KARAKTERISTIK EKONOMI PADA PENGGUNA GANDA ROKOK ELEKTRIK DAN ROKOK KONVENSIONAL PADA MAHASISWA DI KOTA BANDUNG Estro Dariatno Sihaloho. Herlina Silvani Purba Tambak. Departemen Ilmu Ekonomi. Universitas Padjadjaran. Fakultas Kedokteran. Universitas Sumatera Utara. sihaloho@unpad. Abstract The number of electric cigarette users in Indonesia has increased significantly. They used electric cigarettes to stop used conventional cigarettes. In fact, users of electric cigarettes cannot reduce the use of conventional cigarettes. This study wants to see what factors cause university students in Bandung to use electronic cigarettes and conventional cigarettes together. This study uses primary data of 124 users of electric cigarettes and conventional cigarettes collected through surveys in the city of Bandung. This study uses the Logistic regression method with STATA 14. The results show that the allowance of students from parents, the status of other family members who smoke conventionally, how long they use conventional cigarettes, number of conventional cigarettes consumed per day before using electric cigarettes make university students be difficult to stop using conventional cigarettes after using electric cigarettes. The use of electric cigarettes and conventional cigarettes together will have a worse health impact. While the age and amount of e-cigarette expenditure reduces the possibility to consume e-cigarettes and conventional cigarettes Keywords : Economic Characteristics. Electric Cigarettes. Conventional Cigarettes Abstrak Jumlah pengguna rokok elektrik di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup Mereka menggunakan rokok elektrik dengan alasan ingin berhenti dari penggunaan rokok konvensional. Pada kenyataannya, pengguna rokok elektrik tidak dapat mengurangi penggunaan rokok konvensional. Penelitian ini ingin melihat faktor apa saja yang menyebabkan mahasiswa menggunakan rokok elektrik dan rokok konvensional secara bersamaan di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan data primer sebanyak 124 pengguna rokok elektrik dan rokok konvensional dikumpulkan melalu survey di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode Regresi Logistik dengan STATA 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang saku mahasiswa dari orang tua, status anggota keluarga lain yang merokok konvensional, lama penggunaan rokok konvensional, banyak rokok konvensional yang dikonsumsi per hari sebelum menggunakan rokok elektrik menjadikan mahasiswa sulit berhenti menggunakan rokok konvensional setelah menggunakan rokok Penggunaan rokok elektrik dan rokok konvensional secara bersamaan akan memberikan dampak kesehatan yang lebih buruk. Sedangkan usia dan jumlah pengeluaran rokok elektrik memperkecil kemungkinan untuk mengkonsumsi rokok elektrik dan rokok konvensional secara bersamaan. Kata Kunci: Karakteristik Ekonomi. Rokok Elektrik. Rokok Konvensional Estro D. Herlina S. Karakteristik Ekonomi Pada Pengguna Ganda Rokok | 135 PENDAHULUAN Penggunaan rokok elektrik semakin meningkat di Indonsia (El Hasna. Cahyo, & Widagdo, 2. Penggunaan rokok elektrik menghasilkan banyak tantangan baru kepada pemerintah karena penggunaan rokok elektrik memiliki banyak dampak negatif terhadap kesehatan (Kim et al. , 2020. Layden et al. , 2. Dengan meningkatnya permasalahan kesehatan akan memberikan beban baru kepada pemerintah. Terdapat berbagai motivasi pengguna rokok elektrik seperti coba-coba, beranggapan rokok elektrik lebih aman untuk dikonsumsi, dan lebih hemat (Sihaloho & Rum, 2. Alasan lain mengunakan rokok elektrik adalah untuk berhenti menggunakan rokok konvensional (Amato. Boyle, & Levy. Biener & Lee Hargraves, 2015. Mcneill et al. , 2015. Pepper. Ribisl. Emery, & Brewer. Simonavicius. McNeill. Arnott, & Brose, 2. Pengguna rokok elektrik berasumsi penggunaan rokok elektrik akan mengubah pola konsumsi terhadap rokok Tetapi pada kenyataannya, pengguna rokok elektrik yang ingin berhenti menggunakan rokok konvensional menjadi terjebak menjadi pengguna kedua jenis rokok tersebut secara bersamaan (Simonavicius et , 2. Tren menjadi pengguna ganda rokok elektrik dan rokok elektrik meningkat secara signifikan (Owusu et al. , 2. Pengguna yang ingin berhenti merokok konvensional juga tidak terjadi secara signifikan (Jackson. Shahab. West, & Brown, 2. Pengguna ganda rokok elektrik dan rokok konvensional menjadi terpapar racun dari asap rokok, uap e-rokok, dan nikotin dari kedua produk. Dalam penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan ganda menjadikan kualitas kesehatan menjadi sangat rendah dan kemungkinan mengalami kesulitan bernafas menjadi sangat besar (Wang et al. , 2. Kondisi penggunaan rokok ganda juga terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan ingin melihat faktor apa yang mendorong peningkatan pengguna ganda rokok elektrik dan rokok konvensional di kalangan mahasiswa di kota Bandung. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh penulis dengan melakukan survey dengan wawancara kepada mahasiswa pengguna rokok elektrik dan rokok konvensional di Kota Bandung. Jumlah responden yang diwawancara sebanyak 124 Pengambilan data dilakukan pada Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Logistik. Regresi logistik digunakan untuk mendapatkan rasio kemungkinan dengan pengaruh lebih dari satu variabel bebas (Sperandei. Penggunaan regresi logistik sangat mirip degan regresi linar berganda dengan pengecualian bahwa variabel terikat pada regresi logistik adalah binomial. Hasil regresi logistik akan menunjukkan rasio kemungkinan yang disebabkan dari masingmasing variabel bebas yang diamati (Sperandei, 2. Model regresi logistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah : ya(RERK) = exp. ) 1 exp. ) g. = a1 a2U a3USMi a4TAKLMi a5LPRKi a6BRi a7TPRE Ui Dimana : ? (RERK) adalah peluang penggunaan rokok elektrik dan rokok konvensional bersamaan adalah Usia (Tahu. USM adalah Uang Saku Mahasiswa dari Orang Tua (Rupia. TAKLM adalah Terdapat Anggota 136 | EQUILIBRIUM. VOLUME 8. NOMOR 2. JULI 2020 LPRK TPRE Keluarga lain yang Merokok Konvensional . = Iya, 0 = Tida. adalah Lama Penggunaan Rokok Konvensional (Tahu. adalah Banyak Rokok yang Dihabiskan per Hari Sebelum Menggunakan Rokok Elektrik (Bungku. adalah Total Pengeluaran Rokok Elektrik per Bulan (Rupia. Penggunaan robust dilakukan pada penelitian ini agar model regresi terhindar dari masalah asumsi klasik (Rasheed. Adnan. Saffari, & Pati, 2. Hasil yang terbaik akan diperoleh dari penggunaan regresi robust (Thoni. Neter. Wasserman, & Kutner, 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Survey dilakukan pada 124 orang mahasiswa di Kota Bandung pada tahun Survey ini dilakukan kebanyakan di lingkungan kafe, tempat nongkrong mahasiswa di sekitaran kampus. Gambar 2. Cara Responden Mengenal Rokok Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 124 responden mengenal rokok paling banyak dari teman baik pada konsumen rokok elektrik, maupun rokok konvensional. Sebanyak 71% mahasiswa mengenal rokok elektrik dari teman dan sebanyak 84% mahasiswa mengenal rokok konvensional dari teman. RERK USM (Jut. TAKLM LPRK TPRE (Rib. Min Max 1,155 Std. Dev Tabel 1. Deskriptif Statistik Gambar 1. Komposisi Responden Penelitian Dalam penelitian ini, komposisi responden laki-laki yang diwawancarai adalah sebanyak 119 orang atau 96% dan sisanya 5 orang adalah perempuan atau 5%. Tabel 1 merupakan tabel deskripsi statistik variabel pada penelitian ini. RERK merupakan peluang penggunaan rokok elektrik dan rokok konvensional bersamaan yang bernilai 0 dan 1. Usia responden (U) pada penelitian ini paling muda adalah 17 tahun dan yang paling tua berumur 26 tahun. USM merupakan uang saku yang diperoleh mahasiswa dari orang tua dengan nilai minimum Rp 200,000 dan nilai maksimum Rp 5,000,000. TAKLM adalah status terdapat Estro D. Herlina S. Karakteristik Ekonomi Pada Pengguna Ganda Rokok | 137 anggota keluarga lain yang merokok konvensional dengan nilai minimum 0 yang menunjukkan tidak ada dan nilai maksimum 1 yang menunjukkan terdapat anggota keluarga yang merokok. LPRK merupakan lama penggunaan rokok konvensional dengan nilai minimum 1 tahun dan maksimum 17 tahun. BR adalah banyak rokok yang dihabiskan per hari sebelum menggunakan rokok elektrik dengan nilai minimum 0. 5 bungkus dan maksimal 3 bungkus per hari. TPRE adalah total pengeluaran rokok elektrik per bulan dengan nilai minimum Rp 50,000 dan nilai maksimum Rp 1,155,000. Number of obs Wald chi2. Prob > chi2 Pseudo R2 Model VCE RERK USM TAKLM LPRK TPRE = 124 = 33. = 0. = 0. Robust dx/dy Deltamethod Std. Err Gambar 3. Jumlah Uang Saku Mahasiswa Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa semakin tinggi uang saku yang diperoleh mahasiswa dari orang tua (USM) akan memperbesar kemungkinan mahasiswa menjadi pengguna ganda rokok elektrik dan rokok konvensional. Uang saku yang lebih banyak akan memperbesar kemungkinan mahasiswa menjadi pengguna ganda sebesar P>?z? Tabel 2. Hasil Regresi Logistik. Olahan Penulis. Gambar 4. Persentase Status Anggota Keluarga Merokok Konvensional Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel yang memperbesar kemungkinan seorang mahasiswa mengkonsumsi rokok elektrik dan rokok konvensional secara bersamaan dan terdapat 2 variabel yang memperkecil kemungkinan seorang mahasiswa mengkonsumsi rokok elektrik dan rokok konvensional secara Semua variabel bebas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat di dalam regresi logistik di atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 62% responden yang memiliki anggota keluarga yang mengkonsumsi rokok Hasil regresi logit menunjukkan bahwa jika mahasiswa memiliki anggota keluarga yang menggunakan rokok konvensional akan meningkatkan kemungkinan mahasiswa tersebut menjadi pengguna rokok ganda sebesar 0. Mahasiswa akan kesulitan untuk berhenti merokok konvensional setelah menggunakan rokok elektrik karena 138 | EQUILIBRIUM. VOLUME 8. NOMOR 2. JULI 2020 memiliki anggota keluarga yang menggunakan rokok konvensional. Hasil regresi juga menunjukkan bahwa lama penggunaan rokok konvensional (LPRK) menjadi penyebab seorang mahasiswa menjadi pengguna ganda rokok elektrik dan rokok konvensional. Penggunaan rokok konvensional yang lebih lama menjadikan kemungkinan seorang mahasiswa menjadi pengguna ganda meningkat sebesar Selain itu, banyak rokok konvensional yang dikonsumsi sebelum menggunakan rokok elektrik menjadikan mahasiswa sulit lepas dari rokok konvensional setelah mahasiswa menggunakan rokok elektrik. Semakin banyak jumlah bungkus yang biasa dikonsumsi akan meningkatkan kemungkinan seorang mahasiswa menjadi pengguna ganda sebesar 0. Penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa penggunaan rokok elektrik tidak mengurangi penggunaan rokok konvensional (Dutra & Glantz, 2. Hal ini menjadikan konsumen terjebak pada konsumsi dua jenis rokok yaitu elektrik dan konvensional. Penelitian ini menunjukan terdapat 2 variabel yang dapat mengurangi kemungkinan mahasiswa menjadi pengguna ganda rokok elektrik dan rokok konvensional. Semakin bertambah usia akan mengurangi kemungkinan menjadi pengguna ganda rokok Pengeluaran rokok elektrik pada mahasiswa juga mengurangi kemungkinan menjadi pengguna ganda rokok sebesar Tetapi pengeluaran rokok elektrik yang lebih tinggi menunjukkan konsumsi yang semakin tinggi pula. Hal ini akan menimbulkan resiko kesehatan yng buruk. PENUTUP Simpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, dapat diambil simpulan sebagai Faktor yang meningkatkan kemungkinan mahasiswa menjadi pengguna ganda rokok elektrik dan rokok konvensional adalah uang saku mahasiswa dari orang tua, status anggota keluarga lain yang merokok konvensional, lama penggunaan rokok konvensional, banyak rokok konvensional yang dikonsumsi per hari sebelum menggunakan rokok elektrik Faktor yang menurunkan kemungkinan mahasiswa menjadi pengguna ganda rokok elektrik dan rokok konvensional adalah usia dan jumlah pengeluaran rokok elektrik. Saran Opini yang beredar di masyarakat tentang penggunaan rokok elektrik adalah solusi untuk menghentikan penggunaan rokok konvensional masih belum terbukti. Ada banyak faktor yang mendorong meningkatnya peluang mahasiswa menjadi pengguna ganda rokok elektrik dan rokok Untuk itu pemerintah perlu mengatur ketat tentang penggunaan rokok elektrik dan rokok konvensional di Kota Bandung karena pengguna rokok elektrik yang semakin banyak semakin menambah masalah kesehatan selain masalah kesehatan yang diakibatkan penggunaan rokok konvensional di Kota Bandung. DAFTAR PUSTAKA