JURNAL SOEROPATI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-0762 (Onlin. ISSN : 2620-8113 (Prin. Universitas Yudharta Pasuruan Yayu Sriwahyuni Hamzah, dkk | 217 http://jurnal. id/v2/index. php/soeropati Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Handycraft Kulit Kerang Untuk Meningkatkan Perekonomian Rumah Tangga di Banjar Kemuning Sedati Sidoarjo Yayu Sriwahyuni Hamzah. Budi Purwantiningsih*. Mukhlis Irfan Ariadi Universitas Universitas Sunan Giri Surabaya yayusw@unsuri. id, budipurwanti@unsuri. Abstract: Banjar Kemuning Village, most of which are located on the coast, should use a lot of this potential to develop MSMEs. One of the potentials that can be found in coastal areas is seashells. Although the potential for shells is found in Banjar Kemuning Village, shellfish crafts have not been touched to develop at all. To realize the expected conditions of the assisted subjects, the method in this empowerment program uses Asset-Based Community Development (ABCD). The implementation of devotion for coastal communities can be concluded successfully until the training stage of making nine forms of shell shell 80% of participants have understood the process of processing shells into high-value craft, so that the use of natural resources to improve the family economy at times especially low season can be Keywords: seashell craft. ABCD method Pendahuluan Salah satu kekayaan alam dari sumberdaya laut yang tersedia di sepanjang pantai wilayah pesisir di wilayah Indoensia adalah kerang. Kerang bukan hanya menjadi sumber ekonomi bagi nelayan dan masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi sumber protein hewani yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pada sentrasentra di wilayah pesisir Indonesia, senantiasa tersedia kedai dan restoran yang menyediakan ragam menu masakan kerang. Dibalik nikmat dan lezatnya ragam makanan dari kerang ternyata menimbulkan efek samping bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan. Sehingga pada sentra-sentra wilayah pesisir dan pantai Indonesia termasuk di sepanjang pantai Timur Pulau Jawa seperti yang ditemukan di pemukiman penduduk Desa Banjar Kemuning Sedati Sidoarjo yang dihiasi Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 218 | Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Handycraft Kulit Kerang. tumpukan kulit kerang di berbagai sudut perkampungan nelayan. Sejatinya pendapatan masyarakat sekitar Desa Banjar Kemuning cukup beragam, mulai dari pemilik tambak, penjual ikan, nelayan, bahkan dari sentra tempat rekreasi dan pemancingan. Namun, pendapatan masyarakat masih perlu ditingkatkan lagi karena mereka hanya mengandalkan pembeli yang jumlahnya sedikit dan wisatawan local yang datang berkunjung. Hal ini sungguh disayangkan mengingat besarnya potensi usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bisa terutama dalam memanfaatkan potensi alam pesisir pantai. Munculnya sektor UMKM merupakan bagian yang signifikan dalam pengembangan ekonomi dan penciptaan lapangan (Budiarto et al. Sudaryanto & Wijayanti, 2013. Ahli ekonomi dari berbagai pandangan menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara sangat ditentukan oleh sektor UMKM. UMKM telah lama dipahami memiliki peran signifikan bagi pembangunan ekonomi suatu negara (Audretsch et al. , 2. UMKM juga dipercaya akan mampu berkontribusi terhadap upaya pengentasan kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja (Kementerian Perdagangan RI, 2. Perkembangan UMKM terbukti merupakan penggerak utama sektor riil yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, jumlah UMKM pada tahun 2011 sebanyak 55,2 juta unit dengan terbagi sebagai berikut 54. 969 unit Usaha Mikro, 602. 195 unit Usaha kecil dan 44. 280 unit Usaha Menengah. Jumlah UMKM pada tahun 2011 adalah sekitar 99,99% dari jumlah total unit usaha yang ada. Unit-unit tersebut diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 97,24% (Kementerian Perdagangan RI, 2. Berdasarkan penjelasan tersebut menunjukkan bahwa eksistensi sektor UMKM dan perannya tersebut sangat penting sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. UMKM merupakan kegiatan usaha yang mampu lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Yayu Sriwahyuni Hamzah, dkk | 219 kepada masyarakat. UMKM sangat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi serta berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional (Sudaryanto & Wijayanti, 2013. Desa Banjar Kemuning yang sebagian besar daerahnya berada di pinggir pantai seharusnya banyak memanfaatkan potensi tersebut untuk mengembangkan UMKM. Salah satu potensi yang banyak di dapatkan di daerah pesisir pantai adalah kerang. Walaupun potensi kerang sangat banyak ditemukan namun kerajinan kerang sama sekali belum tersentuh untuk dikembangkan. Kerang merupakan nama sekumpulan moluska dwicangkang . dari family cardiidae yang merupakan salah satu komoditi perikanan yang telah lama sebagai salah satu usaha sampingan masyarakat pesisir. Kulit kerang berbentuk seperti hati, bersimetri dan mempunyai tetulang di luar. Kulit kerang mempunyai tiga bukaan inhalen, ekshalen dan pedal untuk mengalirkan air serta untuk mengeluarkan kakinya. Struktur utama pembentuk kerang adalah kalsium karbonat atau chalk. Sedangkan bagian penutup lain yang lebih halus dibentuk oleh membran kalsium karbonat yang lebih khusus. Melalui struktur cangkang yang kuat dan rigid maka sangat memungkinkan cangkang bisa diolah menjadi produk (Dwiono, 2. Secara umum proses pembentukan produk dibagi menjadi dua bagian yakni: . produk melalui proses pemotongan kulit kerang, . produk dari sisa proses pemotongan. Dari kedua langkah di atas nantinya akan menghasilkan dua karakter produk yang berbeda dengan pengembangan desain tentunya juga Sehingga tetap mengutamakan unsur kreativitas pengrajin itu sendiri (Siregar, 2. Berdasarkan hal tersebut maka isu utama dan menjadi titik sentral pendampingan adalah bagaimana upaya yang harus diselesaikan dalam kaitannya mengisi kegiatan dan menambah penghasilan masyarakat pesisir pantai Tanjung Setia dalam mengisi kekosongan kegiatan dalam musim sepi wisatawan. Salah satu upaya untuk mengisi kegiatan dan menambah penghasilan masyarakat pesisir Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 220 | Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Handycraft Kulit Kerang. pantai Tanjung Setia dalam mengisi kekosongan kegiatan dalam musim sepi wisatawan adalah dengan cara pendampingan secara simultan tentang pengetahuan kerang-kerangan. Literatur-literatur mengkonfirmasi bahwa kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada menjadi sebuah kerajinan tangan dapat menambah nilai ekonomis yang tinggi Berdasarkan konsep ini, maka kemampuan masyarakat pesisir dalam memanfaatkan potensi alam yang melimpah dengan meningkatkan pemahaman tentang kerajinan kerang kerangan akan membentuk sebuah usaha kecil seperti komunitas UMKM yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar (Arifin, 2. Hal tersebut didukung oleh literatur-literatur yang ada bahwa komunitas UMKM membuat seluruh pesertanya mendapatkan penghasilan tambahan yang signifikan dan secara langsung dapat meningkatkan kesejahteraannya (Kementerian Perdagangan RI, 2. Pelaksanaan kegiatan pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan soft skill dan hard skill subjek dampingan dalam pengolahan kulit kerang menjadi kerajinan bernilai jual tinggi sehingga bermanfaat bagi peningkatan perekonomian rumah tangga masyarakat Desa Banjar Kemuning Sedati Sidoarjo. Oleh sebab itu perlu adanya pendampingan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha mereka baik berupa pelatihan keterampilan dan manajemen usaha serta pemasarannya. Pendampingan ini dimaksudkan agar usaha santri ini dapat berkembang dengan baik, karena bahan baku mudah didapat di lingkungan sekitar pemukiman mereka. Berangkat dari kenyataan itu, tim pengabdian melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan handycraft kulit kerang untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga di Banjar Kemuning Sedati Sidoarjo. Metode Untuk mewujudkan kondisi subyek dampingan yang diharapkan maka Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Yayu Sriwahyuni Hamzah, dkk | 221 metode pengabdian yang digunakan yaitu Asset-Based Community Development (ABCD). Pendekatan ABCD yang digunakan dalam proses pendampingan di komunitas dibagi 3 bagian yaitu: . Persiapan dengan Langkah Appreciative Inquiry dan Community Map. Penyuluhan dan FGD dengan langkah Transectoral dan Institutional & Organizational Mapping. Demonstrasi dan Praktik dengan langkah Individual Inventory Skill. Leaky Bucket dan Low Hanging Fruit (Tim Penyusun, 2. Lokasi pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan handycraft kulit kerang untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga di daerah laksanakan di Desa Banjar Kemuning Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Gambar 1. Peta lokasi Dampingan Desa Banjar kemuning Dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan handycraft kulit kerang ini yang menjadi khalayak sasaran adalah ibu-ibu pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan pemuda pemudi Karang Taruna Desa Banjar Kemuning yang berjumlah 20 orang. Hasil dan Pembahasan Persiapan Perndampingan Masyarakat Tahap persiapan yang dilakukan dengan melaksanakan dua kegiatan yaitu Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 222 | Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Handycraft Kulit Kerang. Appreciative Inquiry dan Community Map. Pertama. Appreciative Inquiry mengidentifikasi potensi-potensi yang dimiliki oleh komunitas dampingan. Tim pengabdian mengawalinya dengan melakukan FGD dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan kepala desa Banjar Kemuning. Hasil yang didapat dari kegiatan FGD tentang pengidentifikasian potenspotensi sumber daya alam yang ada di lokasi dampingan adalah: . Desa Banjar kemuning merupakan salah satu tujuan para distributor ikan baik dari lokal maupun luar kota. Sumber daya alam berupa kerang sangat melimpah di sepanjang pesisir pantai lokasi dampingan. telah terbentuknya pengurus karang taruna namun saat ini vakum dan seluruh pengurus dan anggota siap untuk aktif Kedua. Community Map. Kegiatan pada tahap ini yakni dengan meningkatkan pengetahuan komunitas dampingan mengenai aset dan atau sumber daya alam yang melimpah di sekitar pesisir pantai dengan mengajak komunitas dampingan menyisir pesisir pantai guna mengumpulkan bahan kerang untuk pelatihan (Gambar . Gambar 2. Pengumpulan Bahan Kerajinan di Pesisir Pantai Pada gambar di atas memperlihatkan proses pengumpulan kulit kerang di Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Yayu Sriwahyuni Hamzah, dkk | 223 pesisir pantai yang sangat melimpah dan sampai saat berlangsungnya pendampingan belum dimanfaatkan warga sekitar, sedangkan banyak sekali warga pendatang yang mengumpulkan kerang untuk di bawa ke lokasi asal mereka kadang digunakan sebagai urukan tanah tapi sebagian juga tanpa diketahui kegunaannya oleh warga dampingan. Kerang-kerang yang didapat kemudian dipilah-pilah menurut bentuk dan ukurannya. Implementasi Pendampingan Tahap ini dilakukan dengan melaksanakan dua kegiatan yaitu transectoral dan institutional & organizational mapping. Kegiatan tahap transectoral yakni dengan mengenali jenis-jenis kerang yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan, dan juga subjek dampingan ditemukan dengan bentuk-bentuk kerajinan yang akan mereka hasilkan nanti. Sedangkan Institutional & Organizational Mapping dilakukan dengan FGD tentang bagaimana mengembangkan kapasitas organisasi yang berawal dari mengalirnya kebutuhan untuk mengalami suatu hal, mengurangi ketidaktahuan dan ketidakpastian dalam hidup serta mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk beradaptasi menghadapi perubahan Pengembangan kapasitas memiliki aktivitas tersendiri yang memungkinkan terjadinya pengembangan kapasitas pada sebuah sistem, organisasi, atau individu, di mana ada aktivitas tersebut terdiri atas beberapa fase umum. Kerajinan Kerang: Dari Limbah menjadi Handycraft yang Bernilai Ekonomis Tahap demonstrasi dan praktik pembuatan kerajinan kerang dilakukan dengan melaksanakan tiga kegiatan yaitu Individual Inventory Skill. Leaky Bucket dan Low Hanging Fruit. Pertama. Individual Inventory Skill. Langkah yang dilakukan pada tahapan ini dimulai dari pengolahan aset sumber daya kerang yang telah dikumpulkan dari pesisir pantai lokasi dampingan sampai menjadi kerajinan kerang bernilai tinggi. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 224 | Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Handycraft Kulit Kerang. Berdasarkan pengamatan dan penilaian hasil produk yang didapat, maka didapat data bahwa 85% subjek dampingan memiliki keterampilan individu mengenai pengolahan dan pemanfaatan cangkang kerang di pesisir pantai Desa Banjar Kemuning diyakini meningkat dan bermanfaat bagi subjek dampingan. Kedua. Leaky Bucke. Pada tahapan ini melalui diskusi dengan semua subjek dampingan dan pejabat Desa Banjar Kemuning mengenai perhitungan harga modal dan harga jual kerajinan yang dihasilkan. Gambar 3. Diskusi Potensi Ekonomi Kerajinan kerang yang didapat Hasil diskusi mengenai potensi nilai ekonomi dan strategi pemasaran yang didapat dari pendampingan kali ini di antaranya : Konsumen. Target pasar yang bisa dibidik adalah wisatawan domestik yang berkunjung ke objek wisata pantai Desa Banjar Kemuning. Belakangan ini cinderamata pantai juga mulai diminati para pedagang suvenir di kota-kota Sehingga tidak menutup kemungkinan bisa menjalin kerja sama dengan para pedagang kerajinan yang menawarkan beragam jenis produk unik dan menarik kepada seluruh masyarakat umum yang tersebar di seluruh Indonesia. Strategi Pemasaran Untuk mendukung perkembangan bisnis yang dijalankan, pengrajin bisa menggunakan strategi pemasaran dan promosi dengan cara: Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Yayu Sriwahyuni Hamzah, dkk | 225 Membuka kios atau toko kerajinan di sekitar objek wisata pantai maupun di pusat keramaian yang banyak dikunjungi wisatawan. Memperluas jangkauan pasar dengan menjalin kerja sama atau menitipkan produk-produk unggulan Anda di beberapa pusat penjualan suvenir, cinderamata, ataupun toko oleh-oleh yang dikunjungi para wisatawan. Untuk meningkatkan nilai jual agar bisa melengkapinya dengan kemasan produk yang menarik. Mengikuti berbagai macam kegiatan promosi misalnya mengikuti kegiatan pameran kerajinan, bazar UKM, dan lain sebagainya. Kunci Sukses Hal terpenting dalam menjalankan bisnis kerajinan khas pantai adalah meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kualitas produk yang dihasilkan, agar konsumen semakin penasaran dengan produk yang ditawarkan, sehingga tidak menutup kemungkinan bila bisnis Anda bisa mendatangkan omset penjualan yang cukup besar setiap bulannya. Ketiga. Low Hanging Fruit. Teknik terakhir dalam metode ini adalah menentukan keinginan komunitas bisa direalisasikan dengan menggunakan potensi atau aset komunitas itu sendiri, tahap ini dilakukan dengan memberi cara dan saran persiapan bagi masyarakat dampingan untuk memulai usahanya: Bekali diri dengan pengetahuan dan keahlian khusus dalam mengkreasikan limbah laut menjadi kerajinan daur ulang yang cukup unik. Pengrajin bisa mencari informasi tersebut melalui buku-buku kerajinan limbah atau browsing ide dan informasi tambahan melalui internet. Melakukan sortasi bahan baku, agar kualitas produk yang dihasilkan juga terjamin mutunya. Sebisa mungkin gunakan bahan yang masih bagus, dan gunakan bahan baku tambahan . erekat dan pewarn. yang aman bagi A Memilih lokasi usaha yang strategis. Salah satu lokasi yang paling potensial adalah di sekitar objek wisata pantai atau di tempat-tempat keramaian yang Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 226 | Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Handycraft Kulit Kerang. banyak dikunjungi wisatawan. Semakin banyak wisatawan yang berkunjung, maka semakin besar pula peluang pasar dalam menjual hasil kerajinan. Hasil pendampingan kerajinan kerang pada komunitas, diantaranya: Pertama, bahwa seluruh subjek dampingan sudah sangat memahami potensi yang dimiliki di desanya, namun masih belum ada inisiatif bersama untuk memaksimalkan potensi limbah kerang yang ada di desanya menjadi kerajinan yang bernilai jual. Kedua, setelah dilakukan pendampingan. Seluruh subjek dampingan mampu mengidentifikasi jenis kerang yang layak untuk menjadi bahan baku dalam membuat kerajinan kerang dari bahan mentah sampai menjadi produk bernilai jual. Ketiga, jenis dan bentuk kerajinan yang telah berhasil dibuat kerajinan cangkang kerang sangat penting untuk terus dilakukan cara mengembangkan organisasi kemasyarakatan yang telah ada, agar hasil kerajinan kerang dapat diterima konsumen. Kesimpulan Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan ABCD dengan memanfaatkan Potensi limbah kerang di Banjar Kemuning menjadi nilai produk kerajinan kerang bernilai ekonomis mampu memberikan perubahan pada kesadaran potensi limbah serta bagaimana cara untuk membuat menjadi produk kerajinan kerang agar mampu meingkatkan pendapatan perekonomian rumah tangga di Desa Banjar Kemuning. Saran dari hasil pendampinngan adalah masih sangat penting untuk dilakukan peningkatakan kapasitas komunitas untuk memobilisir pemanfaatan kerang menjadi produk yang bernilai ekonomis. Selain itu, sangat penting dilakukan kapasitas dalam pemasaran hasil produk dengan memperluas pasar hasil kerajianan, tidak hanya dilakukan di sekitar pantai wisata, namun juga bisa menembus beragam pasar di Kabupaten Sidoarjo. Volume 1. Nomor 2. Mei 2019 Yayu Sriwahyuni Hamzah, dkk | 227 Daftar Pustaka