ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 E-ISSN 2987-9175 | P-ISSN 2987-9183 Website: https://ejurnal-unisap. id/index. php/abdiunisap/index Email: ejurnal. abdiunisap@gmail. PELATIHAN PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN PADA UMKM KEDAI "DIMSUM BY NAJWA" DI PEKALONGAN Arif Hidayatullah1. Ibtisam Mezaluna2. Muhammad Rizqiyanto3. Arsen Adhita Sendi4. Hendri Hermawan Adinugraha5 UIN K. H Abdurrahman Wahid. Pekalongan,2,3,4,5 Email Korespondensi: arf78580@gmail. comuO Info Artikel Histori Artikel: Masuk: 10 Juni 2023 Diterima: 15 Juni 2023 Diterbitkan: 20 Juni 2023 Kata Kunci: Laporan Keuangan. UMKM. Pelatihan ABSTRAK Kedai "Dimsum By Najwa" merupakan salah satu pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menjalankan praktiknya pemilik dari kedai tersebut sering kali kesulitan dalam melakukan pencatatan. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk memberikan sosialisasi tentang pengetahuan dasar dalam pengelolaan keuangan serta memberikan pelatihan laporan keuangan pada pelaku usaha UMKM. Dalam pelaksanaannya tim pengabdian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) pada pelaku UMKM kedai "Dimsum by Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi untuk mengetahui kondisi internal usaha. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilaksanakan mengenai pelatihan ini memiliki dampak yang sangat besar bagi pedagang Dimsum tersebut. Pedagang mampu melakukan pencatatan keuangan yang lebih baik serta pedagang dapat menyusun laporan keuangan yang akurat. Kemampuannya dalam melacak pendapatan dan pengeluaran menjadi lebih baik, sehingga dia dapat mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan untuk mengurangi biaya dan juga mengenali peluang pertumbuhan yang dapat meningkatkan laba usahanya. Selain itu, pelatihan ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM untuk meningkatkan kegiatan bisnis mereka. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan usaha ekonomi produktif yang lahir sebagai salah satu kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Selain itu. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi penopang perekonomian masyarakat dan daerah (Indrawati & Rachmawati, 2. Sekarang ini banyak sekali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, dengan adanya Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk para pengangguran (Utami, 2. Pada kegiatan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) ini tidak terlepas dari aktivitas akuntansi. Pengelolaan Keuangan menjadi salah satu aspek penting bagi kemajuan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) (Harimurti & Astuti, 2. Dengan menggunakan laporan keuangan yang akurat dan relevan pelaku UMKM dapat mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan (Putra et al. , 2. Secara umum, khususnya dalam aspek finansial, hanya sedikit UMKM yang mengalami perkembangan dalam hal kinerja keuangannya. Hal ini tak lepas dari ketidaksadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pengelolaan keuangan usaha yang dilakukan-nya. UMKM didorong untuk melakukan dan penataan laporan keuangan yang baik. Pencatatan laporan keuangan merupakan aspek penting dalam suatu kegiatan usaha (Sulistyowati, 2. Dalam prakteknya laporan keuangan bersifat historis yang artinya laporan keuangan dibuat dan disusun dari data masa lalu (Emilda et al. , 2. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 E-ISSN 2987-9175 | P-ISSN 2987-9183 Website: https://ejurnal-unisap. id/index. php/abdiunisap/index Email: ejurnal. abdiunisap@gmail. Kedai "Dimsum by najwa" merupakan salah satu pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Jl. Raya Sidorejo. Desa Sidorejo. Kecamatan Tirto. Kabupaten Pekalongan. Dalam menjalankan usahanya pasti adanya aktivitas keuangan seperti pencatatan laporan keuangan. Pencatatan keuangan memungkinkan pedagang mengevaluasi kemampuan bisnis dan kemampuan merencanakan pengembangan bisnis sendiri. Akan tetapi dalam menjalankan praktiknya pemilik dari kedai tersebut sering kali kesulitan dalam melakukan pencatatan, khususnya pada pencatatan keuangan harian maupun pada akhir bulan. Tim pengabdian menyadari bahwa ada peluang yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyosialisasikan pengetahuan mengenai dasar-dasar laporan keuangan kepada pemilik kedai Dimsum by najwa. Laporan keuangan adalah hasil akhir dari serangkaian proses mencatat dan menggabungkan data transaksi bisnis. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi tentang harta, kewajiban, modal, pendapatan yang diperoleh, dan biaya yang dikeluarkan dalam periode tertentu. Dalam praktiknya, laporan keuangan mencerminkan data masa lalu, dan terdiri dari Neraca. Laporan Laba Rugi. Laporan Perubahan Modal. Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Laporan Laba Rugi memberikan informasi tentang kinerja usaha dalam periode tertentu. Laporan Arus Kas menggambarkan aliran masuk dan keluar kas. Laporan Perubahan Modal mencatat perubahan modal dalam periode tertentu, baik peningkatan maupun penurunan. Catatan atas Laporan Keuangan berisi informasi tambahan mengenai nilai-nilai dalam laporan keuangan. Dari berbagai jenis laporan keuangan tersebut, setidaknya penting bagi pelaku bisnis untuk memahami cara membuat laporan laba rugi dalam menjalankan usaha. Laporan laba rugi menjadi krusial karena memberikan informasi tentang apakah usaha tersebut menguntungkan atau tidak. Sayangnya, banyak pelaku usaha UMKM belum sepenuhnya menyadari pentingnya pembuatan laporan Banyak dari mereka yang lebih fokus pada kualitas produk dan penjualan, sehingga sering mengabaikan sistem pencatatan keuangan. Hal ini berdampak pada ketidakpastian mengenai harga pokok penjualan, laba usaha, dan faktor lainnya. Mereka bahkan tidak tahu dengan pasti apakah mereka menghasilkan keuntungan atau mengalami kerugian. Umumnya, laporan keuangan yang dimiliki oleh pelaku UMKM hanya berupa laporan pemasukan dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan, dan ini pun belum memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, mereka tidak memiliki sistem yang digunakan untuk mencatat transaksi mereka. Meskipun ada beberapa pelaku UMKM yang menggunakan mesin kasir untuk transaksi, sehingga memiliki catatan transaksi, namun bagi mereka yang masih menggunakan sistem manual, seringkali catatan transaksi harian tidak terlacak dengan baik. Pencatatan transaksi menjadi sangat penting karena proses pembuatan laporan keuangan dimulai dari pencatatan Berdasarkan hasil temuan yang dilakukan oleh tim pengabdian bahwa pemilik UMKM belum melakukan pemisahan antara uang pribadi dengan uang usaha, pemilik UMKM belum melakukan pencatatan laporan keuangan harian ataupun bulanan pada usahanya, dan pemilik UMKM kurang memahami dalam melakukan pencatatan keuangan. Oleh karena itu perlu adanya pendampingan pelatihan pencatatan keuangan pada pemilik UMKM, dikarenakan membuat dan memiliki laporan keuangan pada sektor UMKM sangatlah penting. Dengan laporan keuangan yang baik dan sesuai standar, pengusaha kecil menengah dapat mengontrol biaya operasional bisnis serta mengetahui laba rugi usaha. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk memberikan sosialisasi tentang pengetahuan dasar dalam pengelolaan keuangan serta memberikan pelatihan laporan keuangan pada pelaku usaha UMKM Dimsum by najwa. Dalam pengabdian ini pemilik usaha UMKM akan memperoleh manfaat dapat ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 mengetahui dalam memisahkan uang pribadi dan uang usaha, mengetahui pencatatan laporan keuangan yang sesuai standar sehingga diharapkan dalam menjalankan usahanya dapat menentukan keputusan strategis demi keberlanjutan usaha. Dengan penemuan diatas tim pengabdian menawarkan solusi dari permasalahan tersebut. Diantaranya pelatihan edukasi tentang penyusunan laporan keuangan yang sederhana dan mudah dipahami, melakukan pelatihan langsung kepada pemilik usaha UMKM dalam menyusun dan menganalisis laporan keuangan agar bisa menerapkan penyusunan laporan keuangan untuk keberlanjutan usahanya. METODE PELAKSANAAN Dalam pelaksanaannya tim pengabdian menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) pada pelaku UMKM kedai Dimsum by najwa. Pendekatan pendampingan dengan Participatory Action Research (PAR) adalah pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah, serta produksi ilmu pengetahuan (Afandi, 2. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh pemilik usaha UMKM kedai Dimsum by najwa dan kegiatan ini dilaksanakan di kedai miliknya yang berada di Kecamatan Tirto. Kabupaten Pekalongan. Dimana Pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang memperhatikan proses pembelajaran agar dapat meningkatkan keahlian yang bukan bagian dari sistem pendidikan, dengan jangka waktu yang relatif sedikit melalui penguatan praktik (Zalfanur et al. , 2. Metode ini digunakan karena diharapkan peserta pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan (Aini et al. , 2. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta dokumentasi untuk mengetahui kondisi internal usaha. Tim pengabdian memberikan pendampingan berupa pelatihan dalam pembuatan laporan keuangan serta memberikan pelatihan cara menganalisis keuangan pada pemilik UMKM. Dimana setelah memberikan sosialisasi untuk menggambarkan secara umum mengenai sistem laporan keuang keuangan selanjutnya memberikan pelatihan atau mempraktekkan bagaimana kerja sistem laporan keuangan (Silvita et al. , 2. Terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam menjalankan kegiatan pelatihan. Berikut tahapan yang dilakukan: Persiapan Sebelum melaksanakan kegiatan, tahap persiapan menjadi langkah awal yang harus dilakukan. Persiapan kegiatan dimulai dengan pembentukan tim yang terlibat, yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Prodi Akuntansi. Tim ini memiliki ketua yang bertugas mengidentifikasi masalah, menentukan solusi, dan membentuk anggota tim dengan keahlian yang relevan untuk kegiatan ini. Anggota tim berperan dalam membantu persiapan dan pelaksanaan kegiatan. Setelah tim terbentuk dan tugas-tugas ditentukan, langkah berikutnya adalah mengunjungi mitra di lokasi untuk memahami permasalahan yang dihadapi oleh mitra dan mencari solusi yang tepat. Selain itu, halhal lain yang perlu disiapkan meliputi perlengkapan, peralatan, dan materi yang diperlukan. Pelaksanaan Setelah menyelesaikan tahap persiapan, langkah berikutnya adalah menjalankan kegiatan tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara langsung di lokasi mitra, yaitu di tempat penjualan "Dimsum by Najwa" yang terletak di Kecamatan Tirto. Kabupaten Pekalongan. Jawa Tengah. Pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga jenis aktivitas, yakni pertama, penyampaian materi mengenai pengetahuan dasar terkait laporan keuangan. Kedua, memberikan pelatihan dalam pembuatan laporan keuangan untuk Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Dan ketiga, melakukan pendampingan pembuatan laporan keuangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Evaluasi Langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi kegiatan. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai apakah kegiatan pelatihan telah mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan pengetahuan tentang ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 laporan keuangan dasar dan memberikan keterampilan dalam pembuatan laporan keuangan yang HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan pembuatan laporan keuangan pada satu pedagang dimsum telah dilaksanakan dengan melibatkan seorang pedagang yang memiliki kedai dimsum yang bernama AuDimsum by NajwaAy yang berada di daerah Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Jawa Tengah. Meskipun hanya dilakukan kepada satu pedagang, pelatihan ini tetap memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pedagang dalam melakukan pencatatan keuangan dan menyusun laporan Pada kegiatan pertama, dimulai dengan memberikan penjelasan tentang laporan keuangan dasar, termasuk definisi laporan keuangan, jenis-jenis laporan keuangan, fungsi laporan keuangan, dan pentingnya laporan keuangan bagi pelaku usaha. Setelah penjelasan tersebut, dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dalam membuat laporan keuangan, yang dapat dilihat pada gambar 1 dan 2 di bawah ini. Gambar 1. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 Gambar 2. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan Pada gambar 1 dan 2 diatas merupakan dokumentansi kegiatan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan membuat laporan keuangan. Selama pelatihan, pedagang Dimsum tersebut memperoleh pemahaman mendalam tentang pentingnya memiliki laporan keuangan yang akurat dan terorganisir dengan baik dalam menjalankan usahanya. Dia belajar tentang komponen-komponen laporan keuangan, seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas, serta bagaimana menyusunnya dengan menggunakan prinsip-prinsip akuntansi yang benar. Pedagang tersebut juga diajarkan tentang pentingnya memisahkan uang pribadi dan uang usaha untuk menjaga transparansi dan integritas Pada pelaksanaan pelatihan dan pendampingan ini, fokus utamanya adalah pada penyusunan laporan keuangan neraca dan laba/rugi. Dalam pelatihan dan pendampingan tersebut, terdapat beberapa tahapan dalam penyusunan laporan keuangan, yaitu pencatatan, pengikhtisaran, dan pelaporan Penjelasan mengenai setiap tahapan dalam pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan adalah sebagai berikut: Tahap pencatatan Tahap ini melibatkan pencatatan semua transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahaan atau Peserta pelatihan akan diajarkan bagaimana mencatat secara rinci setiap penerimaan dan pengeluaran keuangan yang terjadi. Pencatatan dilakukan menggunakan metode akuntansi yang tepat, seperti menggunakan jurnal umum atau sistem pencatatan elektronik. Tujuannya adalah memastikan bahwa semua transaksi tercatat dengan akurat dan lengkap. Tahap pengikhtisaran Setelah data keuangan tercatat, langkah selanjutnya adalah mengikhtisarkan atau menggolongkan transaksi keuangan ke dalam kategori yang sesuai. Peserta akan diajarkan bagaimana menyusun rekening-rekening akuntansi yang mencerminkan aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan biaya Contohnya, transaksi yang terkait dengan pembelian inventaris akan dikategorikan sebagai aset, sementara transaksi yang terkait dengan pengeluaran operasional akan dikategorikan sebagai biaya. Pengikhtisaran membantu menyusun data keuangan menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 Tahap Pelaporan keuangan Tahap ini melibatkan penyusunan laporan keuangan yang lengkap dan informatif. Peserta akan belajar cara menyusun laporan neraca dan laporan laba/rugi. Laporan neraca mencerminkan posisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu, dengan menunjukkan nilai aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan. Sementara itu, laporan laba/rugi menggambarkan kinerja keuangan perusahaan selama periode tersebut, dengan menyajikan pendapatan dan biaya yang dihasilkan. Peserta akan diajarkan bagaimana menyiapkan laporan-laporan tersebut dengan menggunakan data yang telah diikhtisarkan sebelumnya. Dalam pelatihan dan pendampingan, peserta akan diberikan penjelasan lebih lanjut tentang konsep-konsep dasar yang terkait dengan setiap tahapan tersebut, serta latihan praktis untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam menyusun laporan keuangan. Tujuan akhirnya adalah memberikan peserta pemahaman yang mendalam tentang proses penyusunan laporan keuangan neraca dan laba/rugi, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapinya. Setelah pelatihan, pedagang Dimsum tersebut mulai menerapkan pengetahuan yang diperolehnya dalam praktik sehari-hari usahanya. Dia membuat sistem pencatatan keuangan harian yang terstruktur dengan baik, mencatat pendapatan dan pengeluaran secara akurat, serta mencatat semua transaksi bisnis yang terjadi. Dengan melakukan pencatatan harian, pedagang dapat melacak secara real-time aliran kas usahanya dan memantau perkembangan keuangan bisnisnya. Selain itu, pedagang Dimsum tersebut juga diajarkan tentang pentingnya melakukan pencatatan keuangan bulanan. Dia mempelajari bagaimana menyusun laporan keuangan bulanan yang memuat ringkasan pendapatan dan biaya, laba rugi, serta arus kas. Laporan keuangan bulanan memberikan pedagang pemahaman yang lebih komprehensif tentang performa bisnisnya, memungkinkan dia untuk mengidentifikasi tren dan pola keuangan yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan strategis. Selama pendampingan pasca-pelatihan, pedagang Dimsum tersebut terus mendapatkan dukungan dan bimbingan dari tim pengabdian. Mereka membantu pedagang dalam menyusun laporan keuangan bulanan, menganalisis kinerja keuangan bisnis, dan memberikan saran untuk perbaikan dan Dengan adanya pendampingan ini, pedagang Dimsum merasa lebih percaya diri dalam melakukan pencatatan dan analisis keuangan serta dapat mengoptimalkan manfaat yang diperoleh dari laporan keuangan. Dampak dari pelatihan ini sangat signifikan bagi pedagang Dimsum tersebut. Pencatatan keuangan yang lebih teratur dan akurat memungkinkan dia untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kondisi keuangan bisnisnya. Dia dapat melacak pendapatan dan pengeluaran dengan lebih baik, mengidentifikasi area yang dapat dioptimalkan untuk mengurangi biaya, serta mengenali peluang pertumbuhan yang dapat meningkatkan laba usahanya. Selain itu, pedagang Dimsum tersebut melaporkan bahwa kemampuan baru dalam menyusun laporan keuangan telah membantunya mendapatkan kepercayaan dari pihak lain, seperti mitra bisnis, lembaga keuangan, dan pelanggan. Dengan laporan keuangan yang akurat dan terpercaya, pedagang dapat membuktikan kinerja bisnis yang baik dan memberikan keyakinan kepada pihak terkait untuk menjalin kerjasama yang saling Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan laporan keuangan pada pedagang Dimsum ini memberikan dampak yang signifikan pada kemampuan pedagang dalam mengelola keuangan usahanya. Pedagang tersebut mampu melakukan pencatatan keuangan yang lebih baik, menyusun laporan keuangan yang akurat, dan menggunakan informasi keuangan tersebut dalam pengambilan keputusan Meskipun pelatihan ini hanya dilakukan kepada satu pedagang, pengalaman dan pembelajaran dari pelatihan ini dapat menjadi inspirasi bagi pedagang Dimsum lainnya dalam meningkatkan pengelolaan keuangan mereka. ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | Volume 1. Nomor 1. Juni 2023 PENUTUP Berdasarkan hasil dari pelatihan mengenai pembuatan laporan keuangan pada salah satu UMKM, yaitu kedai "Dismsum by Najwa", tim pengabdian telah mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang laporan keuangan dibuktikan dengan pedagang telah menerapkan pengetahuan yang diperolehnya dalam menjalankan praktik sehari-hari usahanya. Pelatihan ini memiliki dampak yang sangat besar bagi pedagang Dimsum tersebut. Pedagang mampu melakukan pencatatan keuangan yang lebih baik serta pedagang dapat menyusun laporan keuangan yang akurat. Kemampuannya dalam melacak pendapatan dan pengeluaran menjadi lebih baik, sehingga dia dapat mengidentifikasi area yang dapat ditingkatkan untuk mengurangi biaya dan juga mengenali peluang pertumbuhan yang dapat meningkatkan laba usahanya. Selain itu, pelatihan ini menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM untuk meningkatkan kegiatan bisnis mereka. DAFTAR PUSTAKA