P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 3 No. Page:28-34 Jurnal Language education and literature PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL BERBASIS KONTEKSTUAL DALAM MENELAAH STRUKTUR FABEL DI KELAS VII SMP NEGERI REJOSARI Nova Meliyana1. Dian Ramadan Lazuardi2. Inda Puspita Sari3 Universitas PGRI Silampari Email: novameliyana20@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan secara signifikan kemampuan menelaah struktur fabel kelas VII SMP Negeri Rejosari melalui penerapan media pembelajaran audiovisual. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, yaitu penelitian yang meneliti hanya satu kelas. Sebagian populasinya adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri Rejosari yang terdiri dari 55 siswa dan sebagai kelas sampel adalah kelas VIIa. Kelas tersebut dipilih secara acak dengan jumlah 28 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, yaitu pretest dan postest. Kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan dari uji hipotesis dan analisis data uji AutAy menggunakan perhitungan SPSS versi 20, nilai uji thitung sebesar 0,866 selanjutnya mencari ttabel nilai-nilai dalam distribusi t taraf signifikan yu = 0,05 dan drajat kebebasan . k = d. 27, maka diketahui ttabel = 2. Dari hasil kriteria pengujian yaitu thitung Ou ttabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima. Kata kunci :Kuantitatif. Audio-Visual. Menelaah Struktur Fabel ABSTRACT This study aims to determine the completeness of significantly the ability to examine the structure of fables for class VII SMP Negeri Rejosari through the application of audio-visual learning media. This type of research is a quasi-experimental research, namely research that examines only one class. part of the population is all students of class VII SMP Negeri Rejosari which consists of 55 students and as a sample class is class VIIa. The class was randomly selected with a total of 28 students. Data was collected by using test techniques, namely pretest and posttest. Then the data collected were analyzed using t-test. Based on the hypothesis test and analysis of the "t" test data using the SPSS version 20 calculation, the t-test value of 0. then looks for the t-table values in the t-distribution, the significance level = 0. 05 and the degree of freedom . k = d. 27, then it is known that ttable = 2,052. From the results of the test criteria, namely tcount ttable. So it can be said that Ha is rejected and Ho is accepted. Keywords: Quantitative. Audio-Visual. Studying Fable Structure PENDAHULUAN Penerapan media pembelajaran merupakan salah satu cara yang diarahkan pada peningkatan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran yang disampaikan. Hal ini hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 3 No. Page:28-34 sejalan dengan pendapat Helmi, . kompetensi profesional merupakan orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Pembelajaran ini menjadi tantangan baru seorang pendidik dalam melakukan pengolahan media pembelajaran, sehingga siswa dapat aktif dalam mengungkapkan pendapat dengan mandiri. Hal ini juga memberikan tuntutan baru kepada guru agar lebih kreatif dalam merancang kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Media pembelajaran Audio-Visual adalah jenis media yang mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, seperti rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Menurut Priandono, dkk. media Audio-Visual . memiliki kelebihan dalam ranah kognitif, efektif, dan psikomotor. Pembelajaran fabel merupakan salah satu genre yang dapat menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran sastra adalah cerita fabel. Fabel memiliki bentuk teks narasi yang mengisahkan tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Menurut Megawati, dkk. , . fabel juga sering disebut cerita moral, karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan dengan Hasil dari wawancara yang dilakukan penelitian pada tanggal 04 Desember 2021 terhadap guru kelas VII. Ibu Susilowati. Pd. Beliau menyatakan bahwa Kurikulum yang digunakan di SMP Negeri Rejosari adalah Kurikulum 2013. Adapun berbagai permasalahan yang muncul akibat dari rendahnya kemampuan menelaah struktur fabel. Hasil penilaian menelaah struktur fabel yang dilakukan, di bawah rata-rata hasil belajar pada prasiklus yaitu 39,33% yang berada di bawah KKM mata pelajaran yaitu 60. Dari data yang diperoleh pada tahap ini hanya ada 8 orang peseta didik dari 10 yang sudah tuntas dan sisanya 10 yang belum tuntas. Berdasarkan pada permasalahan diatas, penulis menerapkan media pembelajaran menelaah struktur fabel di SMP Negeri Rejosari. Penerapan media pembelajaran menelaah struktur fabel ini kreaktif yang mudah digunakan oleh siswa dalam Dengan adanya media pemeblajaran ini dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang tegah diajarkan. Peneliti juga menawarkan solusi berupa sebuah hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 3 No. Page:28-34 penelitian dengan judul AuPenerapan Media Pembelajaran Audio-Visual Berbasis Kontekstual dalam Menelaah Stuktur Fabel di Kelas VII SMP Negeri RejosariAy. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, sesuai dengan permasalahan yang diteliti yaitu penerapan media pembelajaran. Artinya menguji coba penggunaan media pembelajaran audio-visual dalam menelaah struktur fabel. Menurut Yusuf . penelitian eksperimen merupakan penelitian yang digunakan dalam menentukan relasi hubungan sebab-akibat. Desain yang digunakan penelitian ini adalah desain pre-test dan post- test. Sebelum penulis menerapakan media pembelajaran audio-visual, penulis terlebih dahulu memberikan tes awal pre-test untuk melihat nilai skor awal siswa. Dari nilai skor pretest akan dibandingkan dengan nilai skor post-test untuk mendapatkan nilai skor akhir untuk menentukan tuntas atau tidak dari menggunakan media pembelajaran audiovisual. Tes yang diberikan berbentuk esai. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah teknik tes. Teknik tes dalam penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yang diperoleh dari hasil tes. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua teknik dalam pengumpulan data yaitu teknik tes dan teknik angket. Teknik tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum penerapan . re-tes. dan sesudah . ost-tes. penerapan media pembelajaran audio-visual pada materi menelaah struktur fabel. Untuk menganalisis data dari hasil penelitian tentang penerapan media pembelajaran audio-visual berbasis kontekstual dalam menelaah struktur fabel di kelas VII SMP Negeri Rejosari. Menghitung skor rata-rata dan simpangan baku dari tes awal dan tes akhir. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui kenormalan sebuah data. Jika data normal maka, pengujian hipotesis menggunakan uji-t HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil tes menelaah struktur fabel sebelum diterapkan media pembelajaran audiovisual, diketahui bahwa nilai terendah yang diperoleh oleh siswa adalah 35 dan nilai hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 3 No. Page:28-34 tertinggi yang diperoleh oleh siswa adalah 65 sedangkan nilai rata-ratanya adalah 46. Sedangkan untuk menilai mampu tidaknya siswa dalam mengikuti pembelajaran menelaah struktur fabel menggunakan KKM yang diterapkan oleh sekolah. Pada pretest , siswa yang memenuhi nilai di atas kriteria ketuntasan minimum (KKM) sebanyak 4 siswa dengan presentase 14 % sedangkan 24 siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan minimum dengan presentase 86%. Nilai tertinggi yang diperoleh pada kegiatan tes awal adalan 65 dan yang terendah adalah 35. Sehingga Rata-rata nilai secara keseluruhan yang mencapai ketuntasan sebesar 46. Hasil tes dari menelaah struktur fabel setelah diterapkan media pembelajaran audiovisual, diketahui nilai terendah yang diperoleh oleh siswa adalah 40 dan nilai tertinggi yang diperoleh oleh siswa adalah 75. Sedangkan untuk nilai rata-rata adalah 61. Data tes akhir digunakan untuk mengetahui kemampuan menelaah struktur fabel. Siswa setelah menerapakan media pembelajaran audio-visual dengan demikian dapat diketahui perbedaan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil perhitungan postes dapat dideskripsikan bahwa siswa yang mendapat nilai Ou 60 dengan kategori tuntas ada 20 orang dengan persentase 71% , siswa yang mendapat nilai < 60 dengan kategori tidak tuntas ada 8 orang dengan persentase 29% . Ketuntasan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri Rejosari dalam menelaah struktur fabel mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan hasil belajar pretes. Data pendukung yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah data dari hasil angket Tujuannya untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menelaah struktur fabel melalui penerapan media pembelajaran audio visual. Dari hasil angket respon siswa diperoleh data bahwa minat siswa terdapat pelajaran menelaah struktur fabel dengan menggunakan media Audio-Visual terlihat sangat besar, hal ini dikarenakan suasana pembelajaran menjadi lebih aktif bagi siswa karena dengan melihat, mendengar, dan bergerak siswa dapat mengungkapkan apa yang didengar dan dilihatnya dalam suatu gerakan. Uji normalitas ini dilakukan agar dapat mengetahui apakah data hasil siswa berdistribusi normal atau tidak. Menurut Rustam, . berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan kriteria pengujian yang digunakan adalah jika nilai Probabilitas . dari Z lebih besar dari yu = 0,05 Ho hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 3 No. Page:28-34 diterima . ata berdistribusi norma. sebaliknya jika Ha ditolak . ata berdistribusi tidak Berikut ini hasil uji normalitas pretest dan postest dengan menggunakan SPSS Berdasarkan hasil uji normalitas, dapat disimpulkan bahwa hasil uji normalitas dengan menggunakan SPSS versi 20 nilai Pretest Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,270 dan nilai Postest Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,561. Dari hasil kedua uji normalitas tersebut, dapat disimpulkan bahwa uji normalitas hasil belajar siswa berdistribusi Dari kegiatan memahami menelaah struktur fabel peneliti memperoleh nilai tes setelah penerapan media pembelajaran audio-visual digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang telah dirumuskan dari data yang berdistribusi normal dengan menggunakan rumus uji t. Adapun hasil perhitungan uji t dengan menggunakan SPSS 20 menunjukkan bahwa nilai . adalah 0,394. Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa setelah mendapatkan media audio-visual. Pada nilai thitung sebesar 0,866 selanjutnya mencari ttabel dengan tabel nilai-nilai dalam distribusi t. taraf signifikan yu = 0,05 dan drajat kebebasan . k=d. 27, maka diketahui ttabel = 2. Dari hasil kriteria pengujian yaitu thitung Ou ttabel . Berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Adapun kriteria pengujian tabel di atas menunjukkan bahwa thitung Ou ttabel . Ou 2. Maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama kurang lebih empat minggu dan setalah dilakukan pengolahan data skor pretest dan skor postest pada kelas sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas VIIa dengan menggunakan media pembelajaran audiovisual dalam proses belajar mengajar. Saat penelitian dilakukan, penulis mengajar satu kelas yaitu kelas VIIa berjumlah 28 siswa. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap kelas sampel yang berjumlah 28 siswa berdistribusi normal. Hasil nilai pretes setelah dilakukan penilaian yaitu diperoleh siswa yang mendapat nilai Ou 60 dengan kategori tuntas ada 4 siswa dengan persentase 14 % , siswa yang mendapat nilai < 60 dengan tidak tuntas ada 24 siswa dengan persentase 86 %. Rendahnya hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri Rejosari disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: . guru belum menerapkan media pembelajaran yang relevan dengan materi pelajaran, . kurangnya minat belajar siswa pada materi belajar siswa pada materi belajar, . siswa tidak memperhatikan penjelasan guru ketika menyampaikan materi dan memberikan contoh hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 3 No. Page:28-34 dalam menentukan struktur fabel. Nilai postes setelah dilakukan penilaian yaitu nilai tertinggi yang diperoleh siswa ialah 75 dan nilai terendah 40. Adapun nilai rata-ratanya adalah 61. 61 dari hasil postes, hal ini dapat dibandingkan dengan kemampuan awal siswa . nilai tertinggi yang diperoleh siswa ialah 70 dan nilai terendah 40, maka terdapat peningkatan hasil setelah mengikuti pembelajaran materi menelaah struktur fabel. Nilai rata-rata pretes adalah 61 sedangkan nilai rata-rata postes adalah 61. 61 berarti terjadi peningkatan. Peningkatan ini terjadi karena siswa telah mengetahui media pembelajaran audio-visual sehingga siswa tersebut saat menentukan menelaah struktur fabel sangat mudah untuk menetukannya orientasi, komplikasi, resolusi, koda pada cerita yang telah diberikan Berdasarkan hasil angket tersebut peneliti berkesimpulan bahwa dari hasil angket respon siswa diperoleh data bahwa minat siswa terdapat pelajaran menelaah struktur fabel dengan menggunakan media audio-visual terlihat sangat besar, hal ini dikarenakan suasana pembelajaran menjadi lebih aktif bagi siswa karena dengan melihat, mendengar, dan bergerak siswa dapat mengungkapkan apa yang didengar dan dilihatnya dalam suatu Selain ini media audio-visual juga membuat siswa lebih aktif saat mengikuti Adapun hasil analisis data penelitian dengan menggunakan SPSS versi 20, dalam kemampuan menelaah struktur fabel dengan menggunakan media pembelajaran audio-visual diketahui sig . -taile. 0,394. Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, dengan demikian terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa setelah mendapatkan media audio-visual. Pada nilai thitung sebesar 0,866 selanjutnya mencari ttabel dengan tabel nilai-nilai dalam distribusi t. taraf signifikan yu = 0,05 dan drajat kebebasan . k=d. 27, maka diketahui ttabel = 2. Dari hasil kriteria pengujian yaitu thitung Ou ttabel . Berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Adapun kriteria pengujian tabel di atas menunjukkan bahwa thitung Ou ttabel . ,866 Ou 2. Maka dapat SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan juga pembahasan dapat disimpulkan bawah hasil belajar kemampuan menelaah struktur fabel siswa kelas VII SMP Negeri Rejosari setelah diterapkan media pembelajaran audio-visual secara signifikan tuntas. Dalam hal hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 3 No. Page:28-34 ini berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji-t dengan menggunakan SPSS versi 20, diketahui nilai t hitung sebesar = 0,866 Sig . -taile. yaitu diperoleh 0,394 Ou 0,05 jadi dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis menyatakan media pembelajaran audio-visual secara signifikan menuntaskan kemampuan menelaah struktur fabel siswa kelas VII SMP Negeri Rejosari. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima. DAFTAR PUSTAKA