Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 23-29 ISSN Online 2798-3706 DORONG PELAKU UMKM MAJU DENGAN PELATIHAN PEMBUKUAN KEUANGAN DI DESA CENDANA KEC. BANJARNEGARA KAB. BANJARNEGARA Ghonimah Zumroatun Ainiyah, 2Dyah Supriatin Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tamansiswa Banjarnegara Universitas Perwira Purbalingga Penulis Korespondensi : Ghonimah Zumroatun Ainiyah . wsb@gmail. ABSTRAK Pelaku usaha kecil di Desa Cendana. Kec. Banjarnegara. Kab. Banjarnegara masih menganggap remeh pembukuan serta tidak adanya pemisahan antara harta usahanya. Sebagian besar masyarakat yang berada di Desa Cendana merupakan pelaku UMKM, diantaranya adalah UMKM sale pisang madu. UMKM combro kering. UMKM Tempe Kedelai. UMKM Olahan Tempe Kedelai dan UMKM olahan Tujuan dari kegiatan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada pelatihan pembukuan keuangan sderhana bagi pelaku UMKM adalah mampu membuat pembukuan sendiri agar sistematis dan tertib dalam melakukan pencatatan keuangan sehingga terukur pemasukan, pengeluaran serta keutungan yang diperoleh serta mengetahui perkembangan usahanya. Berdasarkan ilustrasi di atas, pelaku UMKM membutuhkan pemahaman dan praktik tentang pentingnya pencatatan/pembukuan laporan keuangan sederhana untuk UMKM yang dapat mendukung kegiatan bisnis sehingga usaha bisnisnya mereka dapat lebih berkembang di masa yang akan datang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan usahanya melalui pembukuan/pencatatan sederhana yang mudah diaplikasikan sehingga meningkatkan motivasi dalam Kata Kunci : pembukuan sederhana. usaha kecil menengah. PENDAHULUAN egiatan ekonomi merupakan suatu aktivitas yang dalam turut membangun perekonomian masyarakat dalam suatu negara. Pada bagian ini pengembangan serta keberlanjutan dalam kegiatan suatu usaha memang terkadang perlu ada cara khusus yang harus dilakukan dan serta dengan pengaplikasian nilai-nilai usaha sebagaimana mestinya. Dengan menggunakan metode-metode yang bisa memberikan suatu efek tersendiri secara positif untuk suatu kegiatan usaha atau proses operasionalisai yang tengah dijalankan oleh seseorang atau pun kelompok usaha, instansi Pendidikan maupun lembaga pemerintahan dalam menjalankan operasionalnya. Perekonomian masyarakat merupakan sistem ekonomi yang berdasar pada kelebihan ekonomi masyarakat, di mana ekonomi masyarakat adalah ekonomi atau usaha yang sebagian kegiatan banyak dilakukan oleh masyarakat dengan cara mengelola sumber daya yang tersedia yang dapat diusahakan. Dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan mensejahterakan perekonomian dalam mencapai adanya kepuasan dan kemudahan. Maka, menciptakan masyarakat yang produktif serta kesejahteraan dalam kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mengetahui sampai mana kemajuan usaha yang pencatatan/pembukuan laporan keuangan. Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 23-29 ISSN Online 2798-3706 Saat ini banyak dari berbagai kalangan lebih memilih untuk meristis usaha sendiri. Istilah yang mewakili usaha mereka adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Adapun karakter dari UMKM adalah sebuah rinstisan usaha, dan proses bisnis mampu menggunakan dana/modal usaha seminimal mungkin untuk menjalankan bisnis mereka. UMKM berkonstribusi signifikan mengurangi pengangguran di Indonesia. Melihat peran penting tersebut, maka dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak untuk mengembangkan dan mewujudkan UMKM yang maju, mandiri dan modern. Salah satu contoh UMKM yang sering kita temui, seperti penjual kelontong yang mendirikan usaha di rumah atau pedagang di pasar tradisional, pengusaha makanan ringan di rumah . ome industr. Bisnis sekecil apapun membutuhkan perhatian khusus atas pengelolaan keuangan, baik itu proses akuntansi maupun pembukuannya. Pembukuan dalam dunia usaha mikro . menengah membutuhkan pembukuan sederhana, dimana ini hanyalah bagian kecil dari praktek akuntansi yang sebenarnta, yaitu pencatatan aliran uang kas yang didalamnya terdapat proses penerimaan/pendapatan pengeluaran baik secara tunai maupun kredit. Pembukuan pada dasarnya adalah perekaman atau pencatatan semua informasi mengenai transaksi dan kegiatan keuangan dari pebisnis tentang proses akuntansi mereka. Hasil dari proses akuntansi berupa pelaporan keuangan atau pelaporan akuntansi sebagai bentuk informasi keuanfan kepada pihakpihak yang membutuhkan. Menurut Undang-Undang No. 28 Tahun 2007, pembukuan keuangan sederhana diartikan sebagai suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur Pencatatan keuangan ini meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa. Kemudian bisa ditutup dengan menyusun laporan keungan berupa neraca dan laporan laba rugi pada periode tersebut. Bagi perusahaan besar membuat pembukuan merupakan hal yang mudah karena mereka sudah memiliki akuntan yang sudah berpengalaman yang mereka jadikan karyawan khusus untuk mengerjakan pembukuan itu sangat sulit dan rumit, sehingga mereka jarang membuat pembukuan sederhana ini. Banyak pengusaha baru jarang memvbuat pembukuan sederhana karena mereka lebih focus terhadap penjualan dan kualitas produk merupakan hal yang baik karena masih dalam proses pengenalan produk di pasar dan mencari keuntungan. Pelaporan keuangan menjadi salah satu masalah yang seringkali terabaikan oleh para pelaku bisnis Usaha Mikro, khususnya berkaitan dengan penerapan kaidah- kaidah pelaporan keuangan dan akuntansi yang benar. Masalah ini biasanya timbul dikarenakan pengetahuan dan informasi pelaku Usaha Mikro mengenai akuntansi sangat terbatas, latar belakang pendidikan para pelaku Usaha Mikro juga mempengaruhi pengetahuan para pelaku Usaha Mikro. Risnaningsih . menyatakan bahwa UMKM menghadapi berbagai kendala atau permasalahan yang disebabkan oleh . rendahnya pendidikan . kurangnya pemahaman teknologi informasi, dan . kendala penyusunan laporan keuangan. Pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting bagi kemajuan perusahaan. Pengelolaan keuangan dapat dilakukan melalui akuntansi. Akuntansi merupakan proses sistematis untuk menghasilkan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk pengambilan jiwa keputusan bagi Sepanjang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih menggunakan uang sebagai alat tukarnya, akuntansi sangat dibutuhkan oleh UMKM. Beberapa pelaku UMKM mengatakan bahwa tanpa akuntansi pun perusahaan tetap berjalan lancar dan selalu memperoleh laba. Masih kurangnya kesadaran pelaku UMKM di Desa Cendana dalam membuat pembukuan laporan keuangan menjadi masalah karena Pelaku UMKM di Desa Cendana masih belum dapat membedakan antara kebutuhan pribadi dengan kebutuhan usaha Pelaku UMKM di Desa Cendana. Oleh sebab itu, kami berinisiatif untuk mengadakan pelatihan pembuatan laporan keuangan bagi pelaku usaha di Desa Cendana supaya UMKM di Desa Cendana dapat lebih maju. Tujuan masyarakat ini yaitu meningkatkan kemampuan dalam bidang akuntansi dan untuk memberikan penguatan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah, terkait peningkatan kemampuan dalam menyajikan laporan keuangan . inancial reportin. yang akuntabel. Adapun sasaran yang ingin dicapai pada pengabdian ini adalah timbulnya keinginan dan kesadaran para pengusaha kecil mencegah tentang pentingnya . erutama pembukuan ka. bagi usaha bisnis mereka. Pelatihan pembukuan laporan keuangan yang kami lakukan sangat memberikan manfaat bagi peserta kegiatan yaitu pelaku UMKM di Desa Cendana dapat memahami arti pentingnya laporan Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 23-29 ISSN Online 2798-3706 keuangan UMKM bagi usahanya, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dan menumbuhkan kesadaran bahwa mencatat keluar masuknya uang harus tertib dengan mencatat transaksi setiap harinya. Dengan pelatihan ini diharapkan pelaku UMKM dapat membuat dan menyusun laporan keuangan guna mengetahui arus kas keluar dan masuk. Perhatian terhadap pedagang kecil atau pengusaha mikro tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Komunitas Akuntansi Internasional atau International Accounting Standards Board (LASB) juga memberikan perhatian berupa langkah awal pembentukan SAK ETAP yang merupakan betuk adopsi dari IFRS for SMEs dengan beberapa modifikasi yang diperlukan agar dapat lebih mudah untuk dilaksanakan dan dipraktikan oleh entitas UKM di Indonesia. Dewan standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI telah mengesahkan Exposure Draft Standar Akuntansi Entitas Mikro. Kecil dan Menengah (ED SAK EMKM) menjadi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil dan Menengah (SAK EMKM). Hal ini menadji bukti besarnya perhatian IAI untuk seluruh pelaku ekonomi, terutama EMKM. SAK EMKM ini sengaja dibuat sederhana agar menjadi Standar Akuntans Keuangan yang mudah dipahami oleh sekitar 57,9 juta pelaku UMKM, serta bantu UMKM raih status bankable. SAK EMKM secara efektif diberlakukan mulai 1 Januari 2018. Sebagian besar pelaku usaha tersebut tidak melakukan pencatatan keuangan dan masih kurang memahami akuntansi dan pelaporan keuangan serta urgensi penggunaannya. Oleh karena itu, dinilai perlu untuk membekali mereka dengan pengetahuan tentang akuntansi dan pelaporan. Kalaupun ada pencatatan yang selama ini mereka lakukan, pembukuan UMKM selama ini umumnya sangat sederhana hanya mencatat pengeluaran dan pemasukan yang mengabaikan kaidah administrasi keuangan yang standar. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengusaha kecil menengah untuk pembukuan sederhana . erutama pembukuan ka. Adapun sasaran yang ingin dicapai pada Pengabdian ini adalah timbulnya keinginan dan kesadaran para pengusaha kecil menengah tentang pentingnya melakukan pembukuan sederhana . eruma pembukuan ka. bagi usaha bisnis mereka. Berdasarkan hasil survey di Desa Cendana sebelum kegiatan dilaksanakan bahwasanya banyak pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya masih banyak mengalami kesulitan manajemen keuangan dikarenakan belum adanya keasadaran pelaku usaha untuk melakukan pencatatan keuangan. Menurut Kusnandar dan Rosyadi . di Indonesia masih banyak pedagang buta terhadap pentingnya pembukuan keuangan dalam kegiatan usaha. Solusi menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada mitra dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi dam pelatihan mengenai pembukuan sederhana untuk mengenai perencanaan, pengelolaan dan pencatatan Dalam kenyataannya pelaku usaha belum mengetahui atau memahami manfaat dari laporan laba Mereka menganggap bahwa pembukuan itu merupakan hal yang rumit dan menyusahkan. Sehingga menyebabkan arus kas masuk dan kas keluar tidak terkontrol yang menyebabkan kerugian. Dari latar belakang di atas, terlihat bahwa pelaku usaha memerlukan adanya pendampingan terkait dengan pembukuan sederhana. Sehingga diperlukan arahan, bimbingan dan penyuluhan mengenai hal tersebut agar mitra usaha benar-benar memahami dan menerapkan system akuntansi pembukuan sederhana tersebut. METODE Detail permasalahan yang muncul dari hasil observasi lapangan diketahui bahwa Desa Cendana Kecamatan Banjarnegara Sebagian besar pelaku usaha mikro/usaha rumahan/usaha kecil umumnya tidak melakukan pencatatan atas transaksi usahanya, serta belum memisahkan antara harta probadidengan harta usahanya, sehingga pelaku usaha tidak dapat melakukan monitoring terhadap arus keuangan usaha. Alasan mereka tidak melakukan pencatatan atas transaksi keuangan disebabkan oleh kesibukan mengurusi usahanya . ikelola sendirian, belum mampu mengangkat karyawa. , masih menganggap remeh pembukuan . arena belum tahu pentingnya pembukua. , atau karena tidak tahu bagaimana cara melakukan pembukuan. Berdasarkan permasalahan yang sering muncul, maka salah satu solusi yang dapat diberikan adalah memberdayakan usaha kecil dan mikro (UMKM) di Desa Cendana dengan memberikan pelatihan pembukuan keuangan Langkah-langkah digambarkan dalam bagan berikut ini. Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 23-29 ISSN Online 2798-3706 Gambar 1. Langkah Pelaksanaan KegiatanLangkah Pertama (Observasi/Pengamata. Pada Langkah awal observasi/pengamatan serta persiapan dan wawancara secara langsung dengan beberapa pelaku usaha kecil dan mikro serta dengan perangkat desa setempat. Hal ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum masyarakat setempat dan untuk mengetahui permasalahan inti yang terdapat pada pelaku UMKM. Pelaksanaan Kegiatan Pada pelaksanaan dilakukan penjelasan materi sederhana mengenai pentingnya pencatatan sederhana terkait dengan usaha yang dijalankan pelaku usaha, dilanjutkan dengan memberikan pelatihan pembukuan keuangan sederhana yang dapat diaplikasikan oleh pelaku usaha kecil dan Evaluasi/Monitoring Pada tahap ini dilakukan evaluasi/monitoring pelaksanaan kegiatan dengan cara peserta tim datang ke lokasi usaha para peserta pelatihan, untuk melihat sejauh mana hasil pencatatan Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian terhadap masyarakat ini menggunakan 2 metode yaitu:paparan dan praktik. Objek dalam kegiatan ini adalah pelaku UMKM yang meliputi UMKM sale pisang madu. UMKM combro kering. UMKM Tempe Kedelai. UMKM Olahan Tempe Kedelai dan UMKM olahan durian yang berada di Desa Cendana Kecamatan Banjarnegara. Tahapan dalam kegiatan ini adalah meliputi: tahap persiapan, tahap survei terhadap pelakuUMKM, dalam tahap ini dilakukan berbagai macam persiapan seperti menjalin komunikasi terhadap para pelaku UMKM, mengidentifikasi masalah yang ada dan membuat rencana pemecahan masalah . roblem solvin. Tahap pelaksanaan meliputi pendampingan dan pembinaan untuk mitra terpilih dan memberikan solusi untuk setiap permasalahan yang ditindak lanjuti meliputi permasalahan dalam bidang pembukuan, dan lain-lain. Permasalahan ini didasari oleh pengetahuan tentang pencatatan/pembukuan laporan keuangan. Tahapan ini juga terdiri dari sosialisasi arti penting pembukuan laporan keuangan UMKM dan Sambutan oleh Kepala Desa Cendana. Pemaparan materi yang dilakukan Pendampingan dan mentoring selama Pendampingan pelatihan. Evaluasi dan Motivasi Hasil Tahap Evaluasi dan Penutup. HASIL Pengabdian kepada masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam aktivitas yang dijalankan. Secaraumum, pengabdian kepada masyarakat ini dirancang oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tamansiswa Banjarnegara untuk memberikan kontribusi nyata bagimasyarakat, khususnya dalam mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Indonesia melalui UMKM. Program Pengabdian Masyarakat UMKM di Desa Cendana Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara memiliki output diantaranya: Pelaku UMKM di Desa Cendana lebih memahami tentang pentingnya pembukuan laporan keuangan untuk usahamereka. Program Pengabdian Masyarakat UMKM di Desa Cendana Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara memiliki output diantaranya: Pelaku UMKM memahami dasar-dasar pembukuan untuk pelaku UMKM. Pelaku UMKM dapat membuat pembukuan Pelaku UMKM dapat mengetahui biaya produksi sehingga mengetahui keuntungan dari usaha tersebut agar lebih mudah mengatur strategi dalam pengembangan usaha Kegiatan yang dilaksanakan meliputi seminar tentang arti penting pembukuan laporan keuangan agar dapat mengontrol pemasukan dan pengeluaran keuangan UMKM. Kegiatan pelatihan Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 23-29 ISSN Online 2798-3706 pendampingan bertemakan pengembangan UMKM melalui pembukuan laporan keuangan UMKM. Berdasarkan rencana yang telah dijadwalkan dengan pihak Desa Cendana Tim Pengabdian kepada masyarakat dapat melaksanakan pelatihan mengenai pembukuan/pencatatan laporan keuangan UMKM dilaksanakan pada: Hari : Selasa Tanggal : 14 November 2023. Pukul : 09. 00 WIB Tempat : Balai Desa Cendana Adapun materi yang disampaikan adalah sebagai berikut: Motivasi memisahkan keuangan pribadi dengan usaha agar pelaku usaha mudah menganalisus hasil . Metode pencatatan, mulai dari laporan arus kas yang menjelaskan informasi tentang aktivitas bisnis usaha misalnya penjualan, beban dan laba atau rugi. laporan perubahan modal yang berfungsi menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva/kekayaan selama periode bersangkutan. neraca yang berfungsi menjelaskan nilai asset, kewajiban dan modal usaha pada suatu tanggal tertentu . Latihan soal praktek pembukuan sederhana. Selain itu, kegiatan pelatihan ini terjadi dua arah dengan adanya sesi diskusi. Para pelaku usaha di Desa Cendana Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara yang hadir di pelatihan pembukuan keuangan sederhana ini sebanyak 25 orang. Berikut data kehadiran para pelaku usaha di Desa Cendana berdasarkan jenis kelamin. Tabel 1. Peserta Berdasarkan Jenis Kelamin Jumlah Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Banyaknya 4 Orang 21 Orang 25 Orang Para peserta yang hadir diminta mengisi terlebih dahulu daftar yang telah disediakan, kemudian membagikan masing-masing fotokopi materi yang akan diberikan kepada pelaku usaha UMKM terdiri atas: Pembukuan keuangan sederhana Penyusunan laporan keuangan Susunan acara pelaksanaan kegiatan pengabdian kepadamasyarakat sebagai berikut: Tabel 2. Susunan Acara Pelatihan Pukul Acara Registrasi peserta Pembukaan Sambutan Kepala Desa Pemaparan pembukuan sederhana Tanya Jawab Pelatihan pembukuan Penutup Penanggungjawab Panitia Panitia Dosen Dosen Dosen Panitia Tahapan- tahapan dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat sebagai berikut: Pengarahan yang dilakukan oleh Pihak Desa Awal kegiatan peserta di Desa Cendana Kecamatan Banjarnegara diberikan motivasi Kepala Desa Cendana (Bapak Tusr. Perencanaan dan motivasi oleh dosen STIE Tamansiswa selaku pihak yang melakukan Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, peserta fokus dan menerima materi yang disampaikan, sehingga dapat memahami materi yang disampaikan dan dapat memahami serta mengaplikasikan ke usaha para pelaku UMKM. Pemaparan materi oleh Narasumber Mengapa perlu adanya pelatihan tentang pembukuan/pencatatan UMKM? Karena sebagian besar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus dapat mengontrol usahanya. Materi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disampaikan oleh Ibu Ghonimah Zumroatun Ainiyah. Si. (Dosen tetap STIE Tamansiswa Banjarnegar. Pembukuan/Pencatatan Laporan Keuangan Sederhana UMKM, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Selama pemaparan penerimaan dan pengeluaran kas dengan mengisi langsung pada catatan yang dibagikan dan banyak peserta juga mengajukan pertanyaan, dan terdapat beberapa peserta pula yang berminat untuk belajar lebih lanjut mengenai cara menyusun laporan keuangan. Menurut salah satu peserta pelatihan dengan adanya pencatatan keuangan dan pembukuan sederhana ini mereka menjadi paham tentang pentingnya mencatat aktivitas pengeluaran dan pemasukan kas. Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 23-29 ISSN Online 2798-3706 menganalisis transaksi yang terjadi dalam kegiatan usaha, letepatan dalam pencatatan, kemampuan dalam perhitungan laba/rugi usaha. dan mengerti cara perhitungan biaya produksi serta pendapatan atas penjualan produksi. Selain itu, dengan adanya pembukuan sederhana ini mereka juga dapat mengontrol keuangan dan mengetahui perkembangan bisnis dari waktu ke Gambar 2. Pemberian materi pembukuan keuangan Pelaksanaan Sehingga dengan dibuatnya laporan keuangan pada masing-masing UMKM diharapkan para pelaku UMKM dapat lebih mengontrol arus keuangan di usahanya. Hasil pengabdian ini sejalan dengan temuan bahwa pelatihan dapat meningkatkan pemahaman peserta. Gambar 3. Praktik Pembukuan keuangan Secara khusus hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: Pelaku usaha kecil lebih termotivasi dan pembukuan/pencatatan laporan keuangan Pelatihan Pembukuan/pencatatan laporan keuangan UMKM dilaksakan satu hari dengan menghadirkan 25 Pelaku UMKM di Desa Cendana. Pelatihan dilakukan mulai dari menyiapkan materi pelatihan dalam bentuk powerpoint (PPT). LCD, layar proyektor, serta alat dan bahan seperti bolpoint, kertas kerja, contoh format laporan keuangan. Setelah seluruh alat dan bahan sudah siap maka langkah selanjutnya melakukan pelatihan pembukuan atau pencatatan laporan keuangan. Pelatihan yang dilakukan dibantu oleh beberapa mahasiswa yang dapat mendampingi peserta pada saat menyusun laporan keuangan. Dengan metode ini pelatihan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembukuan/pencatatan menyatakan kegiatan pelatihan ini sangat perlu Pesertamenyatakan kegiatan ini sangat pencatatan/pembukuan yang ternyata tidakrumit dan mudah. Peserta pelatihan . elaku usaha keci. menyatakan metode pemberian materi dengan pelatihan langsung sangat menarik dan perlu diadakan secara rutin. Pembukuan mudah dilakukan meskipun tidak memiliki pengetahuan tentang sistem akuntansi. Peserta kegiatan ini memberikan dampak positif untuk mengetahui pemasukan dan pengeluaran usaha serta memahami bahwa harta pribadi harus dipisahkan dari harta usaha, sehingga hasil dari usaha dapat diketahui dengan segera dan realistis serta pengendalian internal atas uang tunai dan harta perusahaan secara tidak langsung menjadi bagian dari pencatatan/pembukuan. Perwira Journal of Community Development Vol. 4 (No. 2024, 23-29 ISSN Online 2798-3706 pengabdian kepada masyarakat, terutama kepada Bapak Kepala Desa Cendana dan perangkatnya, para pelaku UMKM Desa Cendana dan mahasiswa STIE Tamansiswa Banjarnegara yang sangat antusias mendampingi pelaku UMKM selama pelatihan pembukuan keuangan. DAFTAR PUSTAKA Gambar 4. Sesi forto bersama dengan Para Pelaku UMKMDesa Cendana Sesi foto bersama ini dilakukan setelah kegiatanpelatihan dan diskusi dilakukan. KESIMPULAN Pembukuan merupakan pencatatan transaksi keuangan yang tidak lain adalah bagian dari system akuntansi. Pencatatan laporan keuangan yang sistematismemiliki manfaat mengenai posisi keuangan usaha pada suatu saat tertentu, serta dapat memberikan informasi keuangan mengenai hasil usaha dalam satu periode akuntansi. Dari hasil pelatihan dan pendampingan dalam pembukuan laporan keuangan dapat disimpulkan bahwaketerampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pembukuan laporan keuangan dapat menyadarkan bagi para pelaku UMKM betapa pentingnya pembukuan keuangan, yang dapat mengontrol manajemen keuangannya. Sehingga kedepannya pengelolaan keuangan UMKM di Desa Cendana Kec. Banjarnegara Kab. Banjarnegara berwirausaha yang baik melalui pencatatan keuangan sehingga memudahkannya didalam mengetahui perkembangan usahanya. UCAPAN TERIMA KASIH