Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK BERBASIS MODUL AJAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE KNOW. SHARE. MEET. EXPRESS Natalis Sukma Permana. Christoforus Purnama More STKIP Widya Yuwana natalisukma@widyayuwana. purnamamore@gmail. Abstract This development research aims to: . determine the procedure for developing a teaching module using the KSME method on the material of 'Realizing Faith in the Middle of Society. Determine the feasibility level of Catholic Religious Education teaching module products using the KSME method on the material of Realizing Faith in the Middle of Society. This development research was conducted using the Research and Development (R&D) research method with the ADDIE developer model. The development steps are grouped into five stages, namely: . analysis stage, . design stage, . development stage, . implementation stage, and . evaluation stage. Product trials were designed through initial trials and field trials. In the initial trial, the validity of the product was tested by material experts and media experts, as well as a limited trial by five students. Following the initial trial, a field trial was conducted involving 23 students. Data collection was carried out by observation, interview, and questionnaire using a Likert scale. The data analysis technique employed in this research is descriptive analysis. The results of this development research are in the form of a teaching module using the KSME method on the material of Realizing Faith in Society. Teaching modules using the KSME method are rated Auvery feasibleAy based on the results of the product validity test. Based on the student response questionnaire data in the limited trial, it falls into the AupowerfulAy Meanwhile, based on the student response questionnaire data in the field trial, it is in the "very strong" category. Keywords: Catholic religious education teaching module. KSME Method. realizing faith in society PENDAHULUAN Pendidikan Agama Katolik merupakan cara bagi siswa Katolik untuk memahami dan mengetahui iman Katolik. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya diharapkan tidak hanya membentuk siswa untuk berkembang secara intelektual saja, melainkan juga secara sikap yang semakin meneladani Kristus dengan mewujudkan nilai-nilai iman yang dipahami dalam pembelajaran di kehidupan Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 sehari-hari (Muaja dkk. , 2024:. Namun dalam pelaksanaannya, pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dewasa ini seringkali masih bersifat konvensional, terlalu banyak penyampaian teori oleh guru sehingga kurang melibatkan peran aktif siswa untuk memahami serta mempraktikan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, metode yang digunakan guru dalam penyampaian materi masih banyak menggunakan metode ceramah, sehingga kurang memberikan wadah bagi siswa untuk bereksplorasi, berbagi pengalaman, dan mengekspresikan ide dan gagasan mereka baik secara pribadi maupun dengan orang lain (Sinulingga & Milala, 2023:. Observasi awal penelitian yang dilakukan di sebuah Sekolah Dasar yang dilakukan oleh peneliti terhadap siswa kelas 5 juga menunjukkan bahwa minat siswa untuk belajar masih rendah, siswa cenderung tidak terlalu memperhatikan sehingga menyebabkan kondisi kelas selama pembelajaran cenderung kurang Kondisi ini dikarenakan siswa merasa suasana pembelajaran yang ada di kelas cenderung membosankan, siswa menilai bahwa guru cenderung lebih banyak menjelaskan dan kurang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga suasana kelas menjadi pasif. Permasalahan tersebut memperjelas bahwa pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dewasa ini perlu ditingkatkan dengan menggunakan sebuah media ajar dengan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, namun tetap sistematis sehingga penyampaian materi tetap berjalan dengan efektif yang bertujuan agar siswa tidak hanya sebatas memahami nilai-nilai iman, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif memerlukan sebuah media ajar yang sifatnya Maka dari itu, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media ajar yang berupa modul ajar. Selanjutnya, untuk menunjang terciptanya proses pembelajaran yang baik perlu mempertimbangkan metode pengajaran yang akan digunakan. Salah satu metode yang dapat membantu untuk meningkatkan keterlibatan siswa di kelas sehingga pembelajaran tidak berjalan dengan membosankan adalah dengan menggunakan metode Know. Share. Meet. Express (KSME). Berangkat dari permasalahan tersebut, maka peneliti mencoba mengembangkan sebuah media ajar interaktif berupa modul ajar dengan menggunakan metode Know. Share. Meet. Express (KSME) yang di fokuskan pada materi AuMewujudkan Iman di Tengah MasyarakatAy untuk kelas 5 Sekolah Dasar. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah prosedur pengembangan modul ajar Pendidikan Agama Katolik dengan metode Know. Share. Meet. Express pada materi mewujudkan iman di tengah masyarakat?. bagaimanakah tingkat kelayakan produk modul ajar Pendidikan Agama Katolik dengan metode Know. Share. Meet. Express pada materi AuMewujudkan Iman di Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Tengah Masyarakat?Ay. Menjawabi pertanyaan tersebut peneliti melakukan pengembangan produk penelitian dengan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahapan pengembangan untuk menghasilkan sebuah produk penelitian dan menguji tingkat kelayakan modul ajar tersebut. Maka dari itu prosedur dalam penelitian dan pengembangan ini akan melalui lima tahapan yang telah diadaptasi serta disesuaikan dengan produk yang akan diteliti dan dikembangkan yakni: analisis . , perancangan . , pengembangan . , implementasi . , dan evaluasi . (Sugiyono, 2022:47-. Kebaharuan dari penelitian ini adalah menerapkan metode KSME secara langsung dalam bentuk modul ajar yang dirancang untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas sebagai sebuah media ajar untuk menciptakan pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa. II. PEMBAHASAN Kajian Teori Pendidikan Agama Katolik Pendidikan Agama Katolik merupakan suatu sistem yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan iman siswa (Labina, 2022:. Oleh karena itu Pendidikan Agama Katolik adalah salah satu bentuk upaya untuk membantu orang beriman selangkah demi selangkah untuk mencapai tingkat kepenuhan iman dengan mendalami misteri iman sehingga semakin serupa dengan Kritus dan pada akhirnya ikut serta mengambil bagian menjadi pewarta di tengah dunia (Gravissimum Educationis, art. Dengan demikian Pendidikan Agama Katolik diharapkan menjadi sebuah proses mendalam yang bertujuan menciptakan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara spiritual dan moral. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran merupakan strategi atau cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi ajar kepada siswa secara sistematis dan terstruktur, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal (Hasibuan , 2024:208-. Sebuah metode yang baik, akan memungkinkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan saja, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif (Damapoli, 2024:. Oleh karena itu dalam penerapannya, sebuah metode pembelajaran harus memperhatikan aspek-aspek seperti: pemahaman akan tujuan pembelajaran yang jelas, penciptaan suasana belajar yang interaktif dan efektif, serta kolaborasi antara pendidik dan siswa. Penerapan prinsipprinsip ini, memungkinkan terciptanya pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang interaktif dan efektif (Deviyanti, 2024:5. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Modul Ajar Modul ajar juga merupakan media ajar yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dengan menyediakan materi yang terstruktur dan sistematis, sehingga siswa dapat mempelajarinya secara mandiri. Modul ajar memuat tujuan pembelajaran, materi pokok, petunjuk pelaksanaan, serta evaluasi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa (Majid, 2007:. Pada dasarnya, modul ajar terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu tujuan pembelajaran yang jelas, materi yang disusun secara sistematis dan mudah dipahami, serta assesmen pembelajaran yang membantu siswa untuk menguasai materi (Noviantari & Alrinda, 2022:. Modul ajar memiliki karakteristik tersendiri yang harus ada dalam proses pembuatannya agar dapat diterapkan dengan efektif di dalam pelaksanaan pembelajaran, yakni: harus disusun dengan memperhatikan kesesuaian modul ajar dengan tujuan pembelajaran, keselerasan antara materi, metode, dan evaluasi yang diterapkan dalam menyusun modul ajar, kemudahan dalam penggunaan modul, serta fleksibilitas modul ajar sehingga dapat menyesuaikan situasi dan kebutuhan yang ada dalam proses pembelajaran (Pardede & Pardede, 2021:. Selain itu, modul ajar juga memiliki standar dalam penyusunanya yang mencakup kesesuaian dengan kurikulum, kualitas cara penyampaian materi ajar yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif siswa, serta pemilihan metode pembelajaran yang dapat mendorong interaksi aktif siswa dalam proses penyampaian materi ajar (Famulaqih & Lukman, 2024:. Metode KSME Metode Know. Share. Meet. Express (KSME) merupakan pendekatan katekese yang dikembangkan untuk membantu orang muda agar tidak hanya memahami ajaran iman Katolik, tetapi juga mampun menghidupinya dalam tindakan hidup sehari-hari. Dengan setiap langkahnya yang disusun secara sistematis dan terstruktur, metode ini memungkinkan orang muda untuk mengalami iman Katolik secara menyeluruh, mulai dari pemahaman teoritis hingga penerapan nyata dalam kehidupan. Metode ini terdiri dari empat langkah berurutan, yakni Know . emahami ajaran iman Katoli. Share . erbagi pengalaman ima. Meet . erjumpaan dengan Tuhan melalui do. Express . engekspresikan iman melalui tindakan nyata (YOUCAT Indonesia, 2020:. Teori Belajar yang Melandasi pengembangan Modul Teori Belajar Konstruktivisme Teori konstruktivisme dikembangkan oleh Jean Piaget dan memandang pembelajaran sebagai proses di mana siswa membangun pemahaman baru berdasarkan pengalaman serta interaksi dengan lingkungannya. Dalam Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 penerapannya, teori ini menekankan bahwa siswa perlu membangun pemahaman sendiri, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya berasal dari guru, tetapi juga dari keaktifan siswa dalam proses belajar (Manalu, 2014:. Dengan demikian, teori konstruktivisme memungkinkan terjadinya proses belajar yang berkelanjutan, yang mendorong siswa untuk menghasilkan konsep dan pemahaman baru terhadap materi yang dipelajari. Berdasarkan teori tersebut, dalam pengembangan modul ajar dengan metode KSME, langkah Know dan Share sejalan dengan prinsip konstruktivisme karena mengajak siswa untuk membangun pengetahuan iman melalui pengalaman pribadi serta berbagi pemahaman dengan teman sebaya. Teori Belajar Sosial Alber Bandura . alam Manik, 2. menjelaskan bahwa teori pembelajaran sosial merupakan teori pembelajaran yang menekankan pentingnya observasi dan imitasi dalam proses pembelajaran. Teori ini memandang bahwa proses pemahaman terjadi tidak hanya melalui transfer pengetahuan langsung tetapi juga melalui proses pengamatan perilaku orang lain. Oleh karena itu teori ini menyoroti hubungan antara faktor lingkungan dan faktor kognitif dalam pengaruhnya terhadap proses pembelajaran yang dikaitkan dengan perilaku Penerapan teori ini dalam proses pembelajaran dengan mendorong siswa untuk memproses informasi yang didapatkannya melalui pengamatan di lingkungan sekitarnya sehingga memungkinkan terciptanya pemikiran kritis dan kreatif siswa untuk menganalisis informasi yang didapatkannya (Warni dkk, 2023: . Pengembangan Modul Ajar menggunakan Metode KSME Peneliti mengembangkan modul ajar dengan menggunakan metode KSME berdasarkan pendekatan penelitian dan pengembangan . esearch and Metode penelitian dan pengembangan bertujuan untuk menghasilkan suatu produk sekaligus menguji kelayakan produk tersebut melalui penilaian para ahli pada tahap validasi (Sugiyono, 2022:3-. Dalam proses pengembangan modul ajar, peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE (Sugiyono, 2022:47-. yang meliputi lima tahapan, yaitu analisis . , perancangan . , pengembangan . , implementasi . , dan evaluasi . Tahap analisis . Pada tahap ini, peneliti melakukan analisis terhadap permasalahan dan kebutuhan yang ditemui dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SDK Santa Katarina Surabaya pada tanggal 4-6 Februari 2025. Analisis difokuskan pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Peneliti mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pembelajaran melalui observasi terhadap kegiatan belajar-mengajar serta wawancara dengan guru Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Pendidikan Agama Katolik dan para siswa. Data hasil observasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam pengembangan modul ajar. Selain itu, peneliti juga mewawancarai tim pengembang materi Katekese YOUCAT Indonesia untuk memperoleh informasi tentang prinsip, karakteristik, dan keunikan metode KSME yang digunakan dalam pengembangan materi katekese. Informasi ini menjadi data pendukung dalam penyusunan modul ajar berbasis metode KSME yang akan diterapkan di sekolah. Tahap perancangan . Pada tahap ini, peneliti merancang modul ajar dengan menggunakan metode KSME. Perancangan dilakukan dengan memperhatikan karakteristik modul ajar, standar penyusunan modul, karakteristik materi, serta karakteristik siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Peneliti juga mempertimbangkan teori belajar yang mendasari pengembangan modul, hasil analisis kebutuhan dari observasi dan wawancara, serta prinsip-prinsip penggunaan metode KSME yang telah diperoleh sebelumnya. Tahap pengembangan . Tahap ini merupakan proses penyusunan modul ajar berdasarkan rancangan yang telah dibuat. Produk yang dihasilkan berupa modul Pendidikan Agama Katolik berbasis metode KSME. Setelah modul ajar disusun dari segi materi maupun desain visual, peneliti melaksanakan uji validitas yang melibatkan dua validator ahli materi dan dua validator ahli media. Uji validitas dilakukan pada tanggal 20-30 Maret 2025 untuk menilai tingkat kelayakan modul ajar. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, peneliti melakukan revisi terhadap modul sesuai dengan masukan para validator hingga produk dinyatakan layak digunakan. Tahap implementasi . Setelah modul ajar dinyatakan layak oleh para validator, peneliti melaksanakan uji coba terbatas . mall group testin. pada tanggal 14-17 Mei 2025. Uji coba dilakukan terhadap kelompok kecil siswa kelas 5 SDK Santa Katarina Surabaya yang dipilih secara acak, mewakili siswa dengan kemampuan akademik tinggi, sedang, dan rendah. Dalam tahap ini, peneliti juga mengumpulkan data mengenai tanggapan siswa terhadap penggunaan modul ajar melalui angket respon. Hasil angket tersebut digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan modul sebelum diterapkan secara lebih luas. Tahap evaluasi . Tahap evaluasi bertujuan untuk menilai kelayakan dan efektivitas modul ajar setelah digunakan dalam pembelajaran di kelas 5 SDK Santa Katarina. Pada tahap uji coba lapangan . ain field testin. yang dilaksanakan pada tanggal 14-17 Mei 2025, peneliti mengumpulkan data melalui angket respon siswa dan observasi langsung selama proses pembelajaran Selain itu, peneliti juga mewawancarai guru Pendidikan Agama Katolik untuk memperoleh tanggapan mengenai penerapan modul ajar dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Metode Penelitian Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Peneliti mengembangkan modul ajar dengan metode Know Share Meet Express mengacu pada metode penelitian dan pengembangan . esearch and Adapun model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Lokasi penelitian di SDK Santa Katarina Surabaya. Subjek uji coba adalah siswa-siswi kelas 5. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket respon siswa. Sedangkan metode analisis data, menggunakan Skala Likert. Skala Likert merupakan skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang. Skala Likert dapat menghasilkan data yang akurat dan tervalidasi (Sugiyono, 2022:. Hasil Penelitian dan Diskusi Pengembangan Modul Ajar dengan Metode Know. Share. Meet. Express pada Materi Mewujudkan Iman di Tengah Masyarakat untuk Kelas 5 Sekolah Dasar Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah sebuah modul ajar dengan metode Know. Share. Mett. Expess yang didesain secara visual dengan menggunakan aplikasi Canva dan diisi dengan materi tentang AuMewujudkan Iman di Tengah MasyarakatAy. Proses penyusunan modul ajar ini, baik secara visual maupun materi mengacu pada karakteristik dan standar penyusunan modul ajar, karakteristik materi, karakteristik siswa kelas 5 Sekolah Dasar dan hasil analisis kebutuhan yang telah didapatkan melalui pengamatan terhadap guru dan siswa, serta hasil wawancara mengenai prinsip penggunaan metode KSME yang telah didapatkan sebelumnya. Modul ajar ini juga disusun dengan mengacu pada teori belajar, yaitu: teori konstruktivisme, teori pembelajaran social, dan teori belajar berbasis pengalaman. Modul ajar Pendidikan Agama Katolik dengan menggunakan metode KSME pada materi mewujudkan iman di tengah masyarakat dibuat dengan ukuran A5 yang didalamnya meliputi beberapa bagian yaitu: sampul . , kata pengantar, daftar isi, penjelasan tentang metode KSME, petunjuk penggunaan modul, alur tujuan pembelajaran, indikator keberhasilan, glossarium, pendahuluan, deskripsi materi, materi pembelajaran, rangkuman, soal-soal evaluasi, daftar pustaka, kunci jawaban dan deskripsi tentang penulis. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Gambar 1. Modul Ajar dengan Metode KSME Sumber: Hasil Penelitian . Analisis Data Hasil penelitian dan pengembangan modul ajar dengan metode KSME pada materi Mewujudkan Iman di Tengah Masyarakat untuk siswa kelas 5 Sekolah Dasar siap divalidasi ahli, diuji coba terbatas dan uji coba lapangan. Berikut cara penyajian dan analisis data, hasil umpan balik atau evaluasi oleh ahli materi, ahli media, uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data kuantitatif yang diperoleh dari angket ahli materi dan ahli media dihitung rata-rata skornya dengan rumus: Ocyeo yeo yea Keterangan: yeo : skor rata-rata setiap aspek Ocyeo : jumlah skor tiap aspek yea : jumlah subjek uji coba Validasi Ahli Berikut analisis data serta tanggapan para ahli materi dan ahli media terhadap modul ajar dengan metode KSME: Penilaian Ahli Materi Kelayakan materi penelitian dan pengembangan modul ajar dengan metode KSME dinilai oleh dua orang ahli media, yaitu: Emia Ratelit Br. Sembiring. Ag sebagai ahli materi pertama yang merupakan guru Pendidikan Agama Katolik di SDK Santa Katarina Surabaya dan Ricky Adityanto sebagai ahli materi kedua yang merupakan fulltimer YOUCAT Indonesia di bagian pengembang materi. Hasil penilaian dari ahli materi tersebut disajikan dalam Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Penilaian Ahli Materi Tahap No. Aspek Penilaian Penggunaan Metode KSME 3,35 3,90 Kelayakan Isi 3,26 3,84 Kelayakan Penyajian 3,14 4,00 Penilaian Bahasa 3,09 3,73 Rerata Skor 3,21 3,87 Kategori Sangat Baik Sumber: Hasil Penelitian dan Olah Data . Berdasarkan skor yang diperoleh pada tabel 1, dapat dilihat bahwa nilai validasi pada tahap I sebesar 3,21. Sedangkan, validasi tahap II diperoleh nilai sebesar 3,87. Dari hasil tersebut, modul ajar dengan metode KSME masuk dalam kategori AuSangat BaikAy. Kesimpulan dari uji validasi ahli materi adalah bahwa media ajar tersebut layak untuk uji lapangan hal ini sejalan dengan pendatap Famulaqih dan Lukman . bahwa standar kualitas cara penyampaian materi ajar juga menjadi bagian penting dalam penyusunan modul ajar. Selain itu dalam teori konstruktivisme, pembelajaran dipandang sebagai proses aktif, di mana siswa membangun pengetahuan baru melalui pengalaman pribadi dan interaksi sosial (Manalu, 2014:. Penilaian Ahli Media Penelitian dan pengembangan modul ajar dengan metode KSME ini telah dinilai oleh dua orang praktisi media, yaitu Mercia Dea Aristia Budiono. sebagai ahli media pertama yang merupakan salah satu anggota dari tim desain YOUCAT Indonesia dan Vrischika Putri Wonokusumo sebagai ahli media kedua yang merupakan salah satu anggota dari tim desain YOUCAT Indonesia. Hasil penilaian dari praktisi media tersebut disajikan dalam tabel 2. Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Penilaian Ahli Media Tahap No. Aspek Indikator Penilaian Kelayakan Kegrafikan Ukuran Modul 4,00 4,00 Desain Sampul Modul 2,70 3,89 Desain Isi Modul 2,80 3,59 Rerata Skor 3,17 3,83 Kategori Sangat Baik Sumber: Hasil Penelitian dan Olah Data . Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Berdasarkan skor yang diperoleh pada tabel 2, dapat dilihat bahwa nilai validasi pada tahap I sebesar 3,17. Sedangkan, validasi tahap II diperoleh nilai sebesar 3,83. Dari hasil tersebut, modul ajar dengan metode KSME masuk dalam kategori AuSangat BaikAy. Kesimpulan dari uji validasi ahli materi adalah bahwa media tersebut layak untuk uji lapangan. Susanti . mengungkapkan bahwa kemudahan dalam memahami modul ajar menjadi salah satu hal penting untuk memastikan bahwa siswa tidak merasa kebingungan dalam mengikuti pembelajaran berbasis modul ajar. Oleh karena itu perancangan desain visual modul ajar harus sederhana, menarik, dan mudah dipahami agar mendukung kenyamanan siswa dalam belajar secara mandiri. Uji Coba Produk Pengujian produk modul ajar dengan metode KSME dilakukan dalam uji coba terbatas dan uji coba lapangan kepada subjek penelitian, yaitu siswa-siswi kelas 5 di SDK Santa Katarina. Surabaya. Uji Coba Terbatas Uji coba terbatas melibatkan 5 orang siswa-siswi kelas 5 di SDK Santa Katarina. Surabaya. Hasil rekapitulasi disajikan dalam tabel 3. Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Uji Coba Terbatas Aspek Nilai Persentase (%) Tampilan 88,33% Penyajian Materi 81,82% Manfaat 89,17% Rata-rata Total 86,44% Sumber: Hasil Penelitian dan Olah Data . Kategori Sangat Kuat Sangat Kuat Sangat Kuat Sangat Kuat Hasil analisis data berdasarkan uji coba terbatas dengan 5 orang subjek penelitian pada tabel 3, memperoleh skor rata rata 86,44% dengan kriteria AuSangat KuatAy. Analisis ini didasarkan pada tiga aspek, yaitu: aspek tampilan, aspek penyajian, dan aspek manfaat. Hasil penilaian yang tinggi ini juga tidak terlepas dari penerapan teori pengembangan desain modul ajar. Modul ajar dipahami sebagai media ajar yang dirancang untuk mendukung pembelajaran melalui penyajian materi secara terstruktur dan sistematis, sehingga memungkinkan siswa belajar secara mandiri (Majid, 2007:. Uji Coba Lapangan Uji coba lapangan melibatkan 23 orang siswa kelas 5 di SDK Santa Katarina. Surabaya. Hasil rekapitulasi data disajikan dalam tabel 4. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Tabel 4. Rekapitulasi Data Hasil Uji Coba Lapangan Aspek Nilai Persentase (%) Kategori Tampilan 87,32% Sangat Kuat Penyajian Materi 84,58% Sangat Kuat Manfaat 82,97% Sangat Kuat Rata-rata Total 84,96% Sangat Kuat Sumber: Hasil Penelitian dan Olah Data . Hasil analisis data berdasarkan uji coba lapangan dengan 23 orang subjek penelitian pada tabel 4, memperoleh respon dengan skor rata-rata 84,96% dengan kriteria AuSangat KuatAy. Analisis ini didasarkan pada tiga aspek penilaian, yaitu: yaitu: aspek tampilan, aspek penyajian, dan aspek manfaat. Diskusi Produk penelitian yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah modul ajar Pendidikan Agama Katolik dengan menggunakan metode Know Share Meet Express. Berdasarkan hasil pengumpulan data awal didapatkan kesimpulan bahwa diperlukan media ajar untuk menunjang model pembelajaran Pendidikan Agama Katolik interaktif dan layak digunakan untuk penyampaian materi ajar pada kelas 5 Sekolah Dasar. Media ajar memiliki peran penting dalam meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penggunaan media yang tepat dapat membangkitkan motivasi, merangsang kegiatan belajar, dan memberikan pengaruh psikologis (Febrita & Ulfah, 2019: . Pada dasarnya, modul ajar dalam penyusunannya harus terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu tujuan pembelajaran yang jelas, materi yang disusun secara sistematis dan mudah dipahami, serta assesmen pembelajaran yang membantu siswa untuk menguasai materi (Noviantari & Alrinda, 2022:. Bagian-bagian ini penting untuk menciptakan pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif. Dengan demikian, modul ajar tidak hanya menjadi panduan bagi guru, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami materi yang diajarkan secara mandiri tanpa harus bergantung pada guru sebagai penyampai materi ajar (Andita. , & Wijaya. , 2. Tahapan dalam penelitian ini meliputi validasi oleh ahli materi dan ahli media, serta uji coba terbatas dan uji coba Proses validasi dan pengembangan dilakukan dalam beberapa tahap untuk memastikan kualitas produk. Hasil validasi tahap pertama oleh ahli materi menunjukkan bahwa modul ajar dalam kategori AuLayakAy, dengan aspek penggunaan metode Know Share Meet Express memperoleh nilai rerata tertinggi . Namun, aspek penyajian . dan penggunaan bahasa . masih perlu perbaikan untuk meningkatkan keefektifan modul sebagai media belajar mandiri. Hasil validasi tahap pertama oleh Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 ahli media juga menunjukkan kategori AuLayakAy dengan rerata skor 3,17, terutama pada aspek ukuran modul . , namun desain sampul . dan isi . masih memerlukan perbaikan. Berdasarkan masukan dari tahap validasi pertama, dilakukan perbaikan modul ajar. Hasil validasi tahap kedua menunjukkan peningkatan signifikan. Ahli materi memberikan rerata skor 3,87 . ari 3,21 sebelumny. , dengan aspek penggunaan metode KSME mencapai 3,90, menunjukkan bahwa modul AuSangat LayakAy digunakan. Penyusunan materi dalam urutan yang logis, penggunaan ilustrasi, gambar, atau contoh yang relevan dapat membantu siswa dalam memahami materi yang lebih kompleks (Susanti, 2017:. Ahli media pada tahap kedua juga memberikan rerata skor 3,83 . ari 3,17 sebelumny. , dengan peningkatan signifikan pada desain sampul . dan desain isi . , sehingga modul dinilai AuSangat LayakAy dari segi kegrafikan. Hal ini menunjukkan bahwa pembuatan modul memenuhi salah satu standar yakni harus memiliki penyusunan kualitas materi ajar yang mendalam dan sesuai dengan tingkat pendidikan yang dituju sehingga desain visual yang digunakan harus mendukung penyampaian materi ajar (Famulaqih & Lukman, 20224:. Selanjutnya, dilakukan uji coba produk. Hasil uji coba terbatas (Small Group Testin. memperoleh rerata skor 86,44% dalam kategori AuSangat KuatAy, dengan penilaian tinggi pada aspek manfaat . ,17%). Uji coba lapangan (Main Field Testin. terhadap respon siswa memperoleh rerata skor 84,96% dalam kategori AuSangat KuatAy, dengan penilaian positif pada aspek tampilan . ,32%), penyajian materi . ,58%), dan manfaat . ,97%). Hal ini sejalan dengan ditegaskan oleh Pardede & Pardede . , perencanaan tujuan pembelajaran menjadi dasar dalam setiap bagian modul ajar. Modul Pendidikakan Agama Katolik dengan metode Know Share Meet Express juga menerapkan teori pembelajaran sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura . , di mana teori ini menyoroti interaksi antara faktor lingkungan dan kognitif dalam memengaruhi pembelajaran dan perilaku manusia (Manik dkk, 2022:. Pembelajaran di dalam modul ajar sangat memungkinkan para siswa untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada akhirnya siswa memberikan respon yang sangat kuat terhadap penilaian modul ini. Berdasarkan penilaian yang telah diperoleh melalui proses validasi oleh ahli materi, ahli media, uji coba terbatas, dan uji coba lapangan, didapat hasil bahwa modul ajar Pendidikan Agama Katolik berbasis metode KSME yang dikembangkan dinyatakan AuSangat BaikAy untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan modul ajar Pendidikan Agama Katolik dengan metode Know. Share. Meet. Express di SDK Santa Katarina Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 Surabaya, dapat disimpulkan bahwa proses pengembangan produk dilakukan melalui model penelitian dan pengembangan ADDIE, yang meliputi lima tahap: Analysis. Design. Development. Implementation, dan Evaluation. Pertama, pada tahap analisis, dilakukan identifikasi terhadap permasalahan dan kebutuhan yang ada di sekolah. Hasil analisis menunjukkan perlunya metode pengajaran yang lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kedua, pada tahap desain, modul ajar dirancang sesuai dengan standar dan kualitas pembelajaran yang berlaku, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta didik agar materi dapat diterima dengan baik. Ketiga, tahap pengembangan dilakukan dengan mendesain produk menggunakan aplikasi Canva. Dalam proses ini diperhatikan aspek tata tulis, pewarnaan, dan tampilan yang menarik sesuai karakteristik siswa. Tahap ini juga melibatkan revisi berdasarkan masukan dari para validator agar produk semakin sempurna. Keempat, tahap implementasi dilakukan pada kelompok siswa dalam skala terbatas dengan tingkat kemampuan akademik tinggi, sedang, dan rendah. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah produk yang dikembangkan sudah memenuhi standar dan kualitas yang diharapkan. Kelima, tahap evaluasi dilakukan melalui uji coba pada siswa kelas V SDK Santa Katarina untuk menilai efektivitas dan kelayakan modul ajar yang telah dikembangkan. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa penilaian dari ahli materi I memperoleh rerata skor 3,21 dan ahli materi II memperoleh rerata skor 3,87, keduanya termasuk dalam kategori sangat baik. Penilaian dari ahli media I memperoleh rerata skor 3,17, sedangkan ahli media II memperoleh rerata skor 3,82, juga termasuk dalam kategori sangat baik. Uji coba terbatas dengan sebagian kecil siswa menunjukkan korelasi sebesar 8,44% dengan kriteria sangat kuat. Sementara itu, hasil uji coba lapangan saat modul digunakan dalam proses pembelajaran mencapai 85,96% dengan kriteria sangat kuat. Berdasarkan hasil validasi para ahli dan uji coba lapangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul ajar Pendidikan Agama Katolik dengan metode Know. Share. Meet. Express dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Saran Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik, seringkali terdapat kesenjangan antara tuntutan kurikulum yang menekankan pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif dengan realitas pelaksanaannya di lapangan. Untuk menjawab kesenjangan tersebut, guru Pendidikan Agama Katolik memanfaatkan modul ajar berbasis metode Know Share Meet Express (KSME). Modul ini tidak hanya membantu siswa memahami ajaran iman secara kognitif . , tetapi juga mendorong mereka untuk berbagi pengalaman . , bertemu dan berinteraksi dengan sesama dalam semangat nilai-nilai Kristiani . , serta mengekspresikan Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK) Vol. No. Oktober 2025 Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK). Vol. 25 No. Oktober 2025 https://doi. org/10. 34150/jpak. p-ISSN: 2085-0743 e-ISSN: 2655-7665 iman secara autentik dalam kehidupan sehari-hari . Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penerapan metode Know Share Meet Express secara lebih luas pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan untuk menguji efektivitas modul ajar berbasis metode KSME ini dalam melihat dampaknya terhadap perkembangan iman siswa-siswi Katolik. DAFTAR PUSTAKA