Magistrorum Et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 42 - 51 P-ISSN: 2722-9270 edu/jms Penyuluhan Tentang Kanker Serviks dan Pemeriksaan VIA di Desa Jombor. Kecamatan Tuntang. Kabupaten Semarang Dary1 Arum Natijati Meriyanti A. Manafe Cherlin Prissilia Amahoru Siendy Clara Sopacua Wanda Sarupy Virara Zefania Yuliana Susanti Gobuino Kristiani Desimina Tauho Rifatolistia Tampubolon Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received 12-7-2024 Revised 23-8-2024 Accepted 1-9-2024 Cervical cancer is the second highest type of cancer after breast cancer that causes death in women. One of the factors causing the high incidence of cervical cancer in women is the low coverage of early detection of cervical cancer due to a lack of information in the community. This community service activity aimed to provide education about cervical cancer and VIA examinations (Visual Inspection with Acetic Aci. The method used in this health education was the lecture and question-andanswer method supported by leaflets and pictures. The participants for this community service activity were 40 women of Family Welfare Programme in Jombor Village. Tuntang District. Semarang Regency. The results of this community service showed an increase theirs' knowledge about the signs, symptoms, and factors causing cervical cancer, as well as VIA examinations, demonstrated by comparing pre-test and post-test The activities ran well, and participants could understand the given materials. Key words: Kanker Serviks. Pemeriksaan Kesehatan. Pemeriksaan VIA DOI: 24246/jms. ABSTRAK Kanker serviks merupakan jenis kanker tertinggi kedua setelah kanker payudara yang menyebabkan kematian pada perempuan. Salah satu faktor penyebab tingginya angka kejadian kanker serviks pada perempuan adalah rendahnya cakupan deteksi dini kanker serviks akibat kurangnya informasi pada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi tentang kanker serviks dan pemeriksaan VIA (Visual Inspection with Acetic Aci. Metode yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan ini adalah metode ceramah dan tanya jawab didukung dengan media leaflet dan gambar. Sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Ibu-Ibu Pemberdayaan Corresponding Author: dary. dary@uksw. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 42-51 Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Jombor. Kecamatan Tuntang. Kabupaten Semarang berjumlah 40 orang. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan Ibu-Ibu PKK tentang tanda, gejala dan faktor penyebab kanker serviks, serta pemeriksaan VIA, ditunjukkan dari perbandingan nilai pre-test dan posttest. Kegiatan penyuluhan berhasil dilakukan dengan baik dan peserta dapat memahami materi yang telah disampaikan. PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada uterus atau rahim, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang terletak antara uterus . dengan liang senggama . Kanker serviks merupakan penyakit yang banyak menimbulkan kematian pada Laporan Global Burden Cancer. International Agency for Research on Cancer (IARC) menunjukkan bahwa angka kematian kanker serviks di Indonesia adalah 8,2 kematian/100. Kanker serviks merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 0,8%. Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi yang memiliki jumlah penderita kanker serviks terbanyak setelah Jawa Timur sebesar 19,734 kasus (Indriyani dan Wahyono. Kanker serviks sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan pencegahan primer seperti melakukan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat, menghindari faktor-faktor risiko kanker serviks, melakukan imunisasi dengan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) dan mengikuti deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan pap smear atau VIA (Visual Inspection with Acetic Aci. , dalam Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai inspeksi visual dengan menggunakan asam asetat (Hendayani dan Hendrawati, 2019. Juanda dan Kesuma, 2. Motivasi wanita usia subur sangat penting dalam melakukan pemeriksaan VIA karena dapat memengaruhi keberhasilan pemeriksaan tersebut. Kurangnya motivasi wanita subur dalam melakukan pendeteksian kanker serviks dini yang disebabkan oleh kurang terpapar informasi tentang pendeteksian kanker serviks dini (Dirgahayu et al. , 2021. Putri et al. , 2. Ada dua faktor yang dapat memengaruhi motivasi yaitu faktor lingkungan dan faktor intrinsik. Faktor lingkungan dapat memengaruhi motivasi karena kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi dan berakibat pada perkembangan dan perilaku individu dan kelompok. Sedangkan, faktor intrinsik yang memengaruhi motivasi yaitu: pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan (Notoatmodjo, 2. Oleh sebab itu, perlu dilakukan sosialisasi tentang pentingnya pemeriksaan VIA, pencegahan kanker serviks sehingga angka kejadian kanker serviks dapat dicegah seoptimal mungkin. Hasil uji diagnostik menunjukkan bahwa pemeriksaan VIA memiliki sensitifitas 84%, spesifitas 89%, nilai duga positif 87% dan nilai duga negatif 88%, sedangkan pemeriksaan pap smear memiliki sensitifitas 55%, spesifisitas 90%, nilai duga positif 84%, dan nilai duga negatif 69%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan VIA lebih cepat dan lebih cepat memberikan hasil sensitivitas yang tinggi. Metode VIA merupakan metode skrining yang praktis dan murah sehingga diharapkan temuan kanker serviks dapat diketahui sejak dini (Tarigan et al. , 2. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Jombor. Kecamatan Tuntang. Kabupaten Semarang, tentang kanker serviks dan pemeriksaan VIA, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan VIA. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat tentang Sosialisasi Kanker Serviks dan Pemeriksaan VIA dilaksanakan pada hari Minggu, 27 Maret 2022 di Desa Jombor. Kecamatan Tuntang. Penyuluhan Tentang Kanker Serviks Dan Pemeriksaan Via Di Desa Jombor. Kec. Tuntang. Kab. Semarang (Dary. Arum Natijati. Meriyanti A. Manafe. Cherlin Prissilia Amahoru. Siendy Clara Sopacua. Wanda Sarupy. Virara Zefania. Yuliana Susanti Gobuino. Kristiani Desimina Tauho. Rifatolistia Tampubolo. Kabupaten Semarang. Sasaran pengabdian masyarakat ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK berjumlah 40 orang dengan rata-rata usia antara 25 - 65 tahun. Ibu-ibu rumah tangga yang sudah menikah dan aktif secara seksual berisiko mengalami kanker serviks, sehingga ibu-ibu PKK menjadi sasaran yang tepat untuk diberikan sosialisasi tentang kanker serviks dan pemeriksaan VIA. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di rumah Ketua PKK Desa Jombor. Kegiatan diawali melalui pre-test, dengan memberikan kuesioner untuk diisi oleh partisipan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang kanker serviks dan pemeriksaan VIA dengan metode ceramah dan tanya jawab, yang didukung dengan media leaflet bergambar. Setelah pemberian materi, dilanjutkan post-test dengan memberikan kuisioner yang sama untuk diisi oleh partisipan. Perbandingan antara hasil pre-test dan post-test digunakan untuk menentukan apakah ada perubahan tingkat pengetahuan partisipan sebelum dan setelah mendapatkan Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis statistik Pengabdian masyarakat ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Keperawatan. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga sebagai fasilitator. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan sebagai bagian dari matakuliah Maternity Nursing. Berikut adalah bagan dari metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. Persiapan AIdentifikasi APersiapan materi dan APersiapan Pelaksanaan ARegistrasi APre-test APemberian ADiskusi Penutupan APemberian AEvaluasi peserta . ADokumentasi ADesiminasi Gambar 1. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengabdian masyarakat ini dipaparkan berdasarkan evaluasi proses pada setiap tahapan kegiatan pengabdian masyarakat. Tahap persiapan Kegiatan awal sebelum melakukan pengabdian masyarakat adalah mengidentifikasi masalah dengan melakukan wawancara dengan Ketua PKK Desa Jombor. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan permasalahan kurangnya pengetahuan tentang gejala kanker serviks dan pemeriksaan VIA sebagai alternatif selain dari pemeriksaan pap smear yang biayanya tergolong mahal. Hasil wawancara tim dengan Ketua PKK bahwa ibu-ibu anggota PKK sepakat untuk mengangkat masalah kanker serviks dan penjelasan pemeriksaan VIA sebagai pencegahan alternatif pemeriksaan kanker serviks. Oleh sebab itu, sangat diperlukan sosialisasi tentang deteksi dini kanker serviks dan penjelasan pemeriksaan VIA kepada ibu-ibu yang sudah memiliki anak. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 42-51 Tahap pelaksanaan Pelaksanaan penyuluhan dilaksanakan sesuai dengan susunan acara yaitu dimulai dengan pembukaan . ata sambutan, perkenalan kelompok, tujuan dan pre-tes. , penyampaian materi tentang kanker serviks dan pemeriksaan VIA, sesi diskusi dan tanya jawab dan penutup . valuasi materi dengan post-tes. Gambar 2. Penyampaian Materi Sebelum menyampaikan materi. Tim Pengabdian memberikan pre-test kepada ibuibu PKK seputar pertanyaan materi yang pengabdi bawakan. Hasil tes menunjukkan bahwa peserta penyuluhan rata-rata mengetahui apa itu kanker serviks, tetapi masih banyak peserta pengabdian masyarakat tidak mengetahui tentang tanda, gejala dan faktor risiko kanker serviks. Berdasarkan hasil pre-test para peserta, diperoleh informasi bahwa pengetahuan responden sebelum dilakukan penyuluhan masih kurang dengan nilai ratarata 45 (Gambar . Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi yang diterima sehingga pengetahuan yang mereka miliki terbatas. Ada pula beberapa responden yang mengatakan belum pernah mendengar atau melihat informasi baik dari tenaga kesehatan maupun dari media seperti televisi, sehingga tidak mengerti apa itu VIA dan tidak mengerti manfaat dari pemeriksaan VIA itu sendiri. Selanjutnya Tim Pengabdian memberikan materi mengenai definisi kanker serviks, tanda dan gejala apa saja yang dapat muncul, faktor risiko penyebab munculnya kanker serviks hingga pencegahan kanker serviks dengan pemeriksaan VIA. Tim Pengabdian berharap edukasi ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK yang minim mengenai konsep dari kanker serviks agar menjadi lebih paham, dan agar dapat melakukan tindakan pencegahan kanker serviks sejak dini. Setelah dilakukan penyampaian materi, masuk ke sesi diskusi dan tanya jawab dimana peserta sangat antusias untuk bertanya lebih lanjut mengenai kanker serviks. Selanjutnya, dilakukan kuis untuk peserta dan mendapatkan doorprize. Penyuluhan Tentang Kanker Serviks Dan Pemeriksaan Via Di Desa Jombor. Kec. Tuntang. Kab. Semarang (Dary. Arum Natijati. Meriyanti A. Manafe. Cherlin Prissilia Amahoru. Siendy Clara Sopacua. Wanda Sarupy. Virara Zefania. Yuliana Susanti Gobuino. Kristiani Desimina Tauho. Rifatolistia Tampubolo. Gambar 3. Penyerahan doorprize Tahap penutupan kegiatan Setelah sesi tanya jawab. Tim Pengabdian menyebarkan link evaluasi post-test untuk menilai pemahaman akhir peserta pengabdian masyarakat, setelah diberikan edukasi mengenai materi yang disampaikan. Hasil dari post-test tersebut menunjukkan banyak yang sudah benar menjawab tanda, gejala dan risiko dari kanker serviks dan informasi seputar pemeriksaan VIA sehingga rata-rata nilai post-test menjadi meningkat. Berdasarkan hasil dari Gambar 4, rata-rata nilai post-test menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan rata-rata nilai pre-test. Rerata nilai pre-test ibu-ibu PKK yaitu 45 kemudian setelah dilakukan penyuluhan rerata nilai post-test meningkat menjadi 79. Hal ini menunjukan adanya peningkatan angka pemahaman dan pengetahuan ibu-ibu PKK terhadap tanda, gejala dan faktor risiko kanker serviks serta pemeriksaan VIA. Gambar 4. Nilai Rata-rata Pre-test dan Post-test Peserta Pengabdian Masyarakat Beberapa faktor yang dapat memengaruhi seorang wanita terinfeksi kanker serviks, diantaranya adalah karena faktor usia aktivitas seksual pertama kali, usia saat ini, pendidikan serta gaya hidup (Puspitasari et al. , 2018. Nurlelawati et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Kusmiyati, et al. juga mengatakan bahwa lamanya durasi pemakaian alat kontrasepsi hormonal pada akseptor KB memiliki pengaruh terhadap angka kejadian kanker Kejadian kanker serviks akan meningkat empat kali lebih besar pada akseptor KB yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal dengan durasi waktu lebih dari lima tahun dibandingkan akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal dengan lama waktu penggunaan kurang dari lima tahun. Salah satu faktor penyebab tingginya angka kejadian kanker serviks pada wanita akibat rendahnya cakupan deteksi dini akibat kurangnya informasi pada masyarakat. Deteksi dini Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 01. Agustus 2024, 42-51 pada kanker serviks ini merupakan sebuah terobosan yang inovatif dalam kesehatan untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan akibat kanker tersebut. Sebagian besar wanita yang didiagnosis kanker serviks tidak melakukan skrining tes atau menindaklanjuti setelah ditemukan hasil yang abnormal. Selain itu, biaya untuk pemeriksaan dini kanker serviks tersebut tidak murah, sehingga keterlambatan pemeriksaan pun terjadi akibat kurangnya pengetahuan pada masyarakat tentang kanker serviks. Hal ini menyebabkan kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks tidak dilaksanakan. Test VIA merupakan salah satu tindakan pencegahan kanker serviks. Metode VIA ini merupakan sebuah metode skrining yang praktis dan murah, sehingga diharapkan temuan kanker serviks dapat diketahui secara dini. Penyebab yang menjadi kendala pada wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks adalah keraguan akan pentingnya pemeriksaan, kurang pengetahuan dan takut akan rasa sakit serta keengganan karena malu saat dilakukan pemeriksaan. Kesadaran yang rendah pada masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia (Tarigan et al. , 2. Oleh sebab itu, dengan diadakannya penyuluhan kesehatan mengenai kanker serviks dan pemeriksaan VIA ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker serviks dan memotivasi masyarakat untuk melakukan screening kanker serviks sebagai tindakan preventif untuk menghindari kanker serviks yang dapat menyerang ibu-ibu di Desa Jombor. Kecamatan Tuntang. Kabupaten Semarang. SIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat berupa Sosialisasi Kanker Serviks dan Pemeriksaan VIA kepada ibu-ibu PKK di Desa Jombor. Kecamatan Tuntang. Kabupaten Semarang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kanker serviks dan pemeriksaan VIA, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan VIA. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu-ibu PKK di Desa Jombor. Kecamatan Tuntang. Kabupaten Semarang tentang tanda, gejala, dan faktor-faktor penyebab kanker serviks, serta pemeriksaan VIA. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan rerata nilai post-test dibandingkan rerata nilai pre-test. Diharapkan peningkatan pengetahuan pada ibu-ibu PKK tentang kanker serviks juga disertai peningkatan kesadaran untuk melakukan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan VIA. Saran bagi Dinas Kesehatan dan UKSW sebagai perguruan tinggi dapat membantu menggerakkan dan memfasilitasi para kaum Wanita untuk melakukan pemeriksaan VIA, sebagai upaya preventif kanker serviks. DAFTAR PUSTAKA