Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 1. Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pengaruh Kegiatan Bina Keluarga Remaja Terhadap Akhlak Remaja Di Kelurahan Bukit Gado-Gado Kota Padang Debi Yandrizal1,Martin Kustati2. Nana Sepriyanti3* Pendidikan Agama Islam. Univesitas Islam Negeri Imam Bonjol. Kota Padang. Indonesia *Korespondensi : 1debiyandrizal@gmail. com, 2martinkustati@uinib. nanasepriyanti@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kegiatan Bina Keluarga Remaja dalam Membina Remaja di Kampung KB Pesona Indah Bukit Gado-Gado Kecamatan Padang Selatan. Jenis penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan Informan penelitian Lurah Kelurahan Bukit Gado-Gado. Kelompok Bina Keluarga Remaja. Orang tua yang mempunyai Remaja dan Remaja. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa Peran Kelompok BKR dalam membina remaja dilakukan melalui 3(Tig. tahapan peran yaitu penyuluhan, pembinaan, dan bimbingan kepada orangtua remaja yang kemudian dilanjutkan kepada remaja. Kata kunci: Bina Keluarga Remaja. Akhlak Remaja. Bukit Gado-Gado Kota Padang Abstract This research aims to determine the influence of youth family development activities in developing youth in KB Pesona Indah Bukit Gado-Gado Village. South Padang District. The type of research is qualitative, data collection techniques are observation, interviews, and Research informants. Head of Bukit Gado-Gado Village. Youth Family Development Group. Parents who have Teenagers and Adolescents. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and concluding. The results of this research reveal that the role of the BKR Group in developing teenagers is carried out through 3 . stages of the role, namely counseling, coaching, and guidance to parents of teenagers which is then continued to teenagers. Keywords: Building Teen Families. Teenage Morals. Gado-Gado Hill. Padang City Submit: Oktober 2023 Diterima: November 2023 Publis: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Bina Keluarga Remaja adalah mempunyai anak usia remaja 10-24 tahun yang bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua dalam membina tumbuh kembang anak remaja. Dimana Kelompok Bina Keluarga Remaja melakukan bimbingan, penyuluhan, dan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam membina tumbuh kembang anak remajanya (BKKBN. Program Bina Keluarga Remaja (BKR) ini merupakan salah satu kegiatan mengupayakan terwujudnya sumber daya manusia potensial melalui upaya keterampilan keluarga dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang remaja melalui peran orang tua dalam keluarga. Kelompok Bina Keluarga Remaja merupakan wahana yang tepat untuk melaksanakan bimbingan, pembinaan, dan memberikan pengetahuan kepada keluarga yang mempunyai remaja. Selain itu bina keluarga remaja juga sebagai wadah komunikasi, interaksi, dan tukar pengalaman serta pemikiran antara keluarga yang sedang atau akan menghadapi masalah remaja sehingga dapat memberikan pandangan untuk memecahkan masalah secara bersama. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam hal ini sebagai salah satu instansi pemerintah melalui pengembangan program Generasi Berencana (GenR. , membentuk Kelompok BKR yang dilaksanakan melalui pendekatan kepada Vol. 8 No. Mei 2024 keluarga remaja untuk memfasilitasi terwujudnya Tegar Remaja, sebagai implementasi Undang-Undang No. Tahun 2009, tentang perkembangan dan pembangunan keluarga. Salah satu wilayah yang menjadi pengembangan kegiatan Kelompok Bina Keluarga Remaja adalah Kampung KB Pesona Indah Bukit Gado-Gado Kecamatan Padang Selatan, pada saat melakukan observasi dilapangan secara langsung penulis mendapatkan bahwa remaja di Kampung KB Pesona Indah ternyata masih ada yang melakukan penyimpangan dari yang seharusnya remaja lakukan diusianya, dimana seharusnya remaja diarahkan ke hal-hal positif dalam pengembangan diri. Namun dalam kenyataannya perilaku beralkohol, perkelahian, kehamilan diluar nikah, pacaran, balapan motor, dan pernikahan dini. Permasalahan tersebut sangat sehingga akan mengurangi kesempatan remaja untuk mempraktekan perilaku perencanaan kehidupan di masa yang akan datang. Oleh karena itu peran orangtua begitu besar dalam mencegah dan juga menanggulangi permasalahan Orangtua perlu dibekali pengetahuan mengenai cara mendidik remaja, cara berkomunikasi dengan remaja, dan cara menyelesaikan permasalahan remaja. Peran keluarga melalui pola asuh orang tua, telah diidentifikasi sebagai pengaruh yang sangat penting dalam pembentukan karakter remaja. Proses pola asuh orangtua meliputi kedekatan orangtua Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dengan remaja, pengawasan orangtua, dan komunikasi orang tua dengan Namun demikian orangtua begitupun sebaliknya. Sehubung dengan hal tersebut, pengembangan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) dapat membantu orangtua dalam memahami remaja, permasalahan remaja, dan cara berkomunikasi dengan remaja. Peran Kelompok Bina Keluarga Remaja dalam membina remaja di Kampung KB Pesona Indah melalui penyuluhan, pembinaan, dan bimbingan kepada orang tua remaja yang kemudian diteruskan kepada remaja yang akan terjadinya permasalahan remaja. Vol. 8 No. Mei 2024 pada kondisi objek yang alamiah , instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, data yang diperoleh cenderung data kualitatif , analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami makna, memahami keunikan, mengkontruksi fenomena, dan menentukan hipotesis. Bogdan dan Taylor (Mamik, mengemukakan metodotologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk menggambarkan situasi dan kondisi yang sebenarnya terjadi sesuai dengan fakta-fakta yang ada di lapangan. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah, dianalisis dan di proses lebih lanjut. METODE PELAKSANAAN Penelitian pendekatan kualitatif yang dilakukan Pengaruh kegiatan Bina Keluarga Remaja dalam Membina Remaja di Kampung KB Pesona Indah Bukit Gado-Gado Kecamatan Padang Selatan dengan unsur-unsur ditemukan sesuai dengan butiran-butiran rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka digunakan metode penelitian kualitatif. Menurut Sugiono metode penelitian kualitatif interpretif, digunakan untuk meneliti HASIL DAN PEMBAHASAN Bina Keluarga Remaja (BKR) Pengertian Bina Keluarga Remaja (BKR) Kelompok Bina Keluarga Remaja salah satu program Generasi Berencana (GenR. yang dikembangkan oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan. Perlindungan Anak. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Penyuluh Keluarga Berencana dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di wilayah Binaan dalam upaya menciptakan ketahanan keluarga dan mewujudkan Tegar remaja. Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok pembinaan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mempunyai remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam membina tumbuh kembang Menurut BKKBN . 2: . Kelompok Bina Keluarga Remaja adalah mempunyai anak usia remaja 10-24 meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendidik anak remaja yang benar, dimana orang tua mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang bagaimana meningkatkan dan membina tumbuh kembang anak remaja. Hal ini ditetapkan dalam Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 dalam pasal 48 ayat 1 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga AuPeningkatan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling dan Peningkatan kualitas remaja melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga oleh BKKBNAy. Dari bunyi pasal tersebut diatas, jelas sekali bahwa Kelompok Bina Keluarga Remaja merupakan salah satu upaya dalam menciptakan ketahanan keluarga dan mewujudkan peningkatan kualitas remaja. Dimana Bina Keluarga Remaja dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari ketua, sekertaris, bendahara, dan anggota yang dibimbing dan dibantu oleh pembina/penyuluh. Bina Keluarga Remaja adalah suatu program untuk memfasilitasi remaja dalam berperilaku sehat, terhindar dari Triad KRR . eks bebas, napza. HIV/AIDS), menunda usia pernikahan sampai kematangan lahir batin pada remaja untuk mewujudkan Tegar remaja. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Kelompok Bina Keluarga Remaja merupakan sebuah Vol. 8 No. Mei 2024 program dari pemerintah dalam rangka pembinaan, dimana Bina Keluarga Remaja merupakan suatu upaya untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam membina tumbuh kembang anak dan remaja secara seimbang melalui komunikasi efektif antara orang tua dan anak remaja. Peran Bina Keluarga Remaja (BKR) Menurut BKKBN Kelompok Bina Keluarga Remaja masyarakat khususnya remaja melalui penyuluhan, bimbingan dan pembinaan kepada orangtua tentang cara mengasuh, dan membina anak remajanya dengan baik dan benar melalui komunikasi yang efektif antara orang tua dan remaja. Pembinaan Pembinaan merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dalam kehidupan sehari-hari yang diharapkan akan menjadi kebiasaan yang Pembinaan juga dapat diartikan sebagai bantuan dari seseorang atau sekelompok orang yang ditujukan kepada orang atau sekelompok orang lain melalui materi pembinaan dengan kemampuan, sehingga tercapai apa yang Sudjana . 0: . menjelaskan prosedur pembinaan yang efektif dapat digambarkan melalui lima langkah pokok yang berurutan. Kelima langkah pokok itu adalah mengumpulkan informasi, mengidentifikasi masalah, menganalisis masalah, mencari dan masalah dan melaksanakan upaya pemecahan masalah. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Bimbingan Bimbingan adalah proses layanan yang diberikan kepada individu-individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan-pengetahuan ketrampilan-ketrampilan diperlukan dalam membuat pilihanpilihan, rencana-rencana dan keputusan. layanan bimbingan yang diberikan pada individu atau sekumpulan individu berguna untuk menghindari dan mengatasi masalah dalam kehidupannya secara mandiri. Adapun beberapa fungsi bimbingan yaitu: Fungsi pencegahan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari mungkin timbul, yang akan dapat mengganggu, menghambat atau kerugian-kerugian dalam proses . Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai kepentingan pengembangan peserta didik. Fungsi pengentasan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan terentasnya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik. Fungsi bimbingan dan konseling yang akan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik Vol. 8 No. Mei 2024 dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. Penyuluhan Penyuluhan adalah bentuk usaha pendidikan non-formal kepada individu atau kelompok masyarakat yang dilakukan secara sistematik, terencana dan terarah dalam usaha perubahan perilaku yang berkelanjutan demi tercapainya peningkatan produksi, pendapatan dan perbaikan kesejahteraan. Penyuluhan perubahan perilaku manusia yang dilakukan melalui pendekatan edukatif, pendekatan edukatif diartikan sebagai rangkainna kegiatan yang dilakukan secara sistematik, terencana, dan terarah dengan peran serta aktif individu, kelompok, atau masyarakat untuk ekonomi, dan budaya setempat Penyuluhan merupakan suatu usaha menyebarluaskan hal-hal yang baru agar masyarakat tertarik, berminat dan bersedia untuk melaksanakannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Penyuluhan tidak lepas dari bagaimana agar sasaran penyuluhan dapat mengerti, memahami, tertarik, dan mengikuti apa yag disuluhkan dengan baik, benar dan atas kesadarannya sendiri berusaha untuk menerapkan ide-ide baru dalam Terdapat metode yang dapat digunakan dalam penyuluhan sesuai dengan kebutuhan yang ingin dicapai, yaitu metode ceramah, diskusi kelompok, curah pendapat, panel, bermain peran, bermain Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) peran, demonstrasi, symposium dan Tujuan dan Sasaran Kelompok Bina Keluarga Remaja Tujuan BKR. BKKBN . Tujuan BKR adalah untuk orang tua dalam melakukan pembinaan terhadap remaja. samping itu kegiatan ini diarahkan pula untuk dapat pembinaan, pembinaan dan ber-KB pasangan usia subur (PUS) anggota BKR. Sasaran BKR. Sasaran Bina Keluarga Remaja adalah setiap keluarga yang memiliki anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah atau setera dalam keluarga dan remaja yang sudah berusia 10-24 tahun Subtansi Kelompok Bina Keluarga Remaja Substansi program Bina Keluarga Remaja (BKR) merupakan pokok- pokok materi yang dijadikan acuan untuk memberikan informasi dalam penyuluhan dan konseling kepada Orang tua atau Keluarga. Substansi diantaranya ialah materi dasar dan materi inti. Program kerja Kelompok Bina Keluarga Remaja Menurut BKKBN . , program kerja Kelompok Bina Keluarga Remaja adalah: Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Pendewasaan Usia Perkawinan Keluarga Berencana. Menurut Vol. 8 No. Mei 2024 UU No. 52 tahun 2009, keluarga mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan Pendewasaan usia perkawinan pertama, sehingga mencapai usia ideal pada saat perkawinan. PUP bukan sekedar menunda usia mengusahakan agar kehamilan pertamapun terjadi pada usia yang cukup dewasa. Usia ideal menikah adalah 20 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Kesehatan reproduksi remaja adalah Suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi, dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Fungsi KRR adalah membina dan mengarahkan generasi muda agar dapat terhindar dari perilaku yang merugikan masa depan kehidupannya seperti pergaulan bebas, hubungan seks pranikah, penyalahgunaan obat terlarang. HIV/AIDS. TRIAD KKR adalah 3 resiko atau masalah yang akan atau sering di hadapi kaum remaja 3 resiko itu adalah seksualitas. HIV/AIDS dan NAPZA Konsep Pembinaan Remaja Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pengertian Pembinaan Remaja Istilah pembinaan remaja Pada prinsipnya, pengertian kegiatan membina adalah Adapun kegiatan membina ini meliputi kegiatan mengamati subjek yang akan dibina. Semuanya itu dilakukan melalui berbagai cara, yakni: pendidikan, pelatihan, kursus, semiar, diskusi, ceramah, latihan, berorganisasi, atau dengan caracara lainnya (Suharto Prodjowijono, 2018: . Menurut Miftah Thoha . 2: . , yang dimaksud dengan pembinaan adalah suatu tindakan, proses, hasil atau pernyataan menjadi lebih baik. Dalam hal ini, menunjukkan adanya kemajuan, pertumbuhan, evolusi atas berbagai kemungkinan, berkembang atau peningkatan atas sesuatu. Pembinaan diartikan sebagai sistem, cara atau pola yang digunakan atau diterapkan sehari-hari terhadap anak, meliputi cara membimbing, dan memimpin anak (Shochib, 2010:. Sedangkan Remaja adalah individu yang belum mencapai usia 24 tahun dan belum menikah. Batas remaja yang digunakan untuk masyarakat, yaitu mereka yang berusia 11-24 dan belum menikah, bagi mereka yang berusia 11-24 tetapi sudah menikah, meraka tidak disebut remaja. Sementara mereka yang berusia 24 tahun ke atas tetapi menggantungkan hidupnya pada Vol. 8 No. Mei 2024 orang tua, masih disebut remaja (BKKBN: 2. Menurut Kartini Kartono . 5: . Aumasa remaja disebut pula sebagai penghubung antara masa kanak-kanak dengan masa dewasaAy. Pada periode ini terjadi perubahan-perubahan besar dan esensial mengenai kematangan fungsi-fungsi jasmaniah, terutama fungsi seksual. Aziz . menyatakan bahwa masa remaja adalah masa peralihan, masa penuh cobaan, masa penuh tantangan, dan masa yang tidak pernah berhenti bergejolak. Menurut Yusuf . 9: . berpendapat bahwa fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik . Berdasarkan bahwasanya remaja merupakan masa dimana anak menuju dewasa dengan kematangan dari berbagai aspek, salah satunya yaitu pada organ-organ fisik sehingga mampu untuk Dengan kedua kata tersebut yakni pembinaan disimpulkan bahwa pembinaan remaja bermakna usaha yang ditempuh oleh seseorang atau kelompok untuk menjadikan remaja lebih baik lagi. baik dalam cara berfikir, bertindak, bersikap terhadap diri sendiri, orang lain, ataupun Pembinaan yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan cara kecakapan dan keterampilan orang tua dalam Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mengarahkan dan memimpin anak remaja melalui Bina Keluarga Remaja Tujuan Pembinaan Remaja Dikutip dari (BeritaTimur. dijelaskan bahwa secara spesifik tujuan pembinaan remaja menurut beberapa ahli di sajikan dalam uraian berikut: Menggali potensi diri remaja sebagai asset bangsa. Masa remaja sebagai masa produktif saat ini disadari dengan baik oleh generasi tua, namun kurang disadari oleh remaja itu sendiri. Hal inilah yang waktunya melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat, bahkan cenderung Hal ini dipertegas oleh Palengkahu menyatakan remaja atau generasi muda adalah asset bangsa yang harus Cara melestarikannya tidak lain adalah membina mereka agar menemukan potensi diri yang Membentuk remaja yang bermoral dan berakhlak mulia Dalam setiap program pembinaan atau organisasi remaja, salah satu hal yang sangat ditekankan entah secara langsung atau tidak adalah membantu remaja bermoral dan berakhlak mulia. Moral dan akhlak mulia selalu menjadi ukuran baik tidaknya seorang individu atau remaja di mata masyarakat (Zailani, 1993:. Menjadi manusia cerdas dan terampil Tujuan lain dari pembinaan remaja adalah menjadikan remaja tersebut manusia yang cerdas dan Menurut Zaenuddin remaja dapat menemukan berbagai pengalaman yang mengarah pada peningkatan kualitas pribadinya. Vol. 8 No. Mei 2024 Pada akhirnya diterapkan dalam kehidupan keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara. Meminimalisir kenakalan remaja Meskipun diakui bahwa adanya pembinaan remaja tidak menjamin. Akan tetapi, dapat dipastikan dengan beragamnya bentuk pembinaan remaja oleh individu, kelompok, dan organisasi, meminimalisir terjadinya kenakalan remaja. Faktor Pendukung Pembinaan Remaja (BeritaTimur. ada beberapa faktor yang sangat mendukung pembinaan remaja yaitu: Faktor orang tua dan keluarga. Dalam pembinaan remaja faktor pertama dan utama yang mendukung keberhasilan pembinaan di samping kesadaran pribadi dari remaja yang bersangkutan juga harus didukung oleh orang tua dan keluarga. Faktor lingkungan di sekitar. Lingkungan adalah ruang dan waktu Dalam konteks remaja, lingkungan sekitar merupakan salah satu penentu suatu pembinaan remaja, suasana yang mendolog, fasilitas, dan sikap masyarakat sekitar adalah aspek yang tidak bisa diabaikan dalam pembinaan remaja. Faktor pemerintah. Untuk membina remaja di samping kedua faktor diatas juga diperlukan dukungan dari Dukungan tersebut dapat dalam wujud sebagai wadah, mediator, atau sponsor. Peran Keluarga dalam Membina Remaja Keluarga merupakan unsur sosial terkecil di masyarakat mempunyai makna yang dalam di kehidupan setiap Keluarga merupakan unsur sosial terdekat setiap manusia, di keluarga Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) manusia mengenal yang namaya pendidikan informal. Keluarga memiliki peran memberikan pendidikan pertama kepada setiap manusia. Mulai dari manusia itu dilahirkan, tumbuh menjadi anak-anak, remaja, dewasa, sampai manusia itu mempunyai kehidupan masing-masing. Menurut Setiono . 1: . keluarga adalah kelompok orang yang ada hubungan darah atau perkawinan. Jadi, keluarga adalah kelompok orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa yang mempunyai hubungan darah atau terikat atas pernikahan dan hidup bersama dengan atau tanpa anak, baik anak kandung atau adopsi. Menurut Pujosuworno . 4: . mendefinisikan keluarga adalah suatu ikatan persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau laki-laki perempuan yang sudah sendiri dengan atau tanpa anak-anak, baik anaknya sendiri atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah tangga. Menurut BKKBN . Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami dan istri, atau suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. Keluarga remaja adalah keluarga yang memiliki anak remaja usia 10-24 tahun dan belum menikah. Keluarga kelompok sosial terkecil terdiri dari orang tua dan anak. Peran orang tua yang mempunyai faktor penting dalam pembentukan suatu keluarga harmonis dan sejahtera. Maka dari itu Bina Keluarga Remaja (BKR) dibentuk untuk meningkatkan peran orang tua dalam meningkatkan kualitas remaja. Menurut BKKBN . Peran orang tua dalam pembinaan tumbuh kembang remaja adalah sebagai pendidik, panutan. Vol. 8 No. Mei 2024 pendamping, konselor, komunikator, teman/sahabat. KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini tentang Peran Kelompok Bina Keluarga Remaja dalam Membina Remaja di Kampung KB Pesona Indah Bukit Gado-Gado Kecamatan Padang Selatan yaitu bahwa peran Kelompok BKR dalam membina remaja dilakukan melalui 3 (Tig. tahapan peran yaitu penyuluhan, pembinaan, dan bimbingan kepada orangtua remaja yang kemudian dilanjutkan kepada remaja. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh Kelompok Bina Keluarga Remaja masih kurang efektif dikarenakan pelaksaan kegiatan penyuluhan tidak dilaksanakan setiap bulan sesuai dengan pedoman, begitupun dengan jumlah sasaran yang masih kurang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Kelompok BKR. kegiatan pembinaan yang dilaksanakan berfokus pada bidang keagamaan dengan menyelenggarakan minggunya yaitu pengajian, tarbiah, dan . Khusus pada kegiatan bimbingan dalam hal ini pelayanan konseling dilakukan dengan cara kunjungan rumah tidak terealisasikan dikarenakan Kelompok BKR tidak memiliki keahlian dibidang tersebut, juga para orangtua remaja yang ingin diberi bimbingan menggap bahwa Kelompok BKR terlalu ikut campur dalam masalahnya REFERENSI