p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan di SMP Negeri 44 Palembang Nabila Regita1. Febriyanti2. Zulkipli3 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. UIN Raden Fatah Palembang Correspondence Author: Nabila Regita, nabilaregita12345@gmail. Palembang. Indonesia DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Adapun Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 44 Palembang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan kepala sekolah, wakil sarana dan prasarana, staff tata usaha, dan guru. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan Sedangkan pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 44 Palembang berjalan dengan baik dan sudah terlaksananya perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 44 Palembang memperhatikan indikator dari perencanaan pengadaan sarana dan prasarana yaitu menetapkan target atau tujuan, merumuskan keadaan saat ini, mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, dan mengembangkan rencana. Adapun faktor pendukungnya yaitu sumber daya manusia, serta lingkungan. Adapun faktor penghambatnya yaitu keterbatasan dana jika dana tidak mencukupi untuk memenuhi pengadaan sarana dan prasarana. Kata Kunci: Perencanaan. Pengadaan. Sarana dan Prasarana Abstrack This thesis is entitled "Planning for the Procurement of Educational Facilities and Infrastructure at SMP Negeri 44 Palembang". This research aims to analyze the factors that influence planning for the procurement of educational facilities and infrastructure at SMP Negeri 44 Palembang. In this research, researchers used qualitative research, using a qualitative descriptive approach, data sources from primary and secondary data. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation with informants from school principals, facilities and infrastructure representatives, administrative staff, and teachers. The techniques used in data analysis are data reduction, data presentation, verification, and drawing conclusions. While checking the validity of the researcher's data using source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. The results of the research show that the planning for the procurement of educational facilities and infrastructure at SMP Negeri 44 Palembang is going well and the planning for the procurement of educational facilities and infrastructure at SMP Negeri 44 Palembang has been carried out paying attention to indicators from the planning for the procurement of facilities and infrastructure, namely setting targets or goals, formulating the current situation. , identify all facilities and constraints, and develop a plan. The supporting factors are human resources and the environment. The inhibiting factor is limited funds if funds are not sufficient to meet the procurement of facilities and infrastructure. Keywords: Planning. Procurement. Facilities and Infrastructure Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 PENDAHULUAN Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang harus dijalankan oleh sebuah organisasi, di samping fungsi lainnya yaitu pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Perencanaan dinilai sebagai salah satu fungsi manajemen yang penting dan mempunyai keterkaitan yang erat dengan setiap fungsi manajemen lainnya. Hal ini mengingat bahwa perencanaan memuat segala sesuatu yang bersifat menyeluruh sebagai pedoman untuk melaksanakan semua aktivitas organisasi. Perencanaan pun seringkali dikatakan sebagai fungsi manajemen yang utama karena menjai dasar bagi semua fungsi manajemen lainnya. Pengadaan merupakan serangkaian kegiatan menyediakan jenis sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kebutuhan sarana dan prasarana berkaitan dengan jenis, spesifikasi, jumlah, waktu, tempat, harga serta sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Pengadan dilakukan sebagai realisasi perencanaan yang telah dilakukan sebelumnya. Tujuan untuk menunjang proses pendidikan agar berjalan efektif dan efisien sesuai tujuan yang di inginkan. Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai tujuan, prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya proses . saha, bangunan, proye. Sarana lebih ditujukan untuk benda-benda bergerak seperti buku, perpustakaan computer dan mesin-mesin, sedangkan prasarana lebih ditujukan untuk bendabenda yang tidak bergerak seperti Gedung. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan kegiatan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan agar berjalan dengan lancar. Sarana adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dalam proses belajar-mengajar, seperti kelas, meja, kursi serta media pengajaran sedangkan prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidkan atau pengajaran, seperti halaman, kebun, taman sekolah, lapangan olahraga, komponen tersebut merupakan sarana pendidikan. Pengadaan sarana dan prasarana dilaksanakan seiring dengan tuntutan perkembangan teknologi dan informasi. Sarana dan prasarana disekolah harus sesuai dengan perkembangan agar dapat menjadi fasilitas pembelajaran yang melancarkan kegiatan pembelajaran. Peserta didik diharapkan mendapatkan fasilitas yang baik sehingga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk merangsang kreativitas dan keaktifan peserta didik. Sarana dan prsarana mendukung kegiatan pembelajaran baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengadaan sarana dan prasarana berarti mengadakan fasilitas yang ada dilingkungan sekolah sehingga dapat bermanfaat secara maksimal. Sekolah memiliki kewenangan untuk melakukan pengadaan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 sarana dan prasarana, dengan tetap memperhatikan regulasi yang diberlakukan oleh pemerintah. Tenanga pendidik dan kepala sekolah berperan penting dalam memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada disekolah. Berdasarkan hasil observasi awal peneliti memperoleh informasi tentang perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 44 Palembang sudah dilaksanakan setiap kenaikan kelas, karena biasanya setelah pemakaian sarana dan prasarana setiap satu tahun sekali harus dilakukan pengecekan sampai pergantian sarana dan prasarana. Sekolah tersebut dapat dikatakan sebagai sekolah yang cukup memadai sarana dan prasarananya. SMP Negeri 44 Palembang dalam standarisasi sudah dikatakan memenuhi standar karena sekolah ini sudah mempunyai sarana dan juga prasaran yang cukup memadai mulai dari sarana yang memadai seperti kursi, meja, papan tulis dan lainnya dan prasarana perpustakaan, uks, dan lainnya namun ada beberapa belum memadai misalnya dimushola tidak tersedianya mic untuk mengumandangkan azan, mimbar, dan juga ada kipas yang tidak berfungsi. Dari latar belakang masalah diatas sehingga penulis ingin meneliti lebih lanjut untuk mengetahui dan mendalami seperti apa perencanaan pengadaan yang efisien disuatu sekolah dengan judul penelitian yang diambil yaitu: AuPerencanaan Pengadaan Saran dan Prasarana Pendidikan di SMP Negeri 44 PalembangAy. METODE Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif artinya prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang (Lexy J. Moleong, 2. Maka dari itu, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif guna mendeskripsikan penataan kearsipan di Kantor Camat Kecamatan Belitang OKU Timur. (Lexy Moleong, 2. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif karena itu dalam penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif dapat menggambarkan sejumlah permasalahan yang berkenaan dengan suatu Lembaga tersebut. ( Annur, 2. agar bisa mengetahui perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 44 Palembang. Informan penelitian adalah orang yang menjadi sumber data dalam penelitian kualitatif untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam penelitian. (Nur Sayidah, 2. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah. Metode atau teknik pengumpulan data dapat Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 melalui wawancara . , angket, observasi, dan gabungan dari ketiganya. (Ardianto. Sedangkan Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. (Umrati dan Hengky, 2. Keabsahan data yaitu menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. (Hardani, 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 44 Palembang, ditemukan permasalahan yang berkaitan dengan teori yang telah dijelaskan, bahwa perencanaan pengadaan sarana dan prasarana mempunyai permasalahan dalam kurangnya beberapa sarana yang ada di sekolah semisal di mushola seperti microphone, mimbar, dan kipas angin. Berdasarkan submasalah yang dihasilkan, peneliti akan mendeskripsikan permasalahan berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan di SMP Negeri 44 Palembang. Menetapkan Target dan Tujuan Perencanaan itu pada dasarnya suatu proses dan cara berpikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan, yang menggambarkan bahwa setiap perencanaan dimulai dengan menetapkan target dan tujuan yang akan dicapai. (Wahyu, 2. Menetapkan target dan tujuan ialah sebuah rancangan rencana individu atau kelompok untuk mendapatkan hasil yang efektif. Menetapkan target dan tujuan tentunya harus terlebih dahulu mengetahui sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan. Yang ditargetkan dalam perencanaan ini adalah memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana dan langkah-langkah dalam pengadaan seperti pembelian, penyewaan, peminjaman, penerimaan hibah atau Seperti penambahan kursi, meja, ruang kelas maupun laboratorium. Jadi, dengan adanya target dan tujuan, kebutuhan sarana dan prasarana akan terpenuhi sesuai dengan tingkat kebutuhan sekolah. Perencanaan itu pada dasarnya suatu proses dan cara berpikir yang dapat membantu menetapkan hasil yang diharapkan, yang menggambarkan bahwa setiap perencanaan dimulai dengan menetapkan target dan tujuan yang akan dicapai. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam menetapkan target atau tujuan yang dilibatkan yaitu kepala sekolah, waka sapras, guru dan staff tata usaha dan juga mereka menetapkan target itu disekolah, target yang ditetapkan mengenai sarana dan prasarana yang kurang, rusak, atau belum ada baik itu pengadaannya dengan pembelian, buatan sendiri, penerimaan hibah atau bantuan atau juga Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 penyewaan dan barulah dilaksanakan rapat setiap awal semester tujuannya agar kita bisa melihat apa saja yang harus kita penuhi terlebih dahulu sesuai dengan tingkat kebutuhan sekolah seperti misalnya kebutuhan siswa diruang kelas dengan pembelian seperti kursi, meja dan atk. Merumuskan Keadaan saat ini Sebelum sebuah rencana dapat disusun, hal yang akan dilakukan adalah merumuskan keadaan saat ini, apa yang diperlukan sesuai dengan kondisi yang ada sasaransasaran apa yang hendak dicapai. Sasaran-sasaran tersebut dapat dirunut dari visi-misi yang dirumuskan oleh organisasi. (Hindun, 2. Dalam merumuskan keadaan saat ini kepala sekolah mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana berdasarkan fungsi dan kegunaan, tujuannya agar tidak terjadi pemborosan dana untuk penambahan barang yang tidak begitu Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada maka peneliti juga menyimpulkan bahwa dalam merumuskan keadaan saat ini yang melibatkan kepala sekolah, waka sapras, dan staff tata usaha. Kami bersama merumuskan keadaan saat ini disekolah setelah menetapkan target dan tujuan setelah menetaptakn target dan tujuan barulah kami merumuskan keadaan saat ini dengan melihat dan mengamati terlebih dahulu kekurangan yang ada dilingkungan sekolah, setelah dilihat dan diamati maka kami bersama menentukan kebutuhan mana yang memang mendesak dan harus dipenuhi agar dana yang dikeluarkan tidak berlebih. Contohnya kami bersama merumuskan keadaan saat ini dengan melihat kondisi jalan menuju ruang kelas siswa yang dimana jalan tersebut sudah sering rusak karena bangunan yang masih kayu yang sudah rapuh maka kami bersama merumuskan akan mengganti bangunan kayu tersebut menjadi bangunan batu dengan membeli bahan-bahan untuk memperbaiki jalan tersebut. Mengidentifikasi Segala Kemudahan dan Hambatan Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudhan dan juga hambatan perlu di identifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang dapat membantu oraganisasi mencapai tujuan atau mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan masalah kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi diwaktu mendatang adaah bagian esensi dari proses perencanaan. (Hindun, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada maka peneliti dapat menyimpulkan Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 bahwa setelah merumuskan keadaan saat ini selanjutnya adalah mengidentifiaksi segala kemudahan dan hambatan dimana kemudahannya terletak pada elemen sekolah dan hambatnnya adalah dana. Dalam mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan yang dilibatkan kepala sekolah, waka sapras, guru dan staff tata usaha. Disini pihak sekolah mempunyai dana bos akan tetapi dana bos tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sapras misalnya atk dan mereka juga mengecek rancangan anggaran biaya karena jika dana bos tidak mencukupi dan melihat dari rancangan anggaran biaya untuk misalnya pembangunan laboratorium dananya tidak mencukupi untuk memenuhi sapras maka cara mengatasi hambatan tersebut dengan mengajukan proposal kepemerintah atau dinas pendidikan dan jika sudah ada kami dapat menerima bantuan tersebut. Mengembangkan Rencana Kegiatan untuk pencapaian tujuan indikator perencanaan terakhir meliputi pengembangan berbagai alternatif kegiatan untuk mencapai tujuan penelitian penilaian alternatif-alternatif tersebut dan pemilihan . aling memuasaka. diantara berbagai alternatif yang ada. (Hindun 2. Kepala sekolah dan waka sapras menjadi koordinator utama dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana di SMP Negeri 44 Palembang, sebagai kepala sekolah dan berkoordinasi langsung dengan waka sapras didalam mengembangkan rencana pengadaan sarana dan prasarana dan dibantu oleh warga sekolah agar perencanaan pengadaan sarana dan prasarana berjalan dengan lancar. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan serta melihat dokumentasi yang ada maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam mengembangkan rencana yang melibatkan kepala sekolah, waka sapras, guru dan staff tata usaha mengenai mengembangkan rencana sudah berjalan baik karena terlaksananya pengembangahn rencana tersebut dan juga sebelum mengembangkan rencana telah melihat kondisi sarana apa yang akan dikembangkan atau belum ada atau rusak kemudian mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan dimana hambatannya adalah dana setelah dana sudah ada barulah mengembangkan rencana yaitu memenuhi kebutuhan sapras dan kami juga membeli bahan-bahan material untuk pembangunan podium upacara dan memperbaiki ruangan kepala sekolah sedang berjalan pembangunannya. Faktor Pendukung Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan di SMP Negeri 44 Palembang. Sumber daya manusia Manusia merupakan komponen penting dalam organisasi yang akan bergerak dan melakukan aktifitas untuk mencapai tujuan. Keberhasilan suatu organisasi ditentukan dari p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 kualitas orang-orang yang berada di dalamnya. SDM akan bekerja secara optimal jika organisasi dapat mendukung kemajuan karir mereka dengan melihat apa sebenarnya kompetensi mereka. Biasanya, pengembangan SDM berbasis kompetensi akan mempertinggi produktivitas karyawan sehingga kualitas kerja pun lebih tinggi pula dan berujung pada puasnya pelanggan dan organisasi akan diuntungkan. Sumber Daya Manusia dapat didefinisikan sebagai semua manusia yang terlibat di dalam suatu organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organisasi tersebut. (Sayuti, 2. Keberhasilan kepala sekolah dalam melakukan perencanaan pengadaan sumber daya agar dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan sekolah terutama dalam hal pengadaan sarana dan (Ibrahim, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa informan dan mengobservasi langsung dilapangan maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa kepala sekolah, pegawai, guru dan staff merupakan orang-orang yang cukup mempunyai peran penting dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana untuk tercapainya tujuan yang diinginkan, karena kalau hanya mengandalkan dana sekolah saja pasti tidak bisa menutupi segala kebutuhan sapras yang dibutuhkan sekolah melainkan harus mengajukan proposal kepemerintah atau dinas pendidikan. Lingkungan Lingkungan sekolah yaitu lingkungan sosial . uru & tenaga kependidikan, temanteman sekolah & budaya sekola. dan lingkungan non sosial . urikulum, program dan sarana prasaran. dalam lembaga pendidikan formal yang memberikan dukungan terhadap pembentukan jiwa kewirausahaan dan pengembangan potensi kewirausahaan peserta didik. Lingkungan sekolah yang nyaman, aman dan kelengkapan sarana dan prasarana yang tersedia merupakan faktor pendukung dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana, misalnya tersedianya lahan atau tanah yang cukup luas ditengah-tengah atau sekitar sekolah dan lokasi sekolah yang berada ditengah-tengah pemukiman warga sehingga mudah dijangkau peserta didik. Berdasarkan menyimpulkan bahwa lingkungan yang sudah ada yaitu salah satunya sudah tersedianya lahan atau tanah yang cukup luas adalah salah satu faktor pendukung perencanaan pengadaan sarana dan prasarana dengan adanya lahan atau tanah yang cukup luas ini akan lebih mempermudah sekolah dalam pengadaan sarana dan prasarana khususnya untuk pembangunan laboratorium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 Faktor Penghambat Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan di SMP Negeri 44 Palembang Dana Dalam merencanakan pengadaan sarana dan prasarana tentu harus melihat dana yang dimiliki sekolah terlebih dahulu, dengan minimnya dana yang dimiliki maka pemenuhan kebutuhan sekolah akan terhambat sehingga membuat proses pengadaan sarana dan prasarana terhambat dan mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Sebagian besar dana bos dan dana dari pemerintah untuk sekolah Negeri memang pasti ada tetapi dana yang didapat tidak bisa sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan sekolah khususnya pembangunan fisik sekolah. Berdasarkan hasil wawancara, observasi, peneliti menyimpulkan bahwa dalam faktor penghambat perencanaan pengadaan sarana dan prasarana adalah anggaran dana yang tidak sepenuhnya tidak bisa memenuhi kebutuhan sekolah khususnya untuk pembangunan fisik sekolah seperti laboratorium. Untuk meminimalisir itu semua sekolah harus mengajukan proposal kepemerintah, dan dinas pendidikan SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di SMP Negeri 44 Palembang peneliti menyimpulkan bahwa perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dengan menggunakan empat indikator yaitu menetapkan target atau tujuan, merumuskan keadaan saat ini, mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan, dan proses mengembangkan rencana: Menetapkan target atau tujuan dalam melakukan perencanaan pengadaan sarana dan prasarana yang dilakukan kepala sekolah, waka sapras, guu dam staff tata usaha adalah dengan menyelenggarakan rapat diawal semester dan yang mereka tetapkan mengenai kebutuhan sarana dan prasarana dengan melihat kondisi sapras itu sendiri, merumuskan keadaan saat ini yang dilakukan oleh kepala sekolah dan melibatkan waka sapras, guru dan staff tata usaha mereka merumuskan dengan melihat dan mengamati dulu kekurangan dan harus tepat sasaran dan juga dana yang dirumuskan contohnya jalan menuju ruang kelas yang tadinya kayu diubah menjadi bangunan batu, mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan saat perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sudah kepala sekolah berkoordinasi serta menjalin hubungan komunikasi dengan waka sapras, guru dan staff tata usaha yang ada disekolah seperti rapat membahas masalah dana dengan melihat rancangan anggaran biaya jika tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sapras yang ada dalam perencanaan pengadan cara mengatasi hambatan dengan mengajukan proposal kepada Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 pemerintah atau dinas pendidikan setelah disetujui barulah pihak sekolah menerima bantuan dan proses mengembangkan rencana yang dibuat oleh kepala sekolah dan berkoordinasi dengan waka sarana prasarana, guru dan staff tata usaha sudah berjalan yakni dengan terjalinnya komunikasi yang baik dan meminimalisir hambatan yang terjadi saat proses pengadaan sarana dan prasarana berlangsung dengan pembelian bahan-bahan material untuk membangun podium upacara dan juga memperbaiki ruangan kepala sekolah. Faktor pendukung perencanaan pengadaan sarana dan prasarana di SMP Negeri 44 Palembang yaitu sumber daya manusia telah memberi dukungan besar dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sehingga proses perencanaan akan berjalan dengan baik, dana yang menunjang kebutuhan sekolah dan lingkungan sekolah yang telah mempunyai lahan yang cukup luas untuk memenuhi sarana dan prasarana yang belum terpenuhi sehingga tidak mengeluarkan biaya yang begitu besar, sedangkan faktor penghambatnya yaitu dana yang dimiliki sekolah ada namun belum mampu untuk mmenuhi perawatan, perbaikan, serta pemenuhan kebutuhan siswa dalam skala yang besar, hal ini membutuhkan dana yang besar dan kas yang dimiliki sekolah kurang sehingga membutuhkan bantuan dana dari pemerintah pusat, dinas pendidikan, agar semuanya bisa terpenuhi. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . September 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 87-96 REFERENSI Annur. Saipul. Metodologi Penelitian Pendidikan (Analisis Data Kuantitatif dan Kualitati. Palembang: Noer Fikri Offset. Lexy J. Moleong. Metedologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdaka Karya Sayidah. Nur. Metodologi Penelitian Disertai Dengan Contoh penerapannya dalam Zifatama Jawara. Umrati. Analisis Data Kualitatif Teori Konsep Dalam Penelitian Pendidikan. Sekolah Tinggi Teknologi Jaffray Hardani, dkk. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu,