CEMERLANG :Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2962-4797. p-ISSN: 2962-3596. Hal 222-240 DOI: https://doi. org/10. 55606/cemerlang. PERANAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP GREEN CAMPUS PADA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Ananta Kumala Sari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Sullicyanna Luna Bianca Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Novia Mega Putri Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Maria Yovita R. Pandin Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Korespondensi penulis: 1222100120@surel. untag-sby. 1222100122@surel. untag-sby. 1222100142@surel. untag-sby. yovita_87@untag-sby. Abstract. This study aims to find out about the role of green accounting for green campus at the 17 Agustus 1945 Surabaya University. Green accounting is the development of the latest information that pays attention to the environment by revealing existing activity cost reports, voluntarily because there are no firm rules. If you want to achieve university sustainability, in addition to paying attention to economic and social aspects, you must also pay attention to environmental aspects in order to maintain the existence of the university as well as the sustainability of the environmental. The method used in this study is qualitative by conducting interviews with resource persons to collect research data. The results of this study show that green accounting plays a role in sustainability development at the 17 Agustus 1945 Surabaya University, this is shown from the Eco Campus program conducted by the 17 Agustus 1945 Surabaya University. An example of the implementation of green accounting implemented by the 17 Agustus 1945 Surabaya University is a decrease of electricity usage per kWh. Keywords: Role. Green Accounting. Green Campus. Sustainability Development Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai peranan green accounting terhadap green campus di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Green accounting merupakan pengembangan informasi terbaru yang memperhatikan tentang lingkungan dengan mengungkapkan laporan biaya aktivitas yang ada, dengan bersifat sukarela karena belum terdapat aturan tegas. Apabila ingin mencapai sustainability universitas, selain memperhatikan aspek ekonomi dan sosial juga harus memperhatikan aspek lingkungan agar tetap terjaga eksistensi universitas sekaligus kelestarian lingkungannya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan melakukan wawancara Received April 30, 2023. Revised Mei 17, 2023. Accepted Juni 14, 2023 Ananta Kumala Sari, 1222100120@surel. untag-sby. PERANAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP GREEN CAMPUS PADA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA dengan narasumber untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green accounting berperan dalam sustainability development di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, hal ini ditunjukkan dari program Eco Campus yang dilakukan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya salah satunya penurunan penggunaan daya listrik per kWh. Kata kunci: Peranan. Green Accounting. Green Campus. Sustainability Development LATAR BELAKANG Belakangan ini isu mengenai lingkungan mulai banyak di perbincangkan. Perubahan iklim adalah dampak lingkungan utama yang sering diabaikan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh penyebaran pengembangan dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat serta perkembangan teknologi yang cepat. Hal ini akhirnya menyebabkan realisasi pentingnya mengendalikan alam dan tidak meremehkan lingkungan . Salah satu hal yang mulai peduli terhadap lingkungan yaitu dari sisi akuntansi yang biasa disebut sebagai green accounting. Penggunaan istilah akuntansi hijau atau green accounting menjadi lebih umum di Indonesia karena meningkatnya penelitian yang mempromosikan akuntansi hijau. Akuntansi hijau mengacu pada informasi lingkungan dan sistem audit yang ditetapkan untuk identifikasi, pemantauan, analisis, dan pelaporan aspek lingkungan organisasi serta informasi biaya. Tujuan utama akuntansi hijau adalah untuk mempengaruhi perilaku bisnis dalam hal tanggung jawab sosial dan lingkungan, memecahkan masalah sosial, dan mempengaruhi pencapaian pembangunan berkelanjutan dan lingkungan di setiap negara. Selain itu, bisnis menggunakan akuntansi hijau untuk mempromosikan tujuan mereka akuntansi bagi para pemangku kepentingan mereka. Pada dasarnya, gagasan akuntansi hijau telah berkembang di Eropa sejak 1970-an dan didukung oleh penelitian terkait pengembangan akuntansi hijau. Komite Akuntansi Internasional (IASC) membentuk gagasan tentang dasar-dasar akuntansi internasional pada tahun 1980-an, termasuk audit HAM dan pengembangan akuntansi lingkungan. Selain itu, standar industri meningkat dan pedoman audit umum untuk audit lingkungan dikembangkan oleh auditor profesional seperti American Institute of Certified Public Accountants (AICPA). Baik secara teori maupun praktis, pertumbuhan masalah lingkungan ini semakin pesat di negara-negara maju. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah pembatasan yang terkait dengan lingkungan. CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis - Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2962-4797. p-ISSN: 2962-3596. Hal 222-240 Di Indonesia memiliki kebijakan yang terkait dengan lingkungan hidup di atur pada UU No. 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. UU No. 25 Tahun 2007 tentang penanaman modal, dan UU No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan lingkungan hidup. Terdapat juga pada Pernyataan Standar Akuntansi keuangan atau PSAK No. 32 tentang akuntansi kehutanan dan PSAK No. 33 tentang akuntansi pertambangan umum. Universitas Indonesia Greenmetric merupakan sistem klasifikasi universitas pertama di dunia yang diterbitkan oleh Universitas Indonesia dan berfungsi sebagai indikator utama dari komitmen lembaga terhadap pengelolaan lingkungan di kampus. Program ini dirancang sebagai titik awal untuk mengevaluasi berbagai universitas di seluruh dunia. Pemerintah, organisasi lokal dan internasional, dan masyarakat yang menerapkan konsep keberlanjutan juga menjadi target mereka. Pada 2010. Universitas Indonesia Greenmetric ini diperkenalkan. KAJIAN TEORITIS Pengertian Green Accounting Green Accounting sudah berkembang sejak tahun 1970Aean di Eropa, munculnya green accounting ini karena terdapat desakan dari lembaga nonpemerintah dengan seiringnya peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan Menurut Aviany . Green accounting merupakan pengidentifikasi, mengukur, menyajikan dan mengungkapkan biaya terkait dengan akivitas yang berhubungan dengan sosial. Jenis akuntansi ini merupakan gabungan dari manfaat dan biaya untuk mengambil keputusan ekonomi atau hasil keuangan usaha dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan yang ada di lingkungan dengan melalukan penilaian dari berbagai sudut pandang biaya dan PERANAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP GREEN CAMPUS PADA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Menurut (Bell & Lehman, 1. mendefinisikan green accounting AuGreen accounting is one of the contemporary concepts in accounting that support the green movement in the company or organization by recognizing, quantifying, measuring and disclosing the contribution of the environment to the business process. Ay Menurut Cohen dan Robbins, . dalam (Aniela, 2. Green Accounting atau akuntansi lingkungan (Environtmental Accountin. didefinisikan AuA style of accounting that includes the indirect costs and benefits of economic activity-such as environmental effects and health consequences of business decisions and plansAy Berdasarkan definisi menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa green accounting meruapakan salah satu bidang ilmu akuntansi yang secara spesifik memperhatikan mengenai isu lingkungan dengan mengungkapkan biaya aktivitas yang ada di lingkungan tersebut dengan melihat berbagai sudut pandang dari manfaat maupun biaya serta digunakan sebagai pengambilan keputusan suatu organisasi maupun perusahaan. Praktek dari green accounting lebih fokus pada pelaporan paralel dengan akuntansi keuangan. Meskipun topik ini cenderung terciptanya metodologi baru, namun green accounting masih bersifat sukarela dan tidak diaudit karena belum ada aturan tegas tentang hal ini. Peraturan Terkait Dengan Green Accounting Terdapat beberapa peraturan pemerintah terkait dengan pengelolaan lingkungan yang mewajibkan setiap pemilik intansi, universitas, maupun organisasi untuk memenuhi tanggung jawabnya atas lahan dan lingkungan yang digunkan dalam pengoprasian. Berikut ini merupakan peraturan yang terkait dengan green accounting sebagai berikut: Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Undang-undang ini mengatur kewajiban setiap orang untuk berusaha melindungi, mengelola, dan memberikan informasi yang benar dan akurat tentang lingkungan hidup. Pelanggaran yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan juga dikenakan hukum. CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis - Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2962-4797. p-ISSN: 2962-3596. Hal 222-240 Undang-Undang No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal Undang-undang ini mengatur kewajiban setiap penanam modal, yang bertindak sebagai pengusaha atau perorangan, untuk memikul tanggung jawab sosial, menjaga lingkungan, dan menghormati tradisi budaya masyarakat Kegagalan untuk mematuhi kewajiban ini dapat mengakibatkan peringatan tertulis, pembatasan, penghentian sementara dan penghentian kegiatan dan/atau perjanjian investasi. Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Undang-undang tersebut menyatakan bahwa kerusakan lingkungan hidup telah mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga lingkungan hidup harus dilindungi dan dikelola secara sungguhsungguh dan kosnsiten oleh semua pihak yang berkepentingan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 32 (Akuntansi Kehutana. dan No. 33 (Akuntansi Pertambangan Umu. Kedua PSAK ini mengatur kewajiban perusahaan pertambangan dan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) untuk melaporkan masalah lingkungan dalam laporan keuangannya. Berdasarkan peraturan undang-undang diatas, menimbulkan adanya kesukarelaan dari suatu instansi, universitas, atau organisasi dalam mengelola dan melestarikan lingkungan dengan adanya kepedulian untuk keberlangsungan hidup yang ada dalam suatu instansi, universitas, maupun organisasi itu sendiri. Pengertian Green Campus . co gree. Green campus merupakan sebuah program atau gerakan yang mewujudkan lingkungan kampus menjadi nyaman, teduh, rindang, bersih dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan teknologi terutama di bidang Konsep adanya go green bukan sekedar untuk membuat kampus hijau dengan menanam pohon melainkan juga memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan kampus secara efektif dan efisien, terdapat 7 indikator dalam green campus yaitu dengan cara pengelolaan penggunaan listrik, air, kertas, pengelolaan sampah, saluran drainase, dan upaya kontribusi dalam pengurangan pemanasan PERANAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP GREEN CAMPUS PADA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Green campus ini merupakan refleksi dari keterlibatan seluruh civitas akademi yang ada di lingkungan kampus untuk selalu memperhatikan dan peduli dengan kesehatan dan lingkungan sekitarnya. Green campus ini merupakan salah satu konsep yang mendukung sustainable development, yang dapat didefiniskan sebagai pembangunan berkelanjutan dalam mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan menyelaraskan sumber alam dengan manusia dalam pembangunan. Definisi Sustainability Menurut Komisi Brundtland . Sustainability didefinisikan sebagai pengembangan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa melibatkan atau mengorbankan kemampuan dari generasi mendatang dalam memenuhi kenutuhan Menurut Konferensi PBB Tentang Lingkungan dan Pembangunan . Sustainability didefinisikan sebagai pengembangan yang memenuhi kebutuhaan saat ini tanpa melibatkan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhan sendiri, akan tetapi memperhatian aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial secara Sustainable dapat didefinisikan sebagai kemampuan berkembang dan hidup tanpa menghabiskan sumber daya alam untuk kepentingan hidup di masa Pembangunan berkelanjutan terdiri dari memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan dan kesejahteraan sosial. Sustainability terdapat tiga pilar antara lain: Sustainability Lingkungan Integritas ekologis dipertahankan, semua lingkungan dunia dijaga keseimbangannya, sementara manusia mengonsumsi sumber daya alam mereka sebanyak yang mereka bisa pulihkan sendiri. CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis - Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2962-4797. p-ISSN: 2962-3596. Hal 222-240 Kelestarian lingkungan berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati tanpa membahayakan pembangunan ekonomi dan sosial. Dasardasar kelestarian lingkungan adalah: hemat air, hemat energi, kurangi limbah, gunakan kemasan yang dapat didaur ulang, batasi atau hilangkan penggunaan plastik, gunakan transportasi berkelanjutan, gunakan kembali kertas, dan lindungi flora dan fauna. Sustanability Ekonomi Komunitas manusia di seluruh dunia dapat mempertahankan kemandirian mereka dan memiliki akses ke keuangan dan sumber daya lain yang mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sistem dan fungsi keuangan terintegrasi tersedia untuk semua dan mengamankan Ketika sebuah perusahaan didirikan, struktur pendapatan dan pendapatan dibuat. Ketika keseimbangan tercapai antara kedua faktor ini, perusahaan mendapat untung. Keberlanjutan merupakan isu penting yang terkait secara ekonomi dengan kemampuan organisasi untuk mengelola sumber dayanya dan menghasilkan keuntungan secara bertanggung jawab dalam jangka panjang. Sustanability Sosial Sustainable juga tentang hak asasi manusia universal dan kebutuhan dasar, dapat diakses oleh semua orang yang memiliki sumber daya yang cukup untuk menjaga keluarga dan komunitas mereka tetap sehat dan aman. Komunitas yang sehat hanya memiliki pemimpin yang memastikan bahwa mereka bertanggung jawab atas hak pribadi, hak tenaga kerja dan budaya. PERANAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP GREEN CAMPUS PADA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA KERANGKA PIKIRAN Green Green Accounting Campus Sustainability Development Dalam membangun sistematika penelitian, kerangka pikiran merupakan hubungan antara teori atau konsep yang mendukung penelitian. Kerangka konseptual ini berfungsi sebagai wadah bagi para peneliti untuk secara metodis mendeskripsikan teori yang mereka gunakan dalam pekerjaan mereka. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, berdasarkan tujuan dan permasalahan yang diteliti. Menurut Bogdan dan Tylor, proses penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif dari subjek atau perilaku yang diteliti dalam bentuk katakata tertulis atau lisan. Penelitian ini diselesaikan secara bertahap, dimulai dengan data yang lengkap. Hasil dari prosedur wawancara disajikan dalam bentuk data deskriptif menggunakan bahasa sederhana. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara terhadap penyediaan sarana dan prasarana ramah lingkungan dan pengelolaan limbah di kawasan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis - Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2962-4797. p-ISSN: 2962-3596. Hal 222-240 HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mendapatkan predikat eco campus tidak ada syarat apapun karena partisipasi dalam pemeringkatan universitas bersifat sukarela dan predikat eco campus didapatkan apabila universitas tersebut mengikuti atau menjadi partisipan dalam program eco campus, seperti Universitas Indonesia Greenmetic ini. Universitas yang masuk dalam pemeringkatan dapat memperoleh manfaat dengan lebih memperkuat komitmen mereka terhadap kelestarian ekologis di kampus mereka dan memperoleh keamanan hijau melalui pengakuan ini. Dalam Greenmetric Universitas Indonesia ini terdapat kriteria penilaian dengan kategori dan bobotnya masing Ae masing sebagai berikut: Tabel 1. Categories used in the rangkings and their weighting . ata by Greenmetric UI) No. Category Percentage of Total Points (%) Setting and Infrastructure (SI) Energy and Climate Change (EC) Waste (WS) Water (WR) Transportation (TR) Education and Research (ED) Total Tabel 2. Indicators and categories suggested for use in the 2020 rankings . ata by Greenmetric UI) CRITERIA Point Setting and Infrastructure (SI) SI1 The ratio of open space area to total area SI2 Total area on campus covered in forest vegetation SI3 Total area on campus covered in planted vegetation SI4 Total area on campus for water absorption besides the forest and planted vegetation Weighting PERANAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP GREEN CAMPUS PADA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA SI5 SI6 The total open space area divided by total campus Percentage of university budget for sustainability Total Energy and Climate Change (EC) EC1 Energy efficient appliances usage EC2 Smart building implementation EC3 Number of renewable energy sources on campus EC4 EC5 EC6 Total electricity usage divided by total campus' population . Wh per perso. The ratio of renewable energy production divided by total energy usage per year Elements of green building implementation as reflected in all construction and renovation policies EC7 Greenhouse gas emission reduction program EC8 Total carbon footprint divided by total campus' population . etric tons per perso. Total Waste (WS) WS1 Recycling program for university's waste WS2 Program to reduce the use of paper and plastic on WS3 Organic waste treatment WS4 Inorganic waste treatment WS5 Toxic waste treatment WS6 Sewage disposal Total Water (WR) WR1 Water conservation program & implementation WR2 Water recycling program implementation CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis - Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2962-4797. p-ISSN: 2962-3596. Hal 222-240 WR3 Water efficient appliances usage WR4 Consumption of treated water Total TR1 Transportation (TR) The total number of vehicles . ars and motorcycle. divided by total campus' population TR2 Shuttle services TR3 Zero Emission Vehicles (ZEV) policy on campus TR4 The total number of Zero Emission Vehicles (ZEV) divided by total campus population TR5 Ratio of ground parking area to total campus' area TR6 TR7 Program to limit or decrease the parking area on campus for the last 3 years . rom 2018 to 2. Number of initiatives to decrease private vehicles on campus TR8 Pedestrian path on campus Total ED1 ED2 Education and Research (ED) The ratio of sustainability courses to total courses/subjects The ratio of sustainability research funding to total research funding ED3 Number of scholarly publications on sustainability ED4 Number of events related to sustainability ED5 Number of student organizations related to ED6 University-run sustainability website ED7 Sustainability report Total PERANAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP GREEN CAMPUS PADA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Dikutip dari suarasurabaya. net pada tahun 2020. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mendapatkan peringkat 38 tingkat Indonesia dan peringkat 481 tingkat dunia dalam kategori The Most Sustainable University yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia GreenMetric. Peringkat tersebut naik 7 dan 140 peringkat masing Ae masing dari tahun sebelumnya. Namun, pada tahun 2021 dan 2022 terdapat penurunan peringkat yang diraih oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yaitu 43 dan 49 tingkat Indonesia dan terjadi peningkatan dan penurunan peringkat secara signifikan dalam tingkat dunia yaitu peringkat 397 pada tahun 2021 dan 558 pada tahun 2022. Peringkat tersebut diraih dengan indikator penilaian dari masing Ae masing kategori yang diperoleh oleh Univesitas 17 Agustus 1945 Surabaya yaitu sebagai berikut: Tabel 3. Each CategoryAos Score University 17 Agustus 1945 Surabaya Got in 2020 - 2022 . ata by Greenmetric UI) Category Setting and Infrastructure (SI) Energy and Climate Change (EC) Point Point Point Total Point Waste (WS) Water (WR) Transportation (TR) Education and Research (ED) Total Point Ae point di atas diperoleh oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan melakukan program Ae program penyokong konsep eco campus atau green campus di lingkungan universitas. Dari hasil wawancara dengan Ketua Pelaksana Program Eco Campus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yaitu bapak Ir. Bantot Sutriono. Sc. UNTAG Surabaya mengimplementasikan konsep green campus ke dalam beberapa point CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis - Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2962-4797. p-ISSN: 2962-3596. Hal 222-240 Green and Smart Building Perancangan dan pengetrapan Green Building dan Smart Building. Salah satu contoh dari penerapan green and smart building yang terdapat pada lingkungan kampus UNTAG yaitu pemanfaatan lahan pada rooftop Gedung Q yang digunakan sebagai lahan hijau dengan adanya tanaman hidroponik. Berdasarkan informasi dari bapak Hery Murnawan. ,T. , tanaman hidroponik ini dalam satu kali tanamnya membutuhkan biaya perawatan sebesar Rp 300. 000,- di mana dalam sekali tanam bisa menanam 4 jenis sayuran yang berbeda. Biaya lain yang dikeluarkan untuk program hidroponik ini yaitu seperti biaya pembelian bibit sayur, nutrisi, dan media pembibitan. Peningkatan kampus Evaluasi dan penyesuaian masterplan kampus berwawasan green campus. Pendidikan dan Penelitian Memasukkan konten lingkungan berkelanjutan dalam kurikulum, penelitian dan pengabdian, publikasi. Contohnya yaitu mempunyai mata kuliah yang berbasis lingkungan pada program studi Ilmu Komunikasi dan Arsitektur. Penataan transportasi di kampus Program pengaturan sirkulasi transportasi internal kampus yang ramah lingkungan. Pengelolaan limbah Pemilahan, pengolahan, pembuangan, dan program daur ulang sampah. Total timbunan sampah Untag Surabaya mengalami penuruan setiap tahunya. Dengan presentase sampah anorganik antara 11% sd 16%. Dengan melakukan penanganan sampah dan limbah sebagai berikut: Pencegahan atau pelarangan melalui kebijakan: Kebijakan larangan merokok. Kebijakan larangan masak di kampus pada kantin. Kebijakan larangan penggunaan styrofoam dan sedotan plastic. Kampanye pelarangan penggunaan styrofoam dan sedotan plastic. PERANAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP GREEN CAMPUS PADA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Kebijakan pengurangan bertahap: Kebijakan pengurangan penggunaan air kemasan. Kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastic. Kebijakan pengurangan penggunaan kertas dengan mengurangi ukuran kertas dari A4 menjadi B5 pada buku tugas akhir. Kebijakan paperless dengan menggunakan arsip dan email. Program daur ulang sampah: bank sampah . engumpulan, pengangkutan, pemilahan sampah organik dan non organik, daur ulang disposal ke TPA) Program daur ulang sampah anorganik yaitu dengan melakukan recycle atau mendaur ulang sampah anorganik menjadi produk yang mempunyai nilai jual atau nilai estetika yang tinggi. Misalnya mengolah sampah botol menjadi tempat aksesoris, mengolah sampah sedotan plastik menjadi wadah yang fungsional. Pengelolaan limbah organik: komposting Program daur ulang sampah organik yaitu mengolah sampah sampah organik menjadi kompos melalui proses komposting yang hasilnya dapat digunakan sebagai pupuk di berbagai tanaman yang ada di lingkungan sekitar kampus UNTAG. Penanganan limbah padat Adapun penanganan limbah padat laboratorium contohnya mengubah limbah lab beton yang kemudian akan dihancurkan dan menghasilkan blok beton porous. Konservasi air Efisiensi pemakaian air bersih dan reuse air limbah. Tangki septik dengan konsep go green merupakan salah satu program yang dilakukan oleh Untag untuk mendukung kegiatan dan mewujudkan konsep eco campus di kategori konservasi air. Prinsip dari tangki septik dengan konsep go green ini sendiri yaitu: Tidak mencemari dan mengganggu lingkungan Proses penguraian tanpa bahan kimia dan bakteri pengurai Menggunakan sistem teknologi sirkulasi yang mampu mengolah tinja secara bertahap dan mengeluarkannya melalui saluran drainase sehingga tidak terjadi penumpukan limbah tinja Memanfaatkan air bekas cuci dan air bekas mandi yang mengandung sabun atau deterjen untuk mematikan bakteri e-coli CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis - Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2962-4797. p-ISSN: 2962-3596. Hal 222-240 Efisiensi energi listrik Penerapan teknologi dan pengaturan energi listrik. Mulai tahun 2016 Ae 2018 berkurang 30% dari 1,43 juta kWh ke 1,04 juta kWh dan pada saat pandemic Covid 19 turun 21% 672 kWh. Selain itu. UNTAG Surabaya juga mempunyai panel surya yang terdapat pada Gedung Q dan akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Dengan adanya panel surya ini akan membantu pengurangan penggunaan daya listrik di kampus. Mengenai aspek lingkungan. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya memiliki cleaning services yang bertugas untuk mengisi dan memelihara segala prasarana yang ada di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Cleaning service menjadi tanggung jawab bagian umum, bagian umum itu sendiri adalah bagian dari administrasi, perencanaan dan kantor pajak. Oleh karena itu. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menanggapi hal tersebut dengan sangat serius dengan membuat jadwal lingkungan yang terstruktur. Pemeliharaan sarana dan prasarana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dilaksanakan pada sore dan malam hari. Pada pagi hari dilakukan pengkondisian ruangan kantor dan perkuliahan, seperti pembersihan gedung, toilet dan pembuangan sampah. Renovasi taman juga dilakukan seperti cara menyapu jalan, pekarangan dan kebun, menyirami semua tanaman yang ada, memupuk secara rutin, dll. Jadwal ini memastikan sarana dan prasarana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tertata dan dalam kondisi baik. Ini juga merupakan salah satu upaya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya untuk mencapai standar yang memperhatikan pertimbangan lingkungan. Program keselamatan juga dilaksanakan oleh Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, khususnya di kantor kampus dan gedung perkuliahan dengan menyediakan tangga darurat dan alat pemadam kebakaran di setiap lantai. Berdasarkan semua itu, dapat dipastikan bahwa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya memiliki biaya operasional lingkungan dan tentunya Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya juga memiliki investasi lingkungan. PERANAN GREEN ACCOUNTING TERHADAP GREEN CAMPUS PADA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Dari hasil di atas. Green accounting memiliki peran dalam kegiatan Eco Campus pada Universitas 17 Agustus 1945. Green accounting sendiri merupakan biaya yang dikeluarkan untuk keperluan lingkunga dan Eco Campus merupakan salah satu program atau kegiatan yang berfokus kepada lingkungan sekitar. Kedua hal tersebut juga berhubungan dengan sustainability development, dimana sustainability development merupakan pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan 3 aspek, antara lain: lingkungan, ekonomi, dan sosial. Dengan adanya green accounting dapat membantu proses pencatatan atau pengklasifikasian biaya yang dikeluarkan oleh universitas tersebut untuk lingkungan agar tidak tercampur dengan biaya yang dikeluarkan untuk keperluan lainnya selain pembangunan dan lingkungan. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari artikel ini, kami menyimpulkan bahwa green accounting memiliki peranan dalam eco campus dengan focus utama nya yaitu sustainability Green accounting merupakan salah satu bidang ilmu akuntansi yang secara spesifik memperhatikan mengenai isu lingkungan dengan mengungkapkan biaya aktivitas yang ada di lingkungan tersebut dengan melihat berbagai sudut pandang dari manfaat maupun biaya serta digunakan sebagai pengambilan keputusan suatu organisasi maupun perusahaan. Konsep adanya go green bukan sekedar untuk membuat kampus hijau dengan menanam pohon melainkan juga memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan kampus secara efektif dan efisien, terdapat 7 indikator dalam green campus yaitu dengan listrik, air, kertas, pengelolaan sampah, saluran drainase, dan upaya kontribusi dalam pengurangan pemanasan global. Green campus ini merupakan refleksi dari keterlibatan seluruh civitas akademi yang ada di lingkungan kampus untuk selalu memperhatikan dan peduli dengan kesehatan dan lingkungan Green campus ini merupakan salah satu konsep yang mendukung sustainable development, yang dapat didefiniskan sebagai pembangunan berkelanjutan dalam mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan menyelaraskan sumber alam dengan manusia dalam pembangunan. CEMERLANG : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis - Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2962-4797. p-ISSN: 2962-3596. Hal 222-240 SARAN