Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Subsektor Transportasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tiara Masri Dwiriski Setiawati1. Wangsit Supeno2 Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: 163190365@bsi. id, 2wangsit. wss@bsi. Diterima 14-09-2024 Direvisi 14-10-2024 Disetujui 17-10-2024 Abstrak Ae Transportasi merupakan proses mengangkut produk maupun orang satu lokasi ke lokasi lain melalui mesin dan kendaraan yang digerakkan oleh manusia. Sebagai bagian dari rantai distribusi barang dan penumpang yang berkembang setiap tahun, sektor transportasi memainkan peran penting dalam berbagai doman seperti politik, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan terutama dalam sektor ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas (ROA) terhadap Harga Saham. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari delapan perusahaan subsektor transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang sudah memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian pada periode 2020-2023. Metode penelitian yang ada dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian terhadap data berupa fakta keuangan Perusahaan yang diperoleh berdasarkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi. Berdasarkan Uji Regresi Berganda dan hasil Uji t didapatkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham, berdasarkan hasil uji t dan Uji Regresi Berganda, bahwa variabel ROA tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham. Ukuran Perusahaan dan ROA secara simultan berdampak positif dan signifikan pada Harga Saham. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan. Profitabilitas (ROA). Harga Saham Abstract Ae Transportation is the process of transporting products and people from one location to another through machines and vehicles driven by humans. As part of the distribution chain of goods and passengers that grows every year, the transportation sector plays an important role in various domains such as politics, socioculture, defense and security, especially in the economic sector. This study aims to examine the effect of Company Size and Profitability (ROA) on Stock Price. The sample in this study consisted of eight transportation subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange that had met the criteria as research samples in the 2020-2023 period. The research method in thisresearch is descriptive research with a quantitative approach. Research on data in the form of Company financial facts obtained based on secondary data, namely data obtained in finished form. Based on the Multiple Regression Test and the results of the t test, it is found that the Company Sizevariable has a significant positive effect on stock prices, based on the results of the t test and Multiple Regression Test, that the ROA variable does not have a positive and significant effect on Stock Prices. Company Size and ROA simultaneously have a positive and significant impact on Stock Prices. Keywords: Company Size. Profitability (ROA). Stock Price. PENDAHULUAN Angkutan yaitu prosedur mengangkut produk maupun orang satu lokasi ke lokasi lain melalui mesin dan kendaraan yang digerakkan oleh manusia. Sebagai bagian dari rantai distribusi barang dan penumpang yang semakin berkembang setiap tahun, sektor transportasi memainkan peran penting dalam berbagai domain seperti politik, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan terutama dalam sektor Peraturan perundang-undangan membagi industry transportasi menjadi tiga subsector yaitu darat, laut dan udara. Mengingat bahwa Indonesia adalah negara kepulauan, transportasi menjadi lebih mudah dan efisien karena dapat mengangkut barang dari lokasi ke lokasi lain. lalu, transportasi sangat penting bagi kehidupan manusia karena membuat perjalanan lebih mudah. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Harga SahamA (Tiara. Wangsi. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Dengan mengingat betapa pentingnya sektor transportasi bagi perekonomian nasional, investor pasti akan tertarik untuk berinvestasi dalam perusahaan transportasi. Selain itu, pemerintah indonesia saat ini sangat agresif dalam membangun Pentingnya ROA bagi perusahaan karena digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi keuntungan berlandaskan jumlah aset yang Operasional perusahaan pada dasarnya merupakan aktivitas yang mengoptimalkan penggunaan total aset yang meliputi aset lancar dan aset tetap dalam rangka mendapatkan laba sebesar-besarnya. Dengan efektifnya operasional perusahaan dalam menggunakan aset yang dimiliki akan mendorong terjadinya peningkat laba bersih, hal ini ditunjukkan dengan ROA yang terus mengalami pertambahan rasionya setiap Pentingnya ukuran entitas usaha bagi industri ialah berkaitan dengan kinerja suatu perusahaan untuk mengatasi tantangan yang berkaitan dengan ekonomi Semakin baik perusahaan memperoleh laba maka perusahaan semakin mengalami kemajuan. Sesuai dengan Callahan menyatakan bahwa AuKinerja keuangan adalah output entitas diukur dengan nilai uang dan biasanya didokumentasikan dalam laporan keuangan perusahaan. Penghasilan dan keuntungan adalah cara untuk mengukur kinerja keuangan suatu organisasiAy (Rahayu, 2. Menurut Sutrisno mengatakan bahwa AuKinerja keuangan adalah output yang diperoleh suatu entitas selama satu periode menunjukkan seberapa baik perusahaan tersebutAy(Makkulau, 2. Dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan adalah studi tentang seberapa baik suatu industri menggunakan aturan penerapan keuangan dengan benar. Menurut Munawir menjelaskan bahwa Auhasil proses perhitungan akuntansi yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi ataupun melakukan bisnis dengan pihak yang bersangkutanAy (Meliani et al. Entitas usaha dikategorikan unggul maupun kecil berkaitan total asset, nilai pasar saham atau ukuran log dikenal sebagai ukuran perusahaan. Perusahaan termasuk dalam kategori besar, menengah dan kecil berdasarkan total asetnya (Rahmatiah. Munawir mendefinisikan Aukapabilitas suatu bisnis untuk menghasilkan laba inti jangka waktu khusus dikenal sebagai profitabilitas. Untuk mengetahui keuntungan suatu bisnis dapat memperbandingkan jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu waktu dengan total modal Artinya, kesuksesan dan kapabilitas suatu entitas menggunakan aktivanya secara produktif adalah dua cara yang dapat digunakan untuk mengukur rentabilitasnyaAy (Tyas & Almurni. Menurut Tandelilin mendefinisikan bahwa AuRasio Profitabilitas juga dikenal sebagai Return On Assets (ROA) membuktikan jumlah asset mampu menghasilkan keuntungan bagi suatu perusahaan. Return On Assets (ROA) menentukan bagaimana manajemen memperoleh manfaat yang lebih baik dari asset yang dimilikinya, hasil laba bersih yang lebih unggul bila menghasilkan dari semua dana yang ditanam secara keseluruhanAy (Ekawati. Suryani & Yuniati, 2. Menurut Jogiyanto mendefinisikan bahwa Auharga saham di pasar keuangan ialah nilai saham di pasar bursa pada jangka ditetapkan peran pasar yang disepakati untuk penawaran dan permintaan saham. Nilai saham ditentukan oleh harganya. Pemilik saham akan menerima baik dividen maupun keuntungan kapital bagi keuntungan modal (Tyas & Almurni. Nilai akhir saham entititas usaha pada waktu tertentu, yang disebut closing price, akan diubah memakai logaritma natural . untuk menghitung perubahan harga saham (Prasetyo & Nani, 2. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Penelitian Penelitian yang disusun ini memakai sumber populasi yaitu Ukuran perusahaan. Profitabilitas (ROA) dan Harga Saham pada Bursa Edek Indonesia. Sampel adalah bagi total untuk memilih saat dilakukan Penelitian ini menggunakan sampel data Ukuran Perusahaan. Profitabilitas (ROA) dan Harga Saham pada Bursa Efek Indonesia. Penulis menggunakan delapan laporan publikasi keuangan entitas usaha subsektor pengangkutan yang tercantum di Bursa Efek Indonesi pada tahun 2020 - 2023. Sampel data yang dipakai pada kajian ilmiah ini menggunakan sebanyak 32 data. Definisi Operasionalisasi variabel Variabel Independen Variabel independen disebut juga dengan variabel bebas dan dapat dilambangkan dengan Pada penelitian ini variabel independen yaitu ukuran perusahaan dan profitabilitas (ROA). Variabel Dependen Variabel dependen disebut juga dengan variabel terikat dan dapat dilambangkan dengan Y. Penelitian ini variabel dependen nya yaitu harga Teknik Pengumpulan Data Dalam melakukan pengujian data kajian yang menggunakan laporan fimansial, seperti laporan keuangan dalam bentuk neraca yang memuat informasi mengenai jumlah aktiva dan pasiva, dan juga berupa laporan keuangan laba rugi yang menggambarkan jumlah penghasilan, beban pokok dan beban administrasi serta jumlah laba atau rugi selama satu periode. Data yang dikumpulkan dalam membahasan penelitian berdasarkan sumber sekunder sebab tidak langsung Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Harga SahamA (Tiara. Wangsi. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia diperoleh dari perusahaan yang diteliti. Data yang diperoleh secara sekunder berasal dari literatur referensi berupa buku yang terkait, artikel ilmiah penelitian yang relevan dan internet yang berhubungan dengan pengumpulan data laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui website Bursa Efek Indonesia. Uji hipotesis yang dilakukan untuk menjawab permasalahan terkait dengan pengaruh variabel X1. X2 dan Y dengan melakukan analisan dan pembahasan atas hasil dari pengujian hipotesis. Dalam hal pengujian adanya pengaruh atau tidak adanya pengaruh secara parsial dari variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y, pengujiannya menggunakan Uji hipotesis t. Sedangkan untuk menguji pengaruh variabel X. X2 terhadap variabel Y secara bersama atau simultan digunakan cara uji F. Teknik Analisis Data Analisa penggunaan data dalam penelitian merupakan suatu aktivitas yang berkaitan dengan transformasi data dari suatu penelitian yang menjadi langkah baru agar mudah dimengerti guna membuat HASIL DAN PEMBAHASAN suatu kesimpulan. Teknik yang digunakan dalam analisis suatu data yang dilakukan pada penelitian ini. Data Penelitian menggunakan dua cara yaitu: Penulis di kajian memakai sumber data Uji Asumsi Klasik sekunder terdiri dari informasi laporan finansial serta Dalam melakukan kajian ini, pengujian hipotesis laba rugi delapan entitas usaha Subsektor Transportasi klasik dipakai untuk mengevaluasi kelayakan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak penggunakan model regresi dan variabel periode 2020 - 2023. independen untuk mengamati nilai pola residu. Uji Statistik Deskriptif Analisis Regresi Linier Berganda Tujuan dari pemeriksaan ini guna menetapkan Salah satu tujuan menggunakan analisis statistik apakah terdapat kaitan diantara variabel deskriptif ialah untuk meningkatkan pemahaman dependen bersama sekumpulan variabel tentang variabel yang sedang dipelajari. Secara umum. Untuk itu digunakan contoh statistik deskriptif menunjukkan gambaran tentang penelitian regresi linier berganda. Regresi linier hasil mean, standar deviasi, maksimim dan minimum menunjukkan arah dan seberapa besar pengaruh untuk membantu pembaca memahami variabel suatu variabel dependen berkaitan variabel penelitian dengan praktis. hasil analisis statistik deskriptif ialah antara lain: Uji Hipotesis Tabel 1. Deskriptif Statistik Minimum Maximum Mean Std. Deviation Firm Size ROA Harga Saham Valid N . Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 Menurut tabel 1, variabel independent ukuran Perusahaan yang dihitung dengan rasio logaritma natural digunakan selama periode penelitian yaitu dari tahun 2020 hingga 2023, mempunyai standar 21717, nilai rata-rata 13. 8928, nilai 31 dan nilai maksimum 15. Ada kemungkinan bahwa rata-rata Ukuran Perusahaan adalah sebesar 1389. ROA dapat dihitung menggunakan rasio laba bersih dengan jumlah asset, memiliki nilai minimum 140. 13 dan nilai maksimum 2652. 52, standar deviasi 89039, nilai mean sebesar 123. Harga saham memiliki nilai terendah 63. 00 dan nilai tertinggi 3320. 00, denganstandar deviasi 45975 dan hasil rata-rata besarnya 571. Uji Normalitas Uji normalitas dikerjakan memakai analisis regresi grafik, juga dikenal sebagai plot normal P-P. Untuk mengetahuinya dengan melihat bagaimana informasi tersebar di sumber diagonal P-P grafik Residual terdistribusi normal tersebar mengelilingi garis dan diikuti oleh garis diagonal. Uji normalitas yang dilakukan dengan PP-Plots sebagai Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Harga SahamA (Tiara. Wangsi. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Dengan memperhatikan pada gambar 1 Grafik normal P-P Plot of Regression, dapat diberikan uraian bahwa garis yang berbentuk diagonal dalam grafik tersebut diatas memberikan suatu gambaran yang ideal dari data yang diteliti dengan mengikuti bentuk distribusi yang normal. Hal ini disebabkan karena posisi dari titik-titik gambar yang berada di sekitar garis sesuai keadaan dari data yang dilakukan Gambar 1 di atas memberikan petunjuk bahwa kebanyakan dari gambar titik-titik posisinya berdekatan dengan garis dan bahkan cenderung menempel pada bagian garis tersebut, sehingga bisa diambil kesimpulan bahwa data mengikuti ketentuan distribusi yang normal. Adapun langkah lain yang dapat ditempuh untuk melakukan uji normalitas dapat memakai cara uji Kolmogorov-Smirnov Test, di mana hasilnya dapat dilihat sebagai berikut: Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 Gambar 1. Grafik Normal P-P Plot Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 Berlandaskan output uji normalitas yang dilaksanakan menggunakan SPSS 26, ditunjukkan dalam Tabel 2 di atas, kita tahu bahwa output dari uji normalitas memakai pengujian Kolmogrov-Smirnov membuktikan ukurannya hasil Asymp. Sig besarnya 0,081, mampu dinyatakan kalau data yang diteliti dengan nilai residual memiliki distribusi normal dengan nilai signifikansi memungkinkan lebih tinggi dari 0,05 atau . ,081 > 0,. Dengan demikian data yang digunakan dalam penelitian ini terbebas dari masalah normalitas sehingga bisa dilakukan uji statistik lebih mengacu pada ketentuan yaitu: Dinyatakan tidak terkena indikasi multikolineritas bila numerik tolerance melebihi 0,1 dan VIF < 10. Bila tolerance tidak mencapai 0,1 dan VIF > 10 dinyatakan mengalami tanda multikolineritas. Hasil uji multikolinearitas yang dilakukan berdasarkan data keuangan publikasi perusahaan yang tersedia dengan memakai SPSS 26 diperoleh ditampilkan pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Uji Multikoleniaritas Tujuan dari pengujian multikolineritas adalah Coefficientsa untuk mengetahui benarkah semua variabel bebas yang Tolerance VIF Model diteliti memiliki hubungan linear yang sempurna atau hampir sempurna di model regresi. Terdapat hubungan (Constan. antara variabel yang diteliti yaitu variabel independen Firm Size ukuran perusahaan dan ROA dengan variabel dependen ROA harga saham yang seharusnya tidak ditemukan model dalam regresi yang kondisinya baik. Berdasarkan pada Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 Factor Variation Inflation (VIF) yang dihasilkan dari Hasil uji multikoleniaritas dengan SPSS 26 pengujian statistik dapat digunakan untuk mengevaluasi di atas membuktikan bahwa variabel ada atau tidaknya gejala multikolinearitas dengan Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Harga SahamA (Tiara. Wangsi. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Firm Size dan ROA mempunyai hasil tolerance sebesar 0,924 yang lebih unggul dari ketentuan yaitu 0,10 dan variabel VIF memiliki nilai rasio Firm Size dan ROA sebesar 1,082 yang lebih rendah dari ketentuan diangka 10. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dipakai kajian tidak terjadi gejala multikoleniaritas pada variabel Firm Size. Dengan terbebasnya data yang diteliti dari mutikoleniaritas maka dapat diteruskan dengan melakukan uji statistik berikutnya. Pengujian ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengetahui apakah ditemukan ketidaksamaan dalam hal variance dan juga residual berdasarkan pada suatu aktivitas pengamatan terhadap data keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia dilanjutkan pada pengamatan lainnya. Suatu model dalam regresi dapat diketahui apakah model terdapat gejala heterokedastisitas atau tidak ditunjukkan dengan hasil pengujian, untuk itu pengujiannya menggunakan metode glejser yang tersaji pada tabel Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Firm Size ROA Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: ABS Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 Melihat pada hasil dari pengujian secara heteroskedastisitas dengan memperhatikan pada Coefficient Firm Size dengan sig 0,19 > 0,05 dan ROA coefficient dengan sig 0,759 > 0,05 membuktikan bahwa informasi yang digunakan kajian ini tidak terjadinya heterokedastisitas di dalam model secara regresi yang digunakan. Uji Autokorelasi Pengujian ini dilakukan guna menemukan apakah ada hubungan antara suatu kesalahan pada periode t dan kesalahan pada periode t-1 dalam model Untuk mengetahui ada tidaknya autokorelasi pada model suatu regresi maka dapat dilakukan dengan memakai uji Durbin-Watson (DW). Penilaian hasil pengujian DW tidak terjadi autokorelasi jika nilai dU < d < 4 Ae dU. Berikut ini adalah tabel hasil uji Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Model Model Summaryb Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 Berlandaskan pada tabel diatas. Di mana Uji Regresi Linier Berganda diketahui nilai n = 32, k= 2 oleh karena itu. Model regresi linier menggunakan lebih dari persamaan uji autokorelasi adalah du < d < 4-dl satu predictor ataupun variabel bebas disebut regresi adalah 1,574 < 2,348 < 2,691. Jika nilai d berada linier berganda. Hasil perhitungan regresi linier antara hasil du . atas ata. dan hasil dl . atas bawa. , berganda berikut diperoleh dari data penelitian untuk maka dari itu, dikatakan bahwa model regresi variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X1. yang dilakukan kajian tidak terjadi autokorelasi. Jadi, dikumpulkan dan diproses dengan aplikasi SPSS. model regresi yang dipakai kajian layak untuk diuji pada analisis berikutnya. Tabel 6. Uji Analisis Regresi Linear Berganda Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Harga SahamA (Tiara. Wangsi. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Firm Size ROA Dependent Variable: Harga Saham Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 Kesimpulan dari model persamaan regresi linear berganda sesuai hasil uji statistik yang telah dilakukan berdasarkan tabel hasil uji tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: Y = -4860. Dimana: Nilai konstanta () sebesar -4860. menunjukkan bahwa harga saham sebesar 4860,730. Koefisien regresi Firm Size (X. dicapai 562, yang menunjukkan bahwa koefisien 1 adalah positif. Koefisien tersebut menunjukkan bahwa dengan asumsi variabel pengaruh lainnya dianggap konstan, harga saham akan sebesar -4860,730 dinaikkan sebesar 1 satuan. Koefisien b2, yang menunjukkan bahwa ada tanda positif pada koefisien regresi ROA sebesar 0,052. koefisien ini membuktikan bahwa dengan asumsi variabel lain yang mempengaruhi tetap, harga saham akan meningkat sebesar jika ROA dinaikkan sebesar 1 satuan. Uji T Dampak variabel independent masing-masing terhadap variabel dependen secara sebagian diukur menggunakan uji t (Parsia. Hasil uji t yang telah dilakukan dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 7. Uji T (Uji Parsia. Coefficientsa Model (Constan. Firm Size ROA Sig. Setelah pengolahan hasil dengan program SPSS 26, dengan sampel 32 dan dua variabel independent menggunakan taraf nyata 5%, maka t tabel adalah (/2 . n-k- . = . ,025. 32 Ae 2 Ae . = . ,025 Ae . = 2,045. Hasil yang diproses menggunakan program SPSS dapat dirangkum antara lain, berdasarkan tabel hasil pengujian parsial (Uji . di atas: Pengaruh Rasio Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Sesuai hasil pengujian hipotesis statistik yang telah dilakukan sesuai tabel 7, menunjukkan bahwa variabel independen X1 yaitu ukuran perusahaan angka t hitungnya yang positif dan lebih sebesar dari angka pada t tabel. Sedangkan hasil uji didasarkan pada nilai sig, sesuai tabel menunjukkan nilai sig kurang dari 0,05. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel independen yang diteliti yaitu ukuran perusahaan memiliki dampak terhadap variabel dependen yaitu harga Dari uji hipotesis tersebut juga dapat ditarik kesimpulan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, artinya bahwa secara parsial variabel independen Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap variabel dependen Harga Saham. Pengaruh Rasio ROA Terhadap Harga saham Berdasarkan pada kolom t hitung pada uji t terhadap variabel independen X2 yaitu ROA nilainya lebih besar dari nilai pada t tabel. Sedangkan untuk signifikansi angkanya lebih besar dari angka 0,05 sehingga kesimpulan yang dapat ditarik adalah H0 dinyatakan diterima dan H2 ditolak. Hal ini memiliki arti bahwa variabel independen ROA tidak mempunyai dampak terhadap variabel dependen Harga Saham. Uji F Pengujian hipotesis dengan memakai Uji F (Simulta. diperlukan dalam menentukan apakah dari Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 semua variabel independen yang dipakai untuk bersama-sama Dengan membandingkan nilai Sig, uji t (Parsia. mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel ini dapat menggunakan statistik uji t. nilai t hitung Berdasarkan pada hasil dari uji F dapat dengan alfa 0,05 dan nilai t hitung dalam tabel. Tabel 8. Uji F (Uji Simulta. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Harga SahamA (Tiara. Wangsi. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia ANOVAa Model Regression Sum of Squares Residual Total Dependent Variable: Harga Saham Predictors: (Constan. ROA. Firm Size Mean Square Sig. Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 Kriteria Keputusan Uji F dapat dijelaskan sebagai berikut: Apabila hasil Sig. < 0,05 atau F hitung > F tabel, maka variabel independent mempengaruhi variabel dependen secara simultan. Apabila hasil Sig. > 0,05 atau F hitung < F tabel, karena itu variabel independent tidak berdampak secara bersamaan pada variabel dependen. Menggunakan sampel sebanyak 32, variabel independen 2 dan dengan taraf nyata 5%, diperoleh F tabel sebesar . = . = . = 3. Dari tabel uji yang telah dilakukan di atas menunjukkan bahwa didasarkan nilai dari Adjusted R Square 0,473 atau 47,3%, variabel independen yang diteliti yaitu ukuran Perusahaan (X. dan ROA (X. mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen yaitu harga saham (Y). Sedangkan sisanya sebesar 52,7% dijelaskan oleh variabel lainnya diluar dari penelitian yang dilakukan ini. KESIMPULAN Berlandaskan uraian penjelasan diatas penulis membuat simpulan antara lain: Pengujian hipotesis statistik dengan melakukan uji t membuktikan bahwa terdapat dampak secara Menurut tabel hasil uji F, didapat dengan parsial yang signifikan pada variabel inpenden hitungan sebesar 14. 448 dan nilai signifikansi adalah berupa Ukuran Perusahaan terhadap variabel 000 dan nilai F hitung sebesar 14. 448 > dari dependen berupa Harga Saham. nilai F tabel sebesar 3. Dengan begitu, dapat Pengujian hipotesis secara statistik dengan disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan dan ROA melakukan uji t membuktikan bahwa pada berpengaruh simultan terhadap harga saham secara variabel independen yang digunakan yaitu ROA Oleh karena itu. H3 diterima yang hasilnya ternyata tidak memiliki dampak secara menyatakan bahwa Ukuran Perusahaan dan ROA parsial terhadap variabel dependen harga saham. berpengaruh simultan dan signifikan pada Harga Pengujian hipotesis statistik yang dilakukan untuk Saham. mengetahui dampak dari variabel yang termasuk independen secara serentak terhadap variabel Koefisien Determinasi yang tergolong dependen dengan melakukan uji F. Tujuan uji ini adalah untuk menunjukkan ditemukan bahwa variabel independen berupa bagaimana variabel independen menjelaskan besaran Ukuran Perusahaan yang menggunakan log pada proporsi variasi dari variabel dependen. Tabel berikut total assets dan Rasio ROA secara serentak menunjukkan hasil uji Koefisien Adjusted R Square. memiliki dampak yang signifikan terhadap Hasil dari uji koefisien determinasi berupa persentase variabel dependen berupa harga saham. yang angkanya berada dikisaran antara 0% sampai Para investor dapat mempertimbangkan faktor yang tertinggi 100%. Model suatu regresi untuk ukuran perusahaan jika menginginkan investasi menguraikan variasi dari variabel dependen dinilai saham yang ditanamkan dalam bentuk saham semakin baik jika angka koefisien determinasi dapat memberikan keuntungan. Hal ini didasarkan mendekati angka 100%. Hasil pengujian dapat dilihat adanya hasil uji dampak yang kuat antara variabel pada tabel sebagai berikut: ukuran perusahaan terhadap harga saham. Terjadinya gap dari hasil penelitian ini dengan Tabel 9. Uji Koefisien Determinasi penelitian terdahulu bisa saja terjadi disebabkan Adjusted R Std. Error karena kondisi perkembangan kinerja keuangan sektor perusahaan yang diteliti terimbas kondisi Model R Square Square of the Estimate pandemi Covid-19 di mana banyak perusahaan sejenis memiliki kondisi kinerja keuangan yang Sumber: Output SPSS yang diolah, 2024 Dari hasil uji hipotesis yang dilakukan, peneliti Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Harga SahamA (Tiara. Wangsi. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia independen selain ROA jika menggunakan objek perusahaan di sektor transportasi dan periode yang sama di mana terjadi pandemi Covid-19 sehingga secara parsial maupun serentak memiliki dampak yang signifikan terhadap harga saham dan memiliki korelasi yang yang kuat. REFERENSI