https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 38035/jim. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Analisis Pengolahan Site pada Pengembangan Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah dengan Lahan Terbatas Aisyah Muchlis1. Nashrah Arsyad2. Juhana Said3 Universitas Muslim Indonesia. Indonesia, aisyahmuchliss@gmail. Universitas Muslim Indonesia. Indonesia, nashrah. arsyad@umi. Universitas Muslim Indonesia. Indonesia, juhana. said@umi. Corresponding Author: aisyahmuchliss@gmail. Abstrak: The development of the Muslimah Wahdah Islamiyah Dakwah Center in Makassar City faces challenges related to limited land availability in a dense urban environment while accommodating religious, educational, training, residential, and social service activities. Limited land conditions require effective site planning strategies to ensure functional efficiency, user comfort, safety, and environmental sustainability. This study aims to analyze site planning strategies applied in the development of the Muslimah Wahdah Islamiyah Dakwah Center, focusing on accessibility, circulation, building orientation, spatial zoning, environmental control, and the optimization of green open spaces. The research employs a qualitative descriptive method with a case study approach through site observation, documentation review, and macroAemicro design analysis. The results indicate that land optimization can be achieved through the separation of entrance and exit circulation, vertical mass development, clear publicAesemi-publicAeprivate zoning, climate-responsive building orientation, and the integration of multifunctional green open spaces as buffer zones. These findings provide practical references for planning Muslimah dakwah centers in urban areas with limited land availability. Keywords: Site planning. Muslimah dakwah center. Limited land. Urban architecture Abstrak: Pembangunan Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah di Kota Makassar menghadapi tantangan terkait keterbatasan lahan di lingkungan perkotaan yang padat, di mana harus mengakomodasi kegiatan keagamaan, pendidikan, pelatihan, perumahan, dan pelayanan sosial. Kondisi lahan yang terbatas menuntut strategi perencanaan lokasi yang efektif untuk memastikan efisiensi fungsional, kenyamanan pengguna, keamanan, dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan lokasi yang diterapkan dalam pengembangan Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah, dengan fokus pada aksesibilitas, sirkulasi, orientasi bangunan, zonasi ruang, pengendalian lingkungan, dan optimalisasi ruang terbuka hijau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lokasi, tinjauan dokumentasi, dan analisis desain makro-mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi lahan dapat dicapai melalui pemisahan sirkulasi masuk dan keluar, 1077 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 pengembangan massa vertikal, zonasi publikAesemi-publikAepribadi yang jelas, orientasi bangunan yang responsif terhadap iklim, serta integrasi ruang terbuka hijau multifungsi sebagai zona penyangga. Temuan ini memberikan referensi praktis untuk perencanaan pusat dakwah Muslimah di kawasan perkotaan dengan ketersediaan lahan yang terbatas. Kata Kunci: Perencanaan Lokasi. Pusat Dakwah Muslimah. Lahan Terbatas. Arsitektur Perkotaan PENDAHULUAN Pusat dakwah memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, serta dalam konteks dakwah muslimah berfungsi sebagai ruang ibadah sekaligus pendidikan dan pelatihan kader (Bakhtiar Hadi, 2025. Rumondor & Manese, 2. Oleh karena itu, perancangan pusat dakwah muslimah harus memperhatikan aspek kenyamanan, keamanan, dan privasi pengguna agar dapat mendukung aktivitas pembinaan umat secara optimal (Bakhtiar Hadi, 2025. Rumondor & Manese, 2. Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah berlokasi di Jl. Antang Raya. Kecamatan Manggala. Kota Makassar, dengan luas lahan sekitar 4. 900 mA. Tapak memiliki karakter memanjang dan berada pada kawasan dengan intensitas lalu lintas cukup tinggi. Lokasi Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah di Kota Makassar dengan lahan terbatas menghadapi tantangan seperti tumpang tindih sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki serta keterbatasan area parkir yang memerlukan strategi pengolahan site yang tepat (Fuady et al. , 2. Pengolahan site efektif di kawasan perkotaan dapat dilakukan melalui pengembangan massa bangunan vertikal, zonasi ruang yang jelas, pemisahan sirkulasi, serta integrasi ruang terbuka hijau sebagai elemen ekologis dan sosial (Aliwan et al. , 2025. Koromo et al. , 2. Namun, kajian khusus mengenai pengolahan site pada pusat dakwah muslimah masih terbatas sehingga penelitian ini penting untuk memberikan dasar perancangan yang sesuai dengan kondisi lahan terbatas di perkotaan (Aliwan et al. , 2025. Bakhtiar Hadi, 2. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah di Kota Makassar untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi eksisting tapak dan strategi pengolahan site yang diterapkan (Dahmayanti et al. , 2. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lokasi penelitian untuk mengidentifikasi kondisi tapak, sirkulasi, zonasi, dan lingkungan sekitar, serta studi dokumen berupa gambar perencanaan, data organisasi, dan regulasi terkait seperti peraturan tata ruang dan standar bangunan (Dahmayanti et al. , 2. Kajian literatur digunakan untuk memperkuat analisis berdasarkan teori dan penelitian terdahulu yang relevan dengan konteks dakwah dan organisasi Wahdah Islamiyah (Asyhary et al. , 2020. Zaenuri et al. , 2. Analisis data dilakukan pada dua tingkat: analisis makro yang meliputi lokasi, aksesibilitas, hubungan tapak dengan lingkungan sekitar, serta keterkaitan dengan jaringan dan analisis mikro yang mencakup tata massa bangunan, zonasi ruang, sirkulasi internal, orientasi bangunan, pengkondisian lingkungan, dan pemanfaatan ruang terbuka hijau (Dahmayanti et al. , 2. Pendekatan ini sesuai dengan karakteristik studi kasus kualitatif yang menekankan pemahaman mendalam terhadap konteks sosial dan fisik organisasi dakwah di perkotaan (Asyhary et al. , 2020. Zaenuri et al. , 2. Studi terkait juga menunjukkan bahwa Wahdah Islamiyah mengelola organisasi dan pendidikan dakwah secara terstruktur dengan perhatian pada aspek sosial dan lingkungan yang mendukung keberlangsungan aktivitas dakwahnya (Dahmayanti et al. , 2024. Samsuddin et al. , 2. 1078 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Eksisting Tapak Tapak Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah terdiri atas beberapa massa bangunan, yaitu gedung utama bertingkat yang berfungsi sebagai pusat kegiatan dakwah dan asrama, bangunan satu lantai untuk kegiatan pendidikan anak, serta bangunan pendukung berupa ruko (Aji, 2022. Jannah et al. , 2020. Kesuma et al. , 2. Tapak memiliki akses langsung dari jalan kolektor primer dengan lingkungan sekitar berupa kawasan permukiman dan fasilitas pendidikan, yang sejalan dengan kecenderungan pusat dakwah dan masjid berlokasi pada jaringan jalan utama dan di tengah permukiman untuk memaksimalkan akses jamaah (Asqiah et al. , 2025. Jannah et al. , 2020. Kesuma et al. , 2. Topografi tapak relatif bervariasi dengan kemiringan ke arah belakang, sehingga memerlukan penyesuaian dalam penataan massa bangunan dan sistem sirkulasi (Bian et al. Xu et al. , 2. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penting dalam pengolahan site karena kemiringan lahan dan bentuk topografi sangat memengaruhi penempatan massa bangunan, pola sirkulasi, serta aspek kenyamanan dan keamanan lingkungan terbangun (Bian et al. , 2025. Xu et al. , 2. Analisis Pengolahan Site Pengolahan site pada pengembangan Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah dilakukan sebagai respons terhadap keterbatasan lahan serta kompleksitas aktivitas dakwah, pendidikan, dan pembinaan yang berlangsung secara simultan (Nurrahmah & Eduwin Eko Franjaya, 2022. Samsuddin et al. , 2. Analisis diarahkan pada pengaturan akses, sirkulasi, orientasi bangunan, pengendalian iklim mikro, serta penataan ruang terbuka hijau guna mencapai efisiensi ruang sekaligus kenyamanan pengguna, khususnya muslimah (Ghassan et , 2021. Nurrahmah & Eduwin Eko Franjaya, 2022. Samsu Hendra Siwi, 2. Aspek aksesibilitas dan pencapaian tapak menjadi perhatian utama karena fasilitas keagamaan dan pendidikan cenderung menimbulkan konflik lalu lintas jika akses tidak diatur dengan baik (Dipanjan Mukherjee, 2025. Xu et al. , 2. Kondisi eksisting telah menerapkan pemisahan jalur masuk . dan keluar . , namun posisi jalur keluar yang kurang memiliki visibilitas optimal berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas dan antrian pada ruas jalan terdekat (Dipanjan Mukherjee, 2025. Xu et al. , 2. Oleh karena itu, dilakukan evaluasi posisi entrance dan exit dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keterbacaan sirkulasi, dan visibilitas pengguna jalan (Kim et al. , 2024. Madani & Abdulaziz M. Choudhry, 2025. Xu et al. , 2. Strategi pertukaran posisi jalur masuk dan keluar dipilih untuk meminimalkan risiko kecelakaan serta meningkatkan kelancaran pergerakan kendaraan, sejalan dengan prinsip pengolahan tapak yang menekankan kejelasan akses dan keselamatan pengguna (Madani & Abdulaziz M. Choudhry, 2025. Xu et al. Sirkulasi internal site dianalisis dengan menekankan pemisahan antara jalur kendaraan dan pejalan kaki untuk mengurangi konflik dan meningkatkan keselamatan (Dipanjan Mukherjee, 2025. Kim et al. , 2. Kondisi eksisting yang masih menggabungkan kedua jalur berpotensi menimbulkan konflik dan menurunkan tingkat keselamatan, terutama di kawasan religius yang memiliki intensitas kunjungan tinggi (Dipanjan Mukherjee, 2025. Kim et al. , 2024. Ourkia & Mohamad Abdullah Alsaied, 2. Pengolahan site diarahkan pada pembentukan jalur pedestrian yang terpisah, jelas, dan nyaman, dilengkapi dengan elemen pendukung seperti penerangan, pelindung cuaca, dan vegetasi peneduh yang terbukti meningkatkan kenyamanan termal dan persepsi keselamatan pejalan kaki (Ahmed et al. , 2024. Cheela et al. , 2021. Ghassan et al. , 2021. Kim et al. , 2. Pendekatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang ramah pejalan kaki serta mendukung mobilitas aman bagi seluruh pengguna, termasuk kelompok rentan seperti perempuan dan anak-(Dipanjan Mukherjee, 2025. Kim et al. , 2024. Samsu Hendra Siwi, 2. 1079 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 Zonasi ruang pada tapak dibagi ke dalam zona publik, semi publik, dan privat sebagai upaya menjaga privasi, keamanan, dan kenyamanan aktivitas Muslimah, sejalan dengan kebutuhan privasi perempuan di masjid dan ruang keagamaan (Nurrahmah & Eduwin Eko Franjaya. Ourkia & Mohamad Abdullah Alsaied, 2025. Samsu Hendra Siwi, 2. Zona publik ditempatkan di area depan tapak untuk memudahkan akses masyarakat umum, zona semi publik berada di area tengah untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan, sedangkan zona privat diletakkan pada bagian tapak yang lebih terlindung dan tenang untuk aktivitas yang menuntut konsentrasi dan privasi lebih tinggi (Nurrahmah & Eduwin Eko Franjaya, 2022. Ourkia & Mohamad Abdullah Alsaied, 2025. Samsu Hendra Siwi, 2. Pola zonasi ini juga berfungsi sebagai transisi ruang yang jelas, sehingga aktivitas dengan tingkat privasi berbeda tidak saling mengganggu (Ourkia & Mohamad Abdullah Alsaied, 2025. Samsu Hendra Siwi, 2. Evaluasi pandangan . site dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas visual, tingkat kebisingan, serta nilai representatif bangunan karena kualitas mikroklimat dan kebisingan sangat memengaruhi kenyamanan pengguna ruang publik dan pendidikan (HozTorres et al. , 2021. Liu et al. , 2023. Ourkia & Mohamad Abdullah Alsaied, 2. Orientasi ganda timurAebarat dipilih sebagai strategi utama karena mampu mengakomodasi kebutuhan representasi bangunan terhadap jalan utama sekaligus menjaga hubungan fungsional dengan lingkungan pendidikan di sisi timur (Ghassan et al. , 2021. Oleiwi & Mohamed, 2023. Poddar et al. , 2. Pendekatan ini membentuk identitas bangunan yang kuat sebagai pusat dakwah sekaligus tetap kontekstual dengan lingkungan sekitarnya (Nurrahmah & Eduwin Eko Franjaya, 2022. Samsuddin et al. , 2. Pengolahan orientasi bangunan juga mempertimbangkan respon terhadap iklim tropis, di mana paparan sinar matahari langsung dari arah timur dan barat berpotensi menimbulkan panas berlebih (Ghassan et al. , 2021. Oleiwi & Mohamed, 2. Untuk itu diterapkan strategi peredaman melalui penggunaan vegetasi peneduh, elemen fasad seperti secondary skin, serta pengaturan bukaan yang terkontrol, yang terbukti menurunkan suhu ruang dalam dan beban pendinginan pada bangunan tropis (Ghassan et al. , 2021. Irfeey et al. , 2023. Oleiwi & Mohamed, 2. Pendekatan ini mendukung efisiensi energi dan meningkatkan kenyamanan termal ruang dalam bangunan (Ghassan et al. , 2021. Irfeey et al. , 2023. Oleiwi & Mohamed, 2023. Samaniego-Alvarado et al. , 2. Selain itu, pengendalian kebisingan dan pengkondisian udara menjadi bagian penting dalam pengolahan site karena kualitas akustik dan ventilasi alami berpengaruh langsung pada kenyamanan belajar dan beribadah (Hoz-Torres et al. , 2021. Samaniego-Alvarado et al. Sumber kebisingan utama dari jalan dan aktivitas komersial diantisipasi dengan penempatan zona penyangga berupa area parkir, ruang servis, dan jalur hijau yang berfungsi sebagai barrier akustik dan visual (Ahmed et al. , 2024. Hoz-Torres et al. , 2021. Liu et al. Vegetasi buffer dimanfaatkan sebagai peredam suara sekaligus penyaring polusi, selaras dengan temuan bahwa penataan hijau linear dan planar dapat memperbaiki mikroklimat dan kualitas lingkungan jalan (Ahmed et al. , 2024. Cheela et al. , 2021. Irfeey et , 2023. Liu et al. , 2. Bukaan bangunan diarahkan untuk memanfaatkan angin dominan dari arah timur guna mendukung ventilasi alami, sementara sisi barat dikendalikan dengan bukaan terbatas dan perlindungan tambahan untuk mengurangi panas berlebih dan kebisingan (Ghassan et al. , 2021. Oleiwi & Mohamed, 2023. Samaniego-Alvarado et al. , 2. Penataan ruang terbuka hijau diarahkan untuk mempertahankan elemen eksisting yang bernilai edukatif, seperti taman bermain dan area pembelajaran anak, sekaligus mengoptimalkan lahan kosong agar berfungsi lebih ekologis dan sosial (Ahmed et al. , 2024. Nurrahmah & Eduwin Eko Franjaya, 2. Ruang terbuka hijau tidak hanya berperan sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai penyeimbang iklim mikro, area resapan air, serta ruang interaksi sosial yang mendukung keberlanjutan aktivitas pusat dakwah (Ahmed et al. Cheela et al. , 2021. Irfeey et al. , 2023. Liu et al. , 2023. Nurrahmah & Eduwin Eko Franjaya, 2. 1080 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 Gambar 1. Eksisting Site (Sumber: Data Pribadi, 2. Gambar 2. Pengembangan Site (Sumber: Data Pribadi, 2. 1081 | P a g e https://greenpub. org/JIM Vol. No. Juni Ae Juli 2026 Pengkondisian Lingkungan dan Ruang Terbuka Hijau Ruang terbuka hijau dimanfaatkan sebagai elemen buffer terhadap kebisingan dari jalan utama serta sebagai area resapan air hujan. Selain fungsi ekologis, ruang terbuka hijau juga difungsikan sebagai ruang interaksi dan kegiatan luar ruang yang mendukung aktivitas dakwah dan pendidikan. Pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai ruang multifungsi sejalan dengan konsep ruang publik yang adaptif dan berkelanjutan (Carmona et al. , 2. Dengan keterbatasan lahan, ruang terbuka dirancang secara efisien agar tetap memberikan kualitas lingkungan yang baik. KESIMPULAN Pengolahan site pada pengembangan Pusat Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah di Kota Makassar dengan lahan terbatas dapat dioptimalkan melalui strategi pemisahan akses masuk dan keluar, pengembangan massa bangunan secara vertikal, penerapan zonasi ruang yang jelas, orientasi bangunan yang responsif terhadap iklim tropis, serta pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai elemen ekologis dan sosial. Strategi tersebut mampu meningkatkan efisiensi lahan sekaligus menjaga kenyamanan, keamanan, dan kualitas lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perancangan pusat dakwah muslimah di kawasan perkotaan dengan kondisi lahan terbatas. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia serta pihak Muslimah Wahdah Islamiyah yang telah memberikan dukungan data dan informasi dalam penyusunan penelitian ini. REFERENSI