonial yang memiliki kesakralan bagi penganutnya. Ritual merupakan bagian dari keyakinan yang dijalankan oleh komunitas atau kelompok manusia Ritual bisa dipengaruhi oleh berbagai macam bentuk, seperti Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 momen, lokasi, perlengkapan ketika melakukan ritual dan juga dapat dipengaruhi oleh partisipan yang ikut dalam ritual tersebut (Ghozali, 2014:. Menurut Monang Naipospos selaku Ihutan/pimpinan Parmalim . ey informa. Mangan Na Paet adalah salah Salah . masyarakat Parmalim yang diadakan secara tahunan. Mangan Na Paet merupakan upacara pengampunan dosa yang harus dijalankan oleh seluruh umat Parmalim. Ritual makan na paet sering kali melibatkan dua babak yaitu Mangan Na Paet Parjolo dan Mangan Na Paet Paduahon, kecuali di Bale Pasogit Partonggoan, di mana ada tambahan satu babak lagi yang disebut Mangan Na Tonggi Nilai Kearifan Lokal Yang Terkandung Dalam Ritual Mangan Na Paet Berdasarkan definisi di atas dapat peneliti simpulkan bahwa ritual Mangan Na Paet dalam masyarakat aliran kepercayaan Parmalim merupakan ibadah yang harus dilaksanakan setiap tahunnya dengan maksud untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah diperbuat sebelumnya terkecuali ibu hamil, anak-anak maupun lansia diperbolehkan untuk tidak melaksanakan ritual tersebut dikarenakan alasan Berbagai aspek kearifan lokal yang peneliti temukan melalui hasil penelitian pada praktik ritual Mangan Na Paet, yaitu adalah sebagai berikut: Kearifan Lokal Kedamaian Ritual Mangan Na Paet Kedamaian merupakan sebuah kerukunan, kedamaian dan kenyamanan. Suatu komunitas atau wilayah disebut damai ketika penduduknya bisa menjalani kehidupan yang harmonis, bebas dari ancaman kejahatan atau konflik dan memungkinkan mereka untuk tinggal dengan kondisi yang Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Kearifan lokal perdamaian tercermin dari kehidupan bersama masyarakat Parmalim yang hidup berdampingan dengan masyarakat Batak yang telah memeluk agama Kristen. Adapun nilai kearifan lokal kedamaian itu sendiri dalam ritual Mangan Na Paet ini ialah sebagai berikut: Kebersamaan dan Hubungan Sosial: Ritual makan sering menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga atau komunitas. Kehadiran orangorang yang saling peduli dan bersatu . Sikap Syukur: Ritual makan dapat terhadap makanan, sumber daya alam, dan anugerah kehidupan. Menanamkan sikap syukur dapat membawa kedamaian dan kesadaran akan nikmat-nikmat yang diberikan. Keterhubungan dengan Alam: Jika ritual makan terkait dengan bahan makanan lokal atau siklus alam, hal Penghargaan terhadap lingkungan dan alam sekitar dapat menciptakan suasana kedamaian. Keberagaman dan Toleransi: Jika ritual makan melibatkan berbagai jenis makanan atau melibatkan partisipan dari berbagai latar mencerminkan nilai keberagaman dan toleransi. Adanya rasa hormat menyumbang pada kedamaian dalam suatu komunitas. Ritual sebagai Bentuk Meditasi: Beberapa ritual makan melibatkan kesadaran penuh terhadap setiap langkah dalam proses makan. Hal ini dapat dianggap sebagai bentuk meditasi atau refleksi, membantu menciptakan kedamaian pikiran. Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 Kesopansantunan Kesopansantunan serangkaian aturan yang tidak ditulis secara resmi tentang aturan tata cara berperilaku dan sikap yang seharusnya (Zuriah, 2007:. Kesopansantunan ini mengacu dalam berperilaku, berpakaian, berbicara. Kesopansantunan Parmalim tercerminkan perwujudannya dalam norma tata cara berpakaian yang berlangsung pada pelaksanaan ibadah. Tata cara berpakaian kaum bapak, ibu dan kaum remaja memiliki aturannya masing-masing. Pada kepercayaan Malim, lelaki dewasa atau kaum bapak mengenakan pakaian formal yaitu jas dihiasi dengan ulos jenis ragi hotang yang dililit di bahu dan ulos jenis bintang maratur dipakai sebagai sarung. Pria yang telah menikah biasanya mengenakan sorban berupa tali-tali menyimbolkan arti kesucian. Jika ada dua selendang, yaitu ulos dan kain berwarna putih, ini menunjukkan bahwa mereka adalah ulu punguan atau anggota Perempuan harus mengenakan pakaian yang terdiri dari sarung yang dililit dengan kain ulos runjat, dipadukan dengan kebaya, serta selendang yang disebut hande-hande bagi orang batak. Hande-hande memiliki ragam jenis variasi yaitu sadum, bintang maratur dan mangiring. Biasanya, wanita menata rambut mereka dengan gaya sanggul toba yaitu dengan menggulung rambut ke bagian dalam. Pada wanita remaja, ketika mengikuti kegiatan peribadatan mengenakan kemeja, menggunakan ulos sebagai selendang dan mengenakan kain sarung dan menata rambut dengan gaya sanggul Sementara remaja laki-laki juga menggunakan kemeja, memakai ulos sebagai selendang serta mengenakan kain sarung. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Kejujuran Kejujuran adalah perilaku yang diterapkan dengan tujuan untuk menjadi seseorang yang selalu dapat dipercaya dalam ucapannya, perbuatannya, dan pekerjaannya (Sibarani, 2012:. Kejujuran adalah sifat yang dapat menjadi bagian dari diri kita yang dapat diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari. Kejujuran berasal dari kata "jujur", yang menggambarkan ketulusan batin yang tidak melibatkan kebohongan dan dapat dipercaya. Kejujuran yang bisa dilihat dalam ritual Mangan Na Paet meliputi keyakinan pada diri sendiri, keyakinan pada apa yang dilihat, serta keyakinan pada hal-hal yang tidak Haporseaon . pada umat Parmalim di sebut dengan hamalimon yang artinya ketakwaan. Para pengikut aliran kepercayaan Malim harus berprinsip pada peraturan yang merupakan patokan ketika menjalankan Dalam Simatupang. Elena. 2: 52-. Poda hamalimon . abda yang lim. terdiri atas lima yaitu ingkon malim parhundulon . arus suci dalam setiap dudu. , malim parmanganon . arus suci dalam setiap maka. , malim pamerengon . arus suci dalam setiap meliha. , malim panghataion . arus suci dalam setiap perkataa. , malim pardalanan . arus suci setiap berjala. Hal tersebut yang harus di aplikasikan ketika melakukan sebuah kegiatan agar selalu berada pada jalan yang diajarkan oleh-Nya. Jadi kearifan lokal kejujuran ritual Mangan Na Paet ini terdapat dalam poda hamalimon . abda yang lim. Inghon Malim Panghataion . arus suci dalam setiap perkataa. Lapatanna: Unang marhata baraor unang martenga-tenga, unang mangasungi, unang mangalea i, unang pauruuruhon, unang paoto-otohon, unang margapgap, unang marsipalessem, unang margabus, unang mangansi, unang manolonnolon. Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 mangarupa-rupa, mamurai, pantun marpanghuling serep Maksudnya: Jangan berbicara kasar dan jangan berbicara setengah-setengah, jangan mencuri, jangan membunuh, jangan melakukan kejahatan, jangan saling mencelakakan, jangan serakah, jangan tamak, jangan berbohong. Artinya: Mengubah sikap seseorang kepada orang lain. Hindari membuat asumsi tentang orang lain, hindari bersikap kasar dalam percakapan, dan hindari bersikap kurang ajar dengan Akibatnya, berperilaku baik terhadap orang lain dan menghindari menciptakan masalah. Dalam menjalankan kehidupan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, semua manusia diwajibkan untuk melakukan pekerjaan yang baik. Dalam konteks ini, para penganut aliran kepercayaan Malim wajib bekerja dengan jujur. Para penganut kepercayaan Malim tidak diperbolehkan melakukan korupsi, pencurian, atau tindakan lainnya, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena hal ini bertentangan dengan prinsip atau ajaran dalam poda hamalimon . abda yang lim. Seperti yang sudah tertuang dalam patik ni ugamo Malim . eraturan di aliran kepercayaan Parmali. AuGanup jolma manjalo upana do sogot hombar tu na ni ula naAy (Setiap orang berhak mendapat upah yang sesuai dengan apa yang di Kesetiakawan Sosial Kesetiakawanan perilaku dan sikap yang senantiasa kepada individu atau masyarakat yang memerlukan (Sibarani, 2012:. Kesetiakawanan merupakan perasaan yang timbul dari kasih sayang terhadap kehidupan bersama, dan identitas diri yang didasari oleh pemahaman, keyakinan, kesadaran, tanggung jawab. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan serta keterlibatan aktif dalam kehidupan Kesetiakawan sosial ritual Mangan Na Paet ini akan dijelaskan melalui isi patik (Tita. sebagai berikut: Pasangapon Raja dongan jolma AoMenghormati Raja serta menyayangi sesama ciptaan Tuhan. Ndang jadi liluhononta na mapitung sian bagasan dalan AoTidak diperbolehkan membawa orang ke jalan yang tidak sesuai dengan ajaran Tuhan. Ndang jadi pis mata mida namarniang AoTidak diperbolehkan memandang rendah terhadap setiap makhluk ciptaan Tuhan yang tidak berdayaAo. Ndang jadi lea roha di napogos AoTidak menyepelekan orang yang kurang Kerukunan dan Penyelesaian Konflik Menurut KBBI. Kerukunan merupakan kondisi di mana hubungan antara individu atau kelompok diwarnai oleh sikap saling menghargai, toleransi, serta keharmonisan. Hal ini mencakup kesediaan untuk bekerja sama, saling Kerukunan merupakan pondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai dan berkelanjutan. Penyelesaian dilakukan guna menyelesaikan atau mengatasi konflik dengan mencari kesepahaman di antara para pihak yang terlibat kesalahpahaman dalam konflik tersebut (Maswadi, 2001:. Kerukunan dan penyelesaian konflik pada umat Parmalim terdapat melalui isi patik berikut: Ndang jadi lea roha di na mabalu nang di pasopot somarama nang di nasopot somarinaAy Ay . ntuk merujuk pada keyakinan akan kehadiran dan perlindungan dari arah timur dan barat, atau sebagai bagian dari doa atau upacara adat yang berkaitan dengan orientasi spiritual dan perlindungan Rohan. Lapatanna: Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 Ngolu dohot hamatean huaso ni Debata di bahen I ndang jadi lea roha tung manang songon dia rupa ni jolma tinompa ni debata. Maksudnya: AuMelalui mendengar dan merasakan kasih sayang Tuhan dalam setiap yang terjadi, baik sukacita maupun kesedihan, seperti wajah manusia yang terhampar oleh kekuasaan Tuhan. Hatorangan: Otik do nian hata on, alai godang do dihalomohon rohana do maranak dohot Alai adong do sahat rodi namatua ndang maranak, deba sahat rodi namatua ndang marboru. Nadeba na mabalu, jadi sopot ianakkonna somarama, deba sopot somarina. Tarida sian i, lomo ni Debata do hangoluan dohot hamatean. Artinya: Setiap rumah tangga idealnya memiliki keturunan. Tetapi setelah beberapa tahun menikah, banyak teman dan anggota keluarga masih belum memiliki keturunan, dan beberapa memang memiliki keturunan, tetapi itu hanya salah satu dari banyak perjalanan hidup mereka. Komitmen Komitmen merujuk pada tekad, keseriusan, atau keinginan yang kuat untuk menepati suatu janji, memenuhi suatu tanggung jawab, atau mencapai suatu tujuan tertentu. Seseorang yang memiliki komitmen yang tinggi cenderung konsisten dan gigih dalam mengejar tujuannya, bahkan di hadapkan pada kesulitan atau rintangan. Komitmen dapat bersifat pribadi, profesional, atau Pada saat Mangan Na Paet seluruh jemaat mengucapkan isi janji atau patik . di dalamnya terdapat nilai komitmen yang di tunjukan pada masyarakat yaitu harus benar-benar berkomitmen untuk melaksanakan perintah dari isi janji atau patik tersebut. Dalam sehari-hari. Parmalim Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan menghormati dan mengingat nilai-nilai kerendahan hati, kesetiaan, serta tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sosial yang lebih besar. Mereka meyakini bahwa setiap tindakan dan langkah yang mereka lakukan, sekecil apa pun, senantiasa menjadi perhatian dan tidak terlewatkan oleh kehadiran spiritual yang mereka yakini, yakni Debata. Hal ini yang membuat umat Parmalim harus berjalan pada patokan kehidupan sesuai dengan ajaran Tuhan. Hal inilah yang menunjukkan terdapat nilai kearifan lokal komitmen. Seperti yang di ungkapkan dalam doa-doa . AuAjarna ma na huoloi hami di ari marsangap di ari martua on. Saluhut hami ginonggom ni tondi ni ama nami, ginonggom ni bale pasogit partonggoan na i, manombahon puji-pujian tu adopan mu nabadia i Ompung Debata Mandok mauliate hami di goar mu na badia i ala asini roham dohot denggan ni basam naso martua dosam i nasumarihon parngoluan nami. Mangoloi ma hami di poda ni ama nami raja Nasiakbagi. Aek ma inna daung ni ngenge topot-topot daung ni sala manang ise na manopoti salana sian nasa rohana ido masaean sala, namanggarar utang dosa na sian nasa rohana i do na sasean dosaAy. Terjemahan: Ajaran-Nya adalah yang kami praktikkan pada hari yang dipenuhi keberkahan ini. Kami seluruh penganut Raja Nasiakbagi berdoa untuk mengucapkan rasa syukur atas berkat dan karunia-Nya yang melimpah yang telah kami terima dan alami sampai saat Kami mengikuti pesan setiap peraturan yang diberikan melalui ajaran Raja Nasiakbagi. Air adalah penyembuh untuk mereka yang haus, dan penyesalan adalah penyembuh kesalahan. Kami percaya bahwa setiap orang yang memohon ampunan dengan tulus dari Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 Kearifan Lokal Kesejahteraan Ritual Mangan Na Paet Kearifan menitikberatkan pada kesejahteraan ditemukan dalam nilai-nilai budaya nenek moyang yang menekankan pentingnya kesejahteraan manusia. Secara morfologis, kesejahteraan berasal dari kata AysejahteraAy yang berarti dalam keadaan aman, sentosa, makmur, dan Kesejahteraan pemenuhan semua kebutuhan pokok manusia seperti, sandang, pangan papan dan Kesehatan Sibarani . Nilai kearifan lokal kesejahteraan dapat terlihat dari masyarakat Parmalim yang memiliki kehidupan kurang mampu akan diberikan bantuan oleh penguruspengurus aliran kepercayaan Parmalim berupa pinjaman uang untuk membuka usaha yang nantinya akan dikembalikan lagi modal usaha tersebut. Adapun yang terkandung kearifan lokal kesejahteraan itu sendiri dalam ritual Mangan Na Paet . Pemilihan Makanan Sehat: Ritual makan dapat menekankan pemilihan makanan yang memberikan nutrisi yang baik untuk tubuh. Pemahaman tentang nilai gizi makanan dan penggunaan bahan-bahan lokal dan kesejahteraan fisik. Sikap Hati-hati terhadap Tubuh: Ritual makan dapat mencerminkan sikap penuh perhatian terhadap tubuh dan kesehatan. Ini mungkin melibatkan kesadaran terhadap porsi makanan, waktu makan, dan kebiasaan makan yang sehat. Keberlanjutan dan Keseimbangan Lingkungan: Jika ritual makan melibatkan bahan-bahan lokal atau diintegrasikan dengan prinsipprinsip keberlanjutan, hal ini dapat mencerminkan kepedulian terhadap pertanian lokal. Aspek Sosial dan Emosional: Ritual makan juga dapat berkontribusi Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan pada kesejahteraan emosional dan Kehadiran orang-orang yang dicintai, komunikasi positif, dan suasana santai dapat meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Sikap Bersyukur: Ritual makan dapat mencakup elemen bersyukur terhadap rezeki dan nikmat yang Sikap bersyukur terhadap makanan dan kehadiran orang-orang di sekitar dapat meningkatkan kesejahteraan spiritual. Kerja Keras Kerja keras adalah upaya dan menyelesaikan tugas atau mencapai tujuan tertentu. Ini melibatkan usaha maksimal, ketekunan, dan komitmen agar hasil yang diinginkan bisa tercapai. Kerja keras ialah nilai yang penting dalam mencapai kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, karier, dan pencapaian Menurut Suyanto . Dalam konteks Pengembangan karakter anak bangsa dan Pendidikan Budaya, kerja keras diartikan sebagai usaha yang menghadapi tantangan belajar dan tugas, serta menyelesaikan pekerjaan dengan penuh dedikasi dan kemampuan terbaik. Seperti yang diungkapkan pada aturan yaituAy Ingkon hibul do polin, gomos, jala tulus do roha marningot laos manopoti dosa, naung ni ulahon di ari naung salpu i. Laho masuk tu dalam pardomuan i pe ingkos ias do jala MalimAy. Terjemahan: Jiwa harus bulat, konsentrasi, tegar dan ikhlas untuk mengingat Tuhan dengan tujuan menyesali dosa yang telah diperbuat di masa yang lalu untuk menemukan jalan yang di berkati oleh Tuhan. Pendidikan Pengajaran adalah proses di mana dipengaruhi oleh pengenalan dan penerapan pola perilaku yang positif Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 untuk mendukung individu dalam membantu dirinya sendiri dan orang lain mengadopsi kebiasaan yang positif. (Adler dalam Amalia, 2. Adanya pendidikan juga memiliki manfaat untuk meningkatkan kepintaran, tingkah laku, karakter serta kemampuan yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri maupun masyarakat umum. Adapun kearifan lokal Pendidikan dari ritual Mangan Na Paet itu sendiri ialah sebagai berikut: Pendidikan Nutrisi: Ritual Mangan Na Paet dapat digunakan sebagai kesempatan untuk memberikan pendidikan nutrisi. Ini melibatkan pemahaman tentang nilai gizi makanan, pemilihan bahan pokok yang bergizi, dan pengolahan bahan masakan yang baik untuk kesehatan. Pendidikan Budaya dan Tradisi: Ritual Mangan Na Paet sering kali mencerminkan budaya dan tradisi Melibatkan orang dalam pemahaman nilai-nilai budaya dan sejarah dapat menjadi bentuk pendidikan yang mendalam. Keterampilan Masak dan Pertanian: Jika ritual melibatkan proses memasak atau pertanian lokal, ini dapat memberikan peluang untuk pendidikan terkait keterampilan masak dan pengetahuan pertanian kepada generasi muda. Pendidikan Lingkungan: Jika ritual Mangan Na Paet didasarkan pada penggunaan bahan-bahan lokal, ini dapat menjadi platform untuk menyampaikan pendidikan tentang pentingnya lingkungan dan cara menjaga keseimbangan ekosistem. Sikap Bersyukur dan Pendidikan Moral: Ritual Mangan Na Paet dapat digunakan untuk mengajarkan sikap bersyukur terhadap makanan dan nikmat yang diberikan. Ini juga dapat mencakup pendidikan moral tentang keadilan dalam berbagi rezeki dengan orang lain. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan . Pendidikan Kesehatan Mental dan Emosional: Suasana positif dalam Mangan Paet, kebersamaan, dan interaksi sosial dapat berkontribusi pada kesehatan mental dan emosional. Ini bisa dijadikan sebagai kesempatan untuk membahas isu-isu kesehatan mental dan memberikan pendidikan tentang cara menjaga kesehatan jiwa. KESIMPULAN Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal yang terdapat dalam ritual Mangan Na Paet mencakup berbagai aspek yang menjadi fondasi nilai-nilai budaya masyarakat Nilai-nilai ini terbagi menjadi dua kategori utama: kedamaian dan Nilai kearifan lokal kedamaian meliputi etika, kebenaran, solidaritas, kedamaian dan mediasi, serta konsistensi. Setiap aspek ini berperan dalam menciptakan harmoni dan keselarasan dalam kehidupan bermasyarakat, di mana etika dan kebenaran menjadi pedoman menguatkan ikatan sosial, sementara kedamaian dan mediasi, serta konsistensi, mendorong terciptanya lingkungan yang damai dan stabil. Sementara itu, nilai kearifan lokal kesejahteraan menekankan pentingnya kerja keras dan pendidikan. Kerja keras kesejahteraan bersama, dan pendidikan diakui sebagai pilar penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, ritual Mangan Na Paet tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kebutuhan spiritual, tetapi juga sebagai upaya pelestarian nilai-nilai luhur yang keharmonisan sosial dalam masyarakat Parmalim. Untuk disarankan untuk lebih menggali aspekaspek kearifan lokal yang belum banyak dieksplorasi, seperti peran generasi muda Ayudya Annisa Silalahi1. Jamorlan Siahaan2. Ramlan Damanik3 dalam pelestarian ritual ini dan bagaimana kearifan lokal dalam ritual Mangan Na Paet dapat diaplikasikan dalam konteks modern. Penelitian juga dapat difokuskan pada pengaruh globalisasi terhadap praktik ritual ini dan bagaimana komunitas lokal dapat mempertahankan nilai-nilai tradisional mereka dalam menghadapi perubahan sosial dan budaya. Selain itu, studi komparatif dengan ritual serupa di berbagai komunitas lain di Indonesia dapat memberikan perspektif baru dan memperkaya pemahaman kita tentang keberagaman kearifan lokal yang ada di DAFTAR PUSTAKA