Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. Pengaruh Low Back Pain terhadap Produktivitas Kerja Perawat: Studi Literatur The Effect of Low Back Pain on Nurses' Work Productivity (Literature Stud. Ghina Dwi Kurnia1. Widodo Hariyono1. Heni Trisnowati1 Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Ahmad Dahlan Korespondensi Penulis: ghinaadwikurnia@gmail. ABSTRACT Low Back Pain (LBP) is a significant occupational health issue for nurses in healthcare This study aims to analyze the impact of LBP on nurses' work productivity. The method used is a literature review of various relevant journals using the PRISMA method, with data sources from Google. PubMed, and Semantic Scholar, focusing on cross-sectional articles from 2019Ae2024, assessed for quality using the Joanna Briggs Institute (JBI) A total of seven articles meeting the inclusion criteria were analyzed. The results indicate that the main factors influencing LBP include non-ergonomic working positions, patient lifting, prolonged standing, excessive workload, long working hours, and shift Additionally, psychosocial factors such as work stress, social support, and job satisfaction contribute to LBP occurrence. The impact of LBP on nurses' productivity includes increased work absenteeism, reduced work efficiency, and disruptions in service LBP also increases the risk of work errors due to decreased focus and concentration. Efforts to prevent LBP among nurses can be made through the application of ergonomic principles, workload management, and training on safe patient lifting techniques. LBP not only affects nurses' health but also negatively impacts productivity and service quality in healthcare facilities. Therefore, effective interventions are needed to reduce LBP occurrence, such as workload management, shift rotation adjustments, and ergonomic training for nurses. Keywords : Low Back Pain. Nurse. Works Prodyctivity ABSTRAK Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan bagi perawat di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kejadian LBP terhadap produktivitas kerja perawat. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dari berbagai jurnal yang relevan menggunakan metode PRISMA, dengan sumber data dari Google PubMed, dan Semantic Scholar, menggunakan artikel berdesain cross- sectional tahun 2019Ae2024 yang dinilai kualitasnya menggunakan metode Joanna Briggs Institute (JBI). Sebanyak tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kejadian LBP meliputi posisi kerja yang tidak ergonomis, pengangkatan pasien, berdiri terlalu lama, beban kerja berlebih, durasi kerja yang panjang, dan rotasi shift kerja. Selain itu, faktor psikososial seperti stres kerja, dukungan sosial, dan kepuasan kerja turut berkontribusi pada kejadian LBP. Dampak LBP terhadap produktivitas perawat meliputi meningkatnya absensi kerja, penurunan efisiensi kerja, serta gangguan pada kualitas pelayanan. LBP juga meningkatkan risiko kesalahan kerja akibat penurunan fokus dan konsentrasi. Upaya pencegahan LBP pada perawat dapat dilakukan melalui penerapan prinsip ergonomi, pengelolaan beban kerja, serta pemberian pelatihan tentang teknik pengangkatan pasien yang aman. Kesimpulannya. LBP tidak hanya memengaruhi kesehatan perawat, tetapi juga berdampak negatif pada produktivitas dan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang efektif untuk mengurangi kejadian LBP, seperti pengelolaan beban kerja, pengaturan rotasi shift, serta pelatihan ergonomi bagi perawat. Kata Kunci: Low back Pain. Perawat. Produktivitas Kerja Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 118-128 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. PENDAHULUAN Fasilitas keselamatan kerja terhadap sumber daya manusia di pelayanan kesehatan. Dalam rangka pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja, demi terciptanya kondisi pelayanan kesehatan yang aman, sehat, selamat, dan nyaman maka dari itu perlu didirikan keselamatan dan kesehatan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan terhadap tenaga kesehatan (Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 52 Tahun 2018 Tentang K3 Di Fasyankes, 2. Rumah Sakit pelayanan kesehatan yang menjadi salah satu tempat yang berisiko tinggi terjadinya kecelakaan akibat kerja pada tenaga Kecelakaan kerja yang dialami oleh tenaga kesehatan dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kelalaian individu dalam menjalankan kerja, tidak pelindung diri, dan tiadanya pengawasan (Hanafi & Hariyono, 2. Program pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan upaya yang telah disusun dengan sistematis yang didalamnya mengacu pada perencanaan, penerapan, pengukuran serta evaluasi dalam jalannya program K3 tersebut. Program K3 ini bertujuan untuk menjamin keamaan jalannya proses kerja sehingga tercipta produktivitas kerja yang baik (Ramadhany et al. , 2. Selain itu, penerapan K3 juga menjadi salah satu terhadap kualitas pelayanan rumah sakit mau pun tenaga kesehatan di dalamnya karena dengan penerapan K3 yang sesuai, memproteksi diri dengan baik dari sehingga dapat memberikan pelayanan baik terhadap pasien (Thamrin et al. Salah satu tenaga kesehatan yang memiliki jumlah paling banyak dan memiliki waktu kontak paling banyak dengan pasien adalah perawat, dengan kegiatannya yang banyak kontak dengan pasien sehingga pekerjaannya memiliki banyak risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Akan tetapi tidak semua perawat menyadari akan hal tersebut yang dapat memberikan anvaman terhadap keselamatan kerjanya (Sariah, 2. Ergonomi merupakan suatu upaya kenyamanan dalam lingkungan kerja. Ergonomi memberikan dukungan terhadap manusia dengan lingkungan kerjanya dengan tujuan menciptakan produktivitas Dalam penerapannya, ergonomic merancang pekerjaan sesuai dengan kapasitas pekerja yang memiliki tujuan agar pekerja terhindar dari cidera. Fokus ergonomi terjadi berdasarkan kesadaran. Dalam peningkatan produktivitas dan upaya terhindar dari kecelakaan kerja maka dibutuhkan keserasian antara lingkungan kerja, pekerjaan, dan pekerja yang terlibat didalamnya (Hutabarat, 2. Angka kejadian LBP pada perawat di Iran mencapai 72% yang di mana mereka bekerja berhadapan langsung dengan memberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit. Berdasarkan data tersebut, terkonfirmasi bahwa postur tubuh yang tidak ergonomis dalam penanganan manual utamanya pada pasien yang tidak bisa bergerak sama sekali menyebabkan tulang belakang repetitif dan gerak yang monoton meningkatkan risiko LBP (Azizpour et al. Sebuah penelitian yang dilakukan Brazil Italia membandingkan faktor risiko fisik dan (MSD. temuan bahwa nyeri punggung bawang atau LBP menjadi masalah yang paling umum di dua Lokasi tersebut. Prevalensi dalam satu bulan masa penelitian ditemukan 45% di Brazil dan 49% di italia, bahkan di italia LBP menjadi alasan yang paing sering ketidakhadiran perawat dalam bekerja. Faktor psikosisial seperti ketidakpuasan dalam bekerja pun menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan prevalensi MSDs (Carugno et al. Sejak 2008 sampai 2021 angka kejadian LBP pada perawat memiliki jumlah yang berbeda-beda, penelitian pun banyak yang memberikan intervensi yang bemacam-macam seperti edukasi. Latihan praktis ergonomi (Sri Astuti et al. , 2. Telah banyak studi yang dilakukan guna Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 118-128 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. mempengaruhi produktivitas kerja tenaga kesehatan secara general tanpa adanya perbedaan risiko berdasarkan profesi dan tugasnya secara spesifik. Sehingga belum banyak penelitian menganalisis perbedaan risiko yang dialami oleh masing - masing Tinjauan literatur ini berfokus pada profesi dengan risiko tinggi yaitu perawat maka, penelitian pengaruh kejadian LBP pada produktivitas kerja perawat. METODE Jenis digunakan dalam studi ini adalah tinjauan mengevaluasi, dan meringkas temuan penelitian kemudian disimpulkan dari sebelumnya yang dilakukan peneliti berdasarkan data, isi atau pembahasan dalam jurnal yang dipilih. Semantic scholar, dan PubMed sebagai indeks penelitian ilmiah nasional dan mengumpulkan data penelitian ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktorfaktor kecelakaan kerja pada perawat dalam melaksanakan pelayanan, peneliti dalam proses pencarian jurnal menggunakan kata kunci Auoccupational health and safetyAy. AunurseAy. AuMSDsAy. AuErgonomicAy. AuLow Back PainAy Proses seleksi pemilihan jurnal menggunakan metode PRISMA di mana metode tersebut melalui tahap identifikasi, penyaringan judul, abstark yang kemudian dipilih artikel yang relevan Joanna Briggs Institute (JBI) digunakan sebagai media untuk penilaian kritis untuk memastikan artikel relevan dan berkualitas (Munn et al. , 2. yang kemudian disesuaikan dengan artikel yang relevan yaitu cross sectional. JBI sendiri memiliki aspek penilaian yang disajikan dengan checklist kemudian penilaiannya dikategorikan dengan kualitas berikut: kor Ou85%), sedang . kor 6085%), dan rendah . kor <60%) (Mengistu et al. , 2. Jurnal yang digunakan dalam literatue review ini sudah dilakukan penilaian dengan checklist JBI untuk penelitian dengan desain cross sectional berdasarkan 8 pertanyaan dan masingmasing dianalisis dengan memberikan skor 1 untuk AuYaAy, 0 untuk AutidakAy dan Autidak berlakuAy (Karim et al. , 2. , semua artikel yang terpilih untuk tinjauan literatur menggambarkan bahwa artikel tersebut berkualitas dan layak untuk digunakan dalam tinjauan literatur ini. Screening Identificat IDENTIFIKASI STUDI MELALUI DATABASE Pemilihan artikel dengan database: PubMed: 7 Semantic scholar : 267 Artikel yang terskrining: 274 Artikel full text yang dapat diakses secara menyeluruh Artikel yang didapat: 56 Dalam studi melibatkan perawat Artikel yang memenuhi syarat: 14 Include Inklusi: Literatur tahun Artikel sesuai dengan kriteria inklusi: 7 Inklusi: artikel bukan literature review, menggunakan desain cross sectional, menyajikan data dengan jelas, dan tersaji penjelasan dari hasil temuan penelitian. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 118-128 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. HASIL Judul Peneliti Hubunga n Posisi Masa Kerja Keluhan Low Back Pain (LBP) Pada Perawat Rumah Sakit Hermina Jatinega (Anugr , 2. Associati Between High FearAvoidanc e Beliefs About Physical Activity And Chronic Disabling Low Back Pain In Nurse In Japan (Fujii. Tabel 1. Artikel yang ditinjau Lokasi Relevans Metode Sampel Penelitian i dan Kualitas Cross Jatinegara. Tinggi section Perawa Indonesia Cross Perawa Jepang Tinggi Hasil Karakteristik responden Sebagian besar 82,35% Sebagian besar memiliki masa kerja 5-10 76,5% perawat di unit IGD memiliki keluhan LBP dan Sebagian 58,82% yang memiliki faktor - Posisi Kerja: Terdapat signifikan antara posisi kerja perawat dengan keluhan Low Back Pain (LBP). - Masa Kerja: Juga ditemukan hubungan signifikan antara masa kerja dengan keluhan Low Back Pain. Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama durasi dan semakin buruk posisi kerja, semakin tinggi risiko LBP pada Fear-avoidance yang tinggi terkait dengan aktivitas fisik Hal ini menekankan memperburuk kondisi nyeri Fear-avoidance beliefs perawat lebih menghindari tugas-tugas membutuhkan mobilitas Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 118-128 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. Low back Crosectional Palestine (Zaitoo n et Cross Perawa Palestina Tinggi Psychos ocial and ed with low back nurses in Saudi Arabia (Jradi et al. Cross Riyadh. Saudi Arabia Tinggi The Frequen cy of Lower (Baki et al. Cross Sekitar Bangladesh Tinggi Prevalensi low back pain (LBP) sangat tinggi di kalangan Palestina. Faktor utama yang berkontribusi adalah beban kerja fisik dan kondisi kerja yang tidak Studi pencegahan yang mencakup peningkatan lingkungan kerja, dan pelatihan pencegahan LBP. Prevalensi LBP penelitian ini: Seumur hidup: 82% Dalam 12 bulan terakhir: 78% Dalam sebulan terakhir: 71% Pada hari pengumpulan data: Konsekuanesi yang diberikan saat terjadi LBP: 41% mengambil cuti sakit. 74% mengalami penurunan aktivitas harian. 39% harus mengubah tugas atau posisi kerja. Sebanyak 79,5% perawat mengalami low back pain (LBP) dalam 12 bulan terakhir, 97,9% Faktor pasien/benda berat (Ou5 kali/shift. OR = 2,. , stres kerja (OR = 4,. , dan kerja (OR = 1,. Sebagian besar perawat mengalami . ,4%) ketidakpuasan kerja . %), 43,7% berdiri/berjalan lebih dari 8 jam, 62,2% bekerja lebih dari 76,1% menjalani >7 shift malam per Dampaknya termasuk . ,4% . %). Prevalensi LBP: Sebanyak 30% perawat mengalami LBP. Beberapa Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 118-128 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. Back Pain as Occupati Hazard Health Worker Faktor Psikososi Aktivitas Kerja Perawat ICU ICCU Nyeri (Suyos o et Cross Perawa Jember. Indonesia Tinggi LBP: Faktor individu: - Jenis kelamin: 60% dari mereka yang mengalami LBP adalah - BMI: 50% dari pekerja yang underweight mengalami LBP. - Merokok: 60% dari tenaga kesehatan yang memiliki kebiasaan merokok mengalami LBP. - Pengalaman Kerja: 50% tenaga kesehatan mengalami LBP Faktor pekerjaan: - Jam Kerja: 60% dari pekerja yang bekerja lebih dari 8 jam per hari mengalami LBP. Aktivitas fisik: - Berdiri dalam waktu lama: 70% dari pekerja yang berdiri terlalu lama mengalami LBP. - Pengangkatan pasien: 60% dari tenaga kesehatan yang terlibat dalam aktivitas mengangkat pasien mengalami LBP. - Pendorongan pasien: 65% dari pekerja yang mendorong pasien melaporkan LBP. - Pekerjaan mengalami LBP. Keluhan bawah perawat ICU dan ICCU psikososial, yaitu persepsi dukungan sosial, kepuasan pemindahan pasien secara Dukungan pemindahan pasien lateral Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 118-128 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. Punggun g Bawah Related Factor In Lamenta tion Risk Of Low Back Pain On Inpatient Nurse menjadi faktor yang paling bawah pada perawat ICU dan ICCU. Faktor Psikososial: - Persepsi tentang tuntutan kerja . =0,. - Persepsi tentang kendali kerja lemah dengan keluhan nyeri punggung bawah . =-0,. - Persepsi sosial memiliki korelasi kuat dengan keluhan nyeri punggung bawah . =0,. - Persepsi kerja memiliki korelasi cukup kuat dengan . =0,. Faktor Aktivitas Kerja: - Aktivitas pemindahan pasien secara lateral cukup kuat dengan . =0,. - Sebanyak 67,9% memiliki risiko tinggi pasien secara lateral. (Awalu din et Cross Perawa Banten. Indonesia Tinggi Postur ergonomis, terutama saat berkontribusi pada keluhan LBP. Sedangkan usia dan masa kerja tidak ada hbungan signifikan terhadap kejadian low back pain pada perawat ruang rawat inap. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 118-128 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. PEMBAHASAN Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki peranan sangat penting dalam menghasilkan hasil suatu pekerjaan maka SDM keselamatan kerjanya dengan tujuan SDM dapat menghasilkan kerja yang yang diharapkan dan sesuai dengan tujuan (Rahmadani Ismael et al. , 2. Keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit mencakup semua tenaga kesehatan termasuk perawat. Penerapan sistem manajemen K3 di rumah sakit lingkungan kerja yang aman, sehat, dan (Peraturan Kementerian Kesehatan No. 66 Tahun 2016 Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit. Risiko yang ditimbulkan untuk para tenaga kesehatan di rumah sakit kecelakaan kerja serta penyakit yang ditimbulkan akibat kerja memberikan kerugian yang berdampak buruk baik terhadap rumah sakit atau pun terhadap tenaga kesehatan di dalamnya(Nugraha et al. , 2. Studi ini meninjau faktor yang memberi kontribusi pada prevalensi LBP pada perawat. Berdasarkan 7 artikel menimbulkan risiko terjadinya Low Back Pain (LBP) adalah salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami oleh perawat di berbagai fasilitas layanan Pekerjaan perawat menuntut aktivitas fisik yang tinggi, seperti mengangkat pasien, membungkuk, atau melakukan tugas dengan durasi lama dalam postur yang tidak ergonomis. Selain faktor fisik, aspek psikologis, seperti keyakinan terhadap rasa sakit atau ketakutan terhadap aktivitas fisik, juga dapat memperburuk kondisi ini. Secara LBP berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga mengurangi produktivitas kerja perawat dan kualitas pelayanan Dalam hal ini menunjukkan bahwa pentingnya penanganan terhadap suatu kejadian kecelakaan kerja dalam hal kecil yang demi mencegah terjadinya kecelakaan yang lebih parah, maka penelitian ini bertujuan untk mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan low back pain pada perawat dalam Kecelakaan kerja pada perawat merupakan hal yang penting untuk keselamatan dan kesehatan kerja (K. di rumah sakit. Kondisi kerja yang memiliki aktivitas fisik berat seperti membungkuk menjadi pemicu utama LBP pada perawat. Penelitian oleh (Anugrahwati, 2. (Anugrahwati et al. , 2. menunjukkan adanya hubungan signifikan antara posisi kerja dan masa kerja dengan LBP. Semakin lama waktu perawat bekerja memberikan pengaruh tehdap kondisi fisik, karena akan terjadi penurunan kekuatan tubuh kemudian menimbulkan kesakitan pada tubuh begitu pun dengan jam kerja durasi 8 hingga 12 jam dalam satu hari menjadi pemicu terjadinya keluhan LBP (Sumamur, 2. Sebanyak 58,82% perawat yang bekerja dengan postur tidak ergonomis mengalami LBP. Unit bekerja yang berbeda pun memberikan risiko LBP yang berbeda pada perawat terutama di unit IGD yang memiliki tuntutan kerja tinggi dalam penelitian (Lukmanulhakim et al. , 2. posisi kerja yang tidak ergonomis juga memberikan pengaruh kepada perawat di ruang rawat inap, hal tersebut dipicu oleh pekerjaan membatu mengangkat pasien serta waktu berdiri yang lama sehingga memberikan tekanan berlebih pada punggung bawah. Selain itu faktor psikososial perawat yang bekerja di ruang ICU dan ICCU memiliki persepsi tuntutan kerja, dukungan sosial yang rendah memiliki pengaruh terhadap keluhan LBP dan siklus nyeri yang berkelanjutan (Suyoso, 2. Posisi berdiri yang lama juga menjadi faktor beban fisik dalam penelitian (Baki et al. , 2. yang menyatakan bahwa perawat 70% berdiri dengan waktu yang lama dalam waktu kerja 8 jam dalam satu hari memiliki 60% risiko LBP. Beban kerja yang tinggi dan aktivitas fisik yang berulang berkontribusi pada prevalensi LBP (Zaitoon et al. , 2. dalam peneltiannya melaporkan bahwa 71% perawat mengalami LBP dan 74% aktiivtas akibat LBP tersebut. Perawat Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 118-128 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. melakukan aktivitas berulang dengan mengangkat pasien lebih dari lima kali sangat berisiko tinggi mengalami LBP, selain itu LBP pun menjadi salah satu alasan perawat tidak hadir bekerja (Mohseni-Bandpei et al. , 2. Aspek psikososial salah satunya stress dan rasa kurang puas dalam bekerja yang rendah dalam pnelitian (Fujii et al. , 2. memberikan pengaruh pada keadaan LBP pada perawat. Dalam penelitiannya menyatakan bahwa fear avoidance beliefs memberikan persepsi yang buruk terhadap rasa nyeri sehingga dengan tingginya fear avoidance beliefs pada perawat menyebabkan mereka memungkinkan terjadinya penurunan pelayanan kesehatan. Faktor individu diantaranya jenis kelamin, indeks masa tubuh dan kebiasaan merokok turut berperan dalam kejadian LBP (Baki et al. Peraqat pempuan memiliki tingkat frekuensi yang tinggi terhadap kejadian LBP hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal dalam pekerjaan yang lebih banyak diambil alih oleh perempuan, selain itu dalam lingkungan berbudaya pemepuan mengerjakan pekerjaan rumah Dalam penelitian lain di Australia menunjukkan bahwa faktor anatomi, fisiologis, dan hormon menjadi beberapa faktor yang membedakan kejadian LBP Laki-laki (Mohseni-Bandpei et al. , 2. Merokok menjadi salah satu faktor pemicu LBP dalam penelitian (Xu et al. perokok yang mengkonsumsi lebih dari 30 batang rokok per hari dan menjadi perokok lebih dari 30 tahun dapat meningkatkan risiko LBP sebesar 45%. Risiko LBP lebih tinggi pada perempuan, perempuan dipengaruhi oleh hormon estrogen yang akan semakin menurun seiring dengan konsumsi rokok. Dengan mengurngi konsumsi rokok atau berhenti merokok dapat menjadi cara pencegahan LBP. Tidak dapat dipungkiri telah banyak penelitian mengenai keselamatan dan kesehatan kerja pada tenaga kesehatan, namun sebagian diantaranya belum membedakan faktor-faktor risiko berdasarkan profesi beserta kegiatan kesehariannya secara spesifik. Sehingga belum banyak penelitian menganalisis perebdaan risiko yang dialami oleh masing- masing profesi termasuk salah satunya kejadisn low back pain tenaga pada perawat. Tinjauan literatur ini berfokus pada profesi dengan risiko tinggi faktor-faktor kecelakaan kerja pada perawat dalam pelaksanaan pelayanan. SIMPULAN Low Back Pain (LBP) secara signifikan memengaruhi produktivitas kerja perawat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung. LBP perawat dalam menjalankan tugas-tugas yang membutuhkan mobilitas, seperti mengangkat pasien, membungkuk, atau Ketidaknyamanan dan rasa sakit yang dialami menyebabkan perawat lebih lambat dalam menyelesaikan tugas, meningkatkan risiko absensi kerja, dan menurunkan kualitas pelayanan kepada Secara tidak langsung, aspek fear-avoidance beliefs turut memperburuk dampak LBP terhadap produktivitas. Ketakutan akan aktivitas fisik yang memicu nyeri tugas-tugas sehingga produktivitas dan efisiensi kerja Faktor-faktor seperti masa kerja, jam kerja panjang, posisi kerja yang tidak ergonomis, dan tuntutan pekerjaan berat di unit tertentu, seperti IGD atau ICU, memperparah prevalensi LBP. Oleh karena itu, penting bagi institusi kesehatan untuk menerapkan program pencegahan dan manajemen LBP, termasuk pelatihan ergonomi, pengurangan jam kerja berlebih, serta dukungan psikologis untuk memitigasi dampak LBP terhadap produktivitas kerja SARAN Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar rumah sakit lebih memperhatikan faktor ergonomi dan psikososial dalam manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K. bagi perawat. Penerapan pelatihan ergonomi, rotasi kerja yang Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. April 2025, hal 118-128 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Low Back Pain terhadap A. (Ghina Dwi Kurnia. Widodo Hariyono, dk. lebih seimbang, serta penyediaan alat Hutabarat, . Dasar Dasar bantu untuk mengurangi beban fisik Pengetahuan Ergonomi . st ed. Vol. dapat membantu menekan prevalensi Malang: Media Nusa Creative. Low Back Pain (LBP). Selain itu. Karim. Husein. Qamruddin. Liszen, , & Alam. Original article To evaluate the effects of Low-level laser manajemen stres, juga perlu diterapkan therapy . T) on wound healing of extraction socket: A systematic review. perawat dan produktivitas kerja mereka. Bangladesh Journal of Medical Science. Upaya preventif seperti edukasi gaya 585Ae597. hidup sehat, termasuk pengurangan 3329/bjms. kebiasaan merokok, juga dapat menjadi Lukmanulhakim. , & Awaludin. langkah penting dalam mengurangi risiko Related Factor in Lamentation Risk of Low LBP. Back Pain on Inpatient nurse. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 4. , 91Ae DAFTAR PUSTAKA