Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 ANALISA KINERJA SIMPANG BERSINYAL SIMPANG EMPAT SAWAH TELUK KUANTAN 1,2,3 Ano Wilanda. Chitra Hermawan. Iwayan Dermana. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Islam Kuantan Singingi. Jl. Gatot Subroto KM. Kebun Nenas. Desa Jake. Kab. Kuantan Singingi email: 1anowilanda@gmail. com, 2chitrahermawan22@gmail. com, 3 iwayan. dermana@gmail. Abstrak Simpang bersinyal berperan penting dalam mengatur pergerakan kendaraan, mengurangi konflik arus, serta meningkatkan keselamatan lalu lintas. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh volume kendaraan, desain geometrik, dan pengaturan sinyal. Simpang Empat Sawah di Kota Teluk Kuantan merupakan simpang strategis yang menghubungkan ruas-ruas jalan utama, namun kondisi eksisting menunjukkan adanya antrean panjang dan tundaan tinggi terutama pada jam sibuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja lalu lintas dan tingkat pelayanan simpang pada kondisi eksisting. Data diperoleh melalui survei geometrik, volume lalu lintas selama tujuh hari pada empat periode waktu, serta survei siklus sinyal lampu lalu lintas. Analisis dilakukan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2. dengan parameter kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrean, dan tundaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tundaan ratarata melebihi 60 detik/smp, panjang antrian cukup tinggi, serta derajat kejenuhan mendekati atau melampaui batas ideal. Berdasarkan PKJI 2014, tingkat pelayanan simpang berada pada kategori F sehingga belum optimal dalam melayani arus lalu lintas. Diperlukan penanganan berupa pengaturan ulang sinyal, penambahan fase, atau pelebaran pendekat agar kinerja simpang lebih Kata kunci: Simpang bersinyal, kinerja lalu lintas, kapasitas simpang, derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan, tingkat pelayanan. PENDAHULUAN Simpang dapat didefinisikan sebagai suatu daerah umum yang mana dua atau lebih jalan berpotongan atau bergabung, termasuk jalan dan fasilitas tepi jalan untuk pergerakan lalulintas di dalamnya. (Khisty 2. Suatu persimpangan adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari semua sistem jalan yang ada. Suatu persimpangan jalan dapat didefinisikan sebagai daerah umum di mana dua jalan atau lebih, termasuk jalan dan fasilitas tepi jalan untuk pergerakan lalu lintas di dalamnya (Budiman, 2. Prediksi akurat untuk arus lalu lintas di persimpangan secara efektif dapat menghemat waktu perjalanan, mengurangi kemacetan jalan, mengurangi pencemaran lingkungan dan melestarikan energi (Agustin, 2. Kinerja simpang adalah ukuran dari kualitas kondisi arus lalu lintas kendaraan yang mampu ditampung oleh suatu simpang. Kinerja simpang dapat ditentukan dari tundaan lalu intas simpang yang dapat digolongkan pada tingkatan tertentu yakni, antara A sampai F. (PKJI, 2. Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014, menetapkan perhitungan untuk keperluan perancanaan dan evaluasi kinerja simpang, meliputi kapasitas simpang (C), dan kinerja lalu lintas simpang yang diukur oleh derajat kejenuhan ( ), tundaan (T), dan peluang antrian ( ), untuk Simpang-3 dan Simpang-4 yang berada di wilayah perkotaan atau semi perkotaan. (PKJI, 2. Simpang APILL atau dulu dikenal Simpang bersinyal adalah suatu persimpangan yang terdiri dari beberapa lengan dan dilengkapi dengan lampu lalu lintas. Pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2. JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 75 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 Pengaturan lalu lintas pada simpang dengan volume lalu lintas kendaraan yang tinggi, sangat diperlukan pengaturan dengan lampu lalu lintas. Dengan adanya pengaturan menggunakan lampu lalu lintas ini diharapkan agar dapat mengurangi jumlah antrian yang di alami oleh kendaraan, dibandingkan dengan yang tidak menggunakan lampu lalu lintas. Teluk Kuantan adalah ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi yang terletak di Provinsi Riau. Indonesia. Kota ini memiliki jumlah penduduk yang cukup padat, dengan mayoritas masyarakatnya berasal dari suku Melayu yang kaya akan budaya dan adat Sebagai pusat administrasi, ekonomi, dan pendidikan di Kuantan Singingi. Teluk Kuantan mencakup wilayah strategis dengan konektivitas jalan yang menghubungkan berbagai daerah di sekitarnya. Secara ekonomi, masyarakat setempat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan seperti kelapa sawit dan karet, serta perdagangan. Tradisi budaya khas seperti Pacu Jalur, yaitu lomba mendayung perahu tradisional, menjadi salah satu daya tarik utama dan kebanggaan masyarakat setempat. Selain itu. Teluk Kuantan memiliki potensi pariwisata yang meliputi keindahan alam seperti sungai, air terjun, dan kawasan hutan. Namun, sebagai kota yang terus berkembang. Teluk Kuantan juga menghadapi tantangan, salah satunya adalah permasalahan kemacetan lalu lintas, tepatnya pada pertemuan empat lengan jalan, yaitu Jl. Tuanku Tambusai. Jl. Diponegoro. Jl. Jenderal Sudirman, dan Jl. Sultan Syarif Qasim, yang menghubungkan berbagai fasilitas penting seperti perkantoran, pertokoan, sekolah, pasar, rumah sakit, tempat wisata, dan pemukiman. Kemacetan sering terjadi pada jam-jam sibuk pagi, siang, dan sore. Pertemuan empat lengan jalan ini dikenal dengan nama "Simpang Empat Sawah" karena letaknya yang berada di Desa Sawah, nama tersebut juga mencerminkan bahwa simpang ini adalah satu-satunya pertemuan lengan jalan simpang empat yang ada di Desa Sawah, menjadikannya titik strategis yang penting namun rawan kemacetan. Salah satu penyebab utama kemacetan di simpang ini adalah lebar jalan yang terlalu kecil, sehingga tidak mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat, terutama pada jam sibuk. Masalah ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dalam pengelolaan lalu lintas, seperti pelebaran jalan, pengaturan ulang waktu lampu lalu lintas, atau pengembangan infrastruktur jalan lainnya untuk mendukung mobilitas masyarakat yang semakin meningkat seiring perkembangan kota. Hal di atas yang mendasari peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kinerja lalu lintas simpang serta tingkat pelayanan simpang dalam kondisi eksisting di Simpang Empat Sawah. Teluk Kuantan. Untuk menganalisis kinerja simpang, peneliti menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2. yang khusus membahas kapasitas Simpang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Analisis ini bertujuan untuk memahami karakteristik pergerakan kendaraan, volume lalu lintas, dan kinerja ruas jalan di sekitarnya, sehingga dapat dirumuskan rekomendasi yang tepat guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengangkat judul penelitian dengan tema: AuAnalisa Kinerja Simpang Bersinyal. Simpang Empat Sawah. Teluk KuantanAy. METODOLOGI PENELITIAN Gambaran Umum Metodologi penelitian adalah serangkaian cara, teknik, dan prosedur yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian atau mencapai tujuan penelitian. Metodologi penelitian memberikan kerangka kerja sistematis yang memastikan bahwa penelitian JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 76 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 dilakukan secara ilmiah, terencana, dan dapat dipertanggung jawabkan. Jika ditinjau dari aspek maksud dari penelitian ini adalah menganalisa kinerja simpang bersinyal tepatnya simpang empat sawah yang merupakan pertemuan antara Jl. Tuanku Tambusai. Jl. Diponegoro. Jl. Jendral Sudirman. Jl. Sultan Syarif Qasim. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, yaitu teknik pengambilan data lapangan secara langsung baik berupa pengamatan . maupun pengukuran langsung pada objek Tujuan kajian kinerja simpang bersinyal ini adalah untuk menganalisis kondisi lalu lintas pada Simpang Empat Sawah di Teluk Kuantan serta mengevaluasi kinerja ruas jalan di sekitarnya. Kajian ini juga bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja simpang bersinyal dan ruas jalan tersebut, memberikan rekomendasi yang relevan untuk meningkatkan kinerja lalu lintas di kawasan tersebut, serta mengetahui kinerja bagian jalinan pada simpang bersinyal saat ini. Aspek yang dianalisis meliputi volume per kapasitas (V/C rati. , derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian pada Simpang Empat Sawah dalam kondisi lalu lintas saat ini. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu simpang bersinyal yang terletak di wilayah Kota Teluk Kuantan. Simpang yang diteliti adalah Simpang empat sawah yang berlokasi di daerah desa Sawah. Kecamatan Kuantan Tengah. Kabupaten Kuantan Singingi. Simpang ini terdiri dari empat ruas jalan yakni. Jl. Tuanku Tambusai - Jl. Diponegoro - Jl. Jendral Sudirman - Jl. Sultan Syarif Qasim. Lokasi penelitian dapat dilihat pada Gambar Sumber: Google Earth . Gambar 2. 1 Peta Lokasi Peralatan Penelitian Berikut ini adalah beberapa peralatan yang digunakan sebagai penunjang penelitian yang dilaksanakan dilapangan antara lain: Lembar formulir dan alat tulis, yang digunakan untuk mencatat hasil survei. Meteran, yang digunakan untuk mengukur dimensi geometrik jalan. Stopwatch, yang digunakan untuk menghitung waktu sinyal lampu lalu lintas. Jam, untuk menentukan waktu awal memulai dan mengakhiri pengamatan. Kamera, untuk dokumentasi dan pengambilan video pergerakan lalu lintas. JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 77 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 Data Penelitian Data primer didapat dari hasil pengamatan langsung dilapangan. Data yang diambil melalui survei lapangan, data- data yang diambil berupa: Data geometrik jalan meliputi lebar lajur, jumlah lajur dan lebar masing- masing ruas jalan. Data volume lalu lintas kendaraan pada masing-masing ruas jalan dalam periode waktu yang telah ditentukan. Data fase dan siklus sinyal lampu lalu lintas / Traffic Light pada masingmasing lampu lalu lintas. Data sekunder diambil dari instansi terkait yang berfungsi sebagai data pendukung dalam penelitian. Data yang diambil yakni, data jumlah penduduk yang bersumber dari Website Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Pelaksanaan Survei . Survei Geometik Jalan Pada survei ini, peneliti melakukan pengukuran lebar ruas jalan dan lebar lajur jalan pada masing-masing ruas jalan. Jalan yang diukur diantaranya adalah Jl. Tuanku TambusaiAe Jl. DiponegoroAeJl. Jendral SudirmanAeJl. Sultan Syarif Qasim. Agar mendapatkan data geometrik jalan di lokasi penelitian, pengambilan data geometrik dilakukan oleh dua orang surveyor. Selanjutnya surveyor melakukan pengukuran menggunakan meteran dan alat tulis yang digunakan untuk mencatat data hasil dari pengukuran dilapangan. Survei Volume Lalu Lintas Survei volume lalu lintas perlu diamati dikarenakan berhubungan dengan penentuan waktu pengamatan, periode jam sibuk, arah pergerakan kendaraan, serta jumlah kendaraan. Pengambilan data volume lalu lintas dilakukan selama tujuh hari yaitu, selama 8 jam yakni. Pukul 07. 00 Ae09. 00 WIB. Pukul 11. 00 Ae 13. 00 WIB. Pukul 16. 00 Ae 18. 00 WIB, dan Pukul 19. 00 Ae 21. 00 WIB, dengan lama pengamatan dilakukan per 15 menit. Pengambilan data volume lalu lintas diamati langsung di setiap persimpangan dan dicatat pada lembaran formulir survei, agar didapat jumlah kendaraan yang melewati simpang pada masing-masing pendekat untuk semua pergerakan dari jenis kendaraan yang diklasifikasian sebagai berikut: Sepeda Motor / SM Kendaraan bermotor roda dua dan tiga dengan panjang tidak lebih dari 2,5 m. Kendaraan Ringan / KR Sedan. Jeep. Station Wagon. Oplet. Minibus. Mikrobus. Pickup. Truk Kecil, dengan panjang tidak lebih dari atau sama dengan 5,5 m. Kendaraan Sedang / KS Bus dan Truk dua sumbu,dengan panjang tidak lebih dari atau sama dengan 12,0 m. Kendaraan Berat / KB Truk tiga sumbu dan truk gandeng. Survei Sinyal Lalu Lintas Dalam survei ini, peneliti melakukan pengamatan dan mencatat lama waktu hijau, waktu kuning, dan waktu merah untuk masing-masing lampu lalu lintas yang terdapat di lokasi penelitian. Analisa dan Pembahasan JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 78 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 Data-data yang didapat di lapangan kemudian akan dilakukan analisis menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2. , untuk Kapasitas Simpang APILL, agar dapat mengetahui kinerja simpang dan tingkat pelayanan kondisi eksisting simpang yang Dari hasil analisis data yang dilakukan akan didapatkan volume kendaraan (Q), kapasitas (C), derajat kejenuhan (D. , panjang antrian (PA), tundaan (T), dan tingkat pelayanan simpang. HASIL DAN PEMBAHASAN Agar tercapainya tujuan dari penelitian ini, maka dilakukan analisa di Simpang Empat Sawah Jl. Tuanku Tambusai Ae Jl. Diponegoro Ae Jl. Jendral Sudirman Ae Jl. Sultan Syarif Qasim. Kota Teluk Kuantan. Analisa yang dilakukan yaitu, analisis volume lalu lintas (Q), kapasitas (C), derajat kejenuhan (D. , panjang antrian (PA), dan tundaan (T), menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2. , untuk kapasitas simpang APILL. Data Penelitian . Data Primer Data Geometrik Jalan Tabel 3. Data Geometrik Jalan Nama Jalan Jl. Tuanku Tambusai Jl. Diponegoro Jl. Jendral sudirman Jl. Sultan Syarif Qasim Jumlah Lajur Lebar lajur . Median jalan Tanpa Median Tanpa Median Tanpa Median Ada Median Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Data Volume Lalu Lintas Tabel 3. 2 Volume Kendaraan Jam Sibuk Puncak Malam Hari Sabtu Pendekat Volume . end/ja. Volume . kr/ja. Jl. Tuanku Tambusai Jl. Diponegoro Jl. Jendral Sudirman Jl. Sultan Syarif Qasim Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Data Siklus Sinyal Lalu Lintas Tabel 3. 3 Siklus Sinyal Lampu Lalu Lintas . Pendekat Hijau Kuning Merah Siklus . Jl. Tuanku Tambusai 14 detik 3 detik 60 detik 77 detik Jl. Diponegoro 16 detik 3 detik 58 detik 77 detik Jl. Jendral Sudirman 17 detik 3 detik 58 detik 78 detik Jl. Sultan Syarif Qasim 8 detik 3 detik 63 detik 74 detik JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 79 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Data Sekunder Data pendukung lainnya yakni, data jumlah penduduk Kabupaten Kuantan Singingi yang diambil dari Website Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Di tahun 2024 jumlah penduduk Kabupaten Kuantan Singingi terdata berjumlah 349. 250 jiwa. Rumus dan Hasil Perhitungan . Perhitungan Arus Jenuh Arus Jenuh Dasar S0 = 600 x LE . Tabel 3. 4 Hasil Perhitungan Arus Jenuh Dasar (S. No. Pendekat LE . S0 . kr/ja. Jl. Tuanku Tambusai Jl. Diponegoro Jl. Jendral Sudirman Jl. Sultan Syarif Qasim Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Faktor Penyesuaian Ukuran Kota Berdasarkan data yang diambil dari Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, pada tahun 2024 diketahui jumlah penduduk Kabupaten Kuantan Singingi mencapai 349. 250 jiwa (Tabel D. Menggunakan Tabel Faktor Penyesuaian Ukuran Kota (Tabel 2. , telah ditentukan nilai FUK adalah 0,83. Faktor Penyesuaian Hambatan Samping (FHS) FHS adalah dampak dari aktifitas samping segmen jalan yang disebabkan oleh pejalan kaki, keluar masuknya kendaraan di sisi jalan, dan kendaraan yang melambat atau Tabel 3. 5 Faktor Penyesuaian Hambatan Samping (FHS) Lingkunga Hambatan n Jalan Samping Jl. Tuanku Tambusai (KOM) Jl. Diponegoro Pendekat Tipe Fase FHS Tinggi Terlindung 0,93 (KOM) Tinggi Terlindung 0,93 Jl. Jendral Sudirman (KOM) Tinggi Terlindung 0,93 Jl. Sultan Syarif Qasim (KIM) Tinggi Terlindung 0,96 Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Faktor Penyesuaian Kendaraan Parkir Di Jalur Pendekat (FP) JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 80 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 FP berfungsi sebagai jarak yang diukur dari garis henti sampai ke kendaraan yang terparkir pertama di lajur pendekat. Nilai Fp ditentukan menggunakan grafik faktor penyesuaian pengaruh parkir. Tabel 3. 6 Faktor Penyesuaian Kendaraan Parkir di Jalur Pendekat (FP) Pendekat Jarak Dari Garis Henti ke Kendaraan Parkir Pertama Jl. Tuanku Tambusai 76,7 m 0,99 Jl. Diponegoro 9,3 m 0,65 Jl. Jendral Sudirman 86,7 m 1,00 Jl. Sultan Syarif Qasim 23,5 m 0,72 Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Faktor Penyesuaian Kelandaian Jalur Pendekat (FG) Tabel 3. 7 Faktor Penyesuaian Kelandaian Jalur Pendekat (F G) Pendekat Kelandaian /- (%) Jl. Tuanku Tambusai Jl. Diponegoro -2,5 1,013 Jl. Jendral Sudirman Jl. Sultan Syarif Qasim 1,01 Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Faktor Arus Lalu Lintas yang Belok Ke kanan Khusus Pendekat Terlindung (FBK. Tabel 3. 8 Faktor Penyesuaian Arus Belok Kanan (FBK. Pendekat RBKa FBKa Jl. Tuanku Tambusai 1,052 Jl. Diponegoro 1,026 Jl. Jendral Sudirman 1,104 Jl. Sultan Syarif Qasim 1,078 Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Faktor Arus Lalu Lintas yang Belok Ke kiri Khusus Pendekat Terlindung (FBK. Tabel 3. 9 Faktor Penyesuaian Arus Belok Kiri (FBK. Pendekat RBKi FBKi Jl. Tuanku Tambusai 1,156 Jl. Diponegoro 1,078 Jl. Jendral Sudirman 1,026 JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 81 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 Jl. Sultan Syarif Qasim 1,104 Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Arus jenuh (S) adalah arus jenuh sesungguhnya yang diperoleh dari perkalian arus jenuh dasar dan beberapa faktor penyesuaian. Dihitung menggunakan persamaan berikut: = S0 x FHS x FUK x FG x FP x FBKi x FBKa. Tabel 3. 10 Hasil Perhitungan Arus Jenuh (S) Pendekat FHS FUK Jl. Tuanku Tambusai 0,93 0,83 1,000 0,99 1,156 1,052 Jl. Diponegoro 0,93 0,83 1,013 0,65 1,078 1,026 Jl. Jendral Sudirman 0,93 0,83 1,000 1,00 1,026 1,104 Jl. Sultan Syarif Qasim 0,96 0,83 1,01 1,104 1,078 0,72 FBKi FBKa Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Kapasitas (C) . Derajat Kejenuhan (DJ) . Panjang Antrian (PA) . Tundaan (T) . Tundaan Rata-rata . Tabel 4. 4 Kinerja Simpang Empat Sawah Kota Teluk Kuantan Pendekat Volume (Q) Derajat Kapasitas Kejenuhan (C) (DJ) Panjang Antrian (PA) Tundaan (T) JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 82 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 Jl. Tuanku Tambusai Jl. Diponegoro Jl. Jendral Sudirman Jl. Sultan Syarif Qasim skr/jam skr/jam skr/jam skr/jam skr/jam skr/jam skr/jam skr/jam 0,44 0,82 1,17 0,46 det/skr det/skr det/skr det/skr Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Tingkat Pelayanan Simpang Empat Sawah Kondisi Eksisting Tundaan (T) digunakan sebagai indikator untuk menilai tingkat pelayanan dari masing-masing pendekat, nilai tundaan ini juga bisa digunakan untuk menilai tingkat pelayanan simpang secara keseluruhan (PKJI, 2. Untuk lebih lengkapnya Tingkat Pelayanan Simpang bisa di lihat dalam Tabel 4. Tabel 4. 1 Tingkat Pelayanan Simpang Empat Sawah Kota Teluk Kuantan Pendekat Tingkat . et/sk. Pelayanan Keterangan Kinerja simpang mulai Jl. Tuanku Tambusai 28 det/skr buruk, dengan hambatan yang cukup Arus macet, antrian Jl. Diponegoro 91 det/skr lumayan panjang, hambatan yang terjadi Arus macet, antrian Jl. Jendral Sudirman 76 det/skr lumayan panjang, hambatan yang terjadi Kinerja simpang mulai Jl. Sultan Syarif Qasim 31 det/skr buruk, dengan hambatan yang cukup Sumber: Hasil Survei Ano Wilanda . Dari hasil analisis didapatkan nilai tundaan rata-rata yang terjadi pada simpang secara keseluruhan sebesar 67 det/skr, dengan tingkat pelayanan E F. JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 83 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan perhitungan yang telah dilakukan pada Simpang Empat Sawah Jl. Tuanku Tambusai Ae Jl. Diponegoro Ae Jl. Jendral Sudirman Ae Jl. Sultan Syarif Qasim. Kota Teluk Kuantan. Menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI, 2. untuk Kapasitas Simpang APILL. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa: Kinerja Simpang Empat Sawah Kota Teluk Kuantan pada kondisi eksisting belum optimal dalam melayani arus lalu lintas. Hal ini ditunjukkan oleh nilai tundaan ratarata yang terjadi lebih dari 60 detik/skr. Pada Jl. Tuanku Tambusai dan Jl. Sultan Syarif Qasim, tundaan sebesar 28 detik/skr dan 31 detik/skr mengindikasikan kinerja simpang mulai menurun dengan hambatan yang cukup terasa. Sedangkan pada Jl. Diponegoro dan Jl. Jenderal Sudirman, tundaan masing-masing sebesar 91 detik/skr dan 76 detik/skr menunjukkan kondisi arus lalu lintas macet, dengan panjang antrian yang signifikan serta hambatan yang besar. Hasil analisis tingkat pelayanan menunjukkan bahwa Jl. Tuanku Tambusai memiliki tundaan sebesar 28 detik/skr dengan panjang antrian 16 meter . ingkat pelayanan D). Jl. Diponegoro sebesar 91 detik/skr dengan panjang antrian 48 meter . ingkat pelayanan F). Jl. Jenderal Sudirman sebesar 76 detik/skr dengan panjang antrian 88 meter . ingkat pelayanan F), dan Jl. Sultan Syarif Qasim sebesar 31 detik/skr dengan panjang antrian 7 meter . ingkat pelayanan D). Secara keseluruhan, nilai tundaan ratarata simpang sebesar 67 detik/skr dengan tingkat pelayanan F, yang menunjukkan kondisi lalu lintas macet, antrian cukup panjang, serta hambatan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan berupa pelebaran jalan serta pengaturan ulang fase sinyal lalu lintas untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus kendaraan pada simpang tersebut. UCAPAN TERIMAKASIH Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan, baik berupa informasi, bimbingan, maupun dorongan moral, sehingga tugas akhir ini dapat terselesaikan dengan baik. Tugas Akhir ini tidak lepas dari dorongan, bantuan, serta bimbingan dari berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: Ibu Dr. Ikrima Mailani. Pd. Pd. I selaku Plt Rektor Universitas Islam Kuantan Singingi. Bapak Agus Candra. M,Si selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi. Bapak Ade Irawan. T selaku Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Kuantan Singingi. Bapak Surya Adinata. T selaku dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Kuantan Singingi. Bapak Chitra Hermawan S. T selaku dosen Program Studi Teknik Sipil sekaligus dosen pembimbing I. Bapak Iwayan Dermana ST. MSc selaku dosen program studi teknik sipil sekaligus dosen pembimbing II. Ibu Melia Nurafni. ST. MSi selaku dosen program studi teknik sipil Universitas Islam Kuantan Singingi. Orang tua yang selalu memberikan kasih sayang dan doAoa, kepada penulis. Teman-teman satu angkatan di prodi Teknik Sipil. JPS. Volume 8. Nomor 1. Februari 2026 | 84 Vol. No. Februari 2026. Hal : 75 - 85 Ucapan terima kasih secara khusus penulis sampaikan kepada Desti Yulia Ningsih, atas doa dan dukungan moral yang selalu menguatkan selama proses penulisan ini. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini, terdapat banyak keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari berbagai pihak untuk penyempurnaan skripsi ini. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan dan menjadi kontribusi kecil kami dalam mendukung pembangunan di bidang transportasi. DAFTAR PUSTAKA