Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 PENGARUH APLIKASI BELANJA ONLINE DAN DIGITAL PAYMENT TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA IKIP WIDYA DARMA SURABAYA Savira Eka Kusnaeni1. Deddy Setiawan2. Muhammad Miftah Farid3 IKIP Widya Darma, 3 Universitas Negeri Surabaya saviraekaofficial@gmail. com, 2deddyinsan2@gmail. com, 3muhammadmiftah@unesa. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi belanja online dan digital payment terhadap perilaku konsumtif mahasiswa di IKIP Widya Darma Surabaya. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan dari 55 responden, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial, aplikasi belanja online tidak berpengaruh positif atau signifikan terhadap perilaku konsumtif dari mahasiswa. Hal ini mengindikasikan bahwa kenyamanan, kemudahan, waktu, kepercayaan, dan kelengkapan informasi dari aplikasi belum menjadi pendorong utama perilaku konsumtif. Sebaliknya, digital payment terbukti berpengaruh positif atau signifikan secara parsial terhadap perilaku konsumtif mahasiswa, yang didorong oleh kemudahan dan manfaat yang dirasakan dalam transaksi nontunai. Hasil uji simultan mengindikasikan bahwa aplikasi belanja online dan digital payment secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif Namun, nilai koefisien determinasi (R. menunjukkan bahwa kedua variabel ini hanya mampu menjelaskan 21. variasi perilaku konsumtif, sedangkan 78. 9% sisanya dijelaskan oleh faktorfaktor lain. Hal ini menegaskan bahwa meskipun digitalisasi transaksi memengaruhi perilaku konsumtif, masih terdapat variabel lain yang lebih Kata kunci: aplikasi belanja online, digital payment, perilaku konsumtif. PENDAHULUAN Teknologi di negara kita Indonesia semakin berkembang pesat di era 4. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merevolusi berbagai aspek kehidupan kita, termasuk dalam berbelanja dan melakukan transaksi keuangan. Perubahan digital ini membawa dampak besar terhadap pola konsumsi masyarakat, khususnya pada generasi muda seperti Di era digital saat lebih memilih menggunakan berbagai platform berbasis Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 teknologi yang menawarkan kemudahan, efisiensi, serta kenyamanan. Hal ini diantaranya sistem jual beli, sistem pembayaran, serta metode pembayaran Indonesia adalah salah satu negara e-commerce terkemuka di Asia Tenggara dan memiliki tingkat pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia. Gambar 1. Perbandingan Pertumbuhan E-commerce Tertinggi Dunia 2024 Sumber : dataindonesia. Dari data riset dataindoesia. id melalui laporan Peta e-commerce Indonesia pada tahun 2024. Indonesia berada di posisi pertama dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi dunia 30,5 %. Kemajuan teknologi yang sudah ada akan mempengaruhi sikap dan perilaku konsumtif manusia karena memberi kemudahan mahasiswa dalam memenuhi Dalam hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan perilaku konsumtif. Platform yang menghubungkan antara penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi belanja online disebut e-commerce. Keberadaan aplikasi belanja online yang memberikan kebutuhan atau keinginan pelanggan dengan harga terjangkau. Sehingga dinilai lebih efisien dalam hal biaya. Beberapa aplikasi belanja online yang populer di indonesia dengan jumlah pengunjung di kuartal I - Kuartal i tahun 2023 sebagai berikut : Gambar . 1 Data pengunjung 5 E-Commerce di Indonesia (Kuartal I-i 2. Sumber : databoks. Berdasarkan databoks, pada posisi pertama jumlah kunjungan e-commerce shopee Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 dengan jumlah pengunjung dari kuartal I Ae Kuartal i mencapai 216,8 juta. Posisi kedua terdapat Tokopedia yang mengalami penyusutan pengunjung pada kuartal I Ae kuartal i menjadi 97,1 juta. Pada posisi ketiga kunjungan Lazada mengalami penyusutan pengunjung dari kuartal I Ae kuartal i menjadi 52,2 juta pengunjung. Blibli yang mengalami penyusutan pengunjung dari kuartal I Ae kuartal i menjadi 28,4 juta pengunjung berada di posisi keempat Pada posisi terakhir kelima terdapat Bukalapak yang mengalami penyusutan pengunjung dari kuartal I Ae kuartal i menjadi 12,4 juta pengunjung. Berdasarkan hal ini aplikasi belanja online Shopee menunjukkan bahwa salah satu situs belanja dan jual beli online terpopuler pada tahun 2023. Aplikasi belanja online telah mengubah cara konsumen dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan yang diinginkan. Jika pada masa lalu proses pembelian membutuhkan kehadiran fisik di toko atau pasar, saat ini masyarakat hanya perlu mengakses aplikasi di perangkat ponsel mereka untuk memilih, membeli, dan membayar produk yang diinginkan, (Ridwan 2. Aplikasi seperti Shopee. Tokopedia. Lazada. Bukalapak, dan sejenisnya telah menjadi platform utama dalam kegiatan belanja online. Belanja online merupakan proses pembelian barang dan jasa secara online tanpa harus bertemu antara penjual dan pembeli. Menurut (Elmayanti, 2. , belanja online memberikan kemudahan, efisiensi waktu, dan kenyamanan bagi konsumen. Aplikasi belanja online dipengaruhi beberapa faktor dalam penggunaannya, antara lain kemudahan akses, informasi yang lengkap, dan loyalitas pelanggan. (Kotler & Amstrong, 2. Belanja online tidak dapat dipisahkan ialah kehadiran fasilitas digital payment. Digital payment adalah metode pembayaran menggunakan perangkat digital seperti mobile banking, e-wallet, dan QR code. Menurut (Bezhovski, 2. , digital payment memberikan kemudahan, keamanan, dan efisiensi transaksi keuangan. Indikator digital payment mencakup persepsi kemudahan penggunaan, manfaat, pengaruh sosial, kredibilitas, dan niat perilaku (Gosal & Linawarti. Metode pembayaran non-tunai ini berkembang seiring dengan kemajuan teknologi finansial . inancial technology/fintec. yang memberikan kemudahan bagi pengguna untuk melakukan pembayaran hanya dengan sentuhan jari. Pembayaran non tunai melalui berbagai platform seperti ATM. M-bangking. OVO. DANA, dan uang elektronik . -mone. (Naufalia 2. Penggunaan teknologi pembayaran digital yang semakin canggih dan mudah diakses melalui internet telah meningkatkan minat mahasiswa untuk melakukan Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 transaksi online. Dengan kemampuan untuk melakukan pembayaran secara online menggunakan gadget android, konsumen dapat menikmati kemudahan dan fleksibilitas dalam melakukan transaksi. (Febriyanti, dkk 2. Mahasiswa sebagai pengguna aktif dari aplikasi belanja online dan digital payment. Kecenderungan ini didorong oleh karakteristik mahasiswa yang dinamis, ingin serba cepat, praktis, dan mengikuti perkembangan zaman. Berbagai kemudahan dan penawaran yang tersedia membuat mahasiswa terdorong untuk melakukan transaksi secara lebih intensif. Kemudahan ini juga memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam hal akademik atau perkuliahan, misalnya kemudahan membeli buku-buku perkuliahan, kuota internet untuk perkuliahan online, dan sebagainya. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol terhadap aplikasi belanja online dan digital payment dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya yaitu perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif adalah suatu kondisi dimana seseorang melakukan pembelian barang atau jasa tidak berdasarkan kebutuhan yang nyata, melainkan lebih didorong oleh keinginan, gaya hidup, atau pengaruh luar seperti iklan dan media sosial. Mahasiswa sebagai kelompok usia yang sedang mengalami proses pencarian jati diri cenderung lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan. Perilaku konsumtif ini dapat dipicu oleh iklan personalisasi, rekomendasi pembelian, dan tren belanja dari teman sebaya. Pada tahun 2022 (Kurniawan Ray, at al 2. melakukan riset yang mengahasilkan bahwa adanya aplikasi belanja online dan digital payment mendorong mahasiswa angkatan 2022 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura berperilaku konsumtif. Ini memperkuat argumen bahwa akses mudah terhadap transaksi digital meningkatkan kecenderungan mahasiswa untuk berbelanja di luar batas kebutuhan dasar. Di perkuat oleh (Winahyu, 2. menjelaskan bahwa pembayaran digital dan aplikasi belanja online turut membentuk gaya hidup konsumtif. Dalam penelitiannya, gaya hidup ini berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara digitalisasi transaksi dan perilaku konsumsi Dapat disimpulkan semakin sering seseorang menggunakan digital payment dan aplikasi belanja, semakin besar kemungkinan ia mengembangkan kebiasaan konsumtif yang berlebihan sebagai bagian dari gaya hidupnya. Adanya pengaruh terhadap perilaku konsumtif mahasiswa dari aplikasi belanja online dan digital payment menjadi sangat relevan untuk dilakukan dalam konteks ini. Pemahaman Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 yang mendalam terhadap fenomena ini penting agar mahasiswa dapat menyadari dampak dari kebiasaan konsumsi yang mereka lakukan. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi pengembangan literasi digital dan finansial di lingkungan kampus sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan pola pikir yang bijak dalam berteknologi. Teori perilaku konsumen dikemukakan oleh Kotler & Armstrong . berfokus pada pemahaman bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi proses tersebut. Perilaku konsumen dipengaruhi oleh nilai-nilai dasar, persepsi, dan perilaku yang dipelajari dari keluarga dan institusi. Dalam membuat keputusan, individu akan mengalokasikan sumber daya yang tersedia, seperti uang, waktu, dan energi, untuk memperoleh produk dan jasa yang diinginkan. Perilaku konsumtif adalah kecenderungan membeli barang secara berlebihan berdasarkan keinginan, bukan Menurut (Kurniawan, 2. , perilaku konsumtif dipicu oleh faktor psikologis, sosial, dan teknologi yang menawarkan kemudahan transaksi. Indikator perilaku konsumtif meliputi pembelian impulsif, pemborosan, dan pencarian kesenangan pribadi. Berapa penelitian terdahulu yang meneliti terkait dengan perilaku konsumtif dan digital payment antara lain yang berjudul AuPengaruh Penggunaan Fintech Mobile Payment dan Aplikasi Belanja Online Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UNTANAy oleh (Kurniawan Ray et al. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh dari variabel fintech mobile aplikasi pembayaran dan belanja online pada kalangan konsumtif perilaku mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan. Regresi berganda dari variabel pembayaran seluler fintech dan aplikasi belanja online aktif perilaku konsumtif sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh Fintech Mobile Payment (X. dan Aplikasi Belanja Online (X. Variabel Perilaku Konsumtif (Y) terhadap Perilaku Konsumtif (Y) variabel adalah 23,7%. Penelitian lainnya adalah AuPengaruh E-Commerce Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Mahasiswi Politeknik STIA LAN Jakarta di teliti oleh (Naufal Harits Pratama et al. menyatakan bahwa Era Globalisasi berdampak pada teknologi yang berpengaruh transaksi bisnis dan pola jual beli. Kemudian penelitian yang berjudul AuPengaruh Penggunaan Digital Payment Terhadap Perilaku Konsumsi Islam Masyarakat Surabaya Pada Masa Pandemi Covid-19AoAo diteliti oleh Siska Puspitasari dan Rachma Indrarini . menyatakan covid-19 masyarakat mengalami perubahan dalam yaitu dilakukan Hasil dalam penelitian Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 ini menunjukkan penggunaan digital payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumsi. Berbeda dengan penelitian diatas, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu fenomena gambaran seberapa jauh aplikasi belanja online dan fasilitas digital payment mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa sebagai celah untuk melakukan penelitian. Kemudahan akses dan promosi dari aplikasi tersebut dapat meningkatkan kecenderungan konsumtif, atau mahasiswa mampu bersikap rasional dalam menggunakan teknologi Penemuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan landasan ilmiah bagi upaya peningkatan literasi finansial, pengembangan program edukasi keuangan di kampus, serta sebagai bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan terkait pembinaan karakter mahasiswa dalam era digital. Dari hal tersebut penulis ingin mengetahui mengetahui permasalahan bagaimana pengaruh terhadap aplikasi belanja dan metode pembayaran digital tersebut dengan mengambil judul AuPengaruh Aplikasi Belanja Online dan Digital payment terhadap Perilaku konsumtif mahasiswa IKIP Widya Darma SurabayaAy METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif IKIP Widya Darma Surabaya tahun akademik 2024/2025. Lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah kampus IKIP Widya Darma Surabaya karena subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif IKIP Widya Darma Surabaya dimana terdapat 5 prodi yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia. Pendidikan Matematika. Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Pendidikan Ekonomi. Alasan peneliti memilih Lokasi di kampus IKIP Widya Darma Surabaya karena mahasiswa FKIP cenderung lebih konsumtif dan dari segi penampilan lebih trendi di bandingkan dengan mahasiswa fakultas lain di IKIP Widya Darma Surabaya. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen dengan menggunakan kuesioner skala Likert. Data dianalisis dengan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Sebelum analisis regresi, uji asumsi klasik dilakukan yaitu uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linearitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Hasil Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui Google Form yang dibagikan melalui berbagai platform, seperti grup WhatsApp dan pesan pribadi WhatsApp, yang menjangkau mahasiswa sebagai sampel penelitian. Penelitian ini berlangsung kurang lebih 2 bulan dan difokuskan dalam mahasiswa aktif di kampus IKIP Widya Darma Surabaya. Dengan menggunakan metode membagikan kuesioner online, penelitian ini dapat menjangkau responden yang lebih luas dan efisien untuk mengumpulkan data. Uji Validitas Uji Validitas digunakan untuk mengukur kuesioner. Dalam pengambilan keputusan dapat digunakan dengan uji signifikan yang membandingkan nilai Rhitung dengan Rtabel. (Ghozali, 2. Dalam penelitian ini digunakan sampel sebanyak 55 responden dan diperoleh nilai Rtabel sebesar 0,026. Uji ini dilakukan dengan pertanyaan atau pernyataan lebih dari 1 . Uji Reliabilitas Dalam mencari reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknis Cronbach alpa dalam menguji reliabilitas, yaitu aplikasi belanja online, digital payment dan perilaku Semua variabel memiliki nilai Cronbach alpha > dalam rentang angka 0,40 > 0,70 sehingga semua variabel bisa dinyatakan reliabel. Uji Normalitas Dalam pengujian normalitas Kolmogorov-Smirnov. Hasil signifikansi KolmogorovSmirnov < 0,05, data dianggap tidak memiliki distribusi normal, tetapi jika hasil KolmogorovSmirnov > 0,05, data dianggap memiliki distribusi normal. Hasil Uji Normalitas dari semua variabel independen diantaranya Aplikasi Belanja Online. Digital payment, dan variabel dependen Perilaku Konsumtif, nilai signifikansi memenuhi kriteria, sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal dan tidak ada masalah dalam asumsi Uji Multikolinieritas Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas, dapat digunakan nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Nilai Tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10, maka tidak ada Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 multikolinearitas antara variabel independentetapi jika nilai Tolerance < 0,10 atau nilai VIF > 10, maka terdapat multikolinearitas diantara variabel independen. Hasil uji multikolinieritas nilai Tolerance 1,000 dan VIF 1,000 untuk kedua variabel independen menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas signifikan antara Aplikasi Belanja Online dan Digital payment disimpulkan bahwa kedua variabel independen tidak berkorelasi kuat. Tabel 1. Uji Multikolinieritas Variabel Tolerance Aplikasi Belanja Online Digital payment 1,000 1,000 VIF 1,000 1,000 Sumber : Data Primer di oleh dengan SPSS 25 Uji Linearitas Menurut (Setiawan & Yosepha, 2. Uji linearitas mempunyai tujuan untuk mengetahui dua variabel atau lebih yang diuji apakah mempunyai hubungan linear atau Tabel 2. Uji Linearitas ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square Sig. 1 Regression 513,814 2 256,907 6,955 Residual 1920,731 36,937 Total 2434,545 Dependent Variable: PK Predictors: (Constan. Digital payment. Aplikasi Belanja Online Sumber : Data Primer di oleh dengan SPSS 25 Berdasarkan hasil ANOVA dalam uji linearitas, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Aplikasi Belanja Online dan Digital payment secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa IKIP Widya Darma Surabaya. Dengan demikian, model regresi yang digunakan layak dan Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan mengetahui apakah dalam model regresi terjadi perbedaan varians dari residual satu pengamatan ke yang lain. (Ghozali, 2. Tabel 3. Uji Heteroskesdatisistas Menggunakan Glejser Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error -2,621 3,478 Model (Constan. Standardized Coefficients Beta Aplikasi Belanja 0,698 0,431 Online Digital payment 0,838 0,307 Dependent Variable: Perilaku Konsumtif Sumber : Data Primer di oleh dengan SPSS 25 -0,754 Sig. 0,453 0,202 1,990 0,732 0,339 1,895 0,932 Berdasarkan hasil analisis uji heteroskedastisitas ini dari nilai signifikansi (Sig. ) pada kolom terakhir. Jika nilai Sig. >0,05 maka model tidak mengalami heteroskedastisitas atau bisa dikatakan data aman. Pada tabel, nilai Sig. Sedangkan variabel Aplikasi Belanja Online . dan Digital payment . keduanya lebih besar 0,05, sehingga tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model ini. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi bertujuan mengetahui pengaruh dari variabel independent terhadap variabel dependent. Perilaku Konsumtif yang terjadi di masyarakat, baik positif maupun negatif, serta untuk memprediksi nilai variabel dependen ketika nilai independen mengalami perubahan, penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier. Dengan menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution. , analisis regresi linier berganda dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih terarah dan akurat. Untuk mengetahui arah hubungan variabel dimana variabel independent dari Aplikasi Belanja Online (X. dan Digital payment (X. secara simultan terhadap variabel dependent yaitu Perilaku Konsumtif (Y). Tabel 4. Hasil Analisi Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. 9,190 5,486 Aplikasi Belanja 0,213 Online 0,010 Digital payment 0,532 0,208 Dependent Variable: Perilaku Konsumtif Sumber : Data Primer di oleh dengan SPSS 25 Standardized Coefficients Beta -0,009 1,675 -0,047 Sig. 0,100 0,962 0,466 2,563 0,013 Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 Berdasarkan tabel 4. 22, dapat dilihat bahwa : Y = 9,190 (-0,. X1 0,466 X2 Dari regresi linier berganda atas dapat disimpulkan yaitu: Nilai konstanta . u ) mempunyai nilai positif 9,190. Tanda positif pada konstanta menyatakan bahwa terdapat pengaruh searah antara variabel independen dan variabel dependen. Sehingga jika Aplikasi Belanja Online. Digital payment, dan Perilaku Konsumtif jumlahnya adalah 0% atau tetap, maka Perilaku Konsumtif nilainya 9,190. Nilai koefisien regresi untuk variabel Aplikasi Belanja Online (X. nilainya negatif sebesar -0,009. Tanda negatif menyatakan terdapat pengaruh tidak searah antara variabel independent dan juga variabel dependent. Hal ini menyatakan jika Aplikasi Belanja Online mengalami kenaikan sebesar 1% dari variabel Perilaku Konsumtif akan turun sebesar -0,009 begitu pula sebaliknya dianggap konstan dengan asumsi variabel independent lainnya. Nilai koefisien regresi variabel Digital payment (X. sebesar 0,466. Tanda positif pada konstanta menyatakan bahwa variabel independen dan variabel dependen terdapat pengaruh yang searah. Hal ini menyatakan bahwa jika Digital payment mengalami kenaikan sebesar 1% dari variabel Perilaku Konsumtif akan naik sebesar -0,009 begitu pula sebaliknya. Pembahasan Pengaruh Aplikasi Belanja Online terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa IKIP Widya Darma Surabaya Perilaku konsumtif yang berlebihan dapat terjadi jika seseorang membeli barang selain untuk memenuhi kebutuhan, tetapi untuk memenuhi keinginannya, sehingga menimbulkan suatu perilaku pemborosan. Dalam konteks belanja online, perilaku konsumtif dapat meningkat karena kemudahan dan kenyamanan transaksi online. Sehingga penting bagi masyarakat untuk memiliki kesadaran atau kendali diri dalam penggunaan e-commerce agar melakukan perilaku konsumtif yang berlebihan. Hasil penelitian aplikasi belanja online menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa (Thitung=Oe0. 0470. Ini berarti Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 hipotesis H1 ditolak. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa tidak sepenuhnya memanfaatkan aplikasi belanja online berdasarkan faktor kenyamanan, waktu, kemudahan, kepercayaan, dan kelengkapan informasi. Mahasiswa aktif menggunakan aplikasi belanja online, hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor-faktor seperti kenyamanan, kemudahan, efisiensi waktu, tingkat kepercayaan, dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh aplikasi tersebut belum menjadi pendorong utama perilaku konsumtif mereka. Pengaruh Digital Payment terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa IKIP Widya Darma Surabaya. Digital payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif . hitung =2. 563>ttabel=2. 006 dan nilai signifikansi 0. 013<0. Ini berarti hipotesis H2 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menggunakan dan mengambil manfaat serta kemudahan fasilitas dari digital payment, sehingga mendorong perilaku konsumtif. Kemudahan dan berbagai manfaat yang dirasakan oleh mahasiswa dalam memanfaatkan fasilitas digital payment sebagai alat pembayaran nontunai secara efektif mendorong peningkatan perilaku konsumtif pada diri mereka. Aksesibilitas dan kepraktisan dalam bertransaksi melalui digital payment mempermudah mahasiswa untuk melakukan pembelian, yang pada gilirannya berkontribusi pada pola konsumsi yang lebih tinggi. Pengaruh Aplikasi Belanja Online dan Digital Payment terhadap Perilaku Konsumtif di IKIP Widya Darma Surabaya Dari penelitian ini secara simultan menunjukkan bahwa Aplikasi Belanja Online dan Digital Payment memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan nilai 002<0. Namun, nilai R Square sebesar 0. 211 atau 21. 1% menunjukkan bahwa kedua variabel ini hanya mampu menjelaskan 21. 1% variasi perilaku konsumtif, sedangkan sisanya 78. 9% dijelaskan oleh faktor lain. Ini berarti meskipun ada pengaruh bersama, masih terdapat banyak faktor lain yang lebih dominan dalam perilaku konsumtif. Penggunaan aplikasi belanja online dan digital payment yang tidak terkontrol secara bersamaan dapat memengaruhi perilaku konsumtif. Oleh karena itu, pemahaman tentang perilaku konsumtif sangat penting bagi mahasiswa untuk lebih selektif dalam memilih barang, memprioritaskan kebutuhan, dan menyesuaikan dengan pendapatan. Penelitian ini sejalan dengan temuan Dianingsih dan Susilo . serta Febriyanti, dkk . yang menunjukkan pengaruh positif atau signifikan dari aplikasi belanja online dan digital Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 payment terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat kesimpulan sebagai berikut . Aplikasi Belanja Online tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap perilaku konsumtif mahasiswa IKIP Widya Darma Surabaya. Mahasiswa aktif menggunakan aplikasi belanja online, hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor-faktor seperti kenyamanan, kemudahan, efisiensi waktu, tingkat kepercayaan, dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh aplikasi tersebut belum menjadi pendorong utama atau signifikan. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa adanya variabel lain yang lebih dominan dalam membentuk kebiasaan pembelian online dan kecenderungan konsumtif di kalangan mahasiswa. Digital Payment memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap perilaku konsumtif mahasiswa IKIP Widya Darma Surabaya. Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan dan manfaat yang dirasakan oleh mahasiswa dalam memanfaatkan fasilitas digital payment secara efektif mendorong peningkatan perilaku konsumtif. Aksesibilitas dan kepraktisan dalam bertransaksi melalui digital payment mempermudah mahasiswa untuk melakukan pembelian, yang pada gilirannya berkontribusi pada pola konsumsi yang lebih tinggi. Aplikasi Belanja Online dan Digital Payment secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa IKIP Widya Darma Surabaya. Penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan aplikasi belanja online dan digital payment secara bersamasama mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa. Namun demikian, meskipun terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan, kontribusi kedua variabel ini dalam menjelaskan variasi perilaku konsumtif mahasiswa masih belum menjadi faktor yang paling dominan. Hal ini menyarankan bahwa selain kemudahan berbelanja online dan penggunaan pembayaran digital, masih ada faktor lain yang lebih dominan mempengaruhi dalam menjelaskan dinamika perilaku konsumtif mahasiswa di era digital. Saran Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberikan beberapa saran antara lain Mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dalam mengelola perilaku konsumsi, khususnya saat menggunakan layanan belanja online dan digital payment. Dengan mengikuti Journal of Education and Research (JEDARR) http://jurnal. id/index. php/jedarr Vol. 4 No 2 Desember 2025 e-ISSN 2830-7798 p-ISSN 2962-2794 perkembangan informasi dan wawasan digital dan perilaku konsumtif beserta akibat yang ditimbulkan karena perilaku konsumtif yag berlebihan. Bagi masyarakat umum Diperlukan edukasi yang berkelanjutan mengenai pentingnya literasi keuangan, terutama terkait manajemen konsumsi di era digital melalui berbagai seminar atau pelatihan penggunaan aplikasi belanja dan pembayaran digital agar dilakukan secara selektif dan bijak agar tidak menimbulkan perilaku konsumtif yang berlebihan. Bagi Perguruan tinggi diharapkan berperan aktif dalam mengedukasi mahasiswa terkait literasi keuangan digital. Program pelatihan, seminar, atau mata kuliah pilihan yang membahas perilaku konsumtif dan pengelolaan keuangan dapat menjadi alternatif solusi untuk membentuk sikap konsumsi yang bertanggung jawab. Penelitian lanjutan disarankan untuk memasukkan variabel tambahan seperti faktor psikologis, sosial, dan budaya yang mungkin mempunyai pengaruh dominan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa dikarenakan keterbatasan yang dimiliki DAFTAR PUSTAKA