Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Perdana & Arianti, 2025 DAMPAK PROGRAM CORPORATE FARMING TERHADAP PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI KELOMPOK TANI BAROKAH Putri Perdana. Yoesti Silvana Arianti. Fakultas Pertanian. Jurusan Agribisnis. Universitas Janabadra. Jl. Tentara Rakyat Mataram No. Bumijo. Jetis. Yogyakarta, . Fakultas Pertanian. Jurusan Agribisnis. Universitas Veteran Bangun Nusantara. Jl. Letjend S. Humardani No 1 Jombor Sukoharjo, *corresponding author : putri_perdana@janabadra. * Received for review June 11, 2025 Accepted for publication June 23, 2025 Abstract Rice is a major food commodity that consistently draws attention, particularly in efforts to increase productivity and farm income. Various initiatives have been undertaken by both the government and the private sector to boost rice productivity in order to meet food demands. One such initiative is the Corporate Farming (CF) program, an agricultural institutional model based on the principle of consolidating land owned by members of farmer groups by removing the boundaries . between rice fields. The aim of the program is to enhance productivity through the use of better technology and to achieve more effective and efficient farming practices. This study aims to examine the impact of the CF program on the productivity and income of rice farming within the Barokah Farmer Group. The research employs a descriptive-analytical method, with the t-test used as the analytical tool. Data collection was conducted through surveys, with productivity and income serving as the main variables. The results show that the average productivity and income per hectare per season before and after the implementation of the CF program were significantly However, the changes had a negative value, indicating that the program did not have a positive The average value of rice productivity per hectare per planting season after the implementation of CF was 2. 455 tons per hectare, smaller than after the implementation of CF of 3. 480 tons per hectare. Rice farming income per hectare per planting season after CF was IDR5,298,994. 02, which was smaller than before CF, which was IDR12,433,806. This outcome is attributed to a shift in farming technology from conventional to organic methods which affected both productivity and farm income before and after the implementation of the CF program. Keywords: Corporate Farming. Productivity. Income. Rice Farming Abstrak Padi merupakan komoditas pangan utama yang selalu menarik perhatian, khususnya dalam peningkatan produktivitas dan pendapatan usahataninya. Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan produktivitas padi sebagai upaya pemenuhan pangan. Salah satunya adalah program Corporate Farming (CF) yang merupakan model kelembagaan pertanian dengan prinsip menyatukan lahan milik anggota kelompok tani melalui penghilangan batas sawah . Tujuannya adalah untuk peningkatan produktivitas dan penggunaan teknologi yang lebih baik serta untuk mencapai usahatani yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari program CF terhadap kenaikan produktivitas dan pendapatan usahatani padi di Kelompok Tani Barokah. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitis dengan dengan uji t sebagai alat analisisnya. Pengambilan data dilakukan secara survei dengan produktivitas dan pendapatan sebagai variabelnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah Kelompok Tani Barokah per hektar per musim sebelum dan sesudah penerapan CF berbeda nyata namun bernilai negatif yang menunjukkan bahwa pelaksanaan program tidak memberikan dampak. Rerata nilai produktivitas padi per hektar per musim tanam setelah penerapan CF sebesar 2,455 ton per hektar lebih kecil dibanding setelah penerapan CF sebesar 3,480 ton per hektar. Pendapatan usahatani padi per hektar per musim tanam setelah CF sebesar Rp5. 994,02 yang lebih kecil dibandingkan sebelum CF yaitu Rp12. 806,81. Hal tersebut karena adanya perubahan teknologi dari pertanian konvensional menjadi organik. Hal tersebut berdampak pada Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Perdana & Arianti, 2025 produktivitas dan pendapatan usahatani sebelum dan setelah program CF. Kata kunci: Corporate Farming. Produktivitas. Pendapatan. Usahatani padi Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Dalam kegiatan usahatani padi khususnya petani Kelompok Tani Barokah di Kabupatan Bantul memiliki permasalahan yang dihadapi yaitu penurunan produktivitas padi setiap panennya. Penurunan tersebut juga menyebabkan menurunnya pendapatan usahatani mereka. Sebagai upaya untuk meminimalkan penurunan tersebut, salah satunya adalah dengan implementasi program Corporate Farming (CF) yang ditujukan untuk peningkatan produktivitas Kelompok Tani Barokah. Kelompok Tani Barokah merupakan salah satu kelompok tani yang telah mengimplementasikan Program CF dalam budidaya padi yang berada di Kecamatan Jetis. Kabupaten Bantul. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kelompok ini beranggotakan kurang lebih 95 petani. Menurut (Perdana & Anggrasari, 2. Program CF ini adalah proyek percontohan yang dilaksanakan dengan kontrak jangka waktu tiga tahun dari 2016 hingga 2019 di Desa Trimulyo. Kecamatan Jetis. Kabupaten Bantul. Yogyakarta bersama Kelompok Tani Barokah. Model CF yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi alat untuk meningkatkan hasil produksi padi di Kabupaten Bantul. Program ini mewajibkan para petani untuk bertindak secara bersama-sama yang dikenal dengan Corporate farming (CF) adalah inovasi dalam sektor pertanian yang mendukung kemajuan pertanian (Hanifah et al. , 2. Berdasarkan Permentan No. 18 Tahun 2018 mengenai Korporasi Petani, pengelolaan CF diartikan sebagai kelembagaan ekonomi petani yang berbadan hukum dengan mayoritas kepemilikan modal oleh petani, yang dapat direalisasikan dalam bentuk koperasi atau badan hukum lainnya (Rehman & Hussain, 2. Corporate farming adalah model pertanian yang dilakukan dengan prinsip perluasan area tanam dengan meniadakan batas-batas lahan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kelompok. Model pertanian ini juga menjadi solusi atas alih fungsi dan fragmentasi lahan yang semakin massif (Iskandar et al. Program CF bertujuan mengintegrasikan usahatani rakyat dalam skala korporasi yang dikelola secara kolektif dan profesional, dengan harapan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kesejahteraan petani. Pendekatan ini menekankan pada pengelolaan berbasis kelompok, penggunaan teknologi yang lebih baik, pendampingan usaha, serta kepastian akses pasar melalui kerja sama dengan lembaga agribisnis (Perdana et al. , 2020. Perdana & Anggrasari, 2022. Perdana & Saputro, 2023. Perdana, 2. Melalui program CF ini, kelompok mendapatkan dukungan dalam bentuk pendampingan teknis, sarana produksi, hingga akses ke offtaker. Namun, efektivitas program ini dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani secara nyata masih perlu dibuktikan secara Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dampak penerapan Program Corporate Farming terhadap produktivitas dan pendapatan usahatani padi di Kelompok Tani Barokah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode uji-t berpasangan . aired sample t-tes. untuk membandingkan produktivitas dan pendapatan petani sebelum dan Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Perdana & Arianti, 2025 setelah program dilaksanakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengevaluasi efektivitas program CF serta menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pertanian berbasis kemitraan di masa mendatang. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan mensurvei 52 petani pemilik-penggarap anggota Kelompok Tani Barokah menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan berupa produktivitas dan pendapatan petani sebelum dan setelah penerapan program CF. Dampak penerapan program CF dalam penelitian ini diukur dengan melihat perbandingan produktivitas dan pendapatan usahatani sebelum dan setelah diterapkan program CF. Perbandingan produktivitas dan pendapatan usahatani sebelum dan setelah diterapkan program CF pada 52 petani pemilik-penggarap dianalisis dengan menggunakan uji t. Uji t dilakukan pada produktivitas, total biaya, dan pendapatan usahatani padi serta harga jualnya guna melihat usahatani padi dengan program CF dari perbedaan setelah dan sebelum diterapkannya program. Perbedaan produktivitas, total biaya dan pendapatan usahatani padi Kelompok Tani Barokah serta harga jual produksi padi sebelum dan setelah diterapkannya Program CF dihitung dengan menggunakan Dependent Sample t-Test (Paired Sample t-Tes. , karena subjek sama namun mengalami dua perlakuan yang berbeda dengan rumus sebagai berikut (Lestariningsih et al. , 2018. Sagoro, 2. yc= i1 Oe ycu ycu i2 yc2 yc2 yc yc Oo 1 2 Oe 2yc ( 1 ) ( 2 ) ycu1 ycu2 ycu Oo 1 Ooycu2 Keterangan: ycuI 1 = produktivitas/total biaya/pendapatan/harga jual output padi setelah penerapan Program CF ycuI 2 = produktivitas/total biaya/pendapatan/harga jual output padi sebelum penerapan Program s1 = standar deviasi produktivitas/total biaya/pendapatan/harga jual output padi setelah penerapan Program CF s2 = standar deviasi produktivitas/total biaya/pendapatan/harga jual output padi sebelum penerapan Program CF s12 = varians produktivitas/total biaya/pendapatan/harga jual output padi setelah penerapan Program CF s22 = varians produktivitas/total biaya/pendapatan/harga jual output padi sebelum penerapan Program CF n1 = jumlah sampel produktivitas/total biaya/pendapatan/harga jual output padi setelah penerapan Program CF n2 = jumlah sampel produktivitas/total biaya/pendapatan/harga jual output padi sebelum penerapan Program CF Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Perdana & Arianti, 2025 Kriteria uji: t-hitung O t-tabel atau nilai signifikansi Ou 0,05 maka Hipotesis H0 diterima t-hitung > t-tabel atau nilai signifikansi < 0,05 Hipotesis H1 diterima Hipotesis: H0: Tidak ada perbedaan produktivitas/total biaya/pendapatan usahatani/harga jual padi setelah penerapan program CF dengan sebelum penerapan program CF H1: Ada perbedaan perbedaan produktivitas/total biaya/pendapatan usahatani/harga jual padi setelah penerapan program CF dengan sebelum penerapan program CF Uji t tersebut dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 22. Perbedaan produktivitas, total biaya dan pendapatan usahatani serta harga jual padi setelah dan sebelum diterapkannya program CF yang diukur tersebut merupakan kegiatan usahatani yang dilakukan hanya pada satu musim tanam yaitu bulan Desember hingga April tahun 2017 . ebelum CF) dan 2019 . esudah CF) yang kemudian dikonversikan dalam satuan hektar. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa di bulan tersebut walaupun dengan tahun yang berbeda namun kondisi alam dan geografisnya sama dan karena program tersebut hanya berjalan selama dua tahun. Dampak penerapan program CF baik atau positif bila produktivitas dan pendapatan usahatani padi serta harga jual outputnya berbeda nyata dan memiliki nilai yang positif dan tinggi sedangkan total biaya usahatani bernilai positif dan rendah serta berbeda nyata. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Perbedaan Produktivitas. Total Biaya Dan Pendapatan Usahatani Padi Serta Harga Jual Hasil Output Sebelum dan Setelah Program CF Tabel 1 menyajikan perbandingan antara produktivitas, total biaya, dan pendapatan usahatani padi serta harga jual hasil panen yang diperoleh Kelompok Tani Barokah sebelum dan sesudah diterapkannya program Corporate Farming (CF) dalam satu musim tanam. Perbandingan ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program CF terhadap kinerja ekonomi usahatani di tingkat kelompok tani. Tujuan lain dari analisis ini yaitu untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi sebagai akibat dari implementasi program CF, terutama dalam hal kinerja teknis dan ekonomi Tabel 1. Perbedaan Produktivitas. Total Biaya dan Pendapatan Usahatani Padi Per Hektar serta Harga Jual Beras Kelompok Tani Barokah Setelah dan Sebelum Diterapkannya Program Corporate Farming Pada Satu Musim Tanam Hasil Uji Parameter Nilai Rerata t-hitung Sig. -taile. Produktivitas Setelah CF . on/h. 2,455 -4,293 0,000 Produktivitas Sebelum CF . on/h. 3,480 Total Biaya Usahatani Setelah CF (Rp/h. 543,91 0,055 0,956 Total Biaya Usahatani Sebelum CF (Rp/h. 184,70 Pendapatan Setelah CF (Rp/h. 994,02 -5,067 0,000 Pendapatan Sebelum CF (Rp/h. 806,81 Harga Jual Setelah CF (Rp/k. 495,19 0,276 0,784 Harga Jual Sebelum CF (Rp/k. 413,46 Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Perdana & Arianti, 2025 Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa rerata produktivitas dan pendapatan usahatani setelah dan sebelum diterapkannya program CF berbeda nyata. Hal tersebut diketahui dari nilai signifikansi produktivitas . ,000 < 0,. dan pendapatan usahatani . ,000 < 0,. yang lebih kecil dari tingkat kepercayaan 95 persen. Nilai t-hitung dari produktivitas dan total biaya usahatani sebelum dan setelah program CF sebesar 4,293 dan 5,067 yang lebih besar dari t tabel 2,008. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antara produktivitas dan total biaya usahatani padi sebelum dan setelah diterapkannya program CF. Namun nilai t-hitung yang negatif menunjukkan bahwa nilai dari produktivitas dan pendapatan setelah diterapkannya program CF lebih kecil dibandingkan setelah diterapkannya program. Rerata nilai produktivitas padi per hektar per musim tanam setelah penerapan CF sebesar 2,455 ton per hektar lebih kecil dibanding setelah penerapan CF sebesar 3,480 ton per hektar. Selisih rerata produktivitas padi setelah dan sebelum CF sebesar -1,026 ton per hektar. Selisih rerata produktivitas ini besar karena adanya perubahan teknologi dari pertanian konvensional ke Penerapan program CF yang dilakukan sekarang ini berada pada masa konversi atau peralihan dari lahan sawah konvensional ke organik sehingga menyebabkan produktivitas padi yang Penggunaan pupuk kimia meliputi urea, phonska. KCL. ZA dan TSP yang dibatasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan produktivitas padi. Namun produktivitas tersebut akan kembali meningkat seiring dengan membaiknya biodiversitas lingkungan sawah tersebut. Produktivitas sawah konvensional yang rendah berkisar <5 ton/Ha, ukuran sedang berkisar 5-6 ton/Ha, dan tinggi berkisar >6 ton/Ha (Husnain et al. , 2. Produktivitas sawah organik adalah 34 ton/Ha/musim tanam pada tahap awal . asa konvers. , tetapi cenderung meningkat, dan setelah 8 tahun penerapan sistem organik maka produktivitasnya meningkat sampai 6 ton/Ha/musim tanam. Produktivitas padi organik lebih rendah dibandingkan produktivitas padi nonorganik (Pratama et al. Hadi et al. , 2. Rata-rata hasil padi organik adalah 4,37 ton/ha. Rendahnya produksi tersebut disebabkan oleh fakta bahwa dalam budidaya padi organik, petani tidak menggunakan pupuk anorganik dan pestisida kimia, sehingga penurunan produksi terjadi karena tanah telah terbiasa dengan pupuk anorganik yang menyediakan unsur-unsur penting bagi tanaman dan meningkatkan hasil padi, serta pestisida kimia yang efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit (Nurhidayati et al. , 2. Tabel 1 juga menunjukkan bahwa pendapatan usahatani padi Kelompok Tani Barokah setelah dan sebelum diterapkannya program CF adalah berbeda secara nyata. Namun perbedaan tersebut bernilai negatif karena pendapatan usahatani padi per hektar per musim tanam setelah CF sebesar Rp5. 994,02 yang lebih kecil dibandingkan sebelum CF yaitu Rp12. 806,81. Selisih rerata total biaya usahatani setelah dan sebelum CF sebesar Rp. Selisih pendapatan tersebut memiliki nilai yang besar sehingga menurut statistik terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan sebelum dan setelah CF. Hal tersebut karena adanya perbedaan produktivitas padi setelah dan sebelum CF. Produktivitas padi sebelum diterapkannya CF lebih tinggi dibanding setelah diterapkannya CF. Perbedaan ini terjadi selain karena petani belum terbiasa dengan penerapan sistem CF ini juga ditambah dengan adanya konversi lahan dari konvensional menjadi Pengurus CF dan petani sepakat untuk mencoba menerapkan tahapan pertama budidaya padi organik. Namun, hasil output yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan petani. Tujuan diterapkannya program CF adalah agar total biaya usahatani padi di Kelompok Tani Barokah. Kecamatan Jetis menurun. Penurunan total biaya usahatani tersebut belum terjadi, hal ini Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Perdana & Arianti, 2025 karena proses konversi dari pertanian konvensial menjadi organik yang membutuhkan banyak perhatian, terutama pada saprodi dan tenaga kerja. Pernyataan ini sejalan dengan Hadi et al. bahwa komposisi pada biaya produksi dan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi terjadi di pertanian Dengan total biaya usahatani setelah dan sebelum program CF yang tidak berbeda nyata, hal ini berarti bahwa diterapkannya program CF belum berpengaruh terhadap penurunan total biaya usahatani padi Kelompok Tani Barokah. Hal tersebut karena biaya usahatani yang sebelumnya dikeluarkan oleh petani Kelompok Tani Barokah untuk pembelian pupuk dan pestisida kimia pada pertanian konvensional pada saat ini tetap dikeluarkan untuk pembelian pupuk dan pestisida organik dalam jumlah besar. Selain itu biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk membayar tenaga kerja luar keluarga juga masih dikeluarkan untuk membayar biaya sewa mesin pertanian. Penerapan program CF pada masa konversi atau peralihan dari lahan sawah konvensional ke organik seperti saat sekarang membutuhkan pupuk dan pestisida organik dalam jumlah tinggi sehingga walaupun penggunaan pupuk dan pestisida kimia telah dikurangi namun alokasi dananya digunakan untuk pembelian pupuk dan pestisida organik. Oleh sebab itu total biaya usahatani setelah dan sebelum diterapkannya program CF tidak berbeda nyata. Berdasarkan Tabel 1 juga dapat diketahui bahwa harga jual beras setelah diterapkannya program CF oleh petani Kelompok Tani Barokah yang lebih tinggi sebesar Rp81,73 dari sebelum diterapkannya program. Hal tersebut karena padi yang dihasilkan oleh petani Kelompok Tani Barokah saat ini merupakan hasil dari lahan sawah semi organik sehingga harga jual yang diberikan oleh petani sedikit lebih mahal dari sebelumnya yaitu pada saat lahan sawah konvensional. Oleh sebab itu terjadi kecenderungan kenaikan harga jual padi hasil kegiatan usahatani padi Kelompok Tani Barokah setelah diterapkannya program CF. Namun perbedaan harga jual beras setelah dan sebelum penerapan program CF tidak berbeda nyata. Hal tersebut ditunjukkan nilai signifikansi pada Tabel 1 sebesar 0,784 (> 0,. Rerata harga jual beras setelah CF sebesar Rp8. 495,19 per kilogram sedangkan harga jual padi sebelum CF sebesar Rp8. 413,46 per kilogram. Penerapan program CF belum berdampak meskipun pada penelitian Perdana & Saputro . kinerja program ini dikatakan sudah cukup baik. Penelitian ini tidak sejalan dengan Maharani et al. , . yang mengungkapkan bahwa corporate farming berpengaruh positif dan meningkatkan pendapatan petani di Gapoktan Sri Lestari. Penelitian Dalimunthe & Kurnia . juga mengungkapkan bahwa dilihat dari sisi ekonomi, prospek corporate farming dikatakan baik karena adanya peningkatan pendapatan yang akan diperoleh petani serta adanya efektivitas penggunaan sarana produksi dan tenaga kerja. Pada penelitian ini peningkatan produktivitas dan pendapatan tidak terjadi disebabkan karena penerapan program corporate farming dilakukan bersamaan dengan penerapan budidaya padi organik sehingga adanya perubahan teknologi dari pertanian konvensional menjadi organik berdampak pada produktivitas dan pendapatan usahatani serta total biaya usahatani dan harga jual beras. Namun dengan diterapkannya program CF ini maka terdapat peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani anggota Kelompok Tani Barokah bila program dan teknologi yang digunakan diterapkan dengan intensif dan disiplin. Dengan belum terpenuhinya tujuan program CF untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan Kelompok Tani Barokah serta menurunkan total biaya usahatani padi pada skala besar maka intensifikasi penerapan program perlu dilakukan dan kedisiplinan dari anggota dan pengurus CF juga perlu ditingkatkan. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Perdana & Arianti, 2025 SIMPULAN Rerata produktivitas padi per hektar per pemusim setelah penerapan program CF lebih kecil daripada sebelum penerapan CF dengan selisih sebesar -1,026 ton per hektar per musim tanam. Hal tersebut terjadi karena penerapan program CF yang dilakukan sekarang mengalami perubahan teknologi pertanian konvensional menjadi organik sehingga berada pada masa konversi atau peralihan dan berdampak pada produktivitas padi yang menurun. Rerata pendapatan usahatani padi per hektar per musim setelah penerapan program CF lebih kecil daripada sebelum penerapan CF dengan selisih sebesar Rp. Nilai rerata produktivitas dan pendapatan usahatani padi per hektar per musim setelah dan sebelum penerapan CF berbeda nyata namun memiliki nilai yang negatif yang menunjukkan bahwa usahatani padi dengan program CF belum berdampak. Hal tersebut karena adanya perubahan teknologi dari pertanian konvensional menjadi organik yang berdampak pada produktivitas dan pendapatan usahatani tersebut. DAFTAR PUSTAKA