Volume 5 No 2 July 2024 EISSN 2722-2861 Progress in Social Development INNOVATIVE STRATEGY FOR COMMUNITY EMPOWERMENT WITH A GENDER PERSPECTIVE IN THE KUAS JIRAK CSR PROGRAM STRATEGI INOVATIF PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERPERSPEKTIF GENDER DALAM PROGRAM CSR KUAS JIRAK Lina Nur Afifah1. Sabrina Hani Andhita2 Community Development Officer PT Pertamina EP Tanjung Field Email Correspondance: linanurafifah18@gmail. ABSTRACT: The gender inequality experienced by women groups makes them categorized as a vulnerable group. This article aims to determine the praxis of the Kuas Jirak CSR Program carried out by PT Pertamina EP Tanjung Field in an effort to empower women in Jirak Village. Pugaan District. Tabalong Regency. Kalimantan Selatan Province. This article uses a qualitative approach with a case study model to observe the implementation of CSR programs run by companies. The data used in this research comes from interview data, observation and literature study. The results of this research show, . The Kuas Jirak Program has been able to represent a form of community empowerment with a gender perspective through opening access for women in Jirak Village to training and capital ownership, . The strategy used by PT Pertamina EP Tanjung Field is to adopt the PKBM (Learning Activity Centre Communit. concept and zero waste fish processing innovation, . The Kuas Jirak Program has had a positive impact on society including increasing knowledge, strengthening social networks in society, adding production facilities and infrastructure, fighting the stigma of women's powerlessness, optimizing natural resources, and increasing economy. Keywords: CSR. Community Development. Gender Perspective ABSTRAK: Ketimpangan gender yang dialami kelompok perempuan menjadikan mereka dikategorikan sebagai salah satu kelompok Artikel ini bertujuan untuk mengetahui praksis Program CSR Kuas Jirak yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field dalam upaya pemberdayaan perempuan di Desa Jirak. Kecamatan Pugaan. Kabupaten Tabalong. Provinsi Kalimantan Selatan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus untuk mengamati implementasi program CSR yang dijalankan perusahaan. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan, . Program Kuas Jirak telah mampu merepresentasikan bentuk pemberdayaan masyarakat berperspektif gender melalui terbukanya akses bagi perempuan Desa Jirak dalam pelatihan dan kepemilikan modal, . Strategi yang digunakan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field adalah mengadopsi konsep PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyaraka. dan inovasi zero waste pengolahan ikan, . Program Kuas Jirak telah memberikan dampak positif di masyarakat di antaranya adalah peningkatan pengetahuan, penguatan jaringan sosial di masyarakat, penambahan sarana dan prasarana produksi, melawan stigma ketidakberdayaan perempuan, optimalisasi sumber daya alam, dan peningkatan perekonomian. Kata kunci: CSR. Pemberdayaan Masyarakat. Perspektif Gender Article Info Received Januari 2024 Accepted Published DOI July 2024 July 2024 Copyright and License Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. Journal homepage: psd. fisip-unmul. id/index. php/psd PENDAHULUAN Kemiskinan merupakan masalah struktural yang bersifat multidimensional, sehingga membutuhkan langkah strategis dan taktis dalam mengatasinya. Apabila tidak ditangani secara serius, kemiskinan memiliki dampak negatif yaitu dapat mengancam kesejahteraan masyarakat, termasuk pengurangan kualitas sumber daya manusia, produktivitas rendah, kesehatan buruk, dan pengangguran (Mardiah dkk, 2. Di Indonesia, data terbaru BPS per Juli 2024, menunjukkan bahwa persentase kemiskinan saat ini masih cenderung tinggi yakni di angka 9,03%. Dari angka tersebut, penduduk miskin masih didominasi oleh masyarakat pedesaan yakni sebesar 11,79% (BPS, 2. Walaupun kemiskinan dapat menimpa siapa saja, namun faktanya kelompok perempuan masih menjadi kelompok yang lebih rentan miskin dibandingkan dengan kelompok laki-laki. Menurut laman The Conversation . , data di tahun 2022 menunjukkan bahwa persentase perempuan yang hidup di bawah garis kemiskinan yakni sebesar 9,68%. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding persentase laki-laki yang hidup di bawah garis kemiskinan yakni sebesar 9. Sejalan dengan data tersebut. Rosalin . dalam laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan (Kemenpa, 2. menyebutkan bahwa lebih dari 383 juta perempuan dan anak perempuan masih terjebak di bawah garis kemiskinan dan hidup dengan pendapatan kurang dari 1,90 dolar per hari. Ketimpangan gender yang dialami kelompok perempuan, menjadikan mereka dikategorikan sebagai salah satu kelompok rentan. Secara definisi, kelompok rentan adalah kelompok yang mengalami keterbatasan fisik, mental, dan sosial sehingga tidak mampu mengakses layanan dasar dan membutuhkan bantuan khusus dari negara atau komunitas sosial lainnya (Siagian & Subroto, 2. Merujuk dari WHO . dalam Indraswari . , setidaknya ada 4 alasan perempuan rentan terhadap kemiskinan. Keempat hal tersebut diantaranya adalah . Terbatasnya pemberdayaan perempuan, . Terbatasnya kesempatan perempuan, . Terbatasnya kapasitas perempuan, . Terbatasnya keamanan perempuan. Dampak dari kemiskinan serta ketimpangan gender yang dirasakan oleh perempuan, lebih berlipat ganda dibandingkan dengan kelompok laki-laki. Dalam hal kesehatan misalnya, data dari BPS . menunjukkan bahwa angka unmet need pelayanan kesehatan bagi perempuan . empunyai keluhan kesehatan dan terganggu aktivitasnya, namun tidak beroba. pada tahun 2024 mencapai angka 5,36%. Angka tersebut lebih tinggi dibanding dengan kelompok laki-laki yang hanya sebesar 5,08%. Lalu dalam hal pendidikan, tingkat kesadaran perempuan untuk mengakses pendidikan lebih tinggi, hanya signifikan terjadi pada kelas menengah ke atas. Sementara di kelas menengah ke bawah . elas dominan di masyarakat Indonesi. , kesadaran untuk menempuh pendidikan tinggi belum terjadi akibat masih kuatnya budaya patriarki yang membatasi akses perempuan terhadap pendidikan serta melegitimasi bahwa tugas serta fokus utama perempuan hanya lah pada pekerjaan domestik. Hingga saat ini, dikutip dari The Conversation . , tidak ada jaminan sosial yang tersedia bagi perempuan selain program keluarga harapan (PKH). Jaminan tersebut pun sasaran manfaat nya adalah para ibu hamil, belum menyentuh kelompok perempuan secara umum. Selain itu, jaminan ketenagakerjaan juga masih terbatas bagi perempuan yang bekerja di sektor informal. Padahal, mayoritas perempuan Indonesia lebih dominan bekerja di sektor informal dibandingkan sektor formal (Susilo, 2. Hal tersebut tentu menjadi hal prioritas bagi pemerintah untuk segera diselesaikan, agar dampak dari kemiskinan yang dirasakan perempuan saat ini tidak menjadi efek domino yang bersifat lintas generasi. Bantuan pendidikan serta pelatihan baik itu formal maupun informal, perlu dilakukan akselerasi . leh negara maupun aktor non negar. agar perempuan menjadi berdaya dan memiliki kapasitas demi kemajuan bangsa. Berangkat dari kompleksitas permasalahan tersebut. PT Pertamina EP Tanjung Field hadir untuk berkontribusi serta berpartisipasi aktif dalam upaya penyelesaian masalah kemiskinan dan ketimpangan gender khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Wujud nyata solusi yang ditawarkan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field berupa program yang bernama Kuas Jirak (Kelompok Usaha Acil Desa Jira. , dimana lokasi implementasinya berada di Desa Jirak. Kecamatan Pugaan. Kabupaten Tabalong. Provinsi Kalimantan Selatan. Desa Jirak, apabila dilihat dari topografinya masuk ke dalam Kawasan dataran rendah yang dialiri oleh aliran sungai. Sebanyak 498 hektare dari total luas Desa Jirak adalah area persawahan dan rawa. Masyarakat memanfaatkan aliran air dari persawahan dengan membuat tambak ikan air tawar. Tidak heran jika kondisi tersebut menjadikan Desa Jirak sebagai desa penghasil ikan tawar, terutama ikan gabus. Masyarakat Desa Jirak berada pada kondisi yang rentan. Argumen ini didasari pada konteks geografis dan sosial dimana lanskap dataran rendah Desa Kuas Jirak menyebabkan masyarakatnya rentan untuk menghadapi bencana banjir. Sedangkan pada konteks sosial, sebagian besar masyarakat Desa Jirak adalah masyarakat Miskin (PT Pertamina EP Tanjung Field, 2. Masyarakat Desa Jirak bertumpu pada modal penghidupan mereka sebagai penduduk nelayan. Kondisi ini direspon perusahaan dengan memberikan Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 berbagai peningkatan kapabilitas, baik secara kelembagaan, sosial, fisik maupun keuangan. Harapannya, dengan adanya pemberian capital tersebut, masyarakat Desa Jirak mampu menggunakan dan mengembangkannya menjadi kapabilitas efektif sehingga memberikan dampak pada peningkatan Sejak awal, penerima manfaat Program Kuas Jirak belum mengalami kemapanan secara sosial. Mereka adalah perempuan rawan sosial ekonomi yang kesehariannya adalah sebagai ibu rumah tangga namun sesekali melakukan kegiatan sebagai petani dan nelayan untuk membantu perekonomian keluarga. Penerima manfaat Program Kuas Jirak tersebar di RT 01. RT 02. RT 03. RT 04, dan RT 05 dengan jumlah 57 Yang mana, secara perekonomian, pendapatan mereka dibawah angka garis kemiskinan Kabupaten Tabalong, yaitu sebesar Rp 573. Mereka tidak setiap hari menjadi petani maupun nelayan karena pekerjaan mereka adalah tergantung musim. Beberapa dari mereka adalah seorang perempuan kepala rumah tangga karena telah ditinggal oleh suami mereka. Bertolak pada hal tersebut, program Kuas Jirak (Kelompok Usaha Acil Desa Jira. menjadi program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan pendapatan perempuan di Desa Jirak melalui kegiatan pengolahan diversifikasi berbagai jenis olahan ikan air tawar seperti abon ikan lele, abon ikan gabus dan juga abon ikan nila serta produk lain seperti albumin. Melalui pendekatan yang dimiliki oleh perusahaan, sektor privat . alam hal ini PT Pertamina EP Tanjung Fiel. mampu berperan dan juga bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat yang kurang mampu (Shivarajan & Srinivasan dalam Pratiyuda, 2. Oleh karena itu, artikel ini akan melihat secara lebih jauh tentang praksis bagaimana program Kuas Jirak dalam peningkatan kapabilitas perempuan di Desa Jirak dan bagaimana strategi inovatif yang dilakukan oleh perusahaan dan masyarakat dalam menjalankan Program Kuas Jirak. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. alasan memilih studi kasus karena studi ini menyoroti satu program yaitu Kuas Jurak di Desa Jirak. Kecamatan Pugaan. Kabupaten Tabalong. Provinsi Kalimantan Selatan. Menurut Creswell, studi kasus merupakan salah satu jenis model pendekatan kualitatif yang menelah sebuah kasus tertentu dalam konteks atau setting kehidupan sosial (Cresswell, 2. peneliti memilih model pendekatan ini karena program Kuas Jirak sebagai instrumen tunggal, yakni dengan mengilustrasikan praksis Program Kuas Jirak yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara, observasi, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen internal perusahaan dan penelitian terkait. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yakni para penerima manfaat Program Kuas Jirak. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman, yang mana secara garis besar teknik ini menggabungkan langsung pengumpulan data dan mereduksi data dengan memilih hal-hal yang bersifat pokok kemudian merangkumnya, kemudian penulis menyajikan data yang di dapat dengan uraian dan bagan kemudian ditarik kesimpulan. Kemudian, agar data yang dikumpulkan kredibel, uji validitas dalam dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Menurut Sugiono . , triangulasi data adalah sebuah teknik menguji validitas dari berbagai sumber yang berbeda. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk mendorong, membimbing, dan memberikan pendampingan kepada masyarakat sehingga mereka dapat mandiri dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya (Margayaningsih, 2. Lebih jauh. Mardikanto dalam Mustanir, et al. , . dalam studinya menjelaskan bahwa pemberdayaan memiliki 6 . peran yaitu: perbaikan kelembagaan, perbaikan usaha, perbaikan pendapatan, perbaikan lingkungan, perbaikan kehidupan, dan perbaikan masyarakat. Jika dilihat dalam perspektif gender, pemberdayaan masyarakat harus memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender dalam pelaksanaanya. Pemberdayaan berperspektif gender ini ditujukan agar perempuan maupun laki-laki memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses berbagai aktivitas pemberdayaan guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Isu kesetaraan gender berupa kesenjangan antara laki-laki dan perempuan memang masih menjadi perhatian banyak pihak sampai saat ini. Kesetaraan gender adalah konsep yang berkaitan dengan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan, sehingga mampu memberikan kontribusi yang sama dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya (Putri. Rochaida. , & Gani. ,2. Kesenjangan gender timbul ketika salah satu gender memiliki kesempatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan gender yang lain dalam bidang-bidang tersebut. Dalam konteks modern saat ini, laki-laki sering dianggap memiliki kesempatan yang lebih luas dibandingkan dengan perempuan. Peningkatan produktivitas perempuan dalam ranah ekonomi menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi kesenjangan tersebut (Razavi & Miller dalam Alfirdaus, 2. Menurut Lina Nur Afifah,et al. , pemberdayaan perempuan dalam ranah ekonomi dapat dilakukan dengan cara menggerakkan organisasi perempuan untuk memanfaatkan sumber daya dan potensi alam yang dimiliki daerah tersebut. Dengan adanya program pemberdayaan perempuan, perempuan diberikan wadah untuk melakukan berbagai kegiatan produktif yang mampu membantu meningkatkan perekonomian (Lina Nur Afifah,dkk, 2. Kelompok Usaha Acil Desa Jirak (Kuas Jira. merupakan salah satu contoh program pemberdayaan perempuan yang juga merupakan program TJSL unggulan dari PT Pertamina EP Tanjung Field. Pada awal pembentukan. Kuas Jirak beranggotakan sepuluh ibu rumah tangga di Desa Jirak. Kelompok ini pada awalnya bernama Kelompok Barokah yang terbentuk di tahun 2022. Kelompok Barokah dibentuk sebagai kelompok binaan Badan Pertanahan Negara (BPN), namun karena tidak adanya keberlanjutan pendampingan, pada akhir tahun 2022 pendampingan Kelompok Barokah dilanjutkan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field. Tujuan utama dari pembentukan kelompok ini adalah untuk meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan perekonomian lokal di Desa Jirak. Peningkatan peran tersebut dilakukan melalui upaya pemberian pendampingan dalam hal pengolahan ikan air tawar sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih Kemudian, di tahun 2024, terdapat penambahan penerima manfaat dalam Program Kuas Jirak, yakni kelompok Sukma Saji yang beranggotakan 15 orang. Awal pembentukan kelompok ini disebabkan oleh banyaknya ibu rumah tangga di Desa Jirak yang tidak memiliki kesibukan selain mengurus rumah tangga. Mereka masih memiliki banyak waktu luang yang belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, ibu-ibu di Desa Jirak juga menyadari bahwa terdapat hasil budidaya ikan air tawar yang melimpah namun pengolahannya masih minim. Selain dua hal tersebut, pembentukan Program Kuas Jirak juga didasari oleh permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Barokah sebelumnya, yaitu berupa kendala dalam pemasaran hasil budidaya ikan air tawar. Hal ini kemudian memunculkan ide untuk menciptakan pasar sendiri dengan membuat kelompok yang berfokus pada pengolahan hasil budidaya ikan air tawar. Dreze dan Sen dalam Supeni. , & Sari. menjelaskan bahwa saat perempuan menjadi kaum terdidik dan bebas bekerja di luar rumah serta mempunyai pendapatan mandiri, inilah tanda kesejahteraan rumah tangga meningkat. Dalam hal ini, keberdayaan perempuan di bidang ekonomi menjadi salah satu indikator peningkatan kesejahteraan yang saat ini sedang diupayakan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field melalui program Kuas Jirak. Disamping itu. Desa Jirak memiliki potensi alam yaitu kesediaan ikan air tawar yang cukup PT Pertamina EP Tanjung Field kemudian melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan potensi alam tersebut. Upaya yang diberikan antara lain melalui peningkatan kapasitas perempuan dengan memberikan pelatihan usaha, e-marketing, pelatihan produksi serta pengembangan jejaring usaha, dengan berfokus pada hasil olahan ikan sebagai komoditas utama. Hal ini sejalan dengan pemikiran Amartya Sen dalam Adon. Jeraman. , & Andrianto. , dimana dalam usaha pengentasan kemiskinan masyarakat dapat memilih potensi apa yang akan diadopsinya kemudian memaksimalkan potensi yang dipilih Program Kuas Jirak diharapkan dapat menjadi wadah bagi kelompok ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki aktivitas ekonomi untuk diberikan pelatihan peningkatan kapasitas sehingga mampu membuat produk bernilai ekonomi, menambah pendapatan, dan secara jangka panjang dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangganya. Dalam pelaksanaannya, program Kuas Jirak tentunya juga tidak luput dari berbagai tantangan. Sebagai UMKM dengan usia yang cenderung baru, program Kuas Jirak mengalami beberapa permasalahan pengembangan usaha sebagaimana rintisan UMKM pada umumnya. Ananto dan Mei . menjelaskan permasalahan umum yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM antara lain: Aspek keuangan, akses permodalan dan profesionalitas dalam manajemen keuangan internalnya yang belum kuat. Aspek produksi, minimnya inovasi produk, keterbatasan alat produksi dan tidak adanya SOP dalam proses produksi. Padahal SOP sangat diperlukan untuk menjadi keamanan, akurasi, kualitas produk, kepatuhan karyawan, dan ketepatan proses produksi. Aspek pemasaran, kurangnya kapasitas dalam merancang strategi pemasaran yang efektif sehingga membuat akses pasarnya terbatas dan kesulitan dalam menarik pelanggan baru. Aspek teknologi informasi, kesulitan dalam masuk dalam ekosistem digital dan kurangnya pemahaman dalam operasionalisasi e-commerce. Aspek perizinan dan administrasi, kesulitan dalam mengikuti prosedur perizinan yang kompleks dan Aspek sumber daya manusia, kurangnya keterampilan pelaku usaha. Permasalahan di atas juga menjadi perhatian bagi PT Pertamina EP Tanjung Field dalam memberikan binaan pada program Kuas Jirak. Dalam menghadapi permasalahan tersebut. PT Pertamina EP Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 Tanjung Field telah melakukan beberapa upaya pemecahan masalah. Dalam aspek keuangan dan produksi PT Pertamina EP Tanjung Field telah memberikan bantuan modal usaha dan memberikan bantuan alat produksi. Dalam aspek pemasaran, teknologi dan SDM telah dilakukan pemberian pelatihan keterampilan serta pengembangan kapasitas. Saat ini, program Kuas Jirak telah mampu menghasilkan beberapa produk berupa olahan baru dari berbagai jenis ikan air tawar. Hasil budidaya ikan air tawar diolah menjadi makanan bernilai gizi tinggi seperti abon ikan lele . , abon ikan gabus . dan abon ikan nila . , serta albumin dari sari ikan gabus. PT Pertamina EP Tanjung Field mendesain program Kuas Jirak sebagai program pemberdayaan perempuan jangka panjang. Program ini memiliki fokus kegiatan pada pengolahan hasil budidaya ikan air tawar menjadi produk makanan dengan nilai ekonomis dan nilai gizi yang tinggi. Program ini diproyeksikan akan mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi kelompok, akan tetapi juga masyarakat secara Implementasi dari Program Kuas Jirak akan memberikan dampak positif seperti peningkatan pendapatan, peningkatan kesejahteraan, berkurangnya kerentanan, tercapainya ketahanan pangan, dan pemanfaatan basis sumber daya alam yang bersifat berkelanjutan. Sebagai program pemberdayaan perempuan. Kuas Jirak dibawah binaan PT Pertamina EP Tanjung Field diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan peran signifikan pada peningkatan kesejahteraan kelompok masyarakat maupun wilayah daerah pemberdayaan. Strategi Inovatif PT Pertamina EP Tanjung Field dalam Program Kuas Jirak Bentuk pendampingan yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field sangat beragam. Perusahaan tidak hanya membekali para penerima manfaat dengan bantuan berupa aset tetapi juga membuka akses selebar-lebarnya termasuk dalam hal ini adalah peningkatan kapasitas. Berikut merupakan tabel aktivitas perusahaan dalam program Kuas Jirak: Tabel 1. Aktivitas Perusahaan Aktivitas Perusahaan Dampak Pemberian modal awal untuk produksi abon Peningkatan pendapatan kelompok melalui hasil diversifikasi produk . bon ikan gabus, abon ikan nila, dan abon ikan lel. Menciptakan inovasi alat produksi . odifikasi spinne. penunjang Efisiensi biaya kelompok dan meningkatkan produktivitas karena hasil modifikasi alat dapat mendorong peningkatan kualitas Pengadaan alat penunjang produksi Meningkatkan kepemilikan aset kelompok Mendorong produksi produk albumin dari Peningkatan penghasilan kelompok dari ikan haruan penjualan produk albumin Diversifikasi produk Melakukan pemasaran offline dan online Kelompok tambahan dari produk pastel abon, roti abon, kerupuk pakasam dan kerupuk dan Perluasan pemasaran produk kelompok Pembangunan rumah produksi dan toko Peningkatan aset rumah produksi dan toko offline yang dikelola kelompok Pelatihan: Peningkatan kapasitas dan pengetahuan Pelatihan pembuatan albumin, pelatihan anggota kelompok pengembangan produk berbahan dasar abon,pelatihan pengemasan produk dan pemasaran, pelatihan digital marketing, pelatihan business plan dan business pelatihan kewirausahaan Pendampingan pembuatan BPOM dan Nilai gizi produk PIRT. Anggota perizinan sebagai syarat izin edar produk (Sumber: diolah peneliti, 2. Menilik aktivitas perusahaan yang telah dipaparkan pada tabel diatas, dalam implementasinya, perusahaan menerapkan sebuah konsep PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyaraka. , yaitu sebuah konsep pembelajaran yang menekankan masyarakat sebagai agen dan pusat pembelajaran. Dalam studi terpisah, menurut Sutaryat dalam Safitri . , memaparkan bahwa PKBM sebagai media belajar yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan bakat yang dimiliki warga masyarakat. Kegiatan ini bertitik tolak dari kebermanfaatan program bagi warga untuk belajar menggali dan memanfaatkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitarnya. Program Kuas Jirak menjadi salah satu wadah bagi perempuan di Desa Jirak untuk berkegiatan dan mengelola potensi desa yang selama ini belum termanfaatkan dengan baik. Misalnya, para penerima manfaat Program Kuas Jirak mengikuti berbagai pelatihan, seperti pelatihan pembuatan albumin, pelatihan pengembangan produk berbahan dasar abon, pelatihan pengemasan produk dan pemasaran, pelatihan digital marketing, pelatihan business plan dan business management, pelatihan pembukuan serta pelatihan kewirausahaan. Dengan mengikuti berbagai pelatihan tersebut, para penerima manfaat mempunyai kapabilitas untuk kehidupannya. Para Penerima manfaat dapat memahami berbagai ilmu dan pengetahuan yang selama ini tidak mereka miliki. Sebagaimana yang dipaparkan secara jelas oleh Amartya Sen dalam karyanya yang berjudul The Idea of Justice . Sen berargumen bahwa kapabilitas adalah elemen yang paling penting bagi hidup manusia karena hal ini sangat berkaitan dengan kemampuan atau dayanya untuk mendapatkan kehidupan yang bernilai. Selain itu, apabila melihat mekanisme program. Kuas Jirak tidak hanya serta merta mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk diversifikasi bernilai tambah saja, tetapi perusahaan juga mendorong adanya inovasi zero waste dalam pengelolaanya. Produk sabun mijel dan lilin merupakan produk dari limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan abon. Hal tersebut dapat dilihat dari skema berikut ini: Gambar 1. Skema Program Kuas Jirak (Sumber: diolah peneliti, 2. Skema Program Kuas Jirak menggambarkan keterkaitan kegiatan satu dengan kegiatan lain yang saling berkelindan. Tidak hanya itu, adanya Program Kuas Jirak juga menjadi penghubung kelompok satu dengan kelompok lainnya. Terlihat dalam skema diatas, kegiatan perikanan tangkap dan budidaya ikan yang dijalankan oleh Kelompok Perisakti. Kelompok Liang Perdana dan Kelompok Nelayan Tangkap mensuplay ikan air tawar yang kemudian diolah oleh Kelompok Barokah. Limbah minyak yang dihasilkan dari pengolahan ikan air tawar yang diolah oleh Kelompok Barokah dimanfaatkan oleh kelompok mijel untuk Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 bahan dasar pembuatan sabun dan pembuatan lilin yang nantinya dimanfaatkan oleh paguyuban pedangang taman area 10K untuk mencuci alat masak. Dampak dan Kontribusi Program Kuas Jirak bagi Masyarakat Kegiatan pemberdayaan pada masyarakat selalu berupaya membuat masyarakat menjadi lebih mandiri dengan perwujudan potensi-potensi lokal yang ada di daerah tersebut, seperti halnya di Desa Jirak (Lina Nur Afifah, et al. , 2. Kuas Jirak sebagai program pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan bertujuan mengaktifkan peran perempuan di Desa Jirak dalam perekonomian lokal dan meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola sumber daya alam lokal khususnya ikan air tawar. Dalam hal ini, produk abon ikan yang merupakan produk utama dari program Kuas Jirak berhasil menjadi produk unggulan di Kabupaten Tabalong. Menurut Junardi dalam Larasathi, et al. , . program pemberdayaan perempuan diyakini menjadi faktor penting dalam mengentaskan kemiskinan dan menjadi kunci dari pembangunan berkelanjutan. Dalam hal ini. Program Kuas Jirak secara tidak langsung telah berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan sesuai dengan agenda Sustainable Development Goals (SDG. Sustainable Development Goals merupakan 17 tujuan yang yang ditetapkan oleh PBB dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan global berupa kemiskinan, ketidaksetaraan, dan perubahan iklim. Program Kuas Jurak sendiri telah berkontribusi dalam 4 . poin SDGs di antaranya: SDGs 1 Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di manapun. SDGs 2 Menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian SDGs 5 Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan. dan SDGs 8 Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua. Dari hal ini kita dapat melihat bahwa keberhasilan dan keberlanjutan program Kuas Jirak apabila terus dikembangkan dapat berkontribusi pada 4 . kategori SDGs sekaligus. Lebih lanjut, poin-poin SDGs juga diwujudkan dalam beberapa dampak positif yang dihasilkan dari Program Kuas Jirak. Dampak positif ini telah dirasakan secara langsung oleh masyarakat khususnya bagi ibu-ibu di Desa Jirak antara lain: Pertama, dampak intelektual: PT Pertamina EP Tanjung Field melalui program Kuas Jirak telah memberikan dukungan kegiatan sharing knowledge berupa pelatihan pemasaran online. Kegiatan ini memiliki anggaran Rp 2. 000,00 dan diwujudkan dengan mendatangkan pelaku UMKM marketplace online di Kabupaten Tabalong. Kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi literasi digital yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anggota terkait bagaimana memaksimalkan platform ecommerce. Dampaknya secara lebih lanjut adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang adaptasi teknologi dan transformasi digital dalam bidang pemasaran guna memperluas cakupan pasar. Selain itu, anggota juga diberikan pengetahuan terkait tata cara pembukuan dan manajemen keuangan dalam internal keanggotaan sehingga hasil produk program Kuas Jirak dapat tertata dengan baik. Kedua, dampak sosial: pemberian berbagai jenis pelatihan dalam Program Kuas Jirak meningkatkan interaksi sosial yang terjalin antar anggota kelompok. Selain itu, program dan kegiatan Kuas Jirak yang berfokus pada kelompok kecil akan meningkatkan rasa kekeluargaan dan solidaritas yang ada dalam kelompok tersebut. Dalam lingkup yang lebih luas, pemberian pelatihan pengembangan kapasitas pada Program Kuas Jirak juga melibatkan berbagai pihak, seperti Balai Latihan Kerja (BLK). Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT). Dinas Perikanan. Tokopedia, dan UMKM lain. PT Pertamina EP Tanjung Field juga mendorong partisipasi kelompok untuk mengikuti bazar UMKM. Dampak yang muncul dari kegiatan ini adalah kelompok mampu membangun jejaring dan menjalin kerja sama dengan stakeholder lain serta membuka pintu pengembangan kelompok menjadi lebih maju. Ketiga, dampak infrastruktur: dengan adanya program Kuas Jirak, masyarakat memiliki sarana dan prasarana untuk pengolahan produksi dari hasil budidaya ikan air tawar. PT Pertamina EP Tanjung Field memberikan bantuan sarana prasarana berupa penambahan 2 rak display, 1 peralatan memasak, 1 freezer, 2 sealer, dan 1 spinner yang memudahkan kelompok dalam proses produksi serta pemasaran. Infrastruktur ini sebelumnya tidak dimiliki masyarakat sebelum adanya program Kuas Jirak. Keempat, dampak budaya: pengorganisasian perempuan melalui program Kuas Jirak merupakan usaha untuk mengupayakan kesetaraan gender di Desa Jirak. Program Kuas Jirak berusaha melawan stigma yang ada di masyarakat mengenai ketidakberdayaan perempuan dan berusaha untuk menyediakan kesempatan untuk berkembang kepada perempuan di Desa Jirak. Pengenalan mengenai konsep kesetaraan gender juga berperan dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. Masyarakat Desa Jirak juga menjadi lebih terbuka pada setiap perubahan untuk memajukan wilayahnya. Kelima, dampak lingkungan: dalam pelaksanaan kegiatan produksi berbagai jenis bahan olahan ikan, tidak dapat dipungkiri juga akan menghasilkan dampak berupa limbah, salah satunya adalah minyak Dalam mengatasi persoalan limbah ini, program Kuas Jirak memanfaatkan minyak jelantah sebanyak 500ml/ bulan untuk diolah menjadi produk lilin dan sabun. Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun serta lilin ini dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Adanya program pengolahan minyak jelantah menjadi sabun, maka minyak jelantah yang dihasilkan tidak lagi dibuang ke lingkungan. Berdasar dari hasil kajian analisis lingkungan, hal ini dapat menyelamatkan 153,7 m3 air dari pencemaran limbah minyak jelantah. Keenam, dampak ekonomi: program Kuas Jirak memberikan kesempatan untuk mendorong kemandirian secara ekonomi dan meningkatkan penghasilan keluarga. Program Kuas Jirak telah menghasilkan berbagai macam produk di antaranya abon ikan nila, abon ikan gabus, abon ikan lele, albumin, pakasam, kerupuk acan, pangsit goreng, pastel abon, dan roti abon. Dari penjualan kelompok atas produk tersebut, pendapatan kelompok setiap bulan mencapai 2-3 juta rupiah. Dengan adanya 10 anggota, maka masing-masing anggota mendapatkan sekitar Rp 200. 000 - Rp. 000 setiap bulannya. Program Kuas Jirak juga telah melakukan pengukuran Social Return on Investment (SROI) pada Metode Social Return on Investment (SROI) dijelaskan oleh Pusat Studi CSR . sebagai alat yang digunakan untuk menganalisis perolehan keuntungan bagi perusahaan atas program investasi sosial yang telah dilakukan dan diharapkan dapat membantu perusahaan untuk memahami dan mengelola manfaat nilai sosial, lingkungan dan ekonomi yang mereka ciptakan melalui pelaksanaan program investasi sosial dengan melibatkan para stakeholder. SROI dilakukan dengan menemukan indikator dari setiap perubahan yang dirasakan untuk memungkinkan dihitung nilai moneternya. Kerangka kerja SROI dikembangkan dari analisis biaya manfaat untuk menggambarkan nilai sosial dengan menerjemahkannya dalam ukuran finansial maupun non finansial (Pusat Studi CSR, 2. Hasil kajian Social Return on Investment (SROI) pada program Kuas Jirak memiliki nilai investasi sosial dengan nilai input sebesar Rp 308. 800 dan menghasilkan investasi sebesar Rp 712. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat nilai kembalian sebesar 2,31. Dengan demikian, setiap nilai rupiah yang dibelanjakan/diinvestasikan sebesar Rp1 . atu rupia. mendapatkan kembalian sebesar Rp2,31 . ua koma tiga puluh satu rupia. Nilai ini menunjukan bahwa program Kuas Jirak berada dalam kondisi yang layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan. Program Kuas Jirak memiliki potensi yang sangat baik untuk terus berkembang dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keenam dampak sebagaimana dijelaskan di atas menunjukan bahwa program Kuas Jirak telah mampu memberikan berbagai dampak positif di masyarakat. Hal ini juga dibuktikan dari adanya nilai IKM program Kuas Jirak pada tahun 2023 yang memperoleh nilai 96,25 atau 3,85 yang berarti masuk dalam kategori Sangat Baik. Nilai tersebut menunjukan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap program pemberdayaan yang diberikan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field sangat tinggi. Dengan demikian, program Kuas Jirak dapat dikatakan telah mampu menunjukan upayanya dalam mengentaskan kemiskinan, menghilangkan ketidak berdayaan, mengurangi kesenjangan, serta mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan produktif. KESIMPULAN Menilik praksis program Kuas Jirak yang telah dilakukan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field, maka dapat ditarik kesimpulan. Pertama, program Kuas Jirak telah mampu merepresentasikan bentuk pemberdayaan masyarakat berperspektif gender. Hal ini dibuktikan dengan terbukanya akses pada perempuan khususnya ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya beraktivitas di ranah domestik saat ini telah mampu meningkatkan perannya dalam pembangunan perekonomian lokal di Desa Jirak. Kedua, strategi yang digunakan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field adalah mengadopsi konsep PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyaraka. Strategi tersebut berupa pemanfaatan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya melalui terbentuknya program Kuas Jirak. Ketiga. Program Kuas Jirak telah memberikan dampak positif di masyarakat di antaranya adalah peningkatan pengetahuan, penguatan jaringan sosial di masyarakat, penambahan sarana dan prasarana produksi, melawan stigma ketidakberdayaan perempuan, optimalisasi sumber daya alam, dan peningkatan perekonomian. Namun, dalam penulisannya, penelitian ini masih belum membahas mengenai bagaimana peran multi aktor yang turut berkontribusi dalam implementasi program Kuas Jirak, maka dari itu, topik ini dapat digali kembali pada penelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA